Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 11 December 2019
Breaking News
You are here: Home » Dakwah

Category Archives: Dakwah

Temui Wakil Bupati Nganjuk Lazismu Unjuk Produk Daging Qurban Kemasan Siap Saji

Wakil bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengapresiasi kehadiran Jajaran Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Nganjuk di Rumah Dinas Jalan Basuki Rahmad nomor 02 Nganjuk, Rabu sore (04/12/19).

Terlebih kehadiran Pengurus Lazismu sangat Istimewa dengan membawa serta sampel produk daging sapi kemasan siap saji.

“Terima kasih ini Produk barunya sangat kami apresiasi, kami (Pemda) mendukung untuk terus dikembangkan” ujar pria yang akrab dipanggil Kang Marhaen.

Ketua Lazismu Nganjuk Juwari mengatakan bahwa ini adalah pertemuan kali kedua dalam rangka menjalin kemitraan dengan Pemerintah dan sosialisasi program serta promosi produk baru Lazismu.

“Kedatangan kali ini mengenalkan produk baru daging kalengan siap saji” ujar Juwari Ketua Lazismu Nganjuk.

Lebih lanjut menurut Juari, selain bersilaturrahiim, kehadirannya yang disertai jajaran Pimpinan Muhammadiyah menyampaikan dinamika dan pencapaian program Lazismu selama setahun terakhir.

“Yah semacam Laporan akhir tahun dan sharing gagasan untuk prospek Lazismu kedepan” imbuhnya.

Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nganjuk Ustadz Slamet menambahkan, sejak kepemimpinan Bupati sebelumnya Lazismu telah menjalin kerjasama dan menggelar bakti masyarakat bersama di sejumlah kawasan di pelosok Nganjuk. “Kami melanjutkam tradisi baik sebelumnya yang sudah berjalan” pungkas pegawai pensiunan Kementerian Agama di Nganjuk itu.

Sejak tiga tahun terakhir Lazismu Jawa Timur telah menerima Hewan Qurban dari para Donatur dan mengemasnya dalam bentuk Daging kalengan siap saji yang diberi label ‘kornetmu’ dan ‘Rendangmu’ disalurkan kepada kaum dhuafa, fakir miskin dan sejumlah daerah dan kawasan terdampak bencana alam. (M.Rois)

MDMC Kabupaten Pamekasan Dikukuhkan, Siap Menjadi Korps Relawan Yang Tanggap dan Tangguh

Rangkaian Milad Muhammadiyah ke-107 di Kabupaten Pemekasan di dengan kegiatan Aksi Sosial, Pengukuhan Relawan Kebencanaan, Pelantikan Organisasi Kemahasiswaan dan Orasi Kebangsaan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, (25/11/19). Kegaiatan tersebut sepenuhnya didukung oleh Lazismu.

Pada hari senin pagi itu dikukuhkan 30 orang Relawan Kebencanaan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana dan 20 orang Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tingkat Kabupaten Pamekasan. Mereka para Relawan Kebencanaan dan Aktivis organisasi kemahasiswaan Muhammadiyah itu akan mengemban peran, tugas dan fungsinya masing-masing di masyarakat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pamekasan Daeng Ali Taufik bertindak mengukuhkan dan melantik keberadaaan korps relawan Muhammadiyah ini. Surat Keputusan (SK) pun dikeluarkan oleh PDM agar keberadaan MDMC sah dan formil.

Bertempat di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, acara yang dihelat pada hari efektif itu berlangsung cukup meriah. Tak kurang 300 orang hadirin memadati Pendopo (Balai Pertemuan) orang nomor dua di Pamekasan. Selain para undangan, pejabat pemerintah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, aktivis Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah dan perwakilan Lazismu, MDMC dan IMM tingkat wilayah juga hadir.

Menurut Khairul Jannah, Manager Lazismu yang juga sekeretaris MDMC Pamekasan, Lazismu mempelopori dan mendukung penuh keberadaan MDMC sebagai bagian dari sinergi bersama untuk aksi-aksi kemanusiaan. Menurutnya, kaum muda Muslim di Pamekasan harus diwadai dengan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk memupuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. “MDMC siap menjadi Relawan yang tanggap dan tangguh dalam menangani kebencanaan khususnya di pulau Madura” katanya.

Kegiatan didahului dengan sambutan dari tuan rumah Wakil Bupati Pemekasan dan aksi sosial penyerahan santunan kepada 30 orang dhuafa dan anak yatim. Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e menyambut baik kehadiran MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Lembaga Muhammadiyah yang bertugas dalam hal kebencanaan ini diharapkan akan bisa melakukan sinergi dengan Pemkab dalam menangani bencana alam, khususnya di Pamekasan.

Setelah pengukuhan Relawan MDMC dan DPC IMM acara diakhiri dengan orasi kebangsaan oleh Sunanto, atau dikenal dengan Cak Nanto selaku Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Dalam orasinya Cak Nanto mengajak warga Muhammadiyah di Kabupaten Pamekasan untuk senantiasa bekerjasama, berkolaborasi dan bersinergi untuk mengisi peran-peran keummatan dan kebangsaan. Janganlah warga Muhammadiyah saling berecah-pecah karena suatu perbedaan yang tidak prinsip. “Bagi Muhammadiyah NKRI itu harga hidup, bukan harga mati. Oleh karena itu harus dihidup-hidupi dengan dakwah yang rahmatin lil’alamin” kata Cak Nanto.

Persyarikatan Muhammadiyah yang besar ini, menurut pria asli Sumenep Madura, harus bisa berdakwah secara luwes dan menyesuaikan perkembangan jaman, baik dakwah bil lisan, bil hal hingga bil siyasah. Sehingga dakwah Muhammadiyah bisa diterima oleh masyarakat luas, khususnya di Madura dengan secara terbuka dan damai, lanjutnya.

Cak Nanto mengapresiasi sinergi dan kolaborasi antara MDMC dan Lazismu untuk membantu masyarakat yang ditimpa kesusahan dan hidup dalam kesengsaraan. “Ya seperti inilah dakwah Muhammadiyah yang riil di masyarakat, kolaborasi dan sinergi bersama untuk menolong sesama yang membutuhkan. Salurkan energi kita untuk kemanfaatan dan kebaikan, bukan untuk kebencian. Insya Allah Muhammadiyah akan semakin besar dan kaya karena menolong sesama” pungkasnya. (Adit)

Kunjungi PCIM Malaysia di Kuala Lumpur, Lazismu Jatim Ajak Sinergi Dakwah Komunitas

Lazismu wilayah Jawa Timur berkesempatan mengunjungi komunitas warga Muhammadiyah di negeri jiran, Malaysia, tanggal 6 Oktober 2019. Kunjungan yang bertajuk RIHLAH DAKWAH ini dilangsungkan di salah satu Ranting Muhammadiyah di kawasan Kampung Baru, Kuala Lumpur (KL), yang berada dibawah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kampung Baru adalah sebuah kawasan di KL, ibukota Malaysia, yang warganya banyak berasal dari Indonesia. Kebanyakan penduduk di kampung ini adalah warga Indonesia yang berasal dari Minang (Padang) dan Jawa Timur, khusunya Lamongan.

Rombongan Lazismu wilayah Jawa Timur yang dipimpin Ketuanya drh Zainul Muslimin tiba di TPA Ar-Rihlah Wisma Sabaruddin di jalan Raja Alang, Kampung Baru, KL setelah naik MRT dari penginapan di Central Market.

Wisma Sabaruddin adalah salah satu rumah susun sewa di Kampung Baru yang banyak dihuni oleh warga pendatang dari Indonesia. Wisma itu selain berisi rumah susun (flat) juga menyediakan fasilitas umum yang bisa dipakai oleh penghuninya untuk kegiatan mengaji (TPA), tempat belajar kelompok bagi anak-anak, perkumpulan, pembinaan keagamaan dan sebagainya.

Di tempat yang berukuran 3 x 10 meter itu dilaksanakan pengajian warga Muhammadiyah dan pertemuan antara Badan Pengurus Lazismu Jatim dengan jajaran PCIM Malaysia beserta beberapa Lembaga/Majelis, Ortom dan Ranting (PRIM) dibawah PCIM. Sekira 40 orang warga Muhammadiyah di KL menghadiri kegiatan itu.

Rombongan Lazismu Jatim berjumlah 13 orang diterima oleh ustadz Yulius Abdul Muis selaku Wakil dari PCIM Malaysia. Pada awal acara, sambutan diberikan oleh ustadz Yulius yang sangat gembira dan senang menerima kedatangan saudara-saudara se-organisasi dari tanah air untuk berilaturrahim. Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh drh Zainul Muslimin tentang pentingnya bersinergi dan bekerjasama dalam rangka meraih predikat menjadi umat yang terbaik.

Setelah tausiyah, pada Ahad pagi itu, pertemuan dilanjutkan dengan berdialog banyak hal menyangkut aktifitas dakwah yang bertujuan untuk menjalin hubungan silaturrahim antara Lazismu Jatim dengan PCIM Malaysia. Sesi dialog itu berlangsung sangat mesra (akrab), gayeng, penuh kekeluargaan dan diselingi dengan diskusi yang hangat. Kedua pihak saling menjajaki kerjasama dan sinergi dakwah, terutama antara Lazismu Jatim dengan Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia di Kuala Lumpur.

Drh Zainul Muslimin Ketua Lazismu Jatim menawarkan program pengemasan qurban dalam kaleng berupa rendang atau kornet, dan juga ransum makanan siap santap untuk bencana dan kemanusiaan. Warga Muhammadiyah yang ingin berqurban ke tanah air cukup menitipkan dananya melalui Lazismu untuk dibelikan ternak, dipotong dan dagingnya diolah menjadi makanan dalam kaleng.

Pada kesempatan itu hadirin juga dipersilahkan mencicipi oleh-oleh berupa rendang qurban dalam kaleng yang dibawa dari Surabaya. Semua hadirin mendapatkan masing-masing 1 kaleng untuk dibawa pulang.

Zainul juga menawarkan pengiriman ustadz atau mubaligh untuk berdakwah dan mendampingi warga Muhammadiyah di Malaysia pada bulan puasa atau Ramadhan. Tawaran itu mendapat sambutan hangat dari PCIM Malaysia, bahkan mereka meminta dilatih dalam hal manajemen teknis pengelolaan lembaga zakat (Lazismu).

Selain itu Pengurus Lazismu Jatim lainnya juga memberikan motivasi dan inspirasi dalam berbisnis. Budi Suryanto, anggota Pengurus Lazismu Jatim, menjajagi kemungkinan bisnis garmennya bisa dikerjasamakan dengan warga Muhammadiyah di KL maupun jaringan di tanah air.

Yulius, wakil PCIM mengatakan bahwa, semangat dakwah dan beraktifitas warga Muhammadiyah di perantauan sangat tinggi. Jika tidak ada kesibukan atau halangan mereka pasti datang menghadiri acara atau pertemuan yang digelar PCIM. Ustadz Yulius berharap agar setelah pertemuan ini ada tindak lanjut konkrit untuk syiar dakwah Muhammadiyah di KL.

Setelah penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak, pada akhir acara ustadz Zainul memberikan bantuan dari Lazismu Jatim sebesar Rp. 10 juta untuk keperluan gedung dakwah di Kuala Lumpur Malaysia. (Adit).

 

 

Buatkan Rombong Nasi Bungkus untuk Aksi Jumat Berkah di Kota Pasuruan

Program Jum’at Berkah bagi Lazismu Jawa Timur rutin dilakukan setiap hari Jum’at. Di hari inilah Lazismu berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan selain para jamaah salat Jum’at. Biasanya nasi bungkus diberikan secara gratis untuk penerima manfaat.

Gerakan Jumat berkah di kota Pasuruan banyak dirasakan manfaatnya baik bagi penerima manfaat, salah satunya para jamaah. Mereka menerima nasi bungkus begitu juga para takmir masjid. Seiring waktu jamaah semakin bertambah. Imbasnya, para jamaah turut tergugah untuk mendonasikan nasi bungkus kepada Lazismu.

Lazismu kota Pasuruan memberikan apresiasi kepada takmir masjid Al-Ikhlas, Kebon Jaya, Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Purworejo, yang memfasilitasi sarana atau tempat pengumpulan dan pembagian nasi bungkus.

Ketua Lazismu Kota Pasuruan, Agus Salim, mengatakan, takmir masjid Al-Ikhlas dalam hal ini secara langsung diwakili Arly Kusnan, sejauh ini telah berkolaborasi bersama Lazismu. Apalagi kegiatan rutin di Jum’at berkah sudah menjadi ciri khas Lazismu di Jawa timur.

Dampaknya jamaah ikut tergerak untuk berdonasi yang pada gilirannya bertambah juga para jamaah yang menerima nasi bungkus. “Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi itu, Lazismu Kota Pasuruan memberikan bantuan berupa rombong kepada takmir masjid,” katanya.

Rombong secara simbolis diterima Arly Kusnan pada Rabu, 25 September 2019. Arly Kusnan, mengucapkan terima kasih atas bantuan sarana Jumat berkah dari Lazismu. Arly melanjutkan, kegiatan pembagian nasi bungkus Jumat berkah pada prinsipnya untuk memeberikan fasilitas.

“Takmir hanya memfasilitasi jamaah yang setiap hari Jumat menyerahkan nasi bungkus kepada takmir untuk di bagikan kepada jamaah salat Jumat,” bebernya. Mudah mudahan rombong ini bisa bermanfaat sebagai tempat pengumpulan dan pengambilan nasi bungkus yang sebenarnya kurang tertata rapi, ujarnya. (na/www.lazismu.org)

Perkokoh Ukhuwah, Qurban untuk Kemanusiaan Digelar di Lamongan

Dalamrangka memperingati hari raya idul adha 1440 H, Lazismu Lamongan mengadakan bakti sosial bertajuk Qurban Untuk Kemanusiaan di Desa Mayong, Kec Karangbinangun Kab Lamongan pada Selasa, (13/8).

Acara tersebut adalah rangkaian peringatan hari raya Idul Adha 1440 H dibawah koordinasi PDM Lamongan bersama seluruh majelis dan ortom maupun AUM. Dan akan berkahir pada hari tasyrik ke tiga, tepatnya Rabu.

Sebelumnya pada Ahad-Senin (11-12/8), melalui program bina umat, Lazismu Lamongan juga menghimpun daging qurban dari beberapa PCM dan didistribusikan ke ranting maupun cabang se kab Lamongan untuk pengembangan dakwah Islam.

Dalam sambutannya, KH Tsabit Hamdan perwakilan dari PDM Lamongan mengucapkan bahwa baksos kali ini semata mata bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi dan mengembangkan ukhuwah Islamiyyah terutama di kalangan Muhammadiyah. ” Baksos ini murni untuk kepentingan dakwah Islamiyyah, mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah,”ungkapnya.

“Dakwah harus menggembirakan sesama, ukhuwah harus tetap dipupuk dengan duduk bersama seperti ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Lamongan, Sujudna mengharapkan bahwa setelah baksos ini pengembangan Dakwah Muhammadiyah di Karangbinangun harus semakin ditingkatkan. ” Alangkah bahagianya, jika setelah baksos di pcm Karangbinangun ini, pelan pelan Karangbinangun mulai meningkatkan geliat dakwahnya dengan membangun beberapa AUM yang menopang dakwah Muhammadiyah di Karangbinangun,” ungkap Sujudna.

” Disamping membantu dakwah, gerakan dakwah melalui AUM akan efektif dan cepat berkembang pesat, contohnya seperti di Mantup,”sambungnya.

Dalam acara baksos tersebut, disembelih satu sapi dan dibagikan 250 paket daging qurban untuk warga sekitar dari hasil sumbangan agniya dari Surabaya.

” Kami mewakili warga Muhammadiyah Karangbinangun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu, semoga baksos ini dapat bermanfaat dan harapannya tercapai,” ungkap Solikin, ketua PCM Karangbinangun. (Ir)

Survei Plus Memberi Perhatian Kepada Guru Ngaji di Soko, Tuban

Kunjungan Lazismu ke Soko kali ini berbeda dari biasanya, sabtu 20/07/19. Lazismu dan Relawan pemuda Muhammadiyah berkunjung ke Kenongosari, Soko untuk mensurvei tempat baksos Qurban.

Banyak perbincangan dari mulai kesiapan tempat, kesiapan pembentukan ranting Pemuda Muhammadiyah dan perkembangan belajar mengajar dari KB, TK, dan TPQ.

Waktu survei tim dari Lazismu & Pemuda Muhammadiyah ditemui langsung oleh pak Suparto ketua PRM kenongosari, bu Siti Muhaimin kepala TPQ Ababil Ababil & bu Wiwin guru TPQ  bulan Ababil.

Tiga bulan yang lalu bu Muhaimin menceritakan bahwa pengajar TPQ Ababil tunjangannya sangat kecil sampai ada yang mau mencari pekerjaan lain.

Untuk memberikan semangat dan proses belajar mengajar tetap berjalan Lazismu memberikan Bisaroh kepada Ustadz Ustadzah setiap bulan yang berjumlah enam Ustadz Ustadzah.

Kemarin ketika Lazismu survei tempat baksos Qurban juga memberikan Bisaroh kepada ustadz Ustadzah.

“Terima kasih sahabat Lazismu yang sudah memberikan semangat kepada kami untuk tetap mengajar mengaji dan kami berharap sekali untuk baksos Qurbannya bisa ditetapkan di sini” tutur bu Muhaimin kepala TPQ Ababil. (Mlk).

Peresmian dan Serah Terima Gedung Dakwah dan Pendidikan di Lombok Utara dalam Rangkaian Tour de Baksos Lazismu Jatim

Sesuai pada agenda Lazismu Jawa Timur (Jatim), tepatnya hari Jum’at (5/7/2019) diselenggarakan Peresmian dan Serah Terima Gedung Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) ke PWM NTB di Dusun Lekok, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Peresmian dan Serah terima ini adalah bagian dalam rangkaian kegiatan Tour de Baksos Lazismu Jatim. Gedung yang beralamat di Dusun Lekok Desa Gondang, Kecamatan Gangga itu dijadikan sebagai pusat dakwah Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Segala aktifitas Muhammadiyah KLU diharapkan terpusat di GDM ini,” harap Ketua PWM NTB, H. Falahuddin.

Bantuan tersebut, lanjut Falahuddin, merupakan hajatan amal jariah. Untuk itu diharapkan agar menjaga dan melestarikan gedung tersebut. “Ini merupakan Amana amina (aman/percaya), maka diharapkan segenap warga Muhammadiyah di NTB khususnya di KLU agar bisa menjaga dan melestarikan amanah yang sudah diberikan oleh warga Jawa Timur melalui donasinya sehingga hajatan tersebut berjalan sesuai yang dipercayakannya,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PDM KLU, H. Djohan Samsu mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah se-pulau Jawa dan Muhammadiyah se-Indonesia yang telah berkontribusi untuk kebangkitan Muhammadiyah KLU khusus dan masyarakat pasca gempa umumnya.

“Kami Muhammadiyah KLU mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah se pulau Jawa karena telah berpartisipasi dalam membangkitkan semangat warga Muhammadiyah KLU melalui dibangunkannya amal usaha baru Muhammadiyah di KLU,” ucap mantan Bupati KLU itu.

Tidak hanya gedung dakwah, lanjut Djohan Samsu, tapi juga amal usaha lainnya seperti masjid, klinik pratama, sekolah dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan, Sekretaris PWM Jawa Timur, Ir. Tamhid Mashudi mengungkapkan bahwa setiap kejadian harus disikapi dengan husnudzon.

“Bencana ini harus disikapi dengan sikap terbaik (husnudzon) jangan disikapi seolah-olah sebagai orang yang terbuang, sehingga semua aktifitas bisa bernilai ibadah dan membawa berkah,” ungkap Djohan dalam sambutannya.

Muhammadiyah Jatim juga akan memberi BUMM (Badan Usaha Milik Muhammadiyah) berupa Produksi Air Minum siap edar. Sehingga kedepan tingkat kemandirian Muhammadiyah NTB semakin kuat.

Selain itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya akan menyumbang 25 juta buat mebler GDM dan bendahara PWM Jatim juga akan menyumbang 25 juta fasilitas pendidikan yang sudah terbangun.

“Kami selalu mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah NTB, Rektor UM Surabaya dan Bendahara PWM Jatim akan memberi sumbangan masing-masing 25 juta untuk gerakan dakwah Muhammadiyah di NTB,” tutupnya.

Sebelumnya, Lazismu Jawa Timur menjalankan kegiatan Tour de Baksos. Tour de Baksos ini ke Bali dan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan berlangsung pada 3-6 Juli 2019. Rangkaian kegiatan nya yaitu dimulai dengan rapat koordinasi khusus Qurban (3 Juli), kemudian dilanjut Bakti Sosial di Bali dan Lombok (4 Juli), kemudian pada hari ini, Jumat (5/7) peresmian dan serah terima Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara. Serah terima itu merupakan donasi dari kebencanaan lombok kemarin. (bp)

Lazismu Jatim Bantu Pembangunan Masjid al-Munawwaroh di Desa Loyahong, Flores Timur, Kawasan Terpencil NTT

Kawasan 3T (Terdepan, ter-luar dan Tertinggal) men-jadi perhatian utama bagi Lazismu. Program dakwah dan sosial Lazismu senantiasa meng-edepankan kawasan tersebut. Tak terkecuali di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal seba-gai kawasan minoritas Muslim.

Pengembangan dakwah di kawasan minoritas Muslim menjadi perhatian bagi Lazismu. Pengembangan dakwah tersebut meliputi ketersediaan tempat ibadah (Masjid) bagi ummat Islam.

Khusus di Flores Timur, NTT, Lazismu Jatim memberikan bantuan untuk Pembangunan (pemugaran) Masjid al-Munaw-waroh. Lokasinya di desa Loha-yong II Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini pembangunannya telah memasuki bulan kedua belas, sejak dimulai pada pertengahan tahun 2018.

Dana dari Lazismu untuk tahap awal sebesar Rp. 55 juta telah disalurkan untuk mendukung penyelesaian pemugaran Masjid ini. Alhamdulillah pekerjaan pemugaran Masjid di desa Muslim ini sudah menunjukkan tanda-tanda akan selesai.

Masjid dengan anggaran dana sebesar Rp. 2,6 Milyar ini sudah mencapai progres 80%. Kubahnya pun sudah terpasang. Tentunya dukungan dana dan material menjadi pendorong penyelesaian pembangunan Masjid ini.

Masjid ini harus berdiri megah karena merupakan kebanggaan ummat Islam di tengah mayoritas kaum Nasrani yang sangat kuat. Dengan pembangunan dan pemugaran masjid al-Munawwaroh ini diharapkan aktifitas peribadatan dan dakwah Islam, khususnya di Flores Timur NTT dapat berjalan dengan semarak. (Ad).

Kesan dan Pesan Dua Syeikh Asal Gaza Palestina Ketika Berdakwah di Indonesia

Syeikh Yahya Mohammaed al-Shafei dan Syeikh Ahmed Saleem

Ledakan Bom Tak Lagi Menakutkan bagi Syeikh Yahya Mohammed al-Shafei yang Jadi Imam sejak Usia 11 Tahun.

Bagi yang tinggal di tanah damai, bunyi ledakan bom adalah sesuatu. Ada perasaan kaget, takut, dan mengerikan. Tapi hal itu tak berlaku bagi warga Palestina. Ledakan bom tak lagi asing di telinga mereka.

Seperti pengakuan Syeikh Yahya Muhammad Al Shafei. Pria kelahiran Gaza, 24 Februari 1991 itu telah akrab dengan suara ledakan bom sejak bayi. “Sejak saya lahir sudah ada konflik di Gaza. Tapi saya baru paham benar arti perang ketika usia 8 tahun,” ujarnya seperti diterjemahkan Zaki Abdul Wahid, guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) yang mendampinginya.

Syeikh Yahya lahir dan besar di Khan Younis, Gaza, yang berjarak 15 km dari pusat konflik. “Jadi agak jauh dari tempat konflik. Tapi kalau namanya perang itu ya gak ada jauh atau dekat. Di mana pun harus selalu siap,” ungkapnya.

Pria lulusan Studi Islam di Al Aqsha University itu berceri-ta, sewaktu kecil ia selalu kaget dan takut tiap kali mendengar suara bom atau ledakan. “Tapi kini, kagetnya hanya ledakan pertama. Se-telah itu sudah biasa karena memang kondisi perang,” ungkapnya.

Anak kedua dari 12 bersaudara itu mengaku keluarganya belum ada yang syahid dalam perang Gaza. “Tapi sudah ada yang terluka,” ucapnya lirih namun tetap tersenyum.

Syeikh Yahya adalah salah satu duta Palestina yang digandeng Lazismu Jawa Timur dalam kegiatan bertajuk “Ramadhan 1440 Hijriyah Mencerahkan”. Syeikh Yahya bersafari dakwah di kawasan Gresik dan Lamongan, dari satu masjid ke masjid atau dari sekolah ke sekolah lainnya. Tujuannya untuk membangun solidaritas umat Islam Indonesia, khususnya menggalang dana kemanusiaan pembanguan rumah sakit Indonesia di Kota Hebron, Palestina.

Selain menjadi imam dan penceramah, Sheikh Yahya membimbing tahsin al-Qur’an anak-anak sekolah, seperti yang di-lakukan dalam acara Cinta Alquran di SD Muhammadiyah Manyar.

Ada kisah menarik soal bagaimana dia berproses menjadi imam seperti sekarang ini. Ketika itu usianya baru menginjak 11 tahun. Ayahnya meminta dia menggantikan imam yang berhalangan hadir di masjid. “Saat itu ada pertentangan dari beberapa syeikh lain,” cerita dia.  Menanggapi hal tersebut, ayahnya meminta Yahya membacakan beberapa surat di depan para syeikh. Mereka pun terdiam setelah mendengar bagusnya bacaan Yahya. “Setelah itu saya banyak diminta menjadi imam di beberapa masjid. Juga diminta menggantikan imam yang berhalangan,” ungkapnya.

Lelaki muda yang bekerja di Darul Quran wa Sunnah itu senang selama tinggal di Indonesia karena keramahan masyarakat-nya. “Pengorbanan orang Indonesia juga luar biasa untuk memban-tu Palestina. Semoga dimuliakan Allah,” kesannya. Ia berharap doa bagi rakyat Palestina, khususnya Gaza yang hingga kini masih teriso-lasi. “Cukup sulit mendapat bantuan pangan dan obat. Listrik juga hanya 4-8 jam,” ungkapnya. (Vita / pwmu.co).

Syeikh Ahmed Saleem : “Andai Aku Bisa Memilih, Aku Ingin Lahir di Indonesia, Negeri yang Sangat Indah ini”

Syeikh Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza mengaku baru kali ini keluar Timur Tengah. Pria kelahiran Uni Emirat Arab (UEA) 21 Mei 1991 namun besar di Gaza ini menuturkan, dirinya datang ribuan kilometer dari tanah Palestina yang sedang dalam gempuran dan bombardir Israel untuk bersafari dakwah di Jawa Timur atas tugas dari lembaganya Darul Qur’an wa Sunnah yang bekerjasama deng-an IESCO dan Lazismu. Sungguh tugas yang berkesan baginya.

Hingga kini, kata dia, rakyat Palestina masih terus berjuang melawan penjajahan dan penindasan yang dilakukan oleh kaum Zionis Israel. “Tentara Yahudi telah membunuh wanita dan anak-anak secara membabi buta. Bahkan, orang-orang Yahudi telah menjadikan permasalah Palestina ini hanya untuk masyarakat Palestina saja. Masalah kemanusiaan ini dipisahkan dari dunia Internasional,” ujarnya miris.

Syeikh Ahmad pun mengaku senang dengan adanya jalinan persaudaraan yang baik antara bangsa Indonesia dengan bangsa Palestina. Menurut dia, persaudaraan yang ada di antara para Nabi dengan para sahabat, dan di antara kaum Anshor dan Muhajirin itu ada pula di antara bangsa Palestina dan Indonesia.

“Sungguh persaudaraan yang pernah terjalin antara kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah itu kini kami rasakan di antara bangsa Palestina dan Indonesia,” terangnya. Bapak dua orang puteri menyebutkan, seandainya dirinya boleh memilih di mana akan dilahirkan, maka ia tidak memilih dilahirkan di Gaza, Palestina. “Saya berharap lahir di Indonesia,” ungkapnya.

Pertama kali Naik Kereta Api

Salah satu perjalanan yang berkesan bagi Syeikh Ahmed adalah naik Kereta Api. Ia menyebutkan, kereta api di tanah Palesti-na hanya ada di area yang kini dikuasai oleh Zionis Israel. Tepatnya, berada di Kota Tel Aviv Israel dan sekitarnya. “Warga Gaza dan Tepi Barat tak bisa masuk, apalagi naik kereta api. Maka, naik kereta api di Indonesia ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya,” paparnya.

Perjalanan dari Banyuwangi menuju kota Malang dengan menggunakan Kereta Api Kelas Ekonomi Tawang Alun tersebut ternyata menjadi pengalaman pertama bagi Syeikh Ahmad. “Seumur-umur baru pertama kali ini saya naik kereta api,” aku Syeikh Ahmad seperti yang tuturkan oleh penterjemah Imam Fauji.

Tampak beberapa kali Syeikh Ahmad mengabadikan pengalaman pertamanya naik kereta api. Ia beberapa kali melakukan video call dengan keluarganya di Palestina dan mengabarkan perjalanannya naik kereta api pada mereka.

Syeikh Ahmad juga mengungkapkan kekagumannya dengan negeri Indonesia yang memiliki pemandangan alam yang indah. “Indonesia adalah negeri yang indah. Saya sangat menikmati pemandangan hamparan tanah nan menghijau dari jendela kereta,” ungkapnya. (Aan / pwmu.co)

Safari Dakwah Imam dari Palestina Untuk Tingkatkan Ukhuwah dan Solidaritas Plus Galang Dana di Jatim

Dua orang Imam dari Gaza, Palestina yaitu Ahmed Saleem Sulaiman Abu Anza dan Yahya Mohammad al-Shafei akan menjadi duta Lazismu wilayah Jawa Timur dalam Tour Safari Dakwah di berbagai Masjid di Jawa Timur. Keduanya akan melaksanakan safari untuk meningkatkan solidaritas dan ukhuwah serta menggalang dana untuk perjuangan rakyat Palestina.

Selama 25 hari, mulai tanggal 5 hingga 30 Mei 2019, mereka akan berkeliling masjid di berbagai daerah kota dan kabupaten di Jawa Timur, khusunya mengisi momen kegiatan Shilat Tarawih dan Sholat Subuh. Berikut ini Jadwalnya :

Khusus Gresik / Lamongan: