Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 20 February 2019
Breaking News
You are here: Home » Dakwah

Category Archives: Dakwah

Mengantar Pulang Mbak Ririn ke Jember untuk Memulai Kehidupan Barunya

Sejarah mencatat tanggal 21 Desember 2012 Lokalisasi Dupak Bangunsari Surabaya Resmi ditutup. Sebelum ditutup lokalisasi Dupak Bangunsari mengalami masa jaya menjadi lokalisasi terbesar kedua setelah Muangthai, sekitar tahun 70-an, 80-an dan awal 90-an. Saat itu ada ribuan Wanita harapan dan ratusan wisma pelacuran.

Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kota Surabaya, Sunarko, M.Si menyatakan, “Penutupan tidak hanya dilakukan oleh pemkot Surabaya, ada dukungan beberapa ormas maupun LSM. Salah satunya adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan Surabaya, memiliki peran besar dalam proses itu”, tukasnya

“Saat Penutupan Pemkot memberikan kompensasi kepada Wanita harapan Rp 5 juta dan untuk mucikari diberi Rp 10 juta. Ada beberapa yang pulang atau pindah ketempat lain,ada sebagian yang beraleh profesi,” ujar Sunarko.

“Mbak Ririn yang umur 49 tahun mengaku berasal dari Jember tetap bertahan dengan menekuni usaha warung nya dibawah binaan Aisyiyah dan PCM Krembangan. Awal usaha warung nasi yang berada di Jl Lasem sangat ramai dan banyak order. Namun lambat laun usahanya agak sepi dan mulai sakit-sakitan.

“Mencoba pindah tempat usaha ke Jl. Rembang tetap sepi bahkan penyakit punggung dan kaki yang dirasakan semakin parah. Mendengar kabar Mbak Ririn penyakitnya semakin parah Bapak Sutikno, S.Sos Ketua PCM Krembangan menghubungi Lazismu PDM kota Surabaya. Setelah membaca hasil outreach Sunarko S.Ag M.Si ketua Lazismu Surabaya mengintruksikan untuk segera memenuhi yang diperlukan oleh pasien,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu keinginan terbesar adalah pulang ke desanya, walau pernah ditolak oleh warga kepulanganya. Kendala pertama tidak segera bisa diantar pulang kerena masih ada sangkutan hutang dengan rentenir dan tetanggaya sebesar Rp. 6.000.00. (Enam juta rupiah)

“Setelah hutang-hutang bisa diselesaikan oleh Lazismu Surabaya dan PCM Krembangan. Sabtu (13/1) pukul 09.30 wib Mobil Ambulan Lazismu Kota Surabaya mengantar Mbak Ririn Menuju Kampung halamannya, di dampingi Ibu Siti Aminah yang selama ini menemani dan Bp Anwar tetangganya. Pukul 12.45 tibalah di RT 4 RW 3 .Wonosari, Mangli Kecamatan Kaliwates,” ucapnya.

Masih kata dia, Kendala datang ketika tim Lazismu betanya di mana rumah kerabat nya Mbak Ririn (Yang tertidur) Tidak ada yang kenal dengan mbak Ririn karena ternyata bernama asli Juma’ati.

“Bermacam-macam sikap ketika menyambut kedatangannya, ada yang menangis, ada yang biasa, bahkan ada yang mencibir juga,” katanya.

Menurut Bapak Seneri mantan RT setempat Mbak Ririn dulu pernah menikah tetapi Suaminya dan anaknya meninggal.

“Karena faktor ekonomilah sekitar tahun 1990 merantau ke Surabaya, dan langsung terjun ke dunia malam yang penting baginya segera mendapatkan uang. Hasil dari kerja malamnya sempat bisa membeli rumah sederhana.

“Ketika belum penutupan Lokalisasi Dupak Bangunsari sebenarnya sering pulang dengan berganti ganti pria. Semenjak Ibunya yang seorang janda menikah lagi dan tinggal bersama suaminya kehidupan Mbak Ririn semakin tidak terkontrol Itu yang membuat sebagian warga enggan menerima kedatangannya,” ujar dia.

“Salah satu warga yang tidak mau difoto dan disebut namanya menuturkan, sebenarnya jengkel juga sejak penutupan pernah pulang sekali. Dan ketika kembali ke Surabaya pinjam uang dengan alasan Karaoke nya sedang sepi. Setelah terjadi musyawarah dengan tetangga dan kerabatnya semua bisa menerima kehadiran Mbak Juma’ati ditengah tengah mereka,” tambahnya.

Ketika Tim Lazismu Surabaya berpamitan, ada isak tangis dari bibirnya sambil mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah yang selama ini telah membina dan memberi modal usaha juga kepada Lazismu Surabaya yang telah berkenan mengantar sampai desa asalnya dan menyelesaikan hutang-hutangnya.

“Terima kasih Kepada semua Donatur Yang telah menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS)nya melalui Lazismu Surabaya,” ucap Mbak Ririn atau Juma’ati itu sambil menangis. (CW/Habibie/Klikmu.co)

Aksi Blusukan Kampung Untuk Sebar Sembako di Kabupaten Mojokerto

Jum’at (28/12), Lazismu Kab. Mojokerto membagikan sembako gratis kepada mustahik di beberapa wilayah sekitar kantor Lazismu. Sembako tersebut dibagikan dengan cara mendatangi satu per satu ke rumah para mustahik.

Manager Lazismu Kab. Mojokerto, Khoirul Azmi Ridho menerangkan kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban mustahik sekaligus sebagai ajang mengenalkan LAZISMU kepada masyarakat luas. Sehingga LAZISMU dapat lebih dikenal dan diterima kehadirannya di tengah masyarakat.

Adapun paket sembako yang dibagikan diantaranya berisi beras, mie instan, gula pasir dan minyak goreng. Lebih lanjut Ridho mengatakan apa yang telah dilakukan LAZISMU tersebut sebagai cerminan dari kesadaran dan kepercayaan umat yang semakin baik untuk saling membantu dan menolong sesama.

“Tugas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi angka kemiskinan adalah tugas penting yang harus dilaksanakan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan lembaga-lembaga lainnya,” katanya.

Ridho mengatakan ini merupakan bagian dari Program Peduli Dhuafa untuk memberikan bantuan kepada anak yatim dan muslim lanjut usia yang kurang mampu. (rdk).

Dalam 6 Jam 190 Anak Telah Terkhitan di Gresik

Alhamdulillah, seluruh rangkaian prosesi Khitanan Massal memperingati Milad Muhammadiyah ke-106 telah usai, Ahad (23/12/2018).

Program kolaborasi Lazismu se Kabupaten Gresik dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik ini dilaksanakan di Ngembung, tepatnya di Klinik Muhammadiyah Cerme.

Terdata, 190 anak mendaftarkan acara khitanan ini. Tidak hanya dari Gresik, peserta juga datang dari Lamongan dan juga Surabaya. Setelah dikhitan, peserta yang usianya dari 0 sampai 12 tahun ini mendapatkan hadiah senilai Rp. 500.000,- yang terdiri dari tas, sarung, school kit, baju koko serta uang saku.

“Acara khitan ini tidak berhenti disini saja. Semoga ditahun depan kita bisa menyelenggarakan khitanan Massal ini di lokasi yang berbeda,” ujar Ketua Badan Pengurus Lazismu Gresik, Abdul Rozak.

Alhamdulillah, acara yang dimulai dari pukul 07.00 sampai 13.00 ini berjalan lancar. Sebanyak 40-an team kesehatan disiagakan agar prosesi khitan cepat selesai.

“Peserta khitan semangat sekali, acara jam 07.00, eh anaknya sudah datang jam 04.30, luar biasa,” komentar ketua panitia khitan, Minalalmansur.

Acara tersebut juga dihadiri oleh drh Zainul Muslimin, ketua Lazismu Jatim dan jajaran pimpinan daerah Muhammadiyah Gresik beserta cabang serta tokoh masyarakat setempat.

Terakhir, pengurus Lazismu menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu proses khitanan massal sehingga bisa berjalan sukses. Peran ini juga tidak lepas dari bantuan para donatur yang telah berpartisipasi membantu memfasilitasi kegiatan ini. Barakallah. (Lazismu Gresik).

 

Semarakkan Hari Ibu, Keluarga Besar TK ABA Ketangi Kabupaten Probolinggo Gelar Aksi Bazar Bersama Lazismu

Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Timur, termasuk yang diselenggarakan oleh salah satu Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak (KB/TK) di lereng Gunung Bromo, kabupaten Probolinggo.

Bazar Hari Ibu KB/TK ABA Ketangi Lumbang, Probolinggo, diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018 di halaman sekolah itu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Ibu itu disupport langsung oleh Lazismu Kabupaten Probolinggo.

Support atau dukungan yang diberikan adalah dalam bentuk penjualan Sembako, seperti : gula, minyak goreng, dan beras. Dalam bazar hari ibu ini, beras kepompong dijual Rp 52.000,- per 5 kg, gula Rp 9.500,- dan minyak goreng Rp 10.000,- per 900 ml.

Selain sembako tersebut, Bazar Hari Ibu ini juga menjual produk-produk orang tua/wali murid, mantan wali murid, dan masyarakat sekitar sekolah. Produk-produk tersebut berupa kuliner, sayur, buah juga bermacam pakaian, sepatu, kudung, juga bermacam mainan anak.

Ahmad Ridho Pambudi, Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo mengatakan, “Suport Lazismu dalam bazar ini adalah bentuk kepedulian Lazismu pada upaya-upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh KB/TK ABA Ketangi Lumbang Probolinggo.”

Ibu Rumanisih, SPd, pengajar KB/TK ABA Ketangi mengatakan, “Terima kasih Lazismu atas kerja bareng ini. Kami berharap, kegiatan bazar ini dirutinkan sebulan sekali.”

Dalam bazar kali ini juga digalang dana kepedulian Banjir Bandang Tiris Kabupaten Probolinggo. Donasi yang masuk sebesar Rp 242.500,-. (Ad/Rd)

Warung Jumat B41K Makin Berkah Dengan Partisipasi Ibu-ibu ‘Aisyiyah Ranting Masangan Kulon Sidoarjo

Warung Jumat B41k dan Berkah yang dikoordinir oleh Lazismu Jatim dan Team Najib Hamid sudah berjalan selama 3 bulan di halaman Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Jl. Kertomenanggal IV no. 1 Surabaya. Setiap selesai sholat Jum’at sebanyak 150 porsi makanan disediakan untuk jamaah Masjid dan siapa saja yang melewati jalan di kawasan itu.

Pada Jumat siang, tanggal 21 Desember 2018 ini terasa sangat spesial, tidak hanya menunya yaitu soto daging istimewa, tapi juga kehadiran dan partisipasi ibu-ibu ‘Aisyiyah dari Ranting Masangan Kulon Sukodono Sidoarjo. Kali ini ibu-ibu ‘Aisyiyah yang memasak hidangan soto dagingnya. Menurut beberapa pengunjung yang menyantap hidangan soto itu mengungkapkan bahwa rasanya enak, khas dan dagingnya terasa gurih. “Nikmat, lezat, mantap dan pas rasanya” kata Anwar Hariyono, asal Gresik.

Tak ayal, 150 porsi soto yang disediakan ludes tak tersisa sama sekali. “Alhamdulillah, makanan masakan yang dimasak oleh tim kami habis dan bisa dirasakan oleh para jamaah yang menyantap hidangan kami” kata Santi Purwandari, Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Masangan Kulon.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bambang Mardiyanto, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Masangan Kulon yang turut mendampingi ibu-ibu ‘Aisyiyah. “Kedatangan kami selain bersilaturrahim dengan Lazismu juga berbagi hidangan makan siang kepada jamaah Masjid di area gedung Muhammadiyah Jatim. Semoga berkah dan bermanfaat” kata Bambang.

Warung Jum’at B41k dan Berkah ini mengundang partisipasi siapapun baik muzaki maupun donatur serta para aghniya untuk berbagi kepada sesama terutama dengan menyediakan makan siang bagi yang membutuhkan. Semoga aksi di hari Jumat ini menjadi keberkahan dan kemanfaatan bagi semua. (Adit).

Di Nganjuk, Lebaran Terasa Sudah Dekat Kata Emak-emak, Ada Apa ?

Bu Suti dan tetangganya kaget kedatangan rombongan tamu yang datang dari jauh, yaitu kota Nganjuk, pada ahad siang 16 Desember 2018. Tamu itu adalah Tim Grebek Lazismu kabupaten Nganjuk. Maklum, Bu Suti tinggal di desa Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk yang termasuk dalam salah satu kawasan pedalaman desa terpinggir, terpencil dan tertinggal.

Bu Suti dan tetangganya juga tak menyangka jika Tim Lazismu ini punya tugas untuk memberikan bantuan pakaian layak pakai dan daging korban dalam bentuk kornet kepada warga desa. “Wah, ini suatu kejutan dan sungguh bikin haru” kata ibu-ibu yang menyambut kedatangan Tim sekaligus mengucap terima kasih. “Lumayan Pak, kelak saat Lebaran tidak usah beli pakaian” begitu kata emak-emak di desa itu gembira.

Hal itu selaras dengan yang dikatakan oleh Mas Faris, PKH Kecamatan Ngluyu, “Orang di desa ini, maksudnya Lengkong Lor, kalau untuk beli pakaian sangat hemat dan pakaian yang dipakai cukup seadanya”.

Yang lebih memprihatinkan, perhatian orang tua di desa ini untuk pendidian anaknya sangat lemah sekali. “Anak desa ini kebanyakan S1 dan S2 alias SD dan SMP” kata Mas Farid sedikit berkelakar. Inilah yang menjadi perhatian Mas Faris.

Dalam kesempatan ini H. Slamet, SpdI, tokoh masyarakat, menyambut gembira dan mengatakan bahwa umat Islam walaupun berbeda organisasinya; Nahdliyin, LDII, Muhammadiyah dan yang lainnya janganlah saling menyalahkan atau menjelek jelekan satu sama lain. “Akan tetapi saling membantu dan kompak sehingga hidup ini ayem dan slamet. Slamet itu kepanjangan dari ‘Selalu mencari yang terbaik’, kata pak Slamet.

Hal itu sama dengan keluarga pak Slamet, dirinya Muhammadiyah dan istrinya Nahdliyin yang nikahnya pada bulan Syura. Karena selalu mengamalkan Islam hingga kini ‘selamet’ mempunyai anak tiga dan cucu empat.

Mijan, Sekretaris Lazismu kabupaten Nganjuk, menyampaikan bahwa pemberian pakaian layak pakai ini bukan untuk merendahkan warga desa tapi semata-mata menebarkan kebersamaan antara Lazismu, donatur dan penerima manfaat. “Dengan bapak/ibu warga desa ini mau menerima bantuan kami, berarti donatur akan mendapat manfaat dan menjadikannya amal kebaikan. Sedangkan bapak/ibu mendapat manfaat untuk memakai pakaian itu untuk bekerja ataupun telesan” kata Mijan.

Selain mendapatkan pakaian layak pakai, warga desa ini juga dibagikan kornet yang berasal dari daging qurban. Kornet ini merupakan program Qurban Bersama Sepanjang Masa yang dilaksanakan oleh Lazismu secara nasional. “Mudah mudah semua ini berkah dan menjadi amal baik bagi semua” pungkas Mijan penuh harap. (mj/adit).

Mendorong Generasi Muslim di Pamekasan Agar Semakin Cinta Qur’an

Generasi muda muslim harus terus didorong untuk mencintai agama dan kitab sucinya, yaitu Al Qur’an. Terlebih pada masa teknologi informasi ini kecenderungan hidup jauh dari norma agama semakin tinggi.

Lazismu kabupaten Pamekasan Madura dalam rangka menyemarakkan milad Muhammadiyah ke 106 menyelenggarakan kegiatan bernuansa religi. Bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan Lazismu menggelar Musabaqoh Tahfidzul Qur’an di pendopo wakil bupati pada hari Ahad (02/12/2018).

Menurut Matnin, ketua Lazismu Pamekasan, kegiatan ini berupa lomba hapalan Qur’an terutama Juzz amma bagi anak anak santri Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) usia sekolah dasar. Musabaqoh ini juga untuk menilai seberapa besar minat generasi muda muslim terhadap program Tahfidzul Qur’an yang digagas Lazismu pada berbagai masjid Muhammadiyah tingkat kecamatan di kabupaten Pamekasan.

Lomba ini diikuti 90 orang santri TPQ Muhammadiyah dari PCM atau kecamatan se kabupaten Pamekasan yang program tahfidznya di bawah bimbingan Lazismu. Dari Musabaqoh tersebut tampil 3 juara tahfidz dari 3 TPQ yang berhak mendapat penghargaan dan hadiah.

Musabaqoh Tahfidzul Qur’an dibuka oleh wakil Bupati Pamekasan yang sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan ini. Lazismu diharapkan oleh wakil bupati agar terus berperan menjadi pendukung dalam mendorong generasi muda muslim agar semakin cinta kepada agamanya, mencintai Rasulullah Saw dan menjadikan kitab suci al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. (Adit).

Rendangmu dan Kornetmu Dapat Sambutan Hangat Warga Muhammadiyah di Kuala Lumpur, Malaysia

Di sela-sela menghadiri Islamic Social Financing Forum di Kuala Lumpur, rombongan Lazismu menyempatkan diri untuk bersilaturrahim dengan warga Muhammadiyah yang berada di ibukota negara Malaysia. Selain bersilaturrahim, Lazismu secara resmi diundang untuk memberikan materi acara Sarasehan tentang Filantropi yang digelar oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Rabu petang (28/11/2018) rombongan Lazismu yang terdiri dari Hilman Latief, Ph.D (Ketua BP Lazismu Pusat), drh. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jatim), Dodok Sartono (Ketua Lazismu Jateng), Edi Muktiono (Manager Lazismu Pusat) dan Aditio (Sekretaris Lazismu Jatim) bertolak dari pusat kota Kuala Lumpur City Center (KLCC) menuju ke kawasan Gombak, pinggiran kota, dengan menggunakan Mass Rapid Transportation (MRT). Sesampai di Stesen MRT Taman Melati, Lazismu disambut oleh Dr. Sony selaku Ketua PCIM Malaysia yang segera mengantar rombongan menuju ke Rumah Dakwah Muhammadiyah, di Jl. Gombak Setia, Kuala Lumpur.

Di Rumah Dakwah Muhammadiyah itu telah berkumpul 40 anggota Muhammadiyah Malaysia yang hadir untuk mengikuti Sarasehan yang akan dibawakan oleh Hilman Latief, Ph.D (Ketua BP Lazismu Pusat) sekaligus persiapan rencana pendirian Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia, di Kuala Lumpur. Anggota Muhammadiyah di Malaysia sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia (WNI) asal pulau Jawa dan wilayah lainnya, yang tinggal di negeri jiran itu untuk keperluan bekerja atau studi. Sebagian kecil terdapat warga lokal Malaysia yang menjadi simpatisan Muhammadiyah karena tertarik dengan gerakan Persyarikatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Mereka terhimpun di dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) sebuah struktur Persyarikatan yang berada di bawah PP Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut Hilman Latief, Ph.D, menjelaskan panjang lebar tentang kehadiran dan kiprah Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) di bawah PP Muhammadiyah yang secara sah diakui oleh negara melalui SK Kemenag RI no 730/2016. Hilman juga menjelaskan tentang struktur, pola kerja dan prosedur pendirian Kantor Layanan Lazismu (KLL) khususnya yang berada di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, mengenalkan produk olahan daging qurban Lazismu yang dikemas dalam kemasan kaleng berupa rendang dan kornet. Rendang dan Kornet ini menurut Zainul awalnya memang diproduksi khusus di Jawa Timur. Namun karena manfaatnya sangat besar terutama untuk ketersediaan bahan pangan di kawasan terdampak bencana, maka produk yang diberi nama Rendangmu dan Kornetmu itu diproduksi agak besar sebagai program nasional Lazismu.

Hadirin Sarasehan pun sangat tertarik dan antusias dengan program qurban ini setelah dibagikan rendangmu dan kornetmu untuk dicicipi bersama. Sambutan hangat dan pujian diberikan oleh mereka karena program ini sangat menginspirasi. Mereka berniat ikut program ini untuk tahun depan dengan harapan dapat bermanfaat bagi sanak keluarga dan masyarakat di kampung halaman. “Kornetmu dan Rendangmu ini sungguh ide yang luar biasa dan cemerlang serta bermanfaat bagi masyarakat luas” kata Rohim, yang asli Pemalang, Jawa Tengah. Demikian pula dengan jamaah Muhammadiyah ’emak-emak’ yang erat dengan kegiatan dapur sangat tertarik dengan rendangmu dan kornetmu ini.

Selain mempersiapkan berdirinya Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia, warga Muhammadiyah di Kuala Lumpur ini juga akan mendirikan Koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di kalangan mereka setelah terinspirasi dari efek dan manfaat gerakan filantropi yang dilaksanakan oleh Lazismu. (Ad)

Menghargai Jasa Para Pejuang Pada Hari Pahlawan, Lazismu Santuni 154 Veteran RI di Surabaya

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para Pahlawannya, demikian kata sebuah ungkapan. Bangsa Indonesia menghargai para Pahlawan pejuang bangsa dengan menjadikan 10 November sebagai Hari Pahlawan yang diperingati oleh segenap anak bangsa ini.

Berkaitan dengan itu pada hari Ahad, 11 Nopember 2018 pagi, bertempat di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Wuni no. 9 Surabaya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya akan melaksanakan pentasarufan dana zakat infaq dan shodaqoh. Kegiatan pentasharufan kali ini bertepatan dengan peringatan Milad ke 109 H / 106 M Persyarikatan Muhammadiyah dan juga memperingati Hari Pahlawan tahun 2018.

Pada kesempatan ini Lazismu mengundang 154 orang veteran Republik Indonesia dan para janda veteran yang sebagian besar dalam kategori lanjut usia dan dhuafa. Melalui Program Pemberdayaan Lansia Dhuafa Lazismu Surabaya memberikan santunan dan mengikutkan beberapa veteran dalam program pemberdayaan ekonomi yaitu pemberian 4 unit rombong untuk berdagang makanan dan minuman.

Selain itu Lazismu juga memberikan Tali Asih kepada 15 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yaitu para Guru yang rela berjuang dalam bidang pendidikan dengan penghasilan rendah. Bantuan 8 unit sepeda pancal juga diberikan kepada anak rentan putus sekolah melalui program Ayo Sekolah, Rek!. Untuk menyemangati anak-anak mengkaji al-Qur’an Lazismu juga menyerahkan bantuan Al Qur’an dan kopyah kepada Rumah Pintar Matahari (RPM) Krembangan Surabaya.

Sunarko, Ketua Lazismu Kota Surabaya merasa bangga dan berucap terimakasih atas perkenan dan kehadiran dari para veteran dan janda veteran memenuhi undangan Lazismu dalam rangka Milad ke 109 H / 106 M Muhammadiyah sekaligus Memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Sunarko berharap semoga santunan yang diberikan walau hanya sedikit namun yang terpenting adalah nilai Silaturrahim dengan para veteran yang telah berjuang untuk negeri ini. “Setidaknya warga Muhammadiyah sebagai bagian negara ini tidak akan melupakan Jasa para pahlawannya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya” kata Sunarko.

“Semoga Silaturrahim ini tidak berakhir sampai disini dan akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Kami akan belajar belajar banyak kepada para veteran yang dengan aksi nyata berjuang mempertahankan kemerdekaan. Sehingga generasi masa kini bersama-sama elemen masyarakat lainnya dapat menjadikannya sebagai  motivasi mengisi kemerdekaan dan mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera sesuai amanah dan cita-cita UUD 1945” pungkas Sunarko.

Pada acara itu disampaikan KAJIAN AGAMA oleh Ustadz drh. H. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jawa Timur). Dalam kajiannya ust. Zainul menyampaikan bahwa Muhammadiyah sesuai namanya adalah organisasi Islam yang selalu melakukan amal-amak terpuji. Sejak berdiri 109 tahun yang lalu, Muhammadiyah berkomitmen untuk melakukan aksi nyata, diantaranya memberantas kemiskinan dengan mendirikan Majelis Penolong Kesengsaraan Umum.

Muhammadiyah juga mendirikan lembaga pendidikan, karena dengan pendidikan, ummat Islam dapat memberantas kebodohan. Muhammadiyah melaksanakan program amal kemanusiaan tidak hanya untuk warga Muhammadiyah atau ummat Islam saja, melainkan untuk seluruh bangsa dan lapisan masyarakat. Apalagi kemiskinan di negeri kita masih relatif besar.

Pada hari Pahlawan ini, tambah ustadz Zainul, para Amil Lazismu di Surabaya ternyata melaksanakan acara yang sangat terpuji yaitu dengan mengundang para veteran pejuang RI. Selain menjadi ajang untuk bersilaturahim dan menyambung benang merah generasi dengan para pejuang dan Pahlawan ini, Lazismu Surabaya juga menyampaikan tali asih. (Adit/Nrk).

Milad Muhammadiyah ke-106 Mengajak Segenap Anak Bangsa Berta’awun Untuk Negeri

Muhammadiyah akan memperingati Milad yang ke-106 menurut hitungan kalender Miladiyah (atau Ke-109 menurut hitungan kalender Hijriyah). Tema Milad kali ini adalah: ”TA’AWUN UNTUK NEGERI”. Muhammadiyah mengajak segenap anak bangsa, terutama warga Muhammadiyah, untuk saling membantu dan bersinergi guna mengatasi berbagai musibah yang melanda negeri, seperti bencana alam, bencana sosial dan sebagainya.

Sesuai dengan tema milad tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan kepada Pimpinan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah untuk menyelenggarakan peringatan Milad Muhammadiyah Ke-106 dengan kegiatan milad berupa kegiatan sosial dan pengumpulan dana untuk musibah bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Penggalangan dana bencana itu dilakukan pada semua tingkatan Pimpinan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Indonesia serta segenap keluarga besar Muhammadiyah. Hasil penghimpunan itu disalurkan melalui Lazis Muhammadiyah (Lazismu) yang dalam penanganan kebencanaan bermitra sinergis dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Mari Kita Saling Berta’awun Untuk Negeri Tercinta.