Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Saturday , 14 December 2019
Breaking News
You are here: Home » Even Khusus

Category Archives: Even Khusus

Usung Tema Philatropreneurship Rakernas Lazismu di Lombok NTB Siap Lejitkan Pencapaian Tujuan Pembangunan Bekelanjutan

Muhammadiyah, sebagai organisasi yang tumbuh dari bawah, memiliki ciri otentik sebagai gerakan filantropi. Sejak berdirinya, dalam membangun organisasi dan berbagai amal usaha yang dimiliki, Muhammadiyah tidak pernah lepas dari kegiatan Filantropi. Maka Filantropi bagi Muhammadiyah telah menjadi kultur yang turun temurun antar generasi.

Dalam pelaksanaan berbagai kegiatan filantropi, Muhammadiyah telah mendirikan LAZISMU (Lembaga Amil Zakat Nasional) sebagai lembaga pengelola zakat yang modern dan dikelola secara profesional.

Dalam rentang 17 tahun, LAZISMU telah membidani berbagai inovasi program untuk menjawab permasalahan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial dakwah dan kemanusiaan.

Seiring dengan bergulirnya revolusi industry 4.0 yang perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, maka pembentukan sistem informasi manajemen (SIM), manajemen berbasis digital dan sistem operasional prosedur, penting untuk segera diimplementasikan secara terpadu.

Sebagai upaya mencapai visi dan misinya, LAZISMU telah memproyeksikan dan menetapkan peta jalan (roadmap) pengembangan kelembagaan dan program dengan target capaian sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Layanan (IKAL).

Dengan berbagai capaian IKAL yang telahterlaksana, menunjukkan bahwa capaian program pemberdayaan ekonomi masih kurang optimal jika dibandingkan dengan capaian pada bidang lainnya, maka LAZISMU harus lebih fokus pada target-target pemberdayaan.

Philantropreneurship, merupakan kreativitas sosial bidang kewirausahaan yang dilakukan oleh pelaku filantropi sebagai agen perubahan dengan melibatkan berbagai potensi untuk mewujudkan gerak pemberdayaan yang berkelanjutan.

Untuk itulah, LAZISMU mengadakan sebuah acara akbar tahunan yang dihadiri oleh pengambil kebijakan dan mitra dari seluruh pelosok negeri dengan nama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Puri Saron Senggigi Beach Hotel, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tanggal 5-7 Desember 2019.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan berbagai program. Oleh sebab itu Integrasi LAZISMU secara Nasional dan Evaluasi serta Penyusunan Program Kerja dan RAPB 2020 akan menjadi topik bahasan utama dalam Rakernas.

Rakernas 2019 akan diikuti 170 orang peserta dari 34 perwakilan LAZISMU seluruh Indonesia untuk memperkuat konsolidasi, evaluasi pelaksanaan program dan penyusunan rencana kerja LAZISMU secara nasional. Forum ini merupakan ajang koordinasi untuk menerima berbagai masukan dan usulan dari LAZISMU wilayah bagi pengembangan LAZISMU secara nasional.

Dengan tema “Philantropreneurship untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan” Lazismu siap menelorkan program-program kedermawanan berbasis kewirausahaan guna melejitkan capaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). (Adit)

Rakerwil Lazismu se-Jatim Siap Dukung Program-program Sustainable Development Goals (SDGs)

Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur yang digelar di Graha Umsida Trawas Mojokerto, pada tanggal 29 November 2019 hingga 1 Desember 2019 menghasilkan beberapa point penting guna mendukung kinerja lembaga di masa mendatang.

Beberapa point penting diantaranya adalah adanya target Lazismu di tahun 2020, pencapaian target 2019, penggunaan teknologi untuk penggalangan sedekah dan pentingnya peningkatan potensi Amil. Rakerwil diikuti oleh 100 orang peserta, utusan dari 30 kantor Daerah dan 2 Kantor Layanan tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin mengatakan ada beberapa hal yang bisa berperan untuk menjadikan Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat berkemajuan, yaitu adanya program-program yang solutif bagi masyarakat, tersedianya tenaga Amil yang profesional dan berdedikasi, adanya Kantor Layanan Lazismu yang representati dan pencapaian kinerja layanan berbasis data serta laporan keuangan yang teraudit.

Program-program Lazismu menurut Zainul Muslimin harus menyentuh permasalahan yang dibutuhkan oleh umat. Persoalan kemiskinan dan ketertinggalan harus menjadi perhatian para Pengurus Lazismu. Oleh karena itu menurutnya program-program pemberdayaan ekonomi harus menjadi fokus utama penyaluran dana ZIS di tahun 2020.

Sementara itu Sekretaris Lazismu PP Muhammadiyah DR Mahli Zainudin Tago menyatakan bahwa laporan keuangan Lazismu pada tahun 2017-2018 telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Pencapaian itu menurutnya harus dipertahankan dan juga ditingkatkan agar pada tahun 2019 seluruh kantor Lazismu bisa diaudit dan meraih WTP.

Mahli mengakui bahwa kantor Lazismu yang telah teraudit baru sebagian saja, yaitu kantor pusat, kantor wilayah Jabar, wilayah Jateng (16 kantor), wilayah DIY (5 kantor) dan wilayah Jatim (6 kantor). Tahun 2019 ini ia menegaskan agar kantor wilayah Lazismu di luar Jawa juga teraudit. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan trust, menjadikan lembaga yang lebih akuntabel dan kredibel serta mengukur kinerja keuangan dengan indikator yang jelas secara kuantitatif.

Mahli juga mengajak para peserta Rakerwil untuk merumuskan program-program unggulan Lazismu yang akan dibawa dalam Rakernas awal Desember 2019 di Lombok NTB. Program-program yang bersifat Philantropreneurship atau Sosiopreneurship akan menjadi isu sentral pada Rakernas Lazismu di NTB itu. Lazismu sudah menjadi bagian dari pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Oleh karena itu program-program Lazismu harus mendukugn ke arah itu, pungkas sambutan dari dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Rakerwil dibuka oleh Prof Thohir Luth Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, jumat pagi (29/11/19). Acara Pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Camat setempat dan Baznas Kabupaten Mojokerto.

Sebelum membuka Rakerwil, dalam sambutannya Prof Thohir Luth menekankan pentingnya para Amil di segala lini untuk menjaga trust dan amanah karena Lazismu pada hakekatnya dititipi dana ZIS oleh ummat agar disalurkan kepada yang berhak menerima. Oleh karena itu tugas Amil menyalurkan dana titipan itu dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah agama dan peraturan yang berlaku.

Akhirnya Rakerwil Lazismu dibuka oleh Prof Thohir Luth dengan harapan semoga Lazismu semakin berkemajuan dengan indikator profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas yang terukur dan terpercaya. (Adit)

Entrepreneurship Seminar “Menjadi Entrepreneur Tangguh” Berhasil Semuda Mungkin

Semangat kewirausahaan harus senantiasa digelorakan terus menerus dan serius kepada kaum muda, terutama generasi muda Muslim penerus harapan ummat. Upaya itu menjadi fokus perhatian bagi Lazismu dalam rangka memberdayakan potensi kaum muda.

Lazismu Jawa Timur meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bernama Sekolah Bisnis Lazismu (SBL). Sekolah Bisnis Lazismu (SBL) hadir dengan visi untuk mewujudkan Entrepreneur Muslim yang tangguh, sikap mental yang positif dengan pengetahuan bisnis yang baik. Nah, sebagai salah satu langkah awal untuk mensosialisasikan itu digelar seminar kewirausahaan.

Seminar kewirausahaan yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ini diselenggarakan di Aula KH Mas Mansyur gedung GKB-2 kampus UMSIDA, 12 November 2019. Sebagai narasumber adalah Budi Suryanto, salah seorang anggota Badan Pengurus Lazismu Jatim yang juga pelaku usaha muda yang bergerak dalam bidang produksi dan jasa.

Dalam seminar ini dijelaskan oleh narasumber Budi Suryanto bahwa menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur itu bukanlah sesederhana berdagang, dimana hanya memproduksi dan menjual barang atau jasa. Namun diperlukan sebuah formula yang disingkat dengan MASK yaitu Mental-Attitude-Skill-Knowledge. Mental, sikap, kemampuan dan pengetahuan sangatlah diperlukan agar seseorang menjadi Pengusaha yang sukses. (Adit)

Bangun Profesionalitas Amil Berkemajuan, Lazismu Gelar Amil Camp 2 di Lembang, Bandung,

Lembaga Amil Zakat Nasional, Lazismu, menyelenggarakan kegiatan Amil Camp 2019 dengan tema Membangun Profesionalitas Amil Berkemajuan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan menggali kapasitas dan kemampuan amil dalam mengidentifikasi isu-isu filantropi yang beririsan denganSustainable Development Goals (SDGs) dan gerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah.

Acara berlangsung mulai tanggal 23 hingga 25 Oktober 2019, yang berlokasi di Lembah Villa Bougenvile, Jl. Cibodas, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

Ketua Pelaksana Amil Camp 2, Falhan Nian Akbar, mengatakan, Amil Camp ini sudah tahun kedua. Sebelumnya, tahun lalu, dilaksanakan di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Amil Lazismu dari seluruh Indonesia. “Lazismu juga mengundang praktisi filantopi lainnya, gubernur Jawa Barat, ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan tokoh lainnya,” kata Falhan.

Ada banyak kegiatan nantinya, sambung Falhan. Selain temu amil nasional, ada juga kegiatan outbond, api unggun dan kegiatan menantang lainnya yang akan diikuti para amil. Dalam kehidupan sehari-hari amil dalam pengembangan kapasitasnya memerlukan kegiatan baik secara formal maupun informal.

Sementara itu, Tatang Ruchyat selaku Sektretaris Pelaksana Amil Camp 2, mengungkapkan, tahun ini Amil Camp 2 ditargetkan 250 peserta hadir di Lembang. Diharapkan amil dapat mengaplikasikan dengan menggabungkan unsur edukasi dan adventure sehingga mendapat pengwtahuan dan pengalaman baru.

Pembukaannya dimulai siang hari ini, 23 Oktober 2019, kata Tatang. Saat ini, para peserta Amil Camp 2 dari seluruh Indonesia sudah berada di Lembang, Bandung dari daerahnya masing-masing. Tatang mengatakan, konsep Amil Camp 2 dirancang bersama-sama para amil sebagai bentuk kegiatan yang dapat memotivasi para amil dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. (na)

Jalin Hubungan Silaturrahim, Lazismu Jatim Kunjungi PPZ-MAIWP di Kuala Lumpur Malaysia

Menjalin silaturrahim, bertukar informasi dan wawasan tentang dunia perzakatan penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan saling pengertian terlebih bagi Lembaga Amil Zakat kedua negara, antara Indonesia dan Malaysia.

Senin pagi tanggal 7 Oktober 2019, Badan Pengurus Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) wilayah Jawa Timur (Jatim) mengadakan kunjungan atau lawatan ke Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia, di Dataran Shamelin Kuala Lumpur.

Kunjungan Badan Pengurus Lazismu Jatim berjumlah 9 orang bersama staf 1 orang pagi itu di gedung Wisma PPZ diterima oleh puan Nur Haliza Abdul Rahman selaku Pengurus Bahagian CSR dan Hubungan Internasional PPZ MAIWP Malaysia beserta team PPZ.

Kunjungan Lazismu yang dipimpin oleh Ketua Lazismu wilayah Jatim drh Zainul Muslimin ini dalam rangka untuk mengetahui dari dekat tentang pengelolaan Zakat khususnya di PPZ MAIWP Kuala Lumpur Malaysia. Sebagai saudara serumpun dengan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia dan Malaysia mempunyai berbagai kesamaan meliputi budaya dan bahasa. Demikian pula dengan permasalahan tentang dunia perzakatan kedua negara memiliki beberapa peramasalahan yang sama pula walau berbeda nuansanya.

Disamping itu Lazismu ingin menggali berbagai informasi dan inspirasi terutama program-program PPZ yang menarik untuk dijalankan di wilayah Jawa Timur. Tidak menutup kemungkinan di masa depan dijalin hubungan kerjasama yang konkrit bagi kedua lembaga berbeda negara mengenai program-program di bidang zakat.

Pada sesi awal diberikan penjelasan oleh puan Nur Haliza tentang keberadaan PPZ-MAIWP sebagai Lembaga Amil Zakat resmi yang beroperasi di wilayah Federal (Persekutuan) Malaysia, yaitu Kuala Lumpur, Putra Jaya dan Labuan. PPZ sendiri adalah lembaga Amil Zakat profesional yang dikelola secara corporate dengan badan hukum swasta bernama Harta Suci, Sdn. Bhd.

Tugas PPZ-MAIWP hanyalah mengumpulkan, memungut dan memberikan penyadaran tentang zakat saja terhadap warga Muslim Malaysia di wilayah Federal (Persekutuan). Untuk wilayah negara bagian (negeri) lainnya memiliki lembaga atau badan Amil zakat dengan otoritas sendiri-sendiri di bawah Sultan negeri (negara bagian).

Sedangkan untuk pentasharufan (penyaluran) dan pengelolaan dana Zakat dilakukan oleh lembaga lain, yaitu Baitul Maal Malaysia dan Yayasan Taqwa. Semua lembaga-lembaga itu berada di dalam Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) di bawah Parlimen atau Perdana Menteri Malaysia.

Pada sesi kedua dilakukan dialog dan saling bertukar informasi antara kedua lembaga zakat mengenai operasional lembaga, informasi regulasi dan otoritas zakat kedua negara dan program-program PPZ yang menginspirasi, seperti mobile zakat, CSR khaira (transformasi mustahik ke Muzaki), kafalah, layanan dakwah komunitas dan kafalah kematian bagi Muzaki dan sebagainya.

Dialog juga sempat membahas bagaimana kerjasama di bidang zakat pada kedua lembaga guna menangani permasalahan hidup dan kesusahan yang dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Malaysia. Para TKI di luar negeri sebagian besar menghadapi permasalahan hidup yang berat di luar negeri dan hampir sama dengan para mustahik di tanah air sehingga perlu mendapatkan perhatian.

Pada akhir acara seperti biasa pada umumnya dilakukan penyerahan cenderahati (cenderamata) dan beramah mesra (beramah tamah) serta bersesi foto bersama. (Adit).

Melejitkan Aksi Fundraising Kaum Millenial di Jalur Digital

Dunia saat ini dimarakkan dengan berkembangnya teknologi di bidang digital. Kehidupan kaum millenial pun tak lepas dari kemajuan teknologi terkini yang serba digital terutama semakin meluasnya penggunaan smart phone di segala bidang. Semua kebutuhan saat ini bisa diakses hanya dalam genggaman tangan dan sentuhan jari jemari.

Demikian dengan kegiatan bersedekah dan melakukan aksi kedermawanan atau filantropi tak lepas dari teknologi digital. Berzakat, berinfaq dan bersedekah pun dilakukan secara digital melalui hand phone masing-masing orang.

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang berkemajuan, Lazismu tak ketinggalan untuk mengupdate dinamika dan perkembangan kehidupan insan masa kini yang semakin dinamis, progresif dan serba cepat. Oleh karena itu Lazismu memfasilitasi masyarakat terutama ummat Islam untuk beramal secara digital melalui laman platform www.matahatimu.org dan www.lazismu.org yang bisa diakses secara mudah dan cepat. Melalui media ini kegiatan fundraising bisa dilakukan dengan lebih efektif, efisien dan tepat sasaran.

Guna menindaklanjuti hal itu Lazismu Pusat melakukan ‘roadshow’ untuk meningkatkan kapasitas Amil dalam dunia digital. Setelah Lazismu wilayah Jawa Barat, kini wilayah Jawa Timur menjadi target percepatan dalam urusan digital fundraising. Diselenggarakanlah WORKSHOP DIGITAL FUNDRAISING, dengan tema Melejitkan Aksi Fundraising Amil Millenial di Jalur Digital.

Acara yang diperuntukkan bagi Amil Lazismu Daerah se-Jawa Timur, khususnya bidang media dan fundraising ini dilaksanakan di Hall Gedung Pimpinan Wilaya Muhammadiyah Jatim di Kertomenanggal Surabaya, pada hari Jumat-Sabtu tanggal 13-14 September 2019. Pesertanya 47 orang se-Jatim termasuk 2 orang Amil baru dari Jembrana Bali.

Bertindak sebagai instruktur dari Lazismu Pusat, yaitu: Joko Intarto, Anggota Badan Pengurus, Rizaludin Kurniawan Direktur Fundraising, Muhammad Furqon dan Argo Wibowo selaku staf Digital Media. Materi yang diberikan keapda peserta meliputi Jurnalisme Filantropi Kemanusiaan, Fundamental Fundraising, Digital Fundraising dan Digital Marketing serta praktik aktivasi website fundraising.

Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin mengharapkan agar workshop ini mampu melejitkan penghimpunan ZIS di seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur. Dengan hasil penghimpunan yang melesat menjadikan Lazismu mampu menjadi problem solving bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi Lembaga Amil Zakat yang semakin terpercaya dan senantiasa berada di hati umat. (Adit).

Mudikmu Aman, Semoga Menyenangkan dan Selamat Sampai di Tujuan

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi ummat Islam di Indonesia sejak dahulu. Moment silaturrahmi ini merupakan mobilitas manusia dengan menggunakan kendaraan bermotor dan angkutan umum yang luar biasa besar yang menempuh jarak dekat maupun jauh menjelang Hari Raya Idul Fitri. Begitu pun arus baliknya.

Memasuki musim mudik lebaran 1440 Hijriyah, Lazismu meluncurkan program Posko Mudikmu Aman. Dengan mengusung motto “Mudikmu Aman Selamat Sampai di Tujuan” posko ini berjumlah 30 titik lokasi se-Jawa. Posko-posko Mudikmu Aman Lazismu tersebut disiapkan sebagai tempat peristirahatan buat para pemudik di tengah perjalanan mudik ke kampung halaman guna merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun 1440 Hijriyah.

Titik-titik posko Mudikmua itu terdapat di jalur mudik Lebaran mulai dari Banten, yaitu Merak, Cikampek, Rancaekek, Purwokerto Kebumen, Magelang, Wonosobo, Purbalingga, Temanggung, Cirebon, Pekalongan, Pemalang, Brebes, Tegal, Ngawi, Madiun, Mojokerto, Tuban, Lamongan, Malang, Pasuruan, hingga Jember, Jawa Timur.

Di Posko Mudikmu Aman Lazismu ini para pemudik dapat beristirahat dengan tenang dan rileks sambil menikmati layanan kesehatan dan fasilitas lainnya. Para pemudik bisa pula beristirahat sambil menikmati takjil. Juga bisa mengisi energi alias charge telepon selulernya agar bisa berkomunikasi dengan baik dan lancar.
Harapannya dengan hadirnya Posko MudikMu Aman Lazismu ini membuat perjalanan mudik pulang kampung masyarakat menjadi aman, nyaman dan menyenangkan. (Ad).

Berbagi Kado Ramadhan Bagi Warga Dhuafa, Lansia, Guru Ngaji dan Marbot Masjid

Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) membagikan 150 paket Kado Ramadhan. Tepatnya pada hari Sabtu siang ba’da dhuhur, tanggal 1 Juni 2019, penyerahan Kado Ramadhan dilaksanakan di ruangan Masjid al-Badar Jl. Kertomenanggal IV Surabaya.

Ke-150 paket Kado Ramadhan tersebut khusus diperuntukkan bagi warga dhuafa, petugas keamanan dan Merbot Masjid di kawasan Kertomenanggal Surabaya, Guru Ngaji TPQ di Sidoarjo (komunitas At-Tajdid) dan warga Lanjut usia di kawasan desa Masangan, Sukodono, Sidoarjo.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Lazis Muhammadiyah Jawa Timur, drh Zainul Muslimin dan Purwadji, Takmir Masjid al-Badar. Sebelumnya, acara didahului dengan tausiyah agama yang bertema motivasi diri meraih kesuksesan ramadhan oleh ustadz Munahar dari Majelis Tabligh PWM Jatim.

Walau acara berlangsung sangat sederhana dan singkat tak mengurangi nilai silaturrahim yang terjalin dan suasana gembira menjelang datangnya hari kemenangan. (Ad).

Jadikan Mudikmu Aman dan Menyenangkan, Selamat Hingga ke Tempat Tujuan

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi ummat Islam di Indonesia sejak dahulu. Moment silaturrahmi ini merupakan mobilitas manusia yang luar biasa besar dengan menempuh jarak dekat maupun jauh menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Memasuki musim mudik lebaran 1440 Hijriah, Lazismu meluncurkan program Posko Mudikmu Aman di 30 titik lokasi se-Jawa. Posko Mudikmu Aman Lazismu tersebut disiapkan sebagai tempat peristirahatan buat para pemudik di tengah perjalanan mudik ke kampung halaman guna merayakan Idul Fitri tahun 1440 Hijriyah.

Titik-titik itu (sesuai dengan grafis) mulai dari Banten, yaitu Merak, Cikampek, Rancaekek, Purwokerto Kebumen, Magelang, Wonosobo, Purbalingga, Temanggung, Cirebon, Pekalongan, Pemalang, Brebes, Tegal, Ngawi, Madiun, Mojokerto, Tuban, Lamongan, Malang, Pasuruan, hingga Jember, Jawa Timur.

Di Posko Mudikmu Aman Lazismu ini para pemudik dapat beristirahat dengan tenang dan rileks sambil menikmati layanan kesehatan dan fasilitas lainnya. Para pemudik bisa pula beristirahat sambil menikmati takjil. Juga bisa mengisi energi alias charge telepon selulernya agar bisa berkomunikasi dengan baik dan lancar.

Harapannya dengan hadirnya Posko MudikMu Aman Lazismu ini membuat perjalanan mudik pulang kampung masyarakat menjadi nyaman dan aman. (Ad)

Berikut data posko Mudikmu Aman Lazismu 1440 H :

  1. Posko Mudikmu pelabuhan merak.
  2. Posko Mudikmu simpang jomin Cikampek-karawang
  3. Posko Mudikmu Rancaekek
  4. Posko mudikmu Paremono, Lazismu Magelang, jl Magelang- Yogjakarta
  5. Posko Mudikmu KL PCM Gombong
  6. Posko Mudikmu UM Purwokerto
  7. Posko mudikmu Pekalongan
  8. Posko MudikMu Aman KL PCM Larangan Brebes.
  9. Posko Mudikmu aman Wonosobo
  10. Posko Mudikmu Aman KL PCM Paguyangan Brebes
  11. Posko mudik mu Ngawi
  12. Posko mudikmu Madiun
  13. Posko mudikmu Mojokerto
  14. Posko mudikmu kab Malang
  15. Posko mudikmu Bancar, Tuban
  16. Posko mudikmu Lamongan
  17. Posko mudikmu kota Pasuruan
  18. Posko mudikmu Jember
  19. Lazismu Kab Pemalang.Posko Induk Di masjid Baitul Muttaqien Pesucen (jalur Pantura)
  20. Posko Randudongkal (jalur Selatan Pemalang)
  21. Posko Patung Gatot Subroto Belik (jalur selatan Perbatasan Pemalang- Purbalingga)
  22. Posko Moga (jalur salatan) Pemalang
  23. Posko mudikmu lazismu kab cirebon
  24. Posko mudikmu Lazismu kota tegal
  25. Posko Mudimu Lazismu Kebumen (Posko Induk di Muhammadiyah Islamic Center) MIC Simpang 5 Sruweng Kebumen
  26. Posko Mudikmu Lazismu Temanggung, Jl. MT. Haryono No. 76 Pandean Temanggung
  27. Posko mudikmu aman Purbalingga di Jl raya Gembong
  28. Posko MudikMu Aman KL PCM Bumiayu Brebes
  29. Posko MudikMu Aman KL PCM Ketanggungan Brebes
  30. Posko MudikMu Aman KL PCM Tonjong Brebes

Melejitkan Potensi Usaha Dengan Seminar Wirausaha Gojek-Gopay dan Lazismu pada 29 April 2019.. Ikut Yuuk !

Indonesia menjadi salah satu negara yang diproyeksikan menjadi perekonomian terbesar ke 5 di dunia pada tahun 2045, dengan berbagai faktor pendukung seperti bonus demografi, baik angkatan kerja maupun meningkatnya jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM yang merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 60 juta usaha. Sebagai negara pengguna internet terbesar, ekonomi digital menjadi kunci untuk dapat mentransformasikan potensi tersebut menjadi faktor keunggulan bangsa.

Maka, pemberdayaan ekonomi masyarakat harus memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Masyarakat harus didorong agar dapat menemukan bisnis model yang inovatif, kreatif, dan produktif namun dengan biaya yang terjangkau, serta mudah direplikasi dan diimplementasikan di kota lain.

Dengan semangat awal bahwa inovasi digital adalah langkah untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kerakyatan, kini GO-JEK telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 1 juta mitra pengemudi, lebih dari 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 30 ribu penyedia layanan lainnya di 167 kota dan kabupaten di Indonesia. Melalui ekosistem yang dimiliki, GO-JEK membantu UMKM memperluas pasar, menekan biaya operasional serta meningkatkan inklusi keuangan. Program GO-JEK Wirausaha merupakan salah satu bukti dari GO-JEK untuk terus menjadi pendukung pemerintah dalam mengembangkan ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas serta memberikan akses kepada UMKM untuk dapat menikmati layanan digital.

GO-JEK Wirausaha hadir untuk memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Peningkatan kemampuan pelaku UMKM dilakukan melalui pelatihan tatap muka yang digelar selama 3 jam. Serta, peserta dapat langsung melakukan pendaftaran GO-FOOD dan GO-PAY pada saat pelatihan berlangsung. Sampai saat ini, GO-JEK Wirausaha telah melakukan 7 kali proyek percobaan di 6 kota yaitu Depok, Tangerang, Purwokerto, Bandung, Surabaya, dan Bekasi. Lebih dari 800 pelaku usaha telah mengikuti program pelatihan GO-JEK Wirausaha.

Sedangkan di Jawa Timur kegiatan serupa akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2019, mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Hall SMAMDA Jl. Mojopahit 666-B Sidoarjo.

Sedekah via Gopay – Gojek..