Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Tuesday , 16 July 2019
Breaking News
You are here: Home » Dakwah

Category Archives: Dakwah

Peresmian dan Serah Terima Gedung Dakwah dan Pendidikan di Lombok Utara dalam Rangkaian Tour de Baksos Lazismu Jatim

Sesuai pada agenda Lazismu Jawa Timur (Jatim), tepatnya hari Jum’at (5/7/2019) diselenggarakan Peresmian dan Serah Terima Gedung Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) ke PWM NTB di Dusun Lekok, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Peresmian dan Serah terima ini adalah bagian dalam rangkaian kegiatan Tour de Baksos Lazismu Jatim. Gedung yang beralamat di Dusun Lekok Desa Gondang, Kecamatan Gangga itu dijadikan sebagai pusat dakwah Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Segala aktifitas Muhammadiyah KLU diharapkan terpusat di GDM ini,” harap Ketua PWM NTB, H. Falahuddin.

Bantuan tersebut, lanjut Falahuddin, merupakan hajatan amal jariah. Untuk itu diharapkan agar menjaga dan melestarikan gedung tersebut. “Ini merupakan Amana amina (aman/percaya), maka diharapkan segenap warga Muhammadiyah di NTB khususnya di KLU agar bisa menjaga dan melestarikan amanah yang sudah diberikan oleh warga Jawa Timur melalui donasinya sehingga hajatan tersebut berjalan sesuai yang dipercayakannya,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PDM KLU, H. Djohan Samsu mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah se-pulau Jawa dan Muhammadiyah se-Indonesia yang telah berkontribusi untuk kebangkitan Muhammadiyah KLU khusus dan masyarakat pasca gempa umumnya.

“Kami Muhammadiyah KLU mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah se pulau Jawa karena telah berpartisipasi dalam membangkitkan semangat warga Muhammadiyah KLU melalui dibangunkannya amal usaha baru Muhammadiyah di KLU,” ucap mantan Bupati KLU itu.

Tidak hanya gedung dakwah, lanjut Djohan Samsu, tapi juga amal usaha lainnya seperti masjid, klinik pratama, sekolah dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan, Sekretaris PWM Jawa Timur, Ir. Tamhid Mashudi mengungkapkan bahwa setiap kejadian harus disikapi dengan husnudzon.

“Bencana ini harus disikapi dengan sikap terbaik (husnudzon) jangan disikapi seolah-olah sebagai orang yang terbuang, sehingga semua aktifitas bisa bernilai ibadah dan membawa berkah,” ungkap Djohan dalam sambutannya.

Muhammadiyah Jatim juga akan memberi BUMM (Badan Usaha Milik Muhammadiyah) berupa Produksi Air Minum siap edar. Sehingga kedepan tingkat kemandirian Muhammadiyah NTB semakin kuat.

Selain itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya akan menyumbang 25 juta buat mebler GDM dan bendahara PWM Jatim juga akan menyumbang 25 juta fasilitas pendidikan yang sudah terbangun.

“Kami selalu mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah NTB, Rektor UM Surabaya dan Bendahara PWM Jatim akan memberi sumbangan masing-masing 25 juta untuk gerakan dakwah Muhammadiyah di NTB,” tutupnya.

Sebelumnya, Lazismu Jawa Timur menjalankan kegiatan Tour de Baksos. Tour de Baksos ini ke Bali dan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan berlangsung pada 3-6 Juli 2019. Rangkaian kegiatan nya yaitu dimulai dengan rapat koordinasi khusus Qurban (3 Juli), kemudian dilanjut Bakti Sosial di Bali dan Lombok (4 Juli), kemudian pada hari ini, Jumat (5/7) peresmian dan serah terima Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara. Serah terima itu merupakan donasi dari kebencanaan lombok kemarin. (bp)

Lazismu Jatim Bantu Pembangunan Masjid al-Munawwaroh di Desa Loyahong, Flores Timur, Kawasan Terpencil NTT

Kawasan 3T (Terdepan, ter-luar dan Tertinggal) men-jadi perhatian utama bagi Lazismu. Program dakwah dan sosial Lazismu senantiasa meng-edepankan kawasan tersebut. Tak terkecuali di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal seba-gai kawasan minoritas Muslim.

Pengembangan dakwah di kawasan minoritas Muslim menjadi perhatian bagi Lazismu. Pengembangan dakwah tersebut meliputi ketersediaan tempat ibadah (Masjid) bagi ummat Islam.

Khusus di Flores Timur, NTT, Lazismu Jatim memberikan bantuan untuk Pembangunan (pemugaran) Masjid al-Munaw-waroh. Lokasinya di desa Loha-yong II Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini pembangunannya telah memasuki bulan kedua belas, sejak dimulai pada pertengahan tahun 2018.

Dana dari Lazismu untuk tahap awal sebesar Rp. 55 juta telah disalurkan untuk mendukung penyelesaian pemugaran Masjid ini. Alhamdulillah pekerjaan pemugaran Masjid di desa Muslim ini sudah menunjukkan tanda-tanda akan selesai.

Masjid dengan anggaran dana sebesar Rp. 2,6 Milyar ini sudah mencapai progres 80%. Kubahnya pun sudah terpasang. Tentunya dukungan dana dan material menjadi pendorong penyelesaian pembangunan Masjid ini.

Masjid ini harus berdiri megah karena merupakan kebanggaan ummat Islam di tengah mayoritas kaum Nasrani yang sangat kuat. Dengan pembangunan dan pemugaran masjid al-Munawwaroh ini diharapkan aktifitas peribadatan dan dakwah Islam, khususnya di Flores Timur NTT dapat berjalan dengan semarak. (Ad).

Kesan dan Pesan Dua Syeikh Asal Gaza Palestina Ketika Berdakwah di Indonesia

Syeikh Yahya Mohammaed al-Shafei dan Syeikh Ahmed Saleem

Ledakan Bom Tak Lagi Menakutkan bagi Syeikh Yahya Mohammed al-Shafei yang Jadi Imam sejak Usia 11 Tahun.

Bagi yang tinggal di tanah damai, bunyi ledakan bom adalah sesuatu. Ada perasaan kaget, takut, dan mengerikan. Tapi hal itu tak berlaku bagi warga Palestina. Ledakan bom tak lagi asing di telinga mereka.

Seperti pengakuan Syeikh Yahya Muhammad Al Shafei. Pria kelahiran Gaza, 24 Februari 1991 itu telah akrab dengan suara ledakan bom sejak bayi. “Sejak saya lahir sudah ada konflik di Gaza. Tapi saya baru paham benar arti perang ketika usia 8 tahun,” ujarnya seperti diterjemahkan Zaki Abdul Wahid, guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) yang mendampinginya.

Syeikh Yahya lahir dan besar di Khan Younis, Gaza, yang berjarak 15 km dari pusat konflik. “Jadi agak jauh dari tempat konflik. Tapi kalau namanya perang itu ya gak ada jauh atau dekat. Di mana pun harus selalu siap,” ungkapnya.

Pria lulusan Studi Islam di Al Aqsha University itu berceri-ta, sewaktu kecil ia selalu kaget dan takut tiap kali mendengar suara bom atau ledakan. “Tapi kini, kagetnya hanya ledakan pertama. Se-telah itu sudah biasa karena memang kondisi perang,” ungkapnya.

Anak kedua dari 12 bersaudara itu mengaku keluarganya belum ada yang syahid dalam perang Gaza. “Tapi sudah ada yang terluka,” ucapnya lirih namun tetap tersenyum.

Syeikh Yahya adalah salah satu duta Palestina yang digandeng Lazismu Jawa Timur dalam kegiatan bertajuk “Ramadhan 1440 Hijriyah Mencerahkan”. Syeikh Yahya bersafari dakwah di kawasan Gresik dan Lamongan, dari satu masjid ke masjid atau dari sekolah ke sekolah lainnya. Tujuannya untuk membangun solidaritas umat Islam Indonesia, khususnya menggalang dana kemanusiaan pembanguan rumah sakit Indonesia di Kota Hebron, Palestina.

Selain menjadi imam dan penceramah, Sheikh Yahya membimbing tahsin al-Qur’an anak-anak sekolah, seperti yang di-lakukan dalam acara Cinta Alquran di SD Muhammadiyah Manyar.

Ada kisah menarik soal bagaimana dia berproses menjadi imam seperti sekarang ini. Ketika itu usianya baru menginjak 11 tahun. Ayahnya meminta dia menggantikan imam yang berhalangan hadir di masjid. “Saat itu ada pertentangan dari beberapa syeikh lain,” cerita dia.  Menanggapi hal tersebut, ayahnya meminta Yahya membacakan beberapa surat di depan para syeikh. Mereka pun terdiam setelah mendengar bagusnya bacaan Yahya. “Setelah itu saya banyak diminta menjadi imam di beberapa masjid. Juga diminta menggantikan imam yang berhalangan,” ungkapnya.

Lelaki muda yang bekerja di Darul Quran wa Sunnah itu senang selama tinggal di Indonesia karena keramahan masyarakat-nya. “Pengorbanan orang Indonesia juga luar biasa untuk memban-tu Palestina. Semoga dimuliakan Allah,” kesannya. Ia berharap doa bagi rakyat Palestina, khususnya Gaza yang hingga kini masih teriso-lasi. “Cukup sulit mendapat bantuan pangan dan obat. Listrik juga hanya 4-8 jam,” ungkapnya. (Vita / pwmu.co).

Syeikh Ahmed Saleem : “Andai Aku Bisa Memilih, Aku Ingin Lahir di Indonesia, Negeri yang Sangat Indah ini”

Syeikh Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza mengaku baru kali ini keluar Timur Tengah. Pria kelahiran Uni Emirat Arab (UEA) 21 Mei 1991 namun besar di Gaza ini menuturkan, dirinya datang ribuan kilometer dari tanah Palestina yang sedang dalam gempuran dan bombardir Israel untuk bersafari dakwah di Jawa Timur atas tugas dari lembaganya Darul Qur’an wa Sunnah yang bekerjasama deng-an IESCO dan Lazismu. Sungguh tugas yang berkesan baginya.

Hingga kini, kata dia, rakyat Palestina masih terus berjuang melawan penjajahan dan penindasan yang dilakukan oleh kaum Zionis Israel. “Tentara Yahudi telah membunuh wanita dan anak-anak secara membabi buta. Bahkan, orang-orang Yahudi telah menjadikan permasalah Palestina ini hanya untuk masyarakat Palestina saja. Masalah kemanusiaan ini dipisahkan dari dunia Internasional,” ujarnya miris.

Syeikh Ahmad pun mengaku senang dengan adanya jalinan persaudaraan yang baik antara bangsa Indonesia dengan bangsa Palestina. Menurut dia, persaudaraan yang ada di antara para Nabi dengan para sahabat, dan di antara kaum Anshor dan Muhajirin itu ada pula di antara bangsa Palestina dan Indonesia.

“Sungguh persaudaraan yang pernah terjalin antara kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah itu kini kami rasakan di antara bangsa Palestina dan Indonesia,” terangnya. Bapak dua orang puteri menyebutkan, seandainya dirinya boleh memilih di mana akan dilahirkan, maka ia tidak memilih dilahirkan di Gaza, Palestina. “Saya berharap lahir di Indonesia,” ungkapnya.

Pertama kali Naik Kereta Api

Salah satu perjalanan yang berkesan bagi Syeikh Ahmed adalah naik Kereta Api. Ia menyebutkan, kereta api di tanah Palesti-na hanya ada di area yang kini dikuasai oleh Zionis Israel. Tepatnya, berada di Kota Tel Aviv Israel dan sekitarnya. “Warga Gaza dan Tepi Barat tak bisa masuk, apalagi naik kereta api. Maka, naik kereta api di Indonesia ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya,” paparnya.

Perjalanan dari Banyuwangi menuju kota Malang dengan menggunakan Kereta Api Kelas Ekonomi Tawang Alun tersebut ternyata menjadi pengalaman pertama bagi Syeikh Ahmad. “Seumur-umur baru pertama kali ini saya naik kereta api,” aku Syeikh Ahmad seperti yang tuturkan oleh penterjemah Imam Fauji.

Tampak beberapa kali Syeikh Ahmad mengabadikan pengalaman pertamanya naik kereta api. Ia beberapa kali melakukan video call dengan keluarganya di Palestina dan mengabarkan perjalanannya naik kereta api pada mereka.

Syeikh Ahmad juga mengungkapkan kekagumannya dengan negeri Indonesia yang memiliki pemandangan alam yang indah. “Indonesia adalah negeri yang indah. Saya sangat menikmati pemandangan hamparan tanah nan menghijau dari jendela kereta,” ungkapnya. (Aan / pwmu.co)

Safari Dakwah Imam dari Palestina Untuk Tingkatkan Ukhuwah dan Solidaritas Plus Galang Dana di Jatim

Dua orang Imam dari Gaza, Palestina yaitu Ahmed Saleem Sulaiman Abu Anza dan Yahya Mohammad al-Shafei akan menjadi duta Lazismu wilayah Jawa Timur dalam Tour Safari Dakwah di berbagai Masjid di Jawa Timur. Keduanya akan melaksanakan safari untuk meningkatkan solidaritas dan ukhuwah serta menggalang dana untuk perjuangan rakyat Palestina.

Selama 25 hari, mulai tanggal 5 hingga 30 Mei 2019, mereka akan berkeliling masjid di berbagai daerah kota dan kabupaten di Jawa Timur, khusunya mengisi momen kegiatan Shilat Tarawih dan Sholat Subuh. Berikut ini Jadwalnya :

Khusus Gresik / Lamongan:

Sambut Ramadhan Bagikan Kurma dan Air Minum untuk Takjil ke Takmir Masjid Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo

Prof. Dr. Thohir Luth, MA. menyerahkan secara simbolis program Takjil Lazismu kepada 10 takmir Masjid Muhammadiyah se-Kabupaten Probolinggo. Penyerahan itu dilakukan saat pra acara Pengajian Sang Surya ke-2 di Hall Lila Catering, kawasan kabupaten Probolinggo (5/05/19).

Ketua Dewan Syari’ah Lazismu Jawa Timur saat mau menyerahkan pada perwakilan takmir masjid tersebut mengatakan, “Lazismu harus dibesarkan. Lazismu sepenuhnya bekerja untuk membesarkan Muhammadiyah”

Dalam program takjil yang terdiri atas kurma dan air minum demineral, Lazismu Kabupaten Probolinggo berhasil mengumpulkan 100 kg kurma dan 360 box air minum berbranding Lazismu.

Ahmad Ridho Pambudi Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo mengatakan, “Program kurma dan air LAZISMU, di Kabupaten Probolinggo berhasil kumpulkan 100 kg kurma dan 360 box air demineral LAZISMU untuk ditasharufkan kepada yang berhak menerima. Target kami 100 kg kurma dan 300 box air LAZISMU”. (Kung)

Tarhib Ramadhan, Mengajak Ummat Islam di Malang Raya Melaksanakan Amal-Ibadah Terbaik pada Bulan Nan Mencerahkan

Agenda ahad pagi 28 April 2019, Lazismu kota Malang menggelar Tarhib Ramadhan di kota sejuk itu. Aksi ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah yang akan jatuh pada tanggal 6 Mei 2019.

Menurut Anas Yusuf, Wakil Ketua Lazismu kota Malang, kegiatan bertempat di Car Free Day (CFD) Area Jl. Ijen kota Malang. Acara ini adalah sebagai momentum untuk pengingat akan datangnya bulan suci Ramadhan kepada masyarakat, terlebih warga di Malang Raya. Bersama dengan kalangan lainnya, seluruh Pengurus, Pelaksana dan Relawan Lazismu kota Malang turun ke jalan guna mengkampanyekan Giat Ramadhan 1440 Hijriyah.

Terkait hai ini Lazismu mengajak segenap ummat Islam untuk mempersiapkan diri guna melaksanakan ibadah puasa dan amal ibadah lainnya secara maksimal di bulan Ramadhan.

Salah satu amal ibadah yakni berinfaq, sedekah, dan menunaikan zakat. Berbagai program selama bulan Ramadhan 1440 H juga telah disiapkan oleh Lazismu guna membantu masyarakat menyemarakkan bulan Ramadhan dengan ibadah yang terbaik.

Program-program Lazismu kota Malang, diantaranya adalah : Paket sembako, paket Takjil berbuka puasa bareng bersama yatim dhuafa’, School Kit, dan Peduli Guru Ngaji.

Mari ikut berkontribusi bersama Lazismu untuk Beraksi Bersama Bagi Sesama, Memberi untuk Negeri. (Adit).

Sedekah mudah via QR GOPAY

Rekening Bank Mualmalat Indonesia (BMI) dan Bank Syariah Mandiri (BSM)

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 05 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kota Malang
BMI 76630 1 05 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kota Malang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 05 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kota Malang
BMI 76640 2 05 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kota Malang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 05 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kota Malang
BMI 76650 3 05 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kota Malang
QURBAN BMI 77250 4 05 00 0 00000 Qurban LAZISMU Kota Malang

Sinergi Lazismu dan Majelis Tabligh Muhammadiyah Guna Mengajak Ummat All Out Beramal Sholeh di Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah

Sinergi antara Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat dan Majelis Tabligh Muhammadiyah selaku koordinator para Mubaligh di Jawa Timur terus dilakukan. Salah satunya adalah kerja bareng dalam bidang dakwah dan filantropi.

Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) dalam Rapat Kerja Wilayah Ketiga (Rakerwil-3), Sabtu 20/04/2019 telah menekadkan diri untuk menjadi salah satu pilar gerakan dakwah Islam Amar Ma’rif Nahi Munkar Muhammadiyah yang mencerahkan ummat. Rakerwil-3 Majelis Tabligh yang diikuti oleh 350 Mubaligh Muhammadiyah se Jatim itu dibuka oleh Ketua PWM Jatim Dr. M. Saad Ibrahim, MA.

Menurut M. Sholihin Fanani, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur beberapa program dibangun dan dimantapkan bersama seluruh Mubaligh dari Jawa Timur antara lain pembentukan kelembagaan dan penetapan metode pengajaran Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (LPTPA) Muhammadiyah. Program penting lainnya adalah peningkatan peran dan kapasitas Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di seluruh Jawa Timur. Dengan didukung peta dakwah yang telah tersusun diharapkan peran Mubaligh dalam berdakwah di masyarakat luas dapat lebih tertata, terarah dan terukur.

Program sinergi juga dibangun intens bersama Lazis Muhammadiyah (Lazismu). Programnya berupa Gerakan Dakwah Mubaligh bergiat mensyiarkan sadar berzakat, berinfaq dan bershodaqoh (ber-ZIS) selama bulan suci Ramadhan tahun 1440 Hijriyah ini. Para Mubaligh Muhammadiyah se-Jatim berkewajiban untuk menyampaikan materi tentang keutamaan dan kesadaran ummat dalam ber-ZIS ketika berceramah di bulan Ramadhan.

Atas kerja sinergi tersebut Lazismu Jatim telah menyiapkan 400 jas khusus yang akan dipakai oleh para Mubaligh Muhammadiyah berdakwah di bulan  Ramadhan. Pemakaian seragam secara simbolis bagia para Da’i dilakukan oleh Ketua PWM dan Ketua Lazismu Jatim, drh. Zainul Muslimin.

Selain itu Lazismu dan Majelis Tabligh juga berkomitmen untuk mengirimkan para da’i yang berdakwah di daerah atau kawasan terluar dan terpencil selama bulan Ramadhan. Pengiriman para ‘Mujahid Fisabilillah’ itu juga didukung dengan fasilitas bagi Da’i yang bertugas. (Adit).

 

Mari Kita Bantu Tuntaskan Pembangunan Masjid Daerah Minoritas Muslim di Flores Timur, NTT

Pembangunan Masjid al-Munawwaroh di desa Lohayong II Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki bulan kesembilan, sejak dimulai pada pertengahan tahun 2018. Namun demikian pembangunan Masjid di kawasan minoritas Muslim terpencil di Flores ini belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai dan berdiri megah.

Masjid yang membutuhkan anggaran dana sebesar Rp. 2,6 Milyar ini mencapai progres 70% padahal sudah berjalan lama. Tentunya permasalahan kekurangan dana dan material menjadi penyebab terhambatnya penyelesaian pembangunan Masjid.

Masjid ini harus berdiri megah karena merupakan kebanggaan ummat Islam yang minoritas di tengah kepungan mayoritas kaum Nasrani yang sangat kuat. Dengan pembangunan dan pemugaran masjid al-Munawwaroh ini diharapkan aktifitas peribadatan dan dakwah Islam, khususnya di Flores Timur NTT dapat berjalan dengan semarak.

Oleh karena itu mari kita bersama tuntaskan pembangunan Masjid al-Munawwaroh di desa Lohayong II Kecamatan Solor Timur – Kabupaten Flores Timur – Nusa Tenggara Timur. Donasi bisa ditransfer melalui rekening Lazismu Jatim di Bank Mu’amalat No. 7725 050 000 000 000 a/n Waqaf LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim.

Setelah Meninjau Masjid, Donatur Dari Arab Bersedia Tambah Bantuan Lagi Untuk Pembangunan Madrasah di Palang Tuban

 

Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur drh Zainul Muslimin pada hari rabu malam (09/04/19) berkesempatan mengantarkan Syeikh Riyadh bin Abou Thalib, sebagai perwakilan yayasan dari Timur Tengah, ke Kabupaten Tuban. Syeikh asal Arab Saudi itu menjadi dari donatur utama pembangunan masjid Abdurrahman bin Auf dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah-2 di Palang, Tuban yang menjadi pendampingan Lazismu wilayah Jatim.

Gedung peribadatan dan pendidikan yang telah diresmikan pada bulan Desember 2018 lalu itu pembangunannya menelan dana sebesar Rp. 800 juta lebih. Sebanyak 60%-nya dibantu oleh donatur dari Arab Saudi tersebut. Gedung ini menempati tanah di area kompleks perguruan Muhammadiyah Palang, Kabupaten Tuban. Penggunaan bangunan yang dikerjakan selama 3 bulan ini selain untuk tempat ibadah (Masjid) juga terdapat 8 ruang kelas bagi kegiatan belajar mengajar SD Muhammadiyah-2 Palang dan Taman Pendidikan al-Qur’an.

Alhamdulillah, setelah meninjau bangunan dan menandatangani prasasti, donatur dari Arab Saudi itu bersedia memberikan bantuan dana lagi untuk penambahan bangunan kelas bagi Madrasah dan Pondok Tahfidzul Qur’an Muhammadiyah di Palang, Tuban. Donatur dari Arab tersebut tampak puas dan gembira atas hasil pembangunan gedung yang diluar dugaannya.

Menurut Syeikh Riyadh walau pihaknya hanya memberikan bantuan sebesar Rp. 500 juta, ternyata Panitia mampu merampungkan pembangunan dan bahkan mengusahakan penambahan dana Rp. 300 juta lebih agar bangunan lekas rampung. Kualitas bangunannya pun dinilai bagus dan baik oleh Syeikh Riyadh. Oleh karena itu ia pun berjanji akan menambah bantuan dana untuk membangun gedung Pondok Tahfidz. Alhamdulillah.. (Adit)

Gelar Safari Dakwah Imam Palestina Dalam Aksi Ramadhan Nan Mencerahkan 1440 Hijriyah di Jawa Timur

Pada bulan Ramadhan 1440 Hijriyah mendatang Lazismu akan mendatangkan 2 (dua) orang Imam dari Palestina guna melakukan safari dakwah ke berbagai Daerah di Jawa Timur. Kedua Imam itu adalah Ahmed Saleem Abu Anza dan Yahya Mohammad Al-Shafei dari Ramallah, Tepi Barat.

Lazismu bekerjasama dengan takmir Masjid di daerah yang ditunjuk sebagai tempat kegiatan Peduli Palestina. Selain diisi dengan Sholat Tarawih, Subuh, tausiyah dan informasi ten-tang perjuangan Palestina juga akan diiringi dengan penghim-punan amal atau penggalangan dana guna membantu program kemanusiaan dan pendidikan Lazismu di Palestina.

Diharapkan kegiatan dapat menjalin silaturrahim, memperkuat solidaritas dan menjaga saling pengertian dan pemahaman ummat Islam Indonesia mengenai kondisi rakyat Palestina yang sebenarnya.

Lazismu Dukung Pembangunan RS Indonesia di Hebron, Palestina

Kiprah Lazismu untuk rakyat Palestina semakin luas. Selain mendukung program kemanusiaan, sosial dan pendidikan, Lazismu juga akan menyokong program kesehatan, yaitu pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) di Palestina.

Program pembangunan RSIH itu diinisiasi oleh berbagai organisasi Islam Indonesia yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagian donasi Peduli Pelstina dari Lazismu akan disalurkan untuk pembangunan fasilitas vital bagi rakyat Palestina ini.

Lokasi tanah yang akan dibangun Rumah Sakit Islam Indonesia itu berjarak tidak sampai satu kilometer dengan Masjid Nabi Ibrahim di Hebron. Pembangunan rumah sakit ini merupakan langkah seluruh eksponen di dalam MUI mendukung Palestina. (Adit)