Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 8 April 2020
Breaking News
You are here: Home » Sosial

Category Archives: Sosial

Memberikan Bantuan kepada Pak Guru Eko di Surabaya, Yang Kini Sudah Tidak Bisa Mengajar Lagi

Sudah menjadi fitrah manusia untuk hidup saling peduli dan tolong-menolong. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah Kota Surabaya dalam berbagai kesempatan senantiasa melaksanakan amanah dari para donatur. Kali ini diberikan kepada pak Guru Eko (Eko Sumantoyo), di rumahnya Jl Manyar Sabrangan 3 no. 46 Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Hadir dalam pemberian bantuan kepada Pak Guru Eko Tim Lazismu Surabaya, antara lain pengurus ; Sunarko, Abdul Hakim, beserta para Amil ; Warsono, Tasmo dan Cak Aan. Bantuan berupa santunan uang, madu dan lainnya diberikan langsung oleh Ketua Lazismu Kota Surabaya Sunarko SAg MSi.

Sunarko, mengucap syukur kepada Allah SWT, di tengah wabah COVID-19 ini Lazismu masih bisa melaksanakan amanah umat.

“Kami, tim Lazismu Kota Surabaya menyampaikan amanah umat berupa uang sebesar Rp 7.136.000,- dan titipan bantuan barang dari donatur lainnya,” katanya.

“Bapak Guru Eko merupakan seorang Guru Honorer di SDN Kertajaya 1 Surabaya, dia sudah mengabdi di sana selama 22 tahun,” ungkap Sunarko.

Masih menurut Sunarko, pak Guru Eko saat ini tidak bisa bekerja lagi, karena pendarahan otak yang dideritanya.

“Saat ini Bapak Guru Eko sedang sakit, hanya bisa berbaring di rumah padahal dia sebagai tulang punggung keluarga,” ucap Ketua Lazismu Surabaya itu.

“Kami berharap kepada seluruh pembaca, donatur bisa tetap membantu dan menyalurkan sebagian rezekinya untuk meringankan beban Bapak Guru Eko dan Keluarganya. Bapak/Ibu bisa menyalurkan bantuan melalui Lazismu Kota Surabaya,” tandasnya.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan bapak-bapak semua. Hanya gusti Allah yang bisa membalas amal kebaikan bapak-bapak semua” kata bu Siti, isteri pak Eko.

“Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita ini. Lazismu senantiasa Memberi untuk Negeri, melayani dengan sepenuh hati,” tutupnya. (Abdul Hakim-Sby).

Bantu Pak Tarmidi Pedagang Bakso Terdampak Kondisi Wabah Virus Corona

Namanya Pak Tarmidi aslinya Kalitidu Bojonegoro, hampir setiap hari beliau mangkal di depan sebuah perkantoran yang juga tepat di depan masjid Al Badar, kawasan Kertomenanggal Surabaya, Jawa Timur.

Setiap hari beliau melayani orang-orang kantor yang istirahat makan siang atau jamaah masjid yang kebetulan habis sholat dhuhur, namun hari ini dia tampak lesu.

“Bagaimana Pak jualannya, sepi atau ramai,” tanya kru Lazismu

“Suepi banget mas,” jawabnya dengan logat khas Jawa Timuran.

“Turunnya apa sampai separoh Pak,” tanya kru Lazismu lagi.

“Kok separoh, nggak ada Ustadz,” jawab Pak Tarmidi sambil terbata-bata. Maksudnya tidak ada separoh yang tejual pada hari ini.

Sungguh tak kuasa menahan air mata untuk tidak meleleh, apalagi melihat Pak Tarmidi yang jalannya terseret-seret dan bicaranya sulit ditangkap karena pernah kena stroke.

Memang sudah mulai seminggu ini tidak ada sama sekali kegiatan di perkantoran itu, bahkan karyawan kantor banyak yang diliburkan dan hanya menyisakan karyawan yang piket jaga.

Melihat hal itu Ahmad Saifu, Anggota Badan Pengurus Lazismu Jatim, selepas sholat Ashar, 24/03/2020, segera bergegas mengambil paket sembako yang ada di kantor Lazismu yang berada di seberang Masjid Al-Badar Kertomenanggal untuk diserahkan kepada pak Tarmidi.

“Ini pak, ada sedikit bantuan dari Lazismu untuk Bapak, semoga dapat membantu” kata Ahmad Saifu.

“Oh, nggeh pak, matur nuwun (oh ya pak, terima kasih, red) bantuannya. Alhamdulillah” ungkap pak Tarmidi setengah kaget. Dengan mata berkaca-kaca, ia pun melihat isi bingkisan di dalam dua tas kresek yang diberikan kepadanya. Ada beras, gula, minyak goreng, kornet dan rendang dalam kaleng, dan juga makanan kemasan lainnya.

“Lho kok buanyak banget isinya pak ustad” katanya setelah melihat isi dalam paket.

“Bapak istirahat saja di rumah selama kondisi wabah begini. Nanti kalau bingkisannya habis bilang ya” sambung Ahmad Saifu, Anggota BP Lazismu Jatim.

Menurut Ahmad Saifu, Lazismu wilayah dan daerah-daerah di Jatim saat ini memang sedang mengusahakan cadangan paket sembako atau lumbung pangan bagi menangani warga terdampak Covid-19 khususnya secara ekonomi. Paket itu akan dibagikan pada pertengahan April 2020 dan memasuki bulan Ramadhan 1441 Hijriyah.

Tentu banyak Tarmidi-Tarmidi lain di sekitar kita, baik itu yang profesinya Ojol, buruh harian, pedagang asongan ataupun penjual jajanan sekolah yang juga diliburkan.

Mari menjadi SOLUSI UNTUK SESAMA ANAK NEGERI.

Lazismu menggalang dana untuk memberikan sembako dan cadangan makanan bergizi kepada orang-orang yang terkena dampak ekonomi secara langsung akibat pembatasan sosial dalam rangka menghadang penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Lazismu akan membagikan paket makanan kemasan yang bergizi dalam bentuk sembako dan makanan siap saji, sehingga mudah dikonsumsi.

Dengan pemberian cadangan makanan ini diharapkan akan meringankan beban pekerja harian ini pada masa pembatasan sosial.

Ayo bantu bagi-bagi cadangan makanan untuk para pekerja harian yang terkena imbas pembatasan sosial akibat merebaknya virus Covid-19.

REKENING LAZISMU ZAKAT

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 810 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7663 010 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 111 999 a/n Lazismu Jatim Zakat

Lazismu Instruksikan Setiap Kantor Daerah Membuat Lumbung Pangan dan Sediakan Ransum Kemanusiaan

Wabah Corona yang mendera tanah air diperkirakan akan memakan waktu yang sangat lama, bisa lebih dari satu bulan. Pemerintah, baik pusat maupun lokal telah mengadakan berbagai pembatasan sebagai upaya pencegahan, beberapa daerah bahkan telah dikarantina.

Dengan adanya berbagai pembatasan, baik berkumpul, berkerumun, jarak bersosilisasi maupun anjuran agar tinggal di rumah saja membuat sebagian dari warga masyarakat kita terancam dari segi perekonomiannya.

Mereka yang mempunyai penghasilan tetap sebagai karyawan atau pegawai tentu tidak terlalu menjadi masalah, apalagi para aghniya (orang kaya) yang mempunyai cadangan dana yang sangat cukup. Namun bagaimana dengan mereka yang berpenghasilan harian dari sektor informal, tentu mereka akan menderita dan kesusahan.

Jumlah mereka yang terimbas kondisi wabah virus Corona secara ekonomi ini terbilang tidak sedikit. Sehari-hari mereka sudah dalam keadaan susah hidupnya, ditambah lagi dengan keadaan ancaman wabah penyakit yang semakin membuat mereka tertekan dan perlu perhatian seksama dari semua pihak.

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) wilayah Jawa Timur, yang berkedudukan di Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, pada tanggal 30 Maret 2020, telah mengeluarkan instruksi agar setiap kantor Lazismu Daerah tetap buka dan beroperasi selama kondisi wabah virus Corona. Sebagai protapnya, para Pengurus dan Amil Lazismu harus senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan diri, serta semaksimal mungkin mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan covid-19.

Surat edaran yang ditanda tangani oleh Katua drh Zainul Muslimin dan Aditio selaku sekretaris mewajibkan Kantor Lazismu Daerah untuk membuat lumbung pangan (stok logistik) serta mempersiapkan ransum kemanusiaan siap saji bagi warga terdampak jika kondisi menjadi semakin darurat. Lazismu harus mengupayakan ketersediaannya cukup hingga bulan Ramadhan 1441 H mendatang.

Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur drh Zainul Muslimin di sela-sela penyerahan bantuan kepada pengemudi ojek online di Resto Bunda Nuur Buduran Sidoarjo, 31/03/20, menyerukan kaum muslimin untuk giat bersedekah dan menyegerakan menunaikan zakatnya, terutama zakat maalnya. Demikian pula dengan zakat profesi bisa disalurkan melalui berbagai saluran di Lazismu, baik melalui layanan ambil zakat maupun transfer bank, dan QR code.

Penghimpunan Zakat, Infaq dan Shodaqoh serta dana kemanusiaan (ZISKA) semakin diintensifkan melalui berbagai saluran dan cara penghimpunan yang memperhatikan kesehatan dan keselamatan Amil. Amil Lazismu diharapkan dapat mengedukasi para donatur dan muzaki agar dapat membayar ZISKA melalui transfer bank, mobile banking, QR code dan lain sebagainya

Sementara itu aksi penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh tim relawan gabungan di bawah koordinasi Lazismu Daerah menuru Zainul tetap dilaksanakan dan maksimal hingga tanggal 11 April 2019 saja. Setelah tanggal itu tim Relawan diistirahatkan dan Lazismu Daerah mengedukasi AUM dan masyarakat untuk dapat melakukan penyemprotan secara mandiri.

Sebanyak 37 kantor Lazismu Daerah setelah edaran itu wajib memfokuskan kepada penggalangan dana ZISKA dan pengadaan logistik Sembako untuk Lumbung Pangan dan mengupayakan ransum kemanusiaan siap saji produk Lazismu.

Surat edaran Lazismu Wilayah Jatim : 037 edaran covid19

 

 

Nenek Maimunah Usia 90 Tahun Hidup Sebatang Kara di Sumenep

Diberi usia lebih merupakan karunia Allah SWT agar manusia semakin mensyukuri hidup. Namun hidup sebatang kara di usia lanjut dalam kondisi tak berdaya adalah merupakan satu persoalan tersendiri. Seberapa berat persoalan itu tentu harus menjadi perhatian bagi kita.

Itulah yang dialami oleh salah satu wanita lanjut usia di ujung pulau garam Madura. Adalah seorang nenek bernama Maimunah berusia sekitar 90 tahun. Menurut keterangan tetangganya bernama Karamil, perempuan yang hidup tanpa anak dan suami itu mengalami sakit sejak 10 tahun terakhir. Ia lumpuh selama 3 tahun terakhir.

Maimunah merupakan sosok perempuan yang teguh pendirian. Ia tidak mau bergantung sama orang lain meski keadaannya sudah renta dan sepuh. Dulu ia tipe perempuan pekerja keras.

Sejak lumpuh, keseharian Maimunah hanya dihabiskan dalam bilik kamarnya yang sempit dan kumuh. Ia tidak bisa berjalan kemana-mana. Bahkan untuk buang hajat dia lakukan di atas ranjang reyot yang tidak lain merupakan tempat tidurnya.

“Kalau untuk makan sehari-harinya dari tetangga yang biasa menjenguk ibu Maimunah,” kata Karamil tetangganya

Mendengar kabar keberadaan nenek Maimunah yang sebatang kara itu, Lembaga Amil Zakat infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Sumenep langsung mengunjunginya dengan memberikan santunan berupa uang dan sembako.

Rombongan Lazismu Sumenep berkunjung ke rumah nenek Maimunah yang beralamat di Desa Pajagalan Jl Asoka Sumenep, pada Senin, 9 Maret 2020.

“Bantuan yang tidak seberapa ini semoga bisa mengetuk hati masyarakat Sumenep, terutama pemerintah agar lebih memperhatikan keberadaan lansia dan fakir miskin,” ujar pengurus Lazismu Sumenep, Abdul Mannan. (M)

 

MBah Warsih di Bojonegoro, Tetap Menjadi Tulang Punggung Keluarga di Usia Lanjut

Mbah Warsih, adalah salah satu wanita rentan yang hingga saat ini masih terus berjuang melawan kerasnya kehidupan. Dengan usia yang sudah sepuh seharusnya beliau mampu menikmati masa tuanya dengan nyaman.

Namun nasib berkata lain, walau sudah memiliki buyut, mbah warsih masih menjadi tulang punggung bagi 2 cucu dan 2 buyutnya.

Akan tetapi akhir-akhir ini mbah Warsih sering kelelahan dan sakit-sakitan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau mengandalkan bantuan dari tetangga. Mirisnya, jika tidak ada tetangga yang membantunya beliau pun terpaksa berhutang.

Rabu siang, 26 Februari 2020, LAZISMU Bojonegoro menyalurkan bantuan berupa sembako dan beberapa bahan pokok kepada mbah Warsih yang bertempat tinggal di desa Bendo, kecamatan Kapas, kabupaten Bojonegoro. Dengan disalurkannya bantuan sembako ini diharapkan dapat sedikit mengurangi beban yang ditanggung oleh mbah Warsih. Tetap sehat dan semangat ya mbah.. (Sar)

Mari terus dukung program program keumatan Lazismu.. Donasi anda bisa disalurkan melalui transfer ke rekening..

ZAKAT

  • BSM 99398 1 13 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Bojonegoro
  • BMI 76630 1 13 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Bojonegoro 

INFAQ & SHODAQOH

  • BSM 99398 2 13 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Bojonegoro
  • BMI 76640 2 13 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Bojonegoro

KEMANUSIAAN

  • BSM 99398 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegoro
  • BMI 76650 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegoro

Catatan :

  • BSM bank syariah Mandiri
  • BMI bank Muamalat Indonesia

#Lazismu
#Jatim #Bojonegoro
#MemberiUntukNegeri
#AksiBersamaUntukSesama

Adik Fahri Tak Hanya Bisa Berlari, Dengan Kaki Palsu Ia pun Ikut Bermain Bola Voli

Harapan adik Fahri bisa berjalan seperti anak lainya kini sudah terwujud dengan kaki palsunya. Selasa 18/02/2020 Lazismu Lumajang datang ke sekolah Fahri di SD Kaliuling 03 dusun Taman Sari untuk menjenguk dan mengetahui keadaannya.

Kedatangan Lazismu disambut Nur Hadi selaku kepala sekolah. Fahri juga turut menyambut Lazismu dengan riangnya.

Nur Hadi sangat bersukur dan berterima kasih kepada Lazismu yang didukung oleh para donatur atas bantuan kaki palsu kepada peserta didiknya yang bernama Fahri.

“Atas upaya dan usaha keras teman-teman semua, murid kami Fahri sudah bisa berjalan bahkan ia sudah bisa ikut olah raga bola voli. Memang semangatnya anak ini tinggi dan tidak suka dikasihani. Ia anak yang bisa mandiri dalam mengurus dirinya,” tutur Nur Hadi.

“Fahri ini dengan segala keterbatasanya termasuk anak berprestasi dalam kelasnya dia juga rajin dalam ibadanya termasuk sholat lima waktunya juga tidak perna ditinggalkan,” tambah Nur Hadi.

Nur Hadi juga berharap mudah-mudahan Lazismu semakin besar dan bermanfaat sehingga bisa menjadi wasilah bagi kaum bawah. “Terutama bisa menolong murid-murid kami yang kurang mampu namun mempunyai prestasi seperti Fahri ini,” tandasnya.

Lutfi selaku Staf Faundraising Lazismu yang ikut dalam rombongan juga bercerita sebelum ke sekolah Fahri, Lazismu sempat mampir untuk bersilaturohim ke Kepala Desa Kaliuling. Selain itu Lazismu mengajak Kepala Desa Kaliuling untuk sharing informasi tentang program Lazismu yang bisa disinergikan untuk kebermanfaatan warga desa itu.

Kepala Desa (Kades) Peny Tumita sangat berantusias dengan program Lazismu, apalagi dengan gerakan 3-S (Sedekah Sehari Seribu). Ia minta agar program 3-S itu bisa disosialisasikan di desanya. “Semoga program 3-S Lazismu bisa menjadi berkah dan bermanfaat bagi semuanya” pungkas Kades. (Kus/Ad)

Alhamdulillah Setelah Terpasang saluran PDAM Kini Saya Tidak Mandi di Sungai Lagi

Tidak dapat dimungkiri, air menjadi salah satu kebutuhan utama dalam hidup. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan selama tiga hari, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa minum air selama tiga hari. Nah, air bersih tidak hanya diperlukan sebagai air minum saja, tapi untuk memasak, mandi dan lain lain.

Lazismu Tuban, 5/2/2020, mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada warga di Bektiharjo kecamatan Semanding yang kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Bu Lilik, warga Bektiharjo yang kesulitan air ini setiap mau mandi harus ke sungai yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya,

“Setiap pagi saya ambil air untuk minum, memasak, mencuci pakaian dan lain-lain. Ya harus ngambil di rumah saudara, tapi untuk mandi biasanya ya ke kali (sungai) atau di tempat kerja kalau mau pulang,” ucap bu Lilik.

Mendapat laporan seperti itu Lazismu Tuban langsung mensurvei ke lokasi. Setelah dianggap layak untuk dibantu maka Lazismu Tuban segera mendaftarkan nama bu Lilik untuk menjadi pelanggan PDAM agar di rumahnya dipasang saluran air PDAM

“Bu Lilik ini hidup seorang diri. Pekerjaannya adalah sebagai PRT, setelah 15 tahun yang lalu berpisah dengan suaminya,” tutur Muzayin, Ketua Lazismu Tuban.

Maka pada hari Selasa, 11 Februari 2020, saluran air bersih sudah dipasang oleh petugas PDAM dan sekaligus diserahkan pemakaiannya kepada bu Lilik untuk dipergunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Betapa senang dan gembira bu Lilik telah dibantu oleh para donatur melalui Lazismu. Ia mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan itu.

“Sekarang saya tidak jauh-jauh mengambil air dan mandi di kali lagi. Alhamdulillah terima kasih Lazismu dan juga para donatur” ungkap bu Lilik dengan gembira.

“Kami selaku Pengurus Lazismu berharap semoga semakin banyak masyarakat di Tuban ini sadar zakat dan menyalurkannya ke LAZ resmi. Jika semakin banyak masyarakat menyalurkan zakat dan infaqnya melalui lembaga Amil resmi seperti Lazismu, insya Allah akan semakin banyak orang yang terbantu kesulitan hidupnya” kata Muzayin, ketika serah terima saluran langganan PDAM ke rumah bu Lilik. (Malik/Adt).

Nenek Tutik di Lamongan Lega, Atap Rumahnya Kembali Berdiri Setelah Diterjang Angin Kencang

Nenek Tutik, (60) dapat tersenyum gembira. Sebab atap rumahnya yang terbawa angin, sekarang sudah tampak berdiri dengan kokoh.

Hal itu tak lepas dari usaha dan kepedulian seluruh warga Muhammadiyah ranting Latek-Sekaran bersama Lazismu Lamongan dalam program ‘One Click One Care’ yang berbondong-bondong membantu nenek Tutik agar dapat kembali menempati rumahnya.

Seminggu yang lalu, Sabtu, (01/02/2020) Lazismu Lamongan didampingi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Latek-Sekaran berkunjung ke rumah nenek Tutik. Lazismu harus bergerak cepat setelah sebelumnya pada hari Kamis (30/1), rumah nenek Tutik diterjang angin dan atapnya rusak parah dan tidak bisa dihuni. Dalam kesempatan itu, Lazismu Lamongan juga menyampaikan amanah dari donatur untuk membantu pembangunan.

Ketua PRM Latek, Moh Shokeh menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah bergerak cepat setelah atap rumah nenek Tutik terbawa angin.

“Kami warga Muhammadiyah bergerak cepat, sehari setelah peristiwa itu terjadi, kami menggalang dana untuk pembangunan atap rumah, dan memulai pembangunan nya agar cepat dapat dihuni kembali,” kata Moh. Shokeh.

Nenek Tutik sendiri setiap hari bergantung hidupnya dengan berjualan di depan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Latek.

“Usianya sudah mencapai 60 lebih, ketika atap rumahnya terkena angin kencang dan roboh, dengan hanya hasil berjualan di madrasah, rasanya sangat sulit bagi beliau untuk memperbaiki rumahnya, maka kami secara swadaya warga Muhammadiyah membantu,” sambung Shokeh.

“Sekali lagi, kami sampaikan terima kasih banyak kepada Lazismu Lamongan dan semua pihak serta warga yang membantu,” ucap Nenek Tutik.

Sujudna, Ketua Lazismu Lamongan menyampaikan penghargaan atas dukungan seluruh donatur dan dermawan yang sudah menyalurkan ZIS nya melalui Lazismu.

“Terima kasih kepada seluruh donatur dan juga terutama kepada warga Muhammadiyah Latek yang bergerak cepat menolong sesama. Semangat menolong sesama itu yang patut kita tiru. Semoga kebaikan bapak ibu semua dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan yang berlipat,Amiiin,” ” ungkapnya. (irv)

 

Mengunjungi Adik Yoga, Batita Gizi Buruk di Jember

Kondisi memprihatinkan tampak ketika Lazismu Jember mendatangi rumah pasutri Suwarno (37 tahun) dan Nurkalimah (34 tahun) di desa Ma-yangan Kecamatan Gumukmas, (15/01/2020). Terlihat seorang anak dalam dekapan Nurkalimah.

Badannya kurus hanya tinggal tulang dengan kulit. Namanya Yoga Saputro, usianya 8 tahun. Berat badannya hanya 5 kilogram. Alhasil di saat anak-anak seusianya bisa bermain riang kemana saja, Yoga hanya bisa terbaring lemas tak berdaya. Mulutnya menganga, matanya tak mampu melihat dengan sempurna. Bahkan untuk makan, Yoga hanya bisa disuapi bubur dan susu.

Nurkalimah menuturkan bahwa Yoga memang terlihat tidak normal sejak persalinannya 8 tahun yang lalu. “Yoga waktu lahir tidak langsung menangis seperti bayi biasanya, tapi harus menunggu lama baru menangis,” tuturnya dengan mata sendu.

Ketika usia Yoga menginjak 18 bulan, tiba-tiba ia terserang batuk yang tidak kunjung henti. Ia pun dibawa ke dokter. Nurkalimah dan Suwarno sempat shock ketika dokter menjelaskan keadaan Yoga yang sudah parah. Penyakitnya sudah menyerang otak dan sarafnya. Saat dikonfirmasi apa nama penyakitnya, Nurkalimah mengaku lupa.

Sementara itu, Suwarno sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani dan pekerja serabutan dengan penghasilan Rp. 35 ribu per hari. Ia mengaku kesulitan untuk menyembuhkan putra semata wayangnya itu. Suwarno pun hanya bisa membawa ke dukun pijat alih-alih dibawa ke rumah sakit atau dokter spesialis. “Biayanya mahal, saya tidak tidak mampu,” terangnya.

Melihat keadaan seperti itu, Lazismu Jember berusaha hadir untuk meringankan beban Yoga dengan menyalurkan bantuan berupa kornet, susu serta kasur dan bantal. Dengan kondisi yang begitu memprihatinkan maka perlu penanganan yang ekstra dan menyeluruh. Tidak hanya menuntaskan Yoga dari stunting dengan pemenuhan gizi tetapi bagaimana juga mengentaskan keluarganya dari belenggu kemiskinan. Itulah PR kita bersama. (Kha)

 

 

Turut Merasakan Duka Yang Mendalam Atas Kepergian Adik Bayu, Penderita Tumor Mata di Tulungagung

Betapa sedih dan pedih hati orang tua merelakan kepergian buah hatinya yang masih kecil menghadap Allah Yang Maha Kuasa. Apalagi sang anak harus merasakan penderitaan sakit sebelum kepergiannya. Seperti itulah yang dirasakan oleh Siti Elinawati atau bu Lina, orang tua dari almarhum Bayu Eka Rahardja (5 tahun) di Tulungagung.

Pada hari Rabu, 15/1/2020, Pengurus dan Amil Lazismu Tulungagung bertakziyah ke rumah alm Bayu, anak yang menderita tumor mata. Anak kecil itu harus pergi setelah dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya selama 5 bulan dan berjuang melawan sakitnya. Pada hari Selasa 14 Januari 2020 sekitar pukul 14:00 WIB itulah saat Bayu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Sedikit bercerita ke belakang, menurut bu Lina, ibu alm adik Bayu, pada pertengahan agustus 2019 Bayu sapaan karib anak yang ceria ini bermain seperti biasa dengan teman-temannya. Malangnya mata anak ini terkena debu, atau istilahnya kelilipan debu.

Setelah beberapa hari mata Bayu semakin membengkak. Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke paranormal. “Ada kabut yang sangat tebal yang menyelimutinya” kata ibunya menirukan kata sang paranormal. Akhirnya bu Lina menuruti apa yang diinstruksikan oleh paranormal.

Namun karena tak kunjung ada perubahan dan kemajuan, akhirnya bu Lina memeriksakan adik Bayu ke salah satu dokter spesialis mata di Kediri. Setelah diperiksa, dokter memutuskan untuk merujuk ke RSUD dr. Soetomo di Surabaya agar diperiksa lebih lanjut.

Selama masa pengobatan di RSUD Dr Soetomo, adik Bayu mendapatkan 5 kali kemo terapi. Namun kondisi Bayu tidak kunjung membaik. Sampai pada akhirnya, selasa 14 Januari 2020, Bayu Eka Rahardja menghembuskan napas terakhir, pergi menghadap Allah SWT.

Sementara itu, Ahmad Panca, Amil Lazismu Tulungagung, menyampaikan kepada keluarga almarhum bahwa ia beserta seluruh Pengurus turut berduka cita yang sangat mendalam atas kepergian adik Bayu seraya menyampaikan santunan sebesar Rp. 1.540.000,- yang merupakan amanah dari beberapa donatur Lazismu. Semoga bu Lina dan keluarga alm adik Bayu lainnya diberikan kesabaran dan ketabahan. Selamat jalan adik Bayu, tenanglah dikau di sisi-Nya. Allah lebih sayang sama kamu. (Hendra).