Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Rabu , 30 September 2020
Breaking News
You are here: Home » Inspirasi

Category Archives: Inspirasi

Agus Edi Sumanto : “BANK ZISKA Solusi Jitu Atasi Rentenir yang Merajalela”

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) - Struktur OrganisasiKeberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang dimiliki oleh mayoritas warga di Indonesia. Sebanyak 90% pengusaha merupakan golongan UMKM ini. Sebagian besar merupakan usaha yang sangat kecil sekali, boleh dibilang gurem atau mikro.

Hampir setiap pasar dihuni oleh pedagang-pedagang tradisional dan peda-gang lokal yang bermodal kecil. Merekalah yang justru memainkan ekonomi di ting-kat bawah, yakni menjadi penghubung antara produsen ke konsumen.

Karena bermodal kecil, maka un-tuk memutar uang guna menjalankan usa-hanya banyak dari UMKM yang berhutang kepada orang lain yang memiliki hubungan dekat dengan mereka. Bisa berhutang ke teman, keluarga, kerabat, lembaga keuangan mikro atau pihak-pihak lain yang menawarkan jasa pinjaman cepat dan mudah.

Tidak semua UMKM memiliki akses ke perbankan. Oleh karena itu tak heran jika menjamurnya jasa pinjaman bukan bank dan bukan pula lembaga keuangan. Jasa pinjaman ini milik perseorangan yang berbunga tinggi bahkan sangat tinggi, atau lebih dikenal dengan rentenir alias lintah darat.

Makin lama semakin banyak pedagang kecil dan UMKM yang terjerat oleh Rentenir seiring dengan perkembangan roda usaha dan kebutuhan hidup mereka. Satu orang bisa terjerat lebih dari 5 rentenir. Rentenir ini sangat lincah, luwes, dekat dan tidak berbelit-belit dalam mencairkan pinjaman dana. Namun jangan kaget bila jasa uang atau bunganya terbilang sangat tinggi. Ada rentenir yang besar bunganya bisa berkali-kali lipat dari pokok pinjaman.

Jika hal semacam itu dibiarkan terjadi dan tidak ada solusi maka benarlah ada syair lagu dangdut yang menyebutkan ‘yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin’. Jika sudah terjert rentenir maka jangan dibayangkan bisa berkembang usahanya, malah justru terpuruk jatuh terjun ke jurang kebangkrutan.

Nah, disinilah letak permasalahan utamanya, yakni kekurang pedulian semua pihak yang berkompeten untuk mengembangkan perekonomian UMKM. Banyak UMKM yang notabene ummat Islam terjerat oleh rentenir yang jelas-jelas riba dan menghisap jerih payah UMKM. Tidak menjadikan usaha bisa tumbuh dan berkembang penuh keberkahan tapi malah menjerumuskan kepada kehidupan yang melemahkan.

Maka sudah saatnya kita semua, ummat Islam untuk bangkit memikirkan kehidupan perekonomian rakyat bawah yang notabene menjadi urat nadi ekonomi bangsa. Saatnya kita semua menyelamatkan mereka dari riba yang sangat mencekik leher.

BANK ZISKA Solusi untuk Ekonomi Bangsa.

Saat ini sudah berkembang konsep bank infaq atau al-qardul hasan. Konsepnya sangat sederhana namun berdaya lejit yang luar biasa. Intinya adalah bagaimana dana zakat dan infaq dapat menjadi solusi bagi perekonomian ummat atau sektor usaha kecil dan menjauhkannya dari jeratan riba.

LAZISMU sebagai lembaga amil zakat sudah selayaknya mengedukasi, mengembangkan, dan melembagakan konsep ini. Masyarakat harus ditanamkan agar bebas dari jeratan hutang yang berbasis ribawi dan mengarahkannya.
Dalam rapat-rapat LAZISMU wilayah Jawa Timur tercetuslah ide mendirikan BANK ZISKA yaitu sebuah wadah yang berupaya mengembangkan kehidupan ekonomi dan melepskan ummat dari jeratan riba. Tujuan utamnya adalah membangun masyarakat yang produktif berdasarkan Syariat, mengembangkan Literasi di bidang Entrepreneurship, mendekatkan diri Kepada Allah SWT dan mewujudkan masyarakat “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”.

Bank Ziska Lazismu bukanlah bank sebagaimana yang dimaksud dalam Undang Undang RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Akan tetapi Bank ZISKA adalah merupakan Gerakan Pemberdayaan UMKM melalui pemberian pinjaman tanpa bunga. Dana Bank Ziska merupakan Tasaruf dana Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari Lazismu.
Akad pinjaman Bank Ziska merupakan janji dari Peminjam dana kepada Allah SWT yang mana Pengurus sebagai saksi dalam akad tersebut.

Namun demikian Bank Ziska mengikuti kaidah-kaidah profesional yang dilakukan dalam perbankan, tentu dengan beberapa penyesuaian.

Karena dimaksudkan untuk mereduksi atau sedikit demi sedikit mengurangi akses ke Rentenir maka kegiatan Bank Ziska adalah pemberian pinjaman lunak tanpa bunga dengan sistem al-Qardul Hasan.

Persyaratan bagi peminjam adalah Perorangan yang telah memiliki usaha mikro atau super mikro, anggota komunitas majelis taklim, jamaah masjid, jamaah perkumpulan masyarakat dan sejenis lainnya yang sedang terjerat pinjaman dari rentenir atau pinjaman berbasis riba lainnya.

Persyaratan lainnya peminjam memiliki kemampuan mengembalikan dana pinjaman. Bagi peminjam harus ada rekomendasi dari Pengurus Bank ZISKA atau dari Tokoh Masyarakat atau Ustadz, Imam Masjid atau Pimpinan Komunitas Majelis Taklim. Untuk pembinaan religi peminjm harus bersedia menghadiri kegiatan taklim dari Bank ZISKA.

Bank ZISKA dengan sistem pinjaman al-Qordhul Hasan akan mendampingi peminjam sampai lepas dari rentenir. Bank ZISKA akan melakukan pendampingan dan pembinaan usaha, misal monitoring omset dan biaya dalam usahanya sampai usaha tersebut mampu mandiri dan tidak terjerat riba.

Bank ZISKA akan memberikan literasi tentang kewirausahaan, usaha berdasarkan syariah, dan pemasaran kepada para peminjam. Setelah nasabah melunasi pinjaman qordhul hasan, dan dinilai telah mampu maka bank ZISKA mengarahkan pada pembiayaan bisnis yang bersifat komersial dengan pola bagi hasil atau lainnya yang sesuai dengan syariah Islam.

Nah, mari kita dukung bersama program Bank ZISKA ini sebagai upaya untuk membentengi ummat Islam dari bahaya keji riba dan menuntun ummat kepada kehidupan ekonomi yang Islami. Saatnya LAZISMU memberi solusi untuk negeri dalam bidang ekonomi.

Dr. Agus Edi Sumato, Wakil Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur.

Dengan Kaki Palsunya Slamet Efendi Bertekad Menggapai Masa Depannya Yang Cerah

Alhamdulillah Lazismu kabupaten Lumajang bisa mengantar kembali Slamet Efendi untuk mengambil kaki palsunya yang sudag jdi ke Bengkel Kaki Palsu Sucipto di Pandaan Pasuruan.

Senyum Slamet semakin cerah karena kini ia bisa berjalan normal, setelah delapan bulan mengurung diri akibat menjadi korban begal sadis yang mengakibatan kaki kanannya putus dan jari tangan kirinya hilang. Semoga bantuan kaki palsu dari para donatur Lazismu bisa memberi semangat untuk menyambut masa depannya.

Hari Sabtu, 25-07-2020, Lazismu kabupaten Lumajang bersama Tim berangkat ke Bengkel Kaki Palsu Sucipto di Pandaan Pasuruan untuk mengambil kaki palsunya yang sudah jadi. Sebelumnya kaki palsu itu sudah melalui proses pengukuran dan pembuatan selama satu minggu. Dalam perjalanan itu Slamet didampingi oleh Drs. Muari, Ketua Lazismu Lumajang.

Slamet mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu dan para donatur yang sudah membantunya untuk bisa menyambut masa depan yang lebih cerah. Slamet pun sempat bersujud syukur dan menangis bahagia karena selama delapan bulan tidak bisa berjalan dengan normal. Ia pun hanya mengurung diri di rumah.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa jalan lagi. Ini suatu karunia dalam hidup saya dan akan saya kenang sepanjang hidup saya,” ungkapnya.

“Insya Allah saya akan pergunakan kaki palsu ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan saya doakan para pejuang Lazismu dan doantur selalu diberi kesehatan sehingga semakin banyak lagi yang dapat dilakukan untuk memberi manfaat,” tandasnya.

Drs Muari, Ketua Lazismu Lumajang, mengucapkan terima kasih kepada Ali Muslimin selaku Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesi (PPDI) setempat yang telah memberikan informasi, sehingga Lazismu dan para donatur bisa berbuat semaksimal mungkin guna mengusahakan kaki palsu bagi Slamet Efendi.

“Kita merasa iba dan kasihan, apalagi Slamet ini umurnya masih relatif muda dan masa depanya masih panjang. Kondisinya perlu perhatian kita semua,” kata Muari.

Dia juga mengutuk keras pelaku begal sadis yang selama ini sangat meresahkan dan membahayakan masyarakat. Semoga ke depan tidak ada lagi korban seperti yang dialami oleh Slamet Efendi ini, pungkas Muari. (Kus/Ad)

 

Mengedukasi Warga Agar Sadar Bahaya Covid-19 dengan Mobil Keliling di Kabupaten Probolinggo

Edukasi Covid-19 dengan Mobil Keliling dilakukan sebagai bagian dari program-program edukasi yang dilakukan oleh Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Probolinggo. Pada tanggal 16 April 2020 Tim Mobil keliling bergerak ke 6 titik kawasan.

Edukasi Covid-19 dengan Mobil Keliling dilakukan di 6 titik. Titik pertama dengan komandan Ketua PCM Paiton, Sigit Prasetyo, ST, adalah Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Kuripan. Titik kedua dengan komandan PJs. Ketua PCM Kraksaan, Ust. Rusdi yang bergerak di Kecamatan Kraksaan, Krejengan, dan Besuk. Titik ketiga, juga dipimpin langsung oleh Ketua PCM Pajarakan, Drs. Samsul Muarif, MPd. Mobil bergerak di Pajarakan dan Gading. Titik keempat, kawasan Kecamatan Gending, Banyuanyar dan Maron digawangi oleh para Relawan Pemuda Muhammadiyah, dipimpin langsung oleh Ketua PDPM Kabupaten Probolinggo, Dwi Rohmadiyanto.

Kawasan Kecamatan Dringu, Leces, dan Tegalsiwalan, yang merupakan titik kelima dipimpin oleh Sekretaris LAZISMU yang juga Ketua PCM Dringu. Sedang Ketua MCCC yang juga Ketua LAZISMU Kabupaten Probolinggo turun langsung memimpin titik keenam bersama Ketua PCM Lumbang Suheri. Titik keenam meliputi wilayah Kecamatan Lumbang, Sukapura, dan Tongas.

Kegiatan ini diambil sebagai bagian dari peran serta Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo dalam penanggulangan Covid-19. Sekaligus upaya konsolidasi kekuatan Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo.

“Program edukasi masyarakat menggunakan mobil keliling sangat cocok untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo yang notabene pendidikan masyarakatnya masih pendidikan menengah ke bawah,” Jelas Kung Ridho, sapaan akrab Ketua MCCC Kabupaten Probolinggo yang sekaligus Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, edukasi masyarakat dengan mobil keliling ini berbiaya murah dan daya jangkauannya bisa luas. Dengan 6 titik edukasi, 17 Kecamatan dari 24 kecamatan di bisa dijangkau.

Dalam kegiatan edukasi masyarakat ini juga dibagikan 2000 eksemplar brosur dan 1050 lembar masker.
Jumlah masker yang akan dibagikan awalnya hanya 300 lembar. Ketika Tim MCCC akan bergerak, ada laporan dari beberapa titik ada tambahan titipan masker dari warga untuk dibagikan. Dari titik 1 ada tambahan 150 lembar, titik 2 ada titipan 100 lembar, Pajarakan 100, Pendil 100 lembar, Dringu 200 lembar, Lumbang 100 lembar.

Selain tambahan-tambahan masker tersebut, apresiasi masyarakat kepada Team MCCC sangat luar biasa. Apresiasi tersebut ada yang mengajak tim MCCC makan di warung, memberi kopi yang sudah disedu maupun masih dalam bungkusan.

“Luar biasa, Muhammadiyah memang luar biasa,” Kata Mas Bama saat menyerahkan sebungkus kopi Robusta Semeru dan sebungkus Drip Bag Series.

“Masker…masker…masker…” teriak beberapa emak-emak saat mobil MCCC lewat. Sepertinya, mereka tahu kalau mobil MCCC bagi-bagi masker, terutama dari akun FB Kung Ridho.

“Terima kasih atas partisipasi dan dukungan kepada kami. Terima kasih pula kepada seluruh elemen Muhammadiyah yang telah bahu membahu bergerak bersama di MCCC Kabupaten Probolinggo.” pungkas Kung Ridho dengan senyum semangat. (R)

Lazismu Sudan bagikan Bantuan Pangan Bagi Mahasiswi Indonesia yang ter”Lock Down” di Asrama Putri Kampus International University Of Africa (IUA) Khartoum

 

Kader Muhammadiyah senantiasa cepat tanggap dalam setiap permasalahan umat, tidak terkecuali di luar negara, termasuk di Sudan.

Kebijakan lockdown yang diterapkan secara tiba-tiba untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona oleh pihak asrama putri kampus International university of Africa (IUA) Sudan tanpa ada konfirmasi sebelumnya, mengakibatkan para mahasiswi Indonesia yang bertempat tinggal di asrama putri itu mengalami kesulitan, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok sehari-harinya.

Berangkat dari peristiwa tersebut, Lazismu Sudan tak ingin berdiam diri dan berusaha menjadi salah satu fasilitator dalam menghimpun benih-benih kebaikan untuk membantu para mahasiswi Indonesia yang sedang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok mereka selama kebijakan lockdown berlangsung di kawasan asrama putri IUA.

Dalam kesempatan ini, menurut ustadz Tamimi, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan, Lazismu bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan dalam pembagian dan penyaluran sembako kepada para mahasiswi Indonesia yang tinggal di asrama putri IUA.

Alhamdulillah telah terlaksana pembagian sembako kepada 35 kelompok makan mahasiswi Indonesia di asrama putri kampus International Of Africa (IUA) Sudan pada hari ahad (22/03/2020) malam, ungkap ustadz Tamimi.

Adapun sembako yang dibagikan berupa beras, garam, telur, minyak, dan mie instan. Bantuan sembako ini diserahkan oleh para relawan Lazismu Sudan kepada mahasiswi Indonesia yang tinggal di kawasan asrama putri kampus International university Of Africa (IUA) di Khartoum, negara Sudan.

Pembagian sembako yang merupakan bentuk kepedulian sosial Lazismu Sudan untuk para mahasiswi Indonesia melalui program “Muhammadiyah Cepat Tanggap”. Upaya ini diharapkan mampu meringankan beban mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok selama kebijakan lockdown berlangsung, jelas Tamimi.

Lazismu Sudan mengucapkan beribu terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuan ini. Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberi manfaat bagi para mahasiswi.

“Semoga Allah dengan rahmat Nya, segera memulihkan dunia dari semua wabah penyakit dan fitnah, serta menjaganya dalam keamanan dan kedamaian yang mendekatkan kepada ketakwaan dan rasa syukur kepada Nya.” doa ustadz Tamimi.

Mari bergerak menebar kebaikan bersama Lazismu Sudan. Ayo menjadi bagian dalam program jariyah! Salurkan infaq terbaik anda melalui Lazismu Sudan, ajak ustadz Tamimi.

Anda ingin menjadi bagian dari kebaikan? Mari berzakat dan bersedekah. Nomor Rekening Lazismu Sudan: Bank Syariah Mandiri. 7137676774 a/n Lazismu Sudan

 

Joko Intarto : “RS Siti Fadilah Supari Palu Sulteng, Perlawanan di Balik Nama”

Joko Intarto

Media Barat memberinya gelar tokoh revolusi. Majalah ‘’The Economist’’ London menempatkan Siti Fadilah sebagai tokoh yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak penyakit pandemik.

Dialah satu-satunya menteri dari negara berkembang yang berani melawan hegemoni WHO (World Health Organization). Dan menang. Namun wanita pemberani itu dipaksa kalah di pengadilan. Di negerinya sendiri. Sungguh tragis.

Wanita pejuang itu tak lain adalah dr Siti Fadilah Supari. Mantan Menteri Kesehatan RI itu.

Siti Fadilah Supari memang kalah di pengadilan. Tetapi perjuangannya membela Merah Putih mendapat penghargaan yang tinggi. PP Muhammadiyah pun menjadikan nama salah satu kader terbaiknya itu sebagai nama rumah sakit PKU Muhammadiyah di Palu, Sulawesi Tengah.

Saya mengunjungi RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari Palu, awal pekan lalu. Ini kunjungan saya yang keempat selama empat bulan terakhir.

Pada kunjungan pertama, bentuk RS itu belum ada wujudnya. Masih berupa sebuah klinik kecil di tengah lahan seluas 2.000 Meter persegi. Nama RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari hanya tertera pada spanduk di pagar halaman.

Meski berukuran mini, klinik itu berjasa besar dalam penyelamatan para korban bencana besar yang melanda Palu, Sigi Biromaru dan Donggala pada 28 September 2018 lalu. Ketika banyak fasilitas medis di Palu hancur, klinik ini menjadi satu-satunya pusat pelayanan medis yang tetap beroperasi 24 jam.

Di klinik inilah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu membuka pusat bantuan dan pelayanan untuk para korban. Dari klinik ini pula tim medis MDMC mengendalikan operasi dua Puskesmas yang mati suri karena terdampak bencana.

Setelah situasi sudah kondusif, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nasir pun melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari.

Kiprah klinik mungil itu ternyata bergaung hingga ke Amerika Serikat. Lembaga sosial di Negeri Pam Sam itu pun mengirimkan donasi untuk pembangunan gedung. Sedangkan pengadaan peralatan medis dibantu lembaga sosial dari Australia.

Dari dalam negeri, masyarakat menyumbangkan dana untuk rumah sakit melalui Lazismu. Dana itu akan digunakan untuk mengoperasikan rumah sakit ketika sudah berdiri. Tidak lama lagi.

Tidak lama lagi? Ya. Tahun ini RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari Palu akan beroperasi. Pekan lalu, pembangunan fisiknya sudah mencapai 40 persen. Seluruh rangka bangunan berlantai dua itu sudah selesai. Pengecoran lantai atas pun sudah dimulai.

Bangunan berlantai dua itu berada di bagian depan. Di belakangnya ada dua bangunan lagi. Bangunan klinik yang sekarang masih beroperasi dan bangunan gudang peralatan medis di bagian tengah. Di belakang sedang dibangun instalasi pengolahan limbah dan fasilitas pendukung rumah sakit seperti laboratorium dan kantor manajemen.

Saya bisa membayangkan betapa bangganya warga Palu dengan rumah sakit bernilai Rp 21 miliar itu kalau pembangunaannya sudah selesai. Sayang, Siti Fadilah Supari tidak sempat menyaksikannya. Dia hanya hadir lewat namanya saja.(jto)

Joko Intarto, Jurnalis dan Anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat

dr Zainul Muslimin : “Hentikan Narasi-narasi Negatif, Mari Menebar Kebajikan dan Kebaikan”

 Saya mengamati berbagai update sta-tus media sosial (medsos) milik te-man dan rekan yang bertebaran sepanjang waktu. Tentunya teman di dunia maya dan beberapa teman di dunia nyata.

Berbagai update status mulai dari berbagi informasi tentang tren gaya hidup, kuliner, tour-wisata, info kesehatan, kabar lalu lintas, politik, budaya dan sebagainya atau sekedar berbagi link apapun temanya. Namun ada dan bahkan banyak yang sibuk update status dan mengomentari aib orang lain, menebar narasi-narasi negatif, ucapan kebencian, bahkan caci maki kepada pihak-pihak tertentu.

Tentu itu adalah hak mereka karena mereka punya tanggung jawab terhadap status dan komen di dunia maya. Namun tidak bisakah berhenti menebar kata-kata dan narasi negatif, ucapan penuh kebencian dan menyoroti aib pribadi orang lain. Terus manfaatnya apa ?

Tidak bisakah menebar kata-kata nan sejuk, indah, bijaksana dan penuh dengan kesabaran. Kalimat yang mendamaikan dan menginspirasi kebaikan serta kebajikan ? Atau memberikan solusi tentang kehidupan ? Apakah kualitas diri mereka yang berkomen negatif itu memang hanya segitu saja. Tak mampu menjadi solusi karena memang tak punya kompetensi.

Tentu apa yang kita katakan ada-lah cerminan kehidupan kita sehari-hari. Ki-ta bisa tegas atau bahkan keras kepada pihak lain untuk melakukan pemerataan ke-makmuran dan keadilan. Tetapi pada saat yang sama kita tak kuasa menasehati diri sendiri untuk melakukan hal yang sama de-ngan yang kita tuntutkan kepada pihak lain.

Tak menyesalkah bila hidup ini tidak diisi dengan suatu kebaikan dan kebijaksanaan walau hanya narasi dan kata ? Banyak narasi tentang nilai kebaikan dan kemanfaatan yang seharusnya bisa kita tebar dan tabur dalam hidup ini.
Seolah kita sibuk banget melihat dan menghitung kelemahan orang lain sampai lupa untuk melihat dan memper-baiki diri kita sendiri.

Bukankah kita diperintahkankan untuk melihat diri, lebih dari itu menghi-tung diri kemudian pacu-lesatkan potensi diri yang lebih baik ke depan. Fokus dan istiqamah dalam menebar manfaat yang mungkin tak seberapa, karena sejatinya akan terus menggelinding dan membesar, diiringi oleh yang lain dalam upaya meraih mimpi-mimpi yang sama.

Ada hal yang semestinya patut mendapat perhatian kita semua, yaitu pe-nyesalan ketika ajal menjemput. Perhatikan firman Allah SWT dalam surat al-Munaafi-quun ayat 10 dan surat al-Mu’minuun ayat 99-100. Ayat-ayat itu menggambarkan ke-inginan kita untuk bersedekah dan menja-di orang yang sholih justru setelah ajal tiba.

Ayat ke-10 Qur’an Surat al-Muu-nafiquun : “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

Ayat yang ke-99 dan 100 Qur’an Surat al-Mu’minuun : (99) “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),” (100). “Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”.

Rest Area Untuk Menebar Kebaikan

Rest area itu bernama dunia, dimana kita tidak bisa berlama-lama disana karena ada ketentuan yang tidak bisa membuat kita berlama-lama di dunia. Seolah ada yang berseru “Jangan kelamaan di rest area, segera kembali pulang”. Pulang kemana ? tentu pulang kepada yang menciptakan kita, Allah SWT.

Karena di rest area hanya sementara maka manfaatkan waktu itu dengan dengan sebaik-baiknya. Karena di dunia ini kita hanya sementara maka pergunakanlah waktu kita yang sementara itu untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Tidak melakukan hal-hal yang sia-sia.

Ada hal yang penting namun seringkali kitan lupakan atau bahkan lalaikan, yaitu sedekah. Dalam Islam kita diwajibkan untuk bersedekah, berzakat dan berinfaq di jalan Allah.

Bagi yang suka durian, uang ratusan ribu rupiah dikeluarkan. Atau bagi yang suka merokok, jutaan rupiah pun dibelanjakan untuk memuaskan hati. Adakah yang suka bersedekah, berzakat dan berinfaq ? Tentu akan sangat dahsyat jika yang kita kaluarkan melebihi belanja untuk kesenangan dan kesukaan yang bersifat duniawi.

Kadangkala apa yang kita lakukan tak sepadan terhadap besarnya persoalan dan permasalahan hidup yang menghadang. Namun tetaplah beristiqamah dengan keteladanan dan memaksimalkan ikhtiar kita.

Yang terbaik, adalah yang paling banyak menebar manfaat bagi sesama. Kita percaya dengan zakat, infaq dan sedekah, masyarakat menjadi tumbuh dan berkembang, subur dan indah.

Lebih dari itu marilah kita menjadi bagian penting dari jalan keluar (solusi) bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Tetaplah berada di jalur kebaikan. Dalam segala hal dan urusan cobalah memaksimalkan ikhtiar untuk membuat diri pantas menerima amanah dan karunia yang hebat dan dahsyat.

Alhamdulillah, begitu banyak karunia terindah, mulai dari pantai sampai puncak gunung. Mulai dari udara yang panas sampai yang dingin. Begitu banyak pilihan karunia nikmat yang bisa kita rasakan, maka nikmat karunia Tuhanmu yang mana lagi yang kalian dustakan.

Nikmati, syukuri dan selalu me-nebar kebaikan dan kebajikan selama hayat di kandung badan. Insya Allah kita akan diberi petunjukNya. Bismillah, kita bisa !

drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jatim

Joko Intarto : “Ecoprint yang Beranak Pinak, Upaya Wardah dan Lazismu Berdayakan Warga Pedesaan”

Inilah yang disebut multiple effect dalam pembangunan desa. Merden Ecoprint, program pemberdayaan ekonomi Merden Ecoprint segera memasuki pengembangan tahap ketiga dan keempat. Setelah membangun unit usaha konveksi, Merden Ecoprint akan membangun unit produksi tenun dan jasa desa wisata.

Dengan demikian, di Merden Ecoprint akan memiliki empat unit usaha:
1. Unit produksi tenun
2. Unit produksi kain ecoprint
3. Unit produksi konveksi
4. Unit jasa desa wisata

Unit produksi tenun akan dimulai karena memperoleh sumbangan satu unit alat tenun bukan mesin (ATBM) dari Bu Wanti Sun, CEO Dapur Rumput Laut. Bu Wanti pula yang akan melatih warga desa Merden dan Mertasari agar bisa menenun kain. Kelak, operator alat tenun itu bisa menjadi pelatih bagi wisatawan yang ingin belajar menenun.

Unit produksi kain ecoprint sudah berjalan sejak dua bulan lalu dengan pengrajin sebanyak 92 orang. Mereka adalan ibu-ibu rumah tangga warga Desa Merden dan Mertasari. Setelah melalui pelatihan, para pengrajin sudah bisa menghasilkan karya-karya yang bagus. Produksnya sudah dipromosikan melalui dua event internasional dan satu event nasional.

Unit produksi konveksi dibangun untuk memenuhi permintaan pasar yang menginginkan busana jadi yang praktis. Permintaan itu datang dari para pengunjung setiap pameran. Pengadaan alat-alat konveksi dilakukan secara mandiri dari hasil penjualan produk ecoprint itu sendiri.

Unit jasa desa wisata dipersiapkan karena mulai ada orang yang ingin datang ke Merden dan Mertasari untuk belajar ecoprint. Pada bulan Desember ini akan ada beberapa rombongan dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Lombok.

Saat ini warga tengah menyiapkan sebuah rumah untuk menjadi homestay. Diharapkan para tamu yang akan belajar bersedia menginap di homestay dan menikmati kuliner khas pedesaan seperti gethuk, thiwul dan nasi jagung yang dimasak oleh chef dari desa setempat. Dengan bahan pangan yang berasal dari sawah dan kebun masyarakat lokal.

Warga yang memiliki mobil juga sudah siap memberikan layanan jemput dan antar para tamu mulai dari Stasiun Kereta Api Purwokerto hingga mengunjungi aneka objek wisata menarik seperti Baturaden hingga Dieng.

Program pemberdayaan ekonomi Merden Ecoprint didesain Lazismu dengan dana CSR Wardah Cosmetic senilai Rp 237 juta. Dana tersebut direncanakan untuk set up program pada tahap pertama. Ternyata, hingga pengembangan tahap keempat, dana yang terpakai baru mencapai Rp 100 juta.

Bayangkan kalau dana desa yang nilainya Rp 1 miliar per tahun itu bisa dimanfaatkan untuk program pemberdayaan ekonomi, pasti akan banyak warga desa yang segera berubah pola pikirnya. Sayangnya, dana desa masih lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik.

Dana desa berhasil mengubah wajah desa. Tapi belum berhasil mengubah mindset warganya.(jto)

Joko Intarto, Badan pengurus Lazismu pusat.

Budi Suryanto : “Bersama Sekolah Bisnis Lazismu Mari menjadi Pengusaha Muslim yang Tangguh”

Di setiap saat kita disuguhi data statistik tentang kesenjangan ekonomi umat, kesenjangan itu semakin melebar dalam setiap tahunnya. Menurut Chairul Tanjung, yang disampaikan dalam Kongres Ekonomi Umat Islam memaparkan data bahwa umat islam yang jumlahnya 87,5% dari populasi penduduk Indonesia, hanya mendapatkan porsi 12,5% perputaran bisnis.

Sementara itu non muslim, dengan jumlah 12,5% dari populasi negeri, menguasai 87,5% omset bisnis di Indonesia. Dan sederet data lagi yang lebih mencengangkan dari itu.

Pertanyaannya adalah, apakah semua ini terjadi secara alamiah, atau by design. Lantas bagaimana cara kita bisa mentas atau terbebas dari keterpurukan ekonomi selama ini ?

Jawabnya, Umat Islam harus mempersiapkan diri, sebagai pelaku utama dalam ekonomi. Meski menghilangkan mentalitas inlander itu susah, namun semangat dan karakter Entrepreneurial harus ditanamkan sejak awal, bahkan sejak dini, terutama kepada kaum muda Muslim.

Mentalitas Muslim pejuang sebagai fighter, petarung, harus senantiasa membersamainya. Sikap yang selalu menunggu subsidi dan uluran tangan dari pemerintah atau lembaga sosial harus segera dihindari. Maka Mind-set-nya harus dirubah. Dari tangan di bawah, menjadi tangan di atas. Untuk itu maka profesionalitas, akuntabilitas, harus dikedepankan.

Kita tidak bisa lagi bekerja serampangan, tanpa pola dan arah yang jelas. Potensi dan kapasitas umat Islam, sudah saatnya untuk di-mappingkan atau dipetakan dengan baik. Sehingga kekuatannya akan diperhitungkan, bukan sekedar dihitung.

Umat Islam mesti tahu siapa dirinya, dan apa yang harus dilakukan untuk masa depannya. Bagaimana cara melakukan, kapan dilakukan, berapa besarannya, dan dimana harus memulai.

Langkah-langkah untuk bagaimana menjadi Entrepreneur Muslim yang tangguh perlu ditransformasikan kepada umat. Tentu dengan berbagai media, dan bermacam cara agar pergerakan kebangkitan ekonomi umat Islam bisa terwujud.

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) wilayah Jawa Timur mengambil langkah nyata dengan melaunching satu Program pemberdayaan ekonomi umat, yaitu Sekolah Bisnis. Sekolah Bisnis Lazismu (SBL) adalah sebuah nama, yang tidak saja menciptakan Entrepreneur Muslim, tetapi juga mendampinginya agar bisa membangun bisnis yang lebih baik, melalui MASK (Mental – Attitude – Skill – Knowledge).

SBL dijalankan secara sistemik dan berjama’ah, dalam sebuah shaf serta bangunan yang kokoh. SBL dikelola secara terencana, terarah dan diharapkan dapat menghasilkan output yang gemilang.

Kita selalu berdoa dengan sungguh-sungguh dan berupaya dengan sekeras-kerasnya. Insya Allah akan lahir Entrepreneur Muslim tangguh, yang akan mempengaruhi keberpihakan ekonomi untuk umat. Jika tidak, umat akan semakin tertinggal dan terperosok dalam keterpurukan Ekonomi yang berkepanjangan tiada bertepi.

Sudah saatnya semangat kebangkitan ekonomi itu diwujudkan dalam tindakan dan karya nyata. Agar kita tampil menjadi pemenang dalam pertarungan. Mari bersama SBL kita buktikan bahwa kita sangat bisa.

Sudah bukan waktunya lagi kita menyalahkan keadaan. Kita bisa menjadi faktor penting dalam sebuah perubahan melalui kebajikan yang kita lakukan, sekecil apapun. Bukankah lebih baik menyalakan sebuah lilin daripada mengutuk kegelapan. Wallahu a’lam.

Budi Suryanto, Anggota Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur dan Principal of SBL (Sekolah Bisnis Lazismu).

Joko Intarto : “Antara Lazismu dan Garuda Indonesia”

Lazismu (Lembag Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah) dan Garuda Indonesia tidak ada hubungan bisnisnya. Tapi dua-duanya wajib membuat laporan keuangan tahunan dan sama-sama bikin heboh.

Laporan keuangan tahunan Lazismu menghebohkan, karena berhasil menyabet penghargaan Baznas Award 2019. Untuk kategori laporan keuangan tahunan terbaik, di antara semua lembaga amil zakat nasional yang mengikuti penilaian. Penghargaan itu diterima Lazismu pada hari Senin (26/8).

Laporan keuangan tahunan Garuda Indonesia juga menghebohkan. Laporan itu telah menyebabkan para petinggi perusahaan pelat merah itu harus membayar denda dari otoritas keuangan: gara-gara memasukkan potensi pendapatan iklan jangka panjang sebagai pendapatan tahun buku 2018. Akibat pencatatan tersebut, Garuda Indonesia yang semua rugi besar tiba-tiba untung kecil. Sekitar Rp 70 miliar. Walau kecil, tetapi untung.

Laporan keuangan sejatinya merupakan rapor tahunan bagi semua perusahaan dan koperasi, yang mengelola dana publik. Perusahaan pelat merah wajib karena mengelola dana negara (rakyat). BUMN dan perusahaan swasta yang sudah go public juga wajib karena mengelola dana masyarakat. Koperasi pun kena kewajiban yang sama karena modal koperasi berasal dari anggota.

Lembaga bisnis yang belum masuk pasar bursa pun perlu membuat laporan keuangan tahunan. Laporan itu digunakan untuk menghitung pajak yang harus disetor ke negara. Juga untuk pemberitahuan kepada para pemegang saham apakah akan membagi deviden dan tantiem.

Keberhasilan Lazismu dalam memperoleh penghargaan Baznas Award 2019 ini boleh dibilang sebuah kemajuan. Tahun 2018, laporan keuangan Lazismu hanya mendapat predikat wajar tanpa pengecualian alias WTP. Prestasi tertinggi dalam audit laporan keuangan.

Tahun ini, laporan keuangan itu mendapat dua nilai plus. Pertama, WTP. Sama seperti tahun sebelumnya. Kedua, mendapat penghargaan dari Baznas.
Saya tahu persis, tidak mudah bagi Lazismu untuk menyusun laporan keuangan tahunan itu karena belum selesainya system integrasi laporan keuangannya. Jauh lebih mudah bagi manajemen Garuda Indonesia. Yang semua sistem pelaporannya sudah terintegrasi dalam software akuntansi.

Melihat hasilnya, saya harus memberi apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran Lazismu. Dari kantor pusat hingga kantor layanan. Yang jumlahnya 700 kantor.

Penghargaan itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah perjuangan panjang para pejuang zakat. Teruslah berkarya membangun kebesaran panji Muhammadiyah, kawan!(jto)

 

Joko Intarto, Jurnalis Senior dan Anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat.

Hilman Latief, Ph.D., : “17 Tahun Lazismu Mengarungi Samudera Zakat”

Hilman Latief, Ph.D

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah atau Lazismu telah berusia 17 tahun. Sungguh perjalanan yang tidak bisa dibilang pendek. Walau gerakan Zakat dan Sedekah sudah dilaksanakan Muhammadiyah seabad lebih yang lampau, namun langkah Persyarikatan untuk mendirikan Lazismu pada tahun 2002 sangatlah strategis dan berwawasan ke depan. Berikut tulisan Hilman Latief, Ph.D, Ketua Lazismu Pusat sebagaimana dimuat di ibtimes.id.

Tanggal 4 Juli 2002 silam, Muhammadiyah telah membuat sebuah keputusan besar dan strategis. Adalah Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengesahkan berdirinya Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah atau yang saat ini dikenal Lazismu. Beberapa episode sejarah juga telah dilewati.

Pada awal berdirinya, Lazismu dipimpin oleh inisiatornya, Dr. Din Syamsuddin. Periode ini saya sebut sebagai periode perintisan, sebuah periode dimana Lazismu mulai memperkenalkan dirinya kepada masyarakat umum. Targetnya waktu itu sederhana saja. Bagaimana Lazismu bisa dikenal orang dan dapat menarik perhatian kelas menengah Muslim yang memiliki simpati dan empati kepada gerakan persyarikatan Muhammadiyah, dan mendukungnya melalui zakat dan shadaqah. Lazismu bertugas mendekati donatur besar di kalangan simpatisan Muhammadiyah di Ibu Kota.

Selain itu, tugas berat justru juga ada di dalam persyarikatan, yaitu bagaimana memperkenalkan Lazismu kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah sendiri dan bahkan kepada pimpinan Muhammadiyah. Dalam kurun beberapa tahun, Dr. Din Syamsuddin berhasil membangun kepercayaan diri persyarikatan Muhammadiyah bahwa Lazismu mampu menjadi salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional yang kontribusinya kepada masyarakat semakin kuat. Pada periode beliau pula Lazismu mendapatkan pengesahan dari Kementerian Agama RI.

Periode berikutnya, Drs.Hariyanto Y. Tohari, M.A., yang juga sebagai co-founder  (pendiri) Lazismu, diserahi amanah mengelola Lazismu. Peiode ini adalah periode pengembangan dan perluasan jejaring. Muhammadiyah adalah organisasi yang berkembang dengan dua model sekaligus: top down dan bottom up. Inisiatif dari bawah (bottom up) sama kuatnya, dan bahkan dalam konteks tertentu, lebih kuat dari pada top down. Banyak lembaga amil yang ada di bawah Muhammadiyah yang perlahan-lahan menyesuaikan diri sesuai regulasi. Penggunaan istilah yang beragam, mulai berubah dan pimpinan di daerah mulai melakukan penyeragaman, berganti baju menjadi Lazismu. Secara bottom up lembaga amil berdiri dimana-mana, dan secara top down  penyesuaian dilakukan.

Kini, Lazismu telah memasuki usianya yang tambah matang. Jika dihitung-hitung ternyata sudah 17 tahun. Sebuah usia remaja yang sedang semangat-semangatnya dan punya banyak keinginan. Sebagaimana biasanya, usia remaja adalah usia yang perilaku narsisnya cukup tinggi, meski kadang kedewasaanya masih perlu didampingi. Usia remaja adalah usia dimana seseorang mungkin banyak inovasi dan keinginan, tapi kadang belum dapat sistematis dalam menentukan langkah dan strategi.

Begitu pula Lazismu, di usia 17 tahun ini jumlah kantor layanannya ada di 29 provinsi, dan 19 provinsi diantaranya sudah memenuhi persyaratan  dan standar yang ditetapkan Lazismu Pusat, sisanya masih berjuang mendapatkan dukungan serius  pimpinannya, atau berjuang mengalahkan sikap malas-malasan (gaya remaja).

Dalam usia remaja, ada anak yang bisa dan gampang diatur dan diarahkan, tidak sedikit yang semaunya sendiri dan bahkan susah diajak kerjasama. Bila “dikerasin”, ia akan  lari atau “mutung”, sementara bila “disabarin” ia makin menjadi.

Begitu pula dengan Lazismu, yang jumlah kantor layanannya sudah ratusan. Ada kantor yang mudah diatur dan mampu cepat menyesuaikan diri dengan regulasi, ada juga Lazismu yang  sulit atau bahkan tidak mau berubah karena yang mereka tahu bahwa mengelola zakat itu “gak perlu serius-serius amat”.

Memasuki Kedewasaannya

Saya yakin, semua bisa diperbaiki. Di usianya yang ke 17 ini, Lazismu sudah menyadari bahwa memasuki tahapan dewasa tinggal selangkah lagi. Orang yang beranjak dewasa adalah orang yang terus belajar menata diri, mau mencari tahu, mau mengoreksi diri, mau memperbaiki, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik. Sebagai lembaga yang beranjak dewasa, Lazismu pun harus semakin sadar dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, serta memahami segala kekurangannya.

Semakin dewasa, sebuah lembaga akan dan harus punya target. Apapun itu. Ia tidak bisa berjalan tanpa arah, tanpa pedoman dan panduan. Lazismu bersyukur sudah bisa merumuskan Renstranya sampai 2030, dan capaian apa yang diinginkan secara kelembagaan, perlima tahun.  Semakin dewasa juga harus semakin terbuka, mau bekerja sama dengan banyak pihak dan mau memperbanyak teman dan jaringan yang dapat bersinergi mengembangkan diri dan potensi yang dimiliki.

Yang harus disadari adalah bahwa tidak ada sebuah keberhasilan dalam proses yang instan. Semua perlu kerja keras, pembagian kerja, kerjasama dan  sama-sama kerja.

Apakah Lazismu yang beranjak dewasa ini masih perlu dukungan? Tentu saja. Lazismu masih perlu dukungan dari banyak pihak dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.

Orang yang beranjak dewasa memang diharapkan bisa mandiri. Tetapi bukan berarti dibiarkan.  Seorang remaja yang beranjak dewasa pun masih perlu saran dan masukan serta dukungan dari orang tuanya. Dukungan itu dapat berupa materil dan immaterial, fisik maupun non fisik. Orang tua memiliki harapan buat anaknya, dan harapan itu harus disampaikan dengan baik, dan dukungan yang diberikan juga diberikan dengan serius agar anaknya dapat mengembangkan diri.

Saya sebagai Ketua Lazismu sangat bersyukur bahwa Pimpinan Muhammadiyah di tingkat Pusat, dan beberapa di tingkat Wilayah dan Daerah memberikan dukungan yang kuat untuk Lazismu sebagai satu-satunya Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah. Tapi, saya juga masih melihat di beberapa provinsi dan kota/kabupaten dimana Pimpinan Muhammadiyah belum terlalu serius mendukung kehadiran Lazismu. Beberapa wilayah/daerah belum mengajukan kepengurusan Lazismu, ada yang sudah dibentuk lembaganya, kantornya tidak disediakan dan fasilitas pendukung lainnya juga masih belum bisa diharapkan.

Kalau sudah begitu, jangankan memberikan target capaian terhadap lembaga yang dibentuknya, menyapa (mengordinasikan) pun enggan.  Logikanya begini, bagaimana donatur mau menyumbang dana besar kalau kantor Lazismunya tidak ada, kalau kantornya berada “dipojokan” gedung. Bagaimana seorang donatur mau datang  nyaman berkonsultasi tentang zakat bila kantornya “kumuh”. Harus diingat, orang datang ke lazismu, termasuk donatur, punya harapan dan kepercayaan, dan bukan karena belas kasihan. Itulah tantangan saat ini.

Di balik itu semua, ada banyak kabar baiknya dari Lazismu memasuki usianya yang ke 17 tahun ini. Para amil Lazismu semakin percaya diri dan paham akan tujuan lembaganya. Kegiatannya marak dimana-mana, di desa, tengah kota, sampai daerah terpencil. Layanan kesehatan dengan meggandeng dokter dan perawat meramaikan banyak kegiatan Lazismu. Armada Lazismu berseliweran menebar kebaikan.  Ribuan anak sudah mendapatkan bantuan beasiswa dan keperluan sekolah. Ribuan mahasiswa terbantu membiayai dan menyelesaikan kuliahnya. Kegiatan kemanusiaan  juga terus berjalan. Kegiatan dakwah juga berkembang.  Beberapa program Lazismu di berbagai tempat juga semakin canggih dan unik. Kegiatan di tingkat internasional juga kelihatan kebih kasat. Tentu, semua itu dilakukan dengan menggandeng berbagai mitra sesama majelis dan lembaga lainnya yang ada di Muhammadiyah.

Yang lebih penting, Amil semakin paham tata kelola dan pentingnya kepercayaan. Mereka berkembang ke arah sikap yang professional. Dan, banyak kantor layanan Lazismu yang sudah memasuki proses audit oleh Kantor Akuntan Publik.

Saya yakin semua masih jauh dari sempurna, tapi saya lebih yakin semua berjalan ke arah yang lebih baik.

Selamat berjuang para amil Lazismu dimanapun Anda berada. Mari kita arungi samudra zakat dengan penuh semangat, dan kita gerakkan Lazismu agar menjadi gelombang yang bisa melontarkan perubahan.

17 Tahun Lazismu, semakin luar biasa.

*Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

drh. Zainul Muslimin : “Mari Kita Memaksimalkan Peran Solutif di Tempat Kita Masing-masing”

Para muzakki dan donatur yang dirahmati Allag SWT. Dalam hidup ini kita senantiasa memperoleh nasehat, wasiat, teguran, peringatan bahkan tamparan. Tamparan demi tamparan, nasehat-nasehat terindah, wasiat yang berharga tak ada yang bisa membuat trenyuh hati kita selain dari wafatnya sahabat-sahabat dan keluarga dekat kita. Setiap insan yang bernyawa pasti akan menjumpai maut dan kematian. Namun siapkah kita menghadapinya ?

Apa bekal yang berharga yang akan menjadikan kematian kita ini mulia. Tentu iman, ihsan dan amal sholeh lah yang akan memuliakan kehidupan kita di akhirat. Iman yang kokoh tak goyah oleh goncangan dan godaan apapun. Amal sholeh dna jariyah yang terus menerus kita tebarkan. Perbuatan dan perkataan yang baik-baik dan tidak sia-sia yang menyertai hidup kita. Kejujuran dan keadilan yang kita tegakkan di muka bumi. Semua menjadi catatan dan credit point bagi kemuliaan hidup kita di akhirat.

Nah, sampaikan kejujuran dan keadilan itu apa adanya. Sebelum kaki dan tangan kita bersaksi dan berbicara apa adanya ketika mulut sudah terkunci rapat di akhirat. Ketika dosa-dosa kita dibuka lebar-lebar olehNya dan semua bisa menyaksikannya. Betapa tidak berdayanya diri ini.

Tentu saja ampunan dari Allah SWT akan menjadi kemuliaan hidup kita di alam akhirat. Dan kita pun senantiasa berdoa dan berdoa, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. Duhai Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.”

Kita yang masih hidup di dunia ini masih bisa berharap semoga ke depan akan jauh lebih baik karena banyak hal kesalahan dan dosa telah kita mohonkan ampunan kepada-Nya. Dengan serta merta dan sadar se-sadar-sadarnya akan kesalahan-kesalahan yang telah kita mohonkan ampun itu supaya tidak terulang kembali. Bismillah, Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Senyampang masih ada waktu marilah kita lebih berharap kepada Allah SWT agar memaqbulkan doa-doa yang kita panjatkan.

Tak hanya doa, maka ikhtiar pun harus kita lakukan. Janganlah kita malah jadi tersandera dengan urusan kekurangan orang lain, selalu menilai dan menghakimi orang lain, dan bukannya fokus pada perbaikan diri. Mari kita taruh dan letakkan kacamata ego yang mulai buram. Segera kita lihat sekeliling dengan cermat, dengan jernihnya pandangan dan hati nurani. Agar obyek bisa terlihat dengan jelas dan gamblang.

Mari kita tebar aksi-aksi yang solutif. Jika kita berikhtiar ingin menjadi besar, tentu jangan sampai perbuatan kita justru membuat yang lain menjadi kecil. Kita maksimalkan peran-peran solutif di tempat dan bidang kita masing-masing, sesuai kapasitas dan kompetensi yang kita miliki. Yang terpenting lagi adalah sesama Muslim adalah bersaudara dan saling melindungi dan memperkuat.

Dari Ibn Umar beliau berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Seorang muslim itu bersaudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiaya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa membantu keperluan saudaranya, Allah akan (membalas) membantu keperluannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesusahan, Allah akan membebaskan satu kesusahan darinya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib) nya pada hari kiamat. (HR Bukhari-Muslim).

Yaa Allah Yaa Rabb, lembutkan hati seluruh anak negeri ini untuk kembali menjadi fitri yang sebenar-benarnya. Berilah kekuatan agar mampu Memberi untuk Negeri. Bismillah, Insya Allah kita yakin bisa !

Sunarko, S.Ag., M.Si. : “Mari Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat Bagi Sesama”

Para Muzakki, donatur yang dikasihi Allah marilah kita berdoa, semoga kita bisa bermanfaat bagi yang lain. Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no: 3289).

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah SWT berfirman: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita. Hanya amalan yang diterima Allah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Bermanfaat dengan Sedekah.

Diantara 7 (tujuh)  sunnah Nabi yang harus kita jaga setiap hari disamping rutin melaksanakan Sholat Tahajjud, membaca Al-Qur’an dari sebelum terbit matahari,  tidak meninggalkan masjid terutama sholat subuh, menjaga sholat dhuha, menjaga wudhu dan jaga SEDEKAH setiap hari. Insya Allah jika 7 (tujuh)  hal tersebut bisa kita jaga (lakukan secara rutin) yang dapat memulyakan diri kita.

Khusus mengenai sedekah, mari kita bersedekah setiap hari karena dengan sedekah bisa membawa manfaat bagi orang lain terutama bagi para dhuafa yang kita bantu. Allah menyukai orang yang suka bersedekah setiap hari.  Dalam sebuah hadist dikatakan : Dari Abu Hurairah,  ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ketika hamba berada disetiap pagi, ada dua Malaikat yang turun dan berdo’a, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfaq (rajin memberi nafkah pada keluarganya)”. Malaikat yang lain berdo’a, “Ya Allah,  berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nsfkah)” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Diantara hikmah yang bisa kita raih dari gemar bersedekah adalah : sangat meringankan proses sakaratul maut kita,  lampu yang paling terang di alam kubur,  pintu surga yang terbuka yang paling lebar – Assakhoya, adalah untuk dilewati mereka yang dermawan, tanda diterimanya ibadah adalah senangnya bersedekah, perkara yang paling sulit dan lama ketika dihisab adalah harta. Darimana harta didapat dan dikemanakan. Maka bersyukurlah hamba Allah yang mensedekahkan jariyah hartanya walau dia wafat, maka harta itu terus mengalir sampai hari kiamat. Itulah sebabnya setiap orang yang mengalami kematian,  apabila di beri kesempatan untuk hidup kembali, maka ia akan memilih untuk melakukan sedekah sebagai ibadah yang akan ditunaikannya pertama kali karena tinggi nilai kebermanfaatannya sedekah baginya.

Allah SWT berfirman Surat Al-Munafiqun Ayat 10 : “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’” (QS. Al-Munafiqun Ayat 10).

Ada sebagian orang yang belum berimandan belum ya-kin dengan janji Allah dalam al-Qur’an. Mereka beranggapan bah-wa hidup itu kalau ingin kaya harus gemi (baca hemat). Dengan gemi mereka beranggapan akan menjadikan hartanya utuh. Mere-ka menganggap bahwa sering berbagi kepada orang lain dengan zakat, Infaq, shodaqah itu menjadikan harta mereka berkurang. Justru seandainya mereka tahu dan yakin balasan Allah dengan Zakat, Infaq dan Shodaqah menjadikan harta barokah karena tumbuh, berkembang dan bertambah. Asal niatnya ikhlas semata-mata karena Allah pastilah mereka akan berlomba bersedekah.

Tiada hari tanpa sedekah.

Tiada hari tanpa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 261 : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 261).

BUYA HAMKA mengatakan : ‘Harta yang kamu makan akan jadi kotoran,  harta yang kamu simpan akan jadi warisan dan akan diperebutkan, harta yang kamu sedekahkan akan tetap langgeng abadi dan membawa manfaat di dunia sampai akherat’.

Berbagi kebahagian dengan menunaikan ZISKA adalah wujud syukur dan Taqwa seseorang karena melaksanakan perintah Allah SWT, sedangkan hidup boros yang sia-sia dan kikir adalah perbuatan syetan yang di larang Allah SWT. Dengan menunaikan ZISKA (Zakat, Infaq, Shodadaqah dan Sosial Keagamaan Lainnya) otomatis kita telah bermanfaat bagi orang lain. Karena hal itu sangat berguna dhuafa yang membutuhkan.

Semoga Allah memberi balasan terbaik bagi hambaNya yang gemar besedekah dan kelak ditempatkan pada tempat yang terbaik pula di sisi-Nya. Mari kita selalu menebar manfaat bagi orang lain. Manfaat dan berkahnya di dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Sunarko, S.Ag., M.Si., Ketua Lazismu Kota Surabaya