Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Thursday , 17 October 2019
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga

Category Archives: Kiprah Lembaga

Tingkatkan Pelayanan Kepada Muzaki dan Mustahik, KL Lazismu GKB Luncurkan Mobil Layanan Sosial

 

Kantor Layanan Lazismu (KLL) Gresik Kota Baru (GKB) meluncurkan sebuah mobil layanan sosial, (07/10/19). Mobil ini akan dipergunakan oleh Pelaksana KLL GKB untuk men”service” Muzaki (donatur) dan Mustahik dengan layanan yang prima.

Sebuah mobil Innova baru seharga Rp 317 juta telah dibeli dari uang donasi “urunan” 4 sekolah Muhammadiyah di GKB dan infaq/sedekah para donatur di GKB dan juga diluar GKB. Keempat sekolah Muhammadiyah yang menyokong dana terbesar untuk pembelian mobil itu adalah SDM GKB 1, SDM GKB 2, SMPM 12 GKB, dan SMAM 10 GKB.

Slamet Hariyadi, Amil Fundraising KLL GKB mengatakan bahwa mobil ini digunakan untuk operasional Lazismu yang berhubungan dengan pelayanan sosial. Tidak hanya melayani mustahik, tapi juga Muzaki atau dinatur yang membutuhkan.

Slamet menjelaskan sehari-hari mobil ini akan terus bergerak melayani ummat. KLL GKB telah menyiapkan driver handal yang siap sedia dan sigap dalam memberikan pelayanan kepada muzaki maupun mustahik.

“Mobil ini untuk mengambil uang donasi ZIS, mengantar para Mubaligh dan Da’i berdakwah ke desa-desa, mengantarkan bantuan kepada yang berhak menerima, hingga mengantar warga untuk rawat jalan dan berobat ringan ke Rumah Sakit atau Puskesmas” kata Slamet.

“Insya Allah dengan adanya mobil ini akan menambah kepercayaan dari masyarakat dan meningkatkan kinerja Lazismu terutama di kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Harapan kami, Lazismu bisa semakin dekat di hati umat” pungkas Slamet. (Ad).

Lazismu Kembali Raih Predikat WTP

Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief, menyampaikan kabar bahagia, lembaga amil zakat yang dinahkodainya memeroleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Kabar tersebut disampaikan Hilman Latief, pada 1 Oktober 2019, yang kemudian disebarluaskan kepada amil Lazismu seluruh Indonesia.

Melalui surat elektronik yang ditujukan kepada Ketua dan Pengurus Badan Pengawas Lazismu,  Ketua  dan Pengurus Dewan Syariah Lazismu, Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat dan Pimpinan Lazismu Wilayah dan Daerah, Hilman menyatakan rasa syukurnya atas hasil audit.

Dia mengatakan, sebelumnya Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk tim persiapan audit sejak tahun lalu, tepatnya bulan Oktober 2018. “Tim bertugas untuk mempersiapakan laporan keuangan 2018 untuk diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP),” katanya.

Setelah berproses hampir satu tahun sejak persiapan awal, konsolidasi laporan dan pelaksanaan audit, perlu kami sampaikan, pelaksanaan audit sudah selesai dilakukan terhadap Lazismu Pusat dan 4 Wilayah antara lain: Lazismu Jateng, Lasismu DIY, Lazismun Jatim dan Lazismu Jabar.

Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan Lazismu dan anggota tim akselerasi dari pusat dan wilayah yang telah bekeja keras dan bekerjasama dengan seluruh tim dari kantor-kantor layanan Lazismu, kata Hilman dalam surat tersebut.

Lazismu Pusat, sambung Hilman, juga memberikan penghargaan setinggi-tinginya kepada pimpinan dan staf kantor Lazismu wilayah, daerah dan Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang telah bersedia diaudit dan bekerja tak kenal lelah untuk mendapatkan hasil terbaik.

Dengan rinci Hilman menjelaskan, pada tanggal 30 September 2019, Lazismu Pusat sudah mendapatkan surat resmi dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dan menyatakan bahwa laporan konsolidasi Lazismu Pusat dan Wilayah Jateng, DIY, Jatim dan Jabar dinyatakan WAJAR (Tanpa Pengecualian) atau WTP.

Atas kabar membahagiakan ini, lanjut Hilman bahwa semua kerja keras ini kita persembahkan  untuk para donatur dan mitra yang telah memberikan kepercayaan kepada Lazismu. “Semoga kinerja kita bisa lebih baik di masa akan datang dan lebih banyak wilayah yang diikutkan,” tutupnya. (www.lazismu.org)

Kerjasama Fintech Syariah dengan Supertext Swedia

Perubahan teknologi mampu memobilisasi orang dengan kecanggihan perangkat digital. Sebagai wujud revolusi industri 4.0 semua yang terlibat di dalamnya baik untuk menggunakan, mengkonsumsi, menyebarkan dan bertransaksi memerlukan suatu lensa agar dapat diteropong nilai guna dan perkembangannya. Di bidang industri keuangan baik yang syariah dan konvensional juga terhubung bagaimana agar ada landasan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dalam lensa yang lebih khusus, lembaga-lembaga filantropi turut memanfaatkannya juga untuk beradaptasi dan berinovasi bagaimana memaparkan suatu program yang berkelindan dengan strategi penghimpunan.

Beruntung bagi lembaga amil zakat nasional seperti Lazismu, pada 30 Agustus 2019 di KBRI Stockholm, Swedia, mendapat kesempatan untuk mengenalkan zakat. Di hadapan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, melalui PT. PIN (Permata Intan Nusantara) melakukan penjajakan dengan pendahuluan perikatan kerjasama dengan Supertext.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan LoI (Letter of Intent) antara PT. PIN (Permata Insan Nusantara) yang menggandeng Lazismu dengan pihak mitra kerjasama yaitu Supertext Swedia. Penandatanganan dilakukan oleh CEO PT. PIN, Muhammad Jafar dengan CEO Supertext, Mr. Martin Jacobson. Disaksikan juga oleh Direktur Fundraising dan Kerjasama Lazismu, Rizaludin Kurniawan dan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, ikatan pendahuluan ini resmi dijajaki.

“Penandatanganan LoI ini merupakan Teken LoI, PT. PIN Gandeng Lazismu Kerjasama Fintech Syariah dengan Supertext langkah penting untuk membangun landasan bagi teknologi finansial syariah yang bermanfaat bagi anggota Muhammadiyah dan rakyat Indonesia pada umumnya,” kata Dubes Bagas setelah penandatanganan.

CEO dan Pendiri Supertext, Mr. Martin Jacobson menekankan kembali keunggulan teknologi komunikasi yang disediakan Supertext untuk kemanfaatan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitasnya.

“Nilai yang sangat penting adalah komitmen Supertext untuk menyediakan transfer teknologi dan berbagi pengalaman bagi PT. PIN.”, tambah Dubes Bagas.

Dari penandatanganan itu, ada hal-hal pokok yang berisi antara lain: satu, upaya mengembangkan program aplikasi pengiriman pesan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas dengan mengkombinasikan landasan teknologi finansial PT. PIN dan landasan teknologi komunikasi Supertext termasuk dalam aktivasi digital dan promosi.

Kedua, mengembangkan layanan teknologi finansial syariah bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, kurban, aqiqah, haji, umrah, pengumpulan dana anggota, dan wisata halal. Sementara itu, detail teknis ikatan kerjasama pendahuluan ini, akan diatur dalam perjanjian kerjasama yang kembali akan ditandatangani dalam waktu dekat, demikian rilis ini disampaikan melalui laman resmi kementerian luar negeri pada 30 Agustus 2019. (na)

Sabet Award dari Baznas Untuk Laporan Tahunan Terbaik

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kembali mendapat Award atau penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Tahun ini Lazismu memperoleh Award untuk kategori Laporan Tahunan Terbaik.

Penyerahan Award dilaksanakan pada acara Anugerah Baznas Award 2019 bertema “Zakat Tumbuh Bermanfaat” di Jakarta (26/08/19). Lazismu diwakili oleh Agus Edy Santoso (Wakil Ketua Badan Pengurus) dan Edi Surya (Direktur Kelembagaan dan Kemitaraan Lazismu).

Penghargaan ini tentu atas berkat rahmat Allah SWT, dukungan dari para Muzaki dan donatur serta dedikasi dan kerja keras dari seluruh Amil Lazismu se-Indonesia. Semoga Award ini mampu menjadi pelecut semangat para Amil dan seluruh stake holder Lazismu untuk senantiasa dapat Memberikan yang terbaik untuk Negeri. (adit)

Jalan Berkerikil Meraih Sertifikasi Amil

Pemberian sertifikasi sejumlah pegiat gerakan zakat (amil) terbilang penuh liku dan berkerikil. Berkhidmat di lembaga amil zakat bagi amil memiliki kisah tersendiri tak semulus yang diduga. Tercatat 125 amil menerima sertifikasi selepas uji kompetensi tingkat dasar. Lewat Forum Zakat (FOZ) para amil dalam skala nasional saling bertemu. Di sinilah kisah berbagi ilmu dan pengalaman mewujud dalam Sekolah Amil Indonesia.

Mereka terdiri dari pengelola zakat baik, BAZ ataupun LAZ yang berada di Indonesia, dalam penghimpun dan penyalur zakat. Acara serah terima sertifikasi amil bertempat di Aula PP Muhammadiyah Jakarta (28/6/2019). Dihadiri oleh Nana Sudiana Sekjen Forum Zakat, Fuad Nasar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Kunjung Masehat Ketua BNSP, dan Ani Murdiati Ketua Umum LSP Kuangan Syariah.

Dalam sambutannya, Nana Sudiana Sekjen Forum Zakat, mengatakan, 125 amil sudah dinyatakan kompeten sesuai keputusan BNSP yang terdiri dari 98 orang Amil Dasar, 12 Ahli Amil dan 15 Asesor. Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan yang terlibat di antaranya FOZ, LSP Keuangan Syariah, BNSP, Kemenag dan Kemenko PMK.

Nana menyeritakan, proses ini dimulai sejak 2016. Seiring perkembangan dunia zakat, sertifikasi amil zakat dinilai penting maka Forum Zakat menginisiasinya bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP-KS) hingga tahap disahkannya Standar Kompetensi Keahlian Khusus (SKKK) amil zakat oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Sekarang sudah 124 orang amil zakat yang mengikuti dan tersertifikasi,” jelasnya.

Demikian pentingnya serifikasi ini, FOZ berharap ikhtiar ini diperluas agar kompetensi amil dapat ditingkatkan, sehingga lanjut Nana, ada asesor amil yang dapat menguatkan amil-amil di daerah sesuai kompetensinya.

Dalam kesempatan itu, Agus Edy Santoso, Direktur Kelembagaan dan HRD Lazismu, mengatakan, langkah FOZ melalui Sekolah Amil Indonesia untuk menguatkan kapasitas amil perlu diapresiasi. Mewakili Lazismu, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. “Peran amil sudah selayaknya memberikan yang terbaik kepada umat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam aturan yang berlaku,” paparnya.

Seperti dituangkan dalam undang-undang zakat, maka amil, lanjut Edy senantiasa memberikan yang terbaik dengan pemberdayaan, keadilan dan kesejahteraan. Lembaga amil zakat dengan amil-amil yang kompeten akan memberikan dampak khususnya kepada mustahik, muzaki, dan lainnya sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalitas.

Peningkatan kompetensi amil sejalan dengan undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, yang pada aras ini lembaga amil zakat harus memperkuat kelembagaan yang ditopang dengan sumber daya amil yang memiliki kualitas, kompetensi, dan amanah pada tugas dan tanggung jawabnya.

Sejauh ini, FOZ telah menampilkan langkah nyata di antaranya: 1) Membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah Bersama Masyarakat Ekonomi Syariah, 2) Menyusun Standar Kompetensi Kerja Khusus Amil Zakat yang sudah mencapai tahap akhir dengan BNSP RI untuk sertifikasi amil zakat, 3) Membentuk dan mengaktivasi Sekolah Amil Indonesia di berbagai daerah di Indonesia sebagai sarana belajar amil zakat.

Menurut Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman, konsep dan gagasan sertifikasi sangat strategis dan penting untuk dilaksanakan. Kemungkinan ada pergeseran tata kelola ke pola pendekatan standarisasi melalui langkah sertifikasi. Termasuk dalam bidang pengelolaan zakat.

“Sangat mungkin negara membuat semacam persyaratan bagi lembaga zakat untuk menjamin kualitas pengelolaan zakat di lembaga itu. Misalnya, minimal harus ada sekian amil dasar, amil madya, dan amil ahli yang tersertifikasi BNSP. Jika tidak, maka lembaga zakat bersangkutan tidak bisa mendapatkan legal operasionalnya. Kami duga proyeksinya akan ke sana,” tuturnya.

Muhamad Zubair dari BNSP dalam seminar di acara itu, mengungkapkan, layaknya lembaga kementerian, perbankan, dan lainnya, sertifikasi penting untuk mendorong keahlian agar profesi seseorang diakui. “Ini perlu didorong oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, meski di Indonesia agak terlambat dibandingkan negara lain,” pungkasnya. Jauh lebih penting, bekerja dengan baik dan sesuai kaidah harus dimiliki oleh setiap profesi apapun sesuai keahliannya.

Pandangan serupa disampaikan Ani Murdiati dari LSP Keuangan Syariah, bagi suatu profesi, kualitas tidak lagi berdasarkan aktivitas harian, tapi kualitas seorang karyawan dinilai dari hasilnya, bukan lagi performanceappraisal yang dilakukannya.

Dalam paradigma modern, lanjut Ani, kualitas amil bisa dibuktikan dengan memberdayakan mustahik dalam kehidupan yang lebih baik. Di sini konsep performance dalam arti kompetensinya dinilai melalui uji keahlian. “Sertifikat hanya sebagian dari performance seorang amil,” katanya. Namun secara global, jelas Ani, dapat menghasilkan sesuatu yang berdampak baik pada lembaganya maupun di luar lembaganya dengan kemampuan aliansinya. (na / www.lazismu.org)

Lazismu Jatim Jalani Audit oleh KAP AR Utomo Jakarta

Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Biyanto menyatakan penting bagi lembaga filantropi Islam seperti Lazismu untuk senantiasa merawat dan menjaga kepercayaan umat.

Sebagaimana dilansir dari situs berita PWMU.co. Biyanto menyatakan bahwa roh dari sebuah lembaga filantropi dan sosial seperti halnya Lazismu adalah kepercayaan yang tinggi umat.

“Saya rasa tanpa adanya kepercayaan sebuah lembaga seperti Lazismu menjadi tidak ada nilainya,” ujarnya ketika melepas tugas tim audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo Jakarta di Kantor Muhammadiyah Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Selasa (6/7/19).

Sebanyak enam auditor eksternal dari KAP AR Utomo Jakarta itu telah menjalankan tugasnya mengaudit laporan keuangan Lazismu Jatim selama tanggal 3-6 Agustus 2019.

Menurut Biyanto, adanya audit laporan keuangan oleh KAP AR Utomo Jakarta ini adalah salah satu wujud dari upaya Lazismu Jatim menjaga kepercayaan publik.

“Sudah selayaknya Lazismu Jatim mampu menjadi lembaga yang terjaga akuntabilitasnya sehingga kepercayaan publik semakin tinggi kedepannya,” tuturnya.

Dosen UINSA Surabaya itu pun menuturkan, salah satu alasan yang membuat Persyarikatan Muhammadiyah bisa bertahan hingga abad kedua ini adalah mampu merawat dan menjaga kepercayaan umat dengan baik.

“Itulah yang harus terus kita rawat. Kita harus bisa melayani umat dengan sepenuh hati tanpa berhitung uang lembur atau lainnya,” tegasnya.

Biyanto berharap, Lazismu bisa mendapat opinion yang baik dari hasil audit ekternal ini. “Kami sampaikan terima kasih kepada tim auditor eksternal yang telah bertugas mengaudit laporan keuangan Lazismu,” tandasnya. (*)

Lazismu Gresik Sambut Tim Auditor Dengan Gembira

“Silakan dinikmati, Ibu” Ucap Liesna sambil memberi isyarat dengan tangannya, mempersilakan Ibu Siti Aminah untuk menikmati hidangan yang disediakan.

“Iya, mbak, Terimaksih ” Ucap Ibu Iin (nama panggilan Ibu Siti Aminah).

“Ini semua dari mustahik kami lho, Ibu” Mbak Liesna melengkapi.

“Wah bagus sekali, saya makan ya?!” tanpa menunggujawaban, Ibu Iin pun menikmati hidangan.

“Hmm enak, rasanya mirip semur” komentar beliau sambil tersenyum.

Ya, sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 3 Agustus yang lalu (Pwmu.co), Lazismu Gresik mengikuti audit keuangan yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo Jakarta.

Tidak hanya data dan berkas kebutuhan audit yang Lazismu Gresik siapkan, untuk menyambut Ibu Siti Aminah SE MAk, selaku auditor yang juga didampangi oleh dua Pimpinan Lazismu Wilayah Jawatimur, Lazismu Gresik tak lupa menyiapkan hidangan berupa panganan yang semuanya adalah produk rumahan, buatan Mustahik binaan Lazismu Gresik. Ada Pentol, Risol, Pizza dan dodol.

Disampaikan oleh Liesna Eka Noviani, Badan Eksekutif Lazismu Gresik bahwa saat ini sudah ada 34 penerima manfaat (mustahik) yang dibina untuk membuka usaha serta didanai langsung oleh lazismu gresik.
Ada yang berjualan pulsa, Jahit dan juga makanan.

Abdul Rojak, Ketua Badan Pengurus Lazismu Gresik menyampaikan bahwa porsi penyaluran yang dilakukan oleh Lazismu Gresik memang lebih banyak pada hal yang sifatnya produktif, seperti pembinaan dan pendampingan UMKM.

“Harapannya mereka yang awalnya menerima infaq atau zakat (mustahik) dengan pembinaan ini akan menjadi pemberi infaq atau zakat (muzakki),” pungkasnya. (Chairi Sulaiman)

Hadirkan Air Lazismu Untuk Berbagi dan Meningkatkan Kesegaran Tubuh di Bulan Ramadhan

Air adalah sumber kehidupan. Manusia tanpa air tentu akan musnah dari muka bumi ini. Sebagian besar isi tubuh manusia adalah air. Oleh karena itu kehadiran air yang murni, segar dan menyehatkan tubuh sangatlah penting.

Berkaitan dengan hal itu Lazismu wilayah Jawa Timur menggandeng CV Kinarya Berkah Abadi – KBA – Malang (Badan Usaha Milik Muhammadiyah) meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Air minum dalam kemasan ini berjenis demineral yaitu air yang kandungan mineral logam atau an-organiknya diminimalisir agar sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh. Ketika diminum air ini akan terasa lebih segar dan menyehatkan, sehingga tepat dihadirkan pada bulan puasa.

Menurut ust drh Zainul Muslimin Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, produk air minum ini untuk tujuan filantropi atau penggalangan dana ZIS, sebagai takjil di masjid/musholla, panti asuhan dan acara berbuka bareng dengan fakir-miskin-dhuafa, dan berbagi bingkisan kepada sesama, serta tidak diperjualbelikan.

CV KBA yang selama ini merupakan produsen air demineral Q-Mas-M akan memenuhi kontrak sebanyak 10.000 dos jenis gelas 240 ml bagi Lazismu untuk keperluan bulan Ramadhan, Syawwal, Dzulhijjah 1440 Hijriyah hingga Muharrom 1441 Hjriyah. Ustadz Zainul Musimin yakin bahwa tidak sampai enam bulan produksi 10 ribu dos air Lazismu tersebut akan habis tersalurkan.

Air minum jenis demineral yang berbranding “Air Lazismu” ini akan diluncurkan pada 5 Mei 2019 atau memasuki 1 Ramadhan 1440 Hijriyah. Sedangkan distribusi air ke seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Mei 2019. Selain untuk memenuhi keperluan tasharruf Lazismu se-Jatim juga disisihkan sebagai cadangan logistik untuk kebencanaan. (Adit).

Info produk : 08123158446

 

Dengan Rakorsus Lazismu se-Jatim Bersiap Menghadapi Bulan Ramadhan Nan Mencerahkan

Ramadhan 1440 Hijriyah sudah semakin dekat. Oleh karena itu perlu persiapan khusus untuk menyambut dan menyemarakannya. Menghadapi hal itu Lazismu se-Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) untuk membahas kegiatan di bulan Ramadhan dan persiapan ibadah Qurban.

Rakorsus dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019 dan bertempat di Hall Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo. Acara yang diikuti oleh 90 orang peserta dari 30 Daerah dan 2 KLL wilayah itu menghasilkan beberapa point keputusan, antara lain :

• Target perolehan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Dana Keagamaan Lainnya (ZISKA) Ramadhan 1440 Hijriyah ditetapkan sebesar 40% dari target perolehan ZISKA se-Jatim tahun 2019, yakni Rp. 25,6 M.

• Memaksimalkan program Ramadhan sesuai dengan Term Of Reference (TOR) Lazismu Nasional. Setiap Lazismu Daerah membuat program Ramadhan 1440 H yang disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing. Daftar program Ramadhan Lazismu Daerah harus dikirimkan ke Wilayah paling lambat tanggal 8 April 2019. Adapun kegiatan yang akan digelar di bulan Ramadhan sebagai berikut :

  • Back to Masjid (Bersih-bersih Masjid, Renov Masjid, Bersih-bersih alat sholat, tebar al-Qur’an, Bedah Buku, Kajian Ramadhan, Bazaar Ramadhan, Majlis Taddarus Qur’an, Tausiyah Mubaligh Filantropi, dsb)
  • Kado Ramadhan (Paket Takjil, Paket Sembako, Paket Peduli Guru, Paket School Kit, Bantuan Dai/Mubaligh,  dsb)
  • Mobile Clinic (Layanan Kesehatan kerjasama dengan RS Muhammadiyah / Aisyiyah)
  • Posko Mudikmu Aman (Layanan fasilitas Rehat dan Ibadah saat arus Mudik Lebaran)

• Melaksanakan launching / kampanye serentak pra Ramadhan 1440 Hijriyah se-Jawa Timur di masing-masing Daerah dengan kegiatan kampanye kreatif pada hari ahad tanggal 28 April 2019. Adapun muatan kegiatan antara lain :

  • Penyebaran edaran PP Muhammadiyah tentang Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah 1440 H,
  • Pembagian brosur Lazismu.
  • Penempelan pamflet / spanduk / banner Lazismu.
  • Membuka Booth Layanan
  • Pawai, dan lain sebagainya.

Kegiatan ini ditempatkan di area dan kawasan strategis seperti Alun-alun, Car Free Day, Pasar, Mall, pusat kota, dan sebagainya.

• Lazismu Wilayah Jawa Timur akan melaksanakan kerjasama acara dengan TV swasta (SBO-TV) membuat acara Kajian Ramadhan sebanyak 6 kali tayang setiap hari Ahad pagi dimulai pada akhir bulan April 2019. Acara ini didukung oleh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

• Lazismu wilayah Jatim memproduksi Air Demineral Lazismu sebanyak 10.000 karton setahun untuk kegiatan tasharuf, yang merupakan kerjasama maklon dengan CV Kinarya Berkah Abadi (produsen air Q-Mas M) Malang. Air Lazismu ini didukung dan didistribusikan seluruh Lazismu Daerah / KLL se-Jatim untuk kegiatan tasharuf mustahik dan yatim-piatu di bulan Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1440 H. Setiap Lazismu Daerah berkontribusi minimal 50 dos di bulan Ramadhan dan 20 dos per bulan diluar bulan Ramadhan.

• Membuka Posko Mudikmu Aman pada H-4 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H di 10 titik (8 Daerah), antara lain :

  • Ngawi (Gedung Dakwah PDM dan Mantingan),
  • Madiun Kab/kota (Masjid Ar-Rohmah),
  • Kota Mojokerto (Ruko By Pass),
  • Kabupaten Malang (Perbatasan Sumber Pucung dan Masjid al-Islah Lawang),
  • Tuban (Bancar),
  • Lamongan (Moropelang Babat),
  • Kota Pasuruan (Pondok Tahfidz),
  • Jember (Klinik ar-Rahmah Bangsalsari).

• Melaksanakan kegiatan Tour Donasi Kemanusiaan dengan menghadirkan 2 orang Syeikh asal Palestina di Jawa Timur terutama di Gresik/Lamongan, Surabaya, Sidoarjo dan beberapa kabupaten dan kota lainnya.

• Sinergi dengan Majelis Tabligh (PWM dan PDM) se-jawa Timur berupa program Mubaligh Filantropi berupa kegiatan pembekalan 400 Mubaligh Muhammadiyah se-Jatim pada tanggal 20 April 2019. Setiap Lazismu Daerah berkontribusi sebanyak 10 jas bagi Mubaligh Daerah masing-masing atau Rp. 1,5 juta.

• Peningkatan kualitas dan kuantitas pelaksanaan Qurban Bersama Untuk Sesama berupa produksi dagin Qurban dalam kemasan kornetmu dan rendangmu, dengan target produksi bisa meningkat dua kali lipat dibanding tahun 1439 H/2018 M. Biaya dan harga hewan qurban akan ditentukan kemudian.

Sebelum pembahasan inti, Rakorsus didahului dengan acara Pembukaan yang diisi dengan sambutan oleh M. Masyhud (Ketua PDM Sidoarjo) selaku tuan rumah, Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jatim) dan Rizaludin Kurniawan mewakili Badan Pengurus Lazismu Pusat. Setelah pembukaan sesi materi penguatan kelembagaan Lazismu disampaikan pula oleh Rizaludin Kurniawan yang juga Direktur Fundraising Lazismu Pusat.

Nah, semoga Ramadhan kali ini semakin berkah dan mencerahkan. (Adit)

Terus Mendukung Saudara Kita di Palestina Dengan Sepenuh Hati

Perjuangan rakyat Palestina yang sedang dalam masa penjajahan dan penindasan Israel senantiasa mendapat tempat dan perhatian penting dari rakyat Indonesia, termasuk dari Muhammadiyah. Komunikasi, silaturrahim dan pemberian bantuan intens dilakukan oleh Muhammadiyah, melalui Lazismu sebagai lembaga Amil Zakat di bawah Persyarikatan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan.

Lazismu bersama berbagai lembaga atau organisasi kemanusiaan Islam Indonesia lainnya senantiasa menggalang dana untuk membantu rakyat Palestina dalam berbagai bidang. Dalam hal ini yang menjadi fokus Muhammadiyah melalui Lazismu adalah bantuan dalam bidang pendidikan, terutama peningkatan SDM generasi muda Palestina. Selain itu Lazismu juga membantu memberikan bantuan untuk santunan Rumah Panti, Qurban, operasional ceramah para ustadz dan tentunya besiswa untuk mahasiswa Gaza yang melakukan studi, baik di dalam negerinya maupun keluar negeri.

Pada akhir bulan Februari 2019 ini di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, kembali ditandatangani MOU dan kesepakatan antara Lazismu Pusat dengan salah satu Lembaga Kemanusiaan di Gaza, Palestina, untuk mendatangkan para Imam dari Palestina guna berdakwah selama bulan Ramadhan 1440 hijriyah di berbagai daerah di Indonesia.

Tentunya Lazismu akan bekerjasama dengan para pengurus atau takmir Masjid di daerah yang ditunjuk sebagai tempat kegiatan dakwah Peduli Palestina. Kegiatan tersebut akan diiringi dengan penghimpunan dan penggalangan dana guna membantu program-program kemanusiaan dan pendidikan Lazismu di Palestina. (Adit).