Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi (page 4)

Category Archives: Ekonomi

Lezatnya Telur Asin Buatan Bambang Dari Tulungagung Masih Terasakan Walau Disimpan Selama Sebulan

Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan oleh Lazismu di Tulungagung dilakukan dengan memberikan bantuan modal kepada para penerima zakat (mustahiq). Titik beratnya adalah mengubah warga miskin menjadi berdaya. Demikian disampaikan oleh Azzah, salah satu Fundrising Lazismu Tulungagung. Ia menyatakan, ”Kami lebih banyak mentasarufkan dana untuk kegiatan produkif, sehingga mengubah mustahiq menjadi muzaki,”.

Salah satu program pemberdayaan ekonomi Lazismudi Tulungagung adalah dengan pendampingan dan pemberian bantuan vacuum cleaner kepada Bambang Purbo, salah seorang mustahik yang memulai usaha produksi telur asin. Alat vacuum cleaner ini gunanya untuk mengisap udara saat telur asin dibungkus plastik sehingga menjadi hampa udara.

Bambang Purbo, menjelaskan, dalam kemasan hampa udara menjadikan telur asin tahan lama. Selain itu membuat kemasan semakin menarik. ”Dalam kemasan biasa, telur bertahan maksimal 14 hari tapi kemasan vacuum bisa tahan sampai 30 hari,” ujar Bambang.

Jika telur mampu bertahan sebulan maka akan mendorong pemasaran lebih meluas karena telur asin tidak cepat basi. Bambang pun berharap bisa menaikkan omset produksi dua kali lipat. ”Dengan demikian pendapatan produsen telur asin juga meningkat sehingga kami pun dapat menjadi donatur Lazismu,” katan Bambang Purbo penuh harap.

Kualitas telur asin binaan Lazismu Tulungagung mampu bertahan hingga sebulan atau 30 hari dengan t Teknologi sederhana yakni dibungkus dengan kemasan hampa udara. Dengan cara ini telur asin tetap lezat dan nikmat meski tersimpan lama. Bambang pun menjamin bahwa konsumen dapat merasakan lezatnya telur asin walau tersimpan selama sebulan lebih, katanya setengah berpromosi. (Lazismu Tulungagung / sumber & foto pwmu.co).

 

Pelatihan Membuat Keset Dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Surabaya

Peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat tidak selalu dengan gelontoran dana dan berbagai bantuan. Upaya pemberdayaan dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas SDM terutama kapasitas dalam bidang usaha ekonomi mikro.

Berkaitan dengan itu Lazismu Surabaya berkesempatan melaksanakan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi berupa ketrampilan Pembuatan Keset dengan bahan-bahan yang mudah didapat bagi warga binaan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang. Pelatihan yang dilaksanakan di pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 mulai pukul 14.00 s.d 17.30 WIB bertempat di Aula SD Muhammadiyah 11 Dupak, Krembangan, Surabaya.

Menurut Sunarko, MSi, Ketua Lazismu Surabaya, latar belakang diadakannya Pelatihan ini karena masih banyaknya pengangguran di Kota Pahlawan dan juga masih ada sebagian orang yang bekerja dengan penghasilan kurang atau di bawah UMK. Hal itu membuat Lazismu Kota Surabaya tergerak untuk membantu mengatasi problem tersebut.

Sunarko menambahkan, Pelatihan pemberdayaan ekonomi juga dalam rangka pentasarufan dana Zakat bagi dhuafa yang tidak saja bersifat konsumtif tapi juga bersifat pemberdayaan. Adapun tujuan pelatihan ini adalah peserta memiliki kemampuan dan terampil secara mandiri dalam membuat kerajinan sehingga membuka peluang usaha dirumah masing-masing guna menambah pemasukan dan penghasilan.

Dalam pelatihan ini Lazismu mendatangkan 2 orang instruktur yaitu Supardi dan Wiwit Manfaati dari CV. Rizqan Mufidah yang berlokasi di Kebraon Indah Permai C/46 Surabaya. Mereka adalah UMKM yang berpengalaman dalam bidang usaha Handycraft / Pengrajin Eceng gondok yang berprestasi dalam berbagai kejuaraan, antara lain : Juara 1 Pahlawan Ekonomi 2011, Best of the Best 2014, Juara 3 Best Vulunteer Kampung Digital 2017 Nasional di Denpasar Bali. Selain itu mereka juga sebagai Narasumber Pelatihan di berbagai Dinas Surabaya dan Jatim, serta Ketua UMKM Kecamatan Ksrangpilang Surabaya.

Selama pelatihan seluruh peserta sangat antusias mengikuti mulai dari pemaparan usaha keset hingga praktik. Agar lebih efektif ketika melaksanakan praktik peserta dibagi menjadi 2 kelompok dengan tugas membuat keset sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh instruktur. Setiap peserta mendapatkan 1 paket bahan yang akan dibuat keset. Hasilnya, ada beberapa peserta yang sudah mampu membuat keset. Namun sebagian besar lainnya masih perlu untuk ditingkatkan.

Pelatihan singkat cara membuat keset itu ternyata membuat beberapa peserta terinspirasi akan mendirikan usaha pembuatan keset di rumah. Bahkan mereka meminta agar kegiatan pelatihan ini diulang kembali agar mereka lebih mahir dalam membuat keset.(Narko/Adit).

 

Dengan Jualan Pentol Krikil Kuah, Seorang Gadis Lulusan SMA di Kota Kediri Ingin Hidup Berdaya dan Mandiri

Yang muda yang kreatif dan berdaya. Bagi kaum muda jalan memang masih panjang, namun alangkah lebih tepat jika diisi dengan aktifitas yang memberdayakan, berguna dan bermanfaat, terutama bagi diri sendiri.

Lutvita Asmarani

Lazismu kota Kediri berupaya memberikan fasilitas bagi mereka, terutama kaum muda yang mau berusaha. Lazismu mengapresiasi anak muda yang bergerak dalam rangka meningkatkan ekonominya. Bertepatan dengan hari yang berkah, yaitu hari jumat tanggal 11 Agustus 2017, Lazismu kota Kediri melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat.

Pemberdayaan itu berupa pinjam pakai rombong usaha. Lazismu menyediakan rombong usaha yang dipinjamkan kepada seorang wirausaha muda yang beberapa tahun lalu lulus dari SMA dan mempunyai keinginan untuk berwirausaha.

Namanya Lutvita Asmarani yang beralamat di Jl. Sunan Drajad No.15 Rejomulyo, Kota Kediri. Gadis yang masih panjang jalan hidup dan masa depannya itu tidak malu berjualan makanan kecil, PENTOL KRIKIL KUAH dan ES segar. Bagi Lutvita, yang penting usaha jualannya itu halal dan menguntungkan, serta dirinya dapat menghasilkan dan tidak menganggur.

“Memang saat ini banyak orang yang jualan Pentol, namun soal menu dan rasa pasti berbeda. Untuk itu silakan dicoba dulu,” katanya setengah berpromosi sembari tersenyum.

Mudah mudahan rombong usaha ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan perekonomiannya sehingga dapat hidup mandiri dan berdaya. Aamiin. (Sholeh/Kediri).

 

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dengan Program Pemberdayaan Ekonomi

Keberhasilan program pemberdayaan ekonomi dhuafa memerlukan peran Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai penopang utama pelaksanaannya. Keberadaan LAZ diharapkan menjadi daya dukung dalam memberdayakan kaum dhuafa sehingga mampu merubah nasibnya ke arah hidup yang lebih baik dan meningkat kesejahteraannya.

Lazismu sebagai LAZ di bawah Persyarikatan Muhammadiyah sejak kelahirannya menempatkan program ekonomi sebagai prioritas utamanya, disamping pendidikan, sosial dan dakwah. Salah satu program yang telah dilakukan adalah pendirian dan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang memiliki tugas utama memberikan permodalan dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro melalui sistem permodalan dana bergulir dan qordul hasan.

Di Jawa Timur, Lazismu kota Surabaya sudah 10 tahun melaksanakan program LKM melalui sebuah unit teknis yang dinamakan Unit Keuangan Mikro (UKM) Bina Mandiri Wirausaha (BMW). UKM BMW memberikan pinjaman modal usaha mikro antara Rp. 1-3 juta dengan sistem Qardul Hasan. Peminjam yang kebanyakan usaha di sektor informal tidak dikenakan bunga atau bagi hasil melainkan hanya me-ngembalikan pinjaman pokoknya. Namun mereka dianjurkan untuk berinfaq sesuai dengan kemampuannya. Agar senan-tiasa terbimbing pada jalur agama, maka setiap bulan sekali diadakan forum Ngaji Bisnis bagi para usahawan mikro.

Sedangkan di Kab. Jember program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan adalah memberikan bantuan modal kepada pengusaha mikro dalam berbagai jenis usaha, yang salah satunya adalah budidaya jamur tiram pada sebuah pondok pesantren. Jamur tiram saat ini merupakan produk bahan makanan yang sedang laku di pasaran. Lazismu Jember bermaksud menjadikan pesantren sebagai ajang transformasi pemberdayaan ekonomi. Program Lazismu Jember lainnya adalah bantuan bedah tempat usaha, seperti warung, toko, kedai dan sebagainya.

Di kota Malang, Lazismu memberikan bantuan peralatan usaha kepada usaha baru ataupun usaha lama yang ingin berkembang. Disamping itu agar para pedagang kecil keluar dari jerat rentenir maka dilakukan pemberian bantuan dan pendampingan guna mengatasi hutang-hutangnya.

Di Pamekasan, Madura, Lazismu setempat juga telah mengembangkan BTM (Baitut Tamwil), sebuah unit simpan pinjam yang menyediakan modal kerja bagi para usahawan mikro. Berbeda Surabaya yang bersifat qardul hasan, di-sini peminjam dikenakan bagi hasil atau jasa pinjaman.

Di Sidoarjo juga dilaksanakan pemberdayaan terhadap kaum perempuan melalui pengembangan usaha ekonomi berbasis keluarga dengan nama program BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga). Program BUEKA dijalankan melalui strategi pengembangan usaha bersama (Usaha Kelompok Perempuan) dengan sistem koperasi.

Upaya-upaya diatas dilakukan oleh Lazismu semata untuk memberdayakan kaum dhuafa agar keluar dari keterpurukan dan meningkat kesejahteraannya. Harapannya, para mustahiq bisa bertransformasi diri menjadi muzakki. (Adit).

Upaya Membebaskan Masyarakat Urban Dari Jerat Rentenir di Surabaya

Sebagai lembaga yang bertugas menghimpun dana umat, Lazismu Kota Surabaya terus berupaya untuk menyalurkan dana kepada yang berhak. Salah satunya adalah dengan memberikan pinjaman lunak tanpa bunga.

Ketua Lazismu Surabaya Sunarko SAg MSi menyampaikan hal itu dalam acara Ngaji Bisnis UKM BWM, yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Sutorejo 73-77 Surabaya, Sabtu (22/7/17).

Dalam kegiatan bertema “Memperoleh Berkah Berentrepeneur melalui Infaq dan Shadaqah” itu diikuti sekitar 120-an anggota binaan Lazismu baik perorangan maupun kelompok.

Dalam kajian tersebut Sunarko menyampaikan tentang 10 pintu rejeki dari Allah. Di antaranya adalah dengan berdagang. “Maka jika hari ini Bapak dan Ibu menekuni wirausaha insyaallah rejeki akan mudah didapat. Dengan catatan, selalu jujur, tidak mengurangi kualitas barang, tidak curang, dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen,” pesannya.

Sunarko juga menyatakan terima kasih kepada anggota UKM BMW (Usaha Kecil Menengah Bina Mandiri Wirausaha) yang telah mempercayakan pemodalan pada Lazismu. “Karena program ini memiliki banyak keunggulan. Bandingkan dengan di ‘bank titil’ atau bank konvensional. Di ‘bank titil’ bunga bisa sampai 100 persen. Itu namanya rentenir, riba,” jelas dia.

Menurutnya di UKM BMW Lazismu Surabaya dapat banyak fasilitas. Selain pendampingan usaha, juga dapat snack, air mineral, ilmu, pinjaman tanpa bunga riba. “Juga dapat alat dan modal usaha,” ujarnya.

Sunarko juga berpesan pada peserta, “Agar usaha berkah, bila ada hasil jangan lupa zakatnya jika penghasilan dari usaha tersebut sudah mencapai nisab dalam satu tahun. Jika belum, maka dengan infak atau shadaqah. Itu untuk membersihkan dan menyucikan harta,” pesannya.

Kepada pwmu.co, Sunarko menjelaskan bahwa tujuan awal pendirian UKM BMW untuk membasmi atau melawan rentenir. “Anggota UKM BMW ini rata rata adalah pedagang gorengan, penjual nasi, peracangan, ternak lele, pedagang baju muslim, dan tukang tambal ban. Nominal pinjaman yang diberikan adalah Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta dengan angsuran maksimal 6 kali,” kata dia.

Kajian rutin bulanan ini akan berlangsung selama 12 bulan dengan mendatangkan pakar atau praktisi. (Ferry Yudi AS/pwmu.co)

 

Lazismu Mengajak Bercocok Tanam Tanaman Produktif di Lahan Perkotaan Yang Sempit di Surabaya

Lahan di kota besar seperti Surabaya sudah sangat sempit dan tidak kondusif jika dipergunakan untuk areal pertanian. Hampir semua lahan tanah di Surabaya habis untuk areal pemukiman, perumahan, perkantoran, perdagangan, sentral bisnis, pergudangan dan industri. Jika masih ada lahan pertanian itu pun hanya sedikit dan tinggal bertahan menunggu waktu untuk tergerus dan berubah fungsi. Padahal sektor pertanian sangat penting guna menyediakan kebutuhan pangan bagi penduduk perkotaan.

Menyadari hal itu diperlukan langkah dan upaya untuk sektor pertanian agar tetap hidup di kota besar. Program Urban Farming (Pertanian Perkotaan) menjadi sebuah pilihan bagi penduduk kota untuk melaksanakan kegiatan pertanian, terutama di lahan yang sangat sempit. Terdapat strategi, sistem, kiat dan petunjuk teknis terkait pelaksanaan pertanian di perkotaan dan itu menjadi tugas bagi Dinas Pertanian pada khususnya.

Sehubungan dengan itu Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah didirikan sebagai institusi ormas Islam yang peduli terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kaitannya dengan latar belakang diatas maka Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Surabaya menggandeng Lazismu Surabaya mengadakan PELATIHAN URBAN FARMING.

Pelatihan Urban Farming dilaksanakan pada hari Ahad, 21 Mei 2017, di Perguruan Muhammadiyah Pucang (Aula SMAMDA) Surabaya. Hadir sebagai pemateri antara lain : Prof. Dr. Ir. Hj. Andriani Eko Purbaningrum.,MS. (Dosen Kopertis VII dan Fak. Pertanian UMSIDA) dengan materi : Tanaman Oraganik, Ir. Lily Toeti (Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkot Surabaya) dan Sunarko, S.Ag.,M.Si, (Ketua Lazismu Surabaya) tentang “Kiat sukses menanam buah naga”. Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang, terdiri dari 25 orang binaan UKM BMW Lazismu dan 25 orang Guru SD, SMP, SMA Muhammadiyah se-Surabaya.

Menurut Sunarko, Ketua Lazismu Surabaya, tujuan pelatihan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya bercocok tanam dan mengembangkan sektor pertanian tanaman pangan dengan sistem yang mampu disesuaikan dan dijalankan di lahan yang sempit. Dalam pelatihan ini diberikan materi tentang bagaimana bercocok tanam tanaman organik yang produktif dan bernilai ekonomis serta mengembangkannya dalam berbagai varian. Menariknya dalam pelatihan ini juga dijelaskan cara bertanam tanaman buah naga yang ternyata mampu hidup dan berbuah di kota Surabaya. (Adit/Nar).

 

PARTISIPASI DAN DONASI ANDA..

Transfer ke rekening Bank :

ZAKAT

  • No. 7039510809 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim
  • No. 7710015630 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

INFAQ / SEDEKAH

  • No. 7039511449 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim
  • No. 7710015631 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

KEMANUSIAAN / BENCANA

  • No. 7710015635 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

LAYANAN JEMPUT DONASI

  • Ambil Donasi, khusus wilayah Surabaya-Sidoarjo, call 031 8437191

Lazismu Buka Kantor Layanan di Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Benjeng, Gresik

Satu lagi amal usaha Pondok Pesantren lahir di lingkungan Persyarikatan Modernis Islam, yaitu Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah  yang terletak di Jl. Raya Klampok Benjeng, Gresik. Amal Usaha ini telah di-Launching pada Ahad 14 Mei 2017.

Pondok yang berdiri di atas lahan 12  hektar ini diresmikan oleh Dr. Sriyatin Shodiq, MA, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, bersamaan dengan acara kajian ahad pagi yang digelar oleh keluarga besar Muhammadiyah Kecamatan Benjeng. “Bismillah, semoga ini bisa menjadi jawaban atas kritik akan kurangnya ulama di lingkungan Muhammadiyah. Dengan embel-embel entrepreneur, sudah pasti, ulama yang dihasilkan nanti tak sekedar pandai membaca kitab kuning tetapi sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan,” tandas Dr Sriyatin Shodiq tokoh dan ahli falaq Muhammadiyah.

Diterangkan Sriyatin, di tengah perkembangan jaman  yang sudah se-massif seperti sekarang ini,  semua amal usaha Muhammadiyah memang harus terus ber-inovasi dan berbenah. Tak terkecuali dengan pondok pesantren. Kesan jadul, tradisional yang selama ini melekat pada pondok pesantren harus bisa dijawab hasil nyata di lapangan. Kiprah pondok, santri maupun sampai nanti menghasilkan alumni bisa dirasakan manfaatnya di lingkungan sekitar. “Harus mampu menjadi menjawab kebutuhan jaman. Bukan sekedar menambah beban kehidupan. Memberi tawaran solusi atas problematika kehidupan. Baik dalam urusan agama maupun kehidupan ekonominya,” ujarnya.

Selain disaksikan keluarga besar Muhammadiyah se-Gresik Selatan, peresmian ini juga dihadiri oleh Pengurus Lazismu Kabupaten Gresik, Abd Rozak dan Kemas S. Rizal. Di tempat yang sama, Kemas S. Rizal memberi acungan jempol sekaligus dukungan pada  perjalanan pondok ke depan. “Kami punya tangan di sini yakni dengan dibukanya Lazismu Kantor Layanan Benjeng. Nanti kita akan bahu membahu untuk mendukung kiprah pondok ke depan. Semoga layanan Lazismu bisa maksimal disini” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, selain peresmian pondok pesantren juga di-launching depo air isi ulang Aismuh yang merupakan kependekatan dari Aisyiyah Muhammadiyah. Unit usaha pondok ini digawangi Aisyiyah dan Lazismu Benjeng. “Hari ini kami membuat langkah kecil dalam upaya pemberdayaan ekonomi ummat. Insya Allah ke depan, ini akan menjadi cikal bakal lahirnya  kemajuan ekonomi warga Persyarikatan. Khususnya di Benjeng,” tandas Marufah, Sekretaris Aisyiyah Benjeng.

Pondok entrepreneur ini merupakan tindak lanjut amanah Alm. H. Bisri Ilyas saat mewakafkan tanah seluas 12 hektar di Kecamatan  Benjeng, Kabupaten Gresik. Saat itu, ada harapan besar, selain dimanfaatkan sebagai ajang kegiatan dakwah Muhammadiyah, tanah wakaf ini juga didirikan Pondok Pesantren Entrepreneur. Bahkan, pada 2006 lalu, sempat dilakukan Soft Launching di kediaman  salah satu penggagas Saudagar Muhammadiyah ini, di kawasan Rewwin, Waru, Sidoarjo.

“Butuh sebelas tahun bagi kami di sini untuk merealisasikan apa yang telah menjadi amanah almarhum. Semoga hari ini, apa yang kita launching bersama ini bisa menjadi amal jariyah buat beliau,” terang Drs Sukirman, Penanggungjawab Pondok Entrepreneur. Secara resmi, pondok akan mulai menjalani tahun ajaran baru pada Juli 2017 mendatang. Pada tahap awal, pondok masih akan menerima santri putra dulu. Dalam keseharian, pondok akan diasuh para tokoh Muhammadiyah Gresik. Diantaranya K.H. Taufiqullah Ahmady, K.H. Moh. In’am dan K.H. Nur Hisyam. “Tahun pertama, kita akan fokus pada pendalaman ilmu keagaamaan para santri. Tahun berikutnya pematangan bahasa dan menempa jiwa kewirausahaan,” tandas Sukirman. (ram).

Bantuan Usaha Produktif Bagi Pedagang Buah Keliling Yang Lumpuh Sejak Lahir di Kota Malang

Ditengah kehidupan yang modern seperti saat ini, ternyata masih banyak sekali orang yang butuh uluran tangan untuk sekedar mencukupi kebutuhan hidupnya. Salah satunya yang dialami oleh pedagang buah keliling yang tetap teguh berjuang dengan berjualan meski fisiknya cacat.

Namanya Pak Istiadi, warga di Kelurahan Tirtomulyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang hanya hidup bersama anak dan cucunya setelah ditinggal istrinya meninggal. Bapak dari 3 orang anak ini harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan buah keliling. Anaknya juga ikut berjuang dalam mencari nafkah dengan berjualan makanan keliling ke sekolah-sekolah.

Ujian hidup Pak Istiadi bukan hanya disitu, beliau mempunyai kondisi fisik cacat, lumpuh kaki kanannya sejak lahir. Meskipun begitu, Pak Istiadi tetap berusaha keras untuk berjualan buah keliling tanpa kenal lelah dan tak kenal henti agar bisa menghidupi kebutuhan keluarganya.

Kondisi yang dihadapi Pak Istiadi mendapat perhatian dari Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Malang untuk bergerak membantu dalam mengatasi kesulitan yang dialaminya. Pak Istiadi mendapat uluran tangan dari Lazismu Kota Malang berupa sedekah bantuan perbaikan gerobak, bantuan usaha produktif dan santunan sebagai mustahiq.

Sedekah bantuan yang diberikan ke Pak Istiadi untuk perbaikan gerobak usaha yang lebih modern dari seblumnya. Tak lupa juga diberikan kemasan branding gerobak usaha agar lebih menarik konsumen. Begitu juga dengan logo Lazismu yang melekat di branding gerobak, sebagai usaha binaan Lazismu Kota Malang.

Perwakilan Lazismu Kota Malang, Arif Budiman, yang bertugas menyalurkan bantuan ke Pak Istiadi mengatakan, jika bantuan sedekah diberikan kepada para mustahiq yang mempunyai usaha. “Tujuannya agar mustahiq yang mempunyai usaha bisa berkembang menjadi lebih baik dan juga mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” ujar Arif.

Disamping itu pula, Lazismu Kota Malang juga memberikan bantuan dana produktif untuk pengembangan usaha Pak Istiadi agar bisa berkembang lebih baik. Menurut Arif, bantuan dana produktif ini tidak ada bunga bagi peminjam dan tidak membebani “Bantuan dana produktif ini tidak membebani penerima karena tidak ada beban sedikitpun kepada peminjam yang akan mengembalikan dana sesuai dengan kemampuan profit usahanya,” terangnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, Program bantuan usaha produktif ini dituangkan dalam surat perjanjian antara Lazismu dan peminjam. Program bantuan produktif bisa juga diberikan kepada mustahiq yang punya kemauan tinggi untuk usaha serta punya skill berwirausaha.

Pak Istiadi yang merupakan mustahiq juga menerima santunan khusus untuk mustahiq. Menurut Arif, yang juga merupakan Koordinator Kecamatan Kedungkandang Lazismu Kota Malang, berharap bantuan produktif bisa menjadikan mustahiq menjadi muzakki. “Program bantuan produktif merupakan usaha Lazismu kota malang untuk memberdayakan ekonomi ummat kepada para mustahiq, agar nantinya mustahiq bisa menjadi muzakki,” pungkasnya. (adam/muhammadiyah.or.id).

————————————————————–

MARI KITA WUJUDKAN KEMANDIRIAN UMMAT

TRANSFER DONASI ANDA

REKENING ZAKAT

  • No. 7039510809 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim
  • No. 7710015630 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

REKENING INFAQ

  • No. 7039511449 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim
  • No. 7710015631 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

Pendampingan 33 Kepala Keluarga Desa Terpencil di Sidoarjo

Butuh perjalanan 1 jam menggunakan perahu untuk menunju Desa Pucu’an, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Desa Pucuan diampit sungai dan tambak, sejauh mata memandang terlihat air.

Sepanjang perjalanan menuju desa pucuan burung pencari ikan juga tampak berterbangan di pinggir sungai. Tidak hanya itu, di sepanjang pinggir sungai terlihat nelayan yang sedang mencari kepiting, belut. Mereka menambatkan perahunya di pohon di pinggir sungai.

Menyusuri sungai yang kecil memanjang dan dipenuhi pepohan mangrove bak menembus belantara hutan mini. Melihat ujung sungai, tampak seperti sudut lancit yang mengecil. Tak pelak, perjalanan air ini memberikan kesan tersendiri. Percik air yang terdengar dari kanan dan kiri ketek seolah memberikan musik yang indah. Kumpulan enceng gondok yang lalu-lalang tak pernah habis-habisnya.

Sebetulnya selain transportasi perahu bisa menggunakan sepeda motor. Tapi, harus melalui jalan di sekitar tambak yang licin dan sempit. Karena itu, tak banyak warga yang berani. Sebab, sudah banyak yang pulang basah kuyup akibat tercebur.

Meski letaknya dekat dengan jantung kota Sidoarjo, namun kondisinya yang sulit ditempuh transportasi sehingga menjadi desa terisolir.

Desa Pucuan salah satu desa terpencil di kota Sidoarjo, yang di huni 33 KK, dengan mata pencaharian nelayan dan buruh tambak. Rumah penduduk Pucuan tergolong sangat sederhana. Rata-rata ukuran rumahnya 7 x 5 meter. Desa binaan Lazismu ini, Alhamdulillah 6 bulan yang lalu telah menikmati aliran listrik dengan daya 1300 watt dari PLN. Dengan TDL (Tarif Dasar Listrik) non subsidi. Warga desa Pucuan sebetulnya sebagai penerima subsidi listrik 900 VA. Dengan bantuan team Lazismu, warga pucuan mendapat pendampingan untuk memperoleh listrik bersubsidi.

Dengan pendampingan team Lazismu formulir pengaduan kepesertaan subsidi listrik dari 33 KK desa Pucuan sudah diajukan ke pihak pemerintah, semoga segera diproses agar segera menikmati subsidi listrik, sehingga tidak semakin memberatkan ekonomi warga Pucuan yang berpenghasilan pas pas an sebagai nelayan dan buruh tambak. (yekti pitoyo)

Peduli Janda & Disabilitas di Surabaya

 

Sebagai lembaga zakat yang berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dhuafa’, Lazismu merasa berkewajiban dan berkepedulian terhadap nasib para janda, terutama yang menjadi tulang punggung keluarga dengan harapan agar mereka dapat hidup mandiri dan sejahtera. Bagi para janda yang terkena musibah mengalami suatu kerugian atau kehilangan materi ketika bekerja demi keluarganya, Lazismu tidak tinggal diam dan membantu memberikan solusi dengan berbagai alternatif.

Salah satu bentuk kepedulian Lazismu adalah dengan pemberian bantuan, baik yang bersifat sosial dan ekonomi. Bantuan yang bersifat sosial diberikan dalam bentuk sembako dan uang sebagai tanggap darurat agar mereka tidak mengalami kesusahan dan kelaparan. Untuk program pendidikan telah disiapkan Beasiswa bagi anak para janda. Sedangkan bantuan yang bersifat ekonomi berupa bantuan terikat maupun hibbah agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan tenang dan lancar.

Melalui Unit Keuangan Mikro (UKM) Bina Mandiri Wirausaha (BMW), Lazismu Surabaya menyediakan pinjam-an lunak usaha mikro bagi janda pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung keluarga, tentunya dengan persya-ratan ringan. Dengan upaya ini maka diharapkan ketimpang-an sosial dapat ditangani secara solutif. (Adit-RED).

LAZISMU SURABAYA TAHUN 2016 ZIS CAPAI 1,2 M

Lazismu Surabaya pada tahun 2016 lalu membukukan penerimaan zakat, infaq dan shodaqoh serta wakaf uang (ZISWAF) sebesar Rp. 1.202.980.253,19 (Rp. 1,2 M lebih). Penerimaan terbesar masih dari Infaq dan Shodaqoh, serta dana bencana alam dan kemanusiaan.

Menurut Sunarko, Ketua BP Lazismu Surabaya, pencapaian itu jika dibandingkan dengan tahun lalu memang mengalami peningkatan. Namun dari segi potensi, khususnya warga Muhammadiyah, apalagi dibandingkan dengan potensi zakat ummat Islam di kota Surabaya secara keseluruhan, maka hasil tersebut dirasakan belum optimal. Oleh karena itu Sunarko akan memacu kinerja jajarannya untuk lebih giat lagi dalam melakukan penghimpunan ZIS dan gencar mensosialisasikan keberadaan Lazismu terutama di kalangan warga Muhammadiyah dan ummat Islam pada umumnya sehingga ke depan Lazismu mampu berperan sebagai Lembaga Amil Zakat yang terpercaya.

Pada awal bulan februari 2017 ini Lazismu Surabaya akan mengadakan Rapat Kerja guna mengevaluasi pelaksanaan program kerja penghimpunan dan pentasyarufan ZIS yang telah dilaksanakan oleh Pengurus beserta jajaran pelaksana selama tahun 2016. Raker tersebut nantinya juga akan menyusun langkah strategis di tahun 2017 agar Lazismu Surabaya mampu mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Jika melihat berbagai program yang telah dijalankan selama tahun 2016, Menurut Sunarko, ada sedikit peningkatan terutama dalam pentasyarufan dana ZIS. Pentasyarufan selama tahun 2016 lebih diprioritaskan memenuhi kebutuhan warga disabilitas akan alat bantu, terutama kursi roda dan bantuan usaha. Untuk bantuan sembako kepada fakir miskin, terutama warga janda dan lanjut usia juga terus berjalan melalui kegiatan pengajian di Masjid dan Musholla serta even-even Persyarikatan. Sementara itu beasiswa pendidikan kepada warga kurang mampu dan bantuan operasional Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) tetap menjadi alokasi rutin sepanjang tahun.

Tidak kalah pentingnya adalah peng-galangan bantuan untuk kebencanaan dan kemanusiaan sebagaimana yang terjadi di ta-nah air dan kawasan regional Asia Tenggara beberapa waktu lalu. Tahun 2016 terjadi ben-cana di Aceh, Jatim dan Bima-NTB serta tra-gedi kemanusiaan Rohingya di Myanmar. La-zismu Surabaya aktif menghimpun dana guna membantu Saudara sesama yang tertimpa musibah. Semoga bermanfaat (Adit-RED).

Program ‘Menanam Untuk Masa Depan’ di Kabupaten Nganjuk

Tim Lazismu Nganjuk dan Majelis Lingkungan Hidup PDM Nganjuk dengan diiringi hujan rintik-rintik menembus kawasan hutan sekaligus pegunungan tepatnya desa Bajulan kecamatan Loceret. Di sebuah mushola kecil yang bernama al-Fatah tim ditunggu oleh jamaah yang berjumlah 30 orang guna mengadakan kajian bersama. Materinya tentang keimanan, penghijauan dan perekonomian.

Dalam kesempatan itu Priyo Sunarji, S.Hut, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Nganjuk, menyampaikan bahwa keimanan kita itu tidak dapat dinilai dengan harta benda, karena keimanan inilah yang menentukan kebahagiaan hidup kita di akhirat. Hal itu disampaikan dalam rangka membentengi keimanan masyarakat kawasan hutan ini yang menjadi sasaran misionaris. Terbukti disana ada sekolah paud nasrani dan sekolah penginjilan.

Bagi Lazismu ini adalah pertemuan kedua. Pertama, pada saat hari raya Qurban, Lazismu menyembelih dua ekor kambing dan yang kedua ini dalam rangka pembentukan kelompok tani al-Fatah untuk pemberdayaan dengan penanaman seribu pohon penghijauan yang produktif. Pohon yang akan ditanam adalah aren, jengkol, wesen dan mahoni.

Dengan program ini Lazismu berharap masyarakat Bajulan dapat berdaya. Selain itu juga ada program peternakan berupa penggemukan hewan Qurban dengan cara membeli hewan jauh sebelum hari raya Qurban yang harganya lebih murah dari pada menjelang hari raya kurang beberapa hari.

Program ini saling menguntungkan karena diterapkan dengan sistem bagi hasil. Caraya harga pertama dibandingkan tafsiran harga kurang beberapa hari menjelang raya lalu dibagi dua. Yang sebagian untuk petani/peternak sebagian untuk digulirkan lagi. Demikian hal tersebut disampaikan Nurhadi tokoh masyarakat Bajulan.

REALISASI KEGAITAN MENANAM UNTUK MASA DEPAN LAZISMU DAN MAJELIS LINGKUNGAN HIDUP KAB. NGANJUK

(Lazismu.Nganjuk-RED).

Gulirkan Bantuan Usaha Produktif di Kota Malang

Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqah (LAZISMU) Kota Malang tak pernahberhenti bergerak untuk kepentingan ummat, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi. Keseriusan itu ditunjukkan dengan digulirkannya bantuan usaha produktif yang telah berwujud nyata. Warung Pangsit Mie dan Mie Ayam Pak Ganis adalah hasil dari bantuan usaha produktif tersebut.

Warung milik Pak Ganis tersebut berada di Jalan Bareng Tengah, Klojen, Kota Malang. Lokasinya di pinggir jalan, sebelah utaranya, berdekatan dengan Masjid Al-Amin milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bareng, Klojen. Warung yang buka mulai pukul 10 pagi sampai 9 malam itu baru saja dilaunching oleh Lazismu kota Malang, Rabu, (1/2).

Menurut Sadam, selaku Koordinator Kecamatan Klojen LazisMu Kota Malang mengatakan, program bantuan produktif untuk mendukung para mustahiq yang punya potensi dalam berwirausaha. “Program bantuan produktif ini digulirkan untuk memberdayakan mustahiq yang mempunyai keahlian/minat berwirausaha,” kata Sadam.

Pemilik warung, Pak Ganis berterimakasih pada Lazismu Kota Malang yang bersedia memberikan bantuan untuk modal usahanya. “Dengan usaha Pangsit Mie dan Mie Ayam, saya bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ganis yang juga warga Muhammadiyah Bareng.

Tujuan program bantuan produktif ini untuk mendukung mustahiq agar bisa mandiri dalam ekonomi dengan berwirausaha, agar nantinya bisa menjadi muzakki. “Tugas utama LazisMu adalah mensupport Mustahiq agar menjadi Muzakki,” ucap Sadam.

Sadam menambahkan, program bantuan produktif merupakan bantuan yang bersifat pinjaman tanpa bunga, namun tidak diberikan berupa uang tetapi berupa peralatan yang diperlukan untuk usaha, Misalnya berupa Rombong Pangsit dan Mie Ayam. “Jenis usaha bisa apa saja, yang penting realistis dan punya prospek bisa berkembang. Untuk pengembaliannya, penerima bantuan produktif mengembalikan dana bantuan sesuai dengan kemampuannya,” tambah Sadam.

Jika tertarik mengikuti program bantuan produktif dari LazisMu kota Malang ini, ada beberapa prosedur yang mesti diikuti. Sadam menjelaskan agar bisa menjadi penerima bantuan produktif ini syaratnya mudah.

“Pertama, ada rekomendasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM)/takmir masjid dimana yang bersangkutan tinggal. Kedua, mengajukan permohonan usaha beserta rincian biaya usaha. Terakhir, pihak LazisMu akan mensurvey kelayakan dari usaha yang akan dilakukan,” jelas Sadam.

Lebih lanjut, Sadam menjelaskan terkait besarnya dana bantuan produktif yang diberikan. “Jumlah nilai nominal Bantuan Produktif disesuaikan kemampuan LazisMu saat Mustahiq melakukan pengajuan,” pungkas Sadam. (http://www.muhammadiyah.or.id)