Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Sunday , 26 January 2020
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Lazismu Dukung Dana Rp. 1 Milyar Untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina

Dukungan rakyat Indonesia untuk Palestina tak akan pernah habis-habisnya. Tak terkecuali Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam terbesar di Indonesia. Melalui Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) MuhammadiyahAid turut berperan serta dalam pembangunan sebuah Rumah Sakit (RS) atau Hospital di kota Hebron, Palestina.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama beberapa Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS), termasuk Lazismu, turut merasakan penderitaan rakyat Palestina yang tertindas dan terjajah oleh Zionis Israel. Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan MUI dan Lazismu beserta LAZ lainnya secara bersama merancang sebuah monumen yang bisa bermanfaat bagi rakyat Palestina. Monumen itu diwujudkan dalam bentuk Rumah Sakit atau Hospital Indonesia yang akan dibangun di kota Hebron, wilayah Palestina.

Lazismu pada tahap awal turut berpartisipasi ‘urun’ dana sebesar Rp. 1 Milyar untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) di Palestina. Dana tersebut berasal dari penghimpunan dana untuk peduli Palestina pada bulan Ramadhan tahun lalu.

Seremoni penyerahan dana pembangunan RSIH dilakukan oleh Muhyidin Djunaedi MA, perwakilan MUI bidang hubungan luar negeri, kepada Tayser Abu Sneineh, Walikota Hebron. Acara tersebut dilakukan di kota Amman, Yordania, Sabtu, 04/01/2020, setelah delegasi Indonesia, MUI dan beberapa LAZNAS, gagal hadir ke kota Hebron karena tidak diijinkan masuk oleh Israel, mengingat wilayah Palestina berada dalam kepungan Israel.

Pembangunan RSIH akan dilakukan dalam waktu dekat pada tahun 2020 ini dan dikerjakan oleh kontraktor lokal Palestina. Gedung RSIH dibangun di atas tanah seluas 4.000 meter persegi dan direncanakan 3 lantai. RSIH ini akan melayani pengobatan dan urusan kesehatan bagi rakyat Palestina, khususnya yang berada di kota Hebron, wilayah Tepi Barat Palestina.

InsyaAllah jika gedung RSIH telah rampung, kita berdoa semoga delegasi Indonesia bisa masuk ke Palestina untuk meresmikan RSIH tersebut. Aamiin. (Adit)

MDMC-Lazismu-MPKU Jatim Berangkatkan 2 Dokter, 18 Relawan dan 2 Ambulan serta 2 Mobil Pembawa Bantuan ke Kawasan Banjir-Longsor Jabodetabek

Bencana banjir dan longsor yang menimpa berbagai kawasan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal tahun baru 2020 membuat titik perhatian dan kepedulian berbagai kalangan di tanah air, tak terkecuali Muhammadiyah sebagai organisasi Dakwah Islam.

Oleh karena itu Muhammadiyah Jatim menugaskan Majelis dan lembaganya untuk membantu memberikan pertolongan kepada korban bencana. Maka pada hari Sabtu pagi tanggal 4 Januari 2020 Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung oleh Lazismu dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) atau jaringan RS Muhammadiyah memberangkatkan tim Relawan beserta perlengkapannya ke Jabodetabek.

Tim yang berangkat berjumlah 20 orang, terdiri dari 2 dokter dan 6 tenaga Medis dari RS Khodijah Sepanjang dan RSM Lamongan. Selain itu juga turut serta 12 orang Relawan SAR dan Posko. Mereka menuju ke Jabodetabek menaiki 2 ambulan dan 2 mobil operasional Lazismu dan RSML.

Menurut M. Rofii, Ketua MDMC Jatim, tim yang dipimpin dr Fahmi Aulia Rizki itu akan bertugas di beberapa titik kawasan terdampak bencana banjir di Jabodetabek sesuai dengan arahan dari Gugus Tugas OMOR (One Muhammadiyah One Response) yang berpusat di Menteng Raya Jakarta. Mereka akan bertugas dalam bidang layanan kesehatan, pembersihan rumah warga, bantuan logistik, dapur umum dan manajemen posko serta psikososial.

Selain membawa obat-obatan dan alat kesehatan, tim juga membawa perbekalan relawan dan logistik bantuan untuk warga terdamak, yakni Ransum Kemanusiaan, seperti Kornet, Rendang, Nasi Soto dan Nasi Rawon dalam kemasan kaleng yang merupakan produk program kemanusiaan Lazismu Jawa Timur. Produk Ransum Kemanusiaan itu dibuat atas dana dari donatur dan Muzaki Lazismu untuk program keumatan dan kemanusiaan. (Adit)

Lazismu dan MDMC Jatim Kirim 4 Dokter dan 12 Relawan SAR-Posko Bantu Penanganan Banjir di Jabodetabek

Banjir besar yang terjadi pada sebagian kawasan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi awal tahun 2020 ini menimbulkan korban jiwa dan kerugian material. Diperkirakan dalam seminggu ini masih akan terjadi hujan lebat dengan genangan air  cukup tinggi di berbagai kawasan.

Untuk itu, menurut M. Rofii, Ketua MDMC Jawa Timur, menindaklanjuti seruan gugus tugas OMOR (One Muhammadiyah One Response), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung Lazismu akan memberangkatkan Tim bantuan ke Jakarta.

Tim yang diberangkatkan terdiri dari 4 orang dokter, 10 orang Relawan SAR (Search and Rescue) dan 2 Ahli Posko beserta mobil rescue dan perlengkapannya. Mereka akan bergabung dengan Tim MDMC-OMOR dari berbagai wilayah dan daerah serta akan ditugaskan di beberapa titik terparah yang terendam banjir di Jabodetabek.

Tim juga akan membawa serta berbagai logistik bantuan seperti ransum kemanusiaan, sembako, obat-obatan, selimut, alat kebersihan dan alat kesehatan. Mereka akan bertugas paling sedikit selama 7 (tujuh) hari. Apabila masih dibutuhkan tugas akan diperpanjang dan dilakukan penambahan personil dari Jawa Timur. (Adit)

Muhammadiyah All Out Kerahkan Relawan MDMC Bantu Korban Banjir di Jabodetabek

Sebagaimana dilansir situs Muhammadiyah.or.id merespon kejadian banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya, potensi Muhammadiyah dalam koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dikerahkan penuh, sesuai kebutuhan lapangan. Respon awal sudah dilakukan sejak Rabu, 1 Januari 2020 oleh potensi lokal di DKI Jakarta dan Bekasi, tercatat tim dari RSIJ Cempaka Putih, RSIJ Sukapura, RSIJ Pondok Kopi beserta relawan Muhammadiyah dari berbagai elemen seperti mahasiswa.

Sementara itu tim bantuan dari beberapa daerah dikerahkan untuk membantu operasi tanggap darurat di Jabodetabek. Malam ini empat personil tim asistensi MDMC bergerak dari Yogyakarta dan Bandung untuk beroperasi membantu Pimpinan Muhammadiyah setempat mengelola bantuan darurat. Semetara 20 personil anggota SAR Muhammadiyah digerakkan dari relawan Muhammadiyah DIY dan Jawa Tengah. Satu unit mobil Taktis UHAMKA, satu unit mobil taktis dari UMJ, satu unit mobil dapur umum digerakkan untuk mendukung operasi dan pergerakan relawan. Induk Pos Koordinasi Tanggap Darurat berada di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya no 62 Jakarta Pusat, dengan Koordinator Operasi Mashuri Masyuda.

“Kami coba dukung optimal operasi tanggap darurat di Jabodetabek ini, mengingat prediksi BMKG yang menyatakan musim hujan pada bulan januari ini puncaknya bisa terjadi di akhir Januari” kata Ketua MDMC PP Muhammadiyah H. Budi Setiawan ST. Menurutnya, unit bantuan lain juga sudah disiapkan untuk membantu bila diperlukan, seperti tim dari RS Muhammadiyah dan Aisyiyah. “Kami juga harus fokus kepada semua daerah yang berpotensi banjir selain Jabodetabek. Seperti banjir di Sumatera Barat dan Bengkulu yang juga terjadi minggu lalu” jelas Budi Setiawan. Menurutnya dukungan bantuan juga disiagakan dari berbagai elemen seperti LAZISMU, KOKAM, ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Respon Awal oleh First Responder
Menurut Wakil Sekretaris MDMC Abdul Malik, respon awal yang telah dilakukan pada 1 Januari 2020 dimulai dengan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui pimpinan serta warga Muhammadiyah dengan berkoordinasi dengan Pusdatin BPBD DKI Jakarta. Kemudian menggerakkan relawan Univ Muhammadiyah Jakarta ke di RSIJ Cempaka Putih untuk koordinasi dengan pihak RS yang sekelilingnya sempat ada genangan banjir. Namun RSIJ Cempaka Putih tidak memerlukan evakuasi pasien, dan berkas-berkas sudah di amankan.

Tim Relawan Mahasiswa UHAMKA sudah di daerah Klender untuk koordinasi pihak kelurahan, Tim Relawan UMJ sudah ke Ciledug melakukan assessment, anggota Korps Relawan Muhammdiyah (KawanMU) Majelis Pelayanan Sosial sebanyak 15 orang juga sudah bergabung. Dilaporkan juga tim dari LazisMU Manggarai sudah menghimpun bantuan masyarakat. nKebutuhan yang diperlukan warga saat ini adalah paket makanan, dan paket alat – alat kebersihan.

Contact Persons :
Koordinator Operasi Banjir Jabodetabek : 0813-8111-1979 (Mashuri Masyuda)
Divisi Tanggap Darurat MDMC : 878-0235-3151 (Indrayanto)
Wakil Ketua MDMC : 811-255-051 Rahmawati Husein

(www.muhammadiyah.or.id)

REKENING LAZISMU KEMANUSIAAN

Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim

Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim

Lazismu Melalui Muhammadiyah-AID Turut Membantu Warga Terluka dan Cacat Fisik Akibat Kekerasan di Gaza Palestina

Saatnya Muhammadiyah untuk Dunia. Melalui MuhammadiyahAID, Persyarikatan Muhammadiyah turut serta berpartisipasi menciptakan kehidupan dunia yang damai dan sejahtera melalui gerakan amal untuk kemanusiaan, pendidikan dan kesehatan.

MuhammadiyahAID yang didukung oleh LAZISMU mengadakan program sosial kemanusiaan di Palestina, khususnya jalur Gaza. Aksi kemanusiaan yang didanai oleh Muhammadiyah ini bersinergi dengan Tim Homecare National Center for Community Rehabilitation (NCCR), sebuah LSM di Palestina, guna memberikan pendampingan dan bantuan bagi warga yang terluka dan orang-orang cacat fisik di Jalur Gaza.

Program bertajuk SMALL GRANT FOR HUMANTARIAN HELP IN GAZA ini dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan Agustus hingga Oktober 2019 lalu. Sasaran lokasi program di sekitar kawasan  Al-Shuhada Street, yang berdekatan dengan Pelabuhan Gaza (Gaza Sea Port). Dana sebesar USD 9.200 atau Rp. 135 juta telah disalurkan oleh Muhammadiyah guna melaksanakan program ini.

Kronologi Kejadian di Gaza Palestina

Seperti diketahui oleh dunia pada umumnya, trauma terkait konflik masih menjadi beban utama di sektor kesehatan di Gaza, wilayah Palestina yang berada di bibir laut tengah. Semenjak terjadinya demonstrasi massa besar “Great March of Return” (GMR) oleh warga Palestina di Gaza untuk menentang Zionist pada 30 Maret 2018, dan hingga 30 Agustus 2019, jumlah total orang yang terluka mencapai 31.338 orang.

Menurut data statistik laporan situasi WHO, sebanyak 316 orang telah terbunuh, 18.549 korban harus masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit milik Departemen kesehatan dan LSM, 1.221 di antaranya adalah anak-anak. Sebanyak 7.545  orang mengalami luka tembak dari senjata beramunisi; 87% dari mereka terkena tembakan pada anggota tubuhnya.Sejumlah 149 orang telah diamputasi bagian tubuhnya, termasuk 30 anak-anak. Amputasi terjadi pada tungkai bawah 122 orang dan 27 orang diamputasi tungkai atasnya. Sedangkan jumlah total pasien dengan kelumpuhan karena cedera sumsum tulang belakang sebanyak 24 orang.

Sejumlah besar pasien dengan luka tembakan senjata dilanda masalah kesehatan yang serius. Cedera kompleks dan serius yang dialami mereka memerlukan perawatan khusus selama periode waktu tertentu. Untuk mengatasi krisis tersedianya falsilitas kesehatan, banyak pasien yang pulang lebih awal untuk memberikan ruang bagi pasien baru yang terluka, sedangkan persediaan medis yang penting untuk perawatan sangat terbatas.

Sementara itu, efek retak tulang di antara pasien yang terluka terus terjadi, kebanyakan dari mereka menggunakan fiksasi eksternal, dan kasus-kasus tersebut membutuhkan perawatan medis yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko amputasi. Banyaknya luka yang diderita tidak hanya berdampak pada orang yang terluka, tetapi juga memberi tekanan pada jasa penyediaan layanan kesehatan reguler di Gaza.

Selain kematian dan cedera fisik, konsekuensi kesehatan mental dan psikososial dari kekerasan terkait demonstrasi diperkirakan meningkat, bisa memperburuk frustrasi dan menimbulkan kesedihan yang dirasakan oleh sebagian besar orang di Gaza. Secara signifikan dapat berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial seseorang baik secara langsung maupun dalam jangka panjang.

Di Gaza, Penyandang Cacat (People With Disabilities – PWDs) sangat menderita dan mengalami kekurangan dalam layanan rehabilitasi. Mereka juga kurang mempunyai akses ke perawatan medis yang tepat dengan dukungan psikologis, di samping kekurangan besar dalam alat bantu yang membantu ketahanan mereka. Mereka seakan terjebak dalam keadaan serba sulit, sedangkan masyarakat dunia banyak yang tidak peduli, tidak peka tentang hak-hak mereka dan pentingnya inklusi terhadap para disabilitas itu

Hal ini menyebabkan penurunan serius kondisi kesehatan mereka di mana sebagian besar dari mereka menderita bisul, kejang otot dan anemia, selain banyak masalah perilaku dan psikologis lainnya. Selain itu, para penyandang cacat atau disabilitas menderita hambatan gerakan dan ini meningkatkan kerentanan mereka serta menghambat akses mereka ke sekolah dan tempat-tempat umum. Akibatnya, hal ini berdampak negatif pada keluarga mereka. Para disabilitas sebagai kepala keluarga selain menderita masalah kesehatan juga mengalami tekanan psikologis dan sosial karena ketidakmampuan mereka untuk menyediakan nafkah yang dibutuhkan anak-anak mereka. Faktor kemiskinan dan tragedi kemanusiaan membelit sebagian besar keluarga di Gaza.

Di satu sisi telah terjadi kesenjangan yang sangat besar dari orang tua terhadap pemenuhan hak-hak kaum disabilitas anak-anak. Pandangan masyarakat yang negatif terhadap disabilitas, turut mempengaruhi akses mereka terhadap hak-hak mereka berintegrasi ke dalam masyarakat.

Sementara itu tidak adanya layanan rehabilitasi khusus (terutama medis dan psikologis) untuk orang-orang dengan cacat fisik mengarah pada kesehatan serius dan komplikasi psikologis yang menyebabkan kematian, karena keracunan bisul dan kram otot yang menghambat pergerakan mereka. Ini akan menyebabkan tertundanya studi atau sekolah mereka dan berdampak negatif pada integrasi mereka ke dalam masyarakat.

Ini menjadi kewajiban moral bagi dunia internasional, NCCR selaku LSM di Palestina bersama mitranya dari Indonesia yaitu MuhammadiyahAID adalah melaksanakan bantuan pendampingan demi menolong mereka yang terluka dan mengalami cacat fisik (Disabilitas). Oleh karena itu, program ini sangat penting untuk meringankan beban sosial dan psikologis keluarga sesuai dengan memburuknya kondisi ekonomi, sosial dan politik di Palestina.

Pelaksanaan Program ini

Program ini dilaksanakan untuk berkontribusi pada penyediaan dukungan dan pemberdayaan orang-orang yang rentan terluka dari kejadian kekerasan dan orang-orang cacat dan keluarga di Gaza, guna mencapai kemandirian yang lebih besar dan akses yang lebih baik ke layanan perawatan kesehatan melalui Layanan Rehabilitasi.

Program ini pertama, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas korban luka-luka yang rentan dan penyandang disabilitas ke layanan kesehatan dan rehabilitasi yang penting dan untuk meningkatkan inklusi sosial para penyandang cacat di masyarakat. Kedua, untuk meningkatkan kesadaran pengasuh tentang kebutuhan dan hak anak-anak penyandang cacat mereka dan bagaimana cara menangani mereka.

Adapun targetnya adalah 50 orang yang terluka akibat kejadian kekerasan dan warga Disabilitas, baik perempuan dan laki-laki di Jalur Gaza serta tersedianya 100 pengasuh bagi keluarga korban cedera dan penyandang cacat.

Tahapan implementasi yang dilakukan meliputi :

  1. Kunjungan perawatan ke 420 rumah dilaksanakan sesuai dengan rencana rehabilitasi khusus untuk memberikan dukungan yang diperlukan untuk memungkinkan 50 orang-orang Disablitas dan keluarga mereka mencapai kemandirian yang lebih besar melalui layanan perawatan di rumah.
  2. Sesi pelatihan untuk (100) pengasuh tentang keterampilan perawatan medis dan rehabilitasi yang esensial.

Hasil dari program ini adalah :

  1. Peningkatan status kesehatan, sosial, dan psikologis dari 50 orang yang terluka dan orang cacat setelah menerima layanan terintegrasi oleh tim perawatan rumah multi-disiplin dari NCCR.
  2. Peningkatan kapasitas dalam perawatan medis rumah dan keterampilan rehabilitasi bagi 100 pengasuh sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
  3. Meningkatkan kondisi sosial dan psikologis untuk 100 keluarga yang mengalami cedera dan penyandang cacat setelah menerima dukungan dan konseling psikologis.

Dampaknya :

  1. 50 orang yang terluka, penyandang cacat dan 100 keluarga mereka menjadi lebih sadar tentang dasar-dasar perawatan di rumah.
  2. 50 orang yang cedera dan penyandang cacat mulai bersosialisasi di masyarakat yang meningkatkan status psikologis mereka setelah mendapat dukungan psikologis.
  3. Tersedianya 100 Pengasuh yang dapat memberikan layanan medis dasar kepada putra dan putri mereka.

Tentu dalam melaksanakan program terdapat tantangan yang dihadapi yaitu :

  • Kurangnya komitmen beberapa orang tua terhadap sesi.
  • Pemadaman listrik terus-menerus mencegah pelaksanaan beberapa sesi pendampingan seperti yang disyaratkan di rumah penerima manfaat.
  • Situasi sosial ekonomi yang sulit dari keluarga yang membuatnya hampir tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan peralatan medis dan bantuan anak-anak mereka.

Itulah sekelumit peran MuhammadiyahAID yang didukung LAZISMU membantu saudara-saudara kita di jalur Gaza Palestina yang menderita dan membutuhkan uluran tangan. Masih banyak program-program Muhammadiyah dan Lazismu yang dilaksanakan di Palestina akan dilaporkan pada pemberitaan berikutnya. Semoga bermanfaat dan berkat dukungan dari donatur dan muzaki di tanah air program ini dapat berjalan dengan baik.

Donasi dan kepedulian anda Untuk PALESTINA dapat disalurkan melalui Lazismu :

REKENING LAZISMU KEMANUSIAAN

  • Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim

KONFIRMASI TRANSFER

  • Ketik : Nama, alamat, nominal, Palestina, nama bank.
  • Kirim SMS/WA ke : 08123158446
  • Contoh : Suhadi, Menganti Surabaya, 1 juta, Palestina, muamalat

Lazismu Respon Warga Kekurangan Air Bersih di 6 Titik Lokasi di Ponorogo

Selama musim kemarau panjang bulan Oktober dan November 2019 ini Tim Lazismu bersama seluruh unsur dalam Muhammadiyah terutama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) kabupaten Ponorogo telah berpartisipasi dalam penyediaan bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Menurut Zulkarnain, Ketua Lazismu Ponorogo, sebanyak 130.250 liter air bersih telah disalurkan kepada 417 KK atau n1.272 jiwa di enam titik lokasi penyaluran. Keenam titik itu berada di desa Narang Temon dam Miokolegi Temon kec. Sawoo, desa Krincing Watuagung Dayakan kec. Badegan, desa Jurugan Karangpatihan kec. Pulung desa Jenggiring Duri dan desa Krajan kec. Selahung.

Sebanyak 25 personil dari Lazismu dan AMM Ponorogo terlibat dalam aksi distribusi bantuan air bersih yang bertema One Muhammadiyah One Response (OMOR) ini. “Ini adalah sebagai bentuk kepedulian Lazismu bersama para donatur yang didukung oleh kader-kader AMM di Ponorogo. Walau belum dapat menjangkau semua warga yang membutuhkan, semoga upaya ini dapat bermanfaat bagi penerima bantuan” pungkas Zulkarnain. (Adit)

Kekeringan Masih Terjadi, Lazismu dan PMI Kabupaten Pamekasan Salurkan Bantuan Air Bersih

Walau banyak daerah di Jawa Timur sudah turun hujan, beberapa kawasan di Pamekasan, Madura, masih dilanda kekeringan dan kekurangan air. Tanah persawahan pun mengering dan tampak tandus serta warga desa mengalami kesusahan karena kekurangan air.

Untuk itu Lembaga Amil Zakat Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Palang Merah Indonesia (PMI), pada hari Selasa 19 November 2019, beraksi sosial menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang kekeringan dan kekurangan air di Pamekasan.

Pengiriman bantuan air bersih dilakukan ke empat titik di kabupaten Pamekasan, yaitu desa Larangan Tokol, desa Branta Tinggi, dusun Soro’ Tengah desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, lalu di dusun Lomdelem II desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan. Data kawasan terdampak kekeringan yang sangat membutuhkan air bersih itu diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.

Sebanyak 4 tanki atau 20.000 liter air bersih dibagikan kepada warga di desa-desa yang tersebut diatas. Pengiriman dimulai pada pukul 8 pagi dan baru selesai setelah adzan dhuhur berkumandang.

Aksi berama Lazismu dan PMI itu mendapat sambutan antusias dari warga yang telah menunggu lama sebelum truk dan rombongan datang. Bantuan air bersih yang mereka terima bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, minimal dalam beberapa hari kedepan. (Adit)

Adakan Tabligh Akbar dan Serahkan Paket Bantuan Untuk Korban Gempa di Ponpes al-Anshar Maluku Tengah

Muhammadiyah wilayah Maluku yang didukung oleh Lazismu dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) menyelenggarakan kegiatan Tabligh Akbar yang di Pos Koordinasi (Poskor) pengungsi korban gempa Ambon.

Menurut Ketua Pimpinan  Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Drs. Abdul Haji Latua, acara yang dilaksanakan pada ahad, 27 Oktober 2019, diikuti oleh 200 orang jamaah warga lokal dan para pengungsi di pelataran Pondok Pesantren al-Anshar, Liang, Maluku Tengah yang menjadi Poskor MDMC.

Pesantren al-Anshar juga turut rusak berat akibat gempa bumi 6,8 SR beberapa waktu yang lalu ini dibina oleh Ustadz Abu Imam Abdul Rahim Rumbara, Wakil Ketua Majelis Tarjih PWM Maluku.

Pesantran al-Anshar ini dijadikan Pos koordinasi oleh MDMC dan Lazismu guna menangani korban bencana gempa, walau para pengungsi sendiri berada di lokasi pengungsian lain dan tidak di berada pesantren. Abdul Haji Latua menceritakan bahwa di pesantren ini tinggal cucu salah seorang mantan pendeta yang merupakan mualaf yang selama dua tahun belajar membaca al-Qur’an dan belajar mengaji. Hanya dalam 2 tahun ia bisa hafal quran 30 juz menjadi hafiz 30 juz. Selain itu terdapat pula santri mualaf lain yang juga sudah hafal 5 sampai 10 juz al-Qur’an.

Pada acara Tabligh Akbar ini jamaah warga lokal dan para pengungsi dari berbagai tempat diundang hadir sekaligus diberikan paket sembako, termasuk bantuan dari para donatur dan warga Muhammadiyah Jawa Timur.

Abdul Haji Latua menjelaskan bahwa inti materi tausiyah Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadz Abu Imam Abdul Rahim Rumbara mengajak masayarakat muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, melaksanakan ibadah sesuai petunjuk Rasulullah SAW. Adapun gempa yang terjadi menurut adalah peringatan dari Allah agar ummat Islam meningkatkan keimanan dan ibadahnya. Dimungkinkan selama ini umat Islam mengabaikan apa yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya menyebabkam datangnya peringatan Allah (QS. 7:96).

Wakil Ketua Majelis Tarjih PWM Maluku yang juga pimpinan pesantren al-Anshar itu mengingatkan kepada jamaah agar ibadah lebih bernilai, maka ibadah yang dilaksanakan harus sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya. Demikian pula dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, tambah ustadz Abu Imam Abdul Rahim Rumbara harus sesuai dengan tuntunan al-Quran dan as-Sunnah, sebagaimana pesan Nabi SAW, “Aku tinggalkan untukmu dua perkara bila kalian berpegang teguh kepada keduanya maka hidup kalian tidak tersesat untuk selamanya, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah (hadist nabi). (adit)

 

Kota Batu Diserang Puting Beliung, MDMC buka Posko dan Lazismu Kirim bantuan

Serangan angin Puting Beliung terjadi di kecamatan Bumiaji, kota Batu, Ahad 20 Oktober 2019. Angin yang berputar dengan kecepatan tinggi itu menerjang dan merusakkan puluhan rumah warga di desa Sumberbrantas, di kota wisata itu. Seorang warga diberitakan meninggal dunia akibat bencana itu.

Warga desa itu pun mengungsi ke beberapa titik lokasi yang ditunjuk oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Sebagian lagi menumpang ke rumah saudara atau keluarganya.

Beberapa saat setelah kejadian, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kota Batu segera bergerak dengan membuka Posko Bantuan bagi warga pengungsi. Tak berapa lama setelah Posko dibuka, bantuan dari donatur berdatangan. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan kepada para pengungsi di beberapa titik lokasi pengungsian.

Lazismu Jawa Timur pada hari senin, 21 Oktober 2019 juga mengirimkan bantuan yang ditujukan ke Posko MDMC di kantor Lazismu Batu Jl. Diponegoro, kota Batu. Bantuan yang dikirim berupa ransum makanan dalam kaleng seperti rendang dan nasi soto. Selain itu juga dikirimkan perlengkapan berupa masker, obat tetes mata, popok bayi, susu balita dan air minum kemasan.

MT Cahyo, relawan MDMC kota Batu mengatakan, bahwa bantuan logistik yang datang sudah lebih dari cukup. Oleh karena itu MDMC Batu selanjutnya memikirkan recovery bagi warga pengungsi. “Bantuan logistik bagi pengungsi dinyatakan cukup, baik di lokasi pengungsian BPBD maupun lainya. MDMC juga menampung pengungsi di Posko Muhammadiyah, namun saat ini kita sedang memikirkan recovery” kata Cahyo.

“Kami sekarang sedang konsentrasi bagaimana proses recovery-nya. Aksi yang sedang kita rancang adalah kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan rumah warga, Masjid, fasum, PAUD dan memperbaiki rumah warga yang rusak” tambah Cahyo.

Oleh karena itu Cahyo berharap agar bantuan dari donatur bisa mendukung proses recovery rumah warga. “Kami membutuhkan peralatan dan perlengkapan seperti bahan bangunan, sapu, sabun pembersih, alat pertukangan dan lainnya yang bisa digunakan untuk kerja bakti memperbaiki fasum dan rumah warga” pungkasnya. (Adit)

Siapkan Ransum Kemanusiaan Untuk Didistribusikan ke Kawasan Bencana di Tanah Air

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana mutlak diperlukan. Maklumlah tanah air kita termasuk dalam ring of fire atau negeri yang rawan bencana. Kesiapsiagaan meliputi banyak hal seperti mitigasi, edukasi, dan berbagai persiapan lainnya yang diperlukan dalam menghadai terjadinya.

Drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, menggambarkan bahwa kita semua memahami bagaimana suasana genting dan cemas ketika terjadi bencana di suatu daerah. Bagi yang tertimpa bencana tentu menyelamatkan diri adalah jalan terpenting agar selamat dari terjangan bencana.

Bagi Relawan yang ditugaskan ke medan bencana tentu butuh berbagai persiapan dan logistik yang dibawa ke lokasi, baik untuk diberikan kepada korban terdampak maupun untuk bekal dirinya sendiri, lanjut Zainul.

Ketika tiba di lokasi bencana tidak otomatis para Relawan bisa segera mendirikan Dapur Umum (DU) untuk penyediaan makanan karena membutuhkan waktu dan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat. Pilihannya adalah tersedianya makanan siap saji yang praktis dan cepat dikonsumsi.

Oleh karena itu Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur telah mengemas makanan siap saji dalam kaleng yang bisa dikonsumsi segera, sesaat ketika Relawan datang di lokasi bencana.

Makanan kemasan itu berupa nasi soto dan nasi rawon dalam kaleng. Bekerjasama dengan pabrikan makanan olahan dari Probolinggo, makanana dalam kaleng yang bernama Ransum Kemanusiaan itu diproduksi, jelas Zainul.

Kini telah tersedia puluhan ribu kaleng nasi rawon dan nasi soto yang siap didistribusikan ke kawasan bencana untuk diberikan kepada para pengungsi dan warga terdampak.

Hari kamis, tanggal 17 Oktober 2019 makanan dalam kaleng yang dikemas dalam kardus tersebut sudah siap di kantor Lazismu Jawa Jatim Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya. Lazismu Jatim menunggu arahan dari desk OMOR (One Muhammadiyah One Response) ke lokasi bencana mana makanan kaleng tersebut hendak didistribusikan. (adit)