Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan (page 5)

Category Archives: Bencana & Kemanusiaan

Banjir Bandang Terjang Sentani, Jayapura, Papua, Mari Kita Bantu Sesama

Info dari BNPB (www.bnpb.go.id) hujan deras yang mengguyur daerah Jayapura telah menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua pada Sabtu 16/3/2019 pukul 21.30 WIT. Hujan deras turun sejak pukul 18.00 WIT.

Akibatnya 9 kelurahan di Kecamatan Sentani diterjang banjir bandang yaitu Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri. Banjir masuk ke rumah-rumah warga dan rumah sakit. Jalan berubah menjadi aliran permukaan yang deras.

Evakuasi dan pendataan masih dilakukan. Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang. Data sementara 50 orang meninggal dunia dan 59 luka-luka. (BNPB/fotro : Antara)

Sehubungan dengan itu maka Lazismu kembali membuka dompet donasi kemanusiaan dan kebencanaan. Donasi dana dapat ditransfer melalui rekening :

  • Bank Mu’amalat No. 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim
  • Alamat Posko Bencana Jatim : Jl. Kertomenanggal 4/1 Surabaya, telp. 031 843 7191.

INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI’UN

Dunia kemanusiaan kembali berduka. Penembakan terjadi di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019) siang. Insiden berdarah ini berlangsung di Masjid Al Noor, pusat Kota Christchurch, dan Masjid Linwood, di pinggiran kota. Penembakan yang berlangsung selama 20 menit ini menimbulkan banyak korban. Puluhan orang dilaporkan tewas dan luka-luka.

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution mengutuk keras aksi biadab ini. “Terorisme itu musuh agama dan kemanusiaan. Karena itu siapa pun pelaku teror, ia adalah musuh agama dan kemanusiaan,” tuturnya. Dunia kemanusiaan mengutuk keras atas aksi terorisme dan tindakan tidak beradab tersebut.

Maneger berharap kasus ini bisa segera menemui titik terang. “Aparat setempat harus mengusut tuntas siapa pun pelaku dan dibalik aksi keji itu. Mereka laik dihukum dengan sangat berat dan keras. Mereka penjahat keagamaaan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Pemerintah Selandia Baru, juga diminta bisa memastikan agar umat beragama bebas mengamalkan agamanya. Dan, memastikan bahwa peristiwa yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

“Pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa kasus terorisme di Selandia Baru itu tidak terinportasi ke Indonesia yang berpotensi mengganggu keguyuban nasional. Publik dalam negeri mampu menahan diri, tidak terprovokasi. Hindari main hakim sendiri,” pungkas Maneger.

Terkait dengan korban, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada enam warga negara Indonesia yang tengah berada di Masjid Al Noor Christchurch saat penembakan terjadi. Tiga WNI dipastikan selamat dan bisa dikontak. Kemenlu berusaha memastikan tiga WNI lainnya. (ribas / www.suaramuhammadiyah.id).

Belasungkawa dan dukacita yang sangat mendalam kita sampaikan atas tragedi penembakan kaum Muslimin di Masjid Selandia Baru yang kejam dan biadab, jumat 15 Maret 2019. Innalillahi wa innailaihi roji’un, atas gugurnya 49 orang umat Islam.

Atas tragedi itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan siaran press, dengan uraian sebagai berikut:

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TENTANG TRAGEDI PENEMBAKAN DI MASJID CHRISTCHURCH SELANDIA BARU (Nomor: 101/PER/I.0/J/2019)

Bismillahirrohmanirrohim

Sehubungan dengan tragedi penembakan di Masjid al-Noor, Lindwood,  Christchurch Selandia Baru, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan:

  1. Menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi penembakan di Masjid al-Noor, yang menewaskan puluhan Muslim. Mereka yang wafat adalah syahid yang mendapatkan tempat terhormat di hadapan manusia dan Allah azza wa jalla. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Kepada umat Muslim Selandia Baru agar tetap tegar dan tidak surut selangkahpun dalam berislam dan berdakwah di Selandia Baru.
  1. Mengutuk keras penembakan yang sesungguhnya merupakan pembantaian dan aksi teroris yang sangat biadab serta permusuhan terhadap umat Islam, apapun motifnya dan siapapun pelakunya.
  1. Mendesak Pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas motif dan pelaku pembantaian maupun dalangnya serta memberikan hukuman yang seberat-beratnya. Pemerintah Selandia Baru agar meningkatkan keamanan dan melindungi seluruh warga negara khususnya umat Islam agar dapat hidup damai dan menjalankan ajaran agama dengan aman.
  1. Mengapresiasi pernyataan tegas dan sikap cepat Pemerintah Indonesia yang mengambil langkah diplomatis dan mendesak agar segera melakukan langkah-langkah diplomasi lebih lanjut dan tindakan kemanusiaan untuk membantu, mengevakuasi, dan menyelamatkan warga Indonesia yang menjadi korban.
  1. Menghimbau umat Islam Indonesia untuk bersikap tenang, tidak membuat pernyataan yang memperkeruh suasana, dan melakukan langkah–langkah yang kontra produktif. Umat Islam Indonesia hendaknya menggalang solidaritas dan melakukan doa bersama untuk keselamatan dan mendukung perjuangan dakwah Muslim di Selandia Baru.

Nasrun Min Allah wa fathun qarib. Jakarta, 08  Rajab  1440 H/15  Maret 2019 M.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah : Ketua, Prof. Dr. Bahtiar Effendy, MA (NBM 744 626) dan Sekretaris Umum, Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed (NBM 750 178).

Lazismu Akan Buatkan Hunian Mungil Bagi Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Probolinggo

Rumah pak Bambang di kecamatan Tongas kabupaten Probolinggo, porak poranda diterjang angin puting beliung, pada 6 Maret 2019 lalu. Tentu rumah yang sudah roboh itu tidak bisa ditinggali lagi.

Demikian pula rumah Ibu Susianto, tetangga pak Bambang, yang juga rata dengan tanah. Angin puting beliung yang dahsyat itu membuat bu Susianto tak punya tempat tinggal.

Untuk sementara, Pak Bambang beserta keluarga tinggal di tenda terpal berukuran 4 x 6 meter. Sementara itu bu Susianto ditampung oleh keluarganya.

Kini LAZISMU sedang berusaha menggali dana guna membangunkan rumah mungil untuk 2 keluarga tersebut. Rumah ukuran 3 x 6 meter, lebih tepat disebut hunian sementara.

Diperkirakan setiap rumah mungil itu akan menghabiskan dana 11 juta-an rupiah. Untuk dua rumah berarti butuh dana 22 juta rupiah.

Bersama para relawan MDMC-LAZISMU yang siap membantu kita berharap agar pak Bambang dan bu Susianto bisa menempati rumah lagi walau mungil.

Oleh karena itu marilah kita berpartisipasi. Tentu kita tidak akan biarkan kondisi ini terus berlanjut tanpa kepedulian kita.

Transfer partisipasi Anda melalui Lazismu kabupaten Probolinggo :

  • Bank Muamalat Indonesia no.
    76650 3 31 00 0 00000 a.n. Humanity LAZISMU Kab Probolinggo.
  • Bank Syariah Mandiri no. 99398 3 31 00 0 00000 a.n. Humanity LAZISMU Kab Probolinggo.
  • Bank BRI No. 7930-01-003886-53-2
    a.n. Lazismu Daerah Kab. Probolinggo.
  • Bank Jatim Syari’ah No. 6212003410

Warga Muhammadiyah Ringan Tangan Bantu Korban Bencana di Kabupaten Madiun

Madiun, 8 Maret 2019. Banjir yang merendam puluhan desa di kabupaten Madiun kali ini memang terparah sepanjang sejarah. Tahun-tahun sebelumnya banjir hanya melanda desa-desa tertentu dengan ketinggian air yang tidak terlalu parah. Namun banjir kemarin bukan main-main. Ketinggian air terparah mencapai atap rumah atau sekitar 5 meter. Banyak warga berlindung di atap rumah dan terpaksa dievakuasi dengan perahu karet.

Banjir kiriman pun datang dengan sangat dasyat. Terutama di daerah Balerejo. Dalam sekejap banjir rendam rumah-rumah warga bahkan Tol Balerejo sempat tenggelam sehingga membuat kemacetan yang cukup parah. Banjir lanjutan ini karena beberapa tanggul jebol. Hingga Jumat sore, ada beberapa wilayah yang belum surut.

Di tengah bencana yang melanda Kabupaten Madiun, Lazismu dan semua AUM di kabupaten Madiun bahu membahu galang dana dan saurkan bantuan. Mulai dari anak-anak PAUD dan TK ABA, MI Muhammadiyah Caruban, SMP Muhammadiyah Caruban, PPTQ Ahmad Dahlan, PCM, PDM, sampai ibu-ibu Aisyah berlomba-lomba berbuat baik.

Siswa-siswa, wali murid dan jajaran guru turut serta kumpulkan bantuan dan salurkan bantuan langsung ke titik-titk terdampak banjir. Lazismu, PCM, PDM, dan ibu-ibu Aisiyah juga membuka posko bencana  lengkap dengan dapur umum di SMP Muhammadiyah 2 Caruban. Nasi bungkus yang dimasak ibu-ibu Aisiyah dan seluruh bantuan yang masuk di posko terus disluran. Hingga, jumat sore ada beberapa titik penyaluran. Salah satunya di desa Glonggong dan Garon Balerejo yang sampai saat ini air belum sepenuhnya surut.

Bencana ini memberi kita banyak pelajaran. Ilmu kesabaran dan kepedulian yang mengerucut pada ilmu ketuhanan. Bahwa sejatinya kita tak pernah memiliki apa-apa. Bahkan diri ini pun adalah milik-Nya. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan.

Devy Yup – Relawan Lazismu Madiun

Lazismu-MDMC Magetan Terjun ke Kawasan Banjir Untuk Salurkan Bantuan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Eks-Karesidenan Madiun, Rabu (6/3/19) menyebabkan ratusan rumah terendam air.

Sebagai aksi solidaritas untuk sesama, Lazismu Magetan bersama MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) langsung terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga korban banjir, Kamis (7/3/19).

Ketua Lazismu Magetan Nanang Aryono SSos bertindak sigap menghadapi bencana tersebut. Kamis pagi, dia menugaskan Lazismu Kantor Layanan (KL) Barat melakukan assessment dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat desa setempat.

Alhasil, Kamis sore, Lazismu Magetan langsung ke lokasi dengan membawa logistik dan mendirikan posko di rumah Mbah Carik Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan.

Sebagai langkah awal, Lazismu memberikan bantuan berupa 53 kardus air mineral, 80 bungkus biskuit, dan 100 bungkus nasi.

Nanang mengatakan, Lazismu masih akan terus melakukan penggalangan bantuan sampai tiga hari ke depan dengan menggandeng seluruh elemen Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Magetan.

Selain itu, relawan Lazismu juga ikut terlibat langsung dalam pendistribusian bantuan. Erwin Puji Rahman misalnya. Dia bersama relawan lainya harus susah payah masuk ke dalam genangan air, agar dapat mendistribusikan bantuan kepada warga.

“Dalam membantu kita harus all out dan tulus. Ini adalah tugas kita bersama. Pengorbanan seperti ini memang berat, tapi inilah yang membuat hidup kita terasa lebih bermakna. Betapa bahagianya, ketika kita bisa memberi manfaat untuk orang lain,” ucapnya. (Supriadi/pwmu.co)

Desa Selogabus Tuban Terendam Banjir, Lazismu dan MDMC Langsung Turun Lapangan

Rabu petang (06/03/2019) Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Tuban mendapatkan informasi bahwa banjir setinggi dada orang dewasa telah menggenangi desa Selogabus, Kecamatan Parengan.

Malam itu juga pukul 20.00 WIB tim Lazismu dan MDMC Tuban segera berangkat menuju lokasi dengan membawa makanan (50 nasi bungkus) dan air mineral. Bantuan ini bersifat sementara dan hanya untuk kebutuhan awal bagi para korban banjir.

Selanjutnya MDMC dan Lazismu Tuban akan terus berkoordinasi dengan Rusmiadi, pemuda desa setempat sebagai penghubung, untuk mengasessment warga dan kemudian memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat selama banjir belum surut.

“Banjir ini sudah dari subuh (Rabu 06/03/19) tadi mas dan mulai siang tadi masyarakat sudah tidak dapat memasak karena banjir mulai membesar. Peralatan, perlengkapan perabotan, gas, dan kompor penduduk di desa ini semua terendam air” ucap Rusmiadi penuh harap.

“InsyaAllah kami akan segera berkoordinasi dengan yang lainnya dan akan membantu masyarakat disini” jawab Abdul Malik, Sekretaris Lazismu Kabupaten Tuban, merespon harapan Rusmiadi mewakili penduduk desa itu. “Kami akan segera kembali kesini secepatnya” kata Malik. (Adit)

Banjir Terjang Kabupaten Madiun Lazismu Salurkan Bantuan

Hari Rabu 6 Maret 2019 sejumlah daerah di kabupaten Madiun terendam banjir. Banjir menggenangi 5 kecamatan yaitu Saradan, Pilangkenceng, Mejayan, Wungu dan Balerejo. Penyebab banjir adalah hujan deras yang terjadi Selasa malam. Banjir di Kabupaten Madiun kali ini tergolong banjir terparah sepanjang sejarah. Ketinggian paling parah mencapai 5 meter.

Banyakwarga yang rumahnya tergenang hingga harus naik ke atap rumah. Selain itu banyak binatang ternak, lahan pertanian dan barang-barang berharga yang direndam banjir. Beberapa jalan terpaksa harus ditutup karena terendam banjir.

Lazismu Kabupaten Madiun dibantu oleh murid murid SMP Muhammadiyah Caruban bergerak menyalurkan bantuan berupa air minum, mie instan dan nasi bungkus ke beberapa titik. Salah satunya di dusun Jetak Desa Purworejo Kec. Pilangkenceng.

Saat ditemui tim relawan, banyak warga yang mengeluh karena masih trauma dengan banjir yang terjadi malam hari tadi. Mereka juga mengeluhkan rumah mereka yang rusak, kekurangan air bersih dan harta benda mereka yang terendam banjir.

Baru saja banjir surut, ketakutan kembali dirasakan karena hari ini hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Madiun.( Tim Relawan Lazismu Kab. Madiun)

Di Hadapan Ratusan Hadirin Relawan Kemanusiaan Kabupaten Probolinggo Ini Mengucap Janji

Keberadaan relawan sangat penting dan vital guna mendukung tugas-tugas kemanusiaan. Sebagaimana diketahui bahwa negeri kita adalah kawasan yang rawan bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan.

Relawan memegang peranan penting guna diterjunkan ke kawasan yang rawan dan berbahaya guna memberikan pertolongan kepada korban bencana dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu dibutuhkan korps relawan Muhammadiyah yang kuat, tangguh dan berdedikasi yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Menyadari pentingnya hal itu Muhammadiyah kabupaten Probolinggo yang didukung LAZISMU merapatkan barisan dengan membentuk satuan MDMC di tingkat daerah. Pada selasa malam, 27 Februari 2019 bertempat di Hall Lila Catering Probolinggo dilaksanakan pelantikan pimpinan dan anggota MDMC atau lembaga penanggulangan bencana kabupaten Probolinggo.

Di hadapan sekitar 500 orang hadirin pengajian Muhammadiyah kabupaten Probolinggo ke20 relawan kemanusiaan itu mengucapkan janji pelantikan dan berkomitmen untuk siap sedia dan bersiaga setiap waktu terjun dalam kondisi apapun jika terjadi bencana, baik di tingkat lokal, regional dan nasional.

Menurut Ahmad Ridho Pambudi, ketua Lazismu kabupaten Probolinggo, walau secara kelembagaan dan struktural agak lambat, keberadaan MDMC tetap dirindukan. Para relawan yang sebagian besar adalah anak muda tampak bersemangat dan menggebu-gebu untuk berkiprah mendarmabaktikan dirinya menjadi insan penolong yang tanggap dan peduli terhadap masalah kemanusiaan.

Ridho mengungkapkan bahwa walaupun belum ada lembaganya para relawan Muhammadiyah kabupaten Probolinggo bersama Lazismu sudah bergerak dalam berbagai aksi kebencanaan baik di kawasan Probolinggo sendiri, beberapa daerah hingga lintas provinsi, seperti di Lombok NTB.

Pada kesempatan itu tidak hanya pimpinan daerah Muhammadiyah kabupaten Probolinggo saja yang mengapresiasi terbentuknya MDMC. Sebelum menyampaikan tausiyah Nadjib Hamid, MSi., Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur turut menyemangati para relawan dan memberikan ucapan selamat atas pelantikan mereka.

Nadjib mengharapkan agar para relawan siap siaga dan ikhlas menerima tugas-tugas kemanusiaan menolong kaum mustadhafin yang menjadi ciri khas gerakan filantropi Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. “Semoga semangat Al-Ma’un senantiasa terpatri dalam segenap sanubari insan Muhammadiyah di kabupaten Probolinggo” pungkas Nadjib. (Adit)

MARI berdonasi melalui Lazismu..

Rekening Lazismu

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 31 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Probolinggo
BMI 76630 1 31 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Probolinggo
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 31 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Probolinggo
BMI 76640 2 31 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Probolinggo
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 31 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Proboling
BMI 76650 3 31 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Proboling
QURBAN BMI 77250 4 31 00 0 00000 Qurban LAZISMU Kab Probolinggo

Terhempas Musibah Angin Puting Beliung, Sekolah Ini Butuh Uluran Tangan

Ahad siang pada 24 Februari 2019 menjadi hari yang mencekam bagi warga Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Karena pada saat itu sekitar pukul 14.00 angin puting beliung menerjang kawasan tersebut. Disertai hujan yang deras, angin puting beliung itu menerjang pemukiman warga dan menyebabkan banyak pohon bertumbangan dan beberapa tiang listrik roboh.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban, namun hanya menyebabkan beberapa bangunan disana mengalami kerusakan. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah bangunan sekolah milik Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) 9 Wagir. Tiga kelas yang baru dibangun beberapa waktu yang lalu tampak mengalami kerusakan.

Muhammad Syahri, kepala SMKM 9 Wagir menjelaskan kerusakan terparah terjadi dibagian atap kelas. “Karena atapnya masih menggunakan asbes gelombang, jadi ikut terbang saat angin puting beliung menerjang”. Jelasnya.

Namun, Syahri bersyukur kejadian tersebut tidak memakan korban baik dari siswa maupun guru karena bertepatan dengan hari libur. “Alhamdulillah, meskipun ada bangunan yang rusak tapi hal yang lebih penting tidak sampai memakan korban”. Ucap Syahri.

Ditanya mengenai taksiran kerugian Syahri mengaku belum menghitung secara detail. “Kalau kerugian sih belum dihitung, tapi kalau bisa mendapatkan bantuan 1 Milyard akan kami terima dengan tangan terbuka”. Jawab Syahri sambil tertawa. Dia menjawab demikian karena kedepannya ingin sekalian membangun SMKM 9 Wagir menjadi sekolah yang mempunyai fasilitas mumpuni agar semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sana.

Untuk membantu meringankan beban SMKM 9 Wagir, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang melalui Lazismu memberikan bantuan kesana. Pada hari Selasa (26/2) Lazismu yang diwakili oleh Sugiarti selaku Bendahara menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 5.000.000,-. Dana tersebut diterima oleh Lukman Hakim perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wagir.

Lukman Hakim menyambut dengan antusias atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu. Dia mengatakan bantuan ini akan digunakan untuk biaya renovasi kelas yang rusak akibat puting beliung. “Terima kasih atas bantuan dari Lazismu, ini merupakan bantuan pertama kali yang kami terima semenjak musibah yang terjadi Ahad lalu”. Kata Lukman penuh rasa syukur.

Sementara Sugiarti mengatakan pemberian bantuan ini merupakan langkah awal yang dilakukan Lazismu untuk membantu penanggulangan musibah yang menimpa SMKM 9 Wagir. Saat ini Lazismu masih terus menggalang dana untuk membantu perbaikan SMKM 9 Wagir agar bisa kembali normal. “Semoga nanti Kita bisa menambah jumlah bantuan yang diberikan, sehingga SMKM 9 Wagir bisa kembali beraktivitas normal, dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman”. Ucap Sugiarti penuh harap.

Bagi para donatur yang ingin membantu renovasi SMKM 9 Wagir agar bisa kembali normal ataupun program lainnya di Lazismu bisa transfer ke Rekening Bank Syariah Mandiri : 99398 3 23 00 0 00000/ Bank Muamalat : 76650 3 23 00 0 00000, atas nama Humanity Lazismu Kab. Malang. Atau bisa juga layanan jemput donasi dengan menghubungi 0821-4333-4565. (Mirza)

Lazismu dan MDMC Jatim Laksanakan Pembangunan Gedung Dakwah dan Pendidikan di Lekok Gangga, Kabupaten Lombok Utara

Program rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan yang terdampak gempa bumi tahun 2018 lalu di Lekok, Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB) kini telah dimulai. Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur pada 21 Februari 2019 akan melaksanakan proses pembangunan gedung Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara sebagai bagian dari program penanganan kebencanaan yang berkelanjutan.

Proyek pembangunan gedung Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah di Lombok Utara yang akan menelan dana sebesar 1,4 Milyar Rupiah ini didanai dari hasil penghimpunan donasi bencana gempa Lombok dari berbagai kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur. Gedung ini dirancang menggunakan konstruksi yang tahan gempa sehingga aman dan meminimalisir kerusakan jika terjadi gempa.

Selaku pimpinan  proyek pembangunan ini telah ditunjuk Ir. Priyo A. Sancoyo, anggota MDMC Jatim, beserta Tim yang juga berhasil melaksanakan pembangunan Hunian Transisi Untuk Warga (Huntara) di kawasan Gangga, Lombok Utara. Sebelumnya Lazismu dan MDMC Jatim telah membangun sebanyak 160 unit Huntara bagi warga terdampak di kawasan itu.

Gedung dakwah dan pendidikan itu nantinya akan dipergunakan sebagai sekolah Taman Kanak-kanak (TK/PAUD) ‘Aisyiyah, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ), Sekolah Aman Bencana (SAB), pusat dakwah Muhammadiyah, kantor layanan Lazismu dan berbagai kegiatan sosial yang mendukung. Waktu pembangunan diperkirakan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Gedung ini menempati lahan Hibbah dari tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Utara yang dengan ikhlas memberikan tanahnya untuk sarana dakwah dan pendidikan.

Menurut Priyo saat ini tengah dilakukan pengiriman material utama dan peralatan pembangunan dari Surabaya ke Lombok yang akan digunakan untuk membangun fondasi. Tim pelaksana proyek juga sedang dalam perjalanan menuju ke Lombok sehingga diperkirakan pada pekan depan proses pembangunan gedung dapat segera berjalan.

Penanganan Berkelanjutan Bagi Penyintas Bencana Longsor 2017 di Banaran, Ponorogo

Kita diberikan anugerah besar oleh Allah SWT untuk bisa hidup di negeri yang subur, keadaan alam yang sangat indah mulai dari gunung yang menjulang tinggi, dataran rendah yang menghampar, puluhan ribu pulau nan elok, hingga pantai yang mempesona, akan mudah membius siapapun manusia yang melihatnya. Negeri kita dengan letak geografis yang sangat strategis, berada pada posisi silang antara 2 benua dan 2 samudra memiliki dampak positif yakni dapat menjadi jembatan lalu lintas perdagagan internasional.

Dibalik semua hal indah yang disebutkan diatas, ada ancaman besar yang selalu mengintai kapanpun di Indonesia. Erupsi gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, banjir, Tsunami, dan lain-lain yang seringkali memakan korban jiwa yang tak sedikit. Tahun-tahun terakhir hal semacam itu menjadi suguhan berita yang hampir tiap hari kita ‘nikmati’ disela-sela kemarahan alam yang selalu mengancam.

Kabupaten Ponorogo adalah satu dari sekian banyak kabupaten di Indonesia yang tertimpa bencana alam tanah longsor 2017 lalu. Tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Total korban jiwa sejumlah 28 orang, 16 laki-laki dan 12 perempuan. Sebagian besar belum diketemukan hingga saat ini. Hal ini menyisakan trauma mendalam bagi warga Banaran.

Lazismu Ponorogo merupakan lembaga amil zakat yang konsisten memberikan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Banaran. Hari Ahad 3 Februari 2019, Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur drh. Zainul Muslimin dan Anggota Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jatim Imam Fauzi bersama Ketua Lazismu Ponorogo Zulkarnain Asyahifa memberikan bantuan kepada para penyintas bencana longsor yang terjadi beberapa tahun lalu. Bantuan itu berupa beasiswa Pendidikan kepada Yatim/Piatu korban bencana longsor untuk keberlangsungan pendidikan mereka. Hadir pula disana MDMC Ponorogo, PCM Kec.Pulung dan Camat pulung dan Sekretaris Desa setempat.

Untuk beasiswa Tingkat SD sejumlah 7 orang, SMP 3 orang, SMA 2 orang, dan Perguran Tinggi 2 orang. Dengan nominal bantuan yang berbeda, Rp. 5.000.000,- untuk tingkat SD, Rp. 7.000.000,- tingkat SMP, Rp.9.000.000,- tingkat SMA dan Rp. 11.000.000,- untuk tingkat Perguruan Tinggi.

Hadirnya Lazismu Ponorogo ditengah duka dan trauma semoga bisa menjadi lilin pada perjalanan kehidupan anak-anak yatim/piatu yang sedang menempuh pendidikan demi masa depan mereka. Dengan begitu, amanah dari para donatur telah tersampaikan. Demikian pesan Ketua Lazismu Jatim drh. Zainul Muslimin.

Bantuan berupa uang semacam ini, bukanlah akhir dari upaya Lazismu untuk membantu mereka. Bantuan lain yang tak terhitung nilainya, mulai dari waktu, tenaga dan juga fikiran, selalu disumbangkan semenjak kejadian longsor 2017 lalu.

Semoga upaya yang positif yang diupayakan Muhammadiyah dan sayap-sayap organisasinya termasuk Lazismu dan MDMC akan membawa kontribusi yang positif dimasa sekarang dan akan datang. Hingga kelak para mustahiq itu mampu menjadi muzakki. (Thoriq).

Tim LAZISMU-PDM Kabupaten Blitar Realisasikan Pembangunan Masjid di Lekok, Gangga, Lombok Utara

Lombok pasca tanggap darurat dan rehabilitasi bencana gempa bumi kini masuk ke tahap rekonstruksi. Semua pihak terkait sangat diharapkan oleh masyarakat terdampak bencana disana untuk dapat merealisasikan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Termasuk Muhammadiyah yang mendelegasikan tugas lewat LAZISMU juga melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Lombok.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) atau lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu semenjak terjadinya gempa bumi di Lombok senantiasa aktif dalam proses penanganan bencana. Mulai dari masa tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ketika masa tanggap darurat MDMC-Lazismu Jatim mengirimkan bantuan dan relawan untuk mengelola Posko (Bantuan, Dapur Umum dan Medis) dan Perkampungan Pengungsi di Lekok Tenggara, Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sedangkan pada masa rehabilitasi MDMC-Lazismu Jatim telah membangun Hunian Transisi / Sementara sebanyak 160 unit dari total 600 unit yang dibangun PP. Muhammadiyah.

Kini, setidaknya masih ada 4 program rekonstruksi yang menjadi tugas MDMC-Lazismu PWM Jatim di Lekok, Gangga, Lombok Utara, yaitu pembangunan gedung Dakwah dan Sekolah, pembangunan Masjid ‘Aisyiyah, pembangunan instalasi Air Minum dan renovasi gedung PWM NTB yang terdampak gempa. Saat ini yang paling urgent dibutuhkan adalah pembangunan Masjid ‘Aisyiyah tahan gempa, mengingat Masjid yang lama terdampak gempa dan harus dirobohkan.

Pada 6 Februari 2019 ini dimulai pembangunan Masjid ‘Aisyiyah di kawasan itu. Tim Muhammadiyah (MDMC-Lazismu) dari Kabupaten Blitar yang mengerjakan sekaligus mendanai proyek itu telah tiba beserta dengan tukang, bahan material, perlengkapan dan peralatannya. Pekerjaan meliputi pemasangan besi dan pengecoran 14 titik angkur yang menjadi fondasi Masjid hingga finishing bangunan Masjid.

Diharapkan Masjid ‘Aisyiyah tersebut dalam tempo 2 bulan ke depan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga Lekok Tenggara untuk melaksanakan kegiatan ibadah dan aktifitas dakwah lainnya. Untuk program-program MDMC-Lazismu Jatim lainnya akan direalisasi menyusul pada akhir bulan februari hingga bulan Agustus 2019 ini (Adit).