Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan (page 4)

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Lazismu Serahkan Bantuan Untuk Bu Maidah Yang Rumahnya Terbakar Habis di Dukun, Gresik

Hari ini, Lazismu kabupaten Gresik menyerahkan bantuan kebutuhan hidup untuk bu Maidah dan bibinya, yang beberapa hari lalu tertimpa musibah kebakaran.

Sebagaimana diberitakan oleh PWMU.co bahwa pada hari Ahad (18/08/2019), kabar memilukan itu datang dari RT 07 RW02 Sekargadung, Dukun, Gresik. Sekitar pukul 02.15 api berkobar melalap dua rumah. Milik Akhsanul Ahmaidah (36) dan Mu’asaroh, bibinya.

Maidah, panggilan Akhsanul Ahmaidah, dan dua anaknya selamat. Begitujuga bibinya. Tapi ayahnya, Sidekan (76), meninggal dunia. Dua rumah itu hancur, hangus rata dengan tanah.

Di rumah itu, janda dua anak ini hidup bersama anaknya, Alfiyah Novalia Rafifa yang masih TK dan Sigit Ardian Batistuta, kelas 5 MI, ayahnya, Sidekan (76).

Kepala Kantor Layanan Lazismu Dukun Muflihun menjelaskan, sebagai informasi awalnya keluarga ini menyalakan obat nyamuk bakar berdekatan dengan kelambu. Tanpa disadari api menyambar kelambu, kasur, lalu merambat seisi rumah. Mobil Pemadam Kebakaran pun datang pada pukul 03.15 WIB guna memadamkan api yang melalap habis rumah bu Maidah.

Bantuan yang diserahkan hari ini berupa sembako dan pakaian untuk hidup sehari-hari. Bantuan itu diserahkan oleh Tim Lazismu sambil menunggu persiapan pembangunan rumahnya kembali. Turut hadir menyerahkan jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Polsek Dukun, beserta pemerintah Desa Sekargadung, Selasa (20/08/2019). (Ad).

Muhammadiyah Lakukan Aktivasi Pos Pelayanan untuk Halmahera Selatan

Gempa berkekuatan 7.2 SR yang melanda Maluku Utara pada Ahad 14/7/2019) mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sementara itu, 2000 warga mengungsi di 14 titik pengungsian.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lokasi dengan pengungsi terbanyak ada di Kecamatan Bacan Selatan dengan jumlah penyintas sekitar 1000 orang. Sampai saat ini, para penyintas tengah ditangani oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait. Kondisi ini langsung dinyatakan sebagai masa tanggap darurat oleh Pemkab Halmahera terhitung mulai 15 – 21 Juli 2019.

Jumlah penyintas di titik tersebut mencapai 1.000 orang. Sementara itu, para korban telah mendapatkan penanganan darurat dari pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung dari 15 – 21 Juli 2019.

Catatan lain yang disampaikan BNPB, melalui Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dampak gempa yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan bangunan lainnya meliputi rusaknya rumah sebanyak 20 unit di Desa Ranga-rangga, Kecamatan Gane Timur,

Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat sejumlah 28 unit, dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara 6 unit.

Menurutnya ketiga desa tersebut berada di Kabupaten Halmahera Selatan. Adapun kerusakan rumah lainnya di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Halmahera Tengah sebanyak 5 unit, serta 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa mengalami kerusakan.

Dalam kesempatan itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam rapat koordinasinya (15/7/2019), seperti diungkapkan Indrayanto, melakukan respons yang berkolaborasi dengan lembaga amil zakat nasional, yakni Lazismu. Indra mengatakan, MDMC melakukan koordinasi dengan Pimpinan Muhammadiyah di tingkat provinsi Maluku Utara untuk menggalang bantuan.

Selain itu, lanjut Indra, menyiapkan relawan Indonesia Siaga, serta mendirikan Pos Koordinasi (Poskor) di Kantor PWM Maluku Utara, yang berlokasi di Jl. Delima No.75, Kelurahan Toboko, Kota Ternate.

“MDMC bersama Lazismu ditingkat nasional menyiapkan dukungan penggalangan dana untuk melaksanakan upaya penanganan darurat bencana gempa Halmahera yang terjadi pada pukul 16.10 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer membutuhkan waktu respon 1 bulan dari 16 Juli – 16 Agustus 2019.” ungkapnya.

Di samping itu, MDMC Pusat menyiapkan tim asistensi untuk mendukung penanganan darurat dan MDMC Maluku Utara mengirimkan 4 personil ke Halmahera dari Ternate untuk membantu MDMC Halmahera melakukan aktivasi Pos Pelayanan dan kaji kebutuhan dengan 4 jenis pos layanan yang terdiri dari layanan kesehatan, logistik makanan, hunian dan air bersih dan lokasi pos pelayanan masih proses assessment.

Sedangkan penggalangan bantuan terus dilakukan MDMC – Lazismu dengan menurunkan tim medis pendukung dari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan untuk layanan kesehatan yang didukung kesiapan layanan lainnya oleh tim One Muhammadiyah One Respons atau OMOR. (na)

AKSI MUHAMMADIYAH (LAZISMU & MDMC) BENTUK POS PELAYANAN

Sebagaimana dilaporkan oleh situs MUHAMMADIYAH.ID, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disater Management Center (MDMC) bekerja sama dengan Lazismu mengaktivasi pos pelayanan di 4 desa di Halmahera Selatan. Pada Rabu (24/07) MDMC Maluku Utara bersama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara, Lazismu Maluku Utara dan tim asistensi MDMC PP Muhammadiyah telah mengadakan pertemuan untuk merumuskan penanganan apa saja yang akan dilakukan setelah proses asesmen.

Koordinator Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TDRR) Indrayanto memaparkan kondisi masyarakat terkini bahwa masih ada sebagian warga yang tinggal di tenda pengungsian dikarenakan khawatir akan terjadi gempa susulan dan isu tsunami.

 “Masyarakat belum beraktivitas sepenuhnya seperti biasa,” jelas Indra seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Jum’at (26/7). Ketua TDRR tersebut juga menjelaskan bahwa kebutuhan warga terdampak saat ini adalah hunian sementara, kebutuhan dasar kesehatan, makanan, selimut dan alas tidur.

Pertemuan yang telah dilaksanakan pada 24 Juli itu merumuskan beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Untuk kegiatan yang telah dilaksanakan adalah asesment di 4 desa, antara lain desa Tawa, Pasipalele, Lemo lemo dan Awis di kecamatan Gane Barat Selatan, pos pelayanan diputuskan didirikan di 4 desa tersebut, tim Medis Jawa Timur  (RSML) juga telah beroperasi melakukan pelayanan kesehatan dan pendataan warga dari tanggal 19 Juli sampai dengan 26 Juli 2019.

Selain itu, tim Kapal Apung Said Tuhulele akan merapat ke Saketa pada Jumat (26/07) dan bergabung menjalankan misi dukungan transportasi laut untuk distribusi bantuan dan layanan kesehatan, menyusun ulang kebutuhan anggaran, menyepakati bersama untuk menggerakkan sumber daya Muhammadiyah Maluku Utara dengan One Muhammadiyah One Response (OMOR), melibatkan RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara untuk mengirimkan perawat dan bidan yang akan ditempatkan selama 7 hari dengan jumlah personil 4 bidan dan 4 perawat, serta menghidupkan kembali LazisMu Maluku Utara dengan membuka rekening donasi Halmahera Selatan dan mengelolanya.

Adapun sumber daya manusia yang akan dikerahkan berasal dari IMM Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), DMC UMMU, MDMC Halmahera Selatan, MDMC Ternate, RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara, MDMC Maluku Utara, LazisMu Maluku Utara dan Tim Medis Muhammadiyah Jawa Timur – RSM Lamongan.

Indrayanto juga menerangkan bahwa MDMC dalam masa tanggap darurat ini telah merancang beberapa program yang akan dilaksanakan disana. “Kegiatan MDMC dilakukan selama 1 bulan dimulai dari 16 Juli 2019 sampai dengan 18 Agustus 2019.” imbuhnya. Program tersebut diantaranya, penataan Poskoor (pos koordinasi) dan aktivasi pos pelayanan, pemenuhan logistik, pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan dan pembuatan hunian sementara dengan jumlah relawan yang sudah diterjunkan sebanyak 29 orang.

Dengan pembagian rancangan program di 4 desa antara lain, Lemo-lemo berupa logistik dan kesehatan, Tawa berupa logistik, kesehatan, psikososial dan hunian sementara, Pasilele berupa logistik dan  kesehatan, dan  Awis berupa logistik, kesehatan dan psikososial. (Azza).

REKENING KEMANUSIAAN LAZISMU

  • Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim

Beberapa Desa di Pacitan Dilanda Kekeringan Lazismu Kirim Air Bersih

Memasuki musim kemarau sejumah daerah di Jawa Timur dilanda kekeringan dan kekurangan air. Salah satunya adalah kabupaten Pacitan, daerah paling barat selatan provinsi Jawa Timur.

Beberapa desa dilanda di Pacitan kekurangan air. Sementara suangai dan sumur sudah semakin minim debit airnya. Penduduk pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, apalagi untuk keperluan MCK.

Menyadari hal itu Lazismu kabupaten Pacitan segera bertindak dengan melakukan pengiriman bantuan air bersih. Menurut Muh. Isa Anshori, Ketua Lazismu Pacitan, Pengiriman air bersih dilaksanakan di kecamatan Sudimoro, wilayah yang beberapa waktu lalu terpapar kondisi luar biasa hepatitis A dan dilanda kekeringan yang parah (11/07/19).

Demikian pula untuk desa lainnya, air bersih dikirimkan oleh Lazismu Pacitan untuk penduduk di kecamatan Donorojo (16/07/19). Desa-desa lainnya akan menyusul setelah ada pemintaan dan disurvei secara seksama.

Isa berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh penduduk untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak terlebih dahulu, karena sangat mendesak. Semoga kekeringan ini dapat berakhir dengan ada solusi terutama dari Pemerintah, harap Isa.

Bagi yang ingin berdonasi untuk ketersediaan air bersih di kawasan terpencil di Pacitan dapat menyumbang melalui Lazismu, yang beralamat di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Cokroaminoto 15 Pacitan. Atau berinfaq melalui rekening :

INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 27 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pacitan
BMI 76640 2 27 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pacitan
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 27 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pacitan
BMI 76650 3 27 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pacitan

Keterangan : BSM = Bank Syariah Mandiri dan BMI = Bank Muamalat Indonesia. (Adit)

 

Partisipasi MDMC Jatim pada DESTANA BNPB 2019 di Kawasan Selatan Pulau Jawa

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung penuh oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi mengikuti kegiatan Aksi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Semarak Ekspedisi DESTANA (Desa Tangguh Bencana) TSUNAMI di kawasan selatan provinsi Jawa Timur.

Menurut M. Rofi’i Ketua MDMC Jatim, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 23 Juli 2019, di desa-desa yang menjadi sasaran mulai dari Banyuwangi, Jember, Lumajang,Malang, Blitar, Tulungagung Trenggalek dan Pacitan. MDMC Jatim. Selain BNPB Pusat dan lembaga relawan kebencanaan nasional juga melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten serta semua pihak terkait di daerah yang menjadi rute aksi.

Kegiatan yang merupakan program nasional BNPB ini bertujuan untuk menginformasikan potensi ancaman gempa bumi dan tsunami kepada aparat dan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.(Tsunami) di Selatan pulau Jawa. Selain itu BNPB dan lembaga relawan kebencanaan yang turut serta juga melakukan identifikasi awal ketangguhan desa rawan Tsunami. Namun yang paling penting adalah melakukan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, termasuk penanaman vegetasi pelindung pantai.

Target spesifik dari aksi tersebut adalah desa atau kelurahan yang berada di daerah rawan Tsunami di kawasan Selatan pulau Jawa yakni sebanyak 584 desa termasuk 300 sekolah.

Aktifitas selama Aksi Semarak Desatan adalah penguatan aparatur desa terkait kesiapsiagaan bencana, relawan goes to school, penilaian ketangguhan desa, penanaman vegetasi pelindung pantai dan penempatan papan informasi bencana, api unggun dan panggung ekspedisi.

MDMC Jatim mengikutsertakan Ketuanya M. Rofii dan Relawan Senior Priyo A. Sancoyo. Ikut serta pula Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan dalam aksi tersebut. Selain itu MDMC Jatim juga melibatkan para Relawan MDMC daerah yang dilewati Aksi Destana itu.

Rofi’i berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat serta semua pihak akan bencana Tsunami yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Setelah Jawa Timur BNPB juga akan melanjutkan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten hingga 17 Agustus 2019 mendatang. (adit)

Banjir di Gresik Selatan MDMC-Lazismu Bergerak Distribusikan Bantuan

Hujan sangat deras yang terjadi di Gresik (1/5/2019) membuat belasan desa di 3 kecamatan khususnya di Gresik Selatan terendam air. Tak ayal banjir yang melanda kawasan tersebut membuat banyak akses jalan terputus.

Banjir yang terjadi di Gresik seperti kecamatan Benjeng, Cerme dan Balongpanggang membuat warga yang terdampak merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Air menggenang setinggi 0,5 – 1 meter di rumah-rumah penduduk. Fasilitas umum pun juga banyak yang terendam banjir.

Oleh karena itu tim Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) dan Lazis Muhammadiyah (Lazismu) Gresik pada 3/5/2019 malam turun ke lapangan guna mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok. Dengan menggunakan perahu karet dan mobil siaga bencana, bantuan logistik dibagikan ke titik-titik banjir terparah di 3 kawasan tersebut.

Masjid Yang Roboh itu Kini Telah Berdiri Kembali

Lazismu dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar menyerahterimakan pengunaan Masjid ‘Aisyiyah di Lekok, Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (02/05/2019).

Serah terima selesainya program pembangunan masjid yang roboh akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok Utara itu tahun 2018 itu dilakukan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang juga Ketua Lazismu Kabupaten Blitar Sigit Prasetyo di Masjid Aisyiyah Lekok.

Sigit menyampaikan, sebenarnya pengerjaan pembangunan Masjid Aisyiyah Lekok telah rampung sepekan sebelum serah terima. Hanya saja, untuk serah terima baru bisa dilakukan pada awal bulan Mei 2019 ini.

“Alhamdulillah, proses pembangunan masjid Aisyiyah Lekok telah selesai, dan masyarakat kini sudah bisa menggunakan-nya untuk shalat berjamaah,” kata Sigit di Lekok.

Sigit mengaku, senang bisa membantu pembangunan kembali Masjid Aisyiyah Lekok yang roboh. Ia pun berharap, dengan selesainya pembangunan masjid ini membuat masyarakat semakin bersemangat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah.

“Mudah-mudahan masyarakat semakin bersemangat untuk menunaikan aktivitas ibadahnya di masjid, utamanya selama Bulan Suci Ramadhan. Ayo shalat berjamaah dan ramaikan masjid ini,” tandasnya.

Syamsu Johan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang menerima secara simbolis bangunan Masjid ini menyatakan gembira dan penuh haru. Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang tulus dari Lazismu dan warga Muhammadiyah Kabupaten Blitar. (Aan/pwmu.co)

Luncurkan Program Nasional “Ramadhan Mencerahkan” Plus Resmikan Gedung Kemanusiaan

Menyambut bulan suci Ramdhan 1440 H, Lembaga Amil Zakat dan Shodaqah (Lazismu) PP Muhammadiyah launching dan sosialisasikan progam “Ramadhan Mencerahkan”. Progam ini memiliki cangkupan nasional yang sifatnya pemberdayaan dan karikatif.

Launching dan sosialisai Ramadhan Mencerahkan berbarengan dengan peresmian Gedung Kemanusiaan Lazismu dan MDMC, pada Senin, (29/4/2019) di Balecatur Gamping, Sleman, DIY.

Adapun progam Ramadhan Mencerahkan ini memiliki empat program seperti kado ramadhan, Back to Masjid, Indonesia Mobil Clinic dan Mudikmu Aman Lazismu.

Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Hilman Latief mengatakan, dilaunchingnya progam ini sebagai bentuk kebajikan sekaligus bentuk meningkatkan ibadah. Melalui Lazismu, Muhammadiyah juga ingin terus menyiarkan keutamaan zakat di bulan Ramadhan agar menjadi pehatian bagi warga Muhammadiyah dan kaum muslimin.

“Kita tahu Muhammadiyah khusunya warganya memiliki potensi menunaikan zakat dan kegiatan berbagi yang dilakukan dengan berinfaq dan bersedekah,” kata Hilaman.

Sementara itu, peresmian Gudang Kemanusiaan Lazismu bersama MDMC dimaksudkan sebagai progam kemanusiaan yang memfokuskan penanganan migitasi bencana. Tempat itu, juga nantinya sebagai gudang logistik kemanusiaan sekaligus wahana edukasi untuk mengenal kebencanan di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dikatakan oleh Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, adanya gudang kemanusiaan adalah belajar dari bencana tsunami di Aceh 2003 dan erupsi merapi tahun 2010. Dimana kondisi menyedihkan membuat semua orang khsusnya kaum muslimin tergerak membantu saudar-saudata yang sedang kesusahan karena bencana.

“Belajar dari pengalaman inilah pentingnya nilai keberadaan gudang kemanusiaan. Dengan didukung tempat representatif yang mudah diakses untuk tujuan kemanusiaan akan memudahkan kebutuhan keluar masuk jenis bantuan kemanusiaan,” kata Budi Setiawan.

Kedepan Budi Setiawan berharap, agar gudang kemanusiaan yang baru saja diresmikan tidak boeh sepi dan direncanakan akan ditata sebagai kawah candradimuka untuk edukasi sosial kebencanaan dan kemanusiaan. Tidak berhenti sampai di gudang kemanusiaan, tempat ini juga sebagai sarana berdakwah yang bisa dimanfaatkan oleh warga Muhammadiyah di sekitar Balecatur Gamping, Sleman. (Andi/www.muhammadiyah.or.id)

 

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16395-detail-lazismu-luncurkan-program-ramadhan-mencerahkan-sekaligus-resmikan-gedung-kemanusiaan.html

Siap Diresmikan Setelah Lebaran, Pembangunan Gedung Dakwah dan Pendidikan di Kabupaten Lombok Utara NTB Mencapai Progres 75%

 

“InsyaAllah awal bulan Ramadhan 1440 Hijriyah sudah jadi dan bisa digunakan. Untuk peresmiannya bisa setelah Lebaran. Menunggu jadwal dari PP Muhammadiyah” kata Priyo Sancoyo, selaku Pimpinan Proyek pembangunan gedung dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hal itu disampaikan Priyo kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lazismu wilayah Jawa Timur ketika berkunjung ke lokasi proyek di Lekok Tenggara, Gangga, KLU (3/4/19).

Pada 2-3 April 2019, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lazismu wilayah Jawa Timur, yang terdiri dari Imam Hambali dan Ahmad Saifu berkunjung ke lokasi proyek guna memantau perkembangan pembangunan gedung dakwah dan pendidikan. Bangunannya didirikan tepat di bekas gedung sekolah TK yang rusak terdampak bencana gempa bumi pada September 2018 silam. Turut menyaksikan kegiatan Monev Syamsu Johan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Utara beserta jajarannya dan Pengurus Daerah ‘Aisyiyah setempat.

Dalam sambutannya Johan Syamsu merasa terharu dan menyatakan bersyukur kepada Allah SWT dan mengapresiasi Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang telah memberikan bantuan, perhatian dan kepedulian begitu besar kepada warga di Lombok Utara. Ia berharap jalinan silaturrahim ini dapat terus bersambung dan berkelanjutan. Warga Muhammadiyah di Lombok Utara merasa didukung untuk dapat bangkit dan kuat kembali dari musibah bencana yang telah menimpa pada tahun lalu, pungkas Johan, yang mantan Bupati pertama Kabupaten Lombok Utara.

Sementara itu menurut Ahmad Saifu proyek yang menelan dana Rp. 1,4 Milyar ini telah mencapai progres 75%. Mulai dikerjakan sejak akhir bulan Februari 2019, gedung ini dibangun dengan konstruksi baja tahan gempa. Dengan luas bangunan 30 x 8 m gedung ini terdiri dari 5 ruang ditambah kamar mandi dan toilet. Rencananya bangunan berciri khas rumah daerah Lombok ini akan dipergunakan sebagai sekolah TK dan PAUD, Taman Pendidikan al-Qur’an dan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara.

Serahkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Lamongan

Bersama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kecamatan Laren, Kamis, (28/3/19), Lazismu Lamongan menyerahkan bantuan relokasi rumah untuk korban Angin Puting Beliung di Dusun Sukorejo Desa Bulutigo Kec Laren.

Bantuan ini diberikan secara simbolis kepada Bapak Turmudzi, Ketua PRM Sukorejo yang juga menjadi salah satu korban angina puting beliung dengan beberapa warga terdampak di Masjid Muhammadiyah Sukorejo, Kec Laren. Ketua Lazismu Lamongan Sujudna, bersama Ketua PCM Laren, As’ad dan PCA Laren yang menyerahkannya.

“Ada sekitar delapan warga yang terdampak angina putting beliung di daerah sukorejo ini, salah satunya saya, tiba tiba angin datang dan meruntuhkan atap rumah saya dan beberapa warga,” ungkapnya. “Saya mewakili warga muhammadiyah dan warga terdampak bencana mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Lazismu ini”, kata Turmudzi.

Turmudzi dan beberapa warga lainnya adalah korban terdampak bencana angin putting beliung yang terjadi di wilayah kec Maduran dan Laren pada Kamis, (21/3/2019). Lazismu yang mengetahui peristiwa ini, kemudian meninjau langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, PRM, PCM dan PCA. Selanjutnya berupaya menghimpun donasi.

“Memang tidak banyak, semoga dapat membantu meringankan beban yang ditanggung oleh para korban,” Ungkap Sujudna. (LA)

Baksos dan Siraman Rohani Bagi Warga Terdampak Banjir di Tuban

Hampir tiap saat kita mendengar berita tentang bencana, baik itu terjadi di mancanegara maupun didalam negeri.

Setiap tahun pula kita pun mendengar berita tentang bencana banjir dari kawasan Tuban, terutama yang menimpa penduduk yang tinggal di bantaran sungai Bengawan solo, mulai Widang, Plumpang, Rengel, Soko sampai dengan Parengan. Hal itu menuntut kesadaran kita untuk selalu merespon terkait dengan bencana yang terjadi.

Pada 27 Maret 2019 LAZISMU, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan MI Muhammadiyah 3 Panyuran melakukan baksos di desa kenongosari kecamatan Soko. Baksos berupa pemberian 43 bingkisan sembako kepada 22 Dhuafa, 20 Simpuh (simbah sepuh) dan 1 anak yatim.

Kenongosari adalah desa yang sering terdampak banjir setiap tahun karena letak desa di bantaran sungai Bengawan Solo. Warganya selalu waspada ketika hujan deras. Jika daerah Bojonegoro dan Ngawi sudah banjir maka bisa dipastikan Tuban bagian selatan termasuk desa kenongosari pasti banjir pula.

Selain itu kegiatan baksos juga diisi dengan pengajian tentang kebencanaan oleh ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d., Ketua MDMC kab Tuban, dalam tausiah nya Ust chusnul yakin mengatakan “Roland Barthes seorang filsuf menyampaikan dalam perkembangan pemikiran manusia setidak nya ada tiga hal yang sangat mempengaruhi peradapan pemikiran manusia. Pertama adalah mitologi, scientology dan Theology.

Terkait dengan bencana dalam kajiannya ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d. menyampaikan bahwa prespektif mitos (pandangan mistis masyarakat) menganggap bahwa bencana terjadi karena kurang sesajen terhadap kekuatan alam. Di dalam ilmu pengetahuan bencana terjadi karena adanya ketidak seimbangan alam. Adanya gempa karena bertumbuknya lempengan bumi. Terjadinya banjir karena curah hujan tinggi dan lain-lain.

Dalam prespektif agama, musibah terjadi atas otoritas Allah.

إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Selanjutnya ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d. menjelaskan, karena kita mahluk yang dibekali akal maka kita harus merefleksi dengan segala bencana yang terjadi disekitar kita. Maka ada hal yang selalu muncul dalam pemikiran kita. Bahwa bencana terjadi karena kita kurang bersahabat dengan alam, kita belum mengenal tanda alam dan kita kurang dekat dengan sang pemilik alam.

Sebagai makluk beragama maka kita musti berpikir bahwa bencana alam terjadi. Itu hanya cara Allah untuk mengingatkan kita. Karena kita adalah makluk Allah yang paling disayangi maka perlu Allah mengingatkan kita. Kalau Allah tidak sayang pada kita. Pasti Allah biarkan kita tetap bergemilang dosa, Allah biarkan kita tetap diluar orbit keimanan.

Maka mari kita pastikan tiap bencana yang terjadi disekitar kita. Jadikan ini sebagai jalan untuk mendapatkan hidayah Allah” pungkas ust. M. Chusnul Yakin, Sp.d. dalam tausiahnya. (Mal)

 

Maher Zain Kunjungi Huntara Lazis Muhammadiyah di Palu Sulawesi Tengah

Dalam rangkaian kegiatan tour konser amal untuk ke-manusiaan di Indonesia, penyanyi tenar dan produser musik internasional asal Swedia, Maher Zain berke-sempatan mengunjungi kota Palu Sulawesi Tengah (21/3/19).

Didampingi Direktur Fundraising Lazismu Pusat, Rizaludin Kur-niawan, Koordinator Pusat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Pengurus Salam Charity Foundation, Maher Zain bertandang ke lokasi kawasan terdampak bencana gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

Semenjak tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Maher Zain disambut oleh ratusan Pimpinan dan pegiat Muhammadiyah beserta Organisasi otonom dan para relawan MDMC-Lazismu Sulteng. Mereka sekaligus mengantarnya ber-keliling ke beberapa kawasan yang masih tampak bekas benca-na gempa bumi yang begitu dahsyat melanda kota Palu ini.

Di area pengungsian kompleks Huntara (Hunian Se-mentara) Muhammadiyah yang dibangun oleh MDMC-Lazis-mu, Maher Zain bercengkerama dengan warga dan anak-anak setempat sekaligus melihat kondisi tempat tinggal mereka dari dekat. Selain beranjangsana dan silaturrahim kunjungan maher Zain ini juga turut mempromosikan dan mensyiarkan program-program kemanusiaan Lazismu ke tingkat internasional. (Adit)

Menghadirkan Oase Bagi Warga Terdampak Puting Beliung di Kabupaten Probolinggo

LAZISMU hadir di lokasi bencana puting beliung di Desa Tambakrejo dan Desa Curahtulis Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo (17/03/2019). Kehadiran LAZISMU ini dalam rangka menyerahkan 107 paket sembako dan pakaian layak pakai. 107 paket dibagikan ke Desa Tambakrejo sejumlah 34 paket dan 74 paket dibagikan di Desa Curahtulis.

Pembagian paket sembako dan pakaian layak pakai ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo. Beliau mengatakan pada masyarakat agar menyikapi secara positif bencana yang menimpa 2 Desa ini. Dengan sikap positif akan menimbulkan aura positif sehingga bisa bangkit kembali dengan cepat. Misalnya, pertemuan silaturahmi ini.

“Mari, kita sikapi positif bencana ini,” kata Fauzi, S.Pd.I, Ketua PDM Kabupaten Probolinggo. Lanjutnya, “Sikap positif akan menimbulkan aura positif untuk segera bangkit.”

Selain membagikan paket sembako dan pakaian layak pakai, team LAZISMU bersama team MDMC kerja bakti membersihkan material bangunan dr rmh Pak Bambang. Pembersihan ini dilakukan karena sebentar lagi akan dibangunkan hunian mungil 6m × 3m oleh Muhammadiyah dari dana yang digali LAZISMU beserta relawan MDMC.

Ahmad Ridho Pambudi, Ketua Lazismu kabupaten Probolinggo mengatakan, “Hunian mungil ini dibangun agar keluarga Pak Bambang bisa menjalani kehidupannya dengan lebih baik.” (KR)