Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Monday , 25 March 2019
Breaking News
You are here: Home » Pemberdayaan

Category Archives: Pemberdayaan

Salurkan Bantuan Modal Usaha Mikro di Kota Probolinggo

Lazismu wilayah Jawa Timur dan ‘Aisyiyah bersinergi dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa di kota Probolinggo. Program pemberdayaan itu diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan modal usaha mikro dan alat usaha kepada 7 orang warga fakir miskin yang menjadi binaan ‘Aisyiyah dan Lazismu di kota itu.

Penyerahan bantuan itu dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Tabligh Akbar peresmian gedung Walida Convention Hall ‘Aisyiyah kota Probolinggo, ahad, 13 Januari 2019. Paket bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Dr. Hidayatullah mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Aditio Yudono dari Lazismu Jatim itu berupa paket usaha mikro senilai Rp. 2,5 juta per orang yang diwujudkan dalam bentuk alat usaha dan modal kerja. Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang bertindak sebagai pembicara utama dalam Tausiyah Tabligh Akbar itu.

Sinergi antara Lazismu dan ‘Aisyiyah kota Probolinggo itu sebelumnya telah diawali dengan kegiatan survei bersama di masing-masing kediaman calon penerima bantuan usaha untuk memastikan ketepatan sasaran dan jenis usaha yang akan dijalankan oleh penerima manfaat. Dalam hal ini Lazismu kota Probolinggo yang diketuai oleh Benny Prasetiya, M. PdI akan mendampingi jalannya usaha masing-masing penerima bantuan, sedangkan ‘Aisyiyah melakukan bimbingan keagamaan. Sementara itu Lazismu Jawa Timur memfasilitasi penerima manfaat dengan bantuan modal kerja.

Penerima bantuan tersebut 4 orang diantaranya berniat membuka usaha yaitu, berjualan sembako, warung makan, kedai juice buah dan aneka gorengan. Sedangkan 3 orang lagi bermaksud memperbesar usahanya, yaitu penjahit, kedai makan dan warung kopi. Ketujuh orang yang kesemuanya adalah wanita dalam berbagai latar belakang itu memang kondisi hidupnya fakir-miskin dan perlu mendapatkan bantuan. Salah satunya berupa modal kerja. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan, Lazismu kota Probolinggo telah memberinya bantuan sembako. (Adit).

Lazismu dan MPM Ingin Agar Urban Farming Menjadi Gaya Hidup Warga Kota di Surabaya

Lazismu kota Surabaya bersinergi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah(PDM) Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Hidroponik dan Urban Farming. Kegiatan tersebut digelar pada hari Sabtu 22 Desember 2018, bertempat di geudng SMP Muhammadiyah 15, Jl. Platuk No. 104, Sidotopo, Kenjeran, Surabaya.

Hadir dalam acara pelatihan beberapa unsur Pimpinan MPM PDM Surabaya, yaitu Drs. Syamsun Aly M.A, dan Arvi Irchami S Pd., selaku Ketua dan Sekretaris MPM Surabaya serta Sunarko S.Ag.M.Si., ketua Lazismu.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya diwakili oleh M. Arif An yang membuka acara tersebut.

Dalam sambutanya PDM Surabaya mengajak peserta Pelatihan agar secara sederhana melakukan Pertanian Kota atau Urban Farming. Bertani dengan memanfaatkan lahan sempit yang tersedia. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan sayur segar sehari-hari bagi masyarakat kota agar tidak bergantung pada sayur yang ada di pasar dengan kualitas kesegaran yang tidak terjamin. “Mari berubah, mulai dengan berkebun di halaman rumah”, kata PDM Surabaya.

Setelah acara pembukaan peserta yang terdiri dari perwakilan anggota UKM Bina Mandiri Wirausaha (BMW) Lazismu Surabaya, pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah se-Surabaya, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabayah, guru SMP Muhammadiyah 15 dan lainnya, diajak menuju lokasi Urban farming yang berada di sebelah GOR Pratama Jl. Tambak Wedi Baru V/77 Surabaya, Kota Surabaya

Lahan urban farming yang terlihat hijau segar, penuh dengan tanaman buah buahan, terdiri dari sirsat, jambu biji, buah naga, mangga dan juga kelengkeng walau belum berbuah. Peserta pelatihan sangat antusias menanyakan bagaimana cara menanam dan merawat tanaman tanaman tersebut terutama buah Naga.

Sunarko S.Ag.M.Si, Ketua Lazismu Surabaya yang juga menjadi salah satu pemateri Urban farming secara telaten menjawab serta menerangkan cara merawat dan menanam Buah Naga tersebut.

Kata Narko, tips dan trik agar Buah Naga Cepat berbuah yaitu : agar media tanam berupa tanah campuran pasir, bata merah dan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan sekam. Jadi agar pohon buah naga dapat tumbuh dengan baik dan cepat berbuah, perlu menyiapkan media tanaman yang baik. Drainasenya juga harus diperhatikan agar jika ada air tergenang, terutama pada musim hujan, cepat mengering.

Pohon buah naga termasuk pohon tidak memerlukan banyak air. Penyiraman hanya perlu dilakukan pada musim kemarau.Kemudian pada saat pohon mulai berbunga dan berbuah, penyiraman harus dikurangi.

Untuk pemupukan, pohon buah naga cukup hanya diberi dengan pupuk kandang, kotoran sapi atau kambing bila ada. Pohon buah naga sangat rakus akan pupuk. Hindari pupuk Urea karena dapat menyebabkan pembusukan pada pohon. Untuk keperluan keeseimbangan dalam pembuahan dilakukan secara berkala terhadap dahan-dahan yang tidak produktif. Demikian penjelasan Sunarko secara detail.

 Setelah puas melihat dan mendapatkan pelatihan urban farming, peserta diajak kembali ke gedung SMP Muhammadiyah 15. Di ruangan kelas sekolah itu Iqbal sanni, S.si,MH praktisi hidroponik telah menunggu peserta untuk berbagi ilmu.

Hidroponik merupakan sebuah cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai medianya, melainkan dengan air. Sistem ini sangat cocok diterapkan dikota kota besar berlahan sempit. Media tanam hidroponik yaitu Arang Sekam,Spons,Rockwool,juga pasir dan paralon.

Kebanyakan petani menggunakan rockwool sebagai media tanam hidroponik. Rockwool atau yang juga dikenal dengan mineral wool berbentuk seperti busa serta memiliki serabut halus dan beratnya sangat ringan.

Rockwool terbentuk dari pemanasan batuan basalt dengan suhu yang sangat tinggi sehingga batu tersebut meleleh. Ketika batu mencair, maka serat-serat halus akan terbentuk. Proses produksi membuat rockwool dicetak dengan bentuk lempengan atau blok dengan ukuran besar. Nah, blok rockwool itu nanti akan dipotong sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan sistem tanamnya ada bermacam macam diantaranya menggunakan sistem WICK. Cara pembuatannya sangat sederhana bahan-bahanya mudah didapatkan. Bahkan bisa menggunakan barang bekas, seperti botol air mineral 1, alat pemotong, sumbu kompor atau kain flanel, alat untuk melubangi bisa berupa pisau atau paku dan air nutrisi.

Cara membuatnya :

  • Potong botol bekas menjadi 2 bagian.
  • Lubangi tutup botol.
  • Gabungkan ke dua bagian botol.  Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  • Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.

Dengan memakai cara menanam sayuran dan cara menanam tumbuhan dengan cara hidroponik, bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan.

Setelah peserta pelatihan menjadi jelas dan menguasai ilmu dari para pemateri, acara ditutup oleh Drs. Syamsun Aly M.A selaku penyelenggara dan ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Surabaya. Dalam penutupan acara Syamsun Aly berpesan kepada peserta dan pelaku pemberdayaan masyarakat agar selalu bersinergi dengan pihak lain diantaranya Lazismu guna mewujudkan Masyarakat lebih berdaya. (CakWar)

Membangkitkan Semangat Berwirausaha Bagi Kaum Lansia dan Dhuafa di Surabaya

Program pemberdayaan ekonomi menjadi bidang garap yang kembali digalakkan oleh Lazismu Surabaya. Setelah membina Usaha Mikro melalui Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) dengan pinjaman modal kerja lunak, Lazismu Surabaya kembali mentasharufkan modal kerja usaha beberapa rombong kepada warga lanjut usia (lansia) dhuafa.

Berikut ini adalah cerita di balik pentasharufan modal kerja usaha Lazismu Surabaya :

Perempuan Harus Aktif dan Dinamis

Sudah bukan jamannya perempuan hanya berjibaku dengan urusan rumah. Perempuan zaman sekarang harus aktif dan percaya diri sehingga bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik.Ibu Sri Wilujeng (41) mengatakan laki-laki harus turut mendukung perempuan untuk lebih berdaya. Perempuan yang bisa berkarya akan membuat perubahan yang signifikan di lingkungannya.

Ibu Sri Wilujeng (41 th) Yang beralamat di Jl Kalijudan 8K/4 Kel Kalijudan Kec Tambak sari, sangat berharap kepada suaminya Bp Yulfahmi/BP Cecek (43 th) yang sudah 2 th terkena dampak pengurangan karyawan (PHK) bisa bangkit kembali setelah menerima bantuan rombong dhuafa dari LAZISMU Surabaya.

Pasangan Yulfahmi dan bu Sriwilujeng telah dikaruniai 4 orang putri. Putri pertamanya selepas SMA langsung bekekerja pada sebuah swalayan, ketiga adiknya masih sekolah di SD Muhammadiyah 8.

Kegembiraan dan penuh rasa syukur terpancar dari raut Bp Yulfahmi ketika menerima bantuan gerobak rombong dari Lazismu Surabaya. Rombong ini akan digunakan untuk usaha pisang goreng,pisang nugets dan pisang coklat bersama Ibu Sri Wiilujeng. Ucapan terima kasih yang setinggi tingginya untuk Lazismu Surabaya dan seluruh donatur yang selalu berbagi untuk negeri. Semoga hidup ini semakin berkah (CW)

Pagi diterima sore langsung dipergunakan.

Salah satu penerima rombong untuk dhuafa dari LAZISMU Surabaya Ibu Mariyah (53), beralamat di Gundih 1/9 Kel.gundih Kec.Bubutan, Surabaya. Ibu Mariyah dikaruniai 3 orang anak yaitu : M.iqbal hakim (belum bekerja) Novelette (ibu rumah tangga) dan Anastasia (pelajar) kelas X SMK Satyawidya.

Bu Mariyah saat ini menderita cacat mata (buta) tapi semangat untuk membiayai hidup keluarganya sangat tinggi. Selain tinggal bersama putra putrinya Ibu Mariyah juga tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah berusia 80 tahun.

Ibu Mariyah tinggal di rumah milik ibunya yang berukuran 4×10 m berdiri diatas tanah PJKA. Biaya hidup yang rutin dikeluarkan tiap bulan untuk listrik sebesar kurang lebih Rp. 100.000, Air sebesar 20.000 dan juga biaya biaya lain. Untuk kebutuhan sehari-hari ditopang oleh putrinya yg sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Ia juga memperoleh intervensi dari pemerintah berupa KIS, KKS, program PKH, dan juga permakanan dari dinsos.

Selain bantuan rombong untuk dhuafa, dari LAZISMU Surabaya masih ada harapan untuk mendapatkan bantuan
perbaikan rumah yang tidak layak huni (tidak memiliki kamar). Juga bantuan biaya pendidikan, SPP, untuk putrinya yang sampai saat ini masih menunggak uang pendaftaran saat masuk sekolah di SMK Satya Widya sebesar Rp. 2.500.000.

Besar harapan dari Ibu Mariyah dengan adanya bantuan rombong dari Lazismu dan bisa langsung dimanfa’atkan ini bisa segera melunasi tunggak’an sekolah putrinya. Semoga harapan Ibu Mariyah ini bisa segera terwujud. Terimakasih kepada donatur LAZISMU seboga berkah.

Berdagang Untuk Dakwah

Bapak Slamet Riyadi (49 thn) Bendahara Pinpinan Ranting Muhammadiyah Tembok Dukuh cabang Bubutan mengatakan semua harus berdaya.Tinggal dirumah kontrakan yang beralamat di Asem Jajar 6/5.

Aktifis persyarikatan Muhammadiyah ini dikaruniai 2 orang Putri yang sudah besar-besar. Putri pertamanya mengajar di SD Muhammadiyah dan putri keduanya tercatat sebagai siswa klas XI SMA Muhammadiyah 10. Ibu Siti (44 thn) yang juga aktif di Aisyiyah

Sebeanrnya penerima rombong dari LAZISMU Surabaya ini adalah istri Bapak Slamet Riyadi. Besar harapan setelah menerima rombong bisa meningkatkan perekonomian keluarga, supaya tetap semangat berdakwah di Persyarikatan Muhammdiyah. Sebagai rasa syukur, juga ungkapan kegembiraanya begitu pagi menerima rombong malamnya langsung dipergunakan untuk jualan tahu campur. Terimakasih kepada seluruh donatur LAZISMU Surabaya. Semoga hidup ini semakin berkah kata Pak Slamet. (CW)

(Warsono/Narko)

Sempat Kahabisan Modal Usaha, Kini Mbak Rindu Telah Beralih Dari Mustahik Menjadi Muzaki

Mbak Rindu (tengah), berbaju merah, bersama Amil Lazismu Bojonegoro

Bu Rini adalah warga Jatigede Kec. Sumberejo. Namun dalam keseharian ia lebih populer dipanggil dengan mbak Rindu. Mbak Rindu atau bu Rini punya kenangan yang tak terlupakan dalam hidupnya. Pernah hidup dalam kondisi pra sejahtera, kini hidupnya sudah berubah seratus delapan puluh derajat.

Mbak Rindu kini sudah sejahtera hidupnya. Ia pun menceritakan kisahnya yang satu tahun lalu mempunyai usaha warung kecil dengan modal tujuh galon air isi ulang dan tujuh tabung elpiji. Warungnya menempati rumah tempat tinggalnya yang waktu itu dinilai kurang layak. Kehidupannya masuk dalam kategori pra sejahtera.

Di kemudian hari mbak Rindu mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. Namun tak disangka, modal warungnya itu malah habis untuk menambah biaya program bedah rumah dari pemerintah. Dengan bantuan Rp. 7,5 juta untuk bedah rumah hanya cukup untuk membenahi sebagian rumahnya saja. Akhirnya seluruh modal usahanya terpakai untuk menutupi kekurangan membenahi rumah.

Ia kebingungan karena sudah tak punya modal untuk berusaha. Walau rumahnya tampak rapi dan layak karena mendapat bantuan program bedah rumah, ironinya ia justru menjadi tidak berdaya. Melalui berbagai informasi sampailah kabar mbak Rindu ini ke Lazismu.

Maka pada bulan april 2017 lalu Lazismu melakukan Survey ke rumah mbak Rindu. Setelah disurvei Lazismu memberikan bantuan ekonomi mikro kepadanya untuk bangkit berusaha lagi.

Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah saat ini usaha mbak Rindu semakin berkembang lebih maju. Bahkan awal tahun lalu ia sudah menjadi donatur Lazismu lewat program KKS, “Kotak Keluarga Sakinah”, yaitu kotak filantropi yang diedarkan oleh Lazismu kepada para donatur di Bojonegoro.

Pada Bulan Mei 2018 lalu kotaknya terisi Rp. 80.000,- dan semakin bertambah dari bulan ke bulan. Ucapan terimakasih di sampaikan kepada Lazismu Bojonegoro, semoga semakin banyak ibu Rini lain yg sukses. “Ingat zakat ingat Lazismu. Kalau mau Zakat ? ya ke Lazismu” ucap mbak Rindu dengan senyum lepas.

Mari Salurkan Zakat, Infaq dan Sodhaqoh Anda Melalui Lazismu, agar mbak Rindu-mbak Rindu lainnya juga bisa berdaya. Setelah berdaya lalu berinfaq bahkan berzakat. Itulah transformasi dari Mustahik menjadi Muzaki. (Adit)

Program LaundryMu dan Sarung-Mukena Suci Memadukan Langkah Pemberdayaan dan Dakwah di Jember

Program Laundrymu dan Sarung Mukena Suci merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan dakwah yang direncanakan oleh Lazismu Jember dalam rangka untuk menguatkan ekonomi. Menurut Abdul Khamil, Kepala Kantor Lazismu Kabupaten Jember, penggabungan dua program ini sebagai upaya untuk mensinergikan antara semangat kewirausahaan bagi generasi muda dan dakwah dalam hal kebersihan dan kesucian perlengkapan beribadah.

Langkah pemberdayaannya adalah dengan memfasilitasi berdirinya usaha Laundry atau pencucian busana / pakaian kepada para Mustahik, khususnya mahasiswa dan pelajar atau pemuda pengangguran sebagai bekal awal dalam berwirausaha.

Sedangkan langkah dakwahnya dengan menyediakan sarung dan mukenah yang bersih di Masjid dan musholla yang ada ditempat umum, perkantoran maupun instansi pemerintah dan swasta. Gerakan ini bertujuan untuk membantu para musafir, masyarakat sekitar, maupun pegawai dan karyawan di Instansi ataupun perkantoran yang membutuhkan sarung/ mukenah bersih dan suci untuk menjalankan sholat setiap harinya dalam kondisi yang suci, bersih dan harum ditempat-tempat sholat/ musholla yang tersedia untuk masyarakat umum.

Khamil menjelaskan bahwa manfaat dari program ini adalah :
  1. Memberikan fasilitas sarung & mukena suci, bersih dan harum di musholla / masjid yang jarang menyediakan tenaga kebersihannya;
  2. Membantu setiap orang yang hendak menjalankan sholat dengan peralatan sholat (Sarung & Mukena) yang senantiasa dalam keadaan suci, bersih dan harum;
  3. Membantu pemberdayaan usaha Laundry (Laundry-MU) bagi mahasiswa dan pelajar binaan Lazismu Jember;

Oleh karena itu Lazismu Jember akan memberikan pelatihan, pendampingan dan memfasilitasi modal utama usaha Laundry ini bagi Mustahik yang berminat menjalankan usaha ini.

Selain itu Lazismu akan bermitra dengan Masjid dan Musholla untuk program dakwahnya. Khamil menambahkan bahwa syarat Musholla/ Masjid yang bisa menerima program ini adalah :

  1. Musholla digunakan untuk masyarakat luas, ataupun pegawai dan karyawan perusahaan, instansi pemerintah dan swasta untuk kegiatan minimal sholat 5 (lima) waktu;
  2. Ikhlas dan bersedia menerima pelayanan sarung & mukena bersih dari team Lazismu Jember;
  3. Bersedia menerima paket promosi berbagai program dan kegiatan Lazismu dalam bentuk brosur, majalah MATAHATI, stiker dan lain sebagainya;
  4. Mengijinkan team Lazismu Jember untuk melakukan penggalangan donasi tanpa terikat untuk mendukung program ini maupun program-program lainnya;

Khamil pun akan menggandeng berbagai pihak baik aghniya, instansi, pengusaha / swasta, komunitas, organisasi kepemudaan dan Takmir Masjid / Musholla guna mensukseskan program ini. Bagi donatur atau muzakki untuk bergabung dalam program LandryMu dan Gerakan Sarung – Mukena Bersih & Suci bersama Lazismu Jember ada beberapa cara, diantaranya:

  • Menjadi donatur peralatan pendukung (Mesin Cuci atau Sepeda Motor),Lazismu Jember tentu melalui program ini (Laundrymu) maupun program-program lainnya akan sangat terbantukan dengan donasi waqaf peralatan (Mesin Cuci atau Sepeda Motor) untuk menambah jangkauan dan mobilitas layanan cuci suci dan bersih mukena & sarung di musholla/masjid diseluruh Kab. Jember
  • Menjadi donatur waqaf Sarung atau Mukena sesuai kebutuhan, Lazismu Jember selain menerima uang untuk pembelian juga berkenan menerima waqaf berupa barang (sarung dan mukena);
  • Menjadi donatur tetap setiap bulannya, nominal bisa disesuaikan dengan kemampuan dan akan digunakan untuk melayani ummat sebagai biaya loundry yang akan dilakukan oleh Team Pemberdayaan Mahasiswa Lazismu Jember;

“Semoga ikhtiar ini mampu menjadikan Zakat semakin dahsyat dan hebat manfaatnya bagi ummat” pungkas Khamil. (Adit)

Mas Didik Dari Gresik, Difabel Tangguh dan Mandiri Yang Menghidupi Kedua Orangtuanya Dengan Berjualan Pulsa

Hari jum’at di awal bulan Maret 2018 menjadi hari yang penuh haru dan berkah. Harapan baru bagi Didik Kurniawan. Lewat Lazismu Gresik Allah SWT mengabulkan harapannya, bahkan lebih dari apa yang ia inginkan.

Didik, begitu ia akrab disapa, adalah seorang difabel yang dengan semangat juang tingga berupaya mandiri. Langkah yang patut ditiru oleh siapapun.

Demi terhindar dari sikap membebani orang lain, ia berusaha memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berjualan pulsa. Didik tak mau menjadi benalu bagi orang lain. Hasil usahanya memang tidak seberapa, tapi setidaknya ia sudah berusaha meringankan beban hidup kedua orang tuanya.

Suatu waktu, usahanya harus terhenti di tengah jalan. Banyaknya pelanggan yang sering berhutang dalam membeli pulsa membuat ia merugi dan tak balik modal.

Ia pun sempat putus asa. Mau bekerja, perusahaan mana yang akan menerimanya? Begitu pikir mas Didik, yang aktif di media sosial dengan akun facebook (Dik Barodik).

Ia lantas posting di Grup Gresik Sumpek mengenai kondisinya yang difabel, tidak bisa berjalan karena kakinya lumpuh layu sejak bayi.

Lazismu langsung tanggap dengan postingan tersebut, dan segera mensurvei tempat tinggal Didik. Ketika ditemui Lazismu di desa Sidoraharjo, Kedamean, ternyata ia memiliki permintaan yang tidak muluk-muluk. Ia hanya mengajukan dana modal berjualan pulsa sebesar 300 ribu rupiah

Diluar dugaannya, bantuan dari Lazismu sangat jauh melebihi permintaannya. Lazismu Kabupaten Gresik membantu Didik dengan modal usaha secara komplit (09/03/2018).

Didik pun langsung berkaca-kaca, karena tidak hanya uang tiga ratus ribu rupiah yang dia dapat, namun satu set modal untuk berjualan pulsa telah disediakan oleh Lazismu. Mulai dari etalase, kursi, banner dan yang pasti deposit pulsa.

“Semoga dengan pemberian modal ini, mas Didik bisa mandiri serta bisa membantu perekonomian orang tuanya. Terimakasih untuk donatur Lazismu Gresik yang telah membantu mendonasikan hartanya untuk kemanfaatan umat,” ujar Minal Abidin selaku kepala kantor Lazismu Gresik. (Sulaiman – Liesna)

 

Lazismu dan MLHPB Tanam 300 Bibit Aren di Sumber Air Terjun Singokromo, Nganjuk

Kegiatan bergotong-royong menanam 300 bibit Aren di sekitar sumber air terjun Singokromo yang termasuk dalam kawasan hutan lindung wilayah kerja Perum Perhutani KPH Kediri, BKPH Pace, RPH Gedangklutuk dilakukan bersama-sama oleh segenap pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Aksi bersama untuk lingkungan hidup ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 21 Maret 2018.

Aksi ini merupakan sinergi antara Lazismu dengan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pesanggem atau petani hutan yang berhimpun LMDH jaya Makmur di wilayah desa Ngliman kecamatan Sawahan, kabupaten Nganjuk.

Menurut Priyo Sunarji, S.Hut.MMA, Ketua MLH dan Penanggulangan Bencana PDM Nganjuk yang alumnus fakultas kehutanan UGM ini berharap agar warga Muhammadiyah sebagai insan organisasi dakwah Islam berkemajuan hendaknya berpartisipasi aktif dalam aksi nyata di bidang lingkungan hidup.

Priyo menerangkan bahwa pemilihan lokasi penanaman di sumber air terjun Singokromo sebagai pemasok utama air bersih PDAM kabupaten Nganjuk sudah tepat karena tempat ini perlu dijaga kelestariannya. Tanaman jenis Aren sangat bagus untuk konservasi sumber air, biaya budidayanya relatif mudah, dan termasuk dalam kategori tanaman langka namun serba guna jelasnya. Sedangkan untuk pemeliharaan tanaman akan dibina oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jatim khususnya UPT PHW VI Nganjuk. (Adit/Mijan).

Lazismu Berdayakan Petani Tambak Dengan Tebar Benih Udang di Desa Kramat, Duduksampeyan, Gresik

Salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Laziamu Gresik adalah Tani Bangkit. Program ini merupakan sinergi Lazismu dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gresik. Menurut Kemas Rizal, Sekretaris Lazismu Gresik, Program Tani Bangkit ini tidak hanya menyasar ke bidang pertanian tanaman pangan namun juga ke perikanan, khususnya pertambakan.

Maka pada Sabtu pagi, tanggal 17 Maret 2018 dilakukan kegiatan tebar benih udang windu di desa Kramat Kec. Duduksampeyan Gresik. Aktivitas ini dilaksanakan di salah satu lahan wakaf Muhammadiyah yang ada di desa itu. Benih yang ditanam adalah udang windu, sejumlah 10 rean (50.000 ekor).

Diharapkan dalam 3 bulan ke depan udang sudah sudah dapat dipanen, dengan prediksi hasil 3-4 kwintal, pada lahan seluas 0.8 Ha. Hasil normalnya adalah sekitar 1 kwintal, namun dalam penanaman ini bisa mencapai 300% karena sistem tanam yang dikelola MLH PDM Kab. Gresik. Tentu sebelum panen dilakukan pemeliharaan dan perawatan secara khusus.

Dengan modal awal Rp. 6 juta nantinya jika dipanen, udang bisa dijual dengan harga Rp. 125.000 per-kg. Hasil panen udang setelah dibagi dengan petambak, akan digunakan untuk pengembangan dakwah Islam melalui Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kramat, Duduksampeyan dan juga untuk tebar benih kedua.

Program ini bertujuan tidak hanya untuk mendapatkan dana dakwah namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa membudidayakan udang yang didukung dengan benih berkualitas dan pemeliharaan yang baik sehingga dapat menghasilkan panen terbaik bagi kesejahteraan warga. (Adit/Kms).

Lazismu Dukung Kegiatan Bertanam Secara Hidroponik di Pondok Tahfidz al-Qur’an Putri ‘Aisyiyah Kota Pasuruan

Kegiatan di Pondok Tahfidz al-Qur’an Putri ‘Aisyiyah yang didukung oleh Lazismu kota Pasuruan senantiasa diisi dengan pembelajaran yang sangat berharga dan bermanfaat bagi diri santriwati. Selain menghafal, mendalami al-Qur’an, santriwati juga diberikan ilmu berkebun hidroponik di lingkungan pondok, tepatnya di lantai 4, Jalan Ir. H. Juanda / Veteran No. 2 kota Pasuruan.

Setelah menunggu selama sebulan lebih sejak pertama kali menanam, akhirnya pada kamis sore, tanggal 15 Maret 2018 para santriwati, ustadzah, pembina dan pemangku Pondok bisa merasakan panen perdana tanaman sawi. “Alhamdulillah kita dapat panen perdana tanaman yang kita tanam melalui cara hidroponik ini” ungkap Hj Rouf selaku pemangku Pondok dengan sangat senang.

Harapan para santriwati dan pengasuh Pondok, kedepan pertanian hidroponik ini bisa dikembangkan dengan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari untuk konsumsi di Pondok. Untuk pengembangan kegiatan bertanam secara hidroponik ini, Agus Salim, Kepala Kantor Lazismu Kota Pasuruan, akan berkoordinasi dengan donatur agar program positif ini dapat tercapai. (Adit).

Memberi Semangat Anak Panti Untuk Berdaya dan Mandiri

Program Pemberdayaan Anak Panti salah satunya dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anak Panti Asuhan agar kelak dapat berdaya dan hidup mandiri. Oleh karena itu mereka harus dibiasakan untuk mempunyai jiw kemandirian dan sering melakukan hal-hal positif yang bermanfaat pada dirinya ketika tinggal di Panti.

Oleh karena itu drh. Zainul Muslimin Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur dan Imam Fauzi, Anggota Badan Pengurus, pada Ahad 4 Maret 2018 mengunjungi Panti Asuhan Budi Mulia di Banyuwangi. Sebenarnya ini adalah kunjungan yang ketiga kalinya dalam rangka memberikan motivasi dan semangat anak-anak Panti Asuhan agar mempunyai kesadaran dan cita-cita bagi hidupnya kelak. Kedatangan Lazismu Jatim untuk mengajak anak-anak Panti disamping belajar menuntut ilmu di perguruan formal juga mempunyai usaha bersama berupa bercocok tanam di lahan produktif. Hasil dari bercocok tanam tersebut dapat dijual dan dijadikan tabungan bagi anak-anak Panti.

Panti Asuhan Budi Mulia Banyuwangi mempunyai program kemandirian bagi anak Panti yaitu menanam tanaman budidaya buah produktif, seperti jeruk, jambu, pepaya dan buah naga. Panti ini juga mempunyai lahan yang cukup untuk dijadikan kegiatan anak-anak Panti bercocok tanam. Namun dalam hal bercocok tanam masih perlu bimbingan instruktur dan penyuluh pertanian. Tanaman buah sebenarnya sudah ditanam pada tahun lalu. Namun demikian, anak-anak Panti Asuhan sebagai pengelola perlu dibimbing dan diarahkan agar dapat merawat tanaman buah tersebut dengan baik dan benar.

Selain memberikan motivasi dan semangat Lazismu juga membawa ‘oleh-oleh’ berupa pupuk organik yang merupakan produk Lazismu Wilayah Jawa Timur. Imam Fauzi menyerahkan pupuk organik tersebut kepada koordinator pengelola untuk dijadikan pendukung dalam program budidaya buah di Panti Asuhan Budi Mulia tersebut. Semoga sukses dan lancar. (Adit).