Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi (page 3)

Category Archives: Ekonomi

Mas Didik Dari Gresik, Difabel Tangguh dan Mandiri Yang Menghidupi Kedua Orangtuanya Dengan Berjualan Pulsa

Hari jum’at di awal bulan Maret 2018 menjadi hari yang penuh haru dan berkah. Harapan baru bagi Didik Kurniawan. Lewat Lazismu Gresik Allah SWT mengabulkan harapannya, bahkan lebih dari apa yang ia inginkan.

Didik, begitu ia akrab disapa, adalah seorang difabel yang dengan semangat juang tingga berupaya mandiri. Langkah yang patut ditiru oleh siapapun.

Demi terhindar dari sikap membebani orang lain, ia berusaha memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berjualan pulsa. Didik tak mau menjadi benalu bagi orang lain. Hasil usahanya memang tidak seberapa, tapi setidaknya ia sudah berusaha meringankan beban hidup kedua orang tuanya.

Suatu waktu, usahanya harus terhenti di tengah jalan. Banyaknya pelanggan yang sering berhutang dalam membeli pulsa membuat ia merugi dan tak balik modal.

Ia pun sempat putus asa. Mau bekerja, perusahaan mana yang akan menerimanya? Begitu pikir mas Didik, yang aktif di media sosial dengan akun facebook (Dik Barodik).

Ia lantas posting di Grup Gresik Sumpek mengenai kondisinya yang difabel, tidak bisa berjalan karena kakinya lumpuh layu sejak bayi.

Lazismu langsung tanggap dengan postingan tersebut, dan segera mensurvei tempat tinggal Didik. Ketika ditemui Lazismu di desa Sidoraharjo, Kedamean, ternyata ia memiliki permintaan yang tidak muluk-muluk. Ia hanya mengajukan dana modal berjualan pulsa sebesar 300 ribu rupiah

Diluar dugaannya, bantuan dari Lazismu sangat jauh melebihi permintaannya. Lazismu Kabupaten Gresik membantu Didik dengan modal usaha secara komplit (09/03/2018).

Didik pun langsung berkaca-kaca, karena tidak hanya uang tiga ratus ribu rupiah yang dia dapat, namun satu set modal untuk berjualan pulsa telah disediakan oleh Lazismu. Mulai dari etalase, kursi, banner dan yang pasti deposit pulsa.

“Semoga dengan pemberian modal ini, mas Didik bisa mandiri serta bisa membantu perekonomian orang tuanya. Terimakasih untuk donatur Lazismu Gresik yang telah membantu mendonasikan hartanya untuk kemanfaatan umat,” ujar Minal Abidin selaku kepala kantor Lazismu Gresik. (Sulaiman – Liesna)

 

Lazismu dan MLHPB Tanam 300 Bibit Aren di Sumber Air Terjun Singokromo, Nganjuk

Kegiatan bergotong-royong menanam 300 bibit Aren di sekitar sumber air terjun Singokromo yang termasuk dalam kawasan hutan lindung wilayah kerja Perum Perhutani KPH Kediri, BKPH Pace, RPH Gedangklutuk dilakukan bersama-sama oleh segenap pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Aksi bersama untuk lingkungan hidup ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 21 Maret 2018.

Aksi ini merupakan sinergi antara Lazismu dengan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pesanggem atau petani hutan yang berhimpun LMDH jaya Makmur di wilayah desa Ngliman kecamatan Sawahan, kabupaten Nganjuk.

Menurut Priyo Sunarji, S.Hut.MMA, Ketua MLH dan Penanggulangan Bencana PDM Nganjuk yang alumnus fakultas kehutanan UGM ini berharap agar warga Muhammadiyah sebagai insan organisasi dakwah Islam berkemajuan hendaknya berpartisipasi aktif dalam aksi nyata di bidang lingkungan hidup.

Priyo menerangkan bahwa pemilihan lokasi penanaman di sumber air terjun Singokromo sebagai pemasok utama air bersih PDAM kabupaten Nganjuk sudah tepat karena tempat ini perlu dijaga kelestariannya. Tanaman jenis Aren sangat bagus untuk konservasi sumber air, biaya budidayanya relatif mudah, dan termasuk dalam kategori tanaman langka namun serba guna jelasnya. Sedangkan untuk pemeliharaan tanaman akan dibina oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jatim khususnya UPT PHW VI Nganjuk. (Adit/Mijan).

Lazismu Berdayakan Petani Tambak Dengan Tebar Benih Udang di Desa Kramat, Duduksampeyan, Gresik

Salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Laziamu Gresik adalah Tani Bangkit. Program ini merupakan sinergi Lazismu dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gresik. Menurut Kemas Rizal, Sekretaris Lazismu Gresik, Program Tani Bangkit ini tidak hanya menyasar ke bidang pertanian tanaman pangan namun juga ke perikanan, khususnya pertambakan.

Maka pada Sabtu pagi, tanggal 17 Maret 2018 dilakukan kegiatan tebar benih udang windu di desa Kramat Kec. Duduksampeyan Gresik. Aktivitas ini dilaksanakan di salah satu lahan wakaf Muhammadiyah yang ada di desa itu. Benih yang ditanam adalah udang windu, sejumlah 10 rean (50.000 ekor).

Diharapkan dalam 3 bulan ke depan udang sudah sudah dapat dipanen, dengan prediksi hasil 3-4 kwintal, pada lahan seluas 0.8 Ha. Hasil normalnya adalah sekitar 1 kwintal, namun dalam penanaman ini bisa mencapai 300% karena sistem tanam yang dikelola MLH PDM Kab. Gresik. Tentu sebelum panen dilakukan pemeliharaan dan perawatan secara khusus.

Dengan modal awal Rp. 6 juta nantinya jika dipanen, udang bisa dijual dengan harga Rp. 125.000 per-kg. Hasil panen udang setelah dibagi dengan petambak, akan digunakan untuk pengembangan dakwah Islam melalui Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kramat, Duduksampeyan dan juga untuk tebar benih kedua.

Program ini bertujuan tidak hanya untuk mendapatkan dana dakwah namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa membudidayakan udang yang didukung dengan benih berkualitas dan pemeliharaan yang baik sehingga dapat menghasilkan panen terbaik bagi kesejahteraan warga. (Adit/Kms).

Lazismu Dukung Kegiatan Bertanam Secara Hidroponik di Pondok Tahfidz al-Qur’an Putri ‘Aisyiyah Kota Pasuruan

Kegiatan di Pondok Tahfidz al-Qur’an Putri ‘Aisyiyah yang didukung oleh Lazismu kota Pasuruan senantiasa diisi dengan pembelajaran yang sangat berharga dan bermanfaat bagi diri santriwati. Selain menghafal, mendalami al-Qur’an, santriwati juga diberikan ilmu berkebun hidroponik di lingkungan pondok, tepatnya di lantai 4, Jalan Ir. H. Juanda / Veteran No. 2 kota Pasuruan.

Setelah menunggu selama sebulan lebih sejak pertama kali menanam, akhirnya pada kamis sore, tanggal 15 Maret 2018 para santriwati, ustadzah, pembina dan pemangku Pondok bisa merasakan panen perdana tanaman sawi. “Alhamdulillah kita dapat panen perdana tanaman yang kita tanam melalui cara hidroponik ini” ungkap Hj Rouf selaku pemangku Pondok dengan sangat senang.

Harapan para santriwati dan pengasuh Pondok, kedepan pertanian hidroponik ini bisa dikembangkan dengan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari untuk konsumsi di Pondok. Untuk pengembangan kegiatan bertanam secara hidroponik ini, Agus Salim, Kepala Kantor Lazismu Kota Pasuruan, akan berkoordinasi dengan donatur agar program positif ini dapat tercapai. (Adit).

Memberi Semangat Anak Panti Untuk Berdaya dan Mandiri

Program Pemberdayaan Anak Panti salah satunya dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anak Panti Asuhan agar kelak dapat berdaya dan hidup mandiri. Oleh karena itu mereka harus dibiasakan untuk mempunyai jiw kemandirian dan sering melakukan hal-hal positif yang bermanfaat pada dirinya ketika tinggal di Panti.

Oleh karena itu drh. Zainul Muslimin Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur dan Imam Fauzi, Anggota Badan Pengurus, pada Ahad 4 Maret 2018 mengunjungi Panti Asuhan Budi Mulia di Banyuwangi. Sebenarnya ini adalah kunjungan yang ketiga kalinya dalam rangka memberikan motivasi dan semangat anak-anak Panti Asuhan agar mempunyai kesadaran dan cita-cita bagi hidupnya kelak. Kedatangan Lazismu Jatim untuk mengajak anak-anak Panti disamping belajar menuntut ilmu di perguruan formal juga mempunyai usaha bersama berupa bercocok tanam di lahan produktif. Hasil dari bercocok tanam tersebut dapat dijual dan dijadikan tabungan bagi anak-anak Panti.

Panti Asuhan Budi Mulia Banyuwangi mempunyai program kemandirian bagi anak Panti yaitu menanam tanaman budidaya buah produktif, seperti jeruk, jambu, pepaya dan buah naga. Panti ini juga mempunyai lahan yang cukup untuk dijadikan kegiatan anak-anak Panti bercocok tanam. Namun dalam hal bercocok tanam masih perlu bimbingan instruktur dan penyuluh pertanian. Tanaman buah sebenarnya sudah ditanam pada tahun lalu. Namun demikian, anak-anak Panti Asuhan sebagai pengelola perlu dibimbing dan diarahkan agar dapat merawat tanaman buah tersebut dengan baik dan benar.

Selain memberikan motivasi dan semangat Lazismu juga membawa ‘oleh-oleh’ berupa pupuk organik yang merupakan produk Lazismu Wilayah Jawa Timur. Imam Fauzi menyerahkan pupuk organik tersebut kepada koordinator pengelola untuk dijadikan pendukung dalam program budidaya buah di Panti Asuhan Budi Mulia tersebut. Semoga sukses dan lancar. (Adit).

Tahun 2018 Lazismu se-Jawa Timur Fokus Dana ZISKA Untuk Program Pemberdayaan Masyarakat

Sesuai dengan hasil keputusan Rakornas Lazismu 2017 di Semarang dan Rakerwil Lazismu Jatim di Magetan konsolidasi sistem keuangan dan program pemberdayaan masyarakat menjadi fokus dan garapan utama bagi lembaga Amil zakat Muhammadiyah.

Dalam dua momen permusyawaratan itu telah dilakukan perencanaan berupa persiapan dan penetapan program pengelolaan dana ZISKA yang tertuang dalam pedoman dan panduan bagi seluruh Amil Lazismu. Perencanaan tersebut berhubungan dengan program pendistribusian terutama dalam kaitannya pembagian dana ZISKA kepada 8 (delapan) asnaf sesuai ketentuan syariat Islam. Sebelum itu terlebih dahulu dilakukan konsolidasi yang tertata dalam sistem keuangan Lazismu satu rekening.
Kemudian dalam rangka pendayagunaan dana ZISKA maka Lazismu pada tahun 2018 berupaya fokus dalam penyaluran untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat. Hal itu berarti program pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama untuk dilaksanakan bagi seluruh jaringan struktural Lazismu mulai dari perwakilan wilayah di tingkat propinsi hingga wilayah pembantu di tingkat daerah kabupaten dan kota.

Maka dalam Rapat Koordinasi Khusus Lazismu se-Jatim, 9 Februari 2018 di Gedung Muhammadiyah Jatim, program pemberdayaan ekonomi usaha produktif akan menjadi ‘primadona’ bagi Lazismu di tahun 2018. Sasarannya adalah para mustahik fakir miskin, baik karena pengangguran maupun terdampak permasalahan sosial dan bencana. Tujuannya adalah agar mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dengan usaha mandiri.

Ada tiga belas (13) Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan program Lazismu, yaitu ; a). Membangun Masyarakat Ilmu; b). Toleransi dan Kerukunan antar umat beragama; c). Peningkatan daya saing umat Islam; d). Penyatuan Kalender Islam; e). Pelayanan dan Pemberdayaan Kelompok Difabel; f). Pengendalian Narkotika, Psikotropika, dan zat Adiktif Lainnya; g). Tanggap dan tangguh menghadapi bencana; h). Optimalisasi bonus demografi; i). Gerakan berjamaah melawan korupsi; dan j). Jihad konstitusi.

Selain itu, ada tujuh belas (17) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang sedang dicanangkan oleh pemerintah, antara lain; a). Menghapus kemiskinan; b). Mengakhiri kelaparan; c). Kesehatan yang baik dan kesejahteraan; d). Pendidikan bermutu; e). Kesetaraan gender; f). Akses air bersih dan sanitasi; g). Energi bersih dan terjangkau; h). Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; i). Infrastruktur industri dan inovasi; j). Mengurangi ketimpangan; k). Kota dan komunitas yang berkelanjutan; l). Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; m). Penanganan perubahan iklim; n). Menjaga ekosistem laut; o). Menjaga ekosistem darat; p). Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat; dan q). Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Tentunya tidak semua 13 rekomendasi Muktamar Muhammadiyah dan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan itu dapat dilaksanakan oleh Lazismu. Ada beberapa point yang bersinggungan dengan bidang garap Lazismu secara umum yang bisa menjadi fokus prioritas dalam kerangka program pemberdayaan. (Adit).

Perempuan Berdaya dan Mandiri di Surabaya

Berbagai bantuan dan pendampingan dilakukan oleh Lazismu di Surabaya dalam rangka mendukung program Bina Mandiri Wirausaha khususnya bagi perempuan dalam agar berdaya dan mandiri meningkatkan perekonomian keluarga.

Seperti kepada Ibu Jamilah, pengrajin daur ulang dan kain perca. Anggota UKM BMW Lazismu Surabaya ini tinggal di Jl. Mojo I. Berbagai kreasi tas inovatif lahir dari tangan dingin ibu yang mendapat bantuan modal dari Lazismu Surabaya ini. Ibu single parent ini gigih membiayai seorang putri yang tengah kuliah di Poltekes Surabaya ini berharap dapat mengembangkan usaha kerajinannnya agar lebih baik dan prospek setelah mendapat suntikan dana. Selain mengembangkan usaha handicraf, bu Jamilah bersedia menularkan ketrampilannya kepada siapa pun yang mau menjadi pengrajin seperti dirinya.

Demikian pula dengan ibu Aliva yang tinggal di Sikatan Pasar, Buntaran, Tandes. Ia seorang aktivis ‘Aisyiyah yang gigih sabar dan ulet. Bu Aliva ingin meningkatkan kondisi ekonomi keluarga guna membantu sang suami yang bekerja serabutan, dengan berjualan minuman aneka jus buah. Kebetulan di depan rumahnya pasar dan banyak orang berlalu-lalang. InsyaAllah, jusnya akan laku keras karena jus buah yang sehat dan murah diminati segala usia. Maka rombong bantuan Lazismu semoga dapat menunjang kegiatan ekonomi keluarga. (Tasmo).

 

Abon Ikan Gabus Lezat dan Bergizi dari Bangsalsari Jember

Anak muda harus kreatif dan inovatif. Itulah yang ditunjukkan oleh para pemuda di Bangsalsari, Jember. Para pemuda binaan Kantor Layanan Lazismu Bangsalsari ini memproduksi Abon Ikan Gabus nan lezat dan dikemas dalam kemasan yang higienis.
Menurut Abdul Khamil, Kepala Kantor Lazismu Jember, ikan gabus dipilih sebagai bahan pembuatan abon karena nilai kandungan gizinya. Kandungan gizi inilah yang membuat ikan gabus sangat baik dan bermanfaat bagi peningkatan gizi janin atau pun ibu hamil, anak, hingga orang dewasa. Jika diteliti lebih jauh, manfaat vitamin A yang didapat dari ikan gabus, bisa berkhasiat untuk melindungi kesehatan rongga hidung, melancarkan fungsi repoduksi pria, menyehatkan kondisi indung telur pada wanita, memperkuat plasenta bayi, meningkatkan kesehatan janin, sebagai anti oksidan aktif dan kuat.
Sebungkus Abon Ikan Gabus dibanderol seharga Rp. 60.000. Keuntungan dari usaha ini adalah untuk pembinaan pemuda, kaum dhuafa dan anak yatim di kawasan Kecamatan Bangsalsari, Jember. (LazismuJember).

Kolaborasi Lazismu Bersama Saudagar Muhammadiyah pada JSM Expo di Plaza Senyum Media Jember

Semangat berwirausaha atau entrepreneur harus terus digalakkan di kalangan generasi muda Muslim. Melalui pengembangan ekonomi kreatif dan start up business, generasi muda Muhammadiyah yang terhimpun dalam Jaringan Saudagar tiada henti berkarya dan memberdayakan diri.

Salah satunya adalah dengan diselenggarakannya Ekspo JSM (Jaringan Saudagar Muhammadiyah) oleh Majelis Ekonomi Kewirausahaan Muhammadiyah Kabupaten Jember. Ekspo para Saudagar Muhammadiyah ini dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 21 Nopember 2017 di Plaza Senyum Media, Jl Trunojoyo 51 Jember. Dalam ekspo ini dipamerkan produk-produk unggulan dan kreatif warga Muhammadiyah di Kabupaten Jember.

JSM expo dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Jember dan turut menyambut, drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu jatim sekaligus mewakili PWM Jatim. Semua peserta dan pengisi stand pameran JSM Expo adalah para pengusaha / saudagar Muhammadiyah baik yang masih pemula (start up) ataupun usaha yang sudah berembang pesat. Mereka memamerkan produk-produk, diantaranya adalah bisnis kuliner, busana/fashion, handicraft, food/snack/drink, accesoris dan lain sebagainya. JSM Expo juga akan diramaikan dengan kegiatan pentas seni, tutorial hijab, seminar, bedah buku, quis/lomba, doorprise dan sebagainya.

Tak ketinggalan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) perwakilan wilayah pembantu Daerah kab. Jember turut berpartisipasi dan berkolaborasi dalam JSM Expo ini. Keikutsertaan Lazismu Jember diwujudkan dengan menampilkan stand filantrophi di arena pameran dan membantu publikasi kegiatan melalui online dan media sosial.

Stand Filantrophi Lazismu Jember mengajak pengunjung dan juga para entrepreneur muda agar tidak lupa menunaikan kewajiban seorang Muslim dalam berzakat dan senantiasa mengiringi kegiatan usahanya dengan bersedekah. Konsep memadukan bisnis dengan sedekah agar berhasil dan barokah selalu didengungkan oleh Lazismu. Pada stand Lazismu juga disosialisasikan program-program sedekah, diantaranya sedekah sarung, program kornetmu/rendangmu, tabungan qurban, donasi kemanusiaan dan sebagainya.

Para pemandu stand Lazismu selain Pengurus dan staf juga dibantu para relawan filantrophis dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jember. Mereka, para relawan muda tersebut tertarik bergabung dengan Lazismu karena menggalakkan gerakan berzakat dan bersedekah yang disesuaikan dengan semangat anak muda. (Ad/Zain).

Lazismu Siapkan Pupuk Organik Untuk Mendukung Program Urban Farming

Program pemberdayaan pertanian perkotaan (Urban Farming) harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Program ini sangat bermanfaat khususnya bagi warga yang bertempat tinggal di perkotaan namun ingin bertani atau bercocok tanam sayur-sayuran, umbi-umbian, dan buah-buahan di lahan sempit.

Urban farming (pertanian perkotaan) adalah se-rangkaian usaha untuk menghasilkan tanaman bahan pangan dengan bercocok tanam di lahan yang sempit atau terbatas. Di kota-kota besar warga banyak yang tinggal di kawasan perumahan atau perkampungan dengan lahan yang sempit. Di lahan yang sempit tersebut tidak mungkin dapat dijadikan tempat untuk bercocok tanam dengan secara luas dan masal, namun dengan menggunakan pot.

Nah, guna mendukung hal tersebut Lazismu bekerjasama dengan ‘Aisyiyah, organisasi Wanita Islam Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur, yang siap mengembangkan urban farming. Lazismu merasa sesuai menggandeng ‘Aisyiyah, karena urban farming sangat cocok dilaksanakan oleh ibu-ibu di perkotaan dalam rangka mendukung keterse-diaan bahan pangan di rumah tangga masing-masing.

Dalam hal ini Lazismu akan membantu menyediakan pupuk organik, sedangkan ‘Aisyiyah melakukan pendampingan dan pengembangkan urban farming yang telah dilaksanakan oleh jamaah ibu-ibu binaan ‘Aisyiyah, khusus di kota besar. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Program produksi pupuk organik ini sangat bermanfaat bagi warga kota yang bercocok tanam dengan urban farming dan petani di area perkotaan, agar dihasilkan bahan pangan yang lebih berkualitas. Lazismu bersinergi dengan Aulia Farm, kandang peternakan, di Magetan, untuk pengadaan bahan baku utama pupuk organik. Bahan baku utama pupuk organik diperoleh dari kotoran (kompos) ternak, seperti kambing, ayam dan sapi.

Selanjutnya bahan diproses dengan fermentasi ditambah bahan pendukung. Pencampuran bahan dilakukan sebelum fermentasi dengan bahan tambahan berupa dedak halus 0,5%. Setelah jadi, pupuk organik akan dikemas ke dalam kantong plastik ukuran 2 kg dan siap didistribusikan.
Sedangkan komposisi pemanfaatan bahan kompos untuk masing-masing bahan baku dari ayam : sapi : kambing / domba, untuk tanaman Jagung adalah 50:25:25. Tanaman Padi komposisinya 20:40:40. Sayur penghasil buah : 20:30:50 dan sayur penghasil daun : 50:30:20. Dengan komposisi tersebut akan dihasilkan produk tanaman sayur dan buah yang berkualitas.

Lazismu mentargetkan pada bulan Desember 2017 pupuk organik tersebut telah siap untuk diedarkan kepada kelompok ibu-ibu binaan ‘Aisyiyah yang ada di perkotaan. Semoga Sukses. (Adit).

Belajar Memelihara Ikan Lele Dalam Workshop Budidaya Lele dan Vanamie

Ir. Kemat Kartodinomo dari KK Farm Bogor memberikan materi

M. Masrukh dari Lazismu Jatim, memandu acara

Siapa yang tak kenal dengan ikan lele. Hewan air tawar ini begitu lezat dan nikmat serta bergizi dijadikan menu bersantap. Lele sangat enak dikonsumsi sebagai lauk makanan dengan berbagai cara memasak dan aneka resep, mulai dari yang hanya digoreng saja hingga disajikan dalam resep khusus berselera istimewa.

Lazismu bersinergi dengan Majelis Pelayanan Sosial (MPS), Majelis Ekonomi Kewirausahaan (MEK), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Agro Mulia, Yayasan Seribu Senyum dan Biosmile menyelenggarakan Workshop Budidaya Lele dan Vanamie. Workshop itu diadakan selamasehari penuh, pada hari Sabtu, 30 September 2017 bertempat di Padepokan Lele, Kedung Banteng, Tanggulangin, Sidoarjo, yang dikuti 150 peserta.

Materi yang disampaikan meliputi kiat-kiat pembibitan lele, pembesaran lele dan pengolahan pasca panen. Narasumber yang memberikan materi adalah Muh. Sulthon Amien MM (Agro Mulia), Ir. Kemat Kartodinomo (KK Farm Bogor) dan H. Sarip (Pengusaha Tambak Ikan Sidoarjo).

H. Sarip, Pengusaha Tambak

Menurut Muh. Sulthon Amien, dari Yayasan Seribu Senyum selaku sponsorship, tujuan workshop ini sendiri adalah memberikan informasi tentang pembudidayaan ikan lele yang produktif, efektif dan efisien serta menguntungkan dengan menggunakan berbagai sarana dan pakan untuk pemeliharaannya. Oleh karena itu perlu sinergi yang erat dari masing-masing pihak yang bekerjasama agar didapat follow up yang optimal bagaimana mengembangkan budidaya lele di Jawa Timur.

Ir. Kemat Kartodinomo dari KK Farm Bogor sebagai pengusaha ikan lele memaparkan success story bagaimana membudidayakan lele mulai dari aspek pemilihan jenis ikan lele, pembibitan, pemeliharaan, pembesaran dan pemasarannya, mulai dari pengiriman antar pulau hingga expot.

Sementara itu H. Sarip yang merupakan pengusaha tambak ikan di Sidoarjo Timur menjelaskan bagaimana mengelola tambak dan kolam ikan dari aspek wahana air kolam/tambak dan pemeliharaan lahannya. Pemaparan H. Sarip dengan gaya guyonoan khas Jawa timuran ini mampu menghidupkan suasana workshop di siang bolong yang panas.

Suasana semakin marak dan riuh manakala H. Kohar selaku tuan rumah menggelar kuis dengan aneka doorprise dari sponsor.

Para peserta yang sebagian besar Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah se-Jawa Timur itu juga diajarkan cara membuat media pemeliharaan ikan lele dengan kolam berterpal plastik dan kiat-kiat sukses hingga memetik keuntungan maksimal dari budidaya lele ini. (Adit).

H. Kohar, pemilik padepokan lele Kedung Banteng

 

Menjadikan Masyarakat Semakin Produktif Dengan Program Indonesia Terang di Nusa Tenggara Timur

Program Indonesia Terang adalah suatu upaya bagaimana rakyat Indonesia harus dapat memiliki dan menikmati akses terhadap energi. Akses energi yang dibutuhkan adalah energi listrik sebagai salah satu target pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi dan mendorong pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Developments Goals (SDGs).

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, disebutkan bahwa Rasio elektrifikasi di awal masa Pemerintahan Kabinet Kerja mencapai 85%, dan ditargetkan mencapai 97% pada 2019.

Setidaknya, masih ada 12.659 desa yang sampai saat ini belum menikmati akses listrik. Bahkan, ada 2.519 di antaranya sama sekali tidak memiliki aliran listrik. Suasana desa-desa ini di malam hari gelap, sebagian besar di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di kawasan  Indonesia Timur.

Program Indonesia Terang yang dilaksanakan oleh Lazismu dan TNP2K di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat disana. Masyarakat penerima merasa terbantu dengan dipasangnya Instalasi LTS (Listrik Tenaga Surya) di rumah mereka. Kini (28/09/2017) tengah dilakukan monitoring guna mengetahui seberapa besar manfaat program yang diterima oleh masyarakat.

Menurut Adi Rosadi, Manager dari Lazismu Pusat yang menjadi koordinator Tim Monitoring, kegiatan monitoring dilakukan berbasis wawancara dengan salah satu penerima manfaat program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K. Monitoring dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kebermanfaatan LTS (Listrik Tenaga Surya) bagi masyarakat miskin di Desa Kusi Utara Kec. Kuanfatu Kab. Timor Tengah Selatan – Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari monitoring tersebut hasilnya ada perubahan aktivitas yang dilakukan oleh rumah tangga terutama pada malam hari. Semisal keberadaan lampu yang terpasang bisa dilakukan sebagai sarana penerangan bagi anak untuk belajar, maupun kegiatan produktif seperti menenun, menjahit, dan lain-lain.

Selain monitoring dilakukan pula Sosialisasi kepada 170 penerima manfaat program Indonesia Terang di Desa Oeekam Kec. Noebeba Kab. Timor Tengah Selatan – NTT bersama TNP2K dan Bapeda TTS serta mitra lokal Yayasan Besipae dan Kopernik. Sebelumnya Tim berkoordinasi lebih dahulu kepada Kepala Bapeda TTS sebelum melakukan kegiatan sosialisasi program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K di Desa tersebut sekaligus menanyakan rencana keberlanjutan dari program ini kepada Bapeda Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Tim Monitoring juga berkunjung ke rumah-rumah warga penerima manfaat program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K. Tim melihat Instalasi LTS (Listrik Tenaga Surya) yang terpasang di rumah warga. Selain itu juga melakukan pengecekan kembali apakah LTS sdh terpasang dengan benar sekaligus mengajarkan kepada penerima manfaat cara menghidupkan dan mematikan alat tersrbut.

Semoga program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K ini dapat terus berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program. Aamiin. (Adit/AdiRosadi).