Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 25 September 2020
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi

Category Archives: Ekonomi

Gelar Pelatihan Pemberdayaan Untuk Melejitkan Usaha Mikro

Pandemi Covid-19 ini benar-benar meluluhlantakkan sektor perekonomian di tanah air, pun juga di belahan dunia lainnya. Tak hanya pengusaha besar papan atas yang pusing dan bangkrut, usaha mikro yang merupakan mayoritas rakyat kebanyakan di negeri ini pun menjadi kroban.

Oleh sebab itu Lazismu menggandeng para mitra untuk membantu mengatasi permasalahan ekonomi yang diderita oleh masyarakat yang terpuruk selama masa pandemi Covid-19 dan berubah menjadi mustahik. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan modal pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga. Tudak hanya memberikan modal, namun juga mendampingi dan mengembangkan usaha para keluarga yang sempat terpuruk.

Lazismu wilayah Jawa Timur dalam rangka menindaklanjuti program Pemberdayaan UMKM mustahik mengadakan Pelatihan dengan tema “Mengembangkan dan Melejitkan Usaha Mikro Dalam rangka Membangun Ketahanan Ekonomi Berbassi Keluarga di tengah Pandemi Covid-19”, Sabtu 19 September 2020, di Resto Bunda Nur, Buduran, Sidoarjo.

Pelatihan diikuti oleh 30 pelaku Usaha Mikro di 10 Daerah di Jawa Timur yang mendapat program pendampingan pemberdayaan UMKM. Program pemberdayaan ini merupakan sinergi antara Lazismu dengan Alfamidi, Wardah dan Anggoro Eko Cahyo. Kesepuluh daerah itu adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kab Malang, Ponorogo, Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Pamekasan dan Jember. Mereka kebanyakan berwirausaha di jalur kuliner dan bahan makanan. Selain itu hadir pula 10 orang staf bagian Program dari 10 Lazismu Daerah yang bertindak sebagai pendamping pemberdayaan UMKM.

Ke-30 orang Usaha Mikro itu hadir dengan membawa produk khas daerahnya masing-masing, seperti aneka jajanan dan kuliner hingga produk bumbu, sambal dan aneka kerajinan. Mereka umumnya usaha rumahan yang saat ini sedang berupaya untuk bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Dalam sambutannya, Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, drh Zainul Muslimin, pandemi Covid-19 boleh merontokkan sektor usaha kecil, namun jangan sampai menurunkan semangat juang dan ghirah berwirausaha pelakunya. Jika saat pandemi dihadapkan pada kondisi lockdown dengan berbagai pembatasan akibat meluasnya wabah virus suatu penyakit, maka disitu justru ada jalan lain yang terbuka lebar untuk tetap menjalankan bisnis.

Zainul mencontohkan, restonya yang selama pandemi enam bulan harus tutup, maka di kala masa wabah Covid-19 itu justru penjualan kateringnya melejit, yakni melalui pemasaran online. Dengan pemasaran melalui medsos dan media online pemesanan makanan dan minuman usaha katering dapat dilakukan dari jarak jauh atau rumah konsumen dan deliverynya dengan memanfaatkan jasa ojek online yang ada.

“Allah pasti membukakan jalan bagi hambaNya yang mau berusaha keras dan memikirkan pemecahan masalah yang menimpanya daripada meratapi kondisi yang tidak menentu. Maka jika kita berusaha keras dan berdoa dengan sekuat daya maka Allah akan memberikan kemudahan kepada kita untuk sukses berbisnis” katanya sembari memberikan semangat kepada peserta pelatihan.

Materi yang disajikan dalam pelatihan berhubungan dengan kehidupan usaha kecil sehari-hari. Seperti Ratna Saktijaningdijah, SE, MSA, narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM provinsi Jawa Timur yang menyampaikan tentang bagaimana mengurus perijinan dan legal formal UKM secara praktis.

Menurut Ratna, pemerintah bertanggung jawab untuk memulihkan perekonomian sebagai dampak pandemi ini. Salah satunya adalah memberikan kemudahan dalam proses perijinan dan legal formal melalui sistem online. Kemudahan mengurus ijin itu harus diakses oleh pelaku UKM. Selain itu pendampingan usaha kecil mulai digiatkan pemasaran secara online shop dan digital marketing, disertai dengan perluasan kemitraan.

Pemateri kedua, yaitu Kisworo Agung Pambudi, Mentor Digital Marketing Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya menyampaikan tentang Kiat Sukses Pemasaran Online. Menurut konsultas bisnis muda ini, pada era pandemi Covid-19, tiada cara yang lebih mudah dan efektif untuk memasarkan produk UKM selain melalui online.

Oleh karena itu Kisworo mengajak peserta pelatihan untuk segera memanfaatkan smrtphone-nya masing-masing untuk berjualan  dan memasarkan produk. Saat ini usaha mikro lemah dalam hal branding awareness atau kesadaran merek dan perluasan jaringan. Karena dengan branding dan jaringan yang kuat, sebesar dan sekecil apapun produknya, maka hal itu akan berguna untuk meningkatkan penjualan.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, Muhammad Masrukh menugaskan kepada bagian program Lazismu Daerah untuk terus memantau dan mendamping usaha mikro bianan di daerahnya. Selain itu laporan yang rapi dan tertib serta terdokumentasi dengan baik juga menjadi prioritas dalam jangka pendek.

Pendampingan usaha mikro oleh Lazismu Daerah, menurut Masrukh, diarahkan agar pengusaha binaan Lazismu mempunyai ijin usaha dan sukses memasarkan produknya melalui online. Peningkatan kualitas produk dan kemasan harus menjadi titik tekan keberhasilan program ini.

Lazismu wilayah Jatim, menurutnya, akan terus memonitor, mengupayakan dan memberikan jalan bagaimana program ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan semata demi menigkatkan taraf kesejahteraan ekonomi musthik (UMKM binaan) yang menjadi fokus garapan Lazismu, pungkasnya. (Adit)

Berdayakan UMKM di Ponorogo, Lazismu Bersama Mitra Gulirkan Bantuan Ketahanan Ekonomi Berbasis Keluarga

Keberlangsungan pemberdayaan di sektor ekonomi di masa pandemi terus dilakukan Lazismu. Kali ini, mengusung program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi berbasis keluarga di tengah pandemi covid -19.

Sabtu/5/9/2020 Lazismu ponorogo menyalurkan Paket bantuan pemberdayaan UMKM berupa peralatan produksi, bantuan modal usaha dan juga paket sembako. Beberapa umkm yang mendapatkan program pemberdayaan ini di antaranya: Bengkel las prasetya, Kue Bolupa, Warung Omah Langit, Rengginan Ketela dan Tiwul instan khas ngrayun.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara lazismu dengan Alfamidi, Wardah dan juga Anggoro Eko Cahyo dalam upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sehingga Kesejahteraan ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Salah satu penerima manfaat, (Bengkel las prasetya) mengungkapkan, “Dengan adanya pemberdayaan ini beliau sangat terbantu sekali, karena dengan adanya penambahan alat sehingga produktifitas bengkel las miliknya semakin meningkat dan lebih produktif lagi.”

“Kegiatan ini merupakan turunan dari program lazismu pusat yang bekerjasama dengan beberapa korporasi yang ada di Indonesia, sehingga mewujudkan program pemberdayaan UMKM. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak secara langsung dalam keberlangsungan UMKM di ponorogo dalam hal produktifitas dan peningkatan kesejahteraan, Setelah ini kami juga akan memberikan pendampingan kepada UMKM Binaan agar semakin lebih maju“ ungkap Zulkarnain Asya Hifa M.Hum, Ketua Lazismu Ponorogo. (Bayu)

Laksanakan Program Pemberdayaan UMKM, Lazismu Bekali Para Pendamping Dengan BIMTEK

Pandemi virus Corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai Cobid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mulai gelisah.

Guna mendorong tumbuh besarnya UMKM berbasis keluarga dalam peningkatan perekonomian dimasa pandemi Covid-19, disamping diperlukan ketersediaan modal finansial, UMKM juga membutuhkan pelatihan (modal intelektual) maupun pendampingan (modal sosial). Maka LAZISMU melalui kiprahnya ikut berpartisipasi, sebagai bentuk mendukung program penanggulangan Covid-19 dalam memberdayakan pelaku UMKM dengan pendekatan filantropi, yang tidak hanya didukung dengan penyediaan modal tapi juga pelatihan dan pendampingan.

Semangat kebersamaan masyarakat akan mendorong bangsa keluar dari persolaan pandemi Covid-19 tentunya, peran ekonomi keluarga, ekonomi UMKM, yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kita. Bagi keluarga maupun UMKM yang sudah berjalan harus bisa melihat peluang dengan baik di tengah pandemi Corona.

Meskipun pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap ekonomi keluarga dan UMKM, namun ada beberapa faktor yang membuat keluarga dan UMKM masih bisa bertahan ditengah wabah Covid-19. Yang pertama, umumnya UMKM yang menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pendapatan masyarakat yang menurun drastis tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan. UMKM malah bisa bergerak dan menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas dan dalam situasi Covid-19.

Kedua, pelaku usaha UMKM umumnya memanfaatkan sumberdaya lokal, baik sumberdaya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan. Artinya, sebagian besar kebutuhan UMKM tidak mengandalkan barang impor. Dan yang ketiga, umumnya bisnis UMKM tidak ditopang dana pinjaman dari bank, melainkan dari dana sendiri dan Lembaga sosial non-profit salah satunya LAZSIMU.

Menindaklanjuti program pemberdayaan UMKM, sinergi Alfamidi, Wardah Cosmetic, Anggoro Eko Cahyo dan LAZISMU di Jawa Timur, dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendamping. Bimtek dilaksanakan di gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Kertomenanggal IV/1 Surabaya, 25 Agustus 2020.

BIMTEK diikuti oleh 25 orang peserta selaku Pengurus dan Staf yang membidang Program. Peserta adalah utusan dari 9 kantor Lazismu Daerah dan 2 Kantor Layanan, antara lain daerah; Kab. Malang, Kab. Mojokerto, Lamongan, Bojonegoro, Ponorogo, Jember, Pamekasan, KLL PW Aisyiyah Jatim dan KLL Hasanah serta beberapa Pengurus Lazismu Jatim yang membidangi program.

Tujuan BIMTEK ini adalah untuk memberikan bekal dan wawasan serta petunjuk teknis detail agar program Pemberdayaan UMKM yang merupakan kerja bareng dan sinergi Alfamidi, Wardah Cosmetic, Anggoro Eko Cahyo dan LAZISMU di Jawa Timur dapat berjalan dengan baik dan lancar serta tidak menemui kendala yang berarti.

Materi yang disampaikan meliputi Motivasi Pendampingan, Proses Legal dan Perijinan UMKM oleh pemateri dari Disperindag Jatim, Kemasan Produk UMKM oleh UPT Makanan-Minuman-Kemasan Provinsi Jawa Timur dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Teknis Pendampingan UMKM oleh Sekretaris Badan Pengurus Lazismu  Jatim.

Diharapkan setelah BIMTEK ini peserta dapat melaksanakan program pendampingan pemberdayaan terhadap 70 UMKM di Jawa Timur sesuai dengan juklak, di daerah dan tempatnya masing-masing. (Adit)

Dagangan Nasi Kuning Sepi dan Terus Merugi, Pak Ishaq Dapat Bantuan dari Lazismu Lamongan

Penurunan pendapatan akibat kebijakan physical distancing dalam penanganan pandemi covid 19 benar benar dirasakan sekali oleh masyarakat.

Dampak sosial ekonomi tersebut, salah satunya juga dirasakan oleh pak Ishaq, (40 thn). Muallaf yang sehari hari berjualan nasi kuning di depan masjid Namira Lamongan.

Pak Ishaq sendiri adalah muallaf yang berasal dari Nusa Tenggara Barat yang sekarang tinggal di Lamongan bersama istri dan anaknya.

“Setelah keluar dari pekerjaan dan menjadi muallaf, saya merantau bersama istri ke berbagai daerah, salah satunya ke Lamongan. Saya buka usaha jualan nasi kuning di depan masjid untuk menghidupi anak istri sekaligus bayar kontrakan. Pandemi covid 19 ini membuat masjid sepi, sehingga nasi kuning yang saya bawa sering tidak terjual, akhirnya rugi dan berhenti. Sedangkan kebutuhan juga masih banyak,” ungkapnya.

“Rencananya bantuan dari Lazismu Lamongan ini akan kami gunakan untuk mencicil kontrakan dan membuka usaha nasi kuning kembali di depan rumah” sambungnya.

Bantuan uang tunai serta sembako diserahkan langsung oleh Amil Lazismu Lamongan, M Fijar dan Rudy Setiawan selaku staff progam dan fundraising.

“Pak Ishaq adalah salah satu dari 8 asnaf penerima zakat sebab beliau muallaf dan terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok nya gara gara pandemi covid 19 ini,” ungkap Fijar, Amil Lazismu Lamongan saat dihubungi, Jumat (1/5/20) di kantor Lazismu.

Fijar menambahkan bahwa bantuan sembako serta uang tunai tersebut diperuntukkan untuk modal berjualan nasi kuning kembali.

“Bantuan dari donatur itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan juga modal berjualan nasi kuning kembali,” sambungnya.

Rudy Setiawan yang ikut turut serta dalam kunjungan itu juga menambahkan bahwa keberadaan Lazismu di masyarakat tentu sangat dibutuhkan.

“Sebab tugas kami sebagai Amil, penyambung, antara Aghnia dengan para penerima atau mustahiq, Jadi kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur semua yang mempercayakan pembayaran ZIS nya kepada Lazismu, semoga kedepan zakat kita dapat terus menolong sesama,” pungkasnya. (Irv).

 

Di Pendopo Pemkab Nganjuk, Lazismu Serahkan Bantuan 2 Unit Rumah dan Modal Usaha

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Lazismu) Kabupaten Nganjuk juga turut memeriahkan Resepsi Milad Muhammadiyah ke 107. Puncak rangkaian kegiatan ‘Lazismu berbagi untuk negeri’ ditandai dengan penyerahan kunci untuk program Bedah rumah kepada Dhuafa yang diundang pada puncak acara Tabligh akbar dan Resepsi Milad di Pendopo Utama Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, Sabtu 11/01/2020.

Selain Program Bedah rumah, Lazismu juga memberikan bantuan penyertaan Modal Usaha Ekonomi Mikro senilai Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah) kepada Komunitas Pemuda yang diwakili Ketua Pemuda Muhammadiyah Nganjuk.

Abdul Mu’ti Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat menyampaikan Tausyiyah Milad berpesan, agar warga Muhammadiyah terus mendakwahkan teladan kebaikan dan budaya ‘tangan di atas’ digelorakan sehingga kehadiran Muhammadiyah di tengah Masyarakat bisa bermanfaat.

“Bantuan Bedah rumah, Bantuan Modal Usaha dan paket sembako ini hanya sebagian kecil kiprah Muhammadiyah untuk terus berbagi kepada Umat” urai Mukti saat di dapuk menyerahkan secara simbolis kunci 2 unit rumah bagi warga miskin dan dhuafa serta Apresiasi kepada aktifis Program TB-HIV Aisyiyah Nganjuk.

Nursholehan, Ptl Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk dalam sambutannya mewakili Bupati mengapresiasi Kiprah Muhammadiyah Nganjuk yang sangat dirasakan oleh Masyarakat,

“Kami mewakili Bupati mengucapkan banyak terima kasih atas peran serta Muhammadiyah, semoga Sinergitas yang baik ini bisa terus kita lanjutkan” ujarnya sambil menjelaskan bahwa ia adalah salah satu Siswa ‘Mbah Ihsan’ yang merupakan Tokoh Sesepuh Muhammadiyah Nganjuk.

Arifin Abduh, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nganjuk mengaku Milad Tahun ini sengaja dikemas Istimewa, selain ada unsur unik Muhammadiyah juga menampilkan seni gamelan, kteatifitas siswa dan berbagi kepada Masyarakat oleh Lazismu.

“Acaranya sengaja di Iringi Gamelan jawa dari siswa SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk agar lebih greget” Pungkas salah satu Kepala Madrasah Ibtidaiyah ini.

Juari, Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Lazismu) Nganjuk mengaku tiap tahun turut menyemarakkan resepsi Milad melalui Program bhakti masyarakat dengan menyerahkan sejumlah bantuan. Tahun ini memberikan bantuan Bedah rumah, 100 paket sembako bagi fakir miskin di Desa Siwalan kecamatan Sawahan dan penyertaan Modal Usaha Mikro.

“Dua Kunci rumah kita serahkan secara simbolis, rumah dalam proses pengerjaan, mohon Doanya agar cepat tuntas” ujar Guru disebuah SMK Negeri di Nganjuk .

Diketahui, Milad Muhammadiyah ke 107 di semarakkan dengan sejumlah atraksi, pawai Drumband, kreatifitas Siswa dari Sekolah Muhammadiyah-Aisyiyah, dihadiri Muspida, Forum Kerukunan Umat beragama, ketua Ormas dan partai dan para ketua Amal Usaha.

Mengambil rute sekitar pusat kota dan finish didepan Pendopo, Pawai taaruf di hadiri ribuah warga, ribuan siswa serta perwakilan Organisasi otonom, semua tumpah ruah memadati pendopo utama dan pelataran kantor Pemerintah yang berada di jalan Basuki rahmad 01 Nganjuk, “Seluruh penampilan krearifitas kita tampilkan di pra acara di mulai pukul 06.00 Pagi” Ujar Andik joko, salah satu Panitia Milad (*M.Roissudin).

Penyerahan Sembako usai peresmian Masjid dan Klinik Muhammadiyah Nganjuk oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Abdul mukti.

Bu Tarwiyah, Sang Pekerja Keras yang Tangguh dan Ulet dari Gresik Sekarang Jual Sayur Pakai Gerobak Dorong

Ibu Tarwiyah adalah wanita tangguh dan pekerja keras. Ia sudah puluhan tahun bekerja sebagai penjual sayuran keliling dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Janda warga Desa Sekargadung ini sehari-hari tinggal bersama anak keduanya di RT 08 RW 02. Setiap hari dia menjajakan dagangannya mulai dari Kalirejo, Babaksari, Babakbawo dan Sekargadung, mulai pagi sampai sore hari hanya dengan “kemarang” yang “disunggih” di atas kepalanya.

Bisa dibayangkan, bagaimana beban yang ditanggung oleh kepala, leher dan punggung wanita ini. Rasanya kita dapat mengambil pelajaran berharga dari kehidupan seorang bu Tarwiyah, “maka nikmat TuhanMu manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13).

Menghargai kerja keras dan perjuangan bu Tarwiyah, pada hari Jum’at, tanggal 15 November 2019 Lazismu Kabupaten Gresik melalui program Pemberdayaan UMKM menyerahkan bantuan berupa gerobak untuk membantu mengangkut dagangannya. Dengan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban tubuhnya dan menambah jumlah “kulakan” sayur, lauk pauk dan sejenisnya. (Ad/Roz).

Mari kita peduli terhadap upaya pemberdayaan masyarakat ekonomi bagi warga dhuafa dengan berdonasi melalui Lazismu. Rekening donasi Lazismu :

ZAKAT BSM 99398 1 15 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Gresik
BMI 76630 1 15 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Gresik
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 15 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Gresik
BMI 76640 2 15 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Gresik
  • BSM = Bank Syariah Mandiri
  • BMI = Bank Muamalat Indonesia

Bagaimana Menjadi Pengusaha Muslim yang Tangguh ? Ayo Gabung ke SBL

Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur bukanlah sesederhana berdagang, dimana hanya memproduksi dan menjual barang atau jasa. Namun diperlukan MASK (Mental-Attitude-Skill-Knowledge). Mental, sikap, kemampuan dan pengetahuan sangat diperlukan agar kita menjadi Pengusaha yang sukses.

Sekolah Bisnis Lazismu (SBL) hadir dengan Visi untuk Mewujudkan Entrepreneur Muslim yang tangguh, sikap mental yang positif dengan pengetahuan bisnis yang baik.

Misi SBL adalah (1) Menciptakan Entrepreneur Muslim tangguh yang dilengkapi dengan sikap mental positif dan sesuai Syariah. (2) Membantu perubahan pola pikir dan sikap mental generasi muda muslim agar bisa berpindah quadrant dari kuadran E (Employee) ke kuadran B (Business Owner). (3) Menciptakan lapangan wirausaha dan mengurangi pengangguran. (4) Mengambil peran untuk kebangkitan ekonomi umat.

Mengapa Harus SBL ?

Sekolah Bisnis Lazismu (SBL) adalah sekolah non formal yang mempunyai program 4 (empat) Level untuk Jadi Pengusaha. Materi yang diajarkan di SBL sangat PRAKTIS (80% praktek, 20% teori) dan aplikatif untuk calon pengusaha dengan sistem online & offline dengan mentor /coach para pelaku bisnis yang sukses di bidangnya.

  • Di SBL kita akan ditempa untuk bagaimana membangun bisnis dengan modal yang sangat terjangkau  dan mempertahankan.
  • Di SBL upaya peningkatan kualitas diri (jiwa kepemimpinan, kepercayaan diri, motivasi, team work, kemampuan komunikasi, dan sebagainya), yang sulit didapatkan di sekolah formal, akan di-eksplore dan dikembangkan.
  • Di SBL kita bisa mempelajari dan mengembangkan bisnis berprospek cerah di masa mendatang dengan bimbingan para mentor / coach berpengalaman yang berkualitas sebagai praktisi bisnis.
  • SBL adalah Sekolah yang bernuansa filantropi dimana kita akan dipandu agar tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Apa yang SBL Lakukan untuk Memandu Kita Menjadi Pengusaha ?

Pertama adalah mempersiapkan MASK (Mindset – Attitute – Skill – Knowledge) seseorang yang akan berjuang sebagai Entrepreneur.

Kedua, melakukan Sharing – Motivasi – Inspirasi untuk membuat startup / bisnis.

Ketiga, membantu membangun suatu produk yang mempunyai nilai jual melalui aktifitas Marketing & Branding.

Keempat, menyiapkan mentors / coach yang berpengalaman dalam membangun pondasi dari bisnis anda.

Kelima, membangun Networking untuk memperbesar  jaringan bisnis, dan anggota untuk meningkatkan perkembangan bisnis.

Keenam, membantu akses permodalan dengan sistem yang Syariah untuk bisa mengembangkan bisnis.

Tahapan-tahapan SBL

SBL terbagi dalam 4 (empat) Level penguasaan keahlian dalam berbisnis, antara lain :

  • Level 0 : Masa Belajar 3 bulan, Tahap Persiapan Bersama (TPB) diajarkan Dasar-dasar menjadi seorang Pengusaha. Syarat LULUS : Mengikuti Semua Petunjuk dari Bimbingan Mentor dan Mengerjakan Semua To Do List dengan Sebaik Mungkin. Lalu mengikuti Kegiatan SPIRIT CAMP SBL.
  • Level 1 : 6 bulan s/d 1 tahun. Di Level 1, peserta melakukan konsultasi bisnis dan juga persiapan Start Up dengan Praktik bisnis sesuai dengan minat, bakat & kemampuan peserta. Syarat LULUS : Penghasilan Bersih di atas 1.000.000,- / bulan selama 3 bulan berturut-turut. 
  • Level 2 : 1 s/d 2 tahun. Di level 2, peserta mulai membuat sistem sehingga Usaha yang dijalankan selama level 1 bisa berkembang dan mulai menambah anak buah atau membuka cabang. Syarat LULUS : Penghasilan Bersih di atas 5.000.000,- / bulan selama 3 bulan berturut-turut. 
  • Level 3 : 2 s/d 3 tahun. Di level 3, peserta membuat usahanya berbentuk Badan Hukum seperti CV / PT. yang legal. Syarat LULUS : Penghasilan Bersih di atas 15.000.000,- / bulan selama 3 bulan berturut-turut.

Materi-materi yang disampaikan dalam SBL, meliputi : Fiqih Muamalah, Motivator / Inspirator, Entrepreneur Skill, Leadership, Model Bisnis, Proses Bisnis, Marketing, Branding, Selling, Distribusi. Manajemen Bisnis, Personal Develop-ment, Manajemen Tim dan Budaya, Organisasi Development, Akuntasi & Keuangan, Creative Thinking dan lain sebagainya.

Bagaimana Mendaftar SBL ?

Penjaringan peserta melalui seminar tentang “Berhasil semuda mungkin” atau “DNA Entrepreneur” di Universitas atau kelompok-kelompok Komunitas. Untuk mengikuti seminar dapat mendaftaran diri melalui nomor WA ke 0813 2572 4440.

Pendaftar dapat mengisi form pendaftaran dan form identifikasi awal (diagnose) terkait kondisi umum calon peserta. Setelah itu dilakukan penilaian awal untuk identifikasi calon peserta.

Selanjutnya SBL merumuskan target selama program – Penahapan capaian dan to-do-list.

Jadwal tatap muka dalam kelas (2 Minggu sekali) yang akan diadakan di lokasi yang ditetapkan Lazismu atau moving class termasuk di lokasi usaha dan 2 kali kelas online. Launching dan start mulai pertemuan di kelas pada bulan November 2019.

SELAMAT BERGABUNG KE SBL !

Mari menjadi Pengusa Muslim Yang Tangguh.. Yakin Kita Bisa !

Bantu Ibu Nur Saidah di Dukun, Gresik untuk Bangkit Membangun Ekonomi Keluarganya

Program pemberdayaan ekonomi terus dilakukan oleh Lazismu guna meningkatkan kesejahteraan umat Islam. Dukungan dari para Donatur dan Muzaki mengambil peran yang sangat penting bagi terealisasinya program-program keumatan Lazismu.

Pada hari Senin, 7 Oktober 2019 Lazismu Kantor Layanan (KLL) Dukun Gresik menyalurkan bantuan Program Pemberdayaan UMKM. Bantuan itu berupa peralatan dan modal kerja kepada Ibu Nur Saidah, warga Bandung Baru gang 2, Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Selama ini, Idah, nama panggilan akrabnya, sudah berjualan gorengan dan pentol kanji di depan rumahnya. Pekerjaan itu dilakukannya untuk membantu ekonomi keluarga yang masih memiliki tanggungan 4 anak sekolah. Sementara penghasilan suaminya sebagai pekerja serabutan tidak menentu.

Dengan bantuan berupa gerobak (rombong) ini diharapkan tempat berjualannya bisa berpindah-pindah untuk meningkatkan pendapatannya.

Mari dukung upaya Ibu Nur Saidah untuk bangkit dan membangun ekonomi keluarganya.

Bersama Gojek dan Gopay, Lazismu Menggairahkan Semangat Berwirausaha Berbasis Digital Bagi Insan Muda di Jawa Timur

Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus digiatkan guna menciptakan wirausaha-wirausaha baru, khususnya di kalangan anak muda. Pemberdayaan ekonomi tersebut perlu memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Masyarakat terutama insan muda harus didorong agar dapat menemukan bisnis model yang inovatif, kreatif, dan produktif namun dengan biaya yang terjangkau, serta mudah direplikasi dan diimplementasikan di kota lain.

Berkaitan dengan itu maka Lazismu menggandeng Go-jek dan Gopay guna memberdayakan potensi ekonomi kaum muda di 5 kampus di Indonesia. Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan teknologi keuangan (fintech) berbasis digital melalui Go-pay dan pengembangan kewirausahaan melalui Seminar Wirausaha.

Setelah menggelar roadshow Seminar Wirausaha di beberapa kampus, maka pada hari senin 29 April 2019 tibalah Go-jek dan Go-pay di Jawa Timur, khususnya di kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Seminar Wirausaha bersama Lazismu Jawa Timur, Go-jek dan Go-pay digelar di hall Walidah SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo yang berdekatan dengan kampus UMSIDA.

Peserta Seminar mencapai 200 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa-mahasiswi UMSIDA Fakultas Ekonomi Bisnis. Selian itu juga terdapat para wirausahawan binaan Lazismu dan masyarakat umum. Peserta tidak hanya berasal dari Sidoarjo, melainkan dari kota lain seperti Surabaya, Mojokerto, Gresik, Bojonegoro, Lumajang, Madiun dan sebagainya.

Seminar menampilkan 2 orang pembicara, yaitu Ustadz drh. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu wilayah Jatim dan Pengusaha) dan Shofi Awanis (Public Affairs Associate Go-jek Indonesia) serta dipandu oleh Muhammad Yani dari UMSIDA. Zainul Muslimin, selain dikenal sebagai Mubaligh dan Ketua Lazismu wilayah Jatim, juga sebagai pengusaha kuliner di Sidoarjo dan peternak di Magetan. Sedangkan Shofi Awanis adalah Official Trainer yang ditugaskan berkeliling Indonesia untuk memberikan pelatihan dan seminar tentang wirausaha berbasis digital.

Dalam seminar itu Zainul Muslimin membeberkan konsep dan kiat-kiat seorang muslim agar menjadi wirausaha yang tangguh dan sukses. Menurutnya, para insan muda harus dilecut semangatnya untuk menjadi calon-calon pengusaha yang bisa membaca peluang pasar dan menggarap potensi bisnis yang sangat luas di hadapan mata. Kuncinya, tambah pengusaha resto dan katering itu, adalah punya mimpi, lakukan dengan segera, jangan mudah goyah apalagi menyerah dan jangan meremehkan doa serta ibadah. Selain itu bisnis harus fokus, benar-benar diurus, secara terus menerus hingga berhasil.

Zainul menegaskan bahwa insan muda harus punya tujuan hidup, mau jadi apa, siapa idolanya dan tidak segan-segan terus belajar, berusaha dan bekerja. Ia mencontohkan seorang Muslim yang sukses sebagai pengusaha, yaitu junjungan ummat Islam, Nabi Muhammad Rasulullah saw dan isteri beliau Khodijah r.a.

Sedangkan Shofi Awanis mengajak peserta seminar untuk memulai sebuah usaha dari mimpi bagaimana menjadi pengusaha sukses dan berkembang. Shofi menampilkan beberapa slide dan video kisah sukses beberapa pengusaha yang memulai usaha dari nol hingga beromzet milyaran Rupiah sebulan dengan produk-produk yang simpel namun dikemas sangat baik hingga disukai pasar

Setelah itu Shofi mengajak audiens untuk mewujudkan mimpi menjadi pengusaha dengan memetakan peluang. Disini audiens diajak untuk merancang sebuah usaha yang kreatif dan inovatif. Tentu semua berawal dari kebiasaan, minat, potensi dan fasilitas yang dimiliki.

Berikutnya menurut Shofi adalah menggali ide bisnis dengan beberapa insipirasi ide usaha. Ada banyak jalan untuk menggali ide bisnis, yaitu mulai dari menjadi perantara, lalu ikut dalam suatu komunitas dan kemudian menjadi pedagang. Dari situ lanjut Shofi seseorang sudah bisa membingkai usaha yang akan fokus digelutinya, mulai dari mengenali potensi diri, memutuskan produk yang tepat, target usaha hingga pemasarannya.

Yang sangat penting di era sekarang ini menurut Shofi adalah pengusaha harus punya asset digital. Shofi memberikan gambaran bahwa bisnis yang tidak  menempatkan digital sebagai asset akan mati secara perlahan. Ada beberapa dasar agar insan wirausaha sukses dalam membangun usaha di era digital, yaitu :

  1. BRAND DAN PEMASARAN. Bangun dan miliki ‘Brand’. Sebuah merek merupakan representasi utama dari bisnis.
  2. ASET DIGITAL. Miliki semua digital aset untuk membuat kehadiran Brand Anda lebih luas dalam dunia pemasaran online.
  3. REPUTASI & KREDIBILITAS. Memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik di mata calon konsumen agar mereka memberikan kepercayaan yang tinggi bagi bisnis/produk.

Lanjut Shofi, beberapa aset digital dalam usaha jika ikut dalam Go-food (Go-jek) sebagai aset bisnisnya yaitu, produk lebih mudah ditemukan, usaha yang memiliki beragam kanal usaha terbukti lebih terpercaya di mata pelanggan dan brand lebih kuat dengan kreasi menu, foto, dan promo yang menarik konsumen. Kemudian yang tidak kalah penting adalah gunakan pembayaran elektronik sebagai aset digital dalam berbisnis, melalui Go-pay.

Yang terakhir, Shofie Awanis memberikan tips dan trik bergabung dengan Go-jek/Go-Food, diantaranya :

  1. Usaha yang bertahan adalah usaha yang unik. a) Jeli dan kreatif mencipta keunikan, karena tidak terbatas hanya pada produk, tapi juga dibangun dari cara berjualan, pilihan bahan baku, dan sebagainya. b) Terus berinovasi produk untuk melihat/memikirkan sesuatu yang biasa melalui cara yang tidak biasa (Out of The Box). c) Bagikan produk Anda kepada orang-orang di sekitar untuk mendapatkan masukan (review). d) Kemas produk Anda dengan rapi, baik, dan menarik. e) Pasarkan produk Anda agar mudah dijangkau konsumen, misalnya dengan dipasarkan melalui Go-Food.
  2. Meraih Laba Optimal. a) Bermitra dengan Go-Food untuk memperluas pemasaran dan distribusi. b) Menawarkan produk/jasa dengan kualitas yang baik. c) Mengemas produk dengan baik dan dapat terjaga selama proses pengiriman. d) Gigih dan pantang menyerah dalam mengembangkan usaha.
  3. Berjualan Dengan Pintar. a) Ciptakan inovasi produk yang sesuai dengan citarasa dan daya beli konsumen. b) Buatlah menu yang jelas dan mudah dipahami, gunakan foto produk yang baik di Go-Food. c) Perhatikan dan tingkatkan kualitas layanan dengan ramah dan cepat menangani pesanan. d) Lakukan pemasaran/promosi dimulai dari mengemas produk Anda dengan menarik, promo diskon, dan lain-lain.
  4. Wajib Bagi Usawahan. Buat rekening yang khusus untuk transaksi usaha saja. Salah satunya dengan Go-Pay. b) Tentukan besaran gaji bulanan untuk pemilik (sebagai imbal hasil atas kerja pemilik yang mengelola usahanya) – sesuai dengan kemampuan usaha. c) Jika kegiatan usaha banyak yang dilakukan di rumah (misalnya untuk produksi dan penyimpanan stok), alokasikan biaya sewa tempat – dari usaha ke pemilik sebagai pemilik rumah. d) Jika ada laba bulanan, tentukan persentase tertentu yang boleh diambil pemilik sebagai deviden atau imbal hasil atas modal yang ditanamkan oleh pemilik.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara Imam Fauzi dari Lazismu Jatim dengan Shofi Awanis dari Gojek Indonesia. Peserta tampak terkesan dengan seminar yang membuka mata anak muda itu. Seperti Rudy yang jauh-jauh dari Bojonegoro sangat antusias mengikuti seminar. “InsyaAllah materi seminar sangat berkesan dan membuka fikiran dan wawasan saya untuk membuka usaha dengan memanfaatkan teknologi digital” kata karyawan yang ingin membuka bisnis kuliner ini. (Adit).

 

 

RombongMu Jadi Penyemangat Wirausaha Bagi Marbot Masjid di Surabaya

Usia senja dan jauh dari putra putrinya tak lantas membuat mbah Sukir patah arang. Ia tetap sabar dan tabah menjalani masa tuanya.

Sehari-harinya ia jalani sebagai marbot Masjid Al Qolam yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

Menjadi marbot tujuannya bukan untuk mencari uang. Semata-mata hanya ikhlas merawat dan menjaga Masjid karena Allah.

Selain bertugas membersihkan masjid, dia juga sering jadi muadzin, imam dan juga mengajar ngaji.

Setiap harinya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid.
Pukul 03.00 WIB, dia sudah beranjak ke masjid.

Kesabaran dan ketaatan mbah Sukir  yang nama lengkapnya Sukir Riyanto (61 tahun) mendapat imbalan dari Allah SWT, melalui Program RombongMU Lazismu Kota Surabaya.

Kamis siang 11 April 2019 bertempat di depan Masjid Al Qolam Jl. Tambak Dalam Baru/26 Surabaya bantuan pemberdayaan ekonomi berupa RombongMU diterimanya.

Rencananya rombong tersebut akan dipergunakan untuk berjualan kopi di dekat Masjid tersebut.

Sudah 4 tahun mbah Sukir menjadi seorang marbot atau petugas kebersihan sejak masjid ini baru berdiri, begitulah pengakuanya.

Ia dipesan oleh takmir untuk tidak meninggalkan masjid itu, yang artinya harus merawat setiap waktu. Sehingga ia pun melakukan kegiatan bersih-bersih masjid hingga saat ini, walaupun tanpa digaji.

Semoga RombongMU bisa meningkatkan perekonomian umat, seperti mbah Sukir.

Mari dukung terus program program Lazismu Kota Surabaya dengan cara menyalurkan Zakat Infaq dan Shodaqoh melalui :

BANK SYARIAH MANDIRI no. 99398 2 01 00 0 00000 An. Infaq LAZISMU kota Surabaya

BANK MUAMALAT no. 76640 2 01 00 0 00000 an. Infaq LAZISMU Kota Surabaya.

Kantor Lazismu Jl Wuni 9 (Pusat Dakwah Muhammadiyah) Kota Surabaya

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . menerima amal ibadah kita. Aamiin. Lazismu Memberi untuk Negeri. Melayani dengan sepenuh hati. (CW)

 

Pendampingan Transformatif Kepada 7 Mustahik di Kota Probolinggo Agar Naik Kelas Menjadi Muzakki

Lazismu kota Probolinggo kini sedang bergiat melakukan pendampingan kepada 7 orang mustahiq dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa. Program ini terlaksana atas kerjasama dengan Majelis ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo serta didukung oleh Lazismu Jatim.

Benny Prasetiya, Ketua Lazismu Probolinggo mengatakan bahwa program ini dilakukan sebagai upaya untuk mentransformasi Mustahik agar mampu menjadi Muzakki. Pemberdayaan ini dilakukan dengan berbagai macam tahapan dengan assesment dan skala prioritas yang dikedepankan.

“Kita mulai dari beberapa tahapan dalam program ini. Tentu Assasment kita lakukan pertama kali. Baru kemudian kita evaluasi jenis pemberdayaan apa yang sesuai dengan kemampuan para Mustahik. Ada yang menjadi penjual sayur keliling, Rujak cingur khas kota Probolinggo, Jus Segar Halal dan Barokah, sampai jualan Mie Ayam dan Nasi Goreng” ucap Benny.

Lazismu Probolinggo dan MEK PDA memberi bantuan modal dan pendampingan penuh, mulai dari pembuatan rombong sampai pada pelatihan usaha. Selanjutnya tetap dilakukan evaluasi setiap pekan untuk melihat target dan pencapaian penjualan. Salah satu yang dibangun Lazismu disini adalah hasil penjualannya sebagian didonasikan melalui Lazismu Kota Probolinggo.

“Saya memberikan 500 Rupiah setiap penjualan satu mangkok Mie kepada Lazismu. Jadi membeli Mie ayam disini sekaligus bersodaqoh” Kata Bu Yuni yang mendapatkan bantuan pemberdayaan Mie Ayam.

Tujuh Mustahik yang mendapatkan bantuan tersebut tersebar di 2 Kecamatan, yakni Kaniagran, mayangan. Untuk penjual nasi goreng ada di jalan Wahid Hasyim Kanigaran, sedangkan yang jualan Mie Ayam mangkal di Jalan Panglima Sudirman Wiroborang Mayangan. (Prob)

Endang Sulastri Ingin Kantinnya Maju Bersama Lazismu

Kebahagiaan terpancar di wajah Endang Sulastri ketika ditemui tim Lazismu di tempat usahanya, kantin SMA Muhammadiyah 4 Sidayu, Gresik, Jl. Telaga Rambit Rabu (06/03/2019).

Mbak Endang-sapaan akrabnya- menerima bantuan dari Kantor Layanan Lazismu Sidayu untuk pengembangan usaha soto sebanyak Rp. 1.000.000, dengan sistem qordhul hasan (pinjaman tanpa bunga). Menurut kepala kantor Lazismu Gresik, Minal Abidin SP d, sistem pinjaman ini dilaksanakan agar Endang bertanggungjawab dengan modal usahanya.

“Lazismu membantu agar mustahiq (penerima bantuan) terbebas dari adanya riba. Melalui program qordhul ini, semoga mba Endang lebih baik dalam menghitung sirkulasi usahanya,” tambah Abidin.

Endang merupakan warga Purwodadi Sidayu, yang tinggal di tanah milik oranglain. Suaminya bekerja sebagai pekerja tambak yang hasilnya tidak menentu.

“Ketika sekolah libur semeseter, praktis kantin juga tutup. Akhirnya modal jualan soto habis untuk hidup sehari-hari,” cerita Endang yang berusia 44 tahun ini.

“Alhamdulillah, saya terbantu sekali dengan modal usaha ini. Terimakasih Lazismu,” ujarnya yang memiliki dua orang anak ini.

Amil Lazismu Kantor Layanan Sidayu, Siska Jauharo Fajriah S Pd ikut senang bisa membantu meningkatkan ekonomi warga. “Terimakasih kepada segenap donatur Lazismu, dana yang diberikan tidak sekali habis pakai. Namun dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya. (Liesna)