Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan (page 10)

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Kornetmu dan Rendangmu Memang Disiapkan Untuk Menghadapi Bencana Alam dan Masa Tanggap Darurat

Kornetmu dan Rendangmu yang merupakan produk program Qurban Berkemajuan Lazismu wilayah Jawa Timur memang disiapkan untuk kondisi darurat dan bersifat jangka panjang. Pada bencana banjir bandang di Singojuruh Banyuwangi kali ini kornetmu dan rendangmu hadir bersama paket bantuan lainnya didistribusikan kepada warga terdampak. Tujuannya agar warga tersebut tidak kekurangan pangan mengingat dalam kondisi darurat kurang sempat memikirkan persediaan bahan pangan.

Kornetmu dan Rendangmu adalah produk Program Nusantara Berqurban Untuk Indonesia Berkemajuan (NBIB) Lazismu Jawa Timur taun 2017M/1438 H lalu. Daging Qurban yang dikemas dalam bentuk kornet dan rendang diharapkan mampu menjadi alternatif bagi ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Kebanyakan hewan Qurban yang disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha dagingnya melimpah dan pendistribusiannya cenderung kurang merata.

Di kota-kota besar banyak warga yang menerima daging qurban berlebih dari beberapa Masjid atau instansi yang menyelenggarakan Qurban. Sementara itu daging yang mereka terima tidak habis dikonsumsi pada momen itu. Sisanya disimpan di dalam lemari pendingin, bahkan untuk waktu yang agak lama. Di lain tempat, masih banyak masyarakat yang tidak kebagian daging qurban karena di kawasan tersebut orang berqurban tidak banyak.

Lazismu secara Nasional khususnya wilayah Jawa Timur pada tahun lalu mulai menyisihkan sebagian daging Qurban untuk dijadikan kornet dan rendang sebagai persediaan bahan pangan di kemudian hari, mengingat makanan dalam kaleng tersebut dapat bertahan hingga 2 tahun. Proses pengkornetan dan perendangan dilakukan bekerjasama dengan pabrik makanan kemasan kaleng.

Produksi kornet dan rendang yang sudah jadi pada telah didistribusikan ke berbagai kantor Lazismu Daerah dan Unit Amal Usaha Muhammadiyah (PAYM-RSM) se-Jawa Timur yang berkontribusi. Pendistribusian itu dimaksudkan agar kornet dan rendang bisa dibagikan kepada masyarakat dhuafa, ustadz, santri dan anak yatim dalam kegiatan Aksi Sosial di kawasan 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertnggal). Sebagian lagi didistribusikan ke kawasan rawan dan terdampak bencana alam serta kemanusiaan, seperti bencana banjir bandang di Pacitan akhir tahun lalu.

Untuk tahun ini Lazismu berencana meningkatkan kuantitas produksi kornet dan rendang agar cadangan bahan pangan itu tersedia cukup untuk kebutuhan yang memakan waktu agak panjang di masa mendatang. (Adit).

MDMC-Lazismu Distribusikan Bantuan Plus Kornetmu dan Rendangmu Kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di Singojuruh Banyuwangi

Posko Muhammadiyah (MDMC-Lazismu) di Singojuruh Banyuwangi pada H+2 pasca bencana (24/06/2018) mulai mendistribusikan bantuan sembako dan air minum kepada warga yang terdampak banjir bandang. Selain sembako (beras, mie instan dan air minum) juga diberikan Kornetmu dan Rendangmu yang merupakan produk makanan daging olahan dalam kemasan hasil program Qurban Berkemajuan Lazismu Jawa Timur tahun lalu.

Ust. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, menyatakan bahwa Kornetmu dan Rendangmu adalah produk program Qurban Lazismu yang ditujukan untuk persediaan cadangan makanan bagi korban bencana alam. Pada bencana di Pacitan tahun lalu, Lazismu juga telah mengirimkan kornet dan rendang tersebut bagi warga yang terdampak bencana.

Menurut ust. Zainul bantuan yang datang ke Posko Muhammadiyah terus mengalir dan diperkirakan akan mencukupi untuk persediaan selama masa tanggap darurat. Paket bantuan yang telah disiapkan itu diserahkan kepada warga terdampak baik secara perorangan atau melalui koordinator atau perwakilan RT/RW setempat. Sebanyak 325 KK / rumah warga terdampak telah disiapkan paket bantuan yang dihimpun melalui Posko Muhammadiyah.

Selain itu Posko Muhammadiyah juga berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait, serta RT/RW guna memperlancar pendistribusian paket bantuan kepada warga. Seluruh warga terdampak diupayakan mendapat bantuan secara cukup dan merata.

Saat ini, lanjut ust. Zainul, sudah mulai dipikirkan langkah rehabilitasi pasca masa tanggap darurat. Langkah rehabilitasi yang direncanakan meliputi aspek kesehatan, psikologi, pendidikan serta perbaikan sarana dan prasarana warga dan lingkungan. Oleh karena itu Lazismu bersama MDMC terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, pungkas ust. Zainul. (Adit).

Relawan MDMC-Lazismu Beraksi Bersama Bersihkan Lumpur Pada Rumah dan Fasilitas Warga Terdampak Banjir Bandang di Singojuruh Banyuwangi

Ahad, 24 Juni 2018, 2 hari pasca banjir bandang dan longsor yang melanda Singonjuruh Banyuwangi, tim relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), Lazismu dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) dari berbagai daerah dengan koordinasi dari Pimpinan MDMC-Lazismu wilayah Jawa Timur segera bergerak dan beraksi bersama membantu warga terdampak. Langkah yang dilakukan pada hari ahad ini ada pekerjaan pembersihan rumah dan fasilitas umum warga dari lumpur, sampah dan kotoran serta pengurukan jalan desa.

Sebelum dilakukan aksi, para relawan apel bersama terlebih dahulu di Posko Muhammadiyah di desa Alas Malang. Dalam apel tersebut para relawan diberikan petunjuk dan arahan tentang pekerjaan yang akan dilakukan serta pembagian tugas. Setelah itu para relawan disebar ke berbagai titik dengan misi melaksanakan tugas yang dimaksud. Mereka juga terjun ke rumah-rumah penduduk dan masjid/musholla guna membersihkan lumpur dan kotoran akibat banjir bandang dan longsor.

Walau potensi banjir susulan selalu mengancam, para Relawan akan tetap disebar ke berbagai desa dan mendampingi warga terdampak untuk membersihkan rumah, masjid/musholla dan lingkungan sekitar. Tentu jika resiko banjir dan longsor susulan itu terjadi, hal itu akan diantisipasi oleh para relawan, tentu dengan berkoordinasi dengan BPBD dan instansi pemerintah setempat.

Pekerjaan yang mendesak saat ini adalah pengurukan jalan desa dan pembersihan lumpur akibat banjir dan longsor. Bersama dengan tim relawan dari organisasi, lembaga atau instansi lain, tim MDMC-LAZISMU-AMM akan bahu membahu bekerjasama membersihkan lingkungan yang terdampak. (Adit).

 

Koordinator Personil yang terlibat:
1. Ghifar Alfarizi (MDMC Jember)
2. Andika Gayuh (MDMC Jember)
3. Siswanto (KOKAM SAR)
4. Sunandar (KOKAM SAR)
5. Ahmad Zulkarnain (KOKAM SAR)
6. Micka Sholehatul M (MDMC JEMBER)

Unsur-unsur yang Terlibat :

  • Lazismu Jatim
  • PDM Banyuwangi
  • MDMC Banyuwangi
  • Kokam SAR Banyuwangi
  • Kokam SAR Bondowoso
  • Lazismu Lumajang
  • PCM Singojuruh
  • PCM Rogojampi
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Aisyiyah

Peralatan dan perlengkapan yang dibawa :
1. Genset (1)
2. Senso (1)
3. HT (5)
4. Charger HT (2)
5. Timba (10)
6. Cangkul (5)
7. Skop (5)
8. Jerigen (1)
9. Wibing (1)
10. Sarung Tangan (5)
11. Rompi (5)
12. Kompor (1)
13. LPG (1)
14. Pelampung (4)
15. Helm (4)
16. Terpal (1)
17. Mobil (2)

Lazismu-MDMC Siapkan Dapur Umum dan Terjunkan Relawan Untuk Bersih-bersih Rumah Penduduk Terdampak Banjir Bandang di Singojuruh Banyuwangi

Sebagai respon atas terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di Singonjuruh, Banyuwangi, Lazismu dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) wilayah Jatim dan Daerah Banyuwangi telah membuka Posko Bantuan. Keberadaan Posko di Banyuwangi ini untuk keperluan bantuan jangka panjang sebagaimana Posko Bencana di Pacitan beberapa bulan lalu.

Saat ini telah didatangkan puluhan relawan MDMC dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) dari Jember, Bondowoso dan kota Banyuwangi. Para Relawan ini akan bertugas selama sepekan memberikan bantuan distribusi logistik, dapur umum, permakanan dan layanan kebersihan dan pembenahan lingkungan. Mereka juga terjun ke rumah-rumah penduduk dan masjid/musholla guna membersihkan lumpur dan kotoran akibat banjir bandang dan longsor.

Walau potensi banjir susulan selalu mengancam, para Relawan akan tetap disebar ke berbagai desa dan mendampingi warga terdampak untuk membersihkan rumah, masjid/musholla dan lingkungan sekitar. Tentu jika resiko banjir dan longsor susulan itu terjadi, hal itu akan diantisipasi oleh para relawan, tentu dengan berkoordinasi dengan BPBD dan instansi pemerintah setempat.

Pekerjaan yang mendesak saat ini adalah pengurukan jalan desa dan pembersihan lumpur akibat banjir dan longsor. Bersama dengan tim relawan dari organisasi, lembaga atau instansi lain, tim MDMC-LAZISMU-AMM akan bahu membahu bekerjasama membersihkan lingkungan yang terdampak.

Sementara itu bantuan logistik mulai berdatangan, diantaranya sembako, air, alat kesehatan dan berbagai perlengakapan dan peralatan kebersihan. Ratusan dos air minum pun juga telah siap di Posko.

Lazismu wilayah Jawa Timur juga telah membawa 1.000 kaleng kornet-mu dan rendang-mu yang merupakan produk dari Qurban Berkemajuan Lazismu. Kornet dan rendang tersebut akan dibagikan kepada 500 warga terdampak bencana banjir bandang di berbagai desa di Singonjuruh Banyuwangi.

1 unit Ambulan Lazismu Jatim dan juga dari RS Muhammadiyah telah disiagakan di lokasi guna mengantisipasi jika ada pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit. Sementara itu dilakukan koordinasi dengan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah, khususnya yang adaa di kawasan timur Jawa Timur, guna membuka Posko Layanan Kesehatan dan bantuan medis kepada warga terdampak. (Adit).

Banyuwangi Diterjang Banjir Bandang, Lazismu dan MDMC Dirikan Posko Bantuan

Hujan deras yang turun di lereng Gunung Raung, terutama di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur sejak hari Kamis 21 Juni 2018 pukul 21.00 WIB hingga Jumat (22/6/2018) pagi menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor disertai tumbangnya pohon-pohon di hutan di lereng Gunung Raung.

BNPB melaporkan bahwa hujan deras tersebut menyebabkan material longsor dan kayu gelondongan menyumbat sungai dan aliran permukaan. Sehingga, saat hujan terus berlangsung mengakibatkan terjadinya banjir bandang di sepanjang Sungai Badeng, Sungai Binau, dan Sungai Kumbo.

Sejumlah kecamatan yang dilewati Sungai Badeng, yakni Kecamatan Songgon, Singojuruh, Rogojampi dan Blimbingsari sebenarnya terdampak dari banjir bandang tersebut, namun kondisi yang paling parah dan menerjang permukiman warga berada di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, sehingga kami fokus di sini dulu.

Berdasarkan data BPBD Banyuwangi, 328 rumah rusak akibat banjir bandang dengan rincian 23 unit rusak berat (dua di antaranya tersapu banjir bandang), 80 unit rusak sedang, yakni terendam lumpur 20 cm hingga 1,2 meter, dan 225 unit rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.

Desa yang paling berdampak banjir adalah Alasmalang, terutama di :
1. dusun Garit,
2. dusun Bangunrejo.
3. dusun karangasem.
4. dusun wonorekso.

Menurut Dr. Mukhlis Lahuddin, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi yang diperlukan saat ini adalah tenaga relawan untuk membantu membersihkan lumpur di empat dusun tersebut.

Oleh karena itu berdasarkan survey lapangan PDM bersama MDMC Kab. Banyuwangi mengintruksikan kepada PCM, PCA, Angkatan Muda Muhammadiyah (Pemuda, IPM, HW, TS, NA, IMM) beserta relawan warga Muhammadiyah untuk bersama dan kerjasama membantu warga yang terkena banjir lumpur tersebut.

Catatan:
1. Posko PDM, PCM, MDMC dan AMM ditempatkan di rumah pak Harsono (PCM Singojuruh).
2. Bantuan berupa natura harus satu pintu yakni Dapur Umum.
3. Relawan MDMC Jember dan MDMC Jawa Timur akan hadir membantu korban,
4. Bantuan berupa uang akan dikoordinir oleh Lazismu dan diserahkan ke PDM Banyuwangi yang selanjutnya akan disalurkan pasca banjir.

Lazismu Jawa Timur saat ini telah membentuk gugus tugas yang akan mengkoordinir bantuan dari berbagai kantor Daerah Lazismu se-Jatim. Sementara Relawan dari MDMC Jember dan Bondowoso juga sudah bergerak ke lokasi.

Bantuan dari masyarakat bisa ditransfer ke rekening Lazismu :

  • No. 7665 030 000 000 000 Bank Mu’amalat a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • No. 9939 830 000 000 000 Bank Syariah Mandiri a/n Humanity LAZISMU Jatim

Bantuan berbentuk barang terutama sembako dan alat kesehatan bisa melalui kantor Lazismu Daerah se Jawa Timur. (Adit).

Lazismu Taiwan Tembus Gaza Palestina di Tengah Krisis Bahan Pangan dan Penerangan

Palestina — Di tengah krisis bahan makanan yang melanda wilayah Jalur Gaza, LazisMu Taiwan sebagai badan filantropi dan amal dibawah komando Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Taiwan menyalurkan paket bantuan berbuka puasa bagi masyarakat di wilayah Bait Lahiya, Gaza Utara. Paket bantuan ini berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia yang bermukim di Taiwan dibawah program Sedekah Ramadhan untuk Gaza.

Dihubungi secara terpisah, Koordinator Program Sedekah Ramadhan LazisMu Taiwan, Masqiyamah, mengatakan bahwa program ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2014. Dan tahun ini merupakan tahun keempat LazisMu Taiwan berusaha untuk terus mendukung dan membantu masyarakat muslim di Gaza yang sedang mengalami krisis akibat blokade Israel. “Ramadhan di Gaza penuh dengan ketidakpastian, karena minimnya stok bahan makanan serta tidak adanya listrik untuk penerangan”, ungkap Masqiyamah. Di tahun ini, LazisMu Taiwan menyalurkan paket berbuka puasa bagi 40 keluarga di Gaza.

Program sedekah Ramadhan untuk Gaza ini sudah dimulai sejak sebelum Ramadhan, dan akan terus dibuka hingga menjelang idul fitri. Menurut Ketua LazisMu Taiwan, Lalu Irham menyebutkan bahwa harapannya bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat Gaza. “Muhammadiyah Taiwan melalui LazisMu Taiwan akan selalu berusaha untuk istiqomah membantu masyarakat Gaza melalui program-program kemanusiaannya, tidak terbatas pada saat Ramadhan saja” Tanda mahasiswa S3 di Taipei Medical University ini.

Pada tahun 2014-2015, Muhammadiyah Taiwan menyalurkan bantuan sebanyak 30 juta rupiah melalui LazisMu PP Muhammadiyah yang diteruskan ke Kedubes Palestina. Dan pada tahun 2018 ini, Muhammadiyah Taiwan berhasil menyalurkannya langsung melalui tim kemanusiaan Palestina yang saat ini berada di jalur Gaza.

Menurut Ahmad Syauqi dalam pemaparannya pada tim LazisMu Taiwan, kerja-kerja kemanusiaan Muhammadiyah adalah kerja yang sepi dari popularitas. Namun kerja-kerja kemanusiaan Muhammadiyah selalu diilhami oleh pandangan kosmopolitan yang melampaui batas negara dan bangsa untuk senantiasa membantu manusia. “Melalui Muhammadiyah Taiwan, mari kita bersama-sama membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang bisa jadi pada saat ini tidak bisa seberuntung kita dalam menyambut Ramadhan” papar Ahmad Syauqi. (Andi / sf)

Contact Person: 085132401428 (Andi Azhar).

Save al-Aqsa

Dari Indonesia Untuk Palestina

Melalui ketua umum PP Muhammadiyah saat itu, Lazismu lewat Muhammadiyah Aid menyalurkan bantuan kepada bangsa Palestina sejumlah Rp. 2,5M.

Dana ini berasal dari donasi masyarakat Indonesia yang digalang melalui Lazismu se-Indonesia.

Bantuan disalurkn melalui UNRWA untuk pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan dan layanan sosial, perbaikan infrastruktur dan kamp, keuangan mikro dan tanggap darurat, termasuk dalam situasi konflik bersenjata.

SAVE PALESTINE

Puluhan tahun penjajahan di Palestina dan penutupan jalur perbatasan dan pembatasan gerak hidup oleh zionis Israel telah menyebabkan 80% penduduknya bergantung pada bantuan internasional.

Puluhan kamp pengungsian rakyat Palestina telah menjadi penjara tersendiri bagi mereka. Yang mereka inginkan adalah kemerdekaan dan kehidupan yang damai di tanahnya sendiri. Kamp-kamp itu telah menjadi sebuah area hunian dengan kepadatan penduduk yang terpadat di dunia dengan segala keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar untuk hidup.

Dengan mayoritas penghuni kamp pengungsian berusia di bawah 18 tahun menjadikan masalah lebih kompleks. Pemenuhan kebutuhan pendidikan dan trauma healing menjadi sasaran pokok disamping pemenuhan kebutuhan perempuan dan manula.

Sejak kekerasan November 2012, dilaporkan terjadi peningkatan kasus trauma psikologis di Gaza Hampir dua kali lipat. Setengah dari kasus tersebut adalah anak-anak di bawah usia sembilan tahun.

Data ini belum termasuk yang tinggal di luar kamp pengungsian dengan tingkat resiko bahaya yang lebih besar. Perjuangan rakyat Palestina dengan segala pengorbannya patut kita dukung dengan berbagai cara.

Dan kemanusiaan adalah salah satu pintu bagi rakyat Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita peduli, bahwa kita selalu berdiri bersama mereka dalam perjuangan.

Hadirkan senyum rakyat Palestina dengan kepedulian kita. Salurkan donasi terbaik kita untuk saudara kita di tanah Palestina. Lazismu telah menyalurkan bantuan dari para donatur senilai Rp. 2,5M yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang dikelola oleh UNWRA. (www.lazismu.org)

Mari tunjukkan bahwa kita peduli dan selalu berdiri bersama mereka dalam perjuangan.

Dukung dengan memberikan donasi untuk Palestine melalui rekening Lazismu Jatim:

  • No. 7665030000000000 Bank Mu’amalat a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • No. 9939830000000000 Bank Syariah Mandiri a/n Humanity LAZISMU Jatim

Serahkan Bantuan Kepada Korban Tragedi Bom Surabaya, Lazismu Berharap Kedamaian dan Perpaduan Antar Umat Beragama Tetap Terpelihara

Ledakan bom yang menimpa beberapa tempat ibadah umat Kristiani di kota Surabaya beberapa yang waktu lalu menimbulkan luka mendalam bagi seluruh warga kota Surabaya, terutama para keluarga dan korban. Aksi teror biadab itu telah mengguncang warga kota mengingat kedamaian, keamanan dan ketenteraman senantiasa terjalin dan terbina di kota Pahlawan. Surabaya adalah kota yang aman, namun kejadian mengerikan ini telah membuat suasana mencekam dalam beberapa hari mengingat banyaknya korban yang jatuh, baik meninggal dunia maupun luka-luka.

Untuk itu Pengurus Lazismu Kota Surabaya bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan juga beberapa pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada senin sore (21/05/2018) berkunjung ke tempat kediaman korban dan keluarganya di Surabaya.

Dalam aksi bersama untuk sesama ini Lazismu menyerahkan santunan kepada 10 korban tragedi Bom Surabaya. Salah satunya adalah Iswadi, warga yang tinggal di Jalan Ngagel Mulya XII/35, Surabaya. Korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel Madya Surabaya itu tampak gembira ketika dijenguk oleh Lazismu beserta rombongan. Kakek berusia 82 tahun yang mengalami luka parah pada tubuhnya, terutama di kepala itu, sudah berangsur-angsur membaik kondisinya.

Warsono, Anggota Badan Pengurus Lazismu Surabaya mengatakan, santunan ini sebagai rasa simpati dan solidaritas kemanusiaan warga bangsa yang ditujukan kepada para korban maupun keluarga korban tragedi bom. Ia berharap agar korban dan keluarga diberi kekuatan dan ketabahan. “Ini bagian dari upaya Lazismu untuk menjaga persaudaraan, persatuan dan kedamaian, sebagai perwujudan Islam yang rahmatin lil ‘alamin, khususnya di kota kita tercinta Surabaya” kata Warsono ketika menyerahkan santunan. Ia juga menginginkan agar kedamaian dan perpaduan antar umat beragama tetap terjalin dan terpelihara pasca kejadian yang memilukan ini. (Adit/Narko)

  

Tim Kemanusiaan Muhammadiyah Bertekad Membantu Sepenuh Hati dan Terus Melayani Di Cox Bazaar Bangladesh Hingga Akhir Tahun Ini

Masih ada sisa waktu delapan bulan bagi Muhammadiyah Aid untuk melaksanakan pendampingan pengungsi Rohingya, di Coxs Bazar, Bangladesh. Melalui Indonesia Humanitarian Alliance (IHA), Tim Kemanusiaan Muhammadiyah Aid telah melaksanakan pendampingan dan bantuan kesehatan secara terjadwal terhitung mulai dari 2017 hingga 2018.

Berdasarkan catatan Lazismu, dana yang terhimpun hampir Rp 20 miliar lebih. Dana tersebut secara berkala sudah disalurkan di bidang kesehatan dengan menerjunkan tim Muhammadiyah Aid ke Bangladesh.

Aksi peduli terhadap Rohingya yang dilakukan Muhammadiyah Aid belum berakhir. Masih ada catatan penting sebagai evaluasi ke depan untuk keberlangsungan bantuan untuk warga muslim Rohingya.

Untuk itu, Muhammadiyah Aid yang terdiri dari Lazimu, MDMC, Majelis Pelayanan Sosial (MPM), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Lembaga Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri dan Majelis Pemebinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menggelar Lokakarya dan Pembelajaran Penanganan Pengungsi Rohingya di Bangladesh, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta (9/4/2018).

Penanggung jawab lokakarya, Wachid Ridwan mengatakan, pemerintah Bangladesh memang belum meminta bantuan kepada komunitas dunia internasional. Namun, data di lapangan bantuan internasional yang masuk tidak dapat dibendung. “Fakta ini yang dilihat dan telah dilakukan Muhammadiyah Aid bersama IHA yang terdiri dari sepuluh lembaga zakat serta kemanusiaan dari Indonesia,” jelasnya.

Ada beberapa masukan dan catatan dari pemerintah Bangladesh terkait bantuan kemanusiaan. Wachid menambahkah, yang terpenting adalah bagaimana meminimalisir risiko hidup pengungsi Rohingya.

Mereka punya hak hidup baik di Bangladesh dan Myanmar. Hak hidup sehat dan hak hidup seperti manusia pada umumnya. Muhammadiyah Aid sebagai lembaga yang melaksanakan penanganan pengungsi Rohingya secara moral telah memainkan peran pentingnya. Program Muhammadiyah Aid, sejak sejak Januari 2017, telah mengirimkan sebanyak 14 tim kesehatan dan akan mengirimkan tim ke 15.

Dalam kurun waktu berjalan, sudah ada 39 orang tim kesehatan yang telah melaksanakan gerakan kemanusiaan internasional di bidang kesehatan yang akan berakhir pada Desember 2018.

Tujuan misi kemanusiaan ini ujntuk ikut membantu pemenuhan kebutuhan dasar  bagi penyintas di Bangladesh. Muhammadiyah Aid mengambil peran khusus dengan memenuhi kebutuhan akan kesehatan dan nutrisi untuk kelompok rentan, yakni anak-anak, perempuan, ibu hamil dan menyusui, orangtua dan penyandang disabilitas.

Para peserta yang hadir dalam lokakarya ini, membentuk tim kelompok diskusi untuk mengeksplorasi kebutuhan-kebutuhan selanjutnya untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendasar dalam menerjunkan tim selanjutnya yang perlu didukung komunitas Muhammadiyah di dalam negeri (na).

KLL UMsida Lakukan Pendampingan Trauma Healing Selama 3 bulan Kepada Korban Terdampak Bencana di Pacitan

Rasa cemas, takut dan sedih anak-anak di Pacitan paska bencana yang melanda beberapa waktu yang lalu masih tersirat di wajah polos mereka. Gambaran itulah yang tertangkap oleh tim Trauma Healing Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umsida, ketika melakukan pendampingan di lokasi banjir dan longsor.

Sebagai bentuk kepedulian, KL Lazismu Umsida menerjunkan tim Trauma Healing yang berasal dari Fakultas Psikolog Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, untuk pendampingan di lokasi bencana. Tim yang melibatkan 45 relawan dari mahasiwa dan dosen pendamping ini memberikan pendampingan psikososial kepada anak anak korban banjir dan longsor di Pacitan mulai awal Desember 2017 sampai dengan akhir Februari 2018.

“Trauma Healing suatu tindakan terencana untuk mengubah perilaku yang muncul akibat trauma dan kembali pada perilaku yang lebih sehat dan produktif, terapi piskologi berguna untuk menanggulangi trauma pasca bencana karena setiap suatu perubahan mendadak yang dihadapi manusia akan menghasilkan respon yang berbeda. Jika respon tersebut mengakibatkan trauma maka akan berpengaruh pada perilaku individu. Seperti tidak mau keluar rumah atau tidak mau di dalam rumah hal ini dikarenakan ketakutan ketakutan yang tidak masuk akal, hanya dikarenakan pengalaman-pengalaman sebelumnya yang pernah dialami. Biasanya setelah terjadi bencana alam baik gempa,banjir, gunung meletus maupun bencana alam lainnya akan berdampak buruk pada psikologis seseorang terlebih pada anak-anak, dampak psikologis yang juga dapat ditimbulkan adalah depresi atau tekanan jiwa yang akan sulit hilang dalam waktu singkat dan akan terus membekas seumur hidup terutama pada anak-anak. Untuk itu peran psikolog sangat dibutuhkan demi menormalkan kembali kejiwaaannya terutama pada anak-anak yang memang kondisi kejiwaannya masih sangat rentan, agar kembali normal hingga tidak mengalami traumatik yang berkepanjangan,” jelas Lely Ika Maryati, M.Psi, Psikolog, Pendamping tim Trauma Healing KL Lazismu Umsida, awal Maret 2018 lalu di kampus UMsida.

“Kita berharap dengan adanya program pendampingan psikososial tersebut, anak-anak penyitas banjir dan longsor di Pacitan tidak akan mengalami trauma yang berkepanjangan, dapat menjalani kehidupannya seperti sediakala dengan gembira,” demikian harapan Ketua Tim yang juga penulis rublik Konsultasi Majalah Matan.

Dalam kasus pendampingan anak-anak di Pacitan, beberapa ada yang mengalami trauma berat. Untuk metode pendampingan tim realawan menggunakan terapi Seft Terapy yaitu Spritual Emosional Fokus Terapi, untuk menghilangkan beban beban kecemasan kekuatiran sehingga anak anak merasa iklas menerima kejadian bencana ini sebagai ketentuan Allah dan lebih
siap untuk menerima keadaan, kembali semangat menjalai aktivitas belajar dan kegiatan sehari hari.

Terapi ini dilakukan untuk mengembalikan keyakinan akan potensi mereka saat berhadapandengan perubahan alam. Dengan teknik bermain, menggambar, bercerita dan bernyanyi. Sehinggaanak anak tetap menjalankan aktifitas sehari hari dengan baik seperti belajar ke sekolah, apa yang harusdilakukan saat hujan datang sehari penuh dan ketika ada longsor.

Beberapa sekolah yang mendapatkan program pendampingan antara lain PAUD Desa Wonoanti, PG & TK Mutiara Bangsa, MI Muhammadiyah Wonoanti III, MI Muhammadiyah Jetis, SDN Sirnoboyo, SDN Kembang-Pacitan 1, SMP Negeri I Nawangan, , MTs Muhammadiyah Nawangan, MTs Muhammadiyah Pakis Baru, MTs Muhammadiyah Penggung, SMA Muhammadiyah Pacitan, Ploso-Pacitan dan SMK Negeri 2 Pacitan.

Selain pendampingan yang dilakukan untuk anak anak dibeberapa sekolah tim KL Lazismu Umsida juga memberikan Pelatihan Piskososial/Trauma Healing kepada relawan lokal yang diinisiasi oleh Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pacitan, tanggal 14 Januari 2018, dengan Pemateri Eko Hardi Ansyah, M.Psi, Pyskolog, Dekan Fakultas Pyskologi UMSIDA.

Dana sebesar Rp. 17.850.000,- dikucurkan KL Lazismu Umsida untuk tim Trauma Healing dalam Program Pendampingan korban banjir dan longsor di Pacitan, Jawa Timur. Semoga Allah membalas para donatur yang sudah menyalurkan ZIS nya melalui lembaga zakat KL Lazismu Umsida. Aamiin. (KLL-Umsida)

Dapur Umum Untuk Korban Banjir di Rowokangkung, Lumajang

 

Banjir yang terjadi di kecamatan Rowokangkung, Lumajang 1-6 Februari 2018 lalu mengakibatkan rumah penduduk terendam air setinggi 45-80 cm. Akibatnya sebagian penduduk kesulitan dalam hal memasak dan menyediakan makanan.

Untuk itu Pemuda Muhammadiyah bersama Lazismu menggalang dana bantuan sekaligus membuka Dapur Umum untuk memasak makanan dan membagikannya dalam kemasan nasi bungkus ke rumah-rumah penduduk yang terdampak. Setiap[hari Dapur umum menyediakan 300-400 nasi bungkus guna memenuhi kebutuhan makan siang dan malam bagi penduduk di kawasan tersebut.

DATA TERDAMPAK

Dsn. Wungurejo-Sidorejo
Jml. KK : 420
Jml. Jiwa : 1680
Jml. Rmh terdampak : 436

Dsn. Genitri Kidul-Rowokangkung
Jml. Kk : 230
Jml. Jiwa : 920
Jml. Rmh. Terdampak; 224

Ds. Darungan-Yosowilangun
Jml. Kk: 8
Jml. Jiwa : 28
Jml. Rumah terdampak : 23

Ds. Krai-Yosowilangun
Jml. Kk: 28
Jml. Jiwa; 113
Jml. Rmh. Terdampak; 8

(Adit/Muari)

 

Alhamdulillah, Banjir Bandang Yang Menerjang Tidak Memakan Korban Jiwa

Lazismu Kabupaten Probolinggo hari ini, selasa, 6 Februari 2018 pagi mengunjungi korban banjir bandang yang terjadi di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Kung Ridho Pambudi yang datang bersama relawan Lazismu dan Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo datang ke desa itu untuk menyampaikan bantuan sebagai bentuk kepedulian atas musibah banjir bandang yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Menurut informasi penduduk setempat ada 4 desa terdampak banjir bandang akibat penebangan hutan di daerah atasnya. Hektaran sawah siap panen pun hancur. SDN Andungbiru kehilangan tempat parkir, KM/WC, dapur, rumah dinas penjaga, dan buku-buku pelajaran rusak terendam banjir. Kerugian berupa rumah rusak parah menimpa pak Yasin, yaitu; dapur, kandang, beserta isinya hanyut. Kemudian pak Sip, berupa genteng rontok, pondasi tergerus sehingga rumah tidak bisa ditempati dan bu Susi, rumah dan toko pracangannya hilang dan hanya menyisakan pondasi sekitar 4 meter persegi saja.

Pada beberapa rumah yang kondisinya sangat parah akibat terjangan banjir bandang itu tampak terlihat penghuninya sedang membersihkan lingkungan dari sisa-sisa banjir. Dalam kunjungan tersebut Kung Ridho bertemu dengan Pak Sip yang rumahnya kini sudah tidak “Sip” lagi. Rumah masih berdiri tapi pondasinya terkikis banjir sehingga praktis tidak bisa ditempati lagi. “Jika ditempati pasti akan membahayakan saya dan keluarga” katan pak Sip yang tetap bersabar atas kondisi yang menimpanya.

Hal serupa juga terjadi pada bu Susi, tetangga pak Sip. Rumah dan tokonya hanya menyisakan pondasi yang sudah tidak utuh lagi. Namun demikian, bu Susi masih bersyukur bahwa tidak ada korban nyawa yang terenggut akibat banjir bandang yang terjadi di desanya. “Alhamdulillah, semua selamat dan tidak ada korban jiwa” katanya. (Adit/Kung)