Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Thursday , 17 October 2019
Breaking News
You are here: Home » Sosial

Category Archives: Sosial

Secercah Senyum dan Tawa Gembira dari Ananda Reyhan dan Bu Martini Berdaya Bersama Lazismu di Madiun

Lazismu Kabupaten dan Kota Madiun beserta Kantor Layanan Lazismu (KLL) Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun saling bersinergi melaksanakan “Program Pemberdayaan Difable”. Bentuknya adalah dengan pemberian bantuan kursi roda khusus dan alat bantu berjalan bagi yang membutuhkan.

Menurut Indrik, Ketua Lazismu Kab. Madiun, salah satu penerima bantuan kursi roda adalah ananda Reyhan yang pada bulan Oktober 2019 ini usianya genap 7 tahun. Ananda Reyhan adalah murid TK ABA X Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten. Madiun. Setiap hari pergi ke sekolah diantar ayah atau ibunya dengan digendong. Anak ini pun selalu dipangku agar bisa duduk mengikuti pelajaran di kelas.

Bantuan kursi roda itu diserahkan di rumah ananda Reyhan, 9 Oktober 2019. Berkat bantuan kursi roda khusus ananda Reyhan sudah bisa duduk di kursinya sendiri dan mengikuti pelajaran sekolah dengan lebih mandiri. Reyhan pun bisa tertawa gembira manakala ibu Guru dan teman-teman menyambut kedatangannya di sekolah.

Selain itu Lazismu juga memberikan bantuan alat berjalan berupa egrang untuk Ibu Martini yang berusia 43 tahun, warga desa Sidorejo Wungu Kabupaten Madiun, (10/09/2019). Alat bantu berjalan egrang itu bertujuan untuk membantu aktifitasnya sehari-harinya sebagai penjahit. Bu Martini merasa senang dan tersenyum gembira mendapat bantuan yang bisa dipergunakan untuk membantunya berjalan dengan baik.

Alhamdulillah, semakin banyak warga yang bisa tersenyum dan terbantu melalui program-program sosial Lazismu. Mari kita dukung terus program Lazismu memberi untuk negeri. Dukungan dan sinergi antara donatur, Muzaki, pihak swasta, komunitas dan Lazismu sangat berperan dalam memberdayakan mereka yang membutuhkan uluran tangan. Semoga berkesinambungan. (Ind/Ad)

Dengan Bantuan Kursi Roda Bu Karsini Kembali Bersemangat Untuk Melakukan Berbagai Aktifitas

Karsini, adalah seorang ibu paruh baya berusia 57 tahun tinggal di Jl. Banda – Gadingrejo – kota Pasuruan yang sedang diberi ujian Allah SWT berupa kedua kakinya yang tidak bisa berjalan. Sehari hari ia menghabiskan waktunya duduk di pintu depan rumahnya.

Di ruangan rumah yang luasnya hanya 2×4 meter, ibu ini tinggal sebatang kara tanpa ada yang menemani. Bu Karsini adalah janda yang sejak lama ditinggal mati suaminya. Untuk kebutuhan hidup sehari hari beliau dapatkan dari cucunya yang bekerja menjadi tukang las di bengkel sebelah rumahnya.

Sesekali Ibu Karsini menghilangkan kesepiannyanya dengan berkunjung ke rumah tetangga di sebelah rumahnya. Karena tak mampu berjalan dengan kedua kakinya ia dengan tenaga semampunya berusaha sampai ke rumah tetangga agar dapat bertemu canda guna menghilangkan rasa bosannya.

Keinginannya agar bisa berjalan seperti orang sehat pada umumnya sangatlah besar. Ia pun berangan-angan memiliki sebuah kursi roda. Namun apa bisa dikata karena kondisi ekonomi membuatnya tidak mampu membeli kursi roda.

Melihat hal itu Lazismu Kota Pasuruan setelah melakukan survei dan berkunjung ke rumahnya, memberikan bantuan kepada bu Karsini berupa sebuah kursi roda, (24/9/19). Menurut Agus Salim, Kepala Kantor Lazismu kota Pasuruan, dengan bantuan kursi roda itu diharapkan bu Karsini dapat bergerak bebas kemanpun sehingga meringankan kesulitan Ibu Karsini dalam beraktivitas.

Bantuan kursi roda itu tentu membuat wajahnya sangat sumringah. Ia pun kembali bersemangat untuk melakukan berbagai aktivias di luar rumah.

Dengan rasa haru dan syukur ia bersama cucunya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada donatur yang menitipkan amanahnya melalui Lazismu Kota Pasuruan. Semoga bantuan itu bisa bermanfaat dan berdaya guna bagi bu Karsini khususnya dan kemaslahatan umat pada umumnya. Aamiin..

Membedah Rumah Mbah Tipluk Agar Hidup Sehat dan Nyaman Menikmati Hari Tuanya di Magetan

Selama 74 tahun negeri ini merdeka, ternyata buah pembangunan belum dirasakan merata oleh warga negaranya. Hasil kemajuan dari kemerdekaan itu tidak dirasakan oleh Mbah Tipluk warga yang berdomisili di desa Tebon  RT 02 RW 01, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan.

Nenek yang usianya menyamai dengan usia negara Indonesia ini hidup sebatang kara tanpa ada suami sebagai pendamping hidup. Selama ini Mbah Tipluk ditemani oleh kerabatnya, yaitu Mbah Nah, seorang janda yang berusia 80 tahun.

Mereka berdua tinggal di rumah yang kurang layak, tidak sehat dan kotor, ditemani oleh hewan peliharaan. Terkadang mereka tidur serumah dengan beberapa ekor kambing pemberian warga. Tentu menjadikan kehidupan mereka sehari-hari semakin tidak sehat dan tidak nyaman.

Melihat kondisi rumah Mbah Tipluk yang kumuh dan tidak sehat itu Kantor Layanan Lazismu (KLL) Kecamatan Barat Magetan ingin mewujudkan rumah yang bersih dan sehat bagi kedua warga lanjut usia itu. Maka sesuai dengan pilar program kemanusiaan yang ada di Lazismu, maka KLL Barat mengeksekusi program Bedah Rumah bagi Dhuafa.

Menurut Erwin, Amil Lazismu KLL Barat, dengan semangat memberi untuk negeri maka pada tanggal 1 Agustus 2019 pelaksanaan bedah rumah itu dimulai. Pengerjaan bedah rumah meliputi ; pembuatan sarana MCK, renovasi bagian dalam dan luar rumah, pengadaan kebutuhan perabot rumah, pemasangan sumur pompa air dan perbaikan kandang kambing.

Alhamdullilah tepat pada hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2019 mbah Tipluk dan mbah Nah sudah bisa menempati huniannya yang layak. Rumah tempat tinggal mereka telah dibedah dan dibenahi oleh Tim Bedah Rumah Lazismu KLL Barat. Tentu saja bantuan dan dukungan dari para Muzaki dan donatur menjadi pilar utama program ini. “Terima kasih atas bantuannya. Semoga amal mereka yang memberikan bantuan ini diberikan balasan dari gusti Allah (Matur nuwun sampun diparingi bantuan. Mugi gusti Allah ingkang maringi balesan amalipun panjenengan sedoyo)” ungkap Mbah Tipluk dengan gembira dan haru. (E).

 

Japfa Comfeed Salurkan 65.000 Butir Telur untuk Peningkatan Gizi Protein Hewani bagi Anak Panti Asuhan dan Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah di Jatim

PT Japfa Comfeed Indonesia melalui Lazismu Jawa Timur (Jatim) turut berpartisipasi dalam program peningkatan gizi protein hewani bagi anak Yatim di Panti Asuhan dan para Santri di Pondok Pesantren. Bentuknya adalah pemberian bantuan telur segar.

Sebanyak 65.000 butir telur segar dikirim dari Japfa Comfeed kepada Lazismu Jatim. Penyerahan bantuan telur dari perusahaan pakan ternak tersebut dilaksanakan di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Kertomenanggal Surabaya, senin malam (16/09/19).

Menurut drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jatim, telur-telur segar dengan total berat 4,1 ton yang diangkut dengan 2 truk ini adalah sebagian dari kiprah Japfa Comfeed dalam Gerakan Makan 100 juta Telur yang merupakan program Corporate Social Responcibility (CSR) perusahaan itu.

Begitu tiba telur-telur tersebut kemudian didistribusikan kepada puluhan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah di berbagai daerah di Jatim, seperti Lamongan, Malang, Surabaya, Jombang, Gresik, Sidoarjo dan sebagainya.

Zainul menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada PT Japfa Comfeed Indonesia atas bantuan dalam rangka meningkatkan gizi anak Panti Asuhan dan santri Pondok Pesantren tersebut. Lazismu, menurutnya senantiasa terbuka dan siap sedia menjadi mitra terpercaya bagi siapapun dalam berbagai aksi bersama untuk menebar kebaikan dan kemanfaatan serta kemanusiaan. (Adit)

Semarakkan bulan Muharram dengan Menyantuni Anak Yatim dan Warga Fakir Miskin

Dalam rangka memeriahkan bulan Muharram 1441 Hijriyah Lazismu Pamekasan Bekerjasama dengan Masjid Quba Menyelenggarakan acara santunan untuk yatim sebanyak 71 Anak dan warga fakir miskin 20 Orang.

Dukungan yang luar biasa dari para dermawan turut mensukseskan aksi sosial ini.

Acara yang dilaksanakan pada hari ahad, 15 September 2019 ini dalam rangka menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Santunan yang diberikan berbentuk uang dalam amplop.

Dimulai dari lepas shalat subuh sampai selesai kegiatan ini dihadiri oleh ketua takmir masjid, Drs. Imam Santoso,M.Si, Manager Lazismu Pamekasan, Khairul Jannah,S.Pd.I,M.M, dan juga beberapa para dermawan yang ikut terlibat mensukseskan acara ini. Juga tampak hadir Direktur MJTV beserta timnya untuk meliput kegiatan ini. (Khj)

Lazismu Bersinergi Aksi Bersama Dalam Baksos di Masjid Remaja Surabaya

Melakukan aksi secara bersama tentu akan terasa ringan, pekerjaan pun tercapai sesuai rencana. Begitu pula dengan aksi bersama untuk menebar kebaikan dan kemanfaatan sangat efektif jika dikerjakan dengan bersinergi.

Lazismu senantiasa menggalang aksi sosial bersama dengan berbagai komunitas, organisasi, pihak swasta dan para muzaki serta donatur. Dukungan bersama dari berbagai kalangan sangat penting guna membangun energi kebaikan bagi sesama.

Bakti sosial yang diselenggarakan pada Ahad pagi ini (15/09/19) di masjid Remaja Kenjeran Surabaya merupakan salah satu bentuk jalinan sinergi yang erat antara Lazismu, organisasi wanita ‘Aisyiyah, IKAHA KBHIMu Majelis Tabligh Muhammadiyah, dan RS Muhammadiyah Surabaya.

Kegiatannya meliputi layanan pemeriksaan kesehatan gratis plus pemberian obat, pemberian Sembako kepada pasien TBC dan kajian Ahad pagi.

Menurut Sunarko, ketua Lazismu Surabaya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan. Terlebih kepada penderita TBC yang didampingi oleh kader TB Care ‘Aisyiyah Surabaya, Lazismu memberikan santunan dan bantuan kebutuhan pokok yang bisa mengurangi beban ekonominya. (Adit).

Kursi Roda Bagi Adik Rofi’ di Kabupaten Madiun Agar Tak Kesulitan Pergi Ke Sekolah

Lazismu senantiasa memberikan kepedulian dan perhatian kepada warga disabilitas. Program bagi disabilitas menyasar kepada sesama yang mempunyai masalah cacat fisik. Dengan pemberian kursi roda Lazismu berharap dapat membantu warga difabel sementara kondisi ekonominya tidak mampu atau fakir miskin.

Pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019 bertepatan dengan Upacara Bendera di SDN Sukosari 02, Lazismu Kabupaten Madiun menyerahkan bantuan kursi roda kepada Adik M. Aulia Rofi’. Ia adalah putra dari pasangan M. Rifa’i dan ibu Siyamah yang tinggal di Desa Sukosari Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun.

Menurut Hamamu, Manager Lazismu Kabupaten Madiun, Ananda Rofi’ mengalami lumpuh kakinya sejak dua tahun yang lalu, tepatnya sejak kelas tiga SD. Selama ini adik Rofi’ jika berangkat dan pulang sekolah digendong oleh orangtuanya yang berprofesi sebagai buruh mengantar roti ke toko-toko dan warung terdekat. Apabila orang tuanya berhalangan atau sakit maka adik Rofi’ terpaksa tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar.

Penyerahan kursi roda kepada adik Rofi’ dilakukan oleh Hamamu selaku Manajer kantor Lazismu Daerah Kabupaten Madiun di halaman SDN Sukosari 02. (Hm)

Baksos Bertema Sharing Each Other di Pamekasan

Menanamkan kepekaan dan kepedulian sosial kepada generasi muda sangat penting. Kegiatan aksi sosial seperti Baksos merupakan salah satu cara untuk memanamkan rasa kepedulian dan kepekaan sosial kepada kader muda Muhammadiyah, khususnya di kalangan pelajar.

Kamis, tanggal 1 Agustus 2019, Lazismu dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pamekasan bersinergi dalam aksi sosial bertajuk : “Sharing Each Other” bertempat di Masjid Baitul Muttaqin desa Larangan, Kabupaten Pamekasan. Dalam aksi ini dibagikan puluhan paket sembako kepada warga dhuafa; fakir miskin dan anak yatim yang sangat antusias hadir dan mengapresiasi kegiatan ini.

Menurut Khoirul Jannah, Amil Lazismu Pamekasan, salah satu alasan mengapa Lazismu siap bekerjasama dengan IPM, tentu bukan hanya sekedar kewajiban antar Lembaga Muhammadiyah dengan Organisasi Otonomnya, akan tetapi penananaman kepekaan sosial memang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini kepada para pelajar. (KhJ).

Tidak Sekedar Halal Bi Halal tetapi juga Berbagi Kegembiraan kepada Penyandang Disabilitas di Lumajang

Lazismu senantiasa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan berbagai forum untuk menebar kebaikan, tak terkecuali forum tahunan Halal Bi Halal. Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang, Jawa Timur menggelar kegiatan Halal Bi Halal bersama Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/06/2019) lalu.

Wakil Bupati Lumajang menyerahkan bantuan dari Lazismu Lumajang berupa tiga kursi roda Peduli Sahabat Disabilitas. Penyerahan bantuan ini diberikan kepada anak penyandang difabel yaitu Andika Alfiano, Dio Adi Shara, dan Ahmad Rizal.

Dalam acara ini dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Kapolres, Dandim, Ketua PPDI Jatim, Forkompimda Kabupaten Lumajang, perwakilan dari Lazismu Kabupaten Lumajang, DPD PPDI Jatim, National Paralympic Commitee (NPC), Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Lumajang, Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Lumajang, SLB Se Kabupaten Lumajang, Relawan disabilitas, Forkompimda Lumajang, Perpenca Jember, Disabilitas Probolinggo, Banyuwangi dan lainnya.

Ali Muslimin, Ketua PPDI Lumajang dalam kesempatan tersebut, mengatakan acara ini bertujuan meningkatkan tali silaturahim mempererat solidaritas disabilitas dengan masyarakat serta memupuk semangat kreativitas.

“Kami meski dalam keterbatasan berusaha bermanfaat bagi sesama, mempererat solidaritas disabilitas juga menampilkan potensi-potensi kreatifitas yang dimiliki kaum disabilitas dan siswa siswi SLB se Kabupaten Lumajang untuk ditampilkan kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Dengan tampilnya para penyandang disabilitas ini diharapkan kepercayaan diri penyandang disabilitas terus terpupuk.

Dirinya juga berharap pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi akademik dan sektor swasta dapat bermitra dengan organisasi atau kelompok disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang yang akrab dengan sapaan Bunda Indah, menyampaikan rasa terimakasih kepada rekan rekan PPDI Lumajang, Pemerintah terbantu atas peran aktif PPDI Lumajang dalam kegiatan sosial dan kreativitas.

“Meski fisik kawan kawan terlihat tidak sempurna, saya yakin hatinya lebih sempurna, terbukti meski dalam keterbatasan semangat membantu sesama dan berkreatifitas,” paparnya.

Kuswantoro, Fundraising Lazismu Lumajang mengharapkan pihaknya dapat berkontribusi lebih banyak, khususnya untuk anak-anak penyandang difabel.

“Harapan ke depan Lazismu lumajang bisa berbuat banyak lagi untuk kepentingan umat kususnya bagi temen-temen difabel dan program untuk kursi roda ini juga sudah berjalan selama dua tahun ini, dan juga sudah bnyak temen-temen difabel yang kita bantu kursi roda selama ini.” kata Kuswantoro saat dihubungi awak media Lazismu, Senin (24/06). (bp / www.lazismu.org)

Kisah Pilu Keluarga Kasipun : Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya Trauma Bersekolah

Kisah pilu sering terjadi di negeri ini dan itu merupakan bentuk ujian bagi yang mengalami seberapa kuat ia menghadapinya. Kisah pilu itupun setiap waktu senantiasa datang.

Kisah pilu dialami seorang lelaki berusia 40 tahun bernama kasipun yang tinggal sebagai warga desa Ketanen, Panceng, Kabupaten Gresik. Kasipun bersama keluarganya didapati kekurangan gizi. Beban berat menggelayuti pikirannya karena minimnya pengetahuan serta tekanan ekonomi yang tidak kunjung memperoleh solusi.

Seorang aparat sipil bernama Raden Jamal, terketuk hatinya ketika melihat Kasipun harus dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik pada Maret 2019 lalu. Rasa kemanusiaannya terusik menyaksikan Kasipun lemah tanpa gizi yang memadai.

Dokter mengabarkan bahwa Kasipun darahnya tinggi. Kadar garam di tubuhnya berdasarkan diagnose juga tinggi, kata Raden berdasarkan informasi dari dokter di rumah sakit itu. Kasipun hanya memakan nasi dengan garam. “Kondisi miskin inilah yang membuat dirinya menjadi lemah” kata Raden.

Berdasarkan penelusuran Raden, Kasipun memiliki istri dan dua anak. “Anak pertama berusia 15 tahun lulus SD dan tidak mau bersekolah, sekarang menganggur di rumah. Sementara adiknya yang masih balita kesulitan dalam berkomunikasi” punkasnya.

Sebagai ibu rumah tangga, Istri Kasipun juga mengalami nasib yang sama. Pemahamannya tentang hidup sehat masih minim. “Yang membuat sedih, ketika diajak berkomunikasi kadang tidak dapat direspon dengan jawaban yang pas” sambung Raden.

Kasipun bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Setelah sakit, tidak ada yang mengajaknya sebagai kuli karena fisiknya lemah. “Budi baik tetangganya kepada Kasipun sedikit banyak membantunya dengan bekerja sebagai pencari rumput untuk kambing tetangga” kata Raden yang juga sebagai ketua Ranting Muhammadiyah setempat.

Tak lama, Raden menceritakan kondisi Kasipun kepada Lazismu Kabupaten Gresik yang segera bertindak untuk mendampingi keluarga Kasipun.

Trauma Bersekolah

Amil Lazismu Gresik, Liesna Eka mendapati anak perempuan Kasipun trauma bersekolah dikarenakan sering disudutkan dan diolok-olok oleh teman-temannya ketika di sekolah. Informasi ini diperoleh Liesna dari ibunya dan tetangga terdekatnya.

“Dulu waktu sekolah dasar, kecerdasan dia di bawah rata-rata anak-anak pada umumnya. Ia baru bisa membaca waktu kelas 4 SD. Keterlambatan kognitf dan psikomotorik inilah yang kemudian menjadi olok-olok kawan-kawannya. Anaknya Pak Kasipun merasa terpojok” cerita Liesna.

Hingga tamat dari SD pun anak Kasipun tidak mau melanjutkan ke jenjang berikutnya karena merasa trauma  bersekolah. Harusnya dia sudah masuk kelas 2 SMP. Kondisi ini sedang dicari solusinya.

Organisasi pemudi Islam, Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lemah Ireng Panceng bersama Lazismu juga sudah mendampingi keluarga Pak Kasipun. Dalam waktu dekat akan dicari pendekatan secara psikologis. Hal ini diceritakan Pimpinan Rating NA Matsubah Noor.

Menurut Matsubah, anak Kasipun sudah dibujuk agar mau kembali untuk bersekolah. Matsubah turut prihatin jika keluarga Pak Kasipun sampai kekurangan gizi. “Rumah keluarga Pak Kasipun juga tidak memiliki MCK” katanya.

Nurul Afianah, Relawan Nasyiatul Aisyiyah, bidan dan tim Dinas Sosial beberapa kali datang guna mendampingi dan memberi motivasi sekolah kepada anak Kasipun serta mengecek kesehatan keluarganya.

Berbagi Solusi

Sebagai aksi nyata, Lazismu segera menolong keluarga Kasipun. Kehadiran Lazismu sebagai misi dakwah pencerahan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) Muhammadiyah.

Amil lazismu, Miftakhul Huda dan khoirul Fitroh bertugas mendampingi dan memberikan tambahan gizi untuk keluarga dhuafa tersebut “Pak Kasipun bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja di warung yang sudah ditunjuk Lazismu. Warung itu diminta turut berpartisipasi menolong Pak Kasipun” pungkasnya.

Kasipun tinggal mengambil kebutuhan pangan yang diperlukan untuk memenuhi kecukupan gizinya, kata Miftah. Selain itu, Lazismu juga berupaya mengedukasi dan memberdayakan keluarga Kasipun dengan memberikan 1 ekor kambing betina untuk diternak. Kebetulan kambing itu sedang bunting yang kelak ketika melahirkan dapat dirawat untuk membantu perekomoniannya.

Langkah selanjutnya lazismu akan merenovasi hunian yang layak bagi Kasipun. Rumahnya saat ini tidak memiliki sanitasi, genteng banyak yang bocor, serta berlantaikan tanah. Untuk itu Lazismu yang diwakili Miftah mengajak masyarakat dan donatur bersama-sama membantu keluarga Kasipun. (lazismu.org).