Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Rabu , 30 September 2020
Breaking News
You are here: Home » Qurban Bersama

Category Archives: Qurban Bersama

Lazismu Himpun Dana Rp 8 M Dalam Program Qurban Untuk Ketahanan Pangan Tahun ini

Hingga hari tasyrik terakhir, Senin tanggal 13 Dzulhijjah 1441 hijriyah atau 3 Agustus 2020 miladiyah, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) berhasil menghimpun dana sebesar Rp 8 Milyar dalam program Qurban Kemasan secara nasional. Dengan tema besar Qurban Untuk Ketahanan Pangan, LAZISMU menitikberatkan proses pengolahan daging hewan ternak sapi qurban dalam bentuk makanan kemasaan kaleng.

Menurut Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur drh Zainul Muslimin target pencapaian Qurban tahun 1441 H / 2020 M ini naik 3 kali lipat lebih daripada tahun 1440 H / 2019 M lalu. Tahun lalu dana program Qurban yang terhimpun sebesar Rp 2,2 Milyar, saat ini Rp. 8 Milyar.

“Alhamdulillah, respon dan minat ummat Islam, baik secara individu, kelompok maupun lembaga dan korporat untuk berqurban secara kemasan pada tahun ini meningkat pesat. Itu tak lain karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Ummat Islam sudah dihimbau untuk berqurban dengan tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan.” kata Zainul.

Peserta qurban kemasan tahun ini tidak hanya didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah saja, namun juga dari wilayah lain, seperti Yogya, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Riau, Kalimantan (Utara dan Selatan) Medan, Gorontalo, Aceh, Sumatera Barat dan Lampung.

“Kami pun menyembelih 200 ekor lebih sapi kelas besar dengan berat antara 500 kg hingga 1 ton di Rumah Potong Hewan (RPH) yang higienis untuk menghasilkan daging-daging yang berkualitas siap olah menjadi Rendang dalam kemasan kaleng” tambah Zainul.

Selanjutnya hewan ternak sapi qurban yang telah disembelih itu dagingnya dibawa ke pabrik pengolahan makanan untuk diolah menjadi makanan dalam kemasan dengan target sebanyak 150 ribu kaleng Rendang dan kornet. Lazismu menjaga higienitas dan kesegaran daging agar ketika diproses menjadi makanan olahan tetap terjamin kualitasnya, jelas Zainul.

“Tahun ini Qurban Kemasan Lazismu lebih diprioritaskan menjadi makanan Rendang. Oleh karena rendang dalam kaleng siap disajikan dan disantap serta tidak perlu diolah lagi. Namun kami juga memproduksi kornet bagi yang menyukainya.” papar Zainul.

“Pemrosesan daging qurban menjadi Rendang dalam kaleng memakan waktu kurang lebih 2 bulan. Setelah jadi makanan Rendang kemasan kaleng segera dikirim ke pequrban terutama wilayah dan daerah yang berkontribusi dalam program ini, dan didistribusikan ke kawasan 3-T, daerah rawan dan terdampak bencana, pondok pesantren, kampung warga dhuafa dan panti-asuhan anak yatim” pungkas Zainul Muslimin. (Ad)

Untuk Ketahanan Pangan Lazismu Qurbankan 205 ekor Sapi Besar Diolah Menjadi Makanan Dalam Kemasan

Sebanyak 205 ekor sapi besar berjenis limosin diqurbankan oleh Lazismu dalam program Qurban untuk ketahanan pangan tahun 1441 H / 2020 M ini. Sapi-sapi dengan berat antara 500 hingga 1 ton ini akan dijadikan makanan Rendang dalam kaleng yang bergizi, lezat dan nikmat serta dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.

Penyembelihan hewan ternak sapi qurban untuk program Qurban Kemasan ini dilaksanakan di tiga Rumah Potong Hewan (RPH), yaitu Magetan, Blitar dan Probolinggo selama 3 hari, mulai tanggal 11 – 13 Dzulhijjah 1441 Hijriyah. Rencananya sebanyak 170.000 kaleng Rendang, Kornet dan Gule akan diproduksi dari daging Qurban ini di sebuah pabrik pengemasan makanan kaleng yang bekerjasama dengan Lazismu.

Sementara itu seremoni Penyembelihan Qurban dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Magetan yang beralamat di Jalan Samodra, Carat, Magetan, Sabtu pagi, 1 Agustus 2020. Hadir dalam momen itu Bupati Magetan Dr Drs Suprawoto SH, Ketua Lazismu Pusat Prof Hilman Latief, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ir Tamhid Masyudi, Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin dan para Pimpinan Muhammadiyah dan Pengurus Lazismu, baik Jatim maupun Magetan.

Ir Tamhid Masyudi, Sekretaris PWM Jawa Timur dalam sambutan seremoni Qurban untuk Ketahanan Pangan mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini berqurban dengan mengemas daging qurban menjadi makanan dalam kaleng yang bisa didistribusikan ke kawasan terpencil dan dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Menurutnya umat Islam saat ini lebih baik menitipkan hewan qurbannya untuk dipotong di RPH dan kemudian dikemas menjadi makanan yang dapat bertahan untuk jangka waktu lama. Selain menghindari kerumunan pada saat penyembelihan, hasil daging qurbannya tidak menumpuk di satu kawasan dan juga tidak dikonsumsi secara berlebih pada hari Raya Idul Adha.

Sudah empat kali ini Lazismu mengemas daging hewan qurban menjadi makanan dalam kaleng, berupa kornet dan rendang, selain membagi daging secara konvensional. Tentu hal ini sangat bermanfaat baik untuk kebutuhan sesaat maupun untuk ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Ketua Lazismu Pusat Prof Hilman Latief Ph.D menyampaikan bahwa program Ketahanan Pangan ini menjadi konsen Lazismu dalam membantu Persyarikatan Muhammadiyah menghadapi masa pandemi Covid-19. Lazismu secara nasional menurutnya dalam masa pandemi wabah ini telah menyalurkan dana untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 khususnya dalam ketahanan pangan dan pengadaan alat kesehatan.

Melalui Qurban Untuk Ketahanan Pangan, Lazismu mengejawantahkan ajaran agama Islam. Menurut Hilman, daging qurban didisajikan dan didistribusi setelah disembelih, pertama untuk sohibul kurban, setelah itu dibagikan langsung kepada masyarakat dengan tidak memandang latar belakang, dan kepada yang membutuhkan dari warga duafa. Selain itu daging qurban juga disimpan, maksudnya sebagai buffer food atau lumbung penyangga yang akan didistribuskan dalam waktu yang agak lama.

“Dalam waktu yang relatif lama daging qurban dalam kemasan kaleng akan dimanfaatkan bagi saudara-saudara kita yang dilanda bencana alam maupun bencana lainnya. Semoga bisa berjalan dengan lancar apalagi para sohibul qurban mengalami peningkatan luar biasa untuk berqurban dengan program kemasan daripada program konvensional dan sohibul kurban bisa merasakan manfaatnya,” jelas Hilman.

Bupati Magetan DR Drs Suprawoto, SH menyambut baik program Lazismu yang bertajuk Qurban untuk Ketahanan Pangan dan mempercayakan penggunaan RPH yang ada di daerahnya. Ia mengucapkan terima kasih karena Lazismu telah menggunakan fasilitas RPH selama 3 tahun berturut-turut dan juga membeli sapi-sapi ternak kepada para peternak yang ada di kabupaten Magetan.

Bupati sangat terkesan dengan program-program Muhammadiyah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak, termasuk program Qurban Kemasan ini karena bisa membantu warga yang kekurangan pangan dan gizi dengan daging yang diolah dan bisa bertahan dalam waktu lama. Tentu Bupati sangat senang dan gembira apabila nanti Lazismu mau bergabung dalam program penyantunan warga lansia dhuafa yang menjadi program sosial di daerahnya.

 

Lazismu Surabaya Sembelih Sapi Qurban Seberat 1 Ton dari Pequrban asal Arab Saudi

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Surabaya melaksanakan amanah para pequrban menyembelih hewan ternak qurban tahun 1441 hijriyah atau 2020 miladiyah. Penyembelihan dilaksanakan di Musholla at-Tanwir Jl Tambak Laban 53 Simokerto  Surabaya, Jumat (31/7/2020).

Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, Rahmad Edi Hidayat, ST mengatakan, penyembelihan hewan qurban Lazismu Kota Surabaya dilaksanakan dengan protokol kesehatan masa wabah Covid-19.

“Alhamdulillah bisa terselenggara. Tahun ini Lazismu mendapat amanah dari keluarga donatur H Said Ahmad Basaef dua ekor sapi seharga 85 juta rupiah dengan berat sekitar 1,3 ton. Selain donatur dari keluarga itu, banyak juga dari donatur yang lain, sehingga terkumpul 7 sapi yang disembelih di Musholla at Tanwir hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, selain bergurban non kemasan ada juga yang berqurban secara kemasan atau dagingnya dikalengkan menjadi makanan Rendang, yang dilaksanakan melalui Lazismu wilayah Jatim.

“Dari data yang masuk ke panitia jumlah dana baik qurban kemasan dan non kemasan terkumpul dana sekitar 382 juta rupiah. Untuk yang qurban kemasan dananya sudah dikirim ke Lazismu Jawa Timur yang nantinya akan diolah menjadi RendangMU dan akan dibagikan sekitar 2 bulan lagi,” tambahnya.

“Atas nama keluarga besar Lazismu Kota Surabaya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, panitia, Takmir Musholla at Tanwir, Ibu-Ibu ‘Aisyiyah dan semua yang telah membantu dalam terselenggaranya penyembelihan hewan qurban ini,” pungkas Edi.

Sementara itu, Ketua Lazismu Kota Surabaya Sunarko S.Ag, M.Si, mengucapkan puji syukur kepada Allah Subhaanahuu Wata’ala atas terlaksananya penyembelihan hewan qurban Lazismu dalam masa pandemi COVID-19 ini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Lazismu Kota Surabaya, Takmir Masjid At Tanwir PCM Simokerto, dan seluruh donatur. Terima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah Kota Surabaya atas bantuan 1 ekor sapi qurban, semoga menjadi amal baik kita semua,” ucap Sunarko. (Habibie)

https://www.lazismusby.com/2020/07/hewan-qurban-seharga-85-juta-dengan.html

TelkomGroup Salurkan Lebih dari 1.000 Hewan Kurban di Seluruh Indonesia, Termasuk Melalui LAZISMU

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli 2020, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bekerjasama dengan Majelis Ta’lim TelkomGroup (MTTG) dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di lingkungan kantor TelkomGroup mendistribusikan tidak kurang dari 1.164 hewan kurban (373 sapi dan 791 kambing) kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini ditandai dengan penyerahan hewan kurban tiga ekor sapi dengan berat masing-masing lebih dari 1 ton oleh Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah kepada Wakil Ketua Lembaga Amal Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah Rizaludin Kurniawan, Ketua Lembaga Amal Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama Achmad Sudrajat, dan Ketua Umum MTTG Pusat Hari Sandi Atmaja. Hewan kurban ini diserahkan secara langsung di Vertical Garden The Telkom Hub, Jakarta.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, “Alhamdulillah pada tahun ini, meski dihadapkan pada suasana pandemi COVID-19, TelkomGroup tetap dapat melaksanakan pembagian hewan kurban sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Bantuan ini merupakan wujud rasa berbagi perusahaan dan karyawan kepada masyarakat khususnya yang terdampak pandemi.”

Jumlah hewan kurban baik dari karyawan maupun perusahaan yang akan diserahkan dan didistribusikan dari TelkomGroup termasuk dari Telkom Regional mengalami peningkatan sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Ririek mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar TelkomGroup yang telah berpartisipasi mengikuti kegiatan Idul Adha di lingkungan TelkomGroup.

Mengusung tema “Berkurban untuk Negara dan Tanah Air”, penyerahan hewan kurban ini tidak hanya bertujuan untuk beribadah dan berbagi kepada yang membutuhkan saja, namun merupakan upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Selain bisa memberikan manfaat untuk peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, kurban memberikan dampak positif dalam meningkatkan permintaan hewan ternak kepada UMKM binaan Telkom yang bergerak di bidang penyediaan hewan kurban atau peternak sapi.

Sejalan dengan Surat Edaran Menteri Agama, Nomor: SE. 18 tahun 2020, tentang Penyelenggaran Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Tahun 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19, pemotongan dan pembagian daging kurban dilaksanakan dengan memperhatikan tatacara/protokol penyembelihan hewan kurban di masa pandemi COVID-19.

Sasaran penerima bingkisan daging kurban adalah masyarakat duafa di sekitar kantor dan alat produksi TelkomGroup serta para pensiunan Telkom. Hal ini dimaksudkan agar pembagian daging kurban dapat lebih merata dan tepat sasaran sekaligus untuk meningkatkan interaksi dan silaturahmi dengan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus membawa berkah bagi kemajuan perusahaan, sehingga ke depannya, TelkomGroup dapat terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Ririek. (TelkomGroup).

 

 

Berqurban Secara Mudah, Praktis dan Bermanfaat Jangka Panjang Pada Masa Pandemi Covid-19 Bersama Lazismu

Pada tahun ini, Lazismu mengusung program Qurban dengan tema: “QURBAN UNTUK KETAHANAN PANGAN. Suatu tema yang berkelanjutan sejak berhasil diusung pada Ramadhan kemarin. Paling tidak tema tersebut memiliki relevansi dan signifikansi ketika situasi yang tidak pasti masih menghadirkan krisis sosial dan kemanusiaan menjelang hari raya Qurban.

Qurban untuk Ketahanan Pangan adalah program qurban yang tercetus dari gerakan solidaritas sosial di saat akses masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terancam, terutama untuk memeroleh kecukupan gizi yang seimbang pada masa-masa sulit pandemi.

Program itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang pada saat ini mengalami kekhawatiran dan situasi yang lemah. Mereka ada dalam kondisi yang terpinggirkan, di kantong-kantong kemiskinan baik di kawasan perkotaan dan pedesaan, pedalaman, padat penduduk, serta kawasan terdepan, tertinggal dan terpencil maupun kawasan yang dilanda bencana alam dan kemanusiaan baik yang berada di dalam negeri dan luar negeri dengan prinsip merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas.

Sebagai jawaban atas krisis sosial dan kemanusiaan, lewat program ini dipastikan hewan qurban tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu. Apalagi menumpuk di kota-kota besar. Hewan qurban diharapkan tersalurkan secara adil dan merata, dalam bentuk daging yang dikemas menjadi makanan RENDANG dalam kaleng.

Qurban Kemasan Jawaban atas Masa Pandemi Covid-19

  • Mudah dan Memudahkan
  • Hieginis (RPH dan Pabrik Modern) dan Syar’ie (hewan ternak sehat, cukup umur dan besar disembelih pada hari tasyrik)
  • Daging diolah menjadi makanan Rendang dan dikemas ke dalam kaleng yang praktis dalam penyajian, tahan lama dan kemasan aman serta kuat.
  • Halal dan Lezat, 2 in 1 (Lauk dan Bumbu)
  • Distribusi cepat
  • Meningkatkan social value dari lembaga/instansi melalui pencantuman nama lembaga/instansi tersebut di label produk.

Bagaimana Proses Produksinya ?

  • Penyembelihan sesuai syariat.
  • Hewan ternak terbaik dan memenuhi syarat.
  • Mengikuti proses jaminan mutu halal.
  • Bekerjasama dengan perusahaan spesialis pengolahan dan pengemasan (pengalengan) makanan yang modern.
  • Proses Hiegines mengikuti standar GMP, HACCP dan BRC.
  • Pengalengan Qurban menggunakan proses pengawetan pangan dengan cara sterilisasi yang membunuh bakteri sehingga punya masa simpan selama 2 tahun.

Berapa harga ternak Qurban Kemasan ?

  • Harga Sapi (standar) Rp 17,5 juta dan Rp 21 juta per ekor.
  • Untuk sapi berjamaah atau urunan/patungan Rp 2,5 juta dan Rp 3 juta per orang.
  • Harga tersebut sudah termasuk pemrosesan menjadi Rendang dalam kemasan kaleng.

Hasil jadi Rendang dalam kemasan :

  • Untuk Sapi seharga Rp. 21 juta akan menghasilkan 420 kaleng Rendang. Sedangkan Sapi seharga Rp. 17,5 juta akan menghasilkan 350 kaleng Rendang.
  • Untuk Sapi patungan (urunan) seharga Rp. 3 juta akan menghasilkan 60 kaleng Rendang. Sedangkan Sapi patungan (urunan) seharga Rp. 2,5 juta akan menghasilkan 50 kaleng Rendang.

Hak Pequrban :

  • Hak bagi Pequrban adalah 30% dari produk Rendang qurban dalam kemasan.
  • Untuk qurban 1 ekor sapi seharga Rp. 21 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 126 kaleng, sedangkan untuk qurban 1 ekor sapi seharga Rp. 17,5 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 105 kaleng.
  • Untuk qurban patungan Rp. 3 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 18 kaleng, sedangkan untuk qurban patungan Rp. 2,5 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 15 kaleng.
  • Hak pequrban akan dikirim ke tempat pequrban.

Bagaimana Alokasi hasil jadi produk Qurban Kemasan ?

Alokasi pendistribusian : 30% untuk (hak) pequrban, 50% kepada target sasaran, 10% untuk cadangan Daerah dan 10% untuk cadangan di Wilayah (kondisi darurat bencana).

Pequrban atas nama Lembaga/Institusi/Perusahaan

  • 30% Hak Pequrban dari produk Rendang qurban dalam kemasan.
  • 50% Sasaran penerima bisa didistribusikan sendiri oleh institusi/perusahaan/lembaga yang berqurban.
  • 10% untuk Cadangan program Kebencanaan Lazismu tingkat Dearah (Kabupaten/Kota).
  • 10% untuk Cadangan program Kebencanaan Lazismu tingkat Wilayah (Provinsi).
  • Label institusi/perusahaan/lembaga bisa dicantumkan pada kaleng kemasan, dengan nilai Qurban minimal Rp. 50 juta.
  • Produk qurban kemasan jadi akan dikirim ke alamat institusi/perusahaan/lembaga.

Bagaimana caranya berqurban kemasan bersama Lazismu ?

Mudah saja…

  • Pequrban memilih harga hewan ternak, 1 ekor Sapi atau berjamaah (Patungan/urunan) atau secara institusi / lembaga.
  • Hubungi kontak/WA kami 0812 3158 446 (Imam Fauzi)
  • Tansfer ke Rekening LAZISMU dan konfirmasi ke 0823 3115 2141 (Vira)
  • Kami akan memberikan informasi bahwa hewan qurban sudah tersembelih pada hari tasyrik.
  • Pequrban menunggu kurang lebih 2-3 bulan setelah hari tasyrik, hak bagian pequrban akan kami antar ke rumah atau kantor pequrban, bersama dengan sertifikat.

Sasaran penerima Rendang Qurban Kemasan siapa saja?

Warga terdampak Covid-19 di :

  1. Daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)
  2. Pak Kumis (Kawasan Padat, Kumuh dan Kantong-Kantong Kemiskinan)
  3. Daerah Rawan Bencana Dan Pasca Bencana
  4. Daerah Rawan Gizi
  5. Daerah Dakwah Da’i Pedalaman
  6. Daerah Santri / Pesantren Terpencil
  7. Panti Asuhan Anak Yatim

REKENING QURBAN LAZISMU

  • Bank Muamalat No. 7725 040 000 000 000 a/n Qurban Lazismu Jatim.
  • Bank Muamalat No. 7710 016 474 a/n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (QURBAN)
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 840 000 000 000 a/n Qurban LAZISMU Jatim
  • Bank Syariah Mandiri No. 9000 009 889 a/n QURBAN LAZISMU JATIM
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 717 171 a/n Lazismu Jatim Qurban
  • Bank CIMB Niaga Syariah No. 8611 7771 1900 a/n LAZISMU JAWA TIMUR

Publikasi Qurban

Manfaat Qurban di Lazismu

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (Qur’an Surat Al Kautsar ayat 1-3).

Kita senantiasa dihadapkan pada kenyataan bahwa stok daging segar melimpah ketika masa Idul Qurban, dalam waktu yang sama dan singkat (hari tasyrik). Sementara banyak panitia Qurban di Masjid-masjid membagikan habis daging qurban, di beberapa lokasi penerima mendapat sangat banyak daging qurban dan terkesan berlebihan.

Bagaimana memanfaatkan ketersediaan daging Qurban yang melimpah untuk diolah dan dikemas menjadi makanan yang bisa tahan dalam jangka waktu yang panjang?

Solusinya daging Qurban dikemas menjadi makanan dalam kaleng yang bisa tahan lama dan untuk tahun 1441 H/2020 M ini hanya Lazismu hanya akan memproduksi 1 produk Qurban Kemasan saja, yaitu RENDANG, dengan merek RendangMu.

Diantara manfaat berqurban bersama Lazismu, antara lain :

  • Mudah dan Memudahkan
  • Hieginis (RPH dan Pabrik Modern) dan Syar’ie (hewan ternak sehat, cukup umur dan besar disembelih pada hari tasyrik)
  • Halal dan Lezat, 2 in 1 (Lauk dan Bumbu)
  • Praktis dalam penyajian, tahan lama dan kemasan aman serta kuat
  • Distribusi cepat
  • Meningkatkan social value dari lembaga/instansi melalui pencantuman nama lembaga/instansi tersebut di label produk.

Adapun sasaran Qurban tahun ini adalah warga terdampak Covid-19 di :

  1. Daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)
  2. Pak Kumis (Kawasan Padat, Kumuh dan Kantong-Kantong Kemiskinan)
  3. Daerah Rawan Bencana Dan Pasca Bencana
  4. Daerah Rawan Gizi, khusunya anak Yatim/Piatu di Panti Asuhan
  5. Daerah Dakwah Da’i Pedalaman
  6. Daerah Santri / Pesantren Terpencil

Anda ingin berqurban bersama Lazismu ?

  • Harga Sapi (standar) Rp 17,5 juta dan Rp 21 juta per ekor.
  • Untuk patungan Rp 2,5 juta dan Rp 3 juta per orang.
  • Harga tersebut sudah termasuk pemrosesan menjadi Rendang dalam kemasan kaleng.

Hasil jadi Rendang dalam kemasan :

  • Untuk Sapi seharga Rp. 21 juta akan menghasilkan 420 kaleng Rendang. Sedangkan Sapi seharga Rp. 17,5 juta akan menghasilkan 350 kaleng Rendang.
  • Untuk Sapi patungan (urunan) seharga Rp. 3 juta akan menghasilkan 60 kaleng Rendang. Sedangkan Sapi patungan (urunan) seharga Rp. 2,5 juta akan menghasilkan 50 kaleng Rendang.

Hak Pequrban :

  • Hak bagi Pequrban adalah 30% dari produk Rendang qurban dalam kemasan.
  • Untuk qurban 1 ekor sapi seharga Rp. 21 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 126 kaleng, sedangkan untuk qurban 1 ekor sapi seharga Rp. 17,5 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 105 kaleng.
  • Untuk qurban patungan Rp. 3 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 18 kaleng, sedangkan untuk qurban patungan Rp. 2,5 juta pequrban akan mendapat hak sebanyak 15 kaleng.

REKENING LAZISMU QURBAN

  • Bank Muamalat No. 7725 040 000 000 000 a/n Qurban Lazismu Jatim.
  • Bank Muamalat No. 7710 016 474 a.n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (QURBAN)
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 840 000 000 000 a/n Qurban LAZISMU Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 717 171 a/n Lazismu Jatim Qurban

Konfirmasi dan informasi

  1. Marketing dan Pengadaan : Imam Fauzi (No. HP 0812-3158-446)
  2. Admin : Vira (No. HP 0823-3115-2141)

 

Publikasi Qurban

Berqurban Bersama Lazismu di Era Pandemi Covid-19 Untuk Ketersediaan Pangan Sepanjang Masa

Bersama Lazismu, kita bisa melaksanakan ibadah qurban dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan dan keselamatan yang berlaku dengan hasil qurban yang bermanfaat sepanjang masa.

Sebentar lagi Hari Raya Idul Qurban, 10 Dzulhijjah tahun 1441 Hijriyah akan tiba, bertepatan dengan tanggal 31 Juli 2020. Namun, sebagaimana Idul Fitri, Idul Qurban kali ini sangat berbeda dengan tahun lalu, karena pada tahun ini berada di dalam masa wabah virus Corona (Covid-19).

Tentu banyak pertanyaan yang menghinggapi diri kita. Apakah kita tahun ini tetap berqurban ? Jika iya, sudahkah kita mempersiapkan qurban kita ? Bagaimana kita mempersiapkan ibadah qurban tahun ini ?

Protokol kesehatan dan kebersihan diri menyangkut bencana wabah Covid-19 masih terus berlaku. Oleh sebab itu selain menjaga kesehatan dan kebersihan diri, keselamatan kolektif terus digencarkan, seperti menghindari kerumunan, memakai masker dan alat pelindung diri lainnya serta tetap menjaga jarak aman antar diri (Phisycal Distancing).

Ibadah Haji untuk calon jamaah Indonesia tahun ini ditiadakan atau dibatalkan oleh pemerintah. Nah bagaimana dengan ibadah Qurban yaitu menyembelih hewan Qurban pada hari Tasyrik yang senantiasa menghadirkan kerumunan dalam pelaksanaannya ?

Menghadapi hal itu Lazismu tetap hadir dengan layanan kemudahan dalam berqurban bagi ummat Islam. Bersama Lazismu kita bisa berqurban dengan tetap memperhatikan protokol kebersihan dan kesehatan selama wabah Covid-19 namun qurban kita juga bermanfaat untuk ummat sepanjang masa. Bagaimana bisa ?

Ketua Lazismu Jawa Timur drh Zainul Muslimin ketika dijumpai di kantor Lazismu Jatim, Kertomenanggal IV/1 Surabaya, 04/06/20, mengajak ummat Islam agar senantiasa berqurban sebagai bentuk rasa syukur nikmat kepada Allah SWT. Pun ketika masa pandemi wabah Covid-19 bukan menjadi halangan bagi ummat Islam untuk berqurban. Hanya saja pelaksanaan ibadah qurban tetap mengikuti aturan dan protokol kesehatan dan keselamatan yang berlaku.

“Lazismu Jawa Timur senantiasa memberikan kemudahan bagi anda yang akan melaksanakan ibadah Qurban khususnya pada tahun ini. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Lazismu menyembelih hewan ternak para pequrban sesuai dengan syariat di tempat yang bersih dan modern lalu dagingnya dikemas menjadi makanan dalam kaleng, yaitu rendang special” kata Zainul.

“Kami menghindari kerumunan pada saat proses penyembelihan karena dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang dijaga ketat. Termasuk menghindari kerumunan pada saat distribusi, karena kami mendistribusikan tidak secara langsung melainkan melibatkan pequrban dan kelompok masyarakat atau komunitas” lanjut Zainul.

“Pequrban tinggal transfer dana qurban ke rekening Lazismu yang telah disediakan atau melalaui saluran donasi secara digital atau online. Pequrban juga dimohon untuk melakukan konfirmasi ketika sudah mentransfer dana qurban ke nomor WA 0813-2572-4440. Selanjutnya proses penyembelihan ternak Qurban akan dilakukan oleh Lazismu di RPH dan pengemasan dagingnya di pabrik pengeolahan makanan yang selama ini dipercaya untuk mengolah daging qurban” jelas Zainul.

“Sapi-sapi terbaik disembelih di RPH yang modern, bersih dan higienis serta ditangani oleh tenaga profesional yang berkompeten dengan hasil pemotongan bersertifikat halal. Setelah itu daging diproses menjadi makanan Rendang dan Kornet yang higienis, lezat, sehat, siap santap dan bisa tahan selama 2 tahun” tambah Zainul.

“Seperti tahun-tahun lalu, hasil qurban kemasan akan didistribusikan kepada mustahik di daerah dan akat kawasan terpencil seperti pulau-pulau terdepan, tertluar dan tertinggal (3T). Makanan hasil olahan daging qurban ini juga akan dikonsumsi oleh anak yatim piatu dan warga dhuafa dan sangat membantu untuk meningkatkan asupan gizi mereka. Tentu kami akan melibatkan pequrban dan berbagai kelompok atau komunitas masyarakat dan stake holder lainnya dalam pendistribusiannya” Zainul menceritakan.

“Mari kita berqurban bersama Lazismu untuk sesama dengan daging qurban yang bisa bermanfaat sepanjang masa dan pelaksanaan ibadah qurban yang mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan khusunya pada era wabah Covid-19 ini. Bismillah, Insya Allah kita bisa” pungkas Zainul. (ad)

Anda ingin berqurban bersama Lazismu ?

  • Harga Sapi (standar) Rp 17,5 juta dan Rp 21 juta per ekor.
  • Untuk patungan Rp 2,5 juta dan Rp 3 juta per orang.
  • Harga tersebut sudah termasuk pemrosesan menjadi Rendang atau Kornet dalam kemasan kaleng.
  • Hak bagi Pequrban adalah sepertiga dari qurbannya.

REKENING QURBAN LAZISMU

  • Bank Mu’amalat No. 7725 040 000 000 000 a/n Qurban Lazismu Jatim.
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 840 000 000 000 a/n Qurban LAZISMU Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 717 171 a/n Lazismu Jatim Qurban
  • Konfirmasi transfer WA 0813 2572 4440

Proposal Program Qurban Kemasan Lazismu Jawa Timur Tahun 2020

Lazismu Serahkan Amanah Pequrban Berupa 15 Ekor Lembu di Tiga Desa di Myanmar

Di tiga desa di Myanmar, pemukiman yang dihuni oleh warga Rohingya hidup berdampingan dengan warga yang beragama Budha. Desa-desa yang dihuni muslim Rohingya hampir sebagian warganya berprofesi sebagai petani. Sebagian lain beternak untuk menyambung hidup.

Nestapa warga muslim Rohingya adalah kisah pilu ketika mereka terusir dari wilayahnya. Sulit menggambarkan bagaimana hak-hak mereka dapat terpenuhi sebagai warga negara. Pemerintah Myanmar sendiri masih menggantungkan status kewarganegaraan para muslim Rohingya itu.

Belum lagi yang berada di pengungsian, gerak-gerik mereka diawasi untuk berkarya dalam mewarnai hidup. Nasib berbeda dengan warga muslim Rohingya di tiga desa itu yang masih ada dan memiliki ikatan keluarga yang terbebas dari konflik.

Kendati sama-sama menghadapi kondisi dalam tekanan pemerintah Myanmar, tiga desa seperti Nga Pwint Shay, Mai Zali Khong dan Thinganet, seluruh warganya masih bisa ber ekspresi walaupun sangat terbatas, kata Muhammad Dai Iskandar yang didampingi Subhan salah seorang wartawan TVMU untuk menyalurkan daging kurban segar, pada hari raya Idul Adha 1140 hijriyah ini.

Menurut dia, orang-orang muslim Rohingya, di ketiga desa ini masih bisa beribadah dan berkumpul. Hanya saja mereka dibatasi dalam berekspresi. “Di masjid pun pengeras suara juga dibatasi termasuk melengkapi sarana dan prasarana yang menopang kaum muslim Rohingya untuk beribadah,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam banyak kisah, pemerintah Myanmar masih terus mengawasi aktivitas warga muslim Rohingya. Sungguh perjalanan yang menantang jika dilalui jalur darat karena harus ditempuh sejauh 48 jam. Alasan keamanan yang memilih Dai dan Subhan untuk menuju ke tiga desa tersebut dengan menggunakan jalur udara.

Keberadaan Lazismu di Myanmar, selain melaksanakan kurban juga mengemban misi kemanusiaan. Di tahun-tahun sebelumnya juga dilakukan Lazismu bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) di Cox’s Bazar Bangladesh. Kabar misi kemanusiaan Lazismu di sana juga telah dikoordinasikan dengan PADI (Participatory
Development Initiative), sebuah lembaga kemanusiaan yang berkolaborasi dengan Lazismu di Myanmar untuk pengadaan hewan lokal sebagai mitra lokal misi kemanusiaan.

Nasharuddin selaku Ketua PADI, menjadi bagian penting suksesnya penyaluran hewan kurban di Myanmar. Dai Iskandar mengatakan, ada 15 ekor lembu yang disiapkan. Rencana penyembelihan mengikuti arahan otoritas pemerintah setempat. Dalam sebuah informasi resmi, pemerintah Myanmar melarang bantuan hewan kurban untuk disembelih di kedutaan besar Indonesia di Myanmar.

Penyembelihan dilaksanakan di kampung-kampung tempat warga muslim Rohingya bermukim. Untuk penerima manfaat, menurut Dai, masing-masing desa berbeda meski setiap desa mendapat 5 ekor lembu. Di desa Nga Pwint Shay, ada 350 KK yang didata untuk penerima manfaat. Sedangkan desa Mai Zali Khong ada 600 KK dan desa Thinganet ada 400 KK. Idul Adha, hari yang dinanti-nanti ini memberikan kebahagiaan. Di Thinganet sendiri dua madrasah sudah berdiri dan dua sekolah lagi sudah berdiri secara fisik.

Rencananya, Muhammadiyah Aid dan PADI akan membangun sekolah dan lokasi pemberdayaan. Diagendakan ada 6 sekolah akan akan segera diwujudkan untuk memfasilitasi anak-anak muslim Rohingya yang memerlukan akses pendidikan. Salah seorang tokoh desa di Thinganet, mengatakan, keberadaan Lazismu di sini adalah kebahagiaan kami semuanya. Sehingga bisa mengadakan salat Idul Adha dan penyembelihan kurban secara lebih baik. Dia berharap kelak ada keberlanjutan program khususnya pemberdayaan berbasis masjid. (na)

Qurban Untuk Kemanusiaan, Lazismu Targetkan Kemas 57 Ribu Kaleng Rendang dan Kornet

 

Selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2019 Lazismu melakukan proses penyembelihan hewan Qurban. Sebanyak 38 ekor sapi seberat 21 ton, yang besar dan gemuk dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Magetan, Jawa Timur, yang higienis, modern dan syar’ie. RPH Magetan menjadi mitra Lazismu dalam kegiatan Qurban untuk yang kedua kali ini.

Sapi-sapi gemuk dan terbaik di Magetan itu dipotong untuk kemudian dagingnya diproses menjadi makanan olahan dan dikemas dalam kaleng, berupa rendang dan kornet. Seberat 10 ton daging murni setelah dipotong dan disortir itu kemudian dikirim ke pabrik pengolahan makanan di Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan truk ekspedisi.

Drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur menargetkan sebanyak 57 ribu kaleng rendang dan kornet dihasilkan dari daging qurban ini (13/08/19). Rendang dan kornet itu sendiri nantinya akan didistribusikan untuk berbagai kegiatan sosial, bantuan kebencanaan dan kemanusiaan di tanah air. Penerima manfaat adalah fakir miskin, anak yatim, para ustadz di daerah terpencil dan korban bencana alam dan kemanusiaan. (Adit).

 

Qurban Plus Baksos Kesehatan Sebagai Ajang Dakwah di Tuban

 

Momen Idul Qurban merupakan saat tepat untuk lebih meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Lazismu kabupaten Tuban mengandeng organisasi Pemuda Muhammadiyah dan RS Muhammadiyah Tuban mengadakan kegiatan Baksos Kesehatan dan penyembelihan hewan Qurban. Acara tersebut ditempatkan di Masjid Al Furqon Kenongosari Soko, Tuban pada hari Senin tanggal 12 agustus 2019.

Lazismu menyembelih dua ekor sapi plus seekor kambing. Dagingnya dibagikan kepada 500 jiwa penerima manfaat di sekitar Masjid. Sedangkan baksos Kesehatan diikuti oleh 132 pasien yang merupakan warga desa Kenongosari dan sekitarnya.

Muzayin, Ketua Lazismu Kabupaten Tuban berharap sinergi ini bisa tetap terus terjaga. Menurutnya misi Lazismu adalah memberikan bantuan hewan Qurban untuk kawasan yang minim hewan Qurban.

Muzayin menambahkan, Insyaallah, mulai bulan Agustus 2019 ini Lazismu Tuban akan membuka tabungan Qurban yang nantinya hewan Qurbannya disalurkan ke pelosok daerah kabupaten Tuban.

“Kita akan membuka tabungan Qurban empat macam. Yang pertama tabungan Qurban kambing, kedua tabungan Qurban Sapi, ketiga tabungan Qurban berjamaah, dan yang keempat Qurban kemasan. Qurban kemasan ini dagingnya akan diolah menjadi rendang dan kornet dalam kaleng yang akan disalurkan ke kawasan 3T (Terpencil, terluar dan tertinggal) dan daerah terdampak bencana alam,” pungkas Muzayin. (Adit/Mlk).

Salurkan Hewan Qurban ke Palestina dan Yaman

Seperti negara-negara muslim lainnya, Pelestina dan Yaman di Hari Raya Idul Adha menanti momen penyembelihan hewan kurban. Kedua negara yang sedang dilanda konflik ini menjadi pusat perhatian lembaga amil zakat nasional di Indonesia.

Lazismu melalui program Qurban Untuk Kemanusiaan telah memastikan menyalurkan hewan kurban di sana di tengah prahara yang tak berkesudahan. Di Palestina, Lazismu menyalurkan 10 hewan kurban berupa domba. Sepuluh domba tersebut diserahkan kepada Palestinian National Authority atau Kementerian Wakaf dan Urusan Agama bidang Zakat di wilayah Syijaiyah Timur, lewat mitra yang bernama Association of Palestine Scholars Abroad atau Majelis Ulama’ Palestina.

Hewan kurban yang disalurkan Lazismu, menurut Edi Mukti selaku penanggung jawab penyaluran daging kurban di Palestina, mengatakan, disembelih pada 12 Dzul Hijjah / 1440 H bertepatan dengan 13 Agustus 2019.

Daging segarnya disalurkan ke warga Palestina yang membutuhkan. Menurutnya, ada sekitar 300 kantong dalam paket yang berisi daging kurban yang dinikmati oleh sekitar 2000 orang di wilayah Syijaiyyah (Khaniyun, Rafah Selatan, Rafah bagian tengah dan sekitarnya).

Warga Palestina khususnya kawasan Syijaiyyah sangat mengapresiasi program Qurban Untuk Kemanusiaan Lazismu. Hewan kurban ini, bisa membahagiakan saudara-saudara mulim yang sedang dalam tekanan Israel. Dengan menikmati daging segar, mereka berharap program Qurban Untuk Kemanusiaan Lazismu bisa berjalan rutin tiap tahun di wilayah ini.

Edi menambahkan, dari sisi keamanan sudah dikoordinasikan. Ketua otoritas Palestina, Ustadz Haitsam Yusuf Abu Atha, telah menyampaikan ke warga atas bantuan hewan kurban yang diserahkan Lazismu untuk warga Palestina. Ustadz Haitsam sendiri juga berkoordinasi dengan Ketua Majelis Agama Islam Palestina, ‘Ahid Abu Atha.

Selain di Palestina, Lazismu menyalurkan hewan kurban ke Yaman. Alasan mengapa Lazismu mendistribusikan hewan kurban ke Yaman, karena dalamt laporan PBB, sebanyak 22,2 juta orang Yaman masih memerlukan bantuan. Sementara itu, ada 8,4 juta orang dari 29 juta warga Yaman yang menggantungkan hidupnya dari bantuan makanan yang datang berikutnya.

Tahun ini Lazismu berkolaborasi dengan Yaman Care. Sebuah yayasan sosial dan kemanusiaan yang fokus terhadap saudarasaudara kita di Yaman. Yaman Care sebagai lembaga kemanusiaan selanjutnya bekerjasama dengan Yayasan Al Ra’fah pimpinan Habib Umar bin Hafiz untuk menyaurkan hewan kurban Lazismu yang berjumlah 10 ekor kambing.

Sampai saat ini, Lazismu bersama dengan lembaga amil zakat nasional yang lain, menggalang donasi untuk membantu warga muslim yang kekurangan gizi. Bahkan sudah melakukan kampanye ajakan berdonasi bersama sejak Januari 2019 sebagai wujud solidaritas terhadap warga muslim yang bergantung terhadap bantuan semua pihak. (na).

Derita Tak Kunjung Usai, Lazismu Ajak Berkurban di Negara yang Dilanda Prahara

Prahara di jalur Gaza, Palestina tak kunjung usai. Ratusan ribu warga Palestina terus mengungsi setelah pendudukan Israel. Lebih dari 50 tahun air mata di Palestina menceritakan derita warganya ke seluruh penjuru dunia. Tak hanya dukungan untuk merdeka, warga Palestina ingin masyarakat internasional berdiri untuk membangun kekuatan solidaritas.

Masih dalam ingatan, jelang pidato Presiden Palestina Mahmoud Abbas, pada 27 September 2018, di Sidang Majelis Umum PBB di New York, orang-orang berkumpul menanti pidato itu di depan kantor pusat PBB di New York. Ada asa bahwa setiap negera memiliki hak yang sama untuk merdeka sebagaimana negara-negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, solidaritas untuk Pelestina masih terus menggema. Bahkan Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, sejak 2012, turut berperan melaksanakan program bantuan yang besinergi dengan lembaga-lembaga dan pekerjaan langsung bagi para pengungsi Palestina.

Salah satunya adalah MuhAid – UNWRA (The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees) lembaga yang dipercaya PBB melaksanakan bantuan darurat mencakup pendidikan, perawatan kesehatan, bantuan dan layanan sosial, infrastruktur kamp dan perbaikan termasuk di saat konflik bersenjata.

Di tahun itu juga, Ketua Umum PP Muhammadiyah saat itu, Din Syamsuddin menggagas Prakarsa Persaudaraan Indonesia Palestina (PPIP). Selanjutnya pada 2014, melalui Prakarsa Persaudaraan Indonesia Palestina (PPIP), Lazismu dan MDMC, Muhammadiyah serahkan bantuan untuk para korban di Gaza yang menjadi target serangan tentara Israel, senilai 2,5 miliar bersama dengan MDMC Indonesia.

Cerita lain disampaikan Lazismu, saat Ramadhan bahkan untuk yang kedua kalinya Lazismu mengundang da’i (syeikh) dari Palestina bersafari Ramadhan untuk menggalang dana yang hasil dari penghimpunan itu digunakan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina.

Bersamaan dengan itu, pada 2019, Lazismu bersama IESCO (International Education Scientific and Cultural Org) juga bekerjasama melakukan kampanye tentang pentingnya menyelamatkan pendidikan di Palestina dari kehancuran. Kemudian, bagaimana memikirkan siswa melanjutkan perjalanan pendidikan mereka dan untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan terus melayani para siswa tersebut di tengah prahara yang masih berkecamuk.

Dalam kerjasama ini bersama IESCO, Lazismu melakukan penggalangan dana bersama organisasi kemanusiaan lain untuk 10.000 mahasiswa Palestina agar tetap bersekolah dan kuliah. Sektor pendidikan juga membutuhkan sikap mendukung dari lembaga-lembaga internasional dan negara-negara sahabat untuk bekerja dengan pihak-pihak terkait untuk memecahkan pengepungan yang tidak adil ini yang menyebabkan bencana di semua sektor di Jalur Gaza, termasuk sektor pendidikan.

Maka melalui momentum Idul Adha di tahun ini, Lazismu turut ambil bagian dalam program Qurban untuk Kamanusiaan yang rencananya akan disalurkan bagi warga di Palestina. Harapannya dengan program kurban ini, api semangat untuk mendukung dan menggalang kekuatan internasional bagi kemerdekaan Palestina dapat terus menyala.

Nazhori Author selaku PR Manager Lazismu, mengungkapkan selain penyaluran hewan qurban ke Palestina, Lazismu juga menyalurkan ke Yaman dan Rohingya. Mengapa tiga negara ini menjadi prioritas? “Lazismu menilai negara-negara tersebut khususnya warga muslimnya membutuhkan uluran tangan dan dukungan semangat dari masyarakat internasional,” paparnya.

Tanpa melupakan kebutuhan hewan kurban di dalam negeri ini, sebetulnya tambah Author, kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta kantong-kantong kemiskinan lainnya perlu mendapat perhatian bagi Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional. Tujuannya agar tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu, tutupnya. (na / www.lazismu.org)