Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Thursday , 19 September 2019
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Setelah Salurkan 20.000 liter, Dengan Dukungan Donatur Lazismu Akan Gerojok lagi 120.000 liter air ke 6 Kecamatan di Bojonegoro

Bersama dengan Asian Moslem Charity Foundation AMCF Lazismu telah bergerak di berbagai daerah di Jawa timur yang kekeringan dan kekurangan air bersih, terutama di Bojonegoro.

Melihat banyaknya kecamatan yang mengalami kekeringan, maka Lazismu Bojonegoro pun turut serta membantu warga untuk menghadapi dan mengatasi bencana kekeringan ini.

Lazismu berencana menyalurkan 120.000 Liter air untuk mengatasi bencana kekeringan selama seminggu ked di 6 kecamatan yang terletak di Bojonegoro.

Musim kemarau yang tak kunjung berakhir makin memperparah keadaan di beberapa kecamatan di kabupaten yang dibelah oleh sungai Bengawan solo itu. Hujan yang belum kunjung turun membuat bencana kekeringan semakin mempengaruhi kondisi kehidupan warga.

Hal ini tentu saja menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air untuk melakukan aktivitas sehari-hari, baik untuk mandi, mencuci, masak dan sebagainya.

Melihat hal itu, maka Lazismu Bojonegoro pun turut serta membantu warga dalam menghadapi bencana kekeringan ini. Lazismu berencana menyalurkan 120.000 Liter air untuk mengatasi bencana kekeringan selama seminggu ked di 6 kecamatan yang terletak di Bojonegoro. Aksi ini bekerja sama dengan AMCF.

Kegiatan pun dimulai hari ini, Senin,16 September 2019 Lazismu menyalurkan 20.000 Liter air di kecamatan Tambak rejo, tepatnya di desa Gamongan. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.

Warga terlihat senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan penyaluran air bersih ini. Seperti yang diungkapkan oleh perwakilan warga pak Jiran bahwa kekeringan tahun ini yang paling parah dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Rochmad selaku Kaur Kesejahteraan rakyat desa Gamongan juga mengungkapkan bahwa selama ini belum ada yang memberikan bantuan air di desanya. Warga akhirnya banyak yang mencari air ke desa-desa tetangga yang jaraknya cukup jauh. “Kami juga berharap agar desa kami dapat bantuan truk tangki agar setiap kekeringan kami mampu mencarikan sumber air dan mempermudah kami untuk menyalurkanya ke masyarakat” harapnya. (Sar)

Mari turut serta membantu saudara kita yang terkena bencana kekeringan di kabupaten Bojonegoro.

Suplai Air Bersih ke Berbagai Desa Terdampak Kekeringan di Magetan

Jawa Timur berstatus “Siaga” terhadap kekeringan atas kemarau panjang tahun ini. Kekurangan air bersih melanda berbagai kawasan. Salah satunya, bencana kekeringan yang terjadi di kabupaten Magetan telah berlangsung beberapa bulan ini.

Setidaknya ada 3 Kecamatan di Kabupaten Magetan yang mengalami kekeringan cukup parah (Data BPBD Magetan : Kecamatan Parang, Lembeyan dan Karas). Di 3 kecamatan yang cukup parah tersebut, banyak dari warga yang harus berjalan hingga 5km untuk mendapatkan air bersih dari sumber yang masih bisa dijangkau.

Bantuan air bersih yang diberikan pihak Pemerintah Daerah belum menjangkau semua daerah terdampak kekeringan yang ada di kabupaten Magetan.

Sehingga pada hari Ahad 8 September 2019, Lazismu Magetan menggandeng komunitas WIN Romawi (komunitas motor Win karisedenan Madiun meliputi ponorogo, Madiun, Magetan dan Ngawi) kembali mendistribusikan bantuan air bersih.

Menurut Nanang, Ketua Lazismu Magetan, sebanyak 2 tangki bantuan air bersih dikirim ke desa Kuwon kecamatan Karas. Kapasitas per tangki sebanyak 7.500 liter air. Pengiriman itu dilakukan mengingat kawasan terdampak kekeringan yang semakin bertambah, setelah pekan sebelumnya Lazismu Magetan juga mendistribusikan air bersih ke desa Trosono kecamatan Parang kabupaten Magetan.

Total hingga hari ini, Lazismu Magetan telah mengirimkan 12 tangki air bersih ke pelosok Magetan. Rencanannya bantuan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga musim penghujan tiba. (Yakub)

Lazismu Bantu Warga Desa Terpencil Guna Atasi Kekurangan Air pada Kemarau Panjang di Bojonegoro

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat resah warga dusun Donggi, desa Ngrandu, kecamatan Kedungadem Bojonegoro. Kedatangan kemarau yang lebih awal membuat debit air terus menipis dan sampai hari ini hujan belum turun dan dirasakan oleh warga di kawasan itu.

Untuk kebutuhan mandi, minum, dan kebutuhan sehari-hari warga harus mencari air di luar desa dengan jarak yang cukup jauh. Bahkan mereka harus rela merogoh kantong guna membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan tahunan telah menjadi ‘sahabat’ yang selalu dirasakan di dusun tersebut. Berbagai upaya sudah ditempuh oleh warga melalui perangkat desa. Bahkan pernah melakukan pengeboran tanah sampai kedalaman 100 meter guna mendapatkan air. Namun air tidak keluar juga dari sumur bor.

Melihat kondisi tersebut Lazismu Bojonegoro segera bergerak. Sebenarnya setiap tahun Lazismu telah memberikan layanan bantuan air bersih ke dusun tersebut.

Menurut Rudy, Amil Lazismu Bojonegoro, bantuan air untuk tahun ini tetap harus dilakukan lagi karena belum ada jalan lain. Maka pada hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2019 Lazismu Bojonegoro menyalurkan air bersih. Sebanyak 3 truk dikerahkan dengan kapasitas tandon air 5.000 dan 2.000 liter.

Kegiatan ini dimulai dilaksanakan pada pukul empat sore hingga berakhir pada pukul satu dini hari. Warga desa pun sangat antusias mengantre guna mendapatkan air bersih sebanyak 2-3 ember per keluarga.

Priyanto, wakil dari warga masyarakat mengucapkan terimakasih atas bantuan air dari Lazismu. Ungkapan spontan dari warga yang paling berkesan kali ini adalah, “Aku mampeh mas” (ungkapan kepuasan yang luar biasa dalam bahasa lokal). Wajar saja, karena biasanya warga cuma mendapat 1 tangki air bersih, kini bisa dapat 2 tangki.

Rudy selaku Amil mengajak semua lapisan masyarakat yang mampu untuk berbagi bersama Lazismu dengan menyalurkan Zakat Infaq dan Shadaqah guna membantu warga mengatasi kekurangan air bersih di berbagai kawasan terpencil di kabupaten Bojonegoro tersebut. “Bantuan dari kita sebesar apapun akan sangat berguna dan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan” katanya. (Adit/Sart)

Siap Sediakan Ransum Makanan Dalam Kaleng Untuk Tanggap Bencana

“Hadjatnya P.K.O itoe akan menolong kesengsaraan dengan memakai azas agama Islam dengan segala orang, tidak dengan membelah bangsa dan agamanja.” (KH. Ahmad Dahlan)

Terbayang bagaimana kecemasan dan suasana genting ketika terjadi bencana di suatu daerah. Bagi yang tertimpa bencana tentu menyelamatkan diri adalah jalan terpenting agar selamat dari terjangan bencana.

Bagi Relawan yang ditugaskan ke medan bencana tentu butuh berbagai persiapan dan logistik yang dibawa ke lokasi, baik untuk diberikan kepada korban terdampak maupun untuk bekal dirinya sendiri.

Ketika tiba di lokasi bencana tidak serta merta Relawan langsung bisa mendirikan Dapur Umum untuk penyediaan makanan karena membutuhkan waktu dan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat. Pilihannya adalah tersedianya makanan siap saji yang praktis dan cepat dikonsumsi.

Menyadari hal itu Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur akan mengemas makanan siap saji dalam kaleng yang bisa dikonsumsi tepat ketika datang di lokasi bencana. Rencana tersebut diungkapkan drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jatim, dalam sesi materi “One Muhammadiyah One Response (OMOR)” Pelatihan Gabungan Relawan MDMC se-Jatim pada 24 Agustus 2019 lalu di Gresik.

Makanan yang dikemas dalam kaleng tersebut adalah ransum berupa nasi plus lauknya dengan berat 200-300 gram per kaleng. Tersedia ransum nasi rawon, nasi soto, nasi gule dan sebagainya. Ketika akan disantap cukup dipanaskan diatas api lalu dibuka tutup kalengnya dan langsung bisa dimakan secara hangat.

Selama ini sudah tersedia rendang dan kornet produk qurban dalam kemasan kaleng yang siap didistribusikan kepada penerima manfaat di kawasan bencana. Namun makanan itu hanya be-rupa lauk dan masih perlu ditambah nasi sebagai makanan pokok. Tentu hal itu me-merlukan waktu tersendiri untuk mema-sak nasi mengingat kegentingan dan kegawatdaruratan ketika terjadi bencana.

Nah, dengan adanya ransum makanan dalam kaleng ini membuat tugas Relawan menjadi ringan ketika masa-masa awal tanggap bencana, sebelum mendirikan posko Dapur Umum. Ketika tiba di lokasi, Relawan bisa membagikan ransum ini kepada para korban dan juga untuk dikonsumsi sendiri. Sangat praktis dan mudah dibawa.

Untuk pengadaan ransum makanan dalam kaleng tersebut Lazismu Jatim akan menggandeng PT SJAP Probolinggo sebagai produsen makanan olehan. Kerjasama yang telah terjalin selama ini menjadikan PT. SJAP sebagai mitra utama bagi Lazismu Jatim untuk mengolah makanan dalam kemasan yang akan didistribusikan ke kawasan bencana.

Pendanaan program pengadaan ransum makanan ini akan dialokasikan dari dana cadangan kebencanaan yang ada di Lazismu Jatim. (Adit)

Adakan Latgab, MDMC Jatim Ingin Membangun Korps Relawan Penanggulangan Bencana Yang Tangguh

 

Selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 23 hingga 25 Agustus 2019, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur atau yang lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengadakan “Latihan Gabungan (LATGAB) Penanggulangan Bencana se-Jawa Timur”. Acara perkaderan bagi calon Relawan baru ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu Jawa Timur sebagai mitra utama MDMC.

Latgab tersebut diadakan di kampus Universitas Muhammadiyah Gresik, Jl. Sumatera GKB. Sebanyak 246 peserta, terdiri dari utusan MDMC Daerah se-Jatim dan Disaster Medical Clinic (DMC) jaringan RS Muhammadiyah / Aisyiyah se-Jatim mengikuti Latgab ini.

Menurut Kang Rofi’i, sapaan akrab Ketua MLHPB/MDMC Jawa Timur, Latihan Gabungan ini diadakan dengan maksud untuk membentuk satuan tugas Relawan yang tangguh di bidang penanggulangan bencana. MLHPB / MDMC Jatim hingga saat ini sering menerjunkan para Relawan untuk penugasan ke kawasan bencana dan terdampak bencana, seperti di Yogya, Bima, Lombok, Palu, Selat Sunda dan beberapa daerah di tanah air. Oleh karena itu ketersediaan personil Relawan yang tanggap dan tangguh bencana mutlak diperlukan.

Materi yang disampaikan meliputi Fikih Kebencanaan, Seminar “One Muhammadiyah One Respone”, Mekanisme Respon Bencana, Psikososial, Management Pusat Koordinasi (Puskor), Medis Darurat Bencana, Water Rescue, Geladi dan Simulasi Penangangan Bencana. Acara juga dimarakkan oleh pagelaran Wayang Suluh oleh Budi Setiawan, Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga sebagai instruktur utama Latgab.

“Insya Allah dengan Latgab ini kami ingin membentuk satuan Korps Relawan MDMC se-Jatim sigap dan tanggap ketika menghadapi bencana, jika sewaktu-waktu terjadi di daerahnya masing-masing, dan juga selalu siap diterjunkan ke kawasan bencana di daerah lain di tanah air, kapan pun” pungkas Kang Rofi’i dengan penuh optimis. (Adit).

Lazismu Suplai Air Bersih ke Kawasan Terpencil di Kabupaten Lumajang

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) bersama Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) berkesempatan mendistribusikan air bersih ke beberapa kawasan desa yang dilanda kekeringan air di Kabupaten Lumajang (20/08/19).

Menurut Kuswantoro, Amil Lazismu Kabupaten Lumajang, kali ini dusun Sido Makmur dan desa Dadapan di kecamatan Gucialit yang terdampak kekeringan menjadi sasaran pendistribusian air bersih. Tim Lazismu datang dengan sebuah truk tanki berisi 5.000 liter air bersih.

Warga desa semenjak pagi hari sudah menunggu kedatangan truk tanki berisi air bersih di pelataran dusun. Puluhan warga yang kebanyakan adalah ibu-ibu dengan sabar mengantre guna mendapatkan seember dua ember air bersih.

Guna mempercepat pendistribusian, oleh kepala dusun air bersih dialirkan dari truk tanki menuju ke bak penampungan yang telah disediakan. Selanjutnya warga pun mengambil air dari penampungan guna memenuhi ember yang dibawanya dari rumah.

Lazismu Kabupaten Lumajang dalam sepekan ini gencar menghimpun donasi dari masyarakat guna memberikan bantuan air bersih bagi warga yang kekurangan, terutama di kawasan desa krisis air dan lokasinya terpencil di pelosok kabupaten. Penghimpunan donasi untuk air bersih ini terus dilakukan oleh Lazismu pada musim kemarau sepanjang tahun ini.

“Semoga kami bisa terus memberikan bantuan kepada warga yang tinggal di desa-desa yang terlanda kekeringan. Ini juga dalam upaya membantu pemerintah setempat guna memenuhi kebutuhan warga akan air bersih. Alhamdulillah, berkat dukungan dari para donatur dan masyarakat luas kami bisa mengirimkan air bersih bagi warga di beberapa kawasan,” tambah Kuswantoro.

Selain itu Lazismu juga akan menyasar ke Kecamatan Klakah dan Kedung Jajang. “Kita akan kirim lima truk tanki ke lima dusun dan tiga desa di kedua Kecamatan itu. Juga kecamatan lainnya secara bergantian” pungkas Kuswantoro. (adit)

Klik DAFTAR PENERIMA MANFAAT BANTUAN AIR BERSIH di Kabupaten Lumajang

MARI BANTU DONASI AIR BERSIH UNTUK KAWASAN TERPENCIL DI LUMAJANG

Transfer ke rekening….

INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
  • BSM = Bank Syariah Mandiri
  • BMI = Bank Muamalat Indonesia

Lazismu Serahkan Bantuan Untuk Bu Maidah Yang Rumahnya Terbakar Habis di Dukun, Gresik

Hari ini, Lazismu kabupaten Gresik menyerahkan bantuan kebutuhan hidup untuk bu Maidah dan bibinya, yang beberapa hari lalu tertimpa musibah kebakaran.

Sebagaimana diberitakan oleh PWMU.co bahwa pada hari Ahad (18/08/2019), kabar memilukan itu datang dari RT 07 RW02 Sekargadung, Dukun, Gresik. Sekitar pukul 02.15 api berkobar melalap dua rumah. Milik Akhsanul Ahmaidah (36) dan Mu’asaroh, bibinya.

Maidah, panggilan Akhsanul Ahmaidah, dan dua anaknya selamat. Begitujuga bibinya. Tapi ayahnya, Sidekan (76), meninggal dunia. Dua rumah itu hancur, hangus rata dengan tanah.

Di rumah itu, janda dua anak ini hidup bersama anaknya, Alfiyah Novalia Rafifa yang masih TK dan Sigit Ardian Batistuta, kelas 5 MI, ayahnya, Sidekan (76).

Kepala Kantor Layanan Lazismu Dukun Muflihun menjelaskan, sebagai informasi awalnya keluarga ini menyalakan obat nyamuk bakar berdekatan dengan kelambu. Tanpa disadari api menyambar kelambu, kasur, lalu merambat seisi rumah. Mobil Pemadam Kebakaran pun datang pada pukul 03.15 WIB guna memadamkan api yang melalap habis rumah bu Maidah.

Bantuan yang diserahkan hari ini berupa sembako dan pakaian untuk hidup sehari-hari. Bantuan itu diserahkan oleh Tim Lazismu sambil menunggu persiapan pembangunan rumahnya kembali. Turut hadir menyerahkan jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Polsek Dukun, beserta pemerintah Desa Sekargadung, Selasa (20/08/2019). (Ad).

Muhammadiyah Lakukan Aktivasi Pos Pelayanan untuk Halmahera Selatan

Gempa berkekuatan 7.2 SR yang melanda Maluku Utara pada Ahad 14/7/2019) mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sementara itu, 2000 warga mengungsi di 14 titik pengungsian.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lokasi dengan pengungsi terbanyak ada di Kecamatan Bacan Selatan dengan jumlah penyintas sekitar 1000 orang. Sampai saat ini, para penyintas tengah ditangani oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait. Kondisi ini langsung dinyatakan sebagai masa tanggap darurat oleh Pemkab Halmahera terhitung mulai 15 – 21 Juli 2019.

Jumlah penyintas di titik tersebut mencapai 1.000 orang. Sementara itu, para korban telah mendapatkan penanganan darurat dari pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung dari 15 – 21 Juli 2019.

Catatan lain yang disampaikan BNPB, melalui Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dampak gempa yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan bangunan lainnya meliputi rusaknya rumah sebanyak 20 unit di Desa Ranga-rangga, Kecamatan Gane Timur,

Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat sejumlah 28 unit, dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara 6 unit.

Menurutnya ketiga desa tersebut berada di Kabupaten Halmahera Selatan. Adapun kerusakan rumah lainnya di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Halmahera Tengah sebanyak 5 unit, serta 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa mengalami kerusakan.

Dalam kesempatan itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam rapat koordinasinya (15/7/2019), seperti diungkapkan Indrayanto, melakukan respons yang berkolaborasi dengan lembaga amil zakat nasional, yakni Lazismu. Indra mengatakan, MDMC melakukan koordinasi dengan Pimpinan Muhammadiyah di tingkat provinsi Maluku Utara untuk menggalang bantuan.

Selain itu, lanjut Indra, menyiapkan relawan Indonesia Siaga, serta mendirikan Pos Koordinasi (Poskor) di Kantor PWM Maluku Utara, yang berlokasi di Jl. Delima No.75, Kelurahan Toboko, Kota Ternate.

“MDMC bersama Lazismu ditingkat nasional menyiapkan dukungan penggalangan dana untuk melaksanakan upaya penanganan darurat bencana gempa Halmahera yang terjadi pada pukul 16.10 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer membutuhkan waktu respon 1 bulan dari 16 Juli – 16 Agustus 2019.” ungkapnya.

Di samping itu, MDMC Pusat menyiapkan tim asistensi untuk mendukung penanganan darurat dan MDMC Maluku Utara mengirimkan 4 personil ke Halmahera dari Ternate untuk membantu MDMC Halmahera melakukan aktivasi Pos Pelayanan dan kaji kebutuhan dengan 4 jenis pos layanan yang terdiri dari layanan kesehatan, logistik makanan, hunian dan air bersih dan lokasi pos pelayanan masih proses assessment.

Sedangkan penggalangan bantuan terus dilakukan MDMC – Lazismu dengan menurunkan tim medis pendukung dari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan untuk layanan kesehatan yang didukung kesiapan layanan lainnya oleh tim One Muhammadiyah One Respons atau OMOR. (na)

AKSI MUHAMMADIYAH (LAZISMU & MDMC) BENTUK POS PELAYANAN

Sebagaimana dilaporkan oleh situs MUHAMMADIYAH.ID, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disater Management Center (MDMC) bekerja sama dengan Lazismu mengaktivasi pos pelayanan di 4 desa di Halmahera Selatan. Pada Rabu (24/07) MDMC Maluku Utara bersama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara, Lazismu Maluku Utara dan tim asistensi MDMC PP Muhammadiyah telah mengadakan pertemuan untuk merumuskan penanganan apa saja yang akan dilakukan setelah proses asesmen.

Koordinator Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TDRR) Indrayanto memaparkan kondisi masyarakat terkini bahwa masih ada sebagian warga yang tinggal di tenda pengungsian dikarenakan khawatir akan terjadi gempa susulan dan isu tsunami.

 “Masyarakat belum beraktivitas sepenuhnya seperti biasa,” jelas Indra seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Jum’at (26/7). Ketua TDRR tersebut juga menjelaskan bahwa kebutuhan warga terdampak saat ini adalah hunian sementara, kebutuhan dasar kesehatan, makanan, selimut dan alas tidur.

Pertemuan yang telah dilaksanakan pada 24 Juli itu merumuskan beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Untuk kegiatan yang telah dilaksanakan adalah asesment di 4 desa, antara lain desa Tawa, Pasipalele, Lemo lemo dan Awis di kecamatan Gane Barat Selatan, pos pelayanan diputuskan didirikan di 4 desa tersebut, tim Medis Jawa Timur  (RSML) juga telah beroperasi melakukan pelayanan kesehatan dan pendataan warga dari tanggal 19 Juli sampai dengan 26 Juli 2019.

Selain itu, tim Kapal Apung Said Tuhulele akan merapat ke Saketa pada Jumat (26/07) dan bergabung menjalankan misi dukungan transportasi laut untuk distribusi bantuan dan layanan kesehatan, menyusun ulang kebutuhan anggaran, menyepakati bersama untuk menggerakkan sumber daya Muhammadiyah Maluku Utara dengan One Muhammadiyah One Response (OMOR), melibatkan RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara untuk mengirimkan perawat dan bidan yang akan ditempatkan selama 7 hari dengan jumlah personil 4 bidan dan 4 perawat, serta menghidupkan kembali LazisMu Maluku Utara dengan membuka rekening donasi Halmahera Selatan dan mengelolanya.

Adapun sumber daya manusia yang akan dikerahkan berasal dari IMM Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), DMC UMMU, MDMC Halmahera Selatan, MDMC Ternate, RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara, MDMC Maluku Utara, LazisMu Maluku Utara dan Tim Medis Muhammadiyah Jawa Timur – RSM Lamongan.

Indrayanto juga menerangkan bahwa MDMC dalam masa tanggap darurat ini telah merancang beberapa program yang akan dilaksanakan disana. “Kegiatan MDMC dilakukan selama 1 bulan dimulai dari 16 Juli 2019 sampai dengan 18 Agustus 2019.” imbuhnya. Program tersebut diantaranya, penataan Poskoor (pos koordinasi) dan aktivasi pos pelayanan, pemenuhan logistik, pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan dan pembuatan hunian sementara dengan jumlah relawan yang sudah diterjunkan sebanyak 29 orang.

Dengan pembagian rancangan program di 4 desa antara lain, Lemo-lemo berupa logistik dan kesehatan, Tawa berupa logistik, kesehatan, psikososial dan hunian sementara, Pasilele berupa logistik dan  kesehatan, dan  Awis berupa logistik, kesehatan dan psikososial. (Azza).

REKENING KEMANUSIAAN LAZISMU

  • Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim

Beberapa Desa di Pacitan Dilanda Kekeringan Lazismu Kirim Air Bersih

Memasuki musim kemarau sejumah daerah di Jawa Timur dilanda kekeringan dan kekurangan air. Salah satunya adalah kabupaten Pacitan, daerah paling barat selatan provinsi Jawa Timur.

Beberapa desa dilanda di Pacitan kekurangan air. Sementara suangai dan sumur sudah semakin minim debit airnya. Penduduk pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, apalagi untuk keperluan MCK.

Menyadari hal itu Lazismu kabupaten Pacitan segera bertindak dengan melakukan pengiriman bantuan air bersih. Menurut Muh. Isa Anshori, Ketua Lazismu Pacitan, Pengiriman air bersih dilaksanakan di kecamatan Sudimoro, wilayah yang beberapa waktu lalu terpapar kondisi luar biasa hepatitis A dan dilanda kekeringan yang parah (11/07/19).

Demikian pula untuk desa lainnya, air bersih dikirimkan oleh Lazismu Pacitan untuk penduduk di kecamatan Donorojo (16/07/19). Desa-desa lainnya akan menyusul setelah ada pemintaan dan disurvei secara seksama.

Isa berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh penduduk untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak terlebih dahulu, karena sangat mendesak. Semoga kekeringan ini dapat berakhir dengan ada solusi terutama dari Pemerintah, harap Isa.

Bagi yang ingin berdonasi untuk ketersediaan air bersih di kawasan terpencil di Pacitan dapat menyumbang melalui Lazismu, yang beralamat di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Cokroaminoto 15 Pacitan. Atau berinfaq melalui rekening :

INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 27 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pacitan
BMI 76640 2 27 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pacitan
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 27 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pacitan
BMI 76650 3 27 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pacitan

Keterangan : BSM = Bank Syariah Mandiri dan BMI = Bank Muamalat Indonesia. (Adit)

 

Partisipasi MDMC Jatim pada DESTANA BNPB 2019 di Kawasan Selatan Pulau Jawa

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung penuh oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi mengikuti kegiatan Aksi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Semarak Ekspedisi DESTANA (Desa Tangguh Bencana) TSUNAMI di kawasan selatan provinsi Jawa Timur.

Menurut M. Rofi’i Ketua MDMC Jatim, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 23 Juli 2019, di desa-desa yang menjadi sasaran mulai dari Banyuwangi, Jember, Lumajang,Malang, Blitar, Tulungagung Trenggalek dan Pacitan. MDMC Jatim. Selain BNPB Pusat dan lembaga relawan kebencanaan nasional juga melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten serta semua pihak terkait di daerah yang menjadi rute aksi.

Kegiatan yang merupakan program nasional BNPB ini bertujuan untuk menginformasikan potensi ancaman gempa bumi dan tsunami kepada aparat dan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.(Tsunami) di Selatan pulau Jawa. Selain itu BNPB dan lembaga relawan kebencanaan yang turut serta juga melakukan identifikasi awal ketangguhan desa rawan Tsunami. Namun yang paling penting adalah melakukan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, termasuk penanaman vegetasi pelindung pantai.

Target spesifik dari aksi tersebut adalah desa atau kelurahan yang berada di daerah rawan Tsunami di kawasan Selatan pulau Jawa yakni sebanyak 584 desa termasuk 300 sekolah.

Aktifitas selama Aksi Semarak Desatan adalah penguatan aparatur desa terkait kesiapsiagaan bencana, relawan goes to school, penilaian ketangguhan desa, penanaman vegetasi pelindung pantai dan penempatan papan informasi bencana, api unggun dan panggung ekspedisi.

MDMC Jatim mengikutsertakan Ketuanya M. Rofii dan Relawan Senior Priyo A. Sancoyo. Ikut serta pula Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan dalam aksi tersebut. Selain itu MDMC Jatim juga melibatkan para Relawan MDMC daerah yang dilewati Aksi Destana itu.

Rofi’i berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat serta semua pihak akan bencana Tsunami yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Setelah Jawa Timur BNPB juga akan melanjutkan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten hingga 17 Agustus 2019 mendatang. (adit)