Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Tuesday , 16 July 2019
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Partisipasi MDMC Jatim pada DESTANA BNPB 2019 di Kawasan Selatan Pulau Jawa

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung penuh oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi mengikuti kegiatan Aksi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Semarak Ekspedisi DESTANA (Desa Tangguh Bencana) TSUNAMI di kawasan selatan provinsi Jawa Timur.

Menurut M. Rofi’i Ketua MDMC Jatim, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 23 Juli 2019, di desa-desa yang menjadi sasaran mulai dari Banyuwangi, Jember, Lumajang,Malang, Blitar, Tulungagung Trenggalek dan Pacitan. MDMC Jatim. Selain BNPB Pusat dan lembaga relawan kebencanaan nasional juga melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten serta semua pihak terkait di daerah yang menjadi rute aksi.

Kegiatan yang merupakan program nasional BNPB ini bertujuan untuk menginformasikan potensi ancaman gempa bumi dan tsunami kepada aparat dan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.(Tsunami) di Selatan pulau Jawa. Selain itu BNPB dan lembaga relawan kebencanaan yang turut serta juga melakukan identifikasi awal ketangguhan desa rawan Tsunami. Namun yang paling penting adalah melakukan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, termasuk penanaman vegetasi pelindung pantai.

Target spesifik dari aksi tersebut adalah desa atau kelurahan yang berada di daerah rawan Tsunami di kawasan Selatan pulau Jawa yakni sebanyak 584 desa termasuk 300 sekolah.

Aktifitas selama Aksi Semarak Desatan adalah penguatan aparatur desa terkait kesiapsiagaan bencana, relawan goes to school, penilaian ketangguhan desa, penanaman vegetasi pelindung pantai dan penempatan papan informasi bencana, api unggun dan panggung ekspedisi.

MDMC Jatim mengikutsertakan Ketuanya M. Rofii dan Relawan Senior Priyo A. Sancoyo. Ikut serta pula Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan dalam aksi tersebut. Selain itu MDMC Jatim juga melibatkan para Relawan MDMC daerah yang dilewati Aksi Destana itu.

Rofi’i berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat serta semua pihak akan bencana Tsunami yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Setelah Jawa Timur BNPB juga akan melanjutkan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten hingga 17 Agustus 2019 mendatang. (adit)

Banjir di Gresik Selatan MDMC-Lazismu Bergerak Distribusikan Bantuan

Hujan sangat deras yang terjadi di Gresik (1/5/2019) membuat belasan desa di 3 kecamatan khususnya di Gresik Selatan terendam air. Tak ayal banjir yang melanda kawasan tersebut membuat banyak akses jalan terputus.

Banjir yang terjadi di Gresik seperti kecamatan Benjeng, Cerme dan Balongpanggang membuat warga yang terdampak merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Air menggenang setinggi 0,5 – 1 meter di rumah-rumah penduduk. Fasilitas umum pun juga banyak yang terendam banjir.

Oleh karena itu tim Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) dan Lazis Muhammadiyah (Lazismu) Gresik pada 3/5/2019 malam turun ke lapangan guna mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok. Dengan menggunakan perahu karet dan mobil siaga bencana, bantuan logistik dibagikan ke titik-titik banjir terparah di 3 kawasan tersebut.

Masjid Yang Roboh itu Kini Telah Berdiri Kembali

Lazismu dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar menyerahterimakan pengunaan Masjid ‘Aisyiyah di Lekok, Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (02/05/2019).

Serah terima selesainya program pembangunan masjid yang roboh akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok Utara itu tahun 2018 itu dilakukan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang juga Ketua Lazismu Kabupaten Blitar Sigit Prasetyo di Masjid Aisyiyah Lekok.

Sigit menyampaikan, sebenarnya pengerjaan pembangunan Masjid Aisyiyah Lekok telah rampung sepekan sebelum serah terima. Hanya saja, untuk serah terima baru bisa dilakukan pada awal bulan Mei 2019 ini.

“Alhamdulillah, proses pembangunan masjid Aisyiyah Lekok telah selesai, dan masyarakat kini sudah bisa menggunakan-nya untuk shalat berjamaah,” kata Sigit di Lekok.

Sigit mengaku, senang bisa membantu pembangunan kembali Masjid Aisyiyah Lekok yang roboh. Ia pun berharap, dengan selesainya pembangunan masjid ini membuat masyarakat semakin bersemangat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah.

“Mudah-mudahan masyarakat semakin bersemangat untuk menunaikan aktivitas ibadahnya di masjid, utamanya selama Bulan Suci Ramadhan. Ayo shalat berjamaah dan ramaikan masjid ini,” tandasnya.

Syamsu Johan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang menerima secara simbolis bangunan Masjid ini menyatakan gembira dan penuh haru. Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang tulus dari Lazismu dan warga Muhammadiyah Kabupaten Blitar. (Aan/pwmu.co)

Luncurkan Program Nasional “Ramadhan Mencerahkan” Plus Resmikan Gedung Kemanusiaan

Menyambut bulan suci Ramdhan 1440 H, Lembaga Amil Zakat dan Shodaqah (Lazismu) PP Muhammadiyah launching dan sosialisasikan progam “Ramadhan Mencerahkan”. Progam ini memiliki cangkupan nasional yang sifatnya pemberdayaan dan karikatif.

Launching dan sosialisai Ramadhan Mencerahkan berbarengan dengan peresmian Gedung Kemanusiaan Lazismu dan MDMC, pada Senin, (29/4/2019) di Balecatur Gamping, Sleman, DIY.

Adapun progam Ramadhan Mencerahkan ini memiliki empat program seperti kado ramadhan, Back to Masjid, Indonesia Mobil Clinic dan Mudikmu Aman Lazismu.

Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Hilman Latief mengatakan, dilaunchingnya progam ini sebagai bentuk kebajikan sekaligus bentuk meningkatkan ibadah. Melalui Lazismu, Muhammadiyah juga ingin terus menyiarkan keutamaan zakat di bulan Ramadhan agar menjadi pehatian bagi warga Muhammadiyah dan kaum muslimin.

“Kita tahu Muhammadiyah khusunya warganya memiliki potensi menunaikan zakat dan kegiatan berbagi yang dilakukan dengan berinfaq dan bersedekah,” kata Hilaman.

Sementara itu, peresmian Gudang Kemanusiaan Lazismu bersama MDMC dimaksudkan sebagai progam kemanusiaan yang memfokuskan penanganan migitasi bencana. Tempat itu, juga nantinya sebagai gudang logistik kemanusiaan sekaligus wahana edukasi untuk mengenal kebencanan di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dikatakan oleh Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, adanya gudang kemanusiaan adalah belajar dari bencana tsunami di Aceh 2003 dan erupsi merapi tahun 2010. Dimana kondisi menyedihkan membuat semua orang khsusnya kaum muslimin tergerak membantu saudar-saudata yang sedang kesusahan karena bencana.

“Belajar dari pengalaman inilah pentingnya nilai keberadaan gudang kemanusiaan. Dengan didukung tempat representatif yang mudah diakses untuk tujuan kemanusiaan akan memudahkan kebutuhan keluar masuk jenis bantuan kemanusiaan,” kata Budi Setiawan.

Kedepan Budi Setiawan berharap, agar gudang kemanusiaan yang baru saja diresmikan tidak boeh sepi dan direncanakan akan ditata sebagai kawah candradimuka untuk edukasi sosial kebencanaan dan kemanusiaan. Tidak berhenti sampai di gudang kemanusiaan, tempat ini juga sebagai sarana berdakwah yang bisa dimanfaatkan oleh warga Muhammadiyah di sekitar Balecatur Gamping, Sleman. (Andi/www.muhammadiyah.or.id)

 

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16395-detail-lazismu-luncurkan-program-ramadhan-mencerahkan-sekaligus-resmikan-gedung-kemanusiaan.html

Siap Diresmikan Setelah Lebaran, Pembangunan Gedung Dakwah dan Pendidikan di Kabupaten Lombok Utara NTB Mencapai Progres 75%

 

“InsyaAllah awal bulan Ramadhan 1440 Hijriyah sudah jadi dan bisa digunakan. Untuk peresmiannya bisa setelah Lebaran. Menunggu jadwal dari PP Muhammadiyah” kata Priyo Sancoyo, selaku Pimpinan Proyek pembangunan gedung dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hal itu disampaikan Priyo kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lazismu wilayah Jawa Timur ketika berkunjung ke lokasi proyek di Lekok Tenggara, Gangga, KLU (3/4/19).

Pada 2-3 April 2019, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lazismu wilayah Jawa Timur, yang terdiri dari Imam Hambali dan Ahmad Saifu berkunjung ke lokasi proyek guna memantau perkembangan pembangunan gedung dakwah dan pendidikan. Bangunannya didirikan tepat di bekas gedung sekolah TK yang rusak terdampak bencana gempa bumi pada September 2018 silam. Turut menyaksikan kegiatan Monev Syamsu Johan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Utara beserta jajarannya dan Pengurus Daerah ‘Aisyiyah setempat.

Dalam sambutannya Johan Syamsu merasa terharu dan menyatakan bersyukur kepada Allah SWT dan mengapresiasi Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang telah memberikan bantuan, perhatian dan kepedulian begitu besar kepada warga di Lombok Utara. Ia berharap jalinan silaturrahim ini dapat terus bersambung dan berkelanjutan. Warga Muhammadiyah di Lombok Utara merasa didukung untuk dapat bangkit dan kuat kembali dari musibah bencana yang telah menimpa pada tahun lalu, pungkas Johan, yang mantan Bupati pertama Kabupaten Lombok Utara.

Sementara itu menurut Ahmad Saifu proyek yang menelan dana Rp. 1,4 Milyar ini telah mencapai progres 75%. Mulai dikerjakan sejak akhir bulan Februari 2019, gedung ini dibangun dengan konstruksi baja tahan gempa. Dengan luas bangunan 30 x 8 m gedung ini terdiri dari 5 ruang ditambah kamar mandi dan toilet. Rencananya bangunan berciri khas rumah daerah Lombok ini akan dipergunakan sebagai sekolah TK dan PAUD, Taman Pendidikan al-Qur’an dan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara.

Serahkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Lamongan

Bersama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kecamatan Laren, Kamis, (28/3/19), Lazismu Lamongan menyerahkan bantuan relokasi rumah untuk korban Angin Puting Beliung di Dusun Sukorejo Desa Bulutigo Kec Laren.

Bantuan ini diberikan secara simbolis kepada Bapak Turmudzi, Ketua PRM Sukorejo yang juga menjadi salah satu korban angina puting beliung dengan beberapa warga terdampak di Masjid Muhammadiyah Sukorejo, Kec Laren. Ketua Lazismu Lamongan Sujudna, bersama Ketua PCM Laren, As’ad dan PCA Laren yang menyerahkannya.

“Ada sekitar delapan warga yang terdampak angina putting beliung di daerah sukorejo ini, salah satunya saya, tiba tiba angin datang dan meruntuhkan atap rumah saya dan beberapa warga,” ungkapnya. “Saya mewakili warga muhammadiyah dan warga terdampak bencana mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Lazismu ini”, kata Turmudzi.

Turmudzi dan beberapa warga lainnya adalah korban terdampak bencana angin putting beliung yang terjadi di wilayah kec Maduran dan Laren pada Kamis, (21/3/2019). Lazismu yang mengetahui peristiwa ini, kemudian meninjau langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, PRM, PCM dan PCA. Selanjutnya berupaya menghimpun donasi.

“Memang tidak banyak, semoga dapat membantu meringankan beban yang ditanggung oleh para korban,” Ungkap Sujudna. (LA)

Baksos dan Siraman Rohani Bagi Warga Terdampak Banjir di Tuban

Hampir tiap saat kita mendengar berita tentang bencana, baik itu terjadi di mancanegara maupun didalam negeri.

Setiap tahun pula kita pun mendengar berita tentang bencana banjir dari kawasan Tuban, terutama yang menimpa penduduk yang tinggal di bantaran sungai Bengawan solo, mulai Widang, Plumpang, Rengel, Soko sampai dengan Parengan. Hal itu menuntut kesadaran kita untuk selalu merespon terkait dengan bencana yang terjadi.

Pada 27 Maret 2019 LAZISMU, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan MI Muhammadiyah 3 Panyuran melakukan baksos di desa kenongosari kecamatan Soko. Baksos berupa pemberian 43 bingkisan sembako kepada 22 Dhuafa, 20 Simpuh (simbah sepuh) dan 1 anak yatim.

Kenongosari adalah desa yang sering terdampak banjir setiap tahun karena letak desa di bantaran sungai Bengawan Solo. Warganya selalu waspada ketika hujan deras. Jika daerah Bojonegoro dan Ngawi sudah banjir maka bisa dipastikan Tuban bagian selatan termasuk desa kenongosari pasti banjir pula.

Selain itu kegiatan baksos juga diisi dengan pengajian tentang kebencanaan oleh ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d., Ketua MDMC kab Tuban, dalam tausiah nya Ust chusnul yakin mengatakan “Roland Barthes seorang filsuf menyampaikan dalam perkembangan pemikiran manusia setidak nya ada tiga hal yang sangat mempengaruhi peradapan pemikiran manusia. Pertama adalah mitologi, scientology dan Theology.

Terkait dengan bencana dalam kajiannya ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d. menyampaikan bahwa prespektif mitos (pandangan mistis masyarakat) menganggap bahwa bencana terjadi karena kurang sesajen terhadap kekuatan alam. Di dalam ilmu pengetahuan bencana terjadi karena adanya ketidak seimbangan alam. Adanya gempa karena bertumbuknya lempengan bumi. Terjadinya banjir karena curah hujan tinggi dan lain-lain.

Dalam prespektif agama, musibah terjadi atas otoritas Allah.

إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Selanjutnya ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d. menjelaskan, karena kita mahluk yang dibekali akal maka kita harus merefleksi dengan segala bencana yang terjadi disekitar kita. Maka ada hal yang selalu muncul dalam pemikiran kita. Bahwa bencana terjadi karena kita kurang bersahabat dengan alam, kita belum mengenal tanda alam dan kita kurang dekat dengan sang pemilik alam.

Sebagai makluk beragama maka kita musti berpikir bahwa bencana alam terjadi. Itu hanya cara Allah untuk mengingatkan kita. Karena kita adalah makluk Allah yang paling disayangi maka perlu Allah mengingatkan kita. Kalau Allah tidak sayang pada kita. Pasti Allah biarkan kita tetap bergemilang dosa, Allah biarkan kita tetap diluar orbit keimanan.

Maka mari kita pastikan tiap bencana yang terjadi disekitar kita. Jadikan ini sebagai jalan untuk mendapatkan hidayah Allah” pungkas ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d. dalam tausiahnya. (Mal)

 

Maher Zain Kunjungi Huntara Lazis Muhammadiyah di Palu Sulawesi Tengah

Dalam rangkaian kegiatan tour konser amal untuk ke-manusiaan di Indonesia, penyanyi tenar dan produser musik internasional asal Swedia, Maher Zain berke-sempatan mengunjungi kota Palu Sulawesi Tengah (21/3/19).

Didampingi Direktur Fundraising Lazismu Pusat, Rizaludin Kur-niawan, Koordinator Pusat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Pengurus Salam Charity Foundation, Maher Zain bertandang ke lokasi kawasan terdampak bencana gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

Semenjak tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Maher Zain disambut oleh ratusan Pimpinan dan pegiat Muhammadiyah beserta Organisasi otonom dan para relawan MDMC-Lazismu Sulteng. Mereka sekaligus mengantarnya ber-keliling ke beberapa kawasan yang masih tampak bekas benca-na gempa bumi yang begitu dahsyat melanda kota Palu ini.

Di area pengungsian kompleks Huntara (Hunian Se-mentara) Muhammadiyah yang dibangun oleh MDMC-Lazis-mu, Maher Zain bercengkerama dengan warga dan anak-anak setempat sekaligus melihat kondisi tempat tinggal mereka dari dekat. Selain beranjangsana dan silaturrahim kunjungan maher Zain ini juga turut mempromosikan dan mensyiarkan program-program kemanusiaan Lazismu ke tingkat internasional. (Adit)

Menghadirkan Oase Bagi Warga Terdampak Puting Beliung di Kabupaten Probolinggo

LAZISMU hadir di lokasi bencana puting beliung di Desa Tambakrejo dan Desa Curahtulis Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo (17/03/2019). Kehadiran LAZISMU ini dalam rangka menyerahkan 107 paket sembako dan pakaian layak pakai. 107 paket dibagikan ke Desa Tambakrejo sejumlah 34 paket dan 74 paket dibagikan di Desa Curahtulis.

Pembagian paket sembako dan pakaian layak pakai ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo. Beliau mengatakan pada masyarakat agar menyikapi secara positif bencana yang menimpa 2 Desa ini. Dengan sikap positif akan menimbulkan aura positif sehingga bisa bangkit kembali dengan cepat. Misalnya, pertemuan silaturahmi ini.

“Mari, kita sikapi positif bencana ini,” kata Fauzi, S.Pd.I, Ketua PDM Kabupaten Probolinggo. Lanjutnya, “Sikap positif akan menimbulkan aura positif untuk segera bangkit.”

Selain membagikan paket sembako dan pakaian layak pakai, team LAZISMU bersama team MDMC kerja bakti membersihkan material bangunan dr rmh Pak Bambang. Pembersihan ini dilakukan karena sebentar lagi akan dibangunkan hunian mungil 6m × 3m oleh Muhammadiyah dari dana yang digali LAZISMU beserta relawan MDMC.

Ahmad Ridho Pambudi, Ketua Lazismu kabupaten Probolinggo mengatakan, “Hunian mungil ini dibangun agar keluarga Pak Bambang bisa menjalani kehidupannya dengan lebih baik.” (KR)

Banjir Bandang Terjang Sentani, Jayapura, Papua, Mari Kita Bantu Sesama

Info dari BNPB (www.bnpb.go.id) hujan deras yang mengguyur daerah Jayapura telah menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua pada Sabtu 16/3/2019 pukul 21.30 WIT. Hujan deras turun sejak pukul 18.00 WIT.

Akibatnya 9 kelurahan di Kecamatan Sentani diterjang banjir bandang yaitu Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri. Banjir masuk ke rumah-rumah warga dan rumah sakit. Jalan berubah menjadi aliran permukaan yang deras.

Evakuasi dan pendataan masih dilakukan. Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang. Data sementara 50 orang meninggal dunia dan 59 luka-luka. (BNPB/fotro : Antara)

Sehubungan dengan itu maka Lazismu kembali membuka dompet donasi kemanusiaan dan kebencanaan. Donasi dana dapat ditransfer melalui rekening :

  • Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Alamat Posko Bencana Jatim : Jl. Kertomenanggal 4/1 Surabaya, telp. 031 843 7191.