Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Saturday , 11 July 2020
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga

Category Archives: Kiprah Lembaga

Aksi Perdana Layanan Perbaikan Instalasi Listrik Gratis, Kolaborasi CV Prigesh Elektrikal dan Lazismu Lamongan

Lazismu Lamongan terus berupaya memfasilitasi dan menggelorakan semangat memberi, berbagi dan mengabdi di tengah masyarakat terus dilakukan.

Bersama CV Prigesh Elektrikal Kontraktor dan Mekanikal Engineering, Lazismu Lamongan membuka layanan Jumat berkah untuk membantu perbaikan instalasi listrik gratis bagi masjid, sekolah, dan rumah dhuafa.

“Inisiasinya dari teman teman muda di Prigesh dan Lazismu, kemudian kami eksekusi bersama dan Alhamdulilah mulai Jumat ini, kami sudah bergerak untuk membantu melakukan perbaikan listrik di sekolah sekolah dan masjid,” kata Moh Harbul Fijar, Amil Lazismu Lamongan pada Jum’at, 19/06/2020, ketika beraksi di Pondok Pesantren Pataan, Kec Sambeng.

“Kebetulan permintaan yang masuk pertama kali dari Sekolah, Masjid dan Pondok Pesatren di Sambeng ini, jadi Minggu lalu kita survey lebih dulu dan hari ini kita eksekusi,” ungkapnya.

Di areal Pondok Pesantren ini masih banyak sudut-sudut bangunan yang gelap gulita ketika malam tiba. Oleh karena itu perlu dipasang saluran listrik dan lampu penerangan yang baru. Di sepanjang halaman pondok, lampu penerangan juga banyak yang mati sehingga dilakukan penggantian lampu dan pengecekan instalasinya. Tim instalator CV Prigesh dibantu relawan Lazismu telah bekerja dengan cekatan dan teliti.

M Rofiq, perwakilan dari Prigesh Elektrikal Kontraktor menyampaikan ucapan terimakasih atas support Lazismu dalam program bersama kali ini.

“Kami berterima kasih atas support dari Lazismu, obrolan-obrolan kecil kami ternyata dapat mendatangkan kebaikan bagi sesama. Semoga istiqomah ke depan membantu sesama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ramiso pengasuh Pondok Pesantren Pataan-Sambeng mengaku mendapatkan manfaat banyak dari program ini.

“Kami berterima kasih banyak, Allah yang membalas kebaikan teman teman semua. Insya Allah dampak dan manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat banyak, terutama membantu penerangan di sekitar pondok dan masjid,” sambungnya.

“Saya berharap program ini tetap Istiqomah dilakukan sebab dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkas Ramiso. (Irv)

MARI berdonasi zakat, infaq dan sedekah melalui LAZISMU Lamongan..

Transfer melalui Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 19 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76630 1 19 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lamongan
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 19 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76640 2 19 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lamongan
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 19 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76650 3 19 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lamongan
QURBAN BMI 77250 4 19 00 0 00000 Qurban LAZISMU Kab Lamongan

Baca juga..

Salurkan Bantuan Kesehatan kepada Keluarga Dengan Gangguan Pengelihatan di Kedungpring Lamongan

Turut Serta Dalam Penjagaan Covid-19 di Tempursari Lumajang, MCCC dan Lazismu Bagikan Makanan dan Minuman Untuk Petugas Jaga

Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) bersama Majelis/lembaga dan Organisasi Otonom Muhammadiyah seperti Aisyiyah, MDMC dan didukung oleh Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) terus bergerak dalam penanganan dan pencegahan penularan covid 19, khususnya di kabupaten Lumajang.

Kali ini MCCC, Ortom dan Lazismu beraksi di Kecamatan Tempursari. Tim turut bergabung dengan petugas dan aparat melakukan penjagaan rutin di perbatasan antara kecamatan Pronojiwo, yang masuk Kabupaten Lumajang dan sebelah barat perbatasan dengan kecamatan Ampel Gading, kabupaten Malang. Aksi itu dilaksanakan pada hari Sabtu, 30-05-2020, dipimpin langsung oleh Andrik Sugianto, Seketaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempursari.

Andrik Sugianto mengatakan bahwa sebagai kader Muhammadiyah harus berperan aktif dalam penanganan wabah Covid-19 ini. Menurutnya Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam amal ma’ruf nahi munkar. Oleh karena itu kader Muhammadiyah harus siap berkorban untuk kepentingan umat dan bangsa.

“Mari bersama kita tunjukan bahwa muhammadiyah bisa berkolaborasi dengan eleman masyarakat yang lain. Kader Muhammadiyah harus bisa menunjukan kesolehannya, baik kesolehan secara spiritual kepada Allah dan kesolehan sosial bagi sesama umat,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa kecamatan Tempursari adalah satu satunya kecamatan yang masih berada dalam zona kuning. Oleh karena itu penjagaan terus diperketat dengan kolaborasi bersama komunitas dan eleman masyarakat yang ada di Tempursari.

MCCC dan Kantor Layanan Lazismu di Tempursari tidak hanya mengdakan penjagaan tetapi juga membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak secara ekonomi. Selain itu juga membagikan APD kepada medis yang bertugas di Puskesmas Tempursari selaku garda terdepan dalam penanganan virus Corona. Tak lupa Lazismu juga membagikan makanan dan minumn kepada petugas dan aparat yang berjaga di perbatasan, jelas Andrik.

Drs Aminudin, Ketua MCCC kabupaten Lumajang mengapresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para relawan MCCC dan Lazismu yang ada di Tempursari dalam membantu Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Semoga wabah ini cepat berlalu dan Tempursari tetap dalam zona aman. Ayo terus bersemangat”, ajaknya kepada para relawan. (Kus/Ad)

REKENING LAZISMU LUMAJANG

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76630 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
QURBAN BMI 77250 4 20 00 0 00000 Qurban LAZISMU Kab Lumajang

Kabupaten Lumajang

50 Ribu Paket Sembako Ditebar Se-Jawa Timur, Ketua PWM Jatim Blusukan ke Kampung Padat Penduduk

Sebanyak 50.000 paket sembako hari ini, 19/05/20, ditebar kepada warga terdampak Covid-19 di 38 Daerah Kabupten dan Kota se-Jawa Timur oleh tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang didukung oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dan organisasi wanita ‘Aisyiyah.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Saad Ibrahim dan Ibu Siti Delilah Chandra Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jatim ikut blusukan membagikan paket sembako ke kawasan kampung miskin, kumuh dan padat penduduk di kota Surabaya. Turut serta Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin beserta jajaran MCCC dan para relawan PCM Krembangan. Kedua kampung yang menjadi jujugan blusukan itu adalah kampung 1001 malam di bawah jembatan tol Morokrembangan dan kampung Lasem Baru di kecamatan Krembangan.

Blusukan kedua tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Timur itu dalam rangka menandai secara resmi pendistribusian paket bantuan ketahanan pangan tahap kedua yang secara serentak dilakukan di Jawa Timur dan nasional se-Indonesia. Hari ini seluruh relawan Muhammadiyah, baik dari Majelis/Lembaga dan Organisasi Otonom bergerak beraksi bersama membagikan paket bantuan pangan berupa sembako kepada warga terdampak sesuai dengan data yang dimiliki.

Dr Sa’ad Ibrahim, Ketua PWM Jatim, dalam sambutannya ketika menyerahkan paket bantuan kepada salah satu penduduk di kampung kumuh dan miskin ‘1001 malam’ di bawah jalan tol bozem Morokrembangan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti bahwa Muhammadiyah cinta kepada bangsa ini. Kecintaan itu diwujudkan dengan aksi nyata memberi untuk negeri pada saat bangsa ini diterpa bencana wabah virus Corona.

“Ini dalah thap kedua Muhammadiyah ikut meringankan beban mereka, walau hanya bisa untuk beberapa hari saja, namun minimal bisa mengurangi beban mereka” kata Sa’ad Ibrahim.

Menurutnya jumlah 50 ribu paket bantuan pangan itu bukanlah jumlah yang kecil, karena itu proses pendistribusiannya dilakukan dengan mengerahkan semua relawan MCCC di berbagai daerah.

“Alhamdulllah proses baksos ini bisa berlangsung lancar, dan semua bantuan sudah diterima mereka yang berhak menerima” jelasnya.

Sa’ad Ibrahim menghimbau ummat Islam dan mensyarakat yang masih diberikan karunia berupa kenikmatan dan kekayaan untuk bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur itu diwujudkan dengan rela dan ikhlas berbagi untuk membantu saudara sesama yang menderita dan kekurangan.

Sa’ad juga mengajak kepada pemegang kepentingan di berbagai daerah agar memperhatikan lingkungan sekitar dimana masih banyak kawasan atau kampung yang sangat miskin, kumuh dan tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Kondisi itu harus dicarikan jalan keluarnya agar warga masyarakat dapat hidup di lingkungan yang bersih, sehat, aman dan nyaman ungkapnya.

Rombongan Muhammadiyah Jawa Timur ini datang ke lokasi kampung 1001 malam yang berada di kolong jembatan tol Morokrembangan dengan menyeberangi sungai morokrembangan menggunakan perahu tambang. Demikian pula paket bantuan diturunkan dari kendaraan pengangkut untuk diseberangkan dengan tambang ini ke seberang sungai.

Sebanyak 200 paket dibagikan kepada warga di kampung 1001 malam dan kampung Lasem Baru. Pembagian dilakukan melalui Pengurus RT setempat, karena kampung 1001 malam masuk dalam wilayah RT kampung Lasem Baru. Warga yang terdata satu persatu diminta datang untuk mengambil paket bantuan sembako di balai RT. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan dan keramaian yang tidak diharapkan pada saat ini. (Ad).

Lumbung Pangan Lazismu-MCCC Bojonegoro Siapkan 11.000 Paket Bantuan Sembako

Lazismu yang bersinergi dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) di kabupaten Bojonegoro sangat serius dalam mempersiapkan program ketahanan pangan di daerahnya. Target sebanyak 11.000 paket bantuan pangan telah disiapkan untuk aksi penyaluran serentak secara nasional, pada beberapa hari menjelang Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Menurut Sartono, Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, saat ini telah siap sebanyak 9.000 paket beras dan 10.200 paket bahan sembako lainnya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Teuku Umar no. 48 Bojonegoro. Gedung Dakwah itu sendiri pada saat ditetapkannya wabah virus Corona telah dijadikan sebagai gudang lumbung pangan  MCCC guna menampung persedian bahan pokok makanan.

“Donasi uang untuk program lumbung pangan ini telah terkumpul sebesar Rp 300 juta dan dana yang sudah dibelanjakan untuk pembelian bahan pokok makanan sebesar Rp. 280 juta” kata Sartono ketika dihubungi melalui saluran japri WhatsApp, (09/05/20).

“Pada tanggal 22 April 2020 lalu kami bersama Aisyiyah juga telah beraksi bersama membagikan 214 paket bantuan pangan kepada guru dan PTT yang terdampak dan 111 paket juga ditasyarufkan untuk pasien TB dan HIV Aids se-Bojonegoro” jelas Sartono.

“Kami Lazismu dan MCCC Bojonegoro telah menyiapkan sebanyak 11.000 paket dengan nilai Rp. 70 ribu per paketnya untuk dibagikan pada taha kedua, tanggal 18 atau 19 Mei 2020 mendatang. Oleh karena itu kami menunggu instruksi selanjutnya baik dari Pusat maupun Wilayah” sambung Sartono.

“Saat ini para relawan terus bekerja keras mengemas paket bantuan pangan itu. Sehingga pada saatnya nanti tiba, kami sudah siap bergerak serentak membagikannya ke seluruh target sasaran penerima di Bojonegoro, sesuai dengan data yang ada.” pungkas Sartono. (Ad).

Aksi penyaluran bantuan pangan pada tanggal 22 April 2020 lalu.

Wabah Covid-19 di Jawa Timur Semakin Meningkat, Distribusi APD Oleh Lazismu-MCCC Jalan Terus

Kondisi wabah virus Corona yang masih terus menunjukkan peningkatan, baik yang positif, ODP, maupun meninggal dunia di Jawa Timur membuat prosedur kewaspadaan semakin ditingkatkan, khususnya pada jaringan Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah.

Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) mutlak diperlukan, baik pada RS yang menjadi rujukan bagi penderita Covid-19 maupun RS non rujukan. Tentu hal ini sebagai upaya untuk melindungi tenaga medis dan paramedis yang bertugas di RS. Oleh sebab itu tim Lazismu yang menjadi bagian dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Jawa Timur terus melakukan distribusi APD ke berbagai jaringan RS Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Distribusi APD ke RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo

Sebanyak 7 RS Muhammadiyah/’Aisyiyah menjadi RS rujukan pasien penderita Covid-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim dan PP Muhammadiyah, yaitu RSM Lamongan, RS Siti Khodijah Sepanjang, RSM Ahmad Dahlan kota Kediri, RS UMM, RSIA Malang, RSI Siti Aisyah Madiun dan RSUA Ponorogo. Ditambah RSI Fatimah Banyuwangi yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah.

Berdasarkan dari pusat data MCCC Jatim mulai awal bulan April 2020 hingga saat ini, 6/05/20, sebanyak 1.981 hazmat suit dan 1.317 face shield telah didistribusikan ke RS Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Timur. Pengadaan APD tersebut diperoleh dari berbagai donatur, baik internal maupun eksternal. Tentu jumlah tersebut masih jauh dari memadai mengingat kebutuhan mencapai 32.000 APD dan 8.000 face shield per bulan.

Oleh karena itu open donation dan penggalangan bantuan terus dilakukan melalui berbagai saluran. Donatur yang ingin menyumbang dapat mentransfer dana ke :

  • Rekening Bank Muamalat No. 7710015631 a.n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (INFAQ DAN SEDEKAH), dan No 7710015635 a.n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (KEMANUSIAAN).
  • Bank Syariah Mandiri (BSM) Infaq No. 9000005557.

Lazismu terus membuka layanan jemput donasi bagi donatur dengan saluran komunikasi lewat WA 081325724440 (untuk Surabaya dan sekitarnya) dan untuk daerah kabupaten / kota se Jatim bisa melihat pada daftar kantor daerah Lazismu >>> KLIK DAFTAR KANTOR LAZISMU. Sedangkan untuk bantuan berbentuk barang; APD, health kit dan perlengkapan lainnya, dapat dikirimkan ke kantor Lazismu Jatim / MCCC, Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya, telp. 031-8437191. (Ad)

Agar Panen Tidak Gagal, Lazismu Tebar Alat Pembasmi Tikus kepada Kelompok Petani di Lamongan

Dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis pertanian, perlu ditunjang dengan berbagai upaya dan sarana agar dapat berjalan lancar dan berhasil. Salah satunya adalah upaya membasmi hama tikus yang sering menyerang areal persawahan.

Menyadari hal itu Lazismu Lamongan dengan dukungan dari donatur merasa terpanggil untuk dapat membantu pekerjaan para petani. Tentunya agar para petani dalam memproduksi padi mulai dari tanam hingga panen dapat berjalan dengan hasil yang baik, apalagi di era pandemi wabah virus Corona dan masa perekonomian yang sulit ini, hasil produksi pertanian sangat dibutuhkan.

Sebanyak 48 unit alat pembasmi tikus buatan lokal telah diberikan oleh Lazismu kepada kelompok Tani di 24 kecamatan di Lamongan, 29 April 2020. Pemberian bantuan itu dikirim dan dilewatkan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat. Masing-masing kelompok Petani PCM mendapat bantuan 2 unit.

Menurut Sujudna, Ketua Lazismu Lamongan, bantuan ini dimaksudkan agar para petani di Lamongan dapat membasmi hama tikus secara mudah, praktis dan murah. Saat ini, Sujudna menjelaskan, di Lamongan Selatan sedang musim panen. Sedangkan di Lamongan Utara musim tanam.

Sujudna menceritakan bahwa alat pembasmi tikus itu adalah hasil karya dari Abdul Hakim, seorang guru sekolah Muhamamdiyah di Lamongan yang ulet dan kreatif. Alat itu kemudian diproduksi dan dibeli secara masal oleh Lazismu untuk selanjutnya dibagikan kepada kelompok tani di desa-desa yang kesulitan karena sawahnya terserang hama tikus.

Hasil karya Abdul Hakim ini sangat praktis dan pengoperasiannya sangat mudah. Suara mesinnya tidak bising. Selain itu alat ini juga ramah lingkungan dan hemat biaya, sebab berbahan bakar oli bekas dan campuran solar. Harga alat ini sekitar Rp. 450 ribu per unit, tambah Sujudna.

“Semoga Alat ini dapat membantu para petani membasmi tikus agar produksi pertanian di Lamongan dapat sukses dan berhasil baik serta mendukung program ketahanan pangan. Terlebih di era wabah virus Corona dan pada masa krisis ekonomi ini” pungkas Sujudna. (Ad)

Abdul Hakim dengan alat pembasmi tikus hasil karyanya. (Foto: Oknews.co.id)

Muhammadiyah Terus Giatkan Distribusi Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Jatim yang didukung oleh Lazismu terus bergerak berperan serta menjadi garda depan dalam penanggulangan wabah virus Corona.

Pada senin siang, 27 April 2020, MCCC melakukan distribusi sebanyak 2.500 paket sembako bantuan dari Pemprov Jatim. Paket sembako itu disebar ke 38 kabupaten dan kota di Jawa timur menggunakan kendaraan Lazismu dari berbagi daerah. Tidak hanya paket sembako dari pemprov, 120 sak beras dan 10.000 butir telur dari berbagai donatur juga turut disertakan.

Pemberangkatan 38 kendaraan pengangkut paket sembako dilakukan secara simbolis oleh Tamhid Masyudi selaku Ketua MCCC Jatim ,didampingi Siti Delilah Chandra ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dan drh Zainul Muslimin ketua Lazismu Jatim di depan gedung Muhammadiyah Jatim.

Tamhid Masyudi mengatakan bahwa MCCC Jatim terus bergerak dan berperan di garda terdepan, turut serta membantu pemerintah dalam penanganan wabah covid-19 terlebih dengan diberlakukannya keadaan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di 3 daerah di Jawa timur.

Ia menambahkan bahwa dalam bidang medis peran Muhammadiyah melalui jaringan rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah turut merawat pasien positif covid-19.

Demikian pula dalam hal ketahanan pangan, sebulan sebelum diberlakukannya PSBB, Muhammadiyah Jatim telah membentuk gerakan lumbung pangan di 38 daerah di provinsi ini. Itu semata dilakukan untuk menjalankan perintah  agama guna membantu masyarakat yang kekurangan pangan, khususnya warga terdampak Covid-19  dengan tidak mengenal latar belakang.

“Kami membuka donasi kemanusiaan melalui rekening Lazismu dan menerima bantuan dan sumbangan dari manapun, terutama zakat infaq dan sedekah. Distribusi paket sembako kali ini adalah aksi kedua setelah tanggal 22 April 2020 lalu serentak membagikan 28 ribu lebih paket sembako di seluruh Jatim” jelasnya. [Ad]

Sonny Zulhuda, Ketua PCIM Malaysia : “Terima Kasih atas Bantuan MCCC Jatim Melalui Lazismu Bagi para Pekerja Migran di Malaysia”

Ilustrasi, PWM Jatim ketika mengunjungi PCIM Malaysia, di Kuala Lumpur

Kepedulian kepada sesama yang terdampak kondisi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak hanya ditujukan di dalam negeri. Pekerja Migran Indonesia, terutama di Malaysia, juga tak luput dari perhatian Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Jawa Timur.

Kondisi di Malaysia saat ini sedang Lock Down akibat wabah Covid-19 atau istilah disana “Perintah Kawalan Pergerakan (PKP)”. Mereka, para pekerja migran menurut kabar kurang mendapat perhatian dari pihak Kedubes Indonesia, sehingga memasuki minggu keempat Lock Down Malaysia persediaan pangan menipis.

Nadjib Hamid, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang juga sebagai Badan Pengawas Lazismu Jatim menggalang dana untuk pekerja migran di negeri jiran itu. Bersama sejawat PWM Jatim lainnya menghimpun donasi melalui berbagai saluran medsos. Donatur dminta setor ke rekening Lazismu Jatim. Setelah dana terkumpul akan disalurkan melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut Ali Sahidu, bagian keuangan Lazismu Jatim, hari ini, 23 april 2020, dana itu telah ditransfer oleh Lazismu Jatim ke rekening jujugan PCIM Malaysia. Dana sebesar Rp. 150 juta merupakan hasil panggalangan hingga 21 April 2020. Bantuan tersebut nanti akan disalurkan untuk membantu saudara kita pekerja migran yang dikoordinir oleh PCIM Malaysia di Kuala Lumpur.

Sonny Zulhuda, PhD, Ketua PCIM Malaysia menyatakan tidak menduga dan berterima kasih atas bantuan dari warga Muhammadiyah Jawa Timur melalui MCCC kepada saudara kita pekerja migran di Malaysia.

“Alhamdulillah, barokallah, bapak-bapak PWM Jatim dan MCCC atas bantuan ini. Bantuan itu akan segera kami salurkan kepada mereka, khususnya bagi pekerja migran di Malaysia.” ucap Sonny yang juga sebagai profesor Madya di Universitas Islam Internasional Malaysia, di Kuala Lumpur.

“Kami semua di PCIM Malaysia sangat terharu dan bangga atas perhatian khusus dan mendalam dari Bapak-bapak di PWM Jatim, Lazismu Jatim dan seluruh donatur yang terlibat. Sejujurnya kami tidak menyangka animo yang begitu besar terhadap kesejahteraan warga kami terutama warga Pekerja Migran Indonesia Muhammadiyah di Malaysia” sambung Sonny ketika dihubungi melalui japri Whatsapp.

“Kami sudah koordinasi dalam pertemuan pimpinan Harian PCIM Malaysia dua hari yang lalu. Bantuan ini sangat berharga mengingat kami saat ini sudah mulai kehabisan suplai dalam proses Baksos yang telah berjalan selama 4 minggu sejak awal lockdown di Malaysia.” tambah Sonny.

“Sebelum ini sekitar 1.400 paket sembako senilai lebih dari 130 juta Rupiah telah kami gelontorkan ke berbagai kalangan WNI dan PMI terdampak, baik di kalangan Muhammadiyah maupun luar Muhammadiyah. Alhamdulillah semuanya tersalurkan dengan baik oleh para relawan kami di lapangan.” jelas Sonny.

“Dengan adanya bantuan dari PWM dan warga Muhammadiyah Jawa Timur ini, pertama, InsyaAllah silaturahmi dan silatul amal yang telah ada antara kita akan semakin kuat. Kedua, dana yang sangat signifikan ini akan kami arahkan untuk menambah suplai bantuan bagi WNI/PMI yang terdampak baik dari warga Muhammadiyah Jawa Timur dan daerah lainnya, maupun WNI di luar Muhammadiyah.” ungkapnya.

“Akhirnya, keberadaan bantuan ini menambahkan lagi semangat bagi kami para pekerja dakwah di PCIM Malaysia untuk semakin menguatkan gerakan Al-Ma’un demi kemajuan Indonesia dan pencerahan semesta. Sampaikan salam takzim kami khususon utk para pimpinan PWM dan Lazismu Jawa Timur termasuk Kiyai Saad Ibrahim, Ust. Nadjib Hamid, Prof Biyanto, Prof Thohir Luth, Ust Zainul Muslimin, dan lain-lain” pungkas Sonny Zulhuda, Ph.D Profesor Madya pada Internatonal Islamic University of Malaysia (IIUM).  (Ad).

 

Targetkan 100.000 Paket Sembako Untuk Warga Paling Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Mencermati kondisi terkini status tanggap darurat dengan pembatasan wilayah berskala besar atas terjadinya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Lazismu Jatim kembali melakukan langkah antisipasi, terutama dalam masalah ketahanan dan ketersediaan pangan bagi warga yang paling terdampak.

Menurut drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, yang juga sebagai Koordinator Devisi Ketahanan Pangan – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, saat ini seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jatim tengah mempersiapkan gerakan Lumbung Pangan berbasis Masjid.

Ketika ditemui di gedung Muhammadiyah Jatim Kertomenanggal Surabaya, senin sore, 6 April 2020, Zainul mengungkapkan bahwa pada saat ini warga terdampak Covid-19 membutuhkan langkah nyata dan kehadiran Muhammadiyah sebagai problem solving permasalahan umat. Lumbung pangan berbasis masjid adalah solusinya karena Masjid berada di garis depan kehidupan ummat.

Pendanaan Lumbung Pangan ini, lanjut Zainul, akan disangga bersama oleh Lazismu, Masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tentu dengan koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Lazismu Daerah akan fokus menggencarkan kampanye fundraising untuk gerakan Lumbung Pangan di daerahnya melalui berbagai saluran dan media serta bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, katanya.

Sebanyak 100.000 paket dengan nilai Rp. 200.000,- per paket dengan total anggaran sebesar Rp. 20 Milyar tengah disiapkan untuk pengadaan paket sembako. Dana itu diperoleh dari hasil donasi ZIS dan kemanusiaan Lazismu se-Jatim, baik yang telah terkumpul maupun yang akan digalang, ditambah dari AUM.

“Pengadaan logistik Lumbung Pangan mengutamakan membeli bahan makanan pokok, seperti beras langsung ke petani dan bahan pangan lainnya ke peternak, koperasi, supplier, toko atau supermarket milik warga Muhammadiyah atau ummat Islam lainnya.” jelas Zainul.

Zainul menegaskan bahwa prioritas sasaran penerima bantuan adalah mereka yang dalam kategori asnaf penerima zakat, terutama dari kalangan guru berpenghasilan rendah, mubaligh / ustadz, marbot / petugas Masjid, tenaga paramedis, santri / pelajar / mahasiswa dalam asrama, janda, warga lanjut usia, difabel, buruh, korban PHK dan pekerja sektor informal lainnya yang terdampak kondisi wabah Covid-19.

Sedangkan proses pendistribusian paket sembako nantinya dilakukan melalui Masjid dengan cara mengirimkan kepada sasaran yang dituju, dari rumah ke rumah (door to door) oleh para Relawan Masjid, atau melalui RT / RW / Kepala Dusun / Kepala Kampung / Tokoh Masyarakat setempat. Kantor Lazismu Daerah tidak dianjurkan melakukan penyerahan secara berkerumun atau mendatangkan massa dalam jumlah banyak, tambah Zainul

“Yang penting Lazismu dan segenap elemen Muhammadiyah akan berusaha menjamin ketersediaan pangan yang cukup bagi sasaran penerima sesuai dengan data yang dimiliki, minimal untuk 3 (tiga) bulan” pungks Zainul. (Adit)

 

Gerak Cepat Luncurkan Program Sembako Murah Bagi Relawan dan Medis

Mulai merangkak naiknya harga-harga kebutuhan bahan pangan pokok di pasaran membuat Lazismu turut serta memikirkan dan berbuat guna menyediakan ketersediaan bahan tersebut bagi mereka yang membutuhkan.

Maka secara gerak cepat program Sembako Murah pun diluncurkan. Sasarannya adalah para relawan di lapangan dan tenaga medis/paramedis yang tengah berjuang di Rumah Sakit menangani pasien Covid-19, khususnya di jaringan RS Muhammadiyah / Aisyiyah se-Jawa Timur.

Drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jatim dan juga koordinator devisi ketahanan pangan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) mengatakan bahwa salah satu program dari devisinya adalah menyediakan bahan pangan bagi mereka yang berjuang melawan Covid-19.

“Ketersediaan pangan bagi mereka kita pikirkan dan kita lakukan suplai di tengah merangkaknya harga-harga dan kelangkaan kebutuhan pokok di pasaran” kata Zainul di kantor Lazismu, Gedung Muhammadiyah Jatim, Jl Kertomenanggal IV Surabaya, 04/04/2020.

Mulai tanggal 1 April 2020 Lazismu Jatim telah memasok 15 ton gula dan 10 ton telur yang dirimkan menggunakan mini truk dari kantor wilayah Muhammadiyah Jatim di Surabaya ke berbagai markas Relawan Cegah Covid-19 (Lazismu-MDMC) dan RS-RS Muhammadiyah/Aisyiyah di berbagai kota atau kabupaten se-Jawa Timur. Sebenarnya pihak RS-lah yang membeli telur murah ini untuk dibagikan kepada tenaga medis dan paramedis di RS tersebut kata Zainul.

Zainul menambahkan, tidak hanya gula dan telur, beras pun kini mulai distok untuk Lumbung Pangan. Suplai bahan pokok itu diperoleh dari berbagai koperasi, perusahaan penyalur gula, petani dan beberapa peternak telur di Jatim. Bahan pokok itu dijual murah dan tidak mengambil untung karena memang ditujukan untuk mereka yang membutuhkan.

“Setelah program untuk relawan dan medis/paramedis, kita akan beralih ke sasaran lain, yakni mereka yang sangat terdampak secara ekonomi akibat mewabahnya virus ini dan berbagai pihak yang lebih membutuhkan ketersediaan bahan pangan, seperti fakir-miskin, kaum dhuafa dan sebagainya” pungkas Zainul.  (Adit).