Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 20 February 2019
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Lazismu dan MDMC Jatim Laksanakan Pembangunan Gedung Dakwah dan Pendidikan di Lekok Gangga, Kabupaten Lombok Utara

Program rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan yang terdampak gempa bumi tahun 2018 lalu di Lekok, Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB) kini telah dimulai. Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur pada 21 Februari 2019 akan melaksanakan proses pembangunan gedung Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara sebagai bagian dari program penanganan kebencanaan yang berkelanjutan.

Proyek pembangunan gedung Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah di Lombok Utara yang akan menelan dana sebesar 1,4 Milyar Rupiah ini didanai dari hasil penghimpunan donasi bencana gempa Lombok dari berbagai kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur. Gedung ini dirancang menggunakan konstruksi yang tahan gempa sehingga aman dan meminimalisir kerusakan jika terjadi gempa.

Selaku pimpinan  proyek pembangunan ini telah ditunjuk Ir. Priyo A. Sancoyo, anggota MDMC Jatim, beserta Tim yang juga berhasil melaksanakan pembangunan Hunian Transisi Untuk Warga (Huntara) di kawasan Gangga, Lombok Utara. Sebelumnya Lazismu dan MDMC Jatim telah membangun sebanyak 160 unit Huntara bagi warga terdampak di kawasan itu.

Gedung dakwah dan pendidikan itu nantinya akan dipergunakan sebagai sekolah Taman Kanak-kanak (TK/PAUD) ‘Aisyiyah, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ), Sekolah Aman Bencana (SAB), pusat dakwah Muhammadiyah, kantor layanan Lazismu dan berbagai kegiatan sosial yang mendukung. Waktu pembangunan diperkirakan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Gedung ini menempati lahan Hibbah dari tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara yang dengan ikhlas memberikan tanahnya untuk sarana dakwah dan pendidikan.

Menurut Priyo saat ini tengah dilakukan pengiriman material utama dan peralatan pembangunan dari Surabaya ke Lombok yang akan digunakan untuk membangun fondasi. Tim pelaksana proyek juga sedang dalam perjalanan menuju ke Lombok sehingga diperkirakan pada pekan depan proses pembangunan gedung dapat segera berjalan.

Tim LAZISMU-PDM Kabupaten Blitar Realisasikan Pembangunan Masjid di Lekok, Gangga, Lombok Utara

Lombok pasca tanggap darurat dan rehabilitasi bencana gempa bumi kini masuk ke tahap rekonstruksi. Semua pihak terkait sangat diharapkan oleh masyarakat terdampak bencana disana untuk dapat merealisasikan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Termasuk Muhammadiyah yang mendelegasikan tugas lewat LAZISMU juga melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Lombok.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) atau lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu semenjak terjadinya gempa bumi di Lombok senantiasa aktif dalam proses penanganan bencana. Mulai dari masa tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ketika masa tanggap darurat MDMC-Lazismu Jatim mengirimkan bantuan dan relawan untuk mengelola Posko (Bantuan, Dapur Umum dan Medis) dan Perkampungan Pengungsi di Lekok Tenggara, Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sedangkan pada masa rehabilitasi MDMC-Lazismu Jatim telah membangun Hunian Transisi / Sementara sebanyak 160 unit dari total 600 unit yang dibangun PP. Muhammadiyah.

Kini, setidaknya masih ada 4 program rekonstruksi yang menjadi tugas MDMC-Lazismu PWM Jatim di Lekok, Gangga, Lombok Utara, yaitu pembangunan gedung Dakwah dan Sekolah, pembangunan Masjid ‘Aisyiyah, pembangunan instalasi Air Minum dan renovasi gedung PWM NTB yang terdampak gempa. Saat ini yang paling urgent dibutuhkan adalah pembangunan Masjid ‘Aisyiyah tahan gempa, mengingat Masjid yang lama terdampak gempa dan harus dirobohkan.

Pada 6 Februari 2019 ini dimulai pembangunan Masjid ‘Aisyiyah di kawasan itu. Tim Muhammadiyah (MDMC-Lazismu) dari Kabupaten Blitar yang mengerjakan sekaligus mendanai proyek itu telah tiba beserta dengan tukang, bahan material, perlengkapan dan peralatannya. Pekerjaan meliputi pemasangan besi dan pengecoran 14 titik angkur yang menjadi fondasi Masjid hingga finishing bangunan Masjid.

Diharapkan Masjid ‘Aisyiyah tersebut dalam tempo 2 bulan ke depan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga Lekok Tenggara untuk melaksanakan kegiatan ibadah dan aktifitas dakwah lainnya. Untuk program-program MDMC-Lazismu Jatim lainnya akan direalisasi menyusul pada akhir bulan februari hingga bulan Agustus 2019 ini (Adit).

Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Tuban

Lazismu Kabupaten Tuban pada hari senin tanggal 28 Januari 2019 berkesempatan menyerahkan bantuan kepada warga sebagai korban terdampak angin Puting Beliung yang terjadi di dusun Simo Desa Simorejo Widang. Bantuan yang diserahkan berupa Sembako dan santunan uang tunai kepada 30 Kepala Keluarga di desa itu.

Penyerahan disaksikan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Menurut Istigfar, salah satu perangkat desa Simorejo, angin Puting beliung menerjang dusun Simo Desa Simorejo Tuban pada hari rabu sore tanggal 23 Januari 2019.

Selain merusak 42 rumah, menurut kabar media massa, angin kencang yang disertai hujan deras itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, 1 orang, akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Kebanyakan atap rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang Puting Beliung.

“Alhamdulillah untuk perbaikan atap rumah warga sudah ditanggung Pemerintah. Naah, bantuan dari Lazismu ini semakin membuat warga desa menjadi senang dan gembira. Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu” kata Istigfar. (Adit/AbMa).

Lazismu Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa Bumi di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura

Lazismu Jawa Timur menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp 100.000.000 untuk warga penyintas (korban) terdampak gempa di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Rabu (16/1/19).

Penyerahan bantuan untuk penyintas gempa dengan magnitudo 6,4 skala richter yang mengguncang wilayah timur laut Situbondo itu dilakukan oleh Ketua Lazismu Jatim dr Zainul Muslimin di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumenep.

Bantuan senilai Rp 100 juta secara simbolis diterima oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sapudi Gayam Budiyanto.

“Alhamdulillah, hari ini Lazismu bisa menyalurkan bantuan Rp 100 juta untuk penyintas gempa di Pulau Sapudi,” katanya ketika dihubungi PWMU.CO melalui sambungan telepon seluler puksul 16.00 WIB.

Zainul menyebutkan, selain bantuan berupa uang tunai senilai Rp 100 juta, Lazismu juga menyalurkan bantuan berupa KornetMu.

“Semoga bantuan ini membantu meringankan beban para korban terdampak gempa Situbondo, utamanya keluarga korban meninggal akibat gempa Situbondo tersebut,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang wilayah timur laut Situbondo, Kamis (11/10/2018) dini hari. Gempa yang berpusat di laut itu berdampak cukup luas di deerah Situbondo, Madura, dan sekitarnya. Bahkan, gempa terasa hingga ke Bali.

Gempa juga mengakibatkan beberapa bangunan rumah di Pulau Sapudi rusak parah. Bahkan, sampai merenggut korban jiwa. Dilaporkan, sebanyak tiga orang meninggal dunia di Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Gayam, Sumenep akibat tertimpa reruntuhan rumah. (Aan / pwmu.co)

Donasi Untuk Bencana di Indonesia

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) merespon atas terjadinya musibah tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu. Ketua dan Dirut Lazismu Pusat Hilman Latieh Ph.D pun telah mengeluarkan instruksi.

Kepada Pengurus Lazismu di Seluruh Indonesia Hilman menyatakan bahwa seiring dengan frekuensi bencana alam yang terus meningkat di Indonesia dan siklus cuaca yang berpotensi mengakibatkan tsunami, maka diinstruksikan kepada seluruh pengurus Lazismu diistruksikan untuk melakukan penggalangan dana untuk penanggualangan bencana tsunami dan Program Siaga Bencana.

Penggalangan tahap ini dilakukan terhitung mulai 23 Desember 2018 sampai 31 Januari 2019. Demikian surat edaran Lazismu Pusat ini disampaikan agar menjadi bahan perhatian dan dapat dilaksanakan seefektif mungkin.

Oleh karena itu Lazismu wilayah Jawa Timur segera membuka donasi kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana di Indonesia (Indonesia Siaga), melalui :

  • Rekening Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Rekening Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Posko Lazismu dan MDMC Jatim, di Gedung Muhammadiyah Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya
  • Call center (sementara) 0852 9008 2748

Dinding Sungai Tanggul Jebol Sebabkan Banjir Setinggi 1 Hingga 1,5 Meter di Kencong, Jember

Dari Kabupaten Jember dilaporkan telah terjadi bencana banjir pada hari Senin – Selasa, tanggal 24-25 Desember 2018, sekira pukul : 22.00 Wib. Kejadian itu berada di dusun Kedung Langkap, desa Kraton, Kecamatan Kencong, pada Koordinat: -S° 08°18’46,256″ dan E°113’21’20,25.

Kronologi terjadinya banjir yaitu pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018, mulai Pukul 14.00 WIB telah turun hujan dengan intensitas lebat dan tinggi. Pada hari Ahad, 23 Desember 2018, sekira pukul 04.40 WIB air penahan dinding Sungai Tanggul jebol. Hal itu dikarenakan sungai sudah tidak dapat menampung air hujan, ditambah dengan air kiriman dari DAM Pondok Waluh dengan ketinggian air mencapai 440 cm yang menggenangi rumah warga. Puluhan rumah warga tergenang air setinggi ± 100 cm hingga 150 cm di titik koordinat 08°17’54,729″ S, dan 113°21’25,32 E.

Dampak dan kerugian terjadi di RW 10 (RT 1, RT 2, RT 3, RT 4 dan  RT 5), antara lain :

  • Material : RT 01 = 30 KK, RT 02 = 25 KK, RT 03 = 25 KK, RT 04 = 30 KK, RT 05 = 30 KK. Total = 140 KK ( 420 jiwa)
  • Korban Jiwa : Nihil
  • Pasar Langkap tergenang air setinggi 60 cm dan lahan pertanian 4 hektar tergenang air

Dampak dan kerugian yang terjadi di RW 11 ( RT 1, RT 2, RT 3 RT 4 RT 5), antara lain :

  • Material : RT 01 = 20 KK, RT 02 = 30 KK, RT 03 = 35 KK, RT 04 = 30 KK dan RT 05 = 35 KK
  • Pengungsi yang mengungsi di atas tangkis 450 jiwa. Total = (850 jiwa).
  • Korban Jiwa : Nihil
  • 5 Hektar lahan pertanian tergenang air.

Dampak dan kerugian yang terjadi di RW 12 ( RT 4 RT 6 RT 7), antara lan :

  • Material : Nihil
  • Korban Jiwa : Nihil
  • Lain lain : Nihil

Untuk data pengungsi sampai laporan ini diturunkan masih dalam proses assesment.

Atas terjadinya bencana tersebut Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jember telah melakukan berbagai upaya yaitu :

  • Koordinasi dan sinergi lintas Majelis dan Lembaga dengan membentuk Tim OMOR (One Muhammadiyah One Response).
  • Tanggal 24 Desember 2018 membagi Tim menjadi 3 SRU. SRU 1 melakukan evakuasi terhadap pengungsi yang rentan. SRU 2 mendirikan Dapur Umum dan pendistribusian logistik. SRU 3 melakukan assesment.
  • Tanggal 25 Desember 2018, Tim dibagi menjadi 4 SRU, yaitu : SRU 1 melakukan evakuasi dan pendistribusian logistik yang tidak bisa dijangkau sehingga harus menggunakan mopel. SRU 2 mengelolan Dapur Umum dan pendistribusian Logistik. SRU 3 bertugas bidang Medis / Kesehatan. Sedangkan SRU 4 melakukan Assesment.

Adapun personil yang terlibat dalam penanganan bencana banjir ini meliputi :

  1. MDMC 8 personil
  2. KOKAM SAR SAR Cakru 25 personil dan KOKAM SAR Kencong 5 Personil.
  3. Lazismu, 5 orang personil.

Kendala yang terjadi di lapangan adalah :

  • Tidak ada tenda untuk pembuatan posko.
  • Kurangnya mobilitas untuk melihat jauhnya posko sama lokasi bencana.

Bantuan masyarakat umum telah digalang melalui Lazismu Jember (Jl. Bondoyudo No. 11 Jember) atau langsung ke Posko Logistik Muhammadiyah di TK ABA 2 Cakru. Keperluan barang logistik yang mendesak dibutuhkan oleh pengungsi, yaitu :

  • Pempres
  • Pakaian dalam
  • Obat kaki gatal-gatal
  • Peralatan mandi
  • Air bersih
  • Lilin
  • Selimut
  • dan sebagainya.

Saat ini titik yang jebol airnya sudah surut. Kawasan yang paling parah terendam air, yaitu daerah perbatasan antara Kedunglangkap, kecamatan Kencong dan Kepanjen kecamatan Gumukmas dengan rendaman sekitar 2 meter.

Kini Posko Muhammadiyah yang dibuka melayani 450 jiwa pendistribusian nasi bungkus setiap harinya. Peralatan yang mendukung operasi penanganan bencana ini antara lain : 1 unit Ambulan, 1 unit Mobil Strada 4WD, 1 perahu LCR, 1 mopel 25 pk, pelampung 4 unit, dayung 6 unit, jenset 1 unit, helm 4 buah dan HT 5 unit.

(Situation Report Farued-PUSDATIN MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember 📱082315815827)

Rowokangkung Banjir Lazismu-MDMC Lumajang Buka Posko Bantuan dan Dapur Umum

Banjir melanda Kabupaten Lumajang terutama di kawasan timur (23/12/2018). Intensitas hujan yang sangat tinggi membuat sungai Genitri meluap. Tak ayal, ribuan rumah warga di dua desa di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang terendam banjir.

Pada kedua desa yang tergenang banjir yaitu Desa Sidorejo dan Desa Rowokangkung, air naik diakibatkan oleh intesitas hujan yang sangat tinggi selama lebih dari 17 jam mulai hari Sabtu (22/12/2018) hingga ahad siang. Hujan itu membuat tanggul air yang ada di DAM Jatiroto dan Sungai Genitri menjadi ambrol. Banjir pun menggenangi pemukiman dan areal persawahan.

Mendengar kabar banjir melanda di kedua desa di kecamatan Rowokangkung, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kantor pembantu Lumajang dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kabupaten Lumajang segera berkoordinasi dan bersinergi. Hasilnya, Lazismu dan MDMC membuka Posko.

Tugas Posko tersebut selain menghimpun bantuan dari masyarakat luas juga menyediakan layanan Dapur Umum (DU) untuk para korban banjir. Begitu Posko dibuka logistik bantuan dari masyarakat terus mengalir. Dapur Umum pun segera memasak guna menyediakan makanan (nasi bungkus) bagi 500 orang korban banjir.

Sementara itu Posko Lazismu dan MDMC juga berkoordinasi dengan Klinik atau Balai Pengobatan PKU Muhammadiyah untuk membuka Posko Medis, terutama untuk menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir. (Adit/dafa)

Doa dan Ikhtiar Kita Untuk Bencana di Lampung dan Anyer

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB.

Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi. Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik. Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak. Namun seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus (tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan). Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami. Dampak tsunami menerjang pantai di sekitar Selat Sunda. Dampak tsunami menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Data sementara hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan terpancing isu yang menyesatkan yang disebarkan oleh pihak yang tidak jelas. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan penelitian lebih lanjut. (Sumber : BMKG)

Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami.

Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah.

Penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat.

Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.

Informasi tersebut berasal dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Sikap dan Respon LAZISMU

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) segera bersikap dan merespon atas terjadinya musibah tersebut. Ketua dan Dirut Lazismu Pusat Hilman Latieh Ph.D segera mengeluarkan instruksi.

Kepada Pengurus Lazismu di Seluruh Indonesia Hilman menyatakan bahwa seiring dengan frekuensi bencana alam yang terus meningkat di Indonesia dan siklus cuaca yang berpotensi mengakibatkan tsunami, maka diinstruksikan kepada seluruh pengurus Lazismu diistruksikan untuk melakukan penggalangan dana untuk penanggualangan bencana tsunami dan Program Siaga Bencana.

Penggalangan tahap ini dilakukan terhitung mulai 23 Desember 2018 sampai 31 Januari 2019. Demikian surat edaran Lazismu Pusat ini disampaikan agar menjadi bahan perhatian dan dapat dilaksanakan seefektif mungkin.

Oleh karena itu Lazismu wilayah Jawa Timur segera membuka donasi kemanusiaan dan bencana untuk Lampung dan Anyer, melalui :

  • Rekening Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Rekening Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Posko Lazismu dan MDMC Jatim, di Gedung Muhammadiyah Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya
  • Call center (sementara) 0852 9008 2748

Lombok Telah Bangkit : Poskoor Muhammadiyah untuk Gempa NTB Resmi Ditutup

Lombok (9/12) — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sejak NTB diguncang gempa bumi sebanyak 2 kali pada 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018, MDMC PP Muhammadiyah telah melakukan kegiatan respon tanggap darurat.

Gempa bumi NTB memberikan dampak kerusakan bangunan, korban luka-luka, dan meninggal. Terhitung sejak gempa kali pertama pada 29 Juli, MDMC telah melakukan kegiatan tanggap darurat dan transisi tanggap darurat ke kepemulihan. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi layanan kesehatan, logistik, water & sanitation hygiene (WASH), hunian sementara (huntara), psikososial, dan pendidikan darurat, serta pembangunan amal usaha Muhammadiyah, berupa sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa.

Lokasi pendampingan yang dilakukan oleh MDMC berada di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Sumbawa.

Setelah melalui tahapan-tahapan dalam upaya memulihkan kondisi Lombok seperti kehidupan sebelum terjadi bencana, MDMC melakukan penutupan Poskoor yang selama lima bulan ini memberikan layanan transisi dari tanggap darurat ke pemulihan pasca bencana.

Agenda penutupan poskoor Muhammadiyah ini melibatkan penampilan seni dan kreasi anak-anak dari wilayah dampingan Muhammadiyah, yaitu Desa Dangiang, Kecamatan Gangga, Kecamatan Tanjung, Desa Sembalun, Desa Pohgading dan wilayah dampingan lainnya.

Selain itu, agenda penutupan juga menampilkan hasil pendampingan ekonomi produktif dari Lombok Utara, sebagai penanda kebangkitan ekonomi di Lombok pasca bencana.

Dalam sambutan Ketua MDMC Pimpinan Wilayan NTB, Muslimin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat, kepala desa dan pemerintah daerah yg telah memfasilitasi relawan Muhammadiyah dalam menjalankan misi pendampingan. “Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan MDMC se-Indonesia, antara lain MDMC Jawa Barat, Sumatra Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan seluruh donatur yg telah memberikan bantuan melalui LazisMu, serta kepada segenap keluarga besar Muhammadiyah se-Indonesia yg tergabung dalam One Muhammadiyah One Responce,” ujar Muslimin dalam sambutannya.

MDMC PP Muhammadiyah yang diwakili oleh yg Chairil Anam dari Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi & Rekonstruksi menyampaikan upaya penanganan gempa Lombok Aumbawa yang dilakukan MDMC & LazisMu akan terus berkesinambungan.

Selanjutnya, program pemulihan Lombok yang diselenggarakan akan bermitra dengan pemerintah daerah, baik Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Sikap ta’awun untuk negeri memberikan semangat menuju Lombok Sumbawa bangkit dan berkemajuan. Ucapan terima kasih juga disampaikan MDMC kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Mataram, serta keluarga besar PWM NTB yang telah bahu membahu bersama relawan Muhammadiyah dalam penanganan darurat bencana gempa Lombok- Sumbawa.

Penutupan Poskoor Muhammadiyah di NTB dihadiri 700 orang peserta dan pejabat undangan. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lombok Utara dan Limbok Timur, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara dan Lombok Timur, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, para Kepala Desa dari wilayah dampingan Muhammadiyah, PWM NTB, dan Relawan MDMC se-provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam kegiatan penutupan ini sekaligus melantik MDMC Sembalun sebagai ujung tombak penanganan bencan di wilayah Gunung Rinjani. (IY/AT/MDMC)

Arif Jamali MuisMDMC Indonesia

Sumbang Material dan Perbaiki Rumah Yang Rusak Akibat Terjangan Angin Puting Beliung di Sidoarjo

Angin Puting Beliung menerjang perkampungan penduduk di beberapa desa di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo (19/11/2018). Puluhan hingga ratusan rumah rusak terlanda angin berputar itu dalam skala ringan dan berat. Kerusakan itu tersebar di 9 Desa di kecamatan Tulangan, yakni Desa Kemantren, Griting, Kepunten, Grabagan, Singopadu, Kepuh Kemiri, Kepadangan dan Tlasih.

 

Lazismu kabupaten Sidoarjo setelah mendapat laporan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan langsung menerjunkan Tim-nya bersama Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melihat kejadian sebenarnya di lokasi, sekaligus melakukan asessment.

Anang Muntholib, Ketua Lazismu Sidoarjo, mengatakan pihaknya telah membawa sebanyak 200 asbes gelombang. Beberapa material pendukung juga telah disiapkan oleh Lazismu Sidoarjo sebagai bahan perbaikan terhadap rumah-rumah yang rusak.

Pada 7 Desember 2018 Lazismu melalui program “Benah Rumah” juga melakukan perbaikan total terhadap 1 unit rumah penduduk desa yang mengalami kerusakan paling parah sebagai dampak Angin Puting Beliung. Rumah tersebut atapnya berterbangam dan bangunannya mengalami kerusakan ketika Angin Puting Beliung menerjang, sehingga perlu direnovasi total.

Anang berharap semoga bantuan material dan sumbangan perbaikan rumah dari Lazismu ini dapat bermanfaat bagi penduduk di desa tersebut. (Adit).