Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Thursday , 17 October 2019
Breaking News
You are here: Home » Pemberdayaan

Category Archives: Pemberdayaan

Bagaimana Menjadi Pengusaha Muslim yang Tangguh ? Ayo Gabung ke SBL

Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur bukanlah sesederhana berdagang, dimana hanya memproduksi dan menjual barang atau jasa. Namun diperlukan MASK (Mental-Attitude-Skill-Knowledge). Mental, sikap, kemampuan dan pengetahuan sangat diperlukan agar kita menjadi Pengusaha yang sukses.

Sekolah Bisnis Lazismu (SBL) hadir dengan Visi untuk Mewujudkan Entrepreneur Muslim yang tangguh, sikap mental yang positif dengan pengetahuan bisnis yang baik.

Misi SBL adalah (1) Menciptakan Entrepreneur Muslim tangguh yang dilengkapi dengan sikap mental positif dan sesuai Syariah. (2) Membantu perubahan pola pikir dan sikap mental generasi muda muslim agar bisa berpindah quadrant dari kuadran E (Employee) ke kuadran B (Business Owner). (3) Menciptakan lapangan wirausaha dan mengurangi pengangguran. (4) Mengambil peran untuk kebangkitan ekonomi umat.

Mengapa Harus SBL ?

Sekolah Bisnis Lazismu (SBL) adalah sekolah non formal yang mempunyai program 4 (empat) Level untuk Jadi Pengusaha. Materi yang diajarkan di SBL sangat PRAKTIS (80% praktek, 20% teori) dan aplikatif untuk calon pengusaha dengan sistem online & offline dengan mentor /coach para pelaku bisnis yang sukses di bidangnya.

  • Di SBL kita akan ditempa untuk bagaimana membangun bisnis dengan modal yang sangat terjangkau  dan mempertahankan.
  • Di SBL upaya peningkatan kualitas diri (jiwa kepemimpinan, kepercayaan diri, motivasi, team work, kemampuan komunikasi, dan sebagainya), yang sulit didapatkan di sekolah formal, akan di-eksplore dan dikembangkan.
  • Di SBL kita bisa mempelajari dan mengembangkan bisnis berprospek cerah di masa mendatang dengan bimbingan para mentor / coach berpengalaman yang berkualitas sebagai praktisi bisnis.
  • SBL adalah Sekolah yang bernuansa filantropi dimana kita akan dipandu agar tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Apa yang SBL Lakukan untuk Memandu Kita Menjadi Pengusaha ?

Pertama adalah mempersiapkan MASK (Mindset – Attitute – Skill – Knowledge) seseorang yang akan berjuang sebagai Entrepreneur.

Kedua, melakukan Sharing – Motivasi – Inspirasi untuk membuat startup / bisnis.

Ketiga, membantu membangun suatu produk yang mempunyai nilai jual melalui aktifitas Marketing & Branding.

Keempat, menyiapkan mentors / coach yang berpengalaman dalam membangun pondasi dari bisnis anda.

Kelima, membangun Networking untuk memperbesar  jaringan bisnis, dan anggota untuk meningkatkan perkembangan bisnis.

Keenam, membantu akses permodalan dengan sistem yang Syariah untuk bisa mengembangkan bisnis.

Tahapan-tahapan SBL

SBL terbagi dalam 4 (empat) Level penguasaan keahlian dalam berbisnis, antara lain :

  • Level 0 : Masa Belajar 3 bulan, Tahap Persiapan Bersama (TPB) diajarkan Dasar-dasar menjadi seorang Pengusaha. Syarat LULUS : Mengikuti Semua Petunjuk dari Bimbingan Mentor dan Mengerjakan Semua To Do List dengan Sebaik Mungkin. Lalu mengikuti Kegiatan SPIRIT CAMP SBL.
  • Level 1 : 6 bulan s/d 1 tahun. Di Level 1, peserta melakukan konsultasi bisnis dan juga persiapan Start Up dengan Praktik bisnis sesuai dengan minat, bakat & kemampuan peserta. Syarat LULUS : Penghasilan Bersih di atas 1.000.000,- / bulan selama 3 bulan berturut-turut. 
  • Level 2 : 1 s/d 2 tahun. Di level 2, peserta mulai membuat sistem sehingga Usaha yang dijalankan selama level 1 bisa berkembang dan mulai menambah anak buah atau membuka cabang. Syarat LULUS : Penghasilan Bersih di atas 5.000.000,- / bulan selama 3 bulan berturut-turut. 
  • Level 3 : 2 s/d 3 tahun. Di level 3, peserta membuat usahanya berbentuk Badan Hukum seperti CV / PT. yang legal. Syarat LULUS : Penghasilan Bersih di atas 15.000.000,- / bulan selama 3 bulan berturut-turut.

Materi-materi yang disampaikan dalam SBL, meliputi : Fiqih Muamalah, Motivator / Inspirator, Entrepreneur Skill, Leadership, Model Bisnis, Proses Bisnis, Marketing, Branding, Selling, Distribusi. Manajemen Bisnis, Personal Develop-ment, Manajemen Tim dan Budaya, Organisasi Development, Akuntasi & Keuangan, Creative Thinking dan lain sebagainya.

Bagaimana Mendaftar SBL ?

Penjaringan peserta melalui seminar tentang “Berhasil semuda mungkin” atau “DNA Entrepreneur” di Universitas atau kelompok-kelompok Komunitas. Untuk mengikuti seminar dapat mendaftaran diri melalui nomor WA ke 0813 2572 4440.

Pendaftar dapat mengisi form pendaftaran dan form identifikasi awal (diagnose) terkait kondisi umum calon peserta. Setelah itu dilakukan penilaian awal untuk identifikasi calon peserta.

Selanjutnya SBL merumuskan target selama program – Penahapan capaian dan to-do-list.

Jadwal tatap muka dalam kelas (2 Minggu sekali) yang akan diadakan di lokasi yang ditetapkan Lazismu atau moving class termasuk di lokasi usaha dan 2 kali kelas online. Launching dan start mulai pertemuan di kelas pada bulan November 2019.

SELAMAT BERGABUNG KE SBL !

Mari menjadi Pengusa Muslim Yang Tangguh.. Yakin Kita Bisa !

Bantu Ibu Nur Saidah di Dukun, Gresik untuk Bangkit Membangun Ekonomi Keluarganya

Program pemberdayaan ekonomi terus dilakukan oleh Lazismu guna meningkatkan kesejahteraan umat Islam. Dukungan dari para Donatur dan Muzaki mengambil peran yang sangat penting bagi terealisasinya program-program keumatan Lazismu.

Pada hari Senin, 7 Oktober 2019 Lazismu Kantor Layanan (KLL) Dukun Gresik menyalurkan bantuan Program Pemberdayaan UMKM. Bantuan itu berupa peralatan dan modal kerja kepada Ibu Nur Saidah, warga Bandung Baru gang 2, Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Selama ini, Idah, nama panggilan akrabnya, sudah berjualan gorengan dan pentol kanji di depan rumahnya. Pekerjaan itu dilakukannya untuk membantu ekonomi keluarga yang masih memiliki tanggungan 4 anak sekolah. Sementara penghasilan suaminya sebagai pekerja serabutan tidak menentu.

Dengan bantuan berupa gerobak (rombong) ini diharapkan tempat berjualannya bisa berpindah-pindah untuk meningkatkan pendapatannya.

Mari dukung upaya Ibu Nur Saidah untuk bangkit dan membangun ekonomi keluarganya.

Bersama Gojek dan Gopay, Lazismu Menggairahkan Semangat Berwirausaha Berbasis Digital Bagi Insan Muda di Jawa Timur

Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus digiatkan guna menciptakan wirausaha-wirausaha baru, khususnya di kalangan anak muda. Pemberdayaan ekonomi tersebut perlu memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Masyarakat terutama insan muda harus didorong agar dapat menemukan bisnis model yang inovatif, kreatif, dan produktif namun dengan biaya yang terjangkau, serta mudah direplikasi dan diimplementasikan di kota lain.

Berkaitan dengan itu maka Lazismu menggandeng Go-jek dan Gopay guna memberdayakan potensi ekonomi kaum muda di 5 kampus di Indonesia. Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan teknologi keuangan (fintech) berbasis digital melalui Go-pay dan pengembangan kewirausahaan melalui Seminar Wirausaha.

Setelah menggelar roadshow Seminar Wirausaha di beberapa kampus, maka pada hari senin 29 April 2019 tibalah Go-jek dan Go-pay di Jawa Timur, khususnya di kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Seminar Wirausaha bersama Lazismu Jawa Timur, Go-jek dan Go-pay digelar di hall Walidah SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo yang berdekatan dengan kampus UMSIDA.

Peserta Seminar mencapai 200 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa-mahasiswi UMSIDA Fakultas Ekonomi Bisnis. Selian itu juga terdapat para wirausahawan binaan Lazismu dan masyarakat umum. Peserta tidak hanya berasal dari Sidoarjo, melainkan dari kota lain seperti Surabaya, Mojokerto, Gresik, Bojonegoro, Lumajang, Madiun dan sebagainya.

Seminar menampilkan 2 orang pembicara, yaitu Ustadz drh. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu wilayah Jatim dan Pengusaha) dan Shofi Awanis (Public Affairs Associate Go-jek Indonesia) serta dipandu oleh Muhammad Yani dari UMSIDA. Zainul Muslimin, selain dikenal sebagai Mubaligh dan Ketua Lazismu wilayah Jatim, juga sebagai pengusaha kuliner di Sidoarjo dan peternak di Magetan. Sedangkan Shofi Awanis adalah Official Trainer yang ditugaskan berkeliling Indonesia untuk memberikan pelatihan dan seminar tentang wirausaha berbasis digital.

Dalam seminar itu Zainul Muslimin membeberkan konsep dan kiat-kiat seorang muslim agar menjadi wirausaha yang tangguh dan sukses. Menurutnya, para insan muda harus dilecut semangatnya untuk menjadi calon-calon pengusaha yang bisa membaca peluang pasar dan menggarap potensi bisnis yang sangat luas di hadapan mata. Kuncinya, tambah pengusaha resto dan katering itu, adalah punya mimpi, lakukan dengan segera, jangan mudah goyah apalagi menyerah dan jangan meremehkan doa serta ibadah. Selain itu bisnis harus fokus, benar-benar diurus, secara terus menerus hingga berhasil.

Zainul menegaskan bahwa insan muda harus punya tujuan hidup, mau jadi apa, siapa idolanya dan tidak segan-segan terus belajar, berusaha dan bekerja. Ia mencontohkan seorang Muslim yang sukses sebagai pengusaha, yaitu junjungan ummat Islam, Nabi Muhammad Rasulullah saw dan isteri beliau Khodijah r.a.

Sedangkan Shofi Awanis mengajak peserta seminar untuk memulai sebuah usaha dari mimpi bagaimana menjadi pengusaha sukses dan berkembang. Shofi menampilkan beberapa slide dan video kisah sukses beberapa pengusaha yang memulai usaha dari nol hingga beromzet milyaran Rupiah sebulan dengan produk-produk yang simpel namun dikemas sangat baik hingga disukai pasar

Setelah itu Shofi mengajak audiens untuk mewujudkan mimpi menjadi pengusaha dengan memetakan peluang. Disini audiens diajak untuk merancang sebuah usaha yang kreatif dan inovatif. Tentu semua berawal dari kebiasaan, minat, potensi dan fasilitas yang dimiliki.

Berikutnya menurut Shofi adalah menggali ide bisnis dengan beberapa insipirasi ide usaha. Ada banyak jalan untuk menggali ide bisnis, yaitu mulai dari menjadi perantara, lalu ikut dalam suatu komunitas dan kemudian menjadi pedagang. Dari situ lanjut Shofi seseorang sudah bisa membingkai usaha yang akan fokus digelutinya, mulai dari mengenali potensi diri, memutuskan produk yang tepat, target usaha hingga pemasarannya.

Yang sangat penting di era sekarang ini menurut Shofi adalah pengusaha harus punya asset digital. Shofi memberikan gambaran bahwa bisnis yang tidak  menempatkan digital sebagai asset akan mati secara perlahan. Ada beberapa dasar agar insan wirausaha sukses dalam membangun usaha di era digital, yaitu :

  1. BRAND DAN PEMASARAN. Bangun dan miliki ‘Brand’. Sebuah merek merupakan representasi utama dari bisnis.
  2. ASET DIGITAL. Miliki semua digital aset untuk membuat kehadiran Brand Anda lebih luas dalam dunia pemasaran online.
  3. REPUTASI & KREDIBILITAS. Memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik di mata calon konsumen agar mereka memberikan kepercayaan yang tinggi bagi bisnis/produk.

Lanjut Shofi, beberapa aset digital dalam usaha jika ikut dalam Go-food (Go-jek) sebagai aset bisnisnya yaitu, produk lebih mudah ditemukan, usaha yang memiliki beragam kanal usaha terbukti lebih terpercaya di mata pelanggan dan brand lebih kuat dengan kreasi menu, foto, dan promo yang menarik konsumen. Kemudian yang tidak kalah penting adalah gunakan pembayaran elektronik sebagai aset digital dalam berbisnis, melalui Go-pay.

Yang terakhir, Shofie Awanis memberikan tips dan trik bergabung dengan Go-jek/Go-Food, diantaranya :

  1. Usaha yang bertahan adalah usaha yang unik. a) Jeli dan kreatif mencipta keunikan, karena tidak terbatas hanya pada produk, tapi juga dibangun dari cara berjualan, pilihan bahan baku, dan sebagainya. b) Terus berinovasi produk untuk melihat/memikirkan sesuatu yang biasa melalui cara yang tidak biasa (Out of The Box). c) Bagikan produk Anda kepada orang-orang di sekitar untuk mendapatkan masukan (review). d) Kemas produk Anda dengan rapi, baik, dan menarik. e) Pasarkan produk Anda agar mudah dijangkau konsumen, misalnya dengan dipasarkan melalui Go-Food.
  2. Meraih Laba Optimal. a) Bermitra dengan Go-Food untuk memperluas pemasaran dan distribusi. b) Menawarkan produk/jasa dengan kualitas yang baik. c) Mengemas produk dengan baik dan dapat terjaga selama proses pengiriman. d) Gigih dan pantang menyerah dalam mengembangkan usaha.
  3. Berjualan Dengan Pintar. a) Ciptakan inovasi produk yang sesuai dengan citarasa dan daya beli konsumen. b) Buatlah menu yang jelas dan mudah dipahami, gunakan foto produk yang baik di Go-Food. c) Perhatikan dan tingkatkan kualitas layanan dengan ramah dan cepat menangani pesanan. d) Lakukan pemasaran/promosi dimulai dari mengemas produk Anda dengan menarik, promo diskon, dan lain-lain.
  4. Wajib Bagi Usawahan. Buat rekening yang khusus untuk transaksi usaha saja. Salah satunya dengan Go-Pay. b) Tentukan besaran gaji bulanan untuk pemilik (sebagai imbal hasil atas kerja pemilik yang mengelola usahanya) – sesuai dengan kemampuan usaha. c) Jika kegiatan usaha banyak yang dilakukan di rumah (misalnya untuk produksi dan penyimpanan stok), alokasikan biaya sewa tempat – dari usaha ke pemilik sebagai pemilik rumah. d) Jika ada laba bulanan, tentukan persentase tertentu yang boleh diambil pemilik sebagai deviden atau imbal hasil atas modal yang ditanamkan oleh pemilik.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara Imam Fauzi dari Lazismu Jatim dengan Shofi Awanis dari Gojek Indonesia. Peserta tampak terkesan dengan seminar yang membuka mata anak muda itu. Seperti Rudy yang jauh-jauh dari Bojonegoro sangat antusias mengikuti seminar. “InsyaAllah materi seminar sangat berkesan dan membuka fikiran dan wawasan saya untuk membuka usaha dengan memanfaatkan teknologi digital” kata karyawan yang ingin membuka bisnis kuliner ini. (Adit).

 

 

RombongMu Jadi Penyemangat Wirausaha Bagi Marbot Masjid di Surabaya

Usia senja dan jauh dari putra putrinya tak lantas membuat mbah Sukir patah arang. Ia tetap sabar dan tabah menjalani masa tuanya.

Sehari-harinya ia jalani sebagai marbot Masjid Al Qolam yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

Menjadi marbot tujuannya bukan untuk mencari uang. Semata-mata hanya ikhlas merawat dan menjaga Masjid karena Allah.

Selain bertugas membersihkan masjid, dia juga sering jadi muadzin, imam dan juga mengajar ngaji.

Setiap harinya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid.
Pukul 03.00 WIB, dia sudah beranjak ke masjid.

Kesabaran dan ketaatan mbah Sukir  yang nama lengkapnya Sukir Riyanto (61 tahun) mendapat imbalan dari Allah SWT, melalui Program RombongMU Lazismu Kota Surabaya.

Kamis siang 11 April 2019 bertempat di depan Masjid Al Qolam Jl. Tambak Dalam Baru/26 Surabaya bantuan pemberdayaan ekonomi berupa RombongMU diterimanya.

Rencananya rombong tersebut akan dipergunakan untuk berjualan kopi di dekat Masjid tersebut.

Sudah 4 tahun mbah Sukir menjadi seorang marbot atau petugas kebersihan sejak masjid ini baru berdiri, begitulah pengakuanya.

Ia dipesan oleh takmir untuk tidak meninggalkan masjid itu, yang artinya harus merawat setiap waktu. Sehingga ia pun melakukan kegiatan bersih-bersih masjid hingga saat ini, walaupun tanpa digaji.

Semoga RombongMU bisa meningkatkan perekonomian umat, seperti mbah Sukir.

Mari dukung terus program program Lazismu Kota Surabaya dengan cara menyalurkan Zakat Infaq dan Shodaqoh melalui :

BANK SYARIAH MANDIRI no. 99398 2 01 00 0 00000 An. Infaq LAZISMU kota Surabaya

BANK MUAMALAT no. 76640 2 01 00 0 00000 an. Infaq LAZISMU Kota Surabaya.

Kantor Lazismu Jl Wuni 9 (Pusat Dakwah Muhammadiyah) Kota Surabaya

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . menerima amal ibadah kita. Aamiin. Lazismu Memberi untuk Negeri. Melayani dengan sepenuh hati. (CW)

 

Pendampingan Transformatif Kepada 7 Mustahik di Kota Probolinggo Agar Naik Kelas Menjadi Muzakki

Lazismu kota Probolinggo kini sedang bergiat melakukan pendampingan kepada 7 orang mustahiq dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa. Program ini terlaksana atas kerjasama dengan Majelis ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo serta didukung oleh Lazismu Jatim.

Benny Prasetiya, Ketua Lazismu Probolinggo mengatakan bahwa program ini dilakukan sebagai upaya untuk mentransformasi Mustahik agar mampu menjadi Muzakki. Pemberdayaan ini dilakukan dengan berbagai macam tahapan dengan assesment dan skala prioritas yang dikedepankan.

“Kita mulai dari beberapa tahapan dalam program ini. Tentu Assasment kita lakukan pertama kali. Baru kemudian kita evaluasi jenis pemberdayaan apa yang sesuai dengan kemampuan para Mustahik. Ada yang menjadi penjual sayur keliling, Rujak cingur khas kota Probolinggo, Jus Segar Halal dan Barokah, sampai jualan Mie Ayam dan Nasi Goreng” ucap Benny.

Lazismu Probolinggo dan MEK PDA memberi bantuan modal dan pendampingan penuh, mulai dari pembuatan rombong sampai pada pelatihan usaha. Selanjutnya tetap dilakukan evaluasi setiap pekan untuk melihat target dan pencapaian penjualan. Salah satu yang dibangun Lazismu disini adalah hasil penjualannya sebagian didonasikan melalui Lazismu Kota Probolinggo.

“Saya memberikan 500 Rupiah setiap penjualan satu mangkok Mie kepada Lazismu. Jadi membeli Mie ayam disini sekaligus bersodaqoh” Kata Bu Yuni yang mendapatkan bantuan pemberdayaan Mie Ayam.

Tujuh Mustahik yang mendapatkan bantuan tersebut tersebar di 2 Kecamatan, yakni Kaniagran, mayangan. Untuk penjual nasi goreng ada di jalan Wahid Hasyim Kanigaran, sedangkan yang jualan Mie Ayam mangkal di Jalan Panglima Sudirman Wiroborang Mayangan. (Prob)

Endang Sulastri Ingin Kantinnya Maju Bersama Lazismu

Kebahagiaan terpancar di wajah Endang Sulastri ketika ditemui tim Lazismu di tempat usahanya, kantin SMA Muhammadiyah 4 Sidayu, Gresik, Jl. Telaga Rambit Rabu (06/03/2019).

Mbak Endang-sapaan akrabnya- menerima bantuan dari Kantor Layanan Lazismu Sidayu untuk pengembangan usaha soto sebanyak Rp. 1.000.000, dengan sistem qordhul hasan (pinjaman tanpa bunga). Menurut kepala kantor Lazismu Gresik, Minal Abidin SP d, sistem pinjaman ini dilaksanakan agar Endang bertanggungjawab dengan modal usahanya.

“Lazismu membantu agar mustahiq (penerima bantuan) terbebas dari adanya riba. Melalui program qordhul ini, semoga mba Endang lebih baik dalam menghitung sirkulasi usahanya,” tambah Abidin.

Endang merupakan warga Purwodadi Sidayu, yang tinggal di tanah milik oranglain. Suaminya bekerja sebagai pekerja tambak yang hasilnya tidak menentu.

“Ketika sekolah libur semeseter, praktis kantin juga tutup. Akhirnya modal jualan soto habis untuk hidup sehari-hari,” cerita Endang yang berusia 44 tahun ini.

“Alhamdulillah, saya terbantu sekali dengan modal usaha ini. Terimakasih Lazismu,” ujarnya yang memiliki dua orang anak ini.

Amil Lazismu Kantor Layanan Sidayu, Siska Jauharo Fajriah S Pd ikut senang bisa membantu meningkatkan ekonomi warga. “Terimakasih kepada segenap donatur Lazismu, dana yang diberikan tidak sekali habis pakai. Namun dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya. (Liesna)

Salurkan Bantuan Modal Usaha Mikro di Kota Probolinggo

Lazismu wilayah Jawa Timur dan ‘Aisyiyah bersinergi dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa di kota Probolinggo. Program pemberdayaan itu diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan modal usaha mikro dan alat usaha kepada 7 orang warga fakir miskin yang menjadi binaan ‘Aisyiyah dan Lazismu di kota itu.

Penyerahan bantuan itu dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Tabligh Akbar peresmian gedung Walida Convention Hall ‘Aisyiyah kota Probolinggo, ahad, 13 Januari 2019. Paket bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Dr. Hidayatullah mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Aditio Yudono dari Lazismu Jatim itu berupa paket usaha mikro senilai Rp. 2,5 juta per orang yang diwujudkan dalam bentuk alat usaha dan modal kerja. Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang bertindak sebagai pembicara utama dalam Tausiyah Tabligh Akbar itu.

Sinergi antara Lazismu dan ‘Aisyiyah kota Probolinggo itu sebelumnya telah diawali dengan kegiatan survei bersama di masing-masing kediaman calon penerima bantuan usaha untuk memastikan ketepatan sasaran dan jenis usaha yang akan dijalankan oleh penerima manfaat. Dalam hal ini Lazismu kota Probolinggo yang diketuai oleh Benny Prasetiya, M. PdI akan mendampingi jalannya usaha masing-masing penerima bantuan, sedangkan ‘Aisyiyah melakukan bimbingan keagamaan. Sementara itu Lazismu Jawa Timur memfasilitasi penerima manfaat dengan bantuan modal kerja.

Penerima bantuan tersebut 4 orang diantaranya berniat membuka usaha yaitu, berjualan sembako, warung makan, kedai juice buah dan aneka gorengan. Sedangkan 3 orang lagi bermaksud memperbesar usahanya, yaitu penjahit, kedai makan dan warung kopi. Ketujuh orang yang kesemuanya adalah wanita dalam berbagai latar belakang itu memang kondisi hidupnya fakir-miskin dan perlu mendapatkan bantuan. Salah satunya berupa modal kerja. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan, Lazismu kota Probolinggo telah memberinya bantuan sembako. (Adit).

Lazismu dan MPM Ingin Agar Urban Farming Menjadi Gaya Hidup Warga Kota di Surabaya

Lazismu kota Surabaya bersinergi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah(PDM) Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Hidroponik dan Urban Farming. Kegiatan tersebut digelar pada hari Sabtu 22 Desember 2018, bertempat di geudng SMP Muhammadiyah 15, Jl. Platuk No. 104, Sidotopo, Kenjeran, Surabaya.

Hadir dalam acara pelatihan beberapa unsur Pimpinan MPM PDM Surabaya, yaitu Drs. Syamsun Aly M.A, dan Arvi Irchami S Pd., selaku Ketua dan Sekretaris MPM Surabaya serta Sunarko S.Ag.M.Si., ketua Lazismu.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya diwakili oleh M. Arif An yang membuka acara tersebut.

Dalam sambutanya PDM Surabaya mengajak peserta Pelatihan agar secara sederhana melakukan Pertanian Kota atau Urban Farming. Bertani dengan memanfaatkan lahan sempit yang tersedia. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan sayur segar sehari-hari bagi masyarakat kota agar tidak bergantung pada sayur yang ada di pasar dengan kualitas kesegaran yang tidak terjamin. “Mari berubah, mulai dengan berkebun di halaman rumah”, kata PDM Surabaya.

Setelah acara pembukaan peserta yang terdiri dari perwakilan anggota UKM Bina Mandiri Wirausaha (BMW) Lazismu Surabaya, pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah se-Surabaya, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabayah, guru SMP Muhammadiyah 15 dan lainnya, diajak menuju lokasi Urban farming yang berada di sebelah GOR Pratama Jl. Tambak Wedi Baru V/77 Surabaya, Kota Surabaya

Lahan urban farming yang terlihat hijau segar, penuh dengan tanaman buah buahan, terdiri dari sirsat, jambu biji, buah naga, mangga dan juga kelengkeng walau belum berbuah. Peserta pelatihan sangat antusias menanyakan bagaimana cara menanam dan merawat tanaman tanaman tersebut terutama buah Naga.

Sunarko S.Ag.M.Si, Ketua Lazismu Surabaya yang juga menjadi salah satu pemateri Urban farming secara telaten menjawab serta menerangkan cara merawat dan menanam Buah Naga tersebut.

Kata Narko, tips dan trik agar Buah Naga Cepat berbuah yaitu : agar media tanam berupa tanah campuran pasir, bata merah dan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan sekam. Jadi agar pohon buah naga dapat tumbuh dengan baik dan cepat berbuah, perlu menyiapkan media tanaman yang baik. Drainasenya juga harus diperhatikan agar jika ada air tergenang, terutama pada musim hujan, cepat mengering.

Pohon buah naga termasuk pohon tidak memerlukan banyak air. Penyiraman hanya perlu dilakukan pada musim kemarau.Kemudian pada saat pohon mulai berbunga dan berbuah, penyiraman harus dikurangi.

Untuk pemupukan, pohon buah naga cukup hanya diberi dengan pupuk kandang, kotoran sapi atau kambing bila ada. Pohon buah naga sangat rakus akan pupuk. Hindari pupuk Urea karena dapat menyebabkan pembusukan pada pohon. Untuk keperluan keeseimbangan dalam pembuahan dilakukan secara berkala terhadap dahan-dahan yang tidak produktif. Demikian penjelasan Sunarko secara detail.

 Setelah puas melihat dan mendapatkan pelatihan urban farming, peserta diajak kembali ke gedung SMP Muhammadiyah 15. Di ruangan kelas sekolah itu Iqbal sanni, S.si,MH praktisi hidroponik telah menunggu peserta untuk berbagi ilmu.

Hidroponik merupakan sebuah cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai medianya, melainkan dengan air. Sistem ini sangat cocok diterapkan dikota kota besar berlahan sempit. Media tanam hidroponik yaitu Arang Sekam,Spons,Rockwool,juga pasir dan paralon.

Kebanyakan petani menggunakan rockwool sebagai media tanam hidroponik. Rockwool atau yang juga dikenal dengan mineral wool berbentuk seperti busa serta memiliki serabut halus dan beratnya sangat ringan.

Rockwool terbentuk dari pemanasan batuan basalt dengan suhu yang sangat tinggi sehingga batu tersebut meleleh. Ketika batu mencair, maka serat-serat halus akan terbentuk. Proses produksi membuat rockwool dicetak dengan bentuk lempengan atau blok dengan ukuran besar. Nah, blok rockwool itu nanti akan dipotong sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan sistem tanamnya ada bermacam macam diantaranya menggunakan sistem WICK. Cara pembuatannya sangat sederhana bahan-bahanya mudah didapatkan. Bahkan bisa menggunakan barang bekas, seperti botol air mineral 1, alat pemotong, sumbu kompor atau kain flanel, alat untuk melubangi bisa berupa pisau atau paku dan air nutrisi.

Cara membuatnya :

  • Potong botol bekas menjadi 2 bagian.
  • Lubangi tutup botol.
  • Gabungkan ke dua bagian botol.  Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  • Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.

Dengan memakai cara menanam sayuran dan cara menanam tumbuhan dengan cara hidroponik, bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan.

Setelah peserta pelatihan menjadi jelas dan menguasai ilmu dari para pemateri, acara ditutup oleh Drs. Syamsun Aly M.A selaku penyelenggara dan ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Surabaya. Dalam penutupan acara Syamsun Aly berpesan kepada peserta dan pelaku pemberdayaan masyarakat agar selalu bersinergi dengan pihak lain diantaranya Lazismu guna mewujudkan Masyarakat lebih berdaya. (CakWar)

Membangkitkan Semangat Berwirausaha Bagi Kaum Lansia dan Dhuafa di Surabaya

Program pemberdayaan ekonomi menjadi bidang garap yang kembali digalakkan oleh Lazismu Surabaya. Setelah membina Usaha Mikro melalui Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) dengan pinjaman modal kerja lunak, Lazismu Surabaya kembali mentasharufkan modal kerja usaha beberapa rombong kepada warga lanjut usia (lansia) dhuafa.

Berikut ini adalah cerita di balik pentasharufan modal kerja usaha Lazismu Surabaya :

Perempuan Harus Aktif dan Dinamis

Sudah bukan jamannya perempuan hanya berjibaku dengan urusan rumah. Perempuan zaman sekarang harus aktif dan percaya diri sehingga bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik.Ibu Sri Wilujeng (41) mengatakan laki-laki harus turut mendukung perempuan untuk lebih berdaya. Perempuan yang bisa berkarya akan membuat perubahan yang signifikan di lingkungannya.

Ibu Sri Wilujeng (41 th) Yang beralamat di Jl Kalijudan 8K/4 Kel Kalijudan Kec Tambak sari, sangat berharap kepada suaminya Bp Yulfahmi/BP Cecek (43 th) yang sudah 2 th terkena dampak pengurangan karyawan (PHK) bisa bangkit kembali setelah menerima bantuan rombong dhuafa dari LAZISMU Surabaya.

Pasangan Yulfahmi dan bu Sriwilujeng telah dikaruniai 4 orang putri. Putri pertamanya selepas SMA langsung bekekerja pada sebuah swalayan, ketiga adiknya masih sekolah di SD Muhammadiyah 8.

Kegembiraan dan penuh rasa syukur terpancar dari raut Bp Yulfahmi ketika menerima bantuan gerobak rombong dari Lazismu Surabaya. Rombong ini akan digunakan untuk usaha pisang goreng,pisang nugets dan pisang coklat bersama Ibu Sri Wiilujeng. Ucapan terima kasih yang setinggi tingginya untuk Lazismu Surabaya dan seluruh donatur yang selalu berbagi untuk negeri. Semoga hidup ini semakin berkah (CW)

Pagi diterima sore langsung dipergunakan.

Salah satu penerima rombong untuk dhuafa dari LAZISMU Surabaya Ibu Mariyah (53), beralamat di Gundih 1/9 Kel.gundih Kec.Bubutan, Surabaya. Ibu Mariyah dikaruniai 3 orang anak yaitu : M.iqbal hakim (belum bekerja) Novelette (ibu rumah tangga) dan Anastasia (pelajar) kelas X SMK Satyawidya.

Bu Mariyah saat ini menderita cacat mata (buta) tapi semangat untuk membiayai hidup keluarganya sangat tinggi. Selain tinggal bersama putra putrinya Ibu Mariyah juga tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah berusia 80 tahun.

Ibu Mariyah tinggal di rumah milik ibunya yang berukuran 4×10 m berdiri diatas tanah PJKA. Biaya hidup yang rutin dikeluarkan tiap bulan untuk listrik sebesar kurang lebih Rp. 100.000, Air sebesar 20.000 dan juga biaya biaya lain. Untuk kebutuhan sehari-hari ditopang oleh putrinya yg sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Ia juga memperoleh intervensi dari pemerintah berupa KIS, KKS, program PKH, dan juga permakanan dari dinsos.

Selain bantuan rombong untuk dhuafa, dari LAZISMU Surabaya masih ada harapan untuk mendapatkan bantuan
perbaikan rumah yang tidak layak huni (tidak memiliki kamar). Juga bantuan biaya pendidikan, SPP, untuk putrinya yang sampai saat ini masih menunggak uang pendaftaran saat masuk sekolah di SMK Satya Widya sebesar Rp. 2.500.000.

Besar harapan dari Ibu Mariyah dengan adanya bantuan rombong dari Lazismu dan bisa langsung dimanfa’atkan ini bisa segera melunasi tunggak’an sekolah putrinya. Semoga harapan Ibu Mariyah ini bisa segera terwujud. Terimakasih kepada donatur LAZISMU seboga berkah.

Berdagang Untuk Dakwah

Bapak Slamet Riyadi (49 thn) Bendahara Pinpinan Ranting Muhammadiyah Tembok Dukuh cabang Bubutan mengatakan semua harus berdaya.Tinggal dirumah kontrakan yang beralamat di Asem Jajar 6/5.

Aktifis persyarikatan Muhammadiyah ini dikaruniai 2 orang Putri yang sudah besar-besar. Putri pertamanya mengajar di SD Muhammadiyah dan putri keduanya tercatat sebagai siswa klas XI SMA Muhammadiyah 10. Ibu Siti (44 thn) yang juga aktif di Aisyiyah

Sebeanrnya penerima rombong dari LAZISMU Surabaya ini adalah istri Bapak Slamet Riyadi. Besar harapan setelah menerima rombong bisa meningkatkan perekonomian keluarga, supaya tetap semangat berdakwah di Persyarikatan Muhammdiyah. Sebagai rasa syukur, juga ungkapan kegembiraanya begitu pagi menerima rombong malamnya langsung dipergunakan untuk jualan tahu campur. Terimakasih kepada seluruh donatur LAZISMU Surabaya. Semoga hidup ini semakin berkah kata Pak Slamet. (CW)

(Warsono/Narko)

Sempat Kahabisan Modal Usaha, Kini Mbak Rindu Telah Beralih Dari Mustahik Menjadi Muzaki

Mbak Rindu (tengah), berbaju merah, bersama Amil Lazismu Bojonegoro

Bu Rini adalah warga Jatigede Kec. Sumberejo. Namun dalam keseharian ia lebih populer dipanggil dengan mbak Rindu. Mbak Rindu atau bu Rini punya kenangan yang tak terlupakan dalam hidupnya. Pernah hidup dalam kondisi pra sejahtera, kini hidupnya sudah berubah seratus delapan puluh derajat.

Mbak Rindu kini sudah sejahtera hidupnya. Ia pun menceritakan kisahnya yang satu tahun lalu mempunyai usaha warung kecil dengan modal tujuh galon air isi ulang dan tujuh tabung elpiji. Warungnya menempati rumah tempat tinggalnya yang waktu itu dinilai kurang layak. Kehidupannya masuk dalam kategori pra sejahtera.

Di kemudian hari mbak Rindu mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. Namun tak disangka, modal warungnya itu malah habis untuk menambah biaya program bedah rumah dari pemerintah. Dengan bantuan Rp. 7,5 juta untuk bedah rumah hanya cukup untuk membenahi sebagian rumahnya saja. Akhirnya seluruh modal usahanya terpakai untuk menutupi kekurangan membenahi rumah.

Ia kebingungan karena sudah tak punya modal untuk berusaha. Walau rumahnya tampak rapi dan layak karena mendapat bantuan program bedah rumah, ironinya ia justru menjadi tidak berdaya. Melalui berbagai informasi sampailah kabar mbak Rindu ini ke Lazismu.

Maka pada bulan april 2017 lalu Lazismu melakukan Survey ke rumah mbak Rindu. Setelah disurvei Lazismu memberikan bantuan ekonomi mikro kepadanya untuk bangkit berusaha lagi.

Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah saat ini usaha mbak Rindu semakin berkembang lebih maju. Bahkan awal tahun lalu ia sudah menjadi donatur Lazismu lewat program KKS, “Kotak Keluarga Sakinah”, yaitu kotak filantropi yang diedarkan oleh Lazismu kepada para donatur di Bojonegoro.

Pada Bulan Mei 2018 lalu kotaknya terisi Rp. 80.000,- dan semakin bertambah dari bulan ke bulan. Ucapan terimakasih di sampaikan kepada Lazismu Bojonegoro, semoga semakin banyak ibu Rini lain yg sukses. “Ingat zakat ingat Lazismu. Kalau mau Zakat ? ya ke Lazismu” ucap mbak Rindu dengan senyum lepas.

Mari Salurkan Zakat, Infaq dan Sodhaqoh Anda Melalui Lazismu, agar mbak Rindu-mbak Rindu lainnya juga bisa berdaya. Setelah berdaya lalu berinfaq bahkan berzakat. Itulah transformasi dari Mustahik menjadi Muzaki. (Adit)