Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Tuesday , 16 July 2019
Breaking News
You are here: Home » Inspirasi

Category Archives: Inspirasi

drh. Zainul Muslimin : “Mari Kita Memaksimalkan Peran Solutif di Tempat Kita Masing-masing”

Para muzakki dan donatur yang dirahmati Allag SWT. Dalam hidup ini kita senantiasa memperoleh nasehat, wasiat, teguran, peringatan bahkan tamparan. Tamparan demi tamparan, nasehat-nasehat terindah, wasiat yang berharga tak ada yang bisa membuat trenyuh hati kita selain dari wafatnya sahabat-sahabat dan keluarga dekat kita. Setiap insan yang bernyawa pasti akan menjumpai maut dan kematian. Namun siapkah kita menghadapinya ?

Apa bekal yang berharga yang akan menjadikan kematian kita ini mulia. Tentu iman, ihsan dan amal sholeh lah yang akan memuliakan kehidupan kita di akhirat. Iman yang kokoh tak goyah oleh goncangan dan godaan apapun. Amal sholeh dna jariyah yang terus menerus kita tebarkan. Perbuatan dan perkataan yang baik-baik dan tidak sia-sia yang menyertai hidup kita. Kejujuran dan keadilan yang kita tegakkan di muka bumi. Semua menjadi catatan dan credit point bagi kemuliaan hidup kita di akhirat.

Nah, sampaikan kejujuran dan keadilan itu apa adanya. Sebelum kaki dan tangan kita bersaksi dan berbicara apa adanya ketika mulut sudah terkunci rapat di akhirat. Ketika dosa-dosa kita dibuka lebar-lebar olehNya dan semua bisa menyaksikannya. Betapa tidak berdayanya diri ini.

Tentu saja ampunan dari Allah SWT akan menjadi kemuliaan hidup kita di alam akhirat. Dan kita pun senantiasa berdoa dan berdoa, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. Duhai Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.”

Kita yang masih hidup di dunia ini masih bisa berharap semoga ke depan akan jauh lebih baik karena banyak hal kesalahan dan dosa telah kita mohonkan ampunan kepada-Nya. Dengan serta merta dan sadar se-sadar-sadarnya akan kesalahan-kesalahan yang telah kita mohonkan ampun itu supaya tidak terulang kembali. Bismillah, Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Senyampang masih ada waktu marilah kita lebih berharap kepada Allah SWT agar memaqbulkan doa-doa yang kita panjatkan.

Tak hanya doa, maka ikhtiar pun harus kita lakukan. Janganlah kita malah jadi tersandera dengan urusan kekurangan orang lain, selalu menilai dan menghakimi orang lain, dan bukannya fokus pada perbaikan diri. Mari kita taruh dan letakkan kacamata ego yang mulai buram. Segera kita lihat sekeliling dengan cermat, dengan jernihnya pandangan dan hati nurani. Agar obyek bisa terlihat dengan jelas dan gamblang.

Mari kita tebar aksi-aksi yang solutif. Jika kita berikhtiar ingin menjadi besar, tentu jangan sampai perbuatan kita justru membuat yang lain menjadi kecil. Kita maksimalkan peran-peran solutif di tempat dan bidang kita masing-masing, sesuai kapasitas dan kompetensi yang kita miliki. Yang terpenting lagi adalah sesama Muslim adalah bersaudara dan saling melindungi dan memperkuat.

Dari Ibn Umar beliau berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Seorang muslim itu bersaudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiaya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa membantu keperluan saudaranya, Allah akan (membalas) membantu keperluannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesusahan, Allah akan membebaskan satu kesusahan darinya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib) nya pada hari kiamat. (HR Bukhari-Muslim).

Yaa Allah Yaa Rabb, lembutkan hati seluruh anak negeri ini untuk kembali menjadi fitri yang sebenar-benarnya. Berilah kekuatan agar mampu Memberi untuk Negeri. Bismillah, Insya Allah kita yakin bisa !

Sunarko, S.Ag., M.Si. : “Mari Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat Bagi Sesama”

Para Muzakki, donatur yang dikasihi Allah marilah kita berdoa, semoga kita bisa bermanfaat bagi yang lain. Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no: 3289).

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah SWT berfirman: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita. Hanya amalan yang diterima Allah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Bermanfaat dengan Sedekah.

Diantara 7 (tujuh)  sunnah Nabi yang harus kita jaga setiap hari disamping rutin melaksanakan Sholat Tahajjud, membaca Al-Qur’an dari sebelum terbit matahari,  tidak meninggalkan masjid terutama sholat subuh, menjaga sholat dhuha, menjaga wudhu dan jaga SEDEKAH setiap hari. Insya Allah jika 7 (tujuh)  hal tersebut bisa kita jaga (lakukan secara rutin) yang dapat memulyakan diri kita.

Khusus mengenai sedekah, mari kita bersedekah setiap hari karena dengan sedekah bisa membawa manfaat bagi orang lain terutama bagi para dhuafa yang kita bantu. Allah menyukai orang yang suka bersedekah setiap hari.  Dalam sebuah hadist dikatakan : Dari Abu Hurairah,  ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ketika hamba berada disetiap pagi, ada dua Malaikat yang turun dan berdo’a, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfaq (rajin memberi nafkah pada keluarganya)”. Malaikat yang lain berdo’a, “Ya Allah,  berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nsfkah)” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Diantara hikmah yang bisa kita raih dari gemar bersedekah adalah : sangat meringankan proses sakaratul maut kita,  lampu yang paling terang di alam kubur,  pintu surga yang terbuka yang paling lebar – Assakhoya, adalah untuk dilewati mereka yang dermawan, tanda diterimanya ibadah adalah senangnya bersedekah, perkara yang paling sulit dan lama ketika dihisab adalah harta. Darimana harta didapat dan dikemanakan. Maka bersyukurlah hamba Allah yang mensedekahkan jariyah hartanya walau dia wafat, maka harta itu terus mengalir sampai hari kiamat. Itulah sebabnya setiap orang yang mengalami kematian,  apabila di beri kesempatan untuk hidup kembali, maka ia akan memilih untuk melakukan sedekah sebagai ibadah yang akan ditunaikannya pertama kali karena tinggi nilai kebermanfaatannya sedekah baginya.

Allah SWT berfirman Surat Al-Munafiqun Ayat 10 : “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’” (QS. Al-Munafiqun Ayat 10).

Ada sebagian orang yang belum berimandan belum ya-kin dengan janji Allah dalam al-Qur’an. Mereka beranggapan bah-wa hidup itu kalau ingin kaya harus gemi (baca hemat). Dengan gemi mereka beranggapan akan menjadikan hartanya utuh. Mere-ka menganggap bahwa sering berbagi kepada orang lain dengan zakat, Infaq, shodaqah itu menjadikan harta mereka berkurang. Justru seandainya mereka tahu dan yakin balasan Allah dengan Zakat, Infaq dan Shodaqah menjadikan harta barokah karena tumbuh, berkembang dan bertambah. Asal niatnya ikhlas semata-mata karena Allah pastilah mereka akan berlomba bersedekah.

Tiada hari tanpa sedekah.

Tiada hari tanpa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 261 : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 261).

BUYA HAMKA mengatakan : ‘Harta yang kamu makan akan jadi kotoran,  harta yang kamu simpan akan jadi warisan dan akan diperebutkan, harta yang kamu sedekahkan akan tetap langgeng abadi dan membawa manfaat di dunia sampai akherat’.

Berbagi kebahagian dengan menunaikan ZISKA adalah wujud syukur dan Taqwa seseorang karena melaksanakan perintah Allah SWT, sedangkan hidup boros yang sia-sia dan kikir adalah perbuatan syetan yang di larang Allah SWT. Dengan menunaikan ZISKA (Zakat, Infaq, Shodadaqah dan Sosial Keagamaan Lainnya) otomatis kita telah bermanfaat bagi orang lain. Karena hal itu sangat berguna dhuafa yang membutuhkan.

Semoga Allah memberi balasan terbaik bagi hambaNya yang gemar besedekah dan kelak ditempatkan pada tempat yang terbaik pula di sisi-Nya. Mari kita selalu menebar manfaat bagi orang lain. Manfaat dan berkahnya di dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Sunarko, S.Ag., M.Si., Ketua Lazismu Kota Surabaya

Syamsun Aly, MA : “Menyambut Dengan Gembira Datangnya Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah”

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,.. (QS. 2 / AL-Baqarah : 185).

Berdasarkan allmanak Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bahwa awal puasa Ramadlan 1440 H. Jatuh pada hari Senin tanggal 6 Mei 2019 M. Sudah barang tentu Ahad malam tanggal 5 Mei,  segenap ummat Islam sudah mulai mengamalkan Qiyamu Ramadlan (Shalat sunnah Tarawih), baik di masjid–masjid, mushalla, maupun instansi pemerintah dan swasta.

Syari’at puasa diperintahkan oleh Allah kepada segenap orang beriman setiap bulan Ramadlan datang (bunyi ayat di atas), dengan tujuan agar orang-orang beriman itu dapat meningkat derjatnya menjadi muttaqin (QS. 2 : 183).

MENYAMBUT RAMADHAN.

Bagi setiap Muslim yang sadar, Ramadlan adalah bulan yang paling istimewa baginya dibanding bulan-bulan lain, karena Ramadlan merupakan bulan yang agung (Syahrul Adhim), bulan yang penuh berka (Syahrul Mubarak), bulan yang penuh ampunan (Syahrul Maghfirah), serta keistimewaan lainnya.

Oleh karena itu maka wajarlah jika kehadirannya disambut secara khusus, dengan sepenuh jiwa dan raga, agar dapat memanfaatkan moment istimewa tersebut dengan berbagai amal shalih, shadaqah jariyah maupun ibadah lainnya.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya, Rasulullah saw. telah  menegaskan : Apabila telah datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan.

Itulah sebabnya maka dalam bulan Ramadhan, umumnya kaum muslimin lebih giat untuk beribadah serta beramal shalih lainnya. Jika di luar Ramadhan orang malas berjamaah shalat, malas membaca Al-Quran serta enggan berinfaq, maka di bulan Ramadhan berubah menjadi giat dan insaf.

Sebaliknya, kecenderungan untuk berkata atau berbuat jelek berkurang drastis, bahkan ghibah (bahasa Jawa = ngrasani) pada sesama yang biasanya menjadi tradisi harian, dapat dihentikan saat Ramadhan datang. Apalagi diajak bertengkar atau berkelai, jelas tidak akan diladeni.

FADHILAH RAMADHAN LAINNYA.

  1. Amalan Sunnah dinilai sebagai ibadah wajib.. misalnya ; Barang siapa memberi konsumsi untuk ta’jil (berbuka) puasa maka ia akan diberikan balasan pahala seperti orang yang berpuasa. Demikian halnhya dengan orang yang mendirikan shalat sunnah di malam Ramadan (Qiyamu Ramadlan) atas dasar keimanan dan keikhlasan, disamakan dengan orang yang berpuasa Ramadlan atas dasar yang sama, yakni diampuni dosanya setahun yang lalu.
  2. Do’a orang yang berpuasa di bulan Ramadlan mudah dikabulkan oleh Allah, sehingga ayat  tentang berdo’a diletakkan di tengah-tengah ayat perintah berpuasa dan i’tikaf di bulan Ramadlan. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. 2 / al-Baqarah: 186).
  3. Pahala amal atau ibadah seseorang dilipat gandakan, terutama kalau saat turunnya lailatul Qadar maka akan mendapat kebaikan lebih baik daripada ibadah seribu bulan, setara dengan hidup full ibadah selama lebih kuran 85 tahun lamanya. (simak QS. 97 / Al-Qadar : 1-5).

Dan masih banyak lagi fadhilah Ramadhan lainnya, Karena itu mari kita sambut datangnya bulan Ramdhan 1440 H, dengan sepenuh jiwa dan raga kita, agar dapat memetik berbagai kebaikan serta kemulyaan di dalamnya.

Semoga kita semua diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengannya. Amien.

Syamsun Aly, MA (Wakil Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur)

drh. Zainul Muslimin : “Berjihad Dengan Harta adalah Tanda Syukur Nikmat dan Kepatuhan KepadaNya”

Allah berfirman : “Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 10).

Orang-orang yang beriman pasti percaya bahwa keberadaan kita semua di muka bumi, telah dijamin Allah SWT akan sumber penghidupan kita. Setiap makhluk yang Allah SWT ciptakan, akan dijamin rizqinya siapapun dan betapapun rendah derajat makhluk tersebut. Tidak ada satupun yang lolos dari jaminan Allah SWT. Oleh karena itu atas apa saja yang ada pada kita, dan atas apa saja yang kita miliki berapapun jumlahnya maka sikap dan mindset kita adalah “hadzaa min fadhli robbii”. Bahwa semua ini adalah atas karunia Tuhanku.

Begitulah Allah SWT mengajarkan kepada kita melalui Nabi Sulaiman As atas pernyataaannya yang sangat fenomenal itu, yakni “hadzaa min fadhli robbii”. Orang beriman yang ulil albab dan akal sehatnya masih berjalan akan senantiasa berada pada kondisi senantiasa berpikir dan atau memikirkan ciptaanNya baik dalam keadaan berdiri, duduk, dan atau berbaring. Akal orang yang ulil albab itu pikirannya dituntun oleh Allah SWT, sehingga ketika melihat semua fakta nyata yang ada di sekelilingnya, dia akan mengatakan “Rabbanaa maa kholaqta hadzaa bathila”.

Orang yang ulil albab ketika melihat fakta nyata semua yang ada di sekelilingnya baik itu yang bermanfaat atau tidak terhadap kepentingan kita maka akal pikirannya akan sampai pada kesimpulan bahwa “tidak ada satupun yang sia-sia atas semua ciptaan Allah tersebut”.

Orang yang berpredikat ulil albab akan mampu menangkap setiap gerak desah dan resah yang ada di sejelilingnya. Mereka tahu bahwa saudaranya masih banyak yang papa dan dalam kondisi miskin. Juga masih banyak pula yang dalam kondisi kurang dapat menikmati fasilitas kesehatan, pendidikan dan sebagainya, yang kesemuanya itu membutuhkan perhatian, rasa empati dan lebih dari itu tentu sikap laku untuk suka berbagi dari kita semua.

Bukankah salah satu syarat seseorang disebut beriman itu dia harus menegakkan sikap laku suka bersedekah dan menolong sesama. Begitu pula ketika seseorang disebut bertaqwa kepada Allah SWT maka salah satu syaratnya adalah berzakat dan suka berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Melaksanakan syarat dan atau syari’at tersebut maka Allah SWT telah jamin dan siapkan sumber-eumber penghidupan baki kuta manusia.

Dengan mindset: hadzaa min fadhli robbii maka semestinya kita semuanya menjadi orang yang entengan (ringan tangan), menjadi orang-orang yang peduli dan suka berbagi terhadap saudaranya terutama kepada yang lemah.

Maka marilah kita lihat dan perhatikan bagaimana makhluk Allah yang derajatnya lebih rendah dari manusia, yaitu air dan udara. Air akan senantiasa mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah. Air akan mengalir dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang rendah. Begitu juga udara, akan otomatis bergerak dari tekanan udara yang tinggi ke tekanan udara yang rendah. Atas kepatuhan dan ketaatan udara terhadap sunnatullah atau ketentuan Allah maka dari udara akan terjadi angin. Angin yang bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia serta makhluk hidup lain di muka bumi ini.

Dari kedua makhluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia, semestinya kita bisa mengambil ibrah bagaimana ketaatan dan kepatuhan yang sempurna terhadap ketentuan Allah, dimana udara dan air akan otomatis mengalir dari tekanan yang tinggi menuju ke tekanan yang rendah. Mengalir dari yang kuat kepada yang lemah.

Bahwa tidak satupun manusia di muka bumi yang Allah SWT karuniakan kemampuan finansial dan ekonomi itu sama persis. Begitu juga kemampuan dan kekuatan fisik serta kekuatan akal pikiran. Kondisi ini semestinya juga melahirkan otomatisasi mengalirnya kekuatan ekonomi dan finansial dari yang kuat kepada yang lemah, mengalirnya manfaat kecerdasan dan kemampuan fisik dari yang kuat kepada yang lemah. Itu semua akan bisa terjadi jika kita semua memiliki ketaatan dan kepatuhan yang sempurna kepadaNya.

Ketika otomatisasi kondisi tersebut berjalan, insyaa Allah tidak akan terjadi saudara kita yang terpaksa kelaparan atau lemah tak berdaya. Mestinya tidak terjadi kondisi sangat miskin, sangat bodoh dan sangat lemah menimpa saudara kita. Maka sudah sepantasnya yang kuat secara ekonomi dan finan-sial tidak hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Tidak hanya menjadikan diri dan kelompoknya kaya raya namun tidak peduli dengan sesama yang menderita. Mari kita berjihad dengan harta sebagai tanda syukur atas nikmat dan bentuk kepatuhan terhadap perintahNya. Wallahu a’lam.

drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur.

Joko Intarto : “Tantangan Lazismu di Era Industri 4.0”

Kabar ini mungkin tidak penting bagi Anda. Tapi teramat penting bagi mereka. Yang bekerja di Lazismu. Sebagai pengurus. Maupun sebagai eksekutif. Dari kantor Aceh hingga Papua. Juga kantor perwakilan manca negara.

Selembar kertas itu intinya hanya beberapa kalimat: Lazismu mendapat akreditasi A dan dinyatakan telah sesuai syariah. Dengan nilai akreditasi: 91,91 dan kepatuhan syariah: 93,39. Penerbitnya: Kementerian Agama.

Inilah untuk kali pertama, dalam 15 tahun perjalanannya, Lazismu telah mendapat akreditasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan nilai langsung A. Akreditasi itu meneguhkan predikat WTP (Wajar Tanpa Perkecualian) yang diperoleh Lazismu. Dari Kantor Akuntan Publik, tahun lalu.

Keberhasilan Lazismu dalam meraih dua predikat itu mengindikasikan banyak hal. Setidaknya ada empat. Pertama, Lazismu adalah lembaga keuangan yang semakin profesional pengelolaannya. Hasil dari lembaga auditor internal Muhammadiyah dinilai belum cukup. Harus menggunakan kantor akuntan publik.

Kedua, Lazismu adalah lembaga syariah yang tunduk pada prinsip-prinsip syariah. Khususnya dalam pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah dan wakaf.

Ketiga, Lazismu akan semakin mudah dalam memperoleh mitra. Karena akreditasi dan status WTP-nya itu. Berarti di masa depan, Lazismu akan semakin berkembang. Semakin kreatif. Semakin banyak program program baru.

Keempat, prestasi ini menuntut Lazismu membangun sistem pendidikan dan pelatihan SDM amil. Karena prestasi itu harus dipertahankan. Terus-menerus. Tidak boleh lepas. Padahal memberlakukan standarisasi amil di semua tingkatan itu tidak mudah. Apalagi dengan ribuan amil di 700 kantor. Butuh terobosan yang revolusioner.

Kelima, Lazismu dihadapkan pada tantangan baru: lembaga amil pada era revolusi industry 4.0. Era industri yang serba digital dan mengandalkan internet. Pada era revolusi industri 4.0, banyak lembaga yang kantornya tersebar di Indonesia tidak berdaya oleh serbuan aplikasi crowdfunding yang hanya punya satu kantor bernama server.

(Joko Intarto, Anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat).

Drh. Zainul Muslimin : “Menjadi Pelopor, Leader Yang Berkarakter Trend Setter, Bukan Follower”

Anak “Jaman Now” tentu tidak mengenal Mak Wok, bintang tenar tiga jaman yang pernah menghiasi blantika perfileman nasional antara tahun 50 hingga 80-an. Mungkin ada yang masih ingat peran yang dimainkan oleh Mak Wok. Ia sering berperan sebagai seoarang ibu atau pembantu latah, yang terkenal dengan celetukannya “E Cenot-cenot.. Meong”.

Menariknya, karena ternyata bukan hanya Mak Wok yang suka latah. Sebagai orang yang sebenarnya tidak latah, ternyata kita juga suka bermain dan berperan sebagai orang yang latah. Kita bisa larut terhadap kehebatan orang-orang yang bisa membius dengan kehebatannya, lalu membuat “Trending Topic” yang kadang lupa dengan hal-hal besar yang seharusnya lebih utama dilakukan.

Ada hal-hal yang menjadi perhatian lebih serius dan fokus adalah tentang alat, tentang sarana dan prasarana yang semakin hebat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Tentu dan semestinya akan diiringi oleh output yang semakin hebat. Alat sehebat apapun sesungguhnya tidak perlu menyita perhatian dengan perdebatan panjang, apalagi pemakaian alat serta sarana dan prasarana yang hebat itu tentu tinggal diaplikasikan dan manfaatkan agar bisa segera memberi dampak hasil yang dahsyat.

Bismillah. Tentu kita tidak berharap bahwa kita lebih sibuk dengan alat yang canggih serta sarana dan prasarana yang hebat, tetapi tidak ada hasil output dan ataupun outcome dahsyat yang bisa kita persembahkan. Sebagai contoh konkrit dari Yang Maha Hebat, yaitu dipilihkanNya teladan terhebat di muka bumi, seorang manusia yang ummi dan bukan siapa-siapa. Karena Dia yang memilihnya, kemudian diberi alat, sarana dan prasarana (software) yang hebat, yang pasti benar yaitu al-Qur’an.

Maka beliau, Rasulullah Muhammad Saw muncul menjadi satu-satunya manusia teladan terhebat di muka bumi. Karena beliau telah dimampunyakanNya mengejewantahkannya dalam aksi prestasi dan keteladanan nyata. Beliau menjadi.the man of action, bahkan menjadi role of model. Menjadi figur panutan keteladanan seluruh umat manusia di muka bumi.

Sebagai pelopor gerakan pembaharuan maka sudah semestinya kita produktif untuk senantiasa bisa menciptakan dan membangun “Trending Topic” yang baik sebagai panutan keteladanan. Sebagai pelopor, sebagai leader sudah selayaknya pula menjadi figur yang berkarakter sebagai “Trend setter” bukan malah menjadi “Follower”.

Sang pilihanNya itu telah membuktikan hasil karya nyata, prestasi spektakuler yaitu dakwah yang sangat revolusioner bagi kehidupan manusia, membawa risalah Islam sebagai pedoman bagi umat manusia. Insan pilihanNya itu telah mempersatukan umat manusia dalam satu keyakinan yang kokoh dan menjadikan kekuatan pendobrak dunia.

Semuanya itu tentu membutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki nyali sekaligus punya visi, berani mengambil sikap laku yang telah berproses dalam memilih dan memilah, sekaligus mengantisipasi resiko yang timbul dan akan menyertai.

Itulah teladan yang dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Dengan Visi dan Nyali beliau yang besar mampu menghantarkan sekaligus mengejawantahkan Islam sebagai agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Teladan itulah yang seharusnya kita contoh dan praktekkan secara nyata dalam kehidupan kita di segala bidang, karena visi dan nyali yang besar itu tidak sekedar butuh diucapkan namun juga diamalkan secara.

Sekali lagi agar kita semua dan seluruh anak bangsa ini mampu menjadi pelopor pembaharuan guna menuju “INDONESIA yang BERKEMAJUAN”. Menuju bangsa yang lebih bermartabat haruslah senantiasa menumbuhkan “Visi dan Nyali” yang besar. Semuanya butuh referensi yang betul-betul bisa membangun visi yang sangat visioner dan tidak terbatas ruang lingkup duniawi, tapi menembus hingga ukhrawi, dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Tetap semangat, Bismillah.

drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur

Budi Suryanto : “DNA Entrepreneur”

 

Saya akan awali dengan kisah tentang Icarus Dilemma. Icarus adalah seorang anak yang bersama ayahnya, dijebak oleh rajanya sendiri. Raja ini ingin menantang bukti kepintaran sang ayah dari Icarus. Raja menempatkan ayah dan anak ini ke dalam labirin yang dia buat sendiri, yang tidak ada jalan keluarnya. Mereka berdua sudah berulang kali mencari jalan keluar dari labirin tersebut, tetapi mereka tidak menemukan juga jalan keluar itu.

Kemudian, ayah dari Icarus punya ide: mereka akan membuat sayap yang dapat digunakan oleh Icarus untuk terbang meninggalkan labirin, agar berhasil lolos dari teka-teki maut sang raja. Sayap tersebut berhasil dibuat, lalu digunakan oleh Icarus sendiri. Pesan dari ayahnya adalah, jangan terbang terlalu tinggi karena bila terlalu dekat dengan matahari, maka kekuatan lem akan menurun dan sayap tersebut bisa lepas. Kalau benar-benar terjadi, maka Icarus bisa jatuh dan mungkin meninggal dunia.

Pada akhirnya, Icarus berhasil terbang meninggalkan labirin teka-teki tersebut, tapi dia akhirnya meninggal dunia karena jatuh. Sebabnya adalah, dia terbang terlalu tinggi.

Dari kisah ini,ada beberapa hikmah yang kita ambil dan sesungguhnya juga banyak dialami oleh kita semua. Kita ingin meninggalkan zona yang sekarang kita tinggali & jalani, tetapi kita terlalu takut mengambil risiko. Bahwa ada kemungkinan hal-hal buruk atau pun tidak sesuai yang kita harapkan akan terjadi, manakala kita berani mengambil risiko tersebut. Meski baru sebatas kemungkinan, tetapi kondisi ini sudah menciptakan ketakutan sendiri dan membuat kita tidak berani memilih dan mengambil keputusan itu.

Sebagai contoh meninggalkan pekerjaan tetap sebagai pegawai kantor, lalu berpindah kuadran menjadi Entrepreneur memang penuh risiko. Ada kemungkinan yang baik bahwa keberhasilan akan mendatangkan kekayaan, yang lebih besar daripada sekedar bekerja di perusahaan milik orang lain. Tetapi, ada kemungkinan juga bahwa bisnis akan mengalami kegagalan, terjebak pada hutang, serta kesulitan membiayai kehidupan rumah tangga: makan sehari-hari, kesehatan, pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Sekarang pertanyannya – Apakahseorang entrepreneur adalah seorang yang terlahir mempunyai genetik / DNA seorang Entrepreneur ? atau ada pada etnis tertentu ?

Entrepreneur adalah satu pola pikir bukan profesi dimana menjadi entrepreneur berarti membuat ‘satu’ dari ‘nol’ atau dengan kata lain, menciptakan sesuatu yang baru atau menambahkan dari yang sudah adamenjadisesuatu yang mempunyai value edit. Dan ini, bukan bidang yang biasa dikelola oleh kelompok yang bergelut dengan rutinitas. Siapapun, termasuk mahasiswa, harus memulai pelajarannya sendiri untuk ‘meningkatkan nilai dari yang sudah ada’, atau membuat menjadi ‘ada’ sesuatu yang tadinya ‘tidak ada’.

Menjadi Entrepreneur berarti memilih untuk harus berani memilih. Risiko memang ada, tetapi risiko belum menjadi kenyataan sampai risiko itu akhirnya benar-benar terjadi. Di balik itu semua, ada secercah cahaya harapan di tengah-tengah amukan badai, bahwa dengan menjadi Entrepreneur berarti bisa mendapatkan banyak hal.

Ada tips untukmenjadi Entrepreneur – BEDO and HAVE (Menjadi, Melakukan dan Mempunyai) Kebanyakan dari kita hanya ingin instan saja untuk langsung memiliki suatu kekayaan atau kesuksesan (HAVE) tidak mau berproses dari seseorang yang mempunyai BE kemudian DO baru HAVE. Untuk bisa menjadi (BE) berikan suatu nilai tambah terus menerus dari apa yang dikerjakan, harus mempunyai sikap / habit dan disiplin, dan lakukankanlah (DO) dengan menunda kesenangan, lakukan alokasi aset yang benar yang akan menambah nilai aset. Akhir dari semua itu adalah mempunyai (HAVE) dari seluruh hasil yang sudah dikerjakan tadi.

Jadisetiap orang darikitamemilikiDNA Entrepreneur  setiap kita bisa menjadi seorang pengusaha, asal kita bisa mendisplinkan diri pada apa yang bisa kita kerjakan dengan baik dan lakukan tips diatas, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang “Excelent” di kemudian hari

Budi SuryantoBusiness Accelerator & Founder Narana Group

drh. Zainul Muslimin : “Bersegeralah Masuk ke Dalam Bahtera Nabi Nuh”

 Sungguh dahsyat banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Nuh. Dengan bahteranya, Nuh dan umatnya menyelamatkan diri disertai dengan berbagai spesies binatang yang ada di muka bumi ini.

Dari peristiwa tersebut kita bisa banyak mengambil ibrah. Kita bisa banyak belajar serta mengambil hikmah. Sahabat sekalian, bagaimanapun sebagai seorang ayah, Nabi Nuh a.s. tentu sangat menyayangi dan mencintai keluarganya. Bahkan beliau juga sangat mencintai umatnya. Oleh karena itu ketika mendapat perintah dari Allah Subhanahu Wata’ala beliau dengan tunduk, patuh dan taat, semua perintah Allah itu dikerjakannya.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.” (QS. Nuh 71: Ayat 1). Kepatuhan dan ketaatan Nabi Nuh kepada Sang Kholiq melahirkan tulus ikhlasnya perjuangan serta kesabaran dalam mengajak sanak keluarga beserta kaumnya kepada perintah Allah, dengan menyampaikan nasehat dan peringatan.

Nasehat dan peringatan yang seringkali tak bisa dilogikakan itu melahirkan penolakan serta perlawanan dari kaumnya bahkan juga keluarganya. Bagaimana bisa dinalar ketika Nabi Nuh a.s. di tempat yang tinggi secara logika tak mungkin sama sekali bisa diterjang banjir. Nabi Nuh justru mempersiapkan pembuatan kapal agau bahtera yang kesemuanya itu dimaksudkan untuk menyelamatkan diri, keluarga serta kaumnya dari malapetaka yang akan menimpa atas petunjuk Allah SWT.

Sahabat semuanya, seringkali juga kita bersikap yang sama terhadap sebuah nasehat dan peringatan yang sama sekali tidak masuk akal. Kita abai bahkan kemungkinan pula kita menganggapnya itu hanya sebagai sebuah lelucon belaka. Bukankah kita semua meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Allah telah berkehendak, maka “Kun fayakun”.

Oleh karenanya, Bahtera Nuh ini memberikan pelajaran dan pengajaran kepada kita bahwa semua yang datang dari Allah pasti benar, bahkan selamat dan menyelamatkan. Untuk itu kita dituntut agar ikhlas tunduk, taat dan patuh kepada semua perintah-perintahNya. Sami’na waatha’na.

Siapa yang tidak masuk kapal dan yang tidak ikut masuk ke dalam Bahtera Nuh sungguh kelak akan menyesal meratapi nasibnya karena pembangkangan atas perintah-perintahNya.

Terhadap masalah dan persoalan yang menimpa diri kita, termasuk juga yang menimpa negeri ini, apalagi persoalan itu terasa begitu dahsyat seperti tidak ada jalan keluarnya maka bersegeralah kita menuju kepada Rabb sekalian alam.

Sandarkan dan mohonkan jalan keluar dari semua persoalan itu hanya kepadaNya, karena sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah apapun persoalannya. Segeralah menuju Al Quran dan as-Sunah agar kita segera mendapatkan resep paling jitu dan jalan keluar dari berbagai macam persoalan. Segeralah menuju kepada ketundukan, ketaatan dan kepatuhan atas perintah-perintahNya karena itu akan meneguhkan kita semua kepada jalan selamat dan keselamatan yang penuh dengan kenikmatan abadi.

Bersegeralah menuju Bahtera Nuh, segeralah tinggalkan keangkuhan dan kesombongan agar kita tidak ditenggelamkan oleh dahsyatnya azab dariNya. Agar kita tidak meratapi diri dengan penuh penyesalan di kemudian hari atas sikap dan perbuatan kita.

Termasuk mentaati perintah Allah SWT untuk tetap berada dalam garis ketauhidan dan tidak sedikit pun ternoda kesyirikan, beristiqomah dalam beribadah, melaksanakan puasa sesuai tuntunan Rasulullah s.a.w., berzakat, bersedekah dan gemar menolong kepada sesama.

Bersegeralah jika perintah-perintah itu belum terlaksana, lalu tingkatkanlah jika sudah terlaksana. Agar kita tidak tenggelam dalam kesombongan dan keangkuhan sikap kita dan agar kita tidak ditenggelamkan oleh siksa dan azab dari Allah yang sangat pedih. Wallahu a’lam. Bismillah, insya Allah kita bisa !

drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur

ZISKA Lifestyle Festival Ajang Mempertemukan Amil se-Indonesia

ZISKA Lifestyle Festival merupakan serangkaian acara perdana yang diselenggarakan oleh LAZISMU Pusat yang diselenggarakan pada Jum’at hingga Minggu, 8-10Desember2018. Perhelatan tersebut merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh pengurus LAZISMU dan Amil dari seluruh Daerah dan Kantor Layanan di Indonesia.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Haidar Nashir, di Loby Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sebelumnya didahului oleh sambutan dari Panitia Lokal, tuan rumah Rektor UMY, dan Hilman Latief, Ph.D, Ketua LAZISMU Pusat.

Hilman Latief selaku Ketua LAZISMU Pusat berharap dengan ZISKA Lifestyle Festival ini mampu membangun LAZISMU yang berkemajuan di masa yang akan datang. Sementara itu Haidar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah yang berkesempatan untuk memberikan amanat dan membuka acara ZISKA Lifestyle Festival 2018 menyatakan bahwa LAZISMU selama ini berperan aktif menghimpun dana Persyarikatan dan umat yang kemudian dapat meningkatkan koordinasi yang komprehensif dan konsolidasi yang terintegrasi.

LAZISMU merupakan lembaga zakat yang dinamis dalam pergerakan dan distribusinya. Di era ini lembaga ZIS harus mampu menumbuhkan kesadaran ZIS kepada masyarakat dan warga Muhammadiyah yang baru berkembang lebih mudah dibandingkan pada masyarakat yang sudah maju karena masyarakat yang belum maju cenderung konsumtif sehingga hanya ingin diberi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menambahkan bahwa kehadiran LAZISMU untuk menyadarkan umat dan mengimbangi dengan pemikiran yang rasional. LAZISMU diharapkan dapat berperan dalam memberdayakan umat, dhuafa dan kaum muztad’afin.

ZISKA Lifestyle Festival ini terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS), Indonesia Mobil Clinic, Amil Camp, dan LAZISMU Award yang dihelat dalam waktu bersamaan. Agenda pertama yang dilaksanakan setelah
pembukaan yaitu LAZISMU Award sebagai ajang penghargaan yang diberikan kepada LAZISMU yang berprestasi berdasarkan penilaian dalam beberapa nominasi.

Nominator Pertumbuhan Perhimpunan Terbaik adalah LAZISMU Sragen, Banyumas, Gresik, Pekanbaru, yang kemudian dimenangkan oleh LAZISMU Gresik. Nominasi kedua adalah LAZISMU dengan Kreatifitas Penghimpunan Terbaik dengan para nominator yaitu LAZISMU Sragen, Lamongan, dan Gunung Kidul yang kemudian Lamongan terpilih sebagai LAZISMU dengan Kreatifitas Penghimpun Terbaik.

Nominasi ketiga adalah LAZISMU dengan Pendistribusian Terbaik dengan nominator LAZISMU Pare-pare, Lamongan, Surabaya, Pekanbaru. Yang terpilih adalah LAZISMU Pekanbaru. Nominasi Pemberdayaan Ekonomi yaitu LAZISMU Banyumas, Surabaya, Wonosobo, dan Sragen. LAZISMU Banyumas lah yang terpilih sebagai pemenang dengan nominasi pemberdayaan terbaik.

Nominasi kelima adalah LAZISMU dengan laporan tahunan terbaik dengan nominator LAZISMU Sragen, PekanBaru, dan Banyumas yang dimenangkan oleh LAZISMU Banyumas. Sementara itu untuk tingkat wilayah dengan Laporan tahunan terbaik dimenangkan oleh LAZISMU KalimantanBarat. Nominasi terakhir yaitu LAZISMU Terbaik skala Nasional dengan nominator Lamongan, Banyumas, Sragen dan PekanBaru. LAZISMU Sragen terpilih sebagai LAZISMU Terbaik.

Para Nominator yang terpilih sebagai pemenang masing-masing akan mendapatkan dana stimulasi program sebesar Rp.50.000.000,-. Setelah pembukaan dan pemberian penghargaan kepada LAZISMU yang berprestasi dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta menuju ke lokasi kegiatan. Peserta dibagi menjadi dua yaitu peserta RAKERNAS dan Amil Camp yang diantar menggunakan tiga bus besar, mobil operasional dan ambulance LAZISMU serta Mobil AUM se-DIY.

Pemberangkatan ke Arena Rakernas dan Amil Camp

Pemberangkatan peserta diiringi oleh Mobil Ambulance sekaligus merupakan salah satu rangkaian acara yaitu Indonesia MobilClinic. Selanjutnya peserta dibawa menuju ke Sambi Resort dan bumi perkemahan di kawasan desa wisata Desa Sambi, Kaliurang, Sleman, DIY.

Peserta amil camp ini membeludak, yang pada awalnya hanya 100 orang peserta membengkak menjadi 160 peserta lebih. Bahkan salah satu peserta datang dari LAZISMU PCIM Mesir. Tidak maumelewatkan moment dan kesempatan tersebut KL LAZISMU Ngagel kota Surabaya memberangkatkan salah satuAmil untuk mengikuti kegiatan Amil Camp. “Amil camp merupakan acara perdanayang diselenggarakan oleh LAZISMU Pusat divisi Sumber daya manusia,” kata Tatang selaku divisi SDM LAZISMU Pusat.

Amil camp diselenggarakan di bumi perkemahan desa Sambi dengan konsep diklat alam. Peserta tidur di tenda yang telah disiapkan oleh panitia yang pada kesempatan tersebut tenda yangditempatiolehpeserta adalah tenda LAZISMU yang baru saja dibeli oleh panitia.

Hari pertama kegiatan di lokasi yang terletak di lereng gunung Merapi ini diguyur hujan yang cukup deras sehingga beberapa tenda kemasukan air. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta Amil Camp. Peserta yang terdiri dari seluruh wilayah di Indonesia ini saling berkenalan dan bertukar informasi maupun pengalaman antar sesama Amil LAZISMU terkait dengan perkembangan, kendala hingga program di daerah masing-masing. Bukan hanya sekedar berkenalan dengan seluruh peserta, peserta amil camp juga mendapatkan beberapa materi yang terkaitdengan Fiqih Zakat, Infaq, dan Shodaqoh hingga strategi fundraising di era millennial dan pelayanan prima.

Materi yang diberikan pada hari kedua. Pada materi pertama tentang pelayanan prima dan strategi fundraising peserta dibagi menjadi dua kelas tergantung peminatan peserta, tidak memaksa. Pada kelas Fundraising di era millenial, Panitia menghadirkan Nur Efendi dari RZ. Materi ini sangat menarik karena para amil dapat bertukar ilmu dengan RZ yang patut dicontoh ataupun dijadikan bahan rujukan untuk kemajuan LAZISMU di era saat ini dan di masa yang akan datang.

RZ sebagai lembaga penghimpun dana zakat menerapkan dan memanfaatkan teknologi serta menyambungkan antara filantropi millenial. Menurut Nur Efendi para millenials filantropi memiliki peran yang sangatbesar dalam kegiatan filantropi karena millenials filantropi merupakan investasi social yang memiliki dampak dan system serta investasi mengembangkan karakter dan kepemimpinan sehingga sebenarnya millenial bukanlah masalah atau pun ancaman akan tetapi justru menjadi tantangan serta potensi besar. Nur Efendi juga menambahi bahwa orang-orang millenial saat ini justru berpikir kontribusi apa yang mampu diberikan bukan hanya nominal serta mudah tersentuh dengan cerita-cerita yang menginspirasi.

Dua hal tersebut harus mampu terbaca oleh para amil sehingga dapat memberikan alasan kepada calon donator mengapa mereka harus berdonasi. Pertanyaan tersebut tentu saja mengarah pada strategi fundraising yang harus diterapkan oleh LAZISMU.

Bukan hanya materi yang mengenyangkan namun menarik, pemateri juga menawarkan solusi dan strategi untuk meroketkan fundraising LAZISMU. Pertama adalah transformation. Transformasi yang ditawarkan adalah dengan penguatan internal dan seberapa mampu merespon internal atau amil-amil di dalamnya. Bagaimana membuat amil merasa happy dan fleksibel tanpa harus berseragam yang seolah menunjukkan identitas.

Kedua adalah startup mode yaitu bagaimana amil lincah, fleksibel, dan inovatif dengan menerapkan digital transformative leadership.

Ketiga membentuk sebuah ekosistem yang dapat mengoptimalkan fisik atau dalam hal ini sumber daya yang ada, adanya people network, adanya channel yang saling terintegrasi, dan adanya teknologi (digitalnetwork). Keempat yaitu mengoptimalkan service / pelayanan.

Hal tersebut juga menjadi koreksi bagi LAZISMU baik di LAZISMU pusat maupun Kantor Layanan. Peserta berharap dengan adanya materi tersebut ke depan LAZISMUmampu mengakomodir dan membuat system yang terintegrasi dan dapat diakses
secara nasional.

Materi yang selanjutnya adalah materi mengenai bagaimana menyusun dan melaksanakan program pendayagunaan zakat yang disampaikan oleh Prof.Sigit. Pada materi ini peserta lebih disadarkan bagaimana menjadi amil yang mendayagunakan.Tugas seorang amil bukan hanya menghimpun dana zakat kemudian mendistribusikan kepada fakir miskin saja.

Lembaga penghimpun zakat semestinya tidak hanya memberi saja akan tetapi, harus mulai memikirkan dan melakukan pemberdayaan ekonomipada para mustahik agar mereka mampu mandiri secara ekonomi sehingga dapat mengentaskan kemiskinan secara perlahan. Karena Amil ZIS adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat dan bagaimana meningkatkan keberdayaan umat terutama di ranah ekonomi. Pendapatan dan pendistribusian dibagi untuk mewujudkan dan mengentaskan warga miskin menjadi tidak miskin.Pemateri juga menegaskan tugas seorang Amil yaitu, mengidentifikasi fakir miskin di sekitarnya, membantu dengan berupa pemberian santunan, kemudian mengentaskannya.

Pada materi tersebut pemateri banyak membuka mindset dan cara berpikir para amil. Amil benar-benar ditekankan menjadi amil yang mampu memberdayakan umat. Pendistribusian zakat tidak sebatas memberi pada fakir miskin saja setelah itu tuntas tugasnya akan tetapi, bagaimana keberlanjutannya. Perubahan dapat berupa evolusi maupun revolusi. Perubahan untuk program pemberdayaan ini lebih bersifat evolusi yaitu perubahan yang sedikit, konstan, namun mengubah kepada hal yang lebih baik.

Sore harinya peserta diberikan hiburan outbond game kerja sama dan juga pelatihan memanah yang dibimbing oleh ARROMYU KOKAM DIY. Malam harinya peserta duduk melingkari api unggun yang telah disiapkan oleh panitia sembari berkenalan dengan panitia pusat dan pania lokal kegiatan tersebut sambil menikmati hidangan kambing guling dan beberapa makanan ringan. Beberapa peserta diminta untuk sharing bagaimana perkembangan LAZISMU di daerahnya masing-masing serta apa saja kendalanya.

Hari terakhir kegiatan panitia telah menyiapkan outbond yang disiapkan dan didampingi langsung oleh Semoet Training DIY langsung selama setengah hari mulai dari jalan-jalan kemudian membentuk formasi bertuliskan LAZISMU, senam bersama,
hingga mengikuti game-game yang semakin membuat peserta bersemangat dan kenal lebih dekat dan akrab. Serangkaian acara ZISKA Lifestyle Festival 2018 ditutup bersama di Sambi Resort oleh Bapak Hilman Latief selaku Dirut dan Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat.

 

Oleh Debby Pratiwi, eksekutif Kantor Layanan Lazismu (KLL) Ngagel kota Surabaya.

drh. Zainul Muslimin : “Yang Muda Yang Rela Jiwa dan Raga”

Awal bulan Oktober 2018 lalu, saya dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Najib Hamid, M.Sc, dan beberapa Pengurus Lazismu Jatim berkesempatan memberangkatkan 12 orang Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk bertugas ke Palu, Sulawesi Tengah.

Mereka adalah anak-anak muda yang masih berusia 20 – 25 tahun. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa, namun ada juga yang sudah menikah dan meninggalkan istrinya yang tengah hamil tua. Mereka masih segar bugar, perkasa, berdarah muda dengan satu tekad yang menggelora di dada, yaitu datang ke areal terdampak bencana untuk menolong sesama.

Berita dan informasi tentang dahsyatnya bencana gempa bumi dan tsunami di Palu membuat mereka merasa tertantang untuk segera pergi “berjihad” ke medan laga kemanusiaan. Sungguh suatu kemuliaan apabila ada saudaranya yang menderita nun jauh disana, hatinya merasa terpanggil untuk berangkat menolong, tanpa pikir panjang dan berbagai pertimbangan lainnya.

Sudah pasti mereka datang kesana tidak untuk bertamasya, berwisata atau enjoyning panorama di bumi Palu. Mereka justru akan be-kerja, bekerja dan terus bekerja guna membantu saudara-saudara kita warga Palu dan sekitarnya yang tertimpa musibah hebat. Bekerja tanpa digaji, sudah barang tentu.

Bekerja apa saja yang penting membantu para korban, seperti mengevakuasi korban, membersihkan puing-puing bangunan runtuh, mendistribusikan bantuan, memasak di dapur umum, assessment, memberikan dorongan semangat para korban terdampak untuk bangkit kembali dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang mesti dilakukan oleh para relawan.

Mereka meninggalkan barang sejenak indahnya kehidupan masa muda di kota besar untuk bergabung dengan ribuan relawan lainnya yang telah berkomitmen mendarma bahktikan hidupnya untuk sesama. Mereka, kaum muda itu, sudah pasti berbeda dengan para sebagian pemuda sebayanya yang tidak peduli dengan sesamanya. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan kaum muda relawan itu dengan balasan yang setimpal. Aamiin.

Kita tentu mengapresiasi dan turut bangga dengan semangat kaum muda yang punya sense of care, rasa kepedulian, peka sosial dan tanggap terhadap sesama yang menderita. Sementara sebagian kaum muda lainnya hidup dalam kesenangan, hura-hura, foya-foya dan melampiaskan darah mudanya dengan sesuatu yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Rasulullah saw sangat mendambakan tampilnya para pemuda yang kuat dan perkasa yang telah dikader dan ditempa menjadi mujahid perjuangan menegakkan agama Islam di muka bumi ini. Semangat para pemuda itulah yang akan mengguncangkan dunia.

Tentu yang tua-tua ini atau yang sudah merasa senior harus mengarahkan anak-anak muda itu dengan kehidupan yang berguna dan bermanfaat bagi diri, keluarga dan sesamanya. Mereka generasi muda itu butuh bimbingan dan dukungan dari kita yang sudah beranjak tua. Dorongan dan arahan pada kegiatan-kegiatan yang penuh dengan kemanfaatan dan bermakna.

Sangat berdosa dan tidak pada tempatnya bagi kita-kita yang senior ini jika malah ‘mengompori’ dan ‘mengipasi’ generasi muda kita untuk melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat, sarat dengan kebencian, prasangka dan penuh kesia-siaan belaka.

Sebaliknya mari kita sambut mereka yang muda yang rela jiwa raga itu dengan dorongan, dukungan dan arahan yang tepat bagi kehidupan mereka. Insya Allah, mereka yang muda yang rela jiwa dan raga itu akan ikhlas berbuat dan bertindak sesuai dengan tuntunan agama, manakala kita yang senior-senior ini memberikan contoh kemajuan dan teladan utama yang meneduhkan serta mencerahkan. Bismillah. Semoga kita bisa. Memberi Untuk Negeri.