Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Sunday , 5 April 2020
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Lazismu-MDMC Telah Menyemprot Desinfektan pada 2.400 Titik di 26 Daerah se-Jatim

Komitmen Muhammadiyah untuk hadir guna memberikan kontribusi dalam penanganan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diwujudkan dalam berbagai bentuk. Selain membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), juga menyediakan 20 RS dalam jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah / Aisyiyah (RSM/A) di seluruh Indonesia.

Melalui Lazismu dan MDMC (Muhammadiyah DIsaster Management Center) beserta AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah), Persyarikatan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini juga melakukan aksi penyemprotan Desinfektan di Indonesia, termasuk di 26 daerah kabupaten / kota di seluruh Jawa Timur.

Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur drh Zainul Muslimin ketika di Gedung PWM Jatim, Surabaya, menjelaskan, dalam sembilan hari, mulai tanggal 20 hingga 28 Maret 2020 sore, Lazismu bersama MDMC, AMM dan berbagai komunitas peduli se Jawa Timur telah melakukan penyemprotan cairan desinfektan di 2.400 titik lokasi.

Ke-26 Daerah itu antara lain Bojonegoro, Jember, Magetan, Pamekasan, Tuban, Lumajang, Kab Mojokerto, Kab Probolinggo, Lamongan, Kota Probolinggo, Kab. Malang, Bondowoso, Kota Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, Kota Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Kab. Blitar, Kota Kediri, Ngawi, Kota Batu, Surabaya, Kota Pasuruan dan Banyuwangi.

Tempat-tempat yang menjadi sasaran penyemprotan itu antara lain Masjid / musholla (932 titik), sekolah / kampus (575 titik), kantor (124 titik), Klinik / RS (5 titik), panti asuhan (18 titik), rumah penduduk, fasilitas umum (717 titik) bahkan tempat ibadah agama non Muslim (29 titik).

Zainul juga menginstruksikan agar seluruh kantor Lazis Muhammadiyah (Lazismu) Daerah menghimpun dana ZIS maupun donasi lainnya untuk upaya kemanusiaan ini. Hingga tanggal 28 Maret 2020 sementara telah terkumpul dana sebesar Rp. 351,8 juta se-Jawa Timur dan itu akan bertambah mengingat rekapitulasi senantiasa dilakukan terus menerus.

Sementara itu menurut M. Rofii, Ketua MDMC / MLHPB Jawa Timur, sebanyak 316 relawan telah diterjunkan dalam aksi penyemprotan ini. Mereka berasal dari relawan inti MDMC, dan relawan pendukung dari AMM, MPKU, komunitas masyarakat, dan mahasiswa / mahasiswi dari berbagai kampus di 26 daerah se-Jatim. Total ruangan yang disemprot seluas 783.559 meter persegi. Penyemprotan ini akan terus dilakukan hingga masa tanggap darurat ditetapkan berakhir, kata Rofii. (Adit)

Tidak Hanya Masjid dan Sekolah, Tim Cegah Covid-19 Juga Semprot Desinfektan Kantor Polisi dan Dua Gereja di Lumajang

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Kabupaten Lumajang terus bergerak dalam upaya pencegahan virus corona (covid -19). Hari Rabu 25-03-2020 tim hadir ke kecamatan Pronojiwo dan langsung disambut oleh Kapolsek IPTU Basuki Rachmad SH beserta jajaranya.

Tim Lazismu dan MDMC dipimpin langsung oleh Ketua Lazismu Lumajang Drs Muari yang dengan semangat mendampingi squad untuk selalu berjuang dalam aksi pencegahan Covid-19. Aksi yang dilakukan adalah dengan penyemprotan desinfektan kepada sasaran yang dituju. Tidak hanya menyasar Masjid, sekolah dan kantor, tim juga merambah dua gereja yang ada di Pronojiwo. Bahkan kantor dan Pos Polisi juga tak luput dari aksi penyemprotan desinfektan.

Kaposek Pronojiwo IPTU Basuki Rahmad SH mengatakan dengan adanya kehadiran Lazismu yang di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang pihaknya sangat mengapresiasi dan mengucap terima kasih atas kerjasama yang memberi kemanfaatan.

Menurutnya, sinergi yang erat antara Organisasi Masyarakat. Lembaga Amil Zakat dengan Polri dan masyarakat serta jajaran perangkat desa Sidomulyo merupakan bentuk persatuan yang kuat dalam menghadapi bencana wabah Corona. “Kita bergandeng tangan untuk berjuang dengan satu tujuan guna menekan masalah virus corona yang saat ini sudah merebah ke seluruh negara di dunia ini” ungkap IPTU Basuki.

“Di jajaran kepolisian dengan maklumat kapolri No 2/3.2020 kami sekarang ini lagi gencar-gencarnya untuk menekan penyebaran covid 19. Kita harus antisipasi dengan tidak mengadakan pertemuan masa atau berkumpul. Kalau tidak ada kepentingan lebih baik warga di rumah karena kita harus memutus mata rantai penyebaran covid -19 dengan berbagai cara termasuk yang dilakukan oleh Lazismu ini, agar tidak merebah menular kepada saudara, keluarga,diri kita semua warga pronojiwo,” tandasnya.

IPTU Basuki juga menekankan agar masyarakt menjaga diri, menjaga kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan serta mengatur pola makan yang sehat dan teratur. “Istirahat yang cukup dan jaga jarak dengan orang lain” imbuhnya.

Akhirnya IPTU Basuki mengharapkan kepada para donatur dan dermawan, khusunya di Kabupaten Lumajang untuk mendukung gerakan Lazismu ini dengan mendonasikan sebagian rejekinya ke Lazismu, sehingga semakin banyak yang berdonasi maka akan semakin banyak juga tempat ibadah, ruang publik, sekolah yang diseterilkan.

“Trima kasih kepada dermawan, doantur yang selama ini telah mendukung gerakan Lazismu untuk mencegah covid-19 dan terus ajak teman dekat saudara untuk berdonasi ke Llazismu, dan mudah mudahan tim Lazismu dan MDMC selalu dalam lindungaNya dan diberi kesehatan dalam berjuang di garda depan pencegahan wabah ini” pungkasnya.

Menurut suharyo AP, SH, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, upaya lazismu ikut berkontribusi dalam menekan penyebaran virus corona di kecamatan Pronojiwo merupakan langkah tepat dan bukti nyata dalam berbagi kepada masyarakat luas. Penyemprotan desinfektan di dua gereja dan Mapolsek ini nenunjukkan bahwa Lazismu terbuka untuk siapapun dan akan selalu memberi untuk negeri, kata ketua PDM Lumajang ini. (Kuswantoro)

Dua Puluh Dua Kantor Lazismu Daerah Lakukan Aksi Penyemprotan Disinfektan Ke Berbagai Fasilitas Umum

Lazis Muhammadiyah se-Jawa Timur dalam menghadapi penyebaran virus Corona 2019 (Covid-19) ini telah melakukan langkah-langkah awal dalam upaya turut berpartisipasi membantu Pemerintah dalam penanggulangan wabah yang semakin meluas. Langkah-langkah tersebut adalah penyemprotan disinfektan ke berbagai fasilitas umum, pengadaam Alat Pelindung Diri (APD) bagi Tim Medis, Kru Ambulance dan Relawan dan penyediaan ransum kemanusiaan, serta siaga ambulance.

Saat ini yang sudah dilakukan oleh Lazismu se-Jawa Timur mulai tanggal 20 hingga 24 Maret 2020, adalah penyemprotan disinfektan di 22 (dua puluh dua) Daerah kabupaten dan kota, dengan menyasar Masjid, sekolah, kantor dakwah, panti suhan dan sebagainya, bahkan gereja. Kedua puluh dua kantor Lazismu Daerah yang telah dan sedang melaksanakan aksi penyemprotan disinfektan itu adalah : Magetan, Ngawi, Ponorogo, Madiun, Bojonegoro, Pacitan, Lamongan, Tuban, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Nganjuk, Blitar (Kab/kota), Kab. Malang, Mojokerto (Kab/kota), Jember, Kota Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang dan Pamekasan.

Bersama mitra internal yakni majelis dan lembaga di Muhammadiyah, seperti MDMC, MPKU, AMM dan Kokam, Lazismu bergerak bahu-membahumelakukan aksi penyemprotan disinfektan. Selain itu Lazismu juga menggandeng berbagai komunitas yang peduli terhadap masalah ini.

Foto-Foto Aksi Penyemprotan Disinfektan Kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur :

Bojonegoro

KP Jatim (Sby/Sda)

Jember

Magetan

Pamekasan

 

Tuban

Lumajang

 

Kab Probolinggo

Lamongan

 

Kota Probolinggo

Bondowoso

Kab Mojokerto

Gresik

 

Sidoarjo

Kota Blitar

Tulungagung

Nganjuk

Pacitan

 

Ponorogo

Ngawi

 

Banyuwangi

Surabaya

 

Kota Mojokerto

 

Kab Malang

Kota Pasuruan

Turut Mencegah Virus Corona, Lazismu dan MDMC Jatim Luncurkan Tim Aksi Semprot Disinfektan ke Masjid dan Musholla

Agar Umat Islam merasa tenang dan tidak khawatir Sholat berjamaah di Masjid pada masa berjangkitnya wabah Corona ini.

Masjid adalah sarana dan tempat untuk beribadah bagi ummat Islam untuk menjalankan sholat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya. Namun kini dengan adanya wabah Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19 yang berpotensi menyerang kepada setiap orang dengan cepat, keberadaan Masjid sebagai tempat pertemuan umat Islam dalam jumlah banyak patut mendapatkan perhatian.

Salah satu upaya pencegahan virus Corona adalah dengan mengupayakan lingkungan yang bersih dan sehat serta menjaga kekebalan tubuh (imunitas) seseorang dalam kondisi prima. Nah, Masjid juga harus mendapatkan perhatian dalam hal kebersihan, kesucian dan kenyamanan, terlebih dimasa wabah Corona berjangkit

Melihat kondisi tersebut maka Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur pada Rabu, 18 Maret 2020 telah membentuk Tim Aksi Semprot Disinfektan. Tim ini bertugas melakukan penyemprotan disinfektan yang menyasar ke masjid/musholla dan lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.

Menurut drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jatim, pembentukan Tim Aksi Semprot Disinfektan ini adalah sebagai salah satu peran Lazismu mengatasi problem keummatan yang kini tengah dilanda kecemasan akan wabah Corona yang secara pandemi akan berpotensi menyebar dengan cepat jika tidak dicegah dengan langkah yang tepat.

“Ini adalah sebagai salah satu sumbangsih dari Lazismu yang bersinergi dengna MDMC dalam menangani permasalahan wabah Corona di tanah air,” kata Zainul memimpin aksi penyemprotan di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah jatim dan Masjid al-Badar Kertomenanggal Surabaya.

Untuk aksi perdana ini, menurut drh Zainul Muslimin, Tim berjumlah 6 orang yang dibekali alat mesin penyemprot dan cairan disinfektan pada pagi hari tadi telah menyemprot seluruh ruang kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang berlantai tiga. Pada siang harinya ba’da dhuhur menyasar ke Masjid al-Badar Kertomenanggal Surabaya.

Takmir masjid al-Badar, Ir Purwadji menyatakan sangat senang dan menyambut gembira kedatangan tim untuk menyemprot masjid di kawasan Kertomenanggal ini.

“Wah kami sangat senang sekli dan itu membantu kami dalam rangk menghadapi wabah Corona di negeri kita. Kami berharap agar masjid ini menjadi bersih, aman dan higienis sehingga jamaah tenang dalam melaksanakan ibadah sholat dan pengajian,” kata Purwadji.

Sementara itu, M Rofii, Ketua MDMC Jatim mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan menginstruksikan jajaran MDMC seluruh Daerah di Jawa Timur agar bersama Lazismu membentuk Tim Aksi Penyemprotan Disinfektan bagi Masjid dan amal usaha Muhammadiyah (AUM). Menurutnya setiap tim bisa berjumlah 4-6 orang akan bertugas melayani kebutuhan penyemprotan di masing-masing Daerah.

“Semoga langkah kecil kami bersama Lazismu ini sedikit mengurangi menyebarnya wabah Corona di lingkungan tempat beribadah. Sehingga ummat Islam tak perlu khawatir pergi ke Masjid karena telah aman dan steril.” katanya dengan bersemangat.

“Namun demikian kita tetap selalu waspada dan berhati-hati serta tidak menganggap remeh wabah virus Corona ini. Serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Kuasa” harapnya.

Tim Aksi Penyemprotan Disinfektan ini selanjutnya akan bertugas melayani permintaan takmir masjid dan musholla. Diharapkan umat Islam dapat tenang dan merasa nyaman serta tidak merasa khawatir beribadah di Masjid. (Adit)

 

Tetap Tenang Namun Waspada di Tengah Wabah Corona

Kita tentu sangat prihati bahwa negara, Indonesia, ditetapkan sebagai pandemi virus corona (covid-19). Covid-19 tersebut juga dinyatakan oleh dunia sebagai masalah global dan merupakan bencana non alam.

Korban jiwa yang meninggal dunia dan mereka yang tertular covid-19 di berbagai negara sangat besar, pun demikian dengan Indonesia yang juga telah timbul beberapa korban jiwa dengan ratusan penderita.

Namun demikian seluruh rakyat diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa, namun tetap waspada dengan kejadian luar biasa wabah Corona ini.

Sejalan dengan langkah negara yang menyatakan Covid-19 sebagai wabah nasional, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah mengeluarkan surat Maklumat tentang Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan nomor 02/MLM/I.O/H/2020 tertanggal 19 Rajab 1441 H atau 14 Maret 2020 M. Isi maklumat selengkapnya adalah sebagai berikut :

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan prihatin atas wabah Covid-19yang oleh World Health Organization (WHO) dinyatakan sebagai pandemi yang menjadi masalah global. Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan wabah Covid-19 sebagai bencana non-alam. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang meninggal dalam kasus wabah Covid-19. Kepada mereka yang sakit dan sedang menjalani perawatan medis, semoga diberikan kesabaran dan kesembuhan oleh Allah.Muhammadiyah mengapresiasi tenaga kesehatan dan semua pihak yang membantu penanganan Covid-19.

Mempertimbangkan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakanwabah tersebutsebagai kejadian luar biasa yang harus segeradilakukan pencegahan dan tindakan secara sungguh-sungguh, masif, dan terkoordinasi dengan baik. Muhammadiyah mendorong agar pemerintah melibatkansemua pihak untuk bekerjasama dan bersinergi dengan disertailangkah sosialisasidan kebijakan yang terbuka dan komprehensif.

Karena itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan maklumat sebagai berikut:

  1. Kegiatan-kegiatan di seluruh lingkungan Muhammadiyah yang melibatkan massa atau jumlah orang yang banyak seperti pengajian, seminar, pertemuan dan kegiatan sosial agar ditunda pelaksanaannya atau diselenggarakan dengan cara lain yang bersifat terbatas dan atau menggunakan teknologi informasi.
  2. Kegiatan-kegiatan ibadah seperti shalat berjamaah dan shalat jumat di masjid tetap dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
  3. Bagi yang sakit disarankan untuk beribadah di rumah
  4. Apabila dipandang darurat, pelaksanaan sholat jumat dapat diganti dengan sholat dhuhur di rumah, dan pelaksanaan sholat berjamaah dapat dilakukan di rumah.
  5. Kegiatan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah yang dikoordinasikan oleh Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian Dan Pengembangan.
  6. Amal usaha kesehatan agar mempersiapkan penanganan Covid-19 diselaraskan dengan protokol kementrian kesehatan dalam koordinasi Majelis Pembina Kesehatan Umum yang bersinergi dengan majelis, lembaga, organisasi otonom,dan amal usaha lain.Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program dan aksi penanganan Covid-19.
  7. Warga Muhammadiyah agar meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan serta mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah.
  8. Warga Muhammadiyah hendaknya membatasi bepergian ke tempat dan kegiatan yang berisiko penularan Covid-19sesuai dengan Hadits Nabi: Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).
  9. Hadits Nabi lainnya yang Artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
  10. Dan sebuah hadit Nabi yang artinya : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh berbuat madlarat dan hal yang menimbulkan madlarat.” (HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal dari Abdullah ibn ‘Abbas).

Demikian maklumatini disampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah Subhanahu Wataala senantiasa melindungi dan memberikan pertolongan kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia. Nasrun min Allah wa fathun qarib.

Bentuk Tim Command Center

Sebelumnya sebagaimana yang dinyatakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Senin tanggal 2 Maret 2020 tentang kesiapan RS Muhammadiyah di Indonesia untuk menangani pasien positif virus corona (covid-19).

Setelah itu, pada Kamis malam tanggal 5 Maret 2020, resmi dibentuk “Muhammadiyah Covid-19 Command Center” untuk meningkatkan akselerasi program. Jumlah Rumah Sakit yang disiapkan bertambah, semula 15 Rumah Sakit bertambah menjadi 20 Rumah Sakit. Programnya meluas menjangkau sekolah, perguruan tinggi dan komunitas untuk edukasi dan pencegahan.

Pembentukan tim ini merupakan tindak lajut dari penugasan kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan koordinasi.  Sesuai dengan prosedur standar yang diterapkan, sebelumnya sudah dilakukan persiapan dan simulasi untuk menangani potensi wabah sepert yang dilakukan di  RS PKU Muhammadiyah Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Bantul dan beberapa RS Muhammadiyah/Aisyiah di berbagai kota.

Ketua PP Muhammadiyah  Agus Taufiqurrohman,  menyatakan bahwa ketua tim dipercayakan kepada dr Corona Rintawan. “Kami percayakan penanganan virus Corona ini kepada dokter Muhammadiyah yang bernama Corona Rintawan, bukan hanya karena ada kesamaan nama, tapi beliau memang ahlinya. Spesialis Emergency dari RS Muhammadiyah Lamongan yang juga koordinator Emergency Medical Team Muhammadiyah untuk misi Internasional” lanjutnya  menyampaikan profil ketua tim.

Langkah Cepat

Sementara itu dr Corona Rintawan menyampaikan bahwa tim akan mengkoordinasikan berbagai program yang melibatkan potensi dan jejaring Muhammadiyah. “Mulai dari pencegahan, skrining, dan tata laksana awal. Muhammadiyah akan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki semaksimal mungkin membantu pemerintah agar wabah ini segera teratasi,” kata dr Corona.

Berbagai tindakan preventif yang disiapkan adalah sosialisasi dan pendampingan ke Sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, termasuk prosedur untuk dosen, guru, mahasiswa dan siswa yang  cukup banyak akan pulang dari penugasan atau kegiatan di luar negeri. Sosialisasi dan pendampingan ini juga meliputi tata cara penggunaan masker, penggunaan hand sannitizer, etika batuk–bersin dan deteksi dini.

Sementara RS Muhammadiyah yang disiapkan untuk tata laksana awal bila ditemukan pasien yang diduga sebagai suspect dipilih  berdasarkan sebaran area kerja yang dikoordinasikan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah.

Untuk program ke sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat akan dikoordinasikan sebagai program bersama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Diktilitbang, LAZISMU, Aisyiyah, IPM, IMM dan semua organisasi kader  lainnya.

Daftar RS tersebut antara lain :

  1. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
  2. RS PKU Muhammadiyah Bantul
  3. RS Muhammadiyah Lamongan
  4. RS Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati
  5. RS PKU Muhammadiyah Surakarta
  6. RSI Muhammadiyah Kendal
  7. RS PKU Muhammadiyah Gamping
  8. RS PKU Muhammadiyah Wonosobo
  9. RS PKU Muhammadiyah Gombong
  10. RS PKU Muhammadiyah Roemani Semarang
  11. RS Fatimah Banyuwangi
  12. RS Univ Muhammadiyah Malang
  13. RS Siti Khotijah Sepanjang – Sidoarjo
  14. RS Muhammadiyah Palembang
  15. RS Muhammadiyah Metro – Lampung
  16. RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya
  17. RSI Jakarta Cempaka Putih
  18. RSI Jakarta Pondok Kopi
  19. RS Aisyiyah Ponorogo
  20. RS Aisyiyah Muntilan

Sumber : www.muhammadiyah.or.id

Rowokangkung Lumajang Banjir, Lazismu dan MDMC Turun Bergerak

Hujan sangat deras turun di Lumajang, 2 Maret 2020 dini hari. Beberapa kawasan pun tergenang air. Terparah di kecamatan Rowokangkung, banjir menggenangi rumah-rumah warga di beberapa desa, mulai dari ketinggian 20 cm hingga selutut. Menurut warga, Rowokangkung memang langganan banjir, karena hampir setiap tahun terjadi genangan air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Banjir sangat menyulitkan warga untuk melakukan berbagai aktifitas, termasuk belanja dan masak. Oleh karena itu Lazismu segera bergerak turun ke lapangan. Bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Lumajang, tim Lazismu turun ke lokasi guna memberikan bantuan berupa 150 nasi bungkus dan air minum untuk warga di Rowokangkung. Bantuan diterima oleh ketua RT/RW setempat yang segera dibagikan untuk makan siang warga. (Kus/Ad)

 

Banjir Terjadi di Pamekasan, Lazismu dan MDMC Turun Memberikan Bantuan

Banjir setinggi lutut terjadi di desa Laden, Jungcangcang, Patemon, Lemper dan beberapa titik lokasi lainnya di Pamekasan, Madura, 22/02/2020. Banjir mulai meninggi pada Sabtu malam dan hingga hari Ahad pagi belum surut. Hal itu terjadi karena intensitas air hujan yang sangat deras dalam tempo lama. Luapan air dari sungai juga turut memperparah keadaan.

Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pamekasan bergerak memberikan bantuan kepada warga terdampak berupa air dan makanan yang dibawa oleh tim yang datang ke lokasi.

Menurut Manager Lazismu kabupaten Pamekasan, Khoirul Jannah, warga membutuhkan bantuan pangan karena mereka kesulitan untuk pergi keluar rumah dikarenakan genangan banjir masih belum surut.

Antisipasi lainnya adalah warga membutuhkan alat kebersihan dan kesehatan. Jika genangan masih berlanjut maka dikhawatirkan akan timbul banyak keluhan kesehatan pada warga terdampak.

Oleh karena itu sambil menunggu keadaan pulih Lazismu dan MDMC tetap dalam kondisi saling berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama BPBD setempat.

Anda pun bisa berpartisipasi memberikan bantuan kepada korban banjir..

Hubungi kantor kami di jalan Kamboja 25 Pamekasan.. Transfer donasi kebencanaan..

REKENING KEMANUSIAAN

  • BSM 99398 3 28 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pamekasan
  • BMI 76650 3 28 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pamekasan

Kunjungi Rumahnya yang Terbakar, Lazismu Ajak Keluarga Mbah Kohar Bersabar dan Kuat Untuk Bangkit Kembali

Sebuah rumah berlantai dua di kawasan Dukuh Bulak Banteng 2 A Kenjeran Surabaya,pada Ahad siang (16/02/2020) hangus terbakar dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik.

Menurut Muhammad Urip pemilik rumah, awalnya tidak mengetahui jika rumahnya terbakar, karena saat itu sedang berada di luar rumah.

“Saya sempat melihat asap tebal yang seperti debu pemotongan keramik dari rumah tetangga, ternyata yang terbakar rumah saya sendiri,” ungkapnya.

Api sempat merembet ke sebagian rumah sebelah milik Wahyu Kurniansyah (26 tahun). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik rumah masih syok sampai saat ini. Kerugian yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hari Senin 17 Februari 2020, Lazismu kota Surabaya datang berkunjung ke rumah keluarga yang tertimpa musibah ini untuk memberikan bantuan dan santunan.

Tim Lazismu sempat menemui mbah Kohar (90 tahun) mertua Muhammad Urip yang pada saat peristiwa terjadi berada di ruangan depan. Namun ia juga tidak tahu apa yang sedang terjadi karena memang sudah pikun.

“Sabar ya mbah Kohar dan juga Mas Urip serta keluarga yang lain, Ini musibah, yang penting kita semua harus tawakal kepada Allah SWT dan mari kuat untuk bangkit kembali” kata Warsono didampingi Tazmo, Tim Lazismu Surabaya. (W/T)

Lazismu Dukung Dana Rp. 1 Milyar Untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina

Dukungan rakyat Indonesia untuk Palestina tak akan pernah habis-habisnya. Tak terkecuali Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam terbesar di Indonesia. Melalui Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) MuhammadiyahAid turut berperan serta dalam pembangunan sebuah Rumah Sakit (RS) atau Hospital di kota Hebron, Palestina.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama beberapa Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS), termasuk Lazismu, turut merasakan penderitaan rakyat Palestina yang tertindas dan terjajah oleh Zionis Israel. Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan MUI dan Lazismu beserta LAZ lainnya secara bersama merancang sebuah monumen yang bisa bermanfaat bagi rakyat Palestina. Monumen itu diwujudkan dalam bentuk Rumah Sakit atau Hospital Indonesia yang akan dibangun di kota Hebron, wilayah Palestina.

Lazismu pada tahap awal turut berpartisipasi ‘urun’ dana sebesar Rp. 1 Milyar untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) di Palestina. Dana tersebut berasal dari penghimpunan dana untuk peduli Palestina pada bulan Ramadhan tahun lalu.

Seremoni penyerahan dana pembangunan RSIH dilakukan oleh Muhyidin Djunaedi MA, perwakilan MUI bidang hubungan luar negeri, kepada Tayser Abu Sneineh, Walikota Hebron. Acara tersebut dilakukan di kota Amman, Yordania, Sabtu, 04/01/2020, setelah delegasi Indonesia, MUI dan beberapa LAZNAS, gagal hadir ke kota Hebron karena tidak diijinkan masuk oleh Israel, mengingat wilayah Palestina berada dalam kepungan Israel.

Pembangunan RSIH akan dilakukan dalam waktu dekat pada tahun 2020 ini dan dikerjakan oleh kontraktor lokal Palestina. Gedung RSIH dibangun di atas tanah seluas 4.000 meter persegi dan direncanakan 3 lantai. RSIH ini akan melayani pengobatan dan urusan kesehatan bagi rakyat Palestina, khususnya yang berada di kota Hebron, wilayah Tepi Barat Palestina.

InsyaAllah jika gedung RSIH telah rampung, kita berdoa semoga delegasi Indonesia bisa masuk ke Palestina untuk meresmikan RSIH tersebut. Aamiin. (Adit)

MDMC-Lazismu-MPKU Jatim Berangkatkan 2 Dokter, 18 Relawan dan 2 Ambulan serta 2 Mobil Pembawa Bantuan ke Kawasan Banjir-Longsor Jabodetabek

Bencana banjir dan longsor yang menimpa berbagai kawasan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal tahun baru 2020 membuat titik perhatian dan kepedulian berbagai kalangan di tanah air, tak terkecuali Muhammadiyah sebagai organisasi Dakwah Islam.

Oleh karena itu Muhammadiyah Jatim menugaskan Majelis dan lembaganya untuk membantu memberikan pertolongan kepada korban bencana. Maka pada hari Sabtu pagi tanggal 4 Januari 2020 Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung oleh Lazismu dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) atau jaringan RS Muhammadiyah memberangkatkan tim Relawan beserta perlengkapannya ke Jabodetabek.

Tim yang berangkat berjumlah 20 orang, terdiri dari 2 dokter dan 6 tenaga Medis dari RS Khodijah Sepanjang dan RSM Lamongan. Selain itu juga turut serta 12 orang Relawan SAR dan Posko. Mereka menuju ke Jabodetabek menaiki 2 ambulan dan 2 mobil operasional Lazismu dan RSML.

Menurut M. Rofii, Ketua MDMC Jatim, tim yang dipimpin dr Fahmi Aulia Rizki itu akan bertugas di beberapa titik kawasan terdampak bencana banjir di Jabodetabek sesuai dengan arahan dari Gugus Tugas OMOR (One Muhammadiyah One Response) yang berpusat di Menteng Raya Jakarta. Mereka akan bertugas dalam bidang layanan kesehatan, pembersihan rumah warga, bantuan logistik, dapur umum dan manajemen posko serta psikososial.

Selain membawa obat-obatan dan alat kesehatan, tim juga membawa perbekalan relawan dan logistik bantuan untuk warga terdamak, yakni Ransum Kemanusiaan, seperti Kornet, Rendang, Nasi Soto dan Nasi Rawon dalam kemasan kaleng yang merupakan produk program kemanusiaan Lazismu Jawa Timur. Produk Ransum Kemanusiaan itu dibuat atas dana dari donatur dan Muzaki Lazismu untuk program keumatan dan kemanusiaan. (Adit)