Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Monday , 25 March 2019
Breaking News
You are here: Home » Sosial

Category Archives: Sosial

Lazismu Benahi Rumah Bu Emok di Tuban Yang Habis Terbakar

Lazismu Tuban pada hari Sabtu (16/03/2019) melaksanakan kegiatan benah rumah yang mengalami kebakaran. Rumah milik ibu Imroatun Nisa atau biasa di panggil ibu Emok itu harus diperbaiki total. Untuk aksi ini Lazismu bersinergi bersama Aisyiyah cabang Palang, MDMC, BAKESOS dan Pemuda Muhammadiyah guna mempercepat proses benah rumah agar segera bisa ditempati kembali.

Kebakaran ini terjadi pada hari Ahad (10/03/2019) malam puku 20.30 WIB. Ibu Emok menceritakan, bahwa pada waktu itu ia pergi keluar rumah. Kebetulan pulsa listrik habis, kemudian ia dan suami keluar rumah untuk membeli pulsa listrik dan mampir ke rumah Kepala Desa untuk mengurus Kartu Keluarga. Esoknya suami harus ke Lamongan guna mengurus dokumen untuk pengangkatan Guru K2.

Sementara itu anak bu Emok main ke rumah tetangga karena takut tinggal di rumah yang cuma diterangi lilin. Waktu itu sebelum bu Emok keluar ia menyalakan lilin yang ditaruh di atas lemari plastik. Celakanya lemari plastik itu berisi barang yang mudah terbakar. Ketika lilin habis meleleh kemudian api membakar lemari plastik itu. Api kemudian menjadi besar, cerita bu Emok sambil menitikkan air mata.

Muzayin, Ketua Lazismu Tuban, mengatakan bahwa benah rumah ini dikerjakan dengan dibantu warga. Rumah dirubah total untuk menghilangkan rasa trauma pada anak-anak ibu Emok yang masih kecil.

Lazismu Tuban sigap berkoordinasi dengan Ortom, dan Lembaga Muhammadiyah guna menghimpun bantuan. Untuk rumah yang terbakar ini Lazismu telah berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, BAKESOS, MPS dan MDMC di Palang untuk bergerak bersama. “Kita akan selalu bersinergi bersama untuk kepentingan umat” kata Muzain.

Target aksi benah rumah ini memakan waktu 4 hari. Ketika rampung rumah bisa ditempati kembali. Sebelumnya, pada hari Senin (11/03/2019) Lazismu sudah mendatangi lokasi kebakaran dan memberikan bantuan awal untuk kebutuhan sehari-hari ibu Emok se-keluarga yang mana bantuan itu diterima oleh anak ibu Emok karena ibu Emok dan suami keluar mengurus dokumen-dokumen yang ikut terbakar. (Malik/Adit)

Penarik Becak Plus Muadzin Ini Gembira Ketika Menerima Bingkisan Dari Lazismu

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya terus memberikan bantuan sembako dalam program Lazismu Peduli Dhuafa (LAPD) dengan sasaran : One Day One Recipient atau satu hari satu penerima manfaat,

Pada hari Kamis (7/3/2019) Lazismu bertandang ke rumah penerima manfaat atas nama Saru’i. Pria kelahiran Bangkalan Madura 12 Juni 1953 ini pekerjaannya adalah mengayuh Becak. Penghasilan yang diterimanya tidak menentu setiap harinya. Disamping itu dia mempunyai tugas menjadi tukang adzan Subuh (Muadzdzin) di Musholla Al-Kholil, dekat rumahnya.

Saru’i dengan gembira berucap terimakasih kepada Lazismu Surabaya atas kepeduliannya. “Saya bersyukur atas rezeki ini. Ini rezeki yang tidak disangka-sangka. Terimakasih sekali lagi, ini rumah kami dengan ukuran 3 x 10 meter persegi, rumah yang sangat sederhana sekali,” ujar pria berusia 66 tahun itu.

“Setiap hari saya menarik becak. Terkadang kalau ada orang yang minta bantuan memperbaiki pintu atau rumah saya kerjakan. Alhamdulillah, meskipun penghasilan tidak menentu yang terpenting bisa buat beli ikan, nasi dan lauk pauk,” kata pria yang tinggal di Bulak Banteng Lor Gg Pratama 3/9 Surabaya itu. (habibie).

Bagi Donatur bisa menyalurkan ZIS-nya melalui :

  • BANK SYARIAH MANDIRI (99398 2 01 00 0 00000) An. Infaq LAZISMU kota Surabaya
  • BANK MUAMALAT (76640 2 01 00 0 00000) An. Infaq LAZISMU Kota  Surabaya.

Mengantar Pasien Pasca Melahirkan Pulang Dari Rumah Sakit Menuju Ke Kediaman

Senyum cerah tergambar di wajah pasangan suami istri Romli (30 tahun) dan Haryati (25 tahun), setelah kelahiran buah hati kedua mereka. Bayi yang berjenis kelamin laki-laki ini, lahir dengan normal pada hari ahad 10 Maret 2019 dengan berat badan 3 kg di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember, setelah sebelumnya mendapat rujukan dari Puskesmas Sempolan.

“Waktu itu saya hanya cek kesehatan, eh malah tidak boleh pulang” tutur Haryati. Menurut cerita dari Haryati, dia sudah lama tidak check kesehatan saat hamil. Setelah melakukan check kesehatan, diketahui bahwa tensi Haryati terlalu tinggi dan hal tersebut berbahaya bagi keselamatan ibu dan bayi. Maka dilakukan rujuk dari Puskesmas Sempolan ke Puskesmas Ajung. Ternyata di Puskesmas Ajung Penuh, sehingga dirujuk ke RS Dr. Soebandi.

“Keluarga di rumah khawatir semua, kenapa sampai dirujuk ke RS. Dr Soebandi, tapi Alhamdulilah semua sehat dan lancar persalinannya” tutur kakak Romli. Keluarga Romli dan Haryati menyambut bahagia atas kedatangan Romli dan Haryati dan buah hati mereka, yang diantar oleh Ambulance Lazismu Jember. Mereka pun berterimakasih kepada Lazismu Jember atas kepedulian dan pelayanannya. (Yuliana)

Dikawal Geng Motor Ambulan Lazismu Jember Antarkan Pasien Ke Rumah Sakit

Hujan deras menemani keberangkatan tim Lazismu Jember mengantarkan pasien pengidap penyakit tumor kandungan. Rabu malam (27/02) tim Lazismu Jember menjemput Sumainah (54) di kediamannya Loji Lor, Kaliwining, Rambipuji. Perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) dr. Soetomo untuk melakukan operasi.

Keluarga Sumainah menuturkan kepada Lazismujember.org sudah lama mengidap penyakit tumor kandungan. Bahkan, sudah sering dirawat inap di RS. Jember Klinik. Dan sudah cukup lama menunggu kepastian untuk dirawat secara serius.

David, salah seorang perawat RS. Jember Klinik yang juga tetangga pasien. Menuturkan telah beberapa kali menawarkan kepada Sumainah untuk dirujuk. Akan tetapi, pasien tidak bersedia lantaran kendala biaya.

Hal itu pun diamini oleh pihak keluarga Sumainah. “Ya, semoga saja ada jalan lain untuk kesembuhan ibu, pak”, ungkap anak Sumainah.

Melihat kejadian itu, David meminta bantuan ke Lazismu Jember. Kepala Kantor Lazismu Jember, Abdul Khamil dengan sigap mengusahakan agar pasien dapat dibantu hingga proses rujukan selesai.

Nasib baik, selama perjalanan mobil ambulans Lazismu Jember sempat dikawal oleh geng motor. “Mulai dari Probolinggo kota sampai Pasuruan dua pengendara motor mengawal kami,” tutur Makruf, tim relawan Lazismu Jember.

Pengawalan disambung lagi oleh geng motor yang berbeda. Dari Surabaya kota hingga area RS. dr. Soetomo. “Uniknya mereka (geng motor, red) juga sempat membantu mengarahkan keluarga pasien proses registrasi di rumah sakit”, tambahnya.

“Kami akan selalu siap utuk membantu warga yang membutuhkan, kebetulan kami punya armada dan tim yang bisa diandalkan”, tutup Makruf saat ditanya soal bantuan aksi kemanusiaan ini.

Bersinergi dan berbagi bersama kami, Lazismu Jember dalam menebar kebermanfaatan untuk sesama. Caranya dengan datang ke kantor Jl. Bondoyudo no. 11, atau Donasi Transfer Infaq dan shadaqah Lazismu bisa ke:
  • Bank Syariah Mandiri : 99398 2 16 00 0 00000
  • Bank Muamalat Indonesia : 76640 2 16 00 0 00000
  • an. Infaq LAZISMU Kab Jember

Selengkapnya, cek no. rekening virtual account disini

Konfirmasi atau Jemput Donasi ke: Hotline (WA Only): 0812-3200-0995

Atap Rumah Bu Hartatik di Wringinanom Sudah Lapuk, Menunggu Uluran Tangan Para Dermawan

Hartatik (39 tahun) kini bernafas lebih lega. Ibu dari lima orang anak ini mendapatkan suplai sembako yang diberikan setiap bulan oleh Lazismu Gresik dan Kantor Layanan Gresik Kota Baru (GKB).

Janda yang tinggal di Sumberame, Wringinanom, Gresik ini hidupnya terkatung-katung pasca ditinggal oleh suaminya, Ludi yang telah menghadap Allah Yang Maha Kuasa sejak tahun 2017 silam karena kecelakaan.

Anaknya Indrianti Putri (18), Victor Chindra (13), Andrian Jaya (11), Lintang Anugrah (7) dan Renan Evan (4) semuanya masih bersekolah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka mengandalkan belas kasihan dari warga.

“Saya kasihan melihat keluarga ini, Ibu Hartatik sudah tidak bisa bekerja karena sakit tumor mulut rahim, dan juga mengurus anaknya yang masih kecil,” ujar Ani Ummi Aida, yang merupakan guru SD Muhammadiyah Wringinanom.

“Andrian Jaya dan Lintang Anugrah merupakan murid saya, sehingga saya tahu kehidupan mereka,” ungkap Ani. Sejak bulan Desember 2018, secara rutin bantuan diberikan melalui Kantor Layanan Lazismu Wringinanom untuk ditasharufkan berupa sembako dan uang lauk pauk untuk keluarga Hartatik.

Terakhir, bantuan disalurkan pada Selasa (26/02/2019),”Alhamdulillah, setelah ada bantuan dari Lazismu anak saya bisa makan lauk yang bergizi dan sayuran,” ujar Hartatik. Menurutnya, sempat Lazismu menyarankan pesan di catering karena kondisi kesehatan Hartatik yang kurang baik.

“Namun saya khawatir anak saya banyak mengkonsumsi bahan tambahan makanan, jadi sekarang saya belanja lauk dan sayuran, lalu saya masak bersama putri saya (Indrianti-Red),” tambah Hartatik.

Ani yang juga anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah Wringinanom ini bersyukur atas adanya bantuan ini. “Dulu kalau tidak ada lauk, mereka makan dengan daun beluntas yg ada di pagar rumahnya. Alhamdulillah kini tidak lagi,” ungkap Ani.

Setelah sembako, kini ada kendala lagi. Rumah yang dihuni Hartatik dindingnya banyak yang rontok karena sudah tua. Kayu kusen depan hancur dimakan rayap.

Ani mengungkapkan, ketika bantuan sembako diserahkan Hartatik terisak menangis. ”Atap genteng banyak yang bocor hampir di semua tempat. Termasuk di atas tempat tidur,” ujarnya dengan terisak.

Kepala kantor Lazismu Gresik, Minal Abidin mengungkapkan, kasus sosial yang dialami Hartatik ini adalah tanggungjawab kita bersama. “Melalui Lazismu ini, kami mengajak masyarakat untuk aksi bersama untuk sesama,”

Untuk meringankan beban keluarga Hartatik, Lazismu mengajak netizen membantunya dengan berdonasi. “Donasi bisa disalurkan melalui rekening BRI Syariah 1034610483 atas nama Lazismu Infaq Program, dengan diberikan angka 003 diakhir donasi untuk mempermudah identifikasi,” ujar Abidin.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi admin Lazismu 0821-4033-9693. “Donasi ditutup pada Kamis, 28 Maret 2019,” ujarnya. (Liesna).

MARI BERDONASI MELALUI LAZISMU..

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 15 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Gresik
BMI 76630 1 15 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Gresik
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 15 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Gresik
BMI 76640 2 15 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Gresik
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 15 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Gresik
BMI 76650 3 15 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Gresik

Lazismu Bojonegoro Berkomitmen Giatkan Layanan AMBULANCE GRATIS Untuk Dhuafa Lintas Kota dan Kabupaten

Selasa, 25 Februari 2019, Ainur Rofiq Team Lazismu Bojonegoro bersama Abdul Malik dari Lazismu Tuban tiba di rumah IRA KRISTIANA  yang beralamat di Desa Kenongosari Rt. 03 Rw. 03 Kec. Soko, Kab. Tuban

Ira menderita sakit kanker di usus besar dan sudah dioperasi sekitar 1 thn yang lalu dan sekarang harus melakukan kontrol secara rutin.

Sekitar pukul 5.30 WIB , Ira diantar kontrol menuju RS Dr. Soetomo Surabaya. Keluarga sangat berterima kasih kepada Lazismu Tuban dan Lazismu Bojonegoro yang sudah membantu Ira untuk kontrol di RS.Dr. Soetomo Surabaya.

Semoga Lazismu tak pernah lelah memberi layanan untuk umat, khususnya untuk dhuafa yang membutuhkan. Mari bantu sesama dengan menyalurkan Zakat, Infaq dan sedekah Anda Melalui Lazismu Bojonegoro. Transfer Rek. Bank lazLazi. Konfirmasi SMS/WA 082287889799.

Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 13 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Bojonegoro
BMI 76630 1 13 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Bojonegoro
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 13 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Bojonegoro
BMI 76640 2 13 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Bojonegoro
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegor
BMI 76650 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegor

Lazismu Surabaya Beri Kejutan Buat Bu Mar, Sebuah Kursi Roda Yang Lama Ia Idamkan

“Alhamdulillah ya Allah, matur nuwun Lazismu, sampun diparingi kursi roda. Matur nuwun nggih..” kata Ibu Mardiyah dengan syukur dan haru ketika menerima bantuan kursi roda dari Lazismu Surabaya.

Pada hari Ahad siang, 24 Februari Lazismu Surabaya berkunjung ke rumah bu Mar, panggilan ibu Mardiyah, di Jl Kupang Segunting, Surabaya. Di rumah yang sederhana di gang kampung itu, Warsono dan Tazmo, Amil Lazismu Surabaya membawakan bu Mardiyah sebuah kejutan.

“Assalamu’alaikum, bu Mar, ini kami dari Lazismu Surabaya datang membawakan kursi roda buat bu Mar. Semoga bu Mar bisa bergerak kemana pun dengan nyaman” kata Warsono.

Bu Mardiyah tampak gembira dan senang. Ia tak menyangka bahwa ada lembaga yang memberinya sumbangan kursi roda. Bagi bu Mar kursi roda ini sangat berguna untuk membantunya bergerak agar tidak hanya berdiam diri di tempat tidur. Penderita stroke dan pernah jatuh ini bersyukur bahwa ia diperhatikan dan dipedulikan oleh masyarakat dan juga Lazismu.

“Sekali lagi matur nuwun ya Nak, atas bantuannya” kata bu Mar dengan mata berkaca-kaca. Ia didampingi oleh seorang relawan yang merekomendasikannya ke Lazismu agar bisa menerima bantuan kursi roda.

Bu Mar sudah lama mengidamkan kursi roda, namun karena kondisi ekonomi yang tidak mencukupi maka keinginannya itu hanyalah tinggal impian. Nah berkat partisipasi dan donasi dari para donatur, Lazismu Surabaya dapat memenuhi keinginan bu Mar.

Ketua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko, S.Ag. M.Si mengatakan, bagi penerima bantuan kursi roda dan bantuan lainnya apabila tidak bisa mengambil ke kantor Lazismu maka akan diantar ke rumah penerima manfaat. “Tim dari Lazismu siap berkeliling mengantarkan kursi roda itu ke rumah perima bantuan,” ujarnya.

Sunarko melanjutkan, adapun daftar penerima kursi pada tanggal 24 Februari 2019 ini, adalah sebagai berikut :

  • Yuni Astuti Jl. Buntaran 2 No 85 (Rekomendasi dari TB – Care PDA Surabaya),
  • Dijah Jl. Kapasan Krampung Buntu 47 (Rekomendasi dari PRM Tambak Rejo),
  • Ibu Soewarno Jl. Banyu Urip Jaya 1 No 18 (Rekomendasi dari PCM Sawahan),
  • Ibu Mardiyah Jl. Kupang Segunting 5/35 (Rekomendasi dari IPSM Dr. Soetomo),
  • Fitri Sumirati Jl. Kutisari Utara 2 – A1/16c (Rekomendasi dari Relawan Kec. Tenggilis Mejoyo)

“Semoga berguna dan bermanfaat bagi penerima bantuan” tutur Sunarko. (Adit)

Kepulangan Jumari Dari Pontianak ke Probolinggo Disambut Gembira Dengan Konvoi Sepeda Motor Para Pemuda Desa

Betapa bahagianya Jumari (31 tahun) pada hari ini (21/02/19). Bersama Lazismu ia bisa pulang ke kampung halamannya di dusun Sumur, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, setelah setahun merantau dan hidup terlunta-lunta di Pontianak, Kalimantan Barat.

Warga desa dan keluarga menyambut kedatangannya dengan gembira dan sukacita. Bahkan sepanjang perjalanan dari kawasan Pendil menuju ke desanya Jumari dikawal sekitar 40-an sepeda motor yang terdiri dari relawan Muhammadiyah dan Laskar Pemuda Laok Curah (Pemuda Lacor) Brabe. Siapakah Jumari ?

Sebagaimana diberitakan oleh pantura7.com bahwa Jumari adalah seorang pemuda dari Desa Brabe Kabupaten Probolinggo yang pergi merantau ke Pontianak Kalimantan Barat untuk bekerja. Namun nasib malang menimpanya. Pria yang bekerja sebagai tukang bangunan ini justru terserang penyakit aneh dan sulit disembuhkan saat merantau.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, Jumari bekerja di Kalimantan Barat sejak awal tahun 2018 silam. Berbekal pengalamannya sebagai tukang bangunan, ia nekad merantau ke Pulau Kalimantan dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya.

Harapan Jumari ternyata tak sesuai dengan kenyataan. Nasibnya menjadi suram sejak awal tahun 2019. Bermula saat Jumari memancing ikan di sebuah sungai, tak jauh dari tempatnya bekerja. Sepulangnya dari memancing, lambat laun ada kelainan pada kulit tubuh Jumari.

Kelainan pada tubuh Jumari kian menjadi. Kulit tubuh pria berkulit sawo matang itu mengelupas seperti tersiram panas. Selain itu, terdapat bercak-bercak kemerahan, terutama di bagian punggung. Penyakit ini membuat Jumari lemas dan tak bisa beraktifitas normal seperti biasanya.

“Teman se-kontrakannya, sudah membawa Jumari berobat ke rumah sakit di sana, tapi tidak membuahkan hasil. Ketika dibawa ke ‘orang pintar’, dikatakan bahwa penyebab sakitnya itu karena hasil dari perlakuan dia ke pohon bringin,” kata kerabat Jumari, Bad Kamal (26 tahun) menjelaskan.

Hingga saat ini, Bad menambahkan, Ia dan sejumlah relawan atas persetujuan keluarga tengah berusaha untuk memulangkan Jumari dari Kalimantan Barat ke rumahnya. Segala cara akan ditempuh agar pahlawan rumah tangga itu bisa kembali ke kampung halamannya sesegera mungkin.

“Kasihan orang tuanya, apalagi kondisi ekonomi keluarganya memang benar-benar dibawah rata-rata. Untuk makan saja masih pontang panting kerja ke sana ke mari, apalagi biaya untuk memulangkan anaknya,” tutur Bad.

Nasib Jumari, tutur Bad, kian lengkap karena instansi tempat ia bekerja justru tidak peduli. Alhasil, biaya perawatan medis Jumari yang saat ini dirawat di sebuah rumah sakit di Pontianak, ditanggung sendiri. Sementara kondisi kesehatan Jumari kian memburuk. “Penyakitnya itu mengeluarkan bau kurang sedap, bahkan ada luka yang sudah digerogoti ulat,” jelasnya.

Jika sudah berhasil dipulangkan, imbuh alumnus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini, ia berharap ada dermawan yang bersedia membantu proses pengobatan Jumari. “Rumah sakit di Kalimantan Barat, sudah tidak sanggup mengobati penyakitnya. Harapan saya, nanti ada uluran tangan yang membantu biaya pengobatan lanjutan setibanya di rumahnya,” pungkas Bad.

Lazismu Bantu Pemulangan Jumari

Gayung pun bersambut, setelah menerima kabar, Lazismu Kabupaten Probolinggo bersedia membantu kepulangan Jumari dari Pontianak menuju ke Probolinggo. Ahmad Ridho Pambudi, Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo pun segera berkoordinasi dengan keluarga Jumari di desa dan juga kerabat Ridho yang ada di Pontianak.

Lazismu menanggung biaya pesawat dari Pontianak ke Yogyakarta bagi Jumari dan pendampingnya serta ongkos travel dari Yogyakarta ke Surabaya. Jumari harus didampingi 2 orang pendamping dari Rumah Sakit mengingat kondisi tubuh dan penyakitnya yang perlu mendapat perhatian ekstra. Apalagi tidak mudah menaikkan pasien penderita penyakit berat ke pesawat tanpa didampingi pendamping.

Dari RSUD Sultan Syarief Mohammad al-Kadrie ke Bandara Pontianak Jumari diantar dengan ambulan. Jumari bisa terbang ke Jawa juga berkat bantuan ‘pengawalan’ dari Lazismu Kalbar yang membantu melobi pihak bandara Supadio.

Sampai di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Jumari berganti kendaraan travel untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke kota Surabaya. Dari kota Surabaya ia dijemput oleh Ridho beserta rombongan Lazismu guna diantarkan menuju rumahnya di Brabe Kabupaten Probolinggo.

Bahkan di kawasan Pendil sudah mennggu sekitar 40-an sepeda motor yang terdiri dari relawan Muhammadiyah dan Laskar Pemuda Laok Curah (Pemuda Lacor) Brabe mengiringi rombongan Lazismu dan Jumari dalam perjalanan ke rumahnya. Arak-arakan pun berjalan dengan riuh dan meriah bagaikan kampanye pemilu.

Sampai di perbatasan desa Brabe, masyarakat dan aparat sudah menanti kedatangan rombongan Lazismu dan segera menyambut kedatangan Jumari. Betapa bahagia dan gembira keluarga Jumari bertemu dengannya setelah setahun lebih tidak bersua. Jumari pun segera beristirahat di tempat tidur begitu masuk ke rumahnya. Para tetangga pun berdatangan untuk menengok Jumari yang baru pulang dari merantau. (Adit/Rdh)

Menengok Mbah Dji Yang Hidup Kesepian dan Kekurangan di Surabaya

Apa yang terpikirkan tentang hari tua ? Menikmati hari tua atau justru derita di hari tua ? Bagi yang biasa sibuk, hari tua tanpa kegiatan akan terasa membosankan. Kita sadar bahwa yang terhilang bukanlah kegiatanya melainkan makna dan semua perasaan yang terkait dengan kegiatan itu.

Sebagian dari kita mungkin membayangkan hari tua yang indah. Menikmati manis buah perjuangan ketika muda, bersama lucunya cucu cicit kita. Hari tua yang penuh kehangatan kasih sayang orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Hari-hari ketika kita semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hari hari yang seharusnya diabadikan sebagai warisan abadi untuk anak cucu.

Namu semua itu tidak dirasakan oleh mbah Dji (Mudjiarso). Pria kelahiran 1951 tersebut, sejak ditinggal istrinya pada tahun 2015 kini tinggal sendiri disebuah rumah peninggalan orang tuanya, di Jl Cipunegara 5A, Kelurahan Darmo, Wonokromo.

Keempat putra-putrinya sudah menikah dan tinggal dirumah masing masing. Tidak mudah bagi mbah Dji menjalani hidup dalam keadaan stroke. Hari-harinya dihabiskan dengan duduk duduk sambil membaca al-Qur’an. Hanya dengan menggunakan tangan kirinya saja, mbah Dji beraktifitas mencuci, menimba dan lain lain.

Karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung, untuk kebutuhan makan sehari-hari ia menunggu pemberian dari tetangga. Pada hari Senin 18 Februari 2019 Lazismu Surabaya datang mengunjungi kediamanya. Lazismu diterimanya di rumah yang atapnya sudah banyak bocor dan dindingnya retak-retak.

Selain bersilaturrahmi dan memberikan perhatian kepada orang lanjut usia, kedatangan Lazismu dalam rangka menunaikan program Lazismu Aksi Peduli Dhuafa (LAPD). Tak lupa, Warsono, Amil Lazismu Surabaya, juga membawakan mbah Dji bingkisan. Mbah Dji mengucapkan terimakasih atas bantuan sembako dan kepedulian Lazismu.

Program Lazismu Aksi Peduli Dhuafa (LAPD) memang menyasar para lanjut usia di Surabaya, terutama para lansia yang hidup kesepian dan serba kekuarangan.

Mari kita pedulikan kehidupan kaum lansia serasa memperhatikan orang tua kita. Tunaikan Zakat, infaq dan sedekah Anda melalui Lazismu agar semakin banyak penerima manfaat yang merasakan kepedulian kita. (CW)

Rekening Lazismu Surabaya :

  • Bank Syariah Mandiri No. Rek 99398 2 01 00 0 00000 atas nama Infaq Lazismu Kota Surabaya.
  • Bank Muamalat No. Rek 76640 2 01 00 0 00000 atas nama Infaq Lazismu Kota Surabaya.

Pak Pras Masih Tetap Sabar Meski Cobaan Hidup Terus Mencabar

“Ya saya sadar bahwa hidup ini ujian. Karena itu meski terasa berat, kami berusaha untuk terus bersabar menghadapi ujian ini,” demikianlah pernyataan Pak Pras, penderita stroke selama sepuluh tahun, ketika menerima kedatangan Lazismu Surabaya, Jumat 15/02/2019 di rumah petaknya Jl Ketintang Baru VI/14 Surabaya.

Didampingi istrinya, Sri Widari (55 tahun) dan putri ketiganya (25 tahun) yang menderita cacat raga (difable), Pak Pras, panggilan akrab Prasetyo, yang sehari-hari masih terus bekerja sebagai pemulung bersama putrinya selalu berikhtiar untuk tegar.

“Pasti Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Ujian ini pasti ada hikmahnya. Karena itu saya selalu bersyukur. Apalagi istri saya selalu menyemangati saya untuk terus sabar dan bersyukur” ujarnya mantab. Perkataan pak Pras seakan mengingatkan kita semua, betapa banyak memang orang yang merasa kurang cukup dengan berbagai nikmat hidup seperti keluarga sehat, harta melimpah dan berbagai kenikmatan lainnya.

“Terima kasih ya Ustadz Lazismu yang telah membantu kami. Semoga selalu diberkahi dan dirahmati Alloh keluarga sampean nggih. Semoga Lazismu terus berbagi dengan penuh amanah kepada para fakir-miskin yang memang harus selalu dibantu. Doakan kami agar bisa istiqomah beribadah semampu kami. Alhamdulillah.”

“Semoga pak Pras tetap sabar dan tawakal, banyak beribadah dan berdoa, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan kepada bapak beserta sekeluarga. Aamiin” kata Abdul Hakim Wakil Ketua Lazismu kota Surabaya sebelum berpamitan. (Lazismu-Sby).