Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan (page 15)

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Percepat Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren al-Ikhlas di Bima, Target Sebelum Ramadhan 1438 Hijriyah Tiba

Tim Rehabilitas Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana dan Lazismu (MLHPB)/MDMC PWM Jawa Timur kini sedang mempercepat rehabilitasi Asrama putera Pondok Pesantren al-Ikhlas di kota Bima yang terdampak Banjir bandang Desember 2016 lalu. Targetnya sebelum Ramadhan 1438 H Asrama tersebut sudah direhab dan dapat dipergunakan oleh para santri.

Tim yang terdiri dari 5 orang tukang, 2 relawan MLHPB/MDMC dan 1 Lazismu Jatim tiba di Bima 28 Februari 2017 lalu dan segera melakukan pekerjaan pada 1 Maret 2017. Tim juga dibantu oleh 5 orang tukang dari Jawa Tengah. Saat ini 10 orang tukang tersebut sedang mengkebut dan bekerja secara estafet agar pengerjaan asrama Ponpes cepat selesai sebelum target.

Kondisi asrama Ponpes dan kompleks perguruan sesaat setelah terjadi bencana banjir bandang sangat memprihatinkan. Selain penuh lumpur banyak fasilitas yang mengalami kerusakan. Memang seluruh kota Bima saat terjadi banjir lumpuh dan nyaris terisolir karena akses komunikasi terputus.

Pada tanggap darurat awal pada bulan Januari 2017 lalu telah dilakukan pembersihan lokasi dan pembenahan sekedarnya pada asrama Ponpes oleh Tim Kokam, MLHPB MPKU dan Lazismu Jatim dan beberapa wilayah lainnya seperti DIY dan Jateng.

Kini yang sedang ditangani adalah rehab asrama putra dengan target sebelum puasa dan asrama puteri setelah Idul Fitri nanti. Dana yang dibutuhkan untuk proses rehab ini adalah sebesar Rp. 384 juta yang diperoleh dari sumbangan donatur Lazismu dan partisipasi dari MPKU PWM Jatim terutama jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah. (Adit).

       

        

Kirim Bantuan Untuk Korban Angin Puting Beliung Di Jember

Hujan lebat disertai angin kencang pukul 14.00 – 15.30 WIB pada Sabtu, 3 Maret 2017, mengakibat puluhan rumah alami rusak berat dan rusak ringan, di kecamatan Mayang dan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Laporan situasi bencana itu diteruskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke masyarakat sekitar wilayah Jember. Sebagai respon atas peristiwa ini, MDMC Jember dan Lazismu Jember, pada Ahad, 05 Maret 2017, bersama dengan BPBD saling berkoordinasi dan bergerak menuju lokasi korban angin puting beliung.

Sebanyak 15 Team dengan menumpang armada BPBD Jember bergerak ke lokasi sejak pukul 08.00 WIB. Selanjutnya team yang sehari sebelumnya telah melakukan assesment (pemetaan korban terdampak) segera bergerak mendatangi satu persatu warga terdampak korban angin puting beliung, sesuai data yang telah ada sebelumnya.

Dilaporkan oleh Lazismu Jember, rumah warga di 3 Desa di Kecamatan Mayang, yaitu Desa Merawan, Desa Mayang, dan Desa Tegal Rejo alami kerusakan. Seperti di Desa Merawan, Dusun Rowo, 3 rumah rusak ringan dan 3 rumah rusak berat. Di Desa Mayang, Dusun Krajan, 5 rumah rusak ringan. Sementara di Desa Tegal Rejo, Dusun Krajan, 23 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 fasilitas umum rusak ringan.

Adapun di Kecamatan Pakusari, Desa Pakusari, Dusun Rowo, 1 rumah rusak sedang, 1 orang luka ringan, sementara di Desa Pakusari, Dusun Krajan Utara 1 rumah rusak ringan.

Berbagai bantuan berupa sembako, bingkisan, peralatan darurat sudah dipersiapkan baik dari Lazismu Jember maupun BPBD. Selanjutnya team bergerak dari kantor Lazismu Jember menuju dua kecamatan itu untuk menyalurkan bantuan awal bagi warga yang terdampak bencana angin puting beliung kemarin, Sabtu sore. (na)

Kota Bima Miliki Sekolah Bersih, Aman dan Tangguh Bencana

Lembaga Penanggulangan Bencana – Muhammadiyah Disaster Management Center (LPB-MDMC), LazisMU dan MPKU Muhammadiyah Jawa Timur menginisiasi Apel Bersama SekolahMU Aman dan Bersih di Kota Bima. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca banjir Desember 2016 lalu.

Sebagai kota yang memiliki resiko tinggi bencana (IRBI 2013), pengurangan resiko bencana di sekolah menjadi kunci untuk menekan angka dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana. “Dengan melibatkan empat sekolah antara lain SMA Muhammadiyah Kota Bima, MA Muhammadiyah Kota Bima, MTs Muhammadiyah Kota Bima dan SMK Kesehatan Muhammadiyah Kota Bima, MDMC bersama LazisMU dan MPKU bermaksud untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pengurangan resiko bencana berikut fasilitas sekolah yang aman” kata Priyo A. Sancoyo, selaku Koordinator program SekolahMU Aman dan Bersih.

“Pada akhir pelaksanaan program ini, diharapkan Kota Bima memiliki fasilitas sekolah yang tangguh bila terjadi bencana dan menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam kegiatan belajar mengajar,” kata Eka Iskandar Zulkarnain, M.Si, selaku Ketua PDM Kota Bima.

Disamping itu “Komitmen Muhammadiyah mewujudkan sekolah aman bencana di Kawasan Indonesia Timur di awali dengan kota Bima,” ujar Priyo A. Sancoyo.

   

 

Tidak hanya itu, Sekolah Muhammadiyah di Bima juga menjadi teladan dalam menjaga dan merawat kebersihan lingkungan, terutama lingkungan belajar siswa.  Sekretaris LazisMU Jatim, Aditio, yang turut serta mendampingi Tim Rehab Ponpes Muhammadiyah Bima, mengatakan bahwa menjaga kebersihan sangat dianjurkan oleh agama Islam, oleh karena itu perguruan Muhammadiyah di Bima harus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di NTB pada umumnya. Karakter dan mindset Hidup Bersih harus mendarah daging dalam setiap warga Persyarikatan dan wajib ditanamkan kuat pada diri siswa atau pelajar Muhammadiyah di kota Bima. “Sudah menjadi tugas dari setiap insan pendidik di perguruan Muhammadiyah agar membina siswa-siswinya hidup bersih dan menjaga lingkungan agar tidak kotor, kumuh dan bau” pungkas Aditio. (pas/ad).

Siaga Bencana Banjir Mojokerto

Bersiaga lebih baik daripada menunggu saja. Lebih baik SIAP SEDIA daripada gagap dan tak sigap. Oleh karena itu kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama bencana alam harus ditingkatkan.

Mojokerto dalam beberapa hari ini diguyur hujan cukup deras dengan intensitas tinggi. Kkemudian banjir pun terjadi di beberapa titik.

Lazismu mengetuk hati para dermawan untuk turut serta dalam kesiapsiagaan terhadap bencana yang terjadi tiba-tiba tanpa kita duga. Salurkan bantuan anda melalui Lazismu atau langsung ke Posko-posko SIAGA Muhammadiyah dimanapun berada.

Bantuan Untuk Korban Puting Beliung di Sidoarjo

Angin Puting Beliung yang bertiup melanda di desa Terung Kulon, Krian Sidoarjo, pada hari kamis 16 Februari 2017 sore, mengakibatkan banyak atap rumah penduduk beterbangan. Beberapa rumah non permanen juga ambruk rata dengan tanah.

Tim MDMC dan Lazismu di Sidoarjo segera bergerak ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Setelah tim melakukan asesmen ke warga desa Terung Kulon, maka jum’at pagi 17 Februari 2017 sebanyak 300 nasi bungkus Gerakan Berbagi Nasi Sarapan Jum’at Pagi diserahkan untuk warga korban angin puting beliung di desa Terung Kulon, Krian, Sidoarjo.

Bantuan di poll di Posko Puting Beliung sebelum dibagikan dan diserahkan langsung oleh Anang MZ, Ketua Lazismu Sidoarjo.

Lazismu Jatim Bantu Posko MDMC di Cerme dan Benjeng

Banjir yang terjadi di Kecamatan Cerme dan Benjeng, Gresik, pada tanggal 3 Februari 2017 menyebabkan banyak kawasan terendam air setingg 1 meter. Bahkan dikabarkan seorang warga meninggal dunia karena menolong seorang anak yang hampir hanyut terseret aliran banjir yang sangat deras.

 

Muhammadiyah, melalui Lazismu dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Gresik menerjunkan relawan guna mendirikan posko bantuan terhadap warga yang terdampak. Bantuan pertama yang dilakukan adalah menyediakan konsumsi nsi bungkus guna dibagikan kepada warga untuk makan siang dan malam. Selain itu paket sembako juga dibagikan yang diperoleh dari sumbangan masyarakat dan warga Gresik dan sekitarnya, terutama Surabaya.

 

Lazismu Jawa Timur pada hari ahad, 5 Februari 2017 bergerak memberikan bantuan berupa sembako, seperti beras, gula, telur dan minyak goreng dan alat kebersihan seperti sabun, sapu, pembersih lantai dan sebagainya ke Posko Cerme dan Benjeng melalui Lazismu Kabupaten Gresik. Bantuan secara simbolis diterima oleh Prayudi, Ketua Lazismu Gresik di Posko Masjid al-Huda Cerme.

AYO BANTU SAUDARA KITA YANG TERKENA MUSIBAH BANJIR DAN LONGSOR DI BERBAGAI DAERAH

Bantuan bisa ditransfer ke rekening kami 

No. 7039511449 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim

atau

No. 7757 0401 0101 000 Bank Muamalat a/n LAZISMU Jatim

Bantuan Sembako dan alat kebersihan / kesehatan bisa dikirim ke :

Kantor Layanan Lazismu : Gedung Muhammadiyah Jatim, Jl. Kertomenanggal 4/1 Surabaya, telp. 031-8437191

 

MARI KITA BANTU SESAMA

Lazismu – MDMC Aksi Tanggap Bencana Alam Banjir dan Longsor Di Sejumlah Daerah di Jatim

Banjir yang terjadi di sejumlah Daerah Jawa Timur pada bulan Januari dan Februari 2017 membuat Lazismu di sejumlah Daerah bersama dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) turun menerjunkan tim Relawan dan bantuannya. Berikut foto-foto aksi sosial tanggap bencana di berbagai daerah.

JEMBER

     

 

PASURUAN

             

Gresik

Launching Mobil Rescue Lazismu – MDMC Jatim

 

LPB-MDMC itu salah satu lembaga di Muhammadiyah yg masih mempertahankan orisinalitas, persis ketika semangat yg dibawa Ahmad dahlan membentuk Majelis Penolong Kesengsaraan Oemoem (MPKO).

Terdapat seperangkat prinsip dasar yang dapat diadopsi oleh MDMC untuk penerapan di Muhammadiyah, yaitu;

  1. Pengurangan Risiko Bencana (PRB) harus menjadi bagian penting dari investasi besar Muhammadiyah di Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan untuk melindungi warga persyarikatan dan masyarakat secara luas beserta aset-asetnya.
  2. PRB harus terintegrasi dalam setiap rencana kerja dan program Muhammadiyah karena bencana merusak hasil-hasil pembangunan yang telah susah payah dicapai Muhammadiyah dalam kurun waktu 100 tahun terakhir.
  3. Muhammadiyah melalui MDMC harus melihat bencana secara multihazard sehingga dapat meningkatkan efektivitas.
  4. Pengembangan kapasitas adalah strategi pokok dalam implementasi PRB oleh MDMC untuk membangun dan mempertahankan kemampuan organisasi, aktivis, warga persyarikatan dan masyarakat luas dalam mengelola risiko secara baik dan mandiri.
  5. Implementasi PRB di Muhammadiyah harus terdesentralisasi tanggungjawabnya pada tingkat PWM & PDM, mengingat wilayah kerja kerja yang sangat luas [30 propinsi dan 400 Kabupaten/Kota].
  6. Di tingkat masyarakat, partisipasi adalah keharusan untuk efektivitas PRB. MDMC harus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan penerapan sehingga dapat memastikan kegiatan yang dilaksanakan merupakan kebutuhan rakyat dan sesuai dengan tingkat kerawanan yang ada.
  7. MDMC melihat jender sebagai faktor inti dalam PRB karena merupakan prinsip pengaturan utama dalam semua masyarakat, bahkan dalam tingkat akar rumput, wanita dengan peranannya sebagai pengguna dan pengatur sumberdaya lingkungan, penyedia ekonomi, pengurus dan pekerja masyarakat membuatnya sering berada dalam posisi untuk menangani risiko. Lebih dari itu, dengan adanya Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah sebagai sayap gerakan perempuan di Muhammadiyah akan memberi nilai lebih.
  8. Membangun kemitraan dengan swasta dan lembaga masyarakat berupa asosiasi bersama secara sukarela untuk mencapai tujuan dengan aktivitas kolaboratif

MDMC/LPB Jawa Timur sudah terbentuk pada periode 2010-2015. Kegiatan MDMC pada perriode itu meliputi aktivitas pelatihan siaga bencana, pertolongan dan evakuasi korban bencana dan penghimpunan dana dan bantuan korban bencana di wilayah provinsi Jatim. MDMC Jatim bersama MDMC di Daerah turut serta dalam aktivitas pertolongan kepada korban bencana, seperti banjir, gunung meletus dan tanah lonsor di beberapa daerah di Jatim.

Pada periode ini (2015-2020) MDMC/MLHPB PWM Jatim dan Lazismu Jatim pada tanggal 24 September 2016 di Prigen lalu telah mengadakan kesepakatan untuk bersinergi dalam hal program kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. MDMC Jatim akan didukung oleh Lazismu Jatim dalam hal penghimpunan dana dan bantuan korban bencana dan pengadaaan kendaraan dan peralatan siaga bencana.

Salah satu wujud sinergi itu adalah pengadaan 1 unit Mobil Rescue Disaster Management Center guna ikut membantu penanggulangan korban bencana alam di berbagai daerah di Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Maka pada tanggal 20 Januari 2017, setelah Sholat Jum’at di Masjid al Badar Gedung Muhammadiyah Jawa Timur telah dilaunching 1 unit Mobil Rescue MDMC bantuan dari Lazismu Jatim, oleh Prof. Dr. Thohir Luth, MA, selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Dengan adanya mobil rescue dapat mendukung operasional dan mobilitas Tim Relawan Tanggap Bencana MDMC/MLHPB PWM Jatim di daerah bencana serta bermanfaat bagi kegiatan dakwah sosial.