Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Saturday , 14 December 2019
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga

Category Archives: Kiprah Lembaga

Terima Moeslim Award 2019 Bidang Pemberdayaan Ekonomi Mikro dan Menengah

Kelahiran adalah peristiwa penting tentang awal sesuatu itu berada. Sebagai ihwal keberadaan yang penting, kelahiran bagi media seperti Moeslim Choice merupakan langkah perencanaan. Karena itu, melalui peringatan milad yang kedua, Moeslim Choice menggelar perhelatan akbar Moeslim Choice 2019, di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta (12/12/2019).

Pada momen ini sejumlah tokoh terkemuka, lembaga-lembaga yang bergiat di ekonomi syariah, budayawan, seniman, pemerintah daerah dan tokoh lainnya hadir dalam peringatan milad Moeslim Choice yang kedua. Teguh Santosa, pendiri Moeslim Choice dalam sambutannya mengatakan, ini ulang tahun yang kedua, mewakili sahabat saya Usman Rizal yang juga master mind dibalik keberadaan Moeslim Choice, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan.

“Moeslim Choice harus menjadi bagian dari spirit persatuan umat dan bangsa. Ini sejalan dengan Moeslim Choice Award 2019 yang mengangkat tema “Umat Bersatu Negara Maju,” paparnya.

Dari sejumlah tokoh nasional yang menerima Moeslim Choice Award 2019, dua tokoh penerima yang menyita perhatian Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Muhammmad Jusuf Kalla. Bambang Soesatyo malam itu didapuk sebagai salah satu kategori figur demokrasi.

Sementara M. Jusuf Kalla, dipilih sebagai Lifetime Achievement, sebagai tokoh yang menerima penghargaan atas dedikasinya dalam dunia politik dan mengembangkan bisnis dengan elegan. Sekaligus menyempurnakan dan menutup masa baktinya sebagai Wakil Presiden RI periode 2014-2019.

Pada ajang  ini juga, Moeslim Choice Award 2019, memilih lembaga-lembaga filantropi yang berkhidmat dalam Humanitarian Institution. Lembaga-lembaga tersebut antara lain, Rumah Zakat, Lazismu dan Yayasan Damandiri.

Lazismu sendiri menerima Moeslim Choice Award 2019 dalamHumanitarian Institution berkategoriBest Performance untuk Lembaga Sosial Kemanusiaan dalam Pemberdayaan Ekonomi Kecil (Mikro) dan Menengah.

Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, mengatakan, ini penghargaan yang keempat diperoleh Lazismu pada tahun 2019. “Diberikan oleh Muslim Choice Magazine di Jakarta,“ katanya. Selamat kepada Lazismu yang ada di seluruh Indonesia atas penghargaan ini, sambung Hilman Latief.

Moeslim Choice Award 2019, memberikan pernghargaan kepada para penerima dalam beberapa kategori, antara lain figur demokrasi (Democracy Figures), Good GovernmentUlama, Artist,Humanitarian Institution, Sharia Financial Institution, serta Hajj and Umrah Organizer. (na) www.lazismu.org

Rakernas Lazismu 2019 Dibuka, Dorong Amil Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Lewat Philanthropreneurship

Sebagai kegiatan tahunan, Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) merupakan agenda penting yang dilakukan oleh Lazismu. Pertemuan nasional ini adalah pilar utama yang dilakukan Lazismu dalam aktivitasnya di tahun 2019 untuk menghasilkan misi-misi yang akan dilakukan kembali di tahun 2020. Rakernas tahun ini Lazismu mengangkat tema Philanthropreneurship untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Rakernas dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 5 – 7 Desember 2019, di Hotel Puri Saron Senggigi, Lombok, Nusantara Tenggara Barat. Rakernas ini dihadiri oleh perwakilan Kantor Lazismu tingkat wilayah dari seluruh Indonesia. Selain itu, para Badan Pengurus, Dewan Syariah dan Direksi Lazismu Pusat, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah, Drs. H. M. Goodwill Zubir, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, utusan majelis dan lembaga pimpinan pusat Muhammadiyah, Gubernur NTB yang diwakili oleh Sekretaris Daerah DR. Ir. H. Iswandi, M.Si, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution, Kapolda NTB dan Kapolres Lombok Barat serta tamu undangan Lazismu.

Pada hari pertama pembukaan rakernas, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Falahuddin mengatakan, sebagai tuan rumah, kami ucapkan ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta rakernas di Senggigi, Lombok Barat, NTB. Kami ucapkan terima kasih juga kepada PP Muhamamdiyah dan Lazismu yang memilih Lombok sebagai tempat Rakernas Lazismu 2019. Semoga kepercayaan ini bisa bangkitkan semangat kami di NTB dan dapat berkiprah di masyarakat.

Perlu disampaikan disini kepada Bapak Gubernur tentang kiprah Muhamamdiyah yang tidak hanya di NTB tapi juga di Indonesia. Kedua, terima kasih kepada Bapak Gubernur yang diwakili Bapak Sekda. “Kegiatan ini juga didukung oleh Bapak Gubernur sehingga bisa terlaksana pembukaannya pada hari ini,” katanya.

Oleh sebab itu, sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada persyarikatan Muhamamdiyah di NTB, terakir terima kasih kami ucapkan kepada panitia yang bahu-membahu menyukseskan terselenggaranya Rakernas ini.

Dalam sambutannya, Ketua Lazismu Pusat Hilman Latief, mengatakan, Lombok tidak asing bagi pegiat Lazismu dan Muhammadiyah yang bekerjasama dengan berbagai kalangan untuk kerja-kerja kemanusiaan dan beberapa yang terdampak. Di Yogyakarta juga banyak sekali mahasiswa yang terdampak berkuliah di sana.

Lazismu berdiri sejak 2002, secara administratif telah sesuai dengan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah, dan mendapatkan SK Kemenag pada 2002, dan dengan Undang-undang baru juga dikategorikan sebagai lembaga amil zakat nasional, yang keberadaannya ada ditingkat provinsi dan kabupaten.

“Mudahan dengan kehadiran lembaga ini khususnya warga Muhammadiyah bisa membangun kekuatan sebagai organisasi sosial berbasis keagamaan yang peduli kepada masyarakat yang duafa dan punya keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang jauh dari jangkauan pemerintah,” paparnya.

Alhamdulillah telah hadir peserta dari Aceh sampai Papua. Lanjut Hilman, tema yang Lazismu hadirkan sebagai upaya mndorong gerakan pemberdayaan ekonomi sebagai pilar untuk pemberdayaan masyarakat. Di mana kelompok kelas menengah sebagai pendongkrak perekonomian Indonesia dan di saat yang sama menjadi kelompok penting dalam menopang pertumbuhan lembaga filantropi.

Sekali lagi Lazismu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk Bank NTB Syariah dan Bupati Lombok barat.

Fauzan Khalid selaku Bupati Lombok Barat, mengucapkan terima kasih, kepada peserta, selamat datang. Lombok Barat adalah kawasan destinasi yang sudah banyak dikenal. Kepada Lazismu, selamat melaksanakan rakernas, sehingga bisa menghasilkan kebijakan secara tepat bagi Lazismu dan organisasi Muhammadiyah yang sama-sama kita banggakan.

Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili oleh Sekretaris Daerah DR. Ir. H. Iswandi, M.Si, mengatakan, saya mewakili Bapak Gubernur untuk menyampaikan salam takzim beliau kepada seluruh peserta Rakernas Lazismu. Terima kasih kepada Lazismu yang telah melaksanakan kegiatan ini di sini. Kami merasa bangga dengan Lazismu, apalagi persoalan kemiskinan juga menjadi sorotan serta menjadi beban dari seluruh jajaran pemerintah baik kabupaten dan provinsi.

Karena itu, sambung Iswandi, peran Lazismu dan badan amil zakat nasional sangat dinanti untuk bahu-membahu fokus menanggulangi kemiskinan. “Ini tugas penting bagi kita semua, karena kita dihadapkan pada yang paling mudah menggangu integrasi yakni persoalan kemiskinan, sebagai organisasi Islam mari bersama-sama untuk melawan kemiskinan,” jelasnya.

Perhatian pemerintah provinsi terhadap organaisasi Muhammadiyah, bisa dilihat dari kemajuan pembangunan di NTB yang didukung oleh pergerakan ormas Islam, sehingga dari waktu ke watu pemerintah provinsi berharap dapat bersinergi memajukan pembangunan di daerah.

Lazismu sebagai salah satu komponen di Muhammadiyah dapat mewujudkannya apalagi dalam rakernas dapat menghasilkan putusan-putusan yang strategis. Kami meyambut baik kegiatan ini, hasilnya semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat di NTB.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam hal ini diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah Goodwill Zubir, mengatakan, setiap saya turun dakwah ke lapangan termasuk di NTB dukungan pemerintah terhadap Muhammadiyah sangatlah berarti.

Termasuk bagaimana mengikuti perkembangan Lazismu dari awal sampai berkembang hari ini. Sejak itu, saya melihat ada tanda-tanda kehidupan. “Namun setelah dikelola oleh Pak Hilaman dan amil-amil yang sekarang, ada tanda-tanda kepopuleran,” pungkasnya. Lazismu telah mendapat tempat di hati umat. Dikagumi dan disegani, mudah-mudahan ke depannya dapat melakukan inovasi- inovasi kreatif dan jangan cepat berpuas diri.

Dalam acara pembukaan rakernas, dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman antara Lazismu dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ke depannya, Lazismu dan LPSK akan melakukan kolaborasi sehingga program-program filantropi dapat menemukan titik temunya dengan program-program di LPSK. Di samping itu, penandatanganan kerjasama juga dilakukan Lazismu dengan Paybill serta Dikdasmen dalam kegiatan crowdfunding.

Lazismu juga meluncurkan kartu NPWZ (nomor pokok wajib zakat) dalam bentuk kartu yang dapat dimiliki oleh donator (muzaki) Lazismu. Di saat yang sama, Lazismu sekaligus meluncurkan sistem informasi manajemen (SIM) yang fokus pada implementasi keuangan Lazismu secara nasional.

Dipenghujung acara, Lazismu juga menyerahkan penghargaan kepada kantor-kantor layanan Lazismu di daerah yang dianggap memiliki inovasi dan kreativitas yang baik dalam perkembangannya, serta penyerahan piagam hasil audit keuangan dan penyerahan piala lomba video, vlog dan foto. (na / www.lazismu.org)

Buka Kantor Layanan, Lazismu Menjawab Peningkatan Angka Kemiskinan di Kabupaten Sumenep

Perluasan kantor layanan (KL) Lazismu tahun ini kembali bertambah, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Keberadaan KL tersebut secara resmi dibuka peluncurannya oleh Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Jl. Urip Sumoharjo 8A Pabian Sumenep, Madura, Jawa Timur (20/10/2019).

Peluncuran yang berlangsung pukul 08.00 WIB, dihadiri Ketua Lazismu Jawa Timur, Zainul Muslimin, Komisaris PT. Pembangkitan Jawa Bali, Defy Indiyanto Budiarto, Wakil Pengasuh Ponpes Al-Islah Sendangagung Lamongan, Piet H. Khaidir, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Moh. Yasin, dan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep, Hamdan, serta 201 undangan meriahkan acara ini.

Acara bertajuk Berderma untuk Kemakmuran Masyarakat Sumenep: Strategi Membangun Kekuatan Ekonomi Melalui Lazismu, resmi dibuka. Direktur Lazismu Sumenep, Abd. Manan Rifa’ie menyampaikan, berdirinya KL Lazismu Sumenep untuk membantu lembaga zakat pemerintah dalam menyalurkan dan mendistribusikan zakat.

Disamping itu, Lazismu juga mempunyai visi dan misi untuk membantu Pemerintah dalam menekan angka kemiskinan. “Kemiskinan adalah persoalan yang sampai saat ini masih sulit ditangani oleh pemerintah, sehingga dengan adanya lembaga ini diharapkan dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan khususnya di Kabupaten Sumenep dengan meningkatkan potensi zakat.” katanya.

Menurutnya, Lazismu diharapkan nantinya dapat menjadi penyambung kebutuhan masyarakat Sumenep yang akan menunaikan zakat. Dan peran Lazismu dapat menyosialisasikan pentingnya untuk kesadaran membayar zakat, infak dan sedekah sebagai amal jariyah di kemudian hari.

Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, dalam sambutannya mengatakan, amat mengapresiasi atas kehadiran Lazismu di sini, terbentuknya lembaga pengelola zakat non pemerintah atas inisiatif pengurus Muhammadiyah.

Sebagai lembaga zakat di luar pemerintah, KL Lazismu Sumenep hendaknya dapat bersinergi dengan lembaga zakat pemerintah dalam pengelolaan zakat yang pelaksanaannya bisa dengan melakukan pemetaan dalam mengelola zakat. Misalnya, Lazismu dan BAZ hendaknya selalu duduk bersama membahas bagaimana untuk mengoptimalkan potensi-potensi zakat,” jelasnya.

Potensi zakat di Sumenep, terang Hilman, perlu ditingkatkan agar dapat mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Hilman meminta agar lembaga-lembaga pengelola zakat, baik milik pemerintah atau bukan selalu menyosialisasikan zakat.

Masih ada kelemahan di dalam praktiknya seperti kemampuan kita untuk mencari sumber-sumber zakat yang masih terbatas. Hal itu disebabkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat masih rendah sehingga memang perlu sosialisasi agar masyarakat gemar berzakat dan lebih terakomodir,” sambungnya.

Upaya ini tanggung jawab kita semua dan para pemangku kepentingan, Islam telah memberikan   kita semua perintah yang bersumber dari Al-Qur’an untuk mengambil hak kaum duafa dari harta kita. Bisa dibayangkan jika masyarakat gemar berzakat, maka tidak menutup kemungkinan dapat menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep yang akan berdampak luas pada proses pembagunan,” paparnya. (gempardata/sn/why/www.lazismu.org)

Tingkatkan Pelayanan Kepada Muzaki dan Mustahik, KL Lazismu GKB Luncurkan Mobil Layanan Sosial

 

Kantor Layanan Lazismu (KLL) Gresik Kota Baru (GKB) meluncurkan sebuah mobil layanan sosial, (07/10/19). Mobil ini akan dipergunakan oleh Pelaksana KLL GKB untuk men”service” Muzaki (donatur) dan Mustahik dengan layanan yang prima.

Sebuah mobil Innova baru seharga Rp 317 juta telah dibeli dari uang donasi “urunan” 4 sekolah Muhammadiyah di GKB dan infaq/sedekah para donatur di GKB dan juga diluar GKB. Keempat sekolah Muhammadiyah yang menyokong dana terbesar untuk pembelian mobil itu adalah SDM GKB 1, SDM GKB 2, SMPM 12 GKB, dan SMAM 10 GKB.

Slamet Hariyadi, Amil Fundraising KLL GKB mengatakan bahwa mobil ini digunakan untuk operasional Lazismu yang berhubungan dengan pelayanan sosial. Tidak hanya melayani mustahik, tapi juga Muzaki atau dinatur yang membutuhkan.

Slamet menjelaskan sehari-hari mobil ini akan terus bergerak melayani ummat. KLL GKB telah menyiapkan driver handal yang siap sedia dan sigap dalam memberikan pelayanan kepada muzaki maupun mustahik.

“Mobil ini untuk mengambil uang donasi ZIS, mengantar para Mubaligh dan Da’i berdakwah ke desa-desa, mengantarkan bantuan kepada yang berhak menerima, hingga mengantar warga untuk rawat jalan dan berobat ringan ke Rumah Sakit atau Puskesmas” kata Slamet.

“Insya Allah dengan adanya mobil ini akan menambah kepercayaan dari masyarakat dan meningkatkan kinerja Lazismu terutama di kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Harapan kami, Lazismu bisa semakin dekat di hati umat” pungkas Slamet. (Ad).

Lazismu Kembali Raih Predikat WTP

Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief, menyampaikan kabar bahagia, lembaga amil zakat yang dinahkodainya memeroleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Kabar tersebut disampaikan Hilman Latief, pada 1 Oktober 2019, yang kemudian disebarluaskan kepada amil Lazismu seluruh Indonesia.

Melalui surat elektronik yang ditujukan kepada Ketua dan Pengurus Badan Pengawas Lazismu,  Ketua  dan Pengurus Dewan Syariah Lazismu, Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat dan Pimpinan Lazismu Wilayah dan Daerah, Hilman menyatakan rasa syukurnya atas hasil audit.

Dia mengatakan, sebelumnya Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk tim persiapan audit sejak tahun lalu, tepatnya bulan Oktober 2018. “Tim bertugas untuk mempersiapakan laporan keuangan 2018 untuk diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP),” katanya.

Setelah berproses hampir satu tahun sejak persiapan awal, konsolidasi laporan dan pelaksanaan audit, perlu kami sampaikan, pelaksanaan audit sudah selesai dilakukan terhadap Lazismu Pusat dan 4 Wilayah antara lain: Lazismu Jateng, Lasismu DIY, Lazismun Jatim dan Lazismu Jabar.

Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan Lazismu dan anggota tim akselerasi dari pusat dan wilayah yang telah bekeja keras dan bekerjasama dengan seluruh tim dari kantor-kantor layanan Lazismu, kata Hilman dalam surat tersebut.

Lazismu Pusat, sambung Hilman, juga memberikan penghargaan setinggi-tinginya kepada pimpinan dan staf kantor Lazismu wilayah, daerah dan Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang telah bersedia diaudit dan bekerja tak kenal lelah untuk mendapatkan hasil terbaik.

Dengan rinci Hilman menjelaskan, pada tanggal 30 September 2019, Lazismu Pusat sudah mendapatkan surat resmi dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dan menyatakan bahwa laporan konsolidasi Lazismu Pusat dan Wilayah Jateng, DIY, Jatim dan Jabar dinyatakan WAJAR (Tanpa Pengecualian) atau WTP.

Atas kabar membahagiakan ini, lanjut Hilman bahwa semua kerja keras ini kita persembahkan  untuk para donatur dan mitra yang telah memberikan kepercayaan kepada Lazismu. “Semoga kinerja kita bisa lebih baik di masa akan datang dan lebih banyak wilayah yang diikutkan,” tutupnya. (www.lazismu.org)

Kerjasama Fintech Syariah dengan Supertext Swedia

Perubahan teknologi mampu memobilisasi orang dengan kecanggihan perangkat digital. Sebagai wujud revolusi industri 4.0 semua yang terlibat di dalamnya baik untuk menggunakan, mengkonsumsi, menyebarkan dan bertransaksi memerlukan suatu lensa agar dapat diteropong nilai guna dan perkembangannya. Di bidang industri keuangan baik yang syariah dan konvensional juga terhubung bagaimana agar ada landasan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dalam lensa yang lebih khusus, lembaga-lembaga filantropi turut memanfaatkannya juga untuk beradaptasi dan berinovasi bagaimana memaparkan suatu program yang berkelindan dengan strategi penghimpunan.

Beruntung bagi lembaga amil zakat nasional seperti Lazismu, pada 30 Agustus 2019 di KBRI Stockholm, Swedia, mendapat kesempatan untuk mengenalkan zakat. Di hadapan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, melalui PT. PIN (Permata Intan Nusantara) melakukan penjajakan dengan pendahuluan perikatan kerjasama dengan Supertext.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan LoI (Letter of Intent) antara PT. PIN (Permata Insan Nusantara) yang menggandeng Lazismu dengan pihak mitra kerjasama yaitu Supertext Swedia. Penandatanganan dilakukan oleh CEO PT. PIN, Muhammad Jafar dengan CEO Supertext, Mr. Martin Jacobson. Disaksikan juga oleh Direktur Fundraising dan Kerjasama Lazismu, Rizaludin Kurniawan dan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, ikatan pendahuluan ini resmi dijajaki.

“Penandatanganan LoI ini merupakan Teken LoI, PT. PIN Gandeng Lazismu Kerjasama Fintech Syariah dengan Supertext langkah penting untuk membangun landasan bagi teknologi finansial syariah yang bermanfaat bagi anggota Muhammadiyah dan rakyat Indonesia pada umumnya,” kata Dubes Bagas setelah penandatanganan.

CEO dan Pendiri Supertext, Mr. Martin Jacobson menekankan kembali keunggulan teknologi komunikasi yang disediakan Supertext untuk kemanfaatan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitasnya.

“Nilai yang sangat penting adalah komitmen Supertext untuk menyediakan transfer teknologi dan berbagi pengalaman bagi PT. PIN.”, tambah Dubes Bagas.

Dari penandatanganan itu, ada hal-hal pokok yang berisi antara lain: satu, upaya mengembangkan program aplikasi pengiriman pesan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas dengan mengkombinasikan landasan teknologi finansial PT. PIN dan landasan teknologi komunikasi Supertext termasuk dalam aktivasi digital dan promosi.

Kedua, mengembangkan layanan teknologi finansial syariah bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, kurban, aqiqah, haji, umrah, pengumpulan dana anggota, dan wisata halal. Sementara itu, detail teknis ikatan kerjasama pendahuluan ini, akan diatur dalam perjanjian kerjasama yang kembali akan ditandatangani dalam waktu dekat, demikian rilis ini disampaikan melalui laman resmi kementerian luar negeri pada 30 Agustus 2019. (na)

Sabet Award dari Baznas Untuk Laporan Tahunan Terbaik

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kembali mendapat Award atau penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Tahun ini Lazismu memperoleh Award untuk kategori Laporan Tahunan Terbaik.

Penyerahan Award dilaksanakan pada acara Anugerah Baznas Award 2019 bertema “Zakat Tumbuh Bermanfaat” di Jakarta (26/08/19). Lazismu diwakili oleh Agus Edy Santoso (Wakil Ketua Badan Pengurus) dan Edi Surya (Direktur Kelembagaan dan Kemitaraan Lazismu).

Penghargaan ini tentu atas berkat rahmat Allah SWT, dukungan dari para Muzaki dan donatur serta dedikasi dan kerja keras dari seluruh Amil Lazismu se-Indonesia. Semoga Award ini mampu menjadi pelecut semangat para Amil dan seluruh stake holder Lazismu untuk senantiasa dapat Memberikan yang terbaik untuk Negeri. (adit)

Jalan Berkerikil Meraih Sertifikasi Amil

Pemberian sertifikasi sejumlah pegiat gerakan zakat (amil) terbilang penuh liku dan berkerikil. Berkhidmat di lembaga amil zakat bagi amil memiliki kisah tersendiri tak semulus yang diduga. Tercatat 125 amil menerima sertifikasi selepas uji kompetensi tingkat dasar. Lewat Forum Zakat (FOZ) para amil dalam skala nasional saling bertemu. Di sinilah kisah berbagi ilmu dan pengalaman mewujud dalam Sekolah Amil Indonesia.

Mereka terdiri dari pengelola zakat baik, BAZ ataupun LAZ yang berada di Indonesia, dalam penghimpun dan penyalur zakat. Acara serah terima sertifikasi amil bertempat di Aula PP Muhammadiyah Jakarta (28/6/2019). Dihadiri oleh Nana Sudiana Sekjen Forum Zakat, Fuad Nasar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Kunjung Masehat Ketua BNSP, dan Ani Murdiati Ketua Umum LSP Kuangan Syariah.

Dalam sambutannya, Nana Sudiana Sekjen Forum Zakat, mengatakan, 125 amil sudah dinyatakan kompeten sesuai keputusan BNSP yang terdiri dari 98 orang Amil Dasar, 12 Ahli Amil dan 15 Asesor. Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan yang terlibat di antaranya FOZ, LSP Keuangan Syariah, BNSP, Kemenag dan Kemenko PMK.

Nana menyeritakan, proses ini dimulai sejak 2016. Seiring perkembangan dunia zakat, sertifikasi amil zakat dinilai penting maka Forum Zakat menginisiasinya bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP-KS) hingga tahap disahkannya Standar Kompetensi Keahlian Khusus (SKKK) amil zakat oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Sekarang sudah 124 orang amil zakat yang mengikuti dan tersertifikasi,” jelasnya.

Demikian pentingnya serifikasi ini, FOZ berharap ikhtiar ini diperluas agar kompetensi amil dapat ditingkatkan, sehingga lanjut Nana, ada asesor amil yang dapat menguatkan amil-amil di daerah sesuai kompetensinya.

Dalam kesempatan itu, Agus Edy Santoso, Direktur Kelembagaan dan HRD Lazismu, mengatakan, langkah FOZ melalui Sekolah Amil Indonesia untuk menguatkan kapasitas amil perlu diapresiasi. Mewakili Lazismu, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. “Peran amil sudah selayaknya memberikan yang terbaik kepada umat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam aturan yang berlaku,” paparnya.

Seperti dituangkan dalam undang-undang zakat, maka amil, lanjut Edy senantiasa memberikan yang terbaik dengan pemberdayaan, keadilan dan kesejahteraan. Lembaga amil zakat dengan amil-amil yang kompeten akan memberikan dampak khususnya kepada mustahik, muzaki, dan lainnya sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalitas.

Peningkatan kompetensi amil sejalan dengan undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, yang pada aras ini lembaga amil zakat harus memperkuat kelembagaan yang ditopang dengan sumber daya amil yang memiliki kualitas, kompetensi, dan amanah pada tugas dan tanggung jawabnya.

Sejauh ini, FOZ telah menampilkan langkah nyata di antaranya: 1) Membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah Bersama Masyarakat Ekonomi Syariah, 2) Menyusun Standar Kompetensi Kerja Khusus Amil Zakat yang sudah mencapai tahap akhir dengan BNSP RI untuk sertifikasi amil zakat, 3) Membentuk dan mengaktivasi Sekolah Amil Indonesia di berbagai daerah di Indonesia sebagai sarana belajar amil zakat.

Menurut Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman, konsep dan gagasan sertifikasi sangat strategis dan penting untuk dilaksanakan. Kemungkinan ada pergeseran tata kelola ke pola pendekatan standarisasi melalui langkah sertifikasi. Termasuk dalam bidang pengelolaan zakat.

“Sangat mungkin negara membuat semacam persyaratan bagi lembaga zakat untuk menjamin kualitas pengelolaan zakat di lembaga itu. Misalnya, minimal harus ada sekian amil dasar, amil madya, dan amil ahli yang tersertifikasi BNSP. Jika tidak, maka lembaga zakat bersangkutan tidak bisa mendapatkan legal operasionalnya. Kami duga proyeksinya akan ke sana,” tuturnya.

Muhamad Zubair dari BNSP dalam seminar di acara itu, mengungkapkan, layaknya lembaga kementerian, perbankan, dan lainnya, sertifikasi penting untuk mendorong keahlian agar profesi seseorang diakui. “Ini perlu didorong oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, meski di Indonesia agak terlambat dibandingkan negara lain,” pungkasnya. Jauh lebih penting, bekerja dengan baik dan sesuai kaidah harus dimiliki oleh setiap profesi apapun sesuai keahliannya.

Pandangan serupa disampaikan Ani Murdiati dari LSP Keuangan Syariah, bagi suatu profesi, kualitas tidak lagi berdasarkan aktivitas harian, tapi kualitas seorang karyawan dinilai dari hasilnya, bukan lagi performanceappraisal yang dilakukannya.

Dalam paradigma modern, lanjut Ani, kualitas amil bisa dibuktikan dengan memberdayakan mustahik dalam kehidupan yang lebih baik. Di sini konsep performance dalam arti kompetensinya dinilai melalui uji keahlian. “Sertifikat hanya sebagian dari performance seorang amil,” katanya. Namun secara global, jelas Ani, dapat menghasilkan sesuatu yang berdampak baik pada lembaganya maupun di luar lembaganya dengan kemampuan aliansinya. (na / www.lazismu.org)

Lazismu Jatim Jalani Audit oleh KAP AR Utomo Jakarta

Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Biyanto menyatakan penting bagi lembaga filantropi Islam seperti Lazismu untuk senantiasa merawat dan menjaga kepercayaan umat.

Sebagaimana dilansir dari situs berita PWMU.co. Biyanto menyatakan bahwa roh dari sebuah lembaga filantropi dan sosial seperti halnya Lazismu adalah kepercayaan yang tinggi umat.

“Saya rasa tanpa adanya kepercayaan sebuah lembaga seperti Lazismu menjadi tidak ada nilainya,” ujarnya ketika melepas tugas tim audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo Jakarta di Kantor Muhammadiyah Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Selasa (6/7/19).

Sebanyak enam auditor eksternal dari KAP AR Utomo Jakarta itu telah menjalankan tugasnya mengaudit laporan keuangan Lazismu Jatim selama tanggal 3-6 Agustus 2019.

Menurut Biyanto, adanya audit laporan keuangan oleh KAP AR Utomo Jakarta ini adalah salah satu wujud dari upaya Lazismu Jatim menjaga kepercayaan publik.

“Sudah selayaknya Lazismu Jatim mampu menjadi lembaga yang terjaga akuntabilitasnya sehingga kepercayaan publik semakin tinggi kedepannya,” tuturnya.

Dosen UINSA Surabaya itu pun menuturkan, salah satu alasan yang membuat Persyarikatan Muhammadiyah bisa bertahan hingga abad kedua ini adalah mampu merawat dan menjaga kepercayaan umat dengan baik.

“Itulah yang harus terus kita rawat. Kita harus bisa melayani umat dengan sepenuh hati tanpa berhitung uang lembur atau lainnya,” tegasnya.

Biyanto berharap, Lazismu bisa mendapat opinion yang baik dari hasil audit ekternal ini. “Kami sampaikan terima kasih kepada tim auditor eksternal yang telah bertugas mengaudit laporan keuangan Lazismu,” tandasnya. (*)

Lazismu Gresik Sambut Tim Auditor Dengan Gembira

“Silakan dinikmati, Ibu” Ucap Liesna sambil memberi isyarat dengan tangannya, mempersilakan Ibu Siti Aminah untuk menikmati hidangan yang disediakan.

“Iya, mbak, Terimaksih ” Ucap Ibu Iin (nama panggilan Ibu Siti Aminah).

“Ini semua dari mustahik kami lho, Ibu” Mbak Liesna melengkapi.

“Wah bagus sekali, saya makan ya?!” tanpa menunggujawaban, Ibu Iin pun menikmati hidangan.

“Hmm enak, rasanya mirip semur” komentar beliau sambil tersenyum.

Ya, sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 3 Agustus yang lalu (Pwmu.co), Lazismu Gresik mengikuti audit keuangan yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo Jakarta.

Tidak hanya data dan berkas kebutuhan audit yang Lazismu Gresik siapkan, untuk menyambut Ibu Siti Aminah SE MAk, selaku auditor yang juga didampangi oleh dua Pimpinan Lazismu Wilayah Jawatimur, Lazismu Gresik tak lupa menyiapkan hidangan berupa panganan yang semuanya adalah produk rumahan, buatan Mustahik binaan Lazismu Gresik. Ada Pentol, Risol, Pizza dan dodol.

Disampaikan oleh Liesna Eka Noviani, Badan Eksekutif Lazismu Gresik bahwa saat ini sudah ada 34 penerima manfaat (mustahik) yang dibina untuk membuka usaha serta didanai langsung oleh lazismu gresik.
Ada yang berjualan pulsa, Jahit dan juga makanan.

Abdul Rojak, Ketua Badan Pengurus Lazismu Gresik menyampaikan bahwa porsi penyaluran yang dilakukan oleh Lazismu Gresik memang lebih banyak pada hal yang sifatnya produktif, seperti pembinaan dan pendampingan UMKM.

“Harapannya mereka yang awalnya menerima infaq atau zakat (mustahik) dengan pembinaan ini akan menjadi pemberi infaq atau zakat (muzakki),” pungkasnya. (Chairi Sulaiman)