Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Dakwah (page 5)

Category Archives: Dakwah

Warung Jumat B41K Makin Berkah Dengan Partisipasi Ibu-ibu ‘Aisyiyah Ranting Masangan Kulon Sidoarjo

Warung Jumat B41k dan Berkah yang dikoordinir oleh Lazismu Jatim dan Team Najib Hamid sudah berjalan selama 3 bulan di halaman Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Jl. Kertomenanggal IV no. 1 Surabaya. Setiap selesai sholat Jum’at sebanyak 150 porsi makanan disediakan untuk jamaah Masjid dan siapa saja yang melewati jalan di kawasan itu.

Pada Jumat siang, tanggal 21 Desember 2018 ini terasa sangat spesial, tidak hanya menunya yaitu soto daging istimewa, tapi juga kehadiran dan partisipasi ibu-ibu ‘Aisyiyah dari Ranting Masangan Kulon Sukodono Sidoarjo. Kali ini ibu-ibu ‘Aisyiyah yang memasak hidangan soto dagingnya. Menurut beberapa pengunjung yang menyantap hidangan soto itu mengungkapkan bahwa rasanya enak, khas dan dagingnya terasa gurih. “Nikmat, lezat, mantap dan pas rasanya” kata Anwar Hariyono, asal Gresik.

Tak ayal, 150 porsi soto yang disediakan ludes tak tersisa sama sekali. “Alhamdulillah, makanan masakan yang dimasak oleh tim kami habis dan bisa dirasakan oleh para jamaah yang menyantap hidangan kami” kata Santi Purwandari, Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Masangan Kulon.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bambang Mardiyanto, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Masangan Kulon yang turut mendampingi ibu-ibu ‘Aisyiyah. “Kedatangan kami selain bersilaturrahim dengan Lazismu juga berbagi hidangan makan siang kepada jamaah Masjid di area gedung Muhammadiyah Jatim. Semoga berkah dan bermanfaat” kata Bambang.

Warung Jum’at B41k dan Berkah ini mengundang partisipasi siapapun baik muzaki maupun donatur serta para aghniya untuk berbagi kepada sesama terutama dengan menyediakan makan siang bagi yang membutuhkan. Semoga aksi di hari Jumat ini menjadi keberkahan dan kemanfaatan bagi semua. (Adit).

Di Nganjuk, Lebaran Terasa Sudah Dekat Kata Emak-emak, Ada Apa ?

Bu Suti dan tetangganya kaget kedatangan rombongan tamu yang datang dari jauh, yaitu kota Nganjuk, pada ahad siang 16 Desember 2018. Tamu itu adalah Tim Grebek Lazismu kabupaten Nganjuk. Maklum, Bu Suti tinggal di desa Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk yang termasuk dalam salah satu kawasan pedalaman desa terpinggir, terpencil dan tertinggal.

Bu Suti dan tetangganya juga tak menyangka jika Tim Lazismu ini punya tugas untuk memberikan bantuan pakaian layak pakai dan daging korban dalam bentuk kornet kepada warga desa. “Wah, ini suatu kejutan dan sungguh bikin haru” kata ibu-ibu yang menyambut kedatangan Tim sekaligus mengucap terima kasih. “Lumayan Pak, kelak saat Lebaran tidak usah beli pakaian” begitu kata emak-emak di desa itu gembira.

Hal itu selaras dengan yang dikatakan oleh Mas Faris, PKH Kecamatan Ngluyu, “Orang di desa ini, maksudnya Lengkong Lor, kalau untuk beli pakaian sangat hemat dan pakaian yang dipakai cukup seadanya”.

Yang lebih memprihatinkan, perhatian orang tua di desa ini untuk pendidian anaknya sangat lemah sekali. “Anak desa ini kebanyakan S1 dan S2 alias SD dan SMP” kata Mas Farid sedikit berkelakar. Inilah yang menjadi perhatian Mas Faris.

Dalam kesempatan ini H. Slamet, SpdI, tokoh masyarakat, menyambut gembira dan mengatakan bahwa umat Islam walaupun berbeda organisasinya; Nahdliyin, LDII, Muhammadiyah dan yang lainnya janganlah saling menyalahkan atau menjelek jelekan satu sama lain. “Akan tetapi saling membantu dan kompak sehingga hidup ini ayem dan slamet. Slamet itu kepanjangan dari ‘Selalu mencari yang terbaik’, kata pak Slamet.

Hal itu sama dengan keluarga pak Slamet, dirinya Muhammadiyah dan istrinya Nahdliyin yang nikahnya pada bulan Syura. Karena selalu mengamalkan Islam hingga kini ‘selamet’ mempunyai anak tiga dan cucu empat.

Mijan, Sekretaris Lazismu kabupaten Nganjuk, menyampaikan bahwa pemberian pakaian layak pakai ini bukan untuk merendahkan warga desa tapi semata-mata menebarkan kebersamaan antara Lazismu, donatur dan penerima manfaat. “Dengan bapak/ibu warga desa ini mau menerima bantuan kami, berarti donatur akan mendapat manfaat dan menjadikannya amal kebaikan. Sedangkan bapak/ibu mendapat manfaat untuk memakai pakaian itu untuk bekerja ataupun telesan” kata Mijan.

Selain mendapatkan pakaian layak pakai, warga desa ini juga dibagikan kornet yang berasal dari daging qurban. Kornet ini merupakan program Qurban Bersama Sepanjang Masa yang dilaksanakan oleh Lazismu secara nasional. “Mudah mudah semua ini berkah dan menjadi amal baik bagi semua” pungkas Mijan penuh harap. (mj/adit).

Mendorong Generasi Muslim di Pamekasan Agar Semakin Cinta Qur’an

Generasi muda muslim harus terus didorong untuk mencintai agama dan kitab sucinya, yaitu Al Qur’an. Terlebih pada masa teknologi informasi ini kecenderungan hidup jauh dari norma agama semakin tinggi.

Lazismu kabupaten Pamekasan Madura dalam rangka menyemarakkan milad Muhammadiyah ke 106 menyelenggarakan kegiatan bernuansa religi. Bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan Lazismu menggelar Musabaqoh Tahfidzul Qur’an di pendopo wakil bupati pada hari Ahad (02/12/2018).

Menurut Matnin, ketua Lazismu Pamekasan, kegiatan ini berupa lomba hapalan Qur’an terutama Juzz amma bagi anak anak santri Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) usia sekolah dasar. Musabaqoh ini juga untuk menilai seberapa besar minat generasi muda muslim terhadap program Tahfidzul Qur’an yang digagas Lazismu pada berbagai masjid Muhammadiyah tingkat kecamatan di kabupaten Pamekasan.

Lomba ini diikuti 90 orang santri TPQ Muhammadiyah dari PCM atau kecamatan se kabupaten Pamekasan yang program tahfidznya di bawah bimbingan Lazismu. Dari Musabaqoh tersebut tampil 3 juara tahfidz dari 3 TPQ yang berhak mendapat penghargaan dan hadiah.

Musabaqoh Tahfidzul Qur’an dibuka oleh wakil Bupati Pamekasan yang sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan ini. Lazismu diharapkan oleh wakil bupati agar terus berperan menjadi pendukung dalam mendorong generasi muda muslim agar semakin cinta kepada agamanya, mencintai Rasulullah Saw dan menjadikan kitab suci al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. (Adit).

Rendangmu dan Kornetmu Dapat Sambutan Hangat Warga Muhammadiyah di Kuala Lumpur, Malaysia

Di sela-sela menghadiri Islamic Social Financing Forum di Kuala Lumpur, rombongan Lazismu menyempatkan diri untuk bersilaturrahim dengan warga Muhammadiyah yang berada di ibukota negara Malaysia. Selain bersilaturrahim, Lazismu secara resmi diundang untuk memberikan materi acara Sarasehan tentang Filantropi yang digelar oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Rabu petang (28/11/2018) rombongan Lazismu yang terdiri dari Hilman Latief, Ph.D (Ketua BP Lazismu Pusat), drh. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jatim), Dodok Sartono (Ketua Lazismu Jateng), Edi Muktiono (Manager Lazismu Pusat) dan Aditio (Sekretaris Lazismu Jatim) bertolak dari pusat kota Kuala Lumpur City Center (KLCC) menuju ke kawasan Gombak, pinggiran kota, dengan menggunakan Mass Rapid Transportation (MRT). Sesampai di Stesen MRT Taman Melati, Lazismu disambut oleh Dr. Sony selaku Ketua PCIM Malaysia yang segera mengantar rombongan menuju ke Rumah Dakwah Muhammadiyah, di Jl. Gombak Setia, Kuala Lumpur.

Di Rumah Dakwah Muhammadiyah itu telah berkumpul 40 anggota Muhammadiyah Malaysia yang hadir untuk mengikuti Sarasehan yang akan dibawakan oleh Hilman Latief, Ph.D (Ketua BP Lazismu Pusat) sekaligus persiapan rencana pendirian Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia, di Kuala Lumpur. Anggota Muhammadiyah di Malaysia sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia (WNI) asal pulau Jawa dan wilayah lainnya, yang tinggal di negeri jiran itu untuk keperluan bekerja atau studi. Sebagian kecil terdapat warga lokal Malaysia yang menjadi simpatisan Muhammadiyah karena tertarik dengan gerakan Persyarikatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Mereka terhimpun di dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) sebuah struktur Persyarikatan yang berada di bawah PP Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut Hilman Latief, Ph.D, menjelaskan panjang lebar tentang kehadiran dan kiprah Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) di bawah PP Muhammadiyah yang secara sah diakui oleh negara melalui SK Kemenag RI no 730/2016. Hilman juga menjelaskan tentang struktur, pola kerja dan prosedur pendirian Kantor Layanan Lazismu (KLL) khususnya yang berada di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, mengenalkan produk olahan daging qurban Lazismu yang dikemas dalam kemasan kaleng berupa rendang dan kornet. Rendang dan Kornet ini menurut Zainul awalnya memang diproduksi khusus di Jawa Timur. Namun karena manfaatnya sangat besar terutama untuk ketersediaan bahan pangan di kawasan terdampak bencana, maka produk yang diberi nama Rendangmu dan Kornetmu itu diproduksi agak besar sebagai program nasional Lazismu.

Hadirin Sarasehan pun sangat tertarik dan antusias dengan program qurban ini setelah dibagikan rendangmu dan kornetmu untuk dicicipi bersama. Sambutan hangat dan pujian diberikan oleh mereka karena program ini sangat menginspirasi. Mereka berniat ikut program ini untuk tahun depan dengan harapan dapat bermanfaat bagi sanak keluarga dan masyarakat di kampung halaman. “Kornetmu dan Rendangmu ini sungguh ide yang luar biasa dan cemerlang serta bermanfaat bagi masyarakat luas” kata Rohim, yang asli Pemalang, Jawa Tengah. Demikian pula dengan jamaah Muhammadiyah ’emak-emak’ yang erat dengan kegiatan dapur sangat tertarik dengan rendangmu dan kornetmu ini.

Selain mempersiapkan berdirinya Kantor Layanan Istimewa Lazismu (KLIL) Malaysia, warga Muhammadiyah di Kuala Lumpur ini juga akan mendirikan Koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di kalangan mereka setelah terinspirasi dari efek dan manfaat gerakan filantropi yang dilaksanakan oleh Lazismu. (Ad)

Menghargai Jasa Para Pejuang Pada Hari Pahlawan, Lazismu Santuni 154 Veteran RI di Surabaya

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para Pahlawannya, demikian kata sebuah ungkapan. Bangsa Indonesia menghargai para Pahlawan pejuang bangsa dengan menjadikan 10 November sebagai Hari Pahlawan yang diperingati oleh segenap anak bangsa ini.

Berkaitan dengan itu pada hari Ahad, 11 Nopember 2018 pagi, bertempat di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Wuni no. 9 Surabaya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya akan melaksanakan pentasarufan dana zakat infaq dan shodaqoh. Kegiatan pentasharufan kali ini bertepatan dengan peringatan Milad ke 109 H / 106 M Persyarikatan Muhammadiyah dan juga memperingati Hari Pahlawan tahun 2018.

Pada kesempatan ini Lazismu mengundang 154 orang veteran Republik Indonesia dan para janda veteran yang sebagian besar dalam kategori lanjut usia dan dhuafa. Melalui Program Pemberdayaan Lansia Dhuafa Lazismu Surabaya memberikan santunan dan mengikutkan beberapa veteran dalam program pemberdayaan ekonomi yaitu pemberian 4 unit rombong untuk berdagang makanan dan minuman.

Selain itu Lazismu juga memberikan Tali Asih kepada 15 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yaitu para Guru yang rela berjuang dalam bidang pendidikan dengan penghasilan rendah. Bantuan 8 unit sepeda pancal juga diberikan kepada anak rentan putus sekolah melalui program Ayo Sekolah, Rek!. Untuk menyemangati anak-anak mengkaji al-Qur’an Lazismu juga menyerahkan bantuan Al Qur’an dan kopyah kepada Rumah Pintar Matahari (RPM) Krembangan Surabaya.

Sunarko, Ketua Lazismu Kota Surabaya merasa bangga dan berucap terimakasih atas perkenan dan kehadiran dari para veteran dan janda veteran memenuhi undangan Lazismu dalam rangka Milad ke 109 H / 106 M Muhammadiyah sekaligus Memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Sunarko berharap semoga santunan yang diberikan walau hanya sedikit namun yang terpenting adalah nilai Silaturrahim dengan para veteran yang telah berjuang untuk negeri ini. “Setidaknya warga Muhammadiyah sebagai bagian negara ini tidak akan melupakan Jasa para pahlawannya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya” kata Sunarko.

“Semoga Silaturrahim ini tidak berakhir sampai disini dan akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Kami akan belajar belajar banyak kepada para veteran yang dengan aksi nyata berjuang mempertahankan kemerdekaan. Sehingga generasi masa kini bersama-sama elemen masyarakat lainnya dapat menjadikannya sebagai  motivasi mengisi kemerdekaan dan mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera sesuai amanah dan cita-cita UUD 1945” pungkas Sunarko.

Pada acara itu disampaikan KAJIAN AGAMA oleh Ustadz drh. H. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jawa Timur). Dalam kajiannya ust. Zainul menyampaikan bahwa Muhammadiyah sesuai namanya adalah organisasi Islam yang selalu melakukan amal-amak terpuji. Sejak berdiri 109 tahun yang lalu, Muhammadiyah berkomitmen untuk melakukan aksi nyata, diantaranya memberantas kemiskinan dengan mendirikan Majelis Penolong Kesengsaraan Umum.

Muhammadiyah juga mendirikan lembaga pendidikan, karena dengan pendidikan, ummat Islam dapat memberantas kebodohan. Muhammadiyah melaksanakan program amal kemanusiaan tidak hanya untuk warga Muhammadiyah atau ummat Islam saja, melainkan untuk seluruh bangsa dan lapisan masyarakat. Apalagi kemiskinan di negeri kita masih relatif besar.

Pada hari Pahlawan ini, tambah ustadz Zainul, para Amil Lazismu di Surabaya ternyata melaksanakan acara yang sangat terpuji yaitu dengan mengundang para veteran pejuang RI. Selain menjadi ajang untuk bersilaturahim dan menyambung benang merah generasi dengan para pejuang dan Pahlawan ini, Lazismu Surabaya juga menyampaikan tali asih. (Adit/Nrk).

Milad Muhammadiyah ke-106 Mengajak Segenap Anak Bangsa Berta’awun Untuk Negeri

Muhammadiyah akan memperingati Milad yang ke-106 menurut hitungan kalender Miladiyah (atau Ke-109 menurut hitungan kalender Hijriyah). Tema Milad kali ini adalah: ”TA’AWUN UNTUK NEGERI”. Muhammadiyah mengajak segenap anak bangsa, terutama warga Muhammadiyah, untuk saling membantu dan bersinergi guna mengatasi berbagai musibah yang melanda negeri, seperti bencana alam, bencana sosial dan sebagainya.

Sesuai dengan tema milad tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan kepada Pimpinan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah untuk menyelenggarakan peringatan Milad Muhammadiyah Ke-106 dengan kegiatan milad berupa kegiatan sosial dan pengumpulan dana untuk musibah bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Penggalangan dana bencana itu dilakukan pada semua tingkatan Pimpinan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Indonesia serta segenap keluarga besar Muhammadiyah. Hasil penghimpunan itu disalurkan melalui Lazis Muhammadiyah (Lazismu) yang dalam penanganan kebencanaan bermitra sinergis dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Mari Kita Saling Berta’awun Untuk Negeri Tercinta.

Lazismu Hadirkan Layanan Khitan ‘Blusukan’ dari Rumah ke Rumah di Jember

Khitan Home Service (gratis) Lazismu Jember (10/10/2018) kembali hadir. Sasaran program khitan blusukan kali ini ada di Dusun Langsepan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.

Anak remaja yang dikhitan itu bernama Ahamd Deni, yang kerap disapa Deni sehari-harinya. Deni yang hobi bermain sepakbola, bercita-cita kelak ketika besar nanti menjadi pemain sepak bola profesional.  Ia dilahirkan 11 tahun silam dan kini sudah duduk di bangku kelas 5 pada SD Negeri 6 Jenggawah. Deni berasal dari keluarga yang kurang mampu dan untuk itu ia layak dibantu, terutama untuk berkhitan.

Budiman, ayah Deni, sempat khawatir dan sedih sewaktu menyaksikan anaknya dikhitan. Tapi ia menyatakan senang dengan bantuan program khitan gratis ini karena sangat bermanfaat. “Terima kasih dan semoga Lazismu tetap jaya.” ucap Budiman gembira. (Yovie/www.lazismujember.org)

Tim Medis MPKU-MDMC Jatim Gelar Khitanan Masal di Areal Terdampak Bencana di Lombok Utara

Penanganan kehidupan masyarakat pasca bencana di area terdampak terus dilakukan oleh Tim ‘One Muhammadyah One Response’ (OMOR). Salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan sosial keagamaan.

Tim Medis Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Majelis Pelayanan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang didukung Lazismu pada Kamis pagi ini (11/10/2018) menggelar kegiatan sosial keagamaan di kawasan terdampak bencana gempa bumi di Lekok, kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara barat (NTB). Kegiatan itu berupa khitanan masal bagi anak-anak warga terdampak bencana di kawasan itu.

Sebanyak 40 anak sudah mendaftarkan diri untuk dikhitan oleh Tim Medis yang berasal dari RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo. Menurut dr. Tjatur Prijambodo, selaku koordinator acara, khitanan masal ini dilaksanakan sebagai respon lajutan Muhammadiyah dalam masa rehabilitasi bencana di Lombok. Selain sebagai bentuk pelaksanaan ibadah sesuai perintah Nabi Saw, khitan masal ini juga dalam rangka syiar dakwah di masyarakat.

Pelaksanaan khitan dilakukan di depan Klinik Darurat yang juga dibangun oleh Muhammadiyah di desa Lekok kecamatan Gangga itu. Masyarakat sangat antusias menyambut kegiatan ini dengan mengantarkan anak-anak mereka menuju ke tempat khitanan masal. Sejak pagi masyarakat sudah mengantre dan tepat pukul 08.00 WITA kegiatan ini dimulai.

Jerit dan tangis anak-anak pun pecah manakala satu-persatu dikhitan oleh tim dokter. Sementara orang tua mereka berupaya menenangkan anak-anak yang kesakitan saat dikhitan. Hal itu menambah suasana meriahnya acara yang baru pertama kali diadakan di desa itu sejak terjadinya bencana beberapa waktu yang lalu.

Anak-anak yang tadinya meringis dan menangis kesakitan setelah dikhitan itu kemudian tampak ceria dan gembira karena mereka mendapatkan bingkisan dari MDMC-Lazismu berupa sarung dan baju taqwa serta santunan lainnya. Warga masyarakat pun merasakan manfaat dari kegiatan ini. (Adit/Tja).

Keberkahan di Warung Jumat B41K & Berkah Lazismu

Lazismu Jawa Timur dan Nadjib Hamid (NH) Official membuka Warung Jumat B41K di halaman Kantor PWM Jatim Jl. Kertomenanggal, Jumat (28/9/2018).

Warung prasmanan dengan prinsip Makan Sepuasnya, Infak Seikhlasnya dibuka setiap hari Jumat. Hari itu menyediakan 120 porsi makanan. Turun shalat Jumat, jamaah Masjid Al Badar langsung antre mengambil makanan.

Dalam waktu singkat makanan pun habis. Usai makan mereka memasukkan infak di kotak yang disediakan. Siang itu infak terkumpul Rp 700 ribu dimasukkan ke Lazismu.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PW NA) Jatim Nur Afni Rachman mengatakan, kehadiran Warung Jumat B41K mendatangkan keberkahan. ”Jamaah menikmati hidangan yang disediakan,” ujarnya.

Senada Ketua PWPM Jatim Mukayat Al Amin berharap warung ini membuat gerakan dakwah Muhammadiyah semakin terasa. Terutama buat masyarakat sekitar kantor PWM.  “Semoga kita senantiasa bisa menebar kebaikan dan keberkahan untuk masyarakat,” ujarnya.  (Aan / pwmu.co)

Mengapresiasi Siswanto, Selama 38 Tahun Mengabdi Sebagai Marbot Masjid di Pelosok Kabupaten Malang

Sangat jarang orang bercita-cita sebagai Marbot Masjid apalagi di kawasan terpencil dan pelosok. Namun tidak demikian dengan Siswanto (51 tahun), yang selama 38 tahun telah mengabdi sebagai Marbot Masjid al-Muhajirin di dusun Transad, desa Harjakuncaran, kecamatan Sumber Manjing, Kabupaten Malang.

Hari beserta rekan dari Lazismu kabupaten Malang (Kamis malam, 20/09/2018) berkesempatan silaturrahim ke kediaman Siswato di kawasan pelosok Malang Selatan. Dari kota Malang menempuh perjalanan selama 2 jam lebih ke arah selatan. Setelah bertanya ke beberapa orang sampailah Hari di kediaman Siswanto.

Siswanto bangga dirinya sebagai Marbot Masjid walau tanpa gaji apalagi beragam tunjangan. Hidupnya dikhidmatkan untuk merawat dan memelihara kebersihan dan keindahan Masjid di desanya. Ia juga bertugas sebagai sekretaris Masjid, mendamping Takmir bertugas memakmurkan Masjid al-Muhajirin. Guna menghidupi keluarga ia pun rela bekerja sampingan apa saja di desa itu.

Sebagaimana diceritakan oleh hari, Lazismu Kabupaten Malang, Siswanto sangat sadar akan tugas beratnya sebagai Marbot Masjid. Sebuah ‘profesi’ yang sangat jarang diidamkan oleh anak muda. Namun dengan tekad menjaga rumah Allah dan keikhlasan yang begitu tinggi menjadikan Siswanto tidak patah arang dan kendur semangat.

Mengapresiasi Siswanto, Lazismu Kabupaten Malang sekedar memberikan santunan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada sosok yang berjuang dalam agama Allah. InsyaAllah di lain kesempatan Lazismu akan terus memberikan perhatian kepada para pejuang di jalan Allah. Semoga Siswanto semakin ikhlas dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai Marbot dan amalnya diterima oleh Allah SWT. Aamiin. (Adit).

 

Di PawonMu Tuban, Pengunjung Bisa Makan Sekenyangnya Tapi Bayar Sesukanya

Hari Jum’at hari yang penuh berkah. Sudah selayaknya kita kaum Muslim mewarnainya dengan amalan mulia dan memberikan kemanfaatan kepada sesama.

Memberikan nuansa kemuliaan dan keberkahan di hari Jum’at barokah, Lazismu kabupaten Tuban membuka tempat makan dengan Tema “Makan Sekenyangnya Bayar Sesukanya”. Tempat makan yang diberi nama PawonMu itu digelar di halaman Masjid Darussalam di kota Tuban. (07/09/18)

Menurut Abdul Malik, Sekretaris Lazismu Tuban, pengunjung, siapa saja boleh datang untuk makan dengan membayar sesukanya atau seikhlasnya, yang penting perut kenyang dan bisa turut berperan serta dalam aksi berbagai kepada sesama. Menu yang disediakan spesial dan khas Tuban, terutama sayur dan lauknya. Khusus kaum dhuafa dan warga kurang mampu tidak perlu bayar alias gratis.

Kegiatan ini dijadwalkan setiap hari jumat dengan dukungan dan partisipasi warga Muhammadiyah, simpatisan dan para donatur masyarakat luas. Infaq atau pembayaran santap pagi yang masuk digunakan untuk berbagai kegiatan sosial di Tuban. (Adit).

Lazismu Berupaya Tampil Sebagai Wasilah Kemajuan Bagi Dakwah Islam di Kabupaten Probolinggo

Lazismu mensuport Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo pada setiap acara turba ke beberapa Pimpnan Cabang Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo. Suport tersebut berupa pembagian sembako pada warga kurang mampu di Pimpinan Cabang yang dikunjungi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo.

Suport atau dukungan ini bagian dari upaya Lazismu Kabupaten Probolinggo untuk menjadi wasilah bagi kemajuan Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo. “Lazismu harus menjadi wasilah kemajuan Muhammadiyah,” Kata Kung Ridho, Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo. Lanjutnya,”Kita telah diamanahi untuk itu oleh Bapak Nadjib Hamid saat meresmikan kantor Lazismu beberapa waktu yang lalu.”

Dua kali turba telah dilaksanakan. Yang pertama di PCM Kotaanyar dan yang kedua di PCM Pajarakan. Dalam setiap turba PDM tersebut, Lazismu menyiapkan sembako untuk dibagikan pada warga kurang mampu di wilayah PCM tersebut.

Di turba pertama dibagikan 30 paker sembako, di turba kedua dibagikan 40 paket. “Turba pertama 30 paket sembako, turba kedua 40 paket, dan turba berrikutnya semoga terus bertambah,” Kata Fauzi, S. Ag saat memberi sambutan di turba kedua di PCM Pajarakan yang ditempatkan di Masjid Al Ikhlas. (Rd/Ad).