Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 25 September 2020
Breaking News
You are here: Home » News

Category Archives: News

Kiprah RS Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah plus Lazismu Bergelut Melawan Covid-19

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi industri rumah sakit dan pelayanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit, baik rumah sakit negeri maupun rumah sakit swasta, tidak hanya diuji kemampuan finansialnya, tapi juga sistem layanan kesehatan yang diberikan.⁣

Tidak saja Covid-19, secara keseluruhan, Indonesia pun memiliki sejumlah tantangan dalam menghadapi penyakit lainnya yang hingga kini masih menjadi pekerjaan utama para petugas medis Indonesia, yaitu TBC, Diabetes, HIV serta kemiskinan.⁣

Lalu, bagaimana Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah bergelut melawan Covid-19 di masa pandemi ini?⁣

Talkshow Ranah Publik⁣⁣ yang disiarkan Radio Suara Muslim FM dan SuaraMuslim TV streaming hari Kamis, 24 September 2020⁣⁣, pukul 08:00-09:00 WIB⁣⁣ bersama ⁣Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep⁣ (Sekretaris MPKU PWM Jatim sekaligus Dekan FIK UM Surabaya)⁣ dan drh. Zainul Muslimin⁣ (Ketua Lazismu Jatim)⁣ membahas tentang kiprah Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah bergelut di masa pandemi virus Corona.

Dalam talkshow itu juga dibahas bagaimana peran Lazismu mendukung program-program kemanusiaan selama masa Covid-19 ini.

Inilah rekaman acara talkshow yang bisa anda simak saat ini..

 

Agus Edi Sumanto : “BANK ZISKA Solusi Jitu Atasi Rentenir yang Merajalela”

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) - Struktur OrganisasiKeberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang dimiliki oleh mayoritas warga di Indonesia. Sebanyak 90% pengusaha merupakan golongan UMKM ini. Sebagian besar merupakan usaha yang sangat kecil sekali, boleh dibilang gurem atau mikro.

Hampir setiap pasar dihuni oleh pedagang-pedagang tradisional dan peda-gang lokal yang bermodal kecil. Merekalah yang justru memainkan ekonomi di ting-kat bawah, yakni menjadi penghubung antara produsen ke konsumen.

Karena bermodal kecil, maka un-tuk memutar uang guna menjalankan usa-hanya banyak dari UMKM yang berhutang kepada orang lain yang memiliki hubungan dekat dengan mereka. Bisa berhutang ke teman, keluarga, kerabat, lembaga keuangan mikro atau pihak-pihak lain yang menawarkan jasa pinjaman cepat dan mudah.

Tidak semua UMKM memiliki akses ke perbankan. Oleh karena itu tak heran jika menjamurnya jasa pinjaman bukan bank dan bukan pula lembaga keuangan. Jasa pinjaman ini milik perseorangan yang berbunga tinggi bahkan sangat tinggi, atau lebih dikenal dengan rentenir alias lintah darat.

Makin lama semakin banyak pedagang kecil dan UMKM yang terjerat oleh Rentenir seiring dengan perkembangan roda usaha dan kebutuhan hidup mereka. Satu orang bisa terjerat lebih dari 5 rentenir. Rentenir ini sangat lincah, luwes, dekat dan tidak berbelit-belit dalam mencairkan pinjaman dana. Namun jangan kaget bila jasa uang atau bunganya terbilang sangat tinggi. Ada rentenir yang besar bunganya bisa berkali-kali lipat dari pokok pinjaman.

Jika hal semacam itu dibiarkan terjadi dan tidak ada solusi maka benarlah ada syair lagu dangdut yang menyebutkan ‘yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin’. Jika sudah terjert rentenir maka jangan dibayangkan bisa berkembang usahanya, malah justru terpuruk jatuh terjun ke jurang kebangkrutan.

Nah, disinilah letak permasalahan utamanya, yakni kekurang pedulian semua pihak yang berkompeten untuk mengembangkan perekonomian UMKM. Banyak UMKM yang notabene ummat Islam terjerat oleh rentenir yang jelas-jelas riba dan menghisap jerih payah UMKM. Tidak menjadikan usaha bisa tumbuh dan berkembang penuh keberkahan tapi malah menjerumuskan kepada kehidupan yang melemahkan.

Maka sudah saatnya kita semua, ummat Islam untuk bangkit memikirkan kehidupan perekonomian rakyat bawah yang notabene menjadi urat nadi ekonomi bangsa. Saatnya kita semua menyelamatkan mereka dari riba yang sangat mencekik leher.

BANK ZISKA Solusi untuk Ekonomi Bangsa.

Saat ini sudah berkembang konsep bank infaq atau al-qardul hasan. Konsepnya sangat sederhana namun berdaya lejit yang luar biasa. Intinya adalah bagaimana dana zakat dan infaq dapat menjadi solusi bagi perekonomian ummat atau sektor usaha kecil dan menjauhkannya dari jeratan riba.

LAZISMU sebagai lembaga amil zakat sudah selayaknya mengedukasi, mengembangkan, dan melembagakan konsep ini. Masyarakat harus ditanamkan agar bebas dari jeratan hutang yang berbasis ribawi dan mengarahkannya.
Dalam rapat-rapat LAZISMU wilayah Jawa Timur tercetuslah ide mendirikan BANK ZISKA yaitu sebuah wadah yang berupaya mengembangkan kehidupan ekonomi dan melepskan ummat dari jeratan riba. Tujuan utamnya adalah membangun masyarakat yang produktif berdasarkan Syariat, mengembangkan Literasi di bidang Entrepreneurship, mendekatkan diri Kepada Allah SWT dan mewujudkan masyarakat “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”.

Bank Ziska Lazismu bukanlah bank sebagaimana yang dimaksud dalam Undang Undang RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Akan tetapi Bank ZISKA adalah merupakan Gerakan Pemberdayaan UMKM melalui pemberian pinjaman tanpa bunga. Dana Bank Ziska merupakan Tasaruf dana Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari Lazismu.
Akad pinjaman Bank Ziska merupakan janji dari Peminjam dana kepada Allah SWT yang mana Pengurus sebagai saksi dalam akad tersebut.

Namun demikian Bank Ziska mengikuti kaidah-kaidah profesional yang dilakukan dalam perbankan, tentu dengan beberapa penyesuaian.

Karena dimaksudkan untuk mereduksi atau sedikit demi sedikit mengurangi akses ke Rentenir maka kegiatan Bank Ziska adalah pemberian pinjaman lunak tanpa bunga dengan sistem al-Qardul Hasan.

Persyaratan bagi peminjam adalah Perorangan yang telah memiliki usaha mikro atau super mikro, anggota komunitas majelis taklim, jamaah masjid, jamaah perkumpulan masyarakat dan sejenis lainnya yang sedang terjerat pinjaman dari rentenir atau pinjaman berbasis riba lainnya.

Persyaratan lainnya peminjam memiliki kemampuan mengembalikan dana pinjaman. Bagi peminjam harus ada rekomendasi dari Pengurus Bank ZISKA atau dari Tokoh Masyarakat atau Ustadz, Imam Masjid atau Pimpinan Komunitas Majelis Taklim. Untuk pembinaan religi peminjm harus bersedia menghadiri kegiatan taklim dari Bank ZISKA.

Bank ZISKA dengan sistem pinjaman al-Qordhul Hasan akan mendampingi peminjam sampai lepas dari rentenir. Bank ZISKA akan melakukan pendampingan dan pembinaan usaha, misal monitoring omset dan biaya dalam usahanya sampai usaha tersebut mampu mandiri dan tidak terjerat riba.

Bank ZISKA akan memberikan literasi tentang kewirausahaan, usaha berdasarkan syariah, dan pemasaran kepada para peminjam. Setelah nasabah melunasi pinjaman qordhul hasan, dan dinilai telah mampu maka bank ZISKA mengarahkan pada pembiayaan bisnis yang bersifat komersial dengan pola bagi hasil atau lainnya yang sesuai dengan syariah Islam.

Nah, mari kita dukung bersama program Bank ZISKA ini sebagai upaya untuk membentengi ummat Islam dari bahaya keji riba dan menuntun ummat kepada kehidupan ekonomi yang Islami. Saatnya LAZISMU memberi solusi untuk negeri dalam bidang ekonomi.

Dr. Agus Edi Sumato, Wakil Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur.

Gelar Pelatihan Pemberdayaan Untuk Melejitkan Usaha Mikro

Pandemi Covid-19 ini benar-benar meluluhlantakkan sektor perekonomian di tanah air, pun juga di belahan dunia lainnya. Tak hanya pengusaha besar papan atas yang pusing dan bangkrut, usaha mikro yang merupakan mayoritas rakyat kebanyakan di negeri ini pun menjadi kroban.

Oleh sebab itu Lazismu menggandeng para mitra untuk membantu mengatasi permasalahan ekonomi yang diderita oleh masyarakat yang terpuruk selama masa pandemi Covid-19 dan berubah menjadi mustahik. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan modal pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga. Tudak hanya memberikan modal, namun juga mendampingi dan mengembangkan usaha para keluarga yang sempat terpuruk.

Lazismu wilayah Jawa Timur dalam rangka menindaklanjuti program Pemberdayaan UMKM mustahik mengadakan Pelatihan dengan tema “Mengembangkan dan Melejitkan Usaha Mikro Dalam rangka Membangun Ketahanan Ekonomi Berbassi Keluarga di tengah Pandemi Covid-19”, Sabtu 19 September 2020, di Resto Bunda Nur, Buduran, Sidoarjo.

Pelatihan diikuti oleh 30 pelaku Usaha Mikro di 10 Daerah di Jawa Timur yang mendapat program pendampingan pemberdayaan UMKM. Program pemberdayaan ini merupakan sinergi antara Lazismu dengan Alfamidi, Wardah dan Anggoro Eko Cahyo. Kesepuluh daerah itu adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kab Malang, Ponorogo, Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Pamekasan dan Jember. Mereka kebanyakan berwirausaha di jalur kuliner dan bahan makanan. Selain itu hadir pula 10 orang staf bagian Program dari 10 Lazismu Daerah yang bertindak sebagai pendamping pemberdayaan UMKM.

Ke-30 orang Usaha Mikro itu hadir dengan membawa produk khas daerahnya masing-masing, seperti aneka jajanan dan kuliner hingga produk bumbu, sambal dan aneka kerajinan. Mereka umumnya usaha rumahan yang saat ini sedang berupaya untuk bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Dalam sambutannya, Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, drh Zainul Muslimin, pandemi Covid-19 boleh merontokkan sektor usaha kecil, namun jangan sampai menurunkan semangat juang dan ghirah berwirausaha pelakunya. Jika saat pandemi dihadapkan pada kondisi lockdown dengan berbagai pembatasan akibat meluasnya wabah virus suatu penyakit, maka disitu justru ada jalan lain yang terbuka lebar untuk tetap menjalankan bisnis.

Zainul mencontohkan, restonya yang selama pandemi enam bulan harus tutup, maka di kala masa wabah Covid-19 itu justru penjualan kateringnya melejit, yakni melalui pemasaran online. Dengan pemasaran melalui medsos dan media online pemesanan makanan dan minuman usaha katering dapat dilakukan dari jarak jauh atau rumah konsumen dan deliverynya dengan memanfaatkan jasa ojek online yang ada.

“Allah pasti membukakan jalan bagi hambaNya yang mau berusaha keras dan memikirkan pemecahan masalah yang menimpanya daripada meratapi kondisi yang tidak menentu. Maka jika kita berusaha keras dan berdoa dengan sekuat daya maka Allah akan memberikan kemudahan kepada kita untuk sukses berbisnis” katanya sembari memberikan semangat kepada peserta pelatihan.

Materi yang disajikan dalam pelatihan berhubungan dengan kehidupan usaha kecil sehari-hari. Seperti Ratna Saktijaningdijah, SE, MSA, narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM provinsi Jawa Timur yang menyampaikan tentang bagaimana mengurus perijinan dan legal formal UKM secara praktis.

Menurut Ratna, pemerintah bertanggung jawab untuk memulihkan perekonomian sebagai dampak pandemi ini. Salah satunya adalah memberikan kemudahan dalam proses perijinan dan legal formal melalui sistem online. Kemudahan mengurus ijin itu harus diakses oleh pelaku UKM. Selain itu pendampingan usaha kecil mulai digiatkan pemasaran secara online shop dan digital marketing, disertai dengan perluasan kemitraan.

Pemateri kedua, yaitu Kisworo Agung Pambudi, Mentor Digital Marketing Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya menyampaikan tentang Kiat Sukses Pemasaran Online. Menurut konsultas bisnis muda ini, pada era pandemi Covid-19, tiada cara yang lebih mudah dan efektif untuk memasarkan produk UKM selain melalui online.

Oleh karena itu Kisworo mengajak peserta pelatihan untuk segera memanfaatkan smrtphone-nya masing-masing untuk berjualan  dan memasarkan produk. Saat ini usaha mikro lemah dalam hal branding awareness atau kesadaran merek dan perluasan jaringan. Karena dengan branding dan jaringan yang kuat, sebesar dan sekecil apapun produknya, maka hal itu akan berguna untuk meningkatkan penjualan.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, Muhammad Masrukh menugaskan kepada bagian program Lazismu Daerah untuk terus memantau dan mendamping usaha mikro bianan di daerahnya. Selain itu laporan yang rapi dan tertib serta terdokumentasi dengan baik juga menjadi prioritas dalam jangka pendek.

Pendampingan usaha mikro oleh Lazismu Daerah, menurut Masrukh, diarahkan agar pengusaha binaan Lazismu mempunyai ijin usaha dan sukses memasarkan produknya melalui online. Peningkatan kualitas produk dan kemasan harus menjadi titik tekan keberhasilan program ini.

Lazismu wilayah Jatim, menurutnya, akan terus memonitor, mengupayakan dan memberikan jalan bagaimana program ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan semata demi menigkatkan taraf kesejahteraan ekonomi musthik (UMKM binaan) yang menjadi fokus garapan Lazismu, pungkasnya. (Adit)

Aksi Bersama Santuni 260 Anak Yatim dan Warga Lansia Bersinergi dengan 13 Polsek di Pamekasan

Keberadaan anak yatim, sangat mendapat perhatian dalam agaman Islam dan tersebut dalam kitab suci al-Qur’an surat al-Ma’un. Tentu sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memperhatikan dan menyayangi anak yatim dengan penuh kasih sayang sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam. Pun demikian dengan orang tua yang sudah berusia lanjut, sangat dianjurkan untuk menghormati dan memuliakannya.

Lazismu kabupaten Pamekasan yang didukung oleh para donatur dan muzaki melaksanakan Kegiatan sosial bersama Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polisi Resor (Polres) Pamekasan, berupa menyantuni anak yatim dan warga lanjut usia (lansia). Aksi ini dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 16 hingga 18 September 2020 di 13 kantor Polisi Sektor (Polsek) yang ada di Polres Pamekasan.

Sebanyak 260 paket bantuan diberikan kepada 260 anak yatim dan warga lansia. Tim Lazismu berkeliling seantero kabupaten mendatangi seluruh kantor Polsek untuk membagikan paket bantuan. Bantuan untuk anak yatim berupa uang, tas dan alat sekolah sedangkan untuk warga lansia berupa uang dan bahan makanan (sembako). Masing-masing Polsek mendapat bagian untuk 20 anak yatim dan lansia yang tinggal disekitar kantor Polsek.

Aksi sosial ini merupakan bentuk jalinan hubungan yang erat warga masyarakat dengan aparat keamanan. Menurut manajer Lazismu Pamekasan, Khairul Jannah, aksi bersama Polri ini dimaksudkan untuk membangun sinergi filantropi dan hubungan yang erat dengan pihak kepolisian. Selain itu kantor Polisi tersebar di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Pamekasan sehingga memudahkan untuk penyaluran bantuan.

Salah seorang nenek yang mendapat bantuan mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan para dermawan serta kepolisian yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Nenek Saleha mengaku sangat senang dan gembira telah mendapatkan perhatian.

“Mator sakalangkong Pak se tadhak bhates epon, samoghah Allah malancarrah rezekinah. Tor bhantoan kakdintoh sanget manfaat. (Terima kasih yang tak terhingga Pak, semoga Allah memperlancar rezekinya. Dan bantuan ini sangat bermanfaat)” doa Nenek Saleha untuk semua yang berperan dalam santunan ini, dalam logat dan tutur  Madura yang sangat medok. (Kh)

Bersedekah bersama LAZISMU Pamekasan

Sedekah via QR GOPAY

Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 28 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76630 1 28 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Pamekasan
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 28 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76640 2 28 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pamekasan
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 28 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76650 3 28 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pamekasan

Pandemi Belum Berakhir, Janganlah Terlena dan Terbuai, Bersama LAZISMU Terus Berikhtiar dan Bersedekah

Tuntutan ekonomi dan pelonggaran pembatasan sosial mengakibatkan masyarakat semakin mengabaikan protokol kesehatan yang ditetapkan.⁣

Hingga Ahad (13/9) kemarin, masih terjadi tambahan ratusan pasien COVID-19 di Jawa Timur. Selain klaster kantor, penyebaran virus Corona di dalam keluarga juga menjadi kekhawatiran baru.⁣

Pandemi belumlah berakhir, maka dari itu janganlah kita terlena dan terbuai.

Ikuti Siaran on-air dan online streaming (recorded by youtube) RANAH PUBLIK (15 September 2020) di Radio Suara Muslim FM dan SuaraMuslim-TV Surabaya, dengan pembicara dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes ⁣(Direktur RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Sidoarjo⁣) dan drh. Zainul Muslimin⁣ (Ketua Lazismu wilayah Jatim⁣).

Silakan klik.. 

DONASI KE REKENING LAZISMU INFAQ

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 820 000 000 000 a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7664 020 000 000 000 a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 919 191 a/n Lazismu Jatim Infaq
  • Bank Syariah Mandiri No. 9000 005 557
  • Bank Muamalat No. 7710 015 631 a.n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (INFAQ DAN SEDEKAH)
  • CIMB Niaga Syariah No. 861 777 777 500 a.n. LAZISMU JAWA TIMUR

Senangnya Berta Vilonia di Cirebon Menerima Bantuan Alat Bantu Mendengar dari LAZISMU

Sungguh tak terbayang dalam benak Berta Vilonia bisa terkabul keinginannya untuk mempunyai sebuah alat yang dapat membantu indera pendengarannya. Sebuah alat bantu mendengar bantuan dari LAZISMU kini dapat dipergunakan dan dimanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan orang lain, keluarga dan teman-temannya.

Selama ini indera pendengaran Vilonia yang bertempat tinggal di Cirebon, terganggu sehingga tidak dapat mendengar dengan baik percakapan lawan bicaranya atau menerima suara dari sekeliling. Bicaranya pun memakai bahasa isyarat yang tidak semua orang bisa memahaminya.

Tentu saja hal itu membuatnya kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Vilonia sedih dan ibunya pun turut merasa susah hati karena tidak mampu membelikan anaknya alat bantu mendengar yang berharga jutaan.

“Sehari-hari Vilona bicara pakai bahasa isyarat. Sehingga jika bicara dengan orang yang belum kenal dengannya, ya nggak ngerti” cerita ibu Vilona.

Alhamdulillah, melalui program Indonesia Mendengar, LAZISMU Jawa Timur bersinergi dengan LAZISMU Cirebon Jawa Barat dapat mentasharufkan sebuah alat bantu dengan untuk Vilonia. LAZISMU datang ke rumah Berta Vilonia bersama Tim, 07 September 2020, untuk memasang alat bantu dengar tersebut dan memastikan alat itu berfungsi dan Vilonia dapat menggunakannya dengan baik.

“Ya saya senang dan bersyukur sekali dapat bantuan ini, karena dari dulu anak saya ini ingin sekali dibelikan dan mempunyai alat bantu mendengar, tapi sayangnya saya nggak punya uang.” lanjut ibu Vilonia.

“Terima kasih kapada LAZISMU yang telah memberikan alat bantu mendengar untuk anak saya. Terima kasih pula kepada para dermawan semoga diberikan keberkahan dan LAZISMU dapat terus memberi kepada sesama. LAZISMU memang hebat” kata ibunda Vilonia dengan gembira. (Adit)

Indonesia Mendengar

Bersama Bank Muamalat Tasarufkan Paket Bantuan Lumbung Pangan Untuk Keluarga Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Jalinan sinergi dalam aksi-aksi filantropi untuk kemanusiaan senantiasa dijalin oleh LAZISMU bersama para mitra. Salah satu diantaranya adalah dengan Bank Muamalat. Melalui program Lumbung Pangan Kemanusiaan, Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan LAZISMU hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan di masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini.

Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat menjaga jarak, tinggal di rumah (stay at home) dan mengurangi aktifitas diluar rumah. Hal ini menyebabkan ekonomi masyarakat menegah kebawah terganggu, khususnya yang mengandalkan penghasilan harian dari berjualan, karyawan yang dirumahkan, penjual PKL yang tidak bisa berjualan, guru mengaji, Da’i, dan yang lainnya.

Bank Muamalat selaku lembaga keuangan bank yang terpercaya turut serta dalam penggalangan donasi untuk keluarga terdampak Covid-19. Hasil donasi diamanahkan kepada LAZISMU untuk ditasarufkan kepada keluarga-keluarga yang terdampak dan terpapar Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan daerah lainnya di Jawa Timur.

Hingga tanggal 5 September 2020 ini sebanyak 36 paket dari donatur Bank Muamalat telah diamanahkan melalui LAZISMU. Paket dibagikan kepada keluarga-keluarga yang hidup berkekurangan karena kehilangan penghasilan atau terkena PHK dan terdampak Covid-19 di beberapa kawasan di Surabaya. Demikian pula dengan para guru yang “Terpapar” Covid-19 di salah satu kecamatan di kota Pahlawan tak luput dari penyaluran bantuan Lumbung Pangan ini.

Drh Zainul Muslimin, Ketua LAZISMU wilayah Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada Bank Muamalat Indonesia atas kerjasama dan kepercayaannya menyalurkan paket donasi Lumbung Pangan melalui LAZISMU.

“Kerjasama LAZISMU dengan Bank Muamalat ini sudah terjalin mesra dan saling menebar kemanfaatan untuk sesama. Tidak hanya di sektor keuangan, melalui program Lumbung Pangan Kemanusiaan, LAZISMU dan Bank Muamalat mengajak ummat Islam dan masyarakat pada umumnya untuk berperan serta menjadi bagian dari solusi di masa Pandemi. Yaitu gemar bersedekah dan menebar kebaikan bagi sesama” kata Zainul Muslimin di Gedung Muhammadiyah Jatim, Jl. Kertomenanggal IV, Surabaya, 8/9/2020.

Sementara itu Winny Wijayanti dari Bank Muamalat Mayjend Sungkono Surabaya, menyatakan bahawa kiprah ini adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Muamalat dalam mensikapi kondisi pandemi yang belum juga usai.

“Kami merasa mempunyai tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 saat ini. Dengan langkah ini semoga dapat mengurangi beban masyarakat yang menderita dan terdampak virus Corona. Kita semua berdoa semoga pandemi ini cepat berakhir dan kondisi cepat pulih kembali, serta roda perekonomian dapat berjalan dengan baik dan lancar” kata ibu Wenny ketika mengamanahkan paket sembako melalui LAZISMU.

“Insya Allah Bank Muamalat selalu hadir untuk ummat dan masyarakat, senantiasa berupaya untuk menjaga amanah nasabah dan donatur dengan baik dan menggerakkan ekonomi bangsa ini agar bertumbuh dan berkembang.” pungkasnya. (Adit)

 

Berdayakan UMKM di Ponorogo, Lazismu Bersama Mitra Gulirkan Bantuan Ketahanan Ekonomi Berbasis Keluarga

Keberlangsungan pemberdayaan di sektor ekonomi di masa pandemi terus dilakukan Lazismu. Kali ini, mengusung program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi berbasis keluarga di tengah pandemi covid -19.

Sabtu/5/9/2020 Lazismu ponorogo menyalurkan Paket bantuan pemberdayaan UMKM berupa peralatan produksi, bantuan modal usaha dan juga paket sembako. Beberapa umkm yang mendapatkan program pemberdayaan ini di antaranya: Bengkel las prasetya, Kue Bolupa, Warung Omah Langit, Rengginan Ketela dan Tiwul instan khas ngrayun.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara lazismu dengan Alfamidi, Wardah dan juga Anggoro Eko Cahyo dalam upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sehingga Kesejahteraan ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Salah satu penerima manfaat, (Bengkel las prasetya) mengungkapkan, “Dengan adanya pemberdayaan ini beliau sangat terbantu sekali, karena dengan adanya penambahan alat sehingga produktifitas bengkel las miliknya semakin meningkat dan lebih produktif lagi.”

“Kegiatan ini merupakan turunan dari program lazismu pusat yang bekerjasama dengan beberapa korporasi yang ada di Indonesia, sehingga mewujudkan program pemberdayaan UMKM. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak secara langsung dalam keberlangsungan UMKM di ponorogo dalam hal produktifitas dan peningkatan kesejahteraan, Setelah ini kami juga akan memberikan pendampingan kepada UMKM Binaan agar semakin lebih maju“ ungkap Zulkarnain Asya Hifa M.Hum, Ketua Lazismu Ponorogo. (Bayu)

Paket Cinta Bagi Raga Yang Terdera Pandemi Corona

Mari kita ringankan beban penderitaan dan kuatkan imun keluarga yang terdera Pandemi Corona..

Pandemi di tanah air ini belumlah usai. Angka-angka jumlah warga yang terpapar virus Corona justru semakin meningkat. Banyak keluarga-keluarga yang menjadi korban, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit serta mengisolasi mandiri.

Perlu langkah penyedaran, penguatan dan pendampingan bagi masyarakat agar pandemi tidak semakin menjadi-jadi. Disamping itu berbagai bantuan sangatlah dibutuhkan.

Lazismu mengajak anda untuk berdonasi PAKET CINTA bagi sesama yang menderita terpapar virus Corona dan hidupnya serba berkekurangan.

Paket donasi berupa pemberian makanan dan minuman yang menambah gizi dan nutrisi serta memperkuat imunitas tubuh bagi keluarga-keluarga yang rentan dan terdera virus Corona.

Mari berdonasi untuk PAKET CINTA bagi sesama yang terdera dan terdampak pandemi. Donasi Anda bisa mulai dari Rp. 25.000,-.

Transfer ke rekening LAZISMU Jawa Timur..

  • Bank Jatim Syariah No. 6141 919 191
  • Bank Syariah Mandiri No. 9000 005 557
  • Bank Muamalat No. 7710 015 631
  • CIMB Niaga Syariah No. 861 777 777 500

Konfirmasi transfer donasi ke : 0812 3158 446

Scan QR code :

Selamat Berdonasi.. Berkasi Bersama Untuk Sesama.. Memberi Untuk Negeri…

Menangis Kencang Saat Dikhitan, Kembali Sumringah Ketika Dapat Bingkisan

Wajah Wildan tampak tak ceria. Basah air mata di pipinya menggambarkan jelas bocah ini habis menangis kencang. Bahkan, bibirnya manyun menandakan ketidaknyamanan.

Rona yang digambarkan Wildan seakan memperlihatkan sakit yang dirasakannya. Maklum, Wildan memang peserta terkecil khitan massal yang diadakan Taman Belajar al-Quran (TBQ) Ulul Albab.

Namun, perlahan mendung yang menyelimuti wajah bocah kelas 1 SD itu berganti dengan senyum setelah ia dan teman khitan massal lainnya diarak keliling kampung menggunakan becak hias. Terlebih, usai diarak, “amplopan” uang saku berdatangan dari warga sekitar TBQ Ulul Albab.

“Iya, Wildan memang peserta terkecil khitan. Sempat menangis kencang saat dikhitan. Mungkin masih takut. Namanya juga anak-anak,” ujar Iwantoro, ketua pelaksana kegiatan khitan massal.

Lazismu Kabupaten Mojokerto turut mendukung kegiatan khitan massal yang diadakan TBQ Ulul Albab, Ahad (30/8). Manager Lazismu Kabupaten Mojokerto, Khoirul Azmi Ridho yang hadir saat seremoni acara memberi apresiasi atas kegiatan khitan massal yang digelar oleh TBQ Ulul Albab.

Pada kesempatan yang sama, alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut juga menyampaikan program layanan sosial yang bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Mobil layanan sosial yang kami miliki ini boleh dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan kapanpun secara cuma-cuma alias gratis,” ungkap Ridho.

Di antaranya, dua peserta khitan dari Kecamatan Ngoro yang diantar-jemput meggunakan mobil layanan sosial tersebut. Diungkapkan Ridho, pada dasarnya masyarakat Indonesia memiliki jiwa berderma yang tinggi.

“Contoh yang kita lihat, anak-anak kita peserta khitan mendapat uang saku dadakan dari warga. Ini bukti kalau jiwa berderma masyarakat kita kuat. Kalau jiwa dermawan ini dapat disalurkan melalui lembaga zakat, akan lebih banyak orang yang menerima manfaatnya karena lebih tepat caranya,” imbuh Ridho.

Ketua pelaksana kegiatan khitan massal, Iwantoro mengungkapkan terima kasih atas dukungan Lazismu.”Kami sampaikan terima kasih atas dukungan Lazismu terhadap kegiatan kami,” kata Iwan yang juga pengasuh santri TBQ Ulul Albab yang terletak di Desa Menanggal, kecamatan Mojosari ni.

Salah satu peserta khitan asal Ngoro, Safitra Nur Septian mengaku senang sudah dikhitan.

“Awalnya takut sakit, ya agak sakit sedikit, tapi setelahnya sudah enggak. Senang sudah dikhitan,” ujar Safitra.

Donatur dan Muzaki bisa mengambil peran dan berpartisipasi dalam program-program Lazismu. Salurkan donasi Anda melalui nomor rekening :

Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 24 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Mojokerto
BMI 76630 1 24 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Mojokerto
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 24 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Mojokerto
BMI 76640 2 24 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Mojokerto
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 24 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Mojokerto
BMI 76650 3 24 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Mojokerto

 

Merasakan Nikmat MERDEKA Bersama Para Veteran Pejuang RI di Bojonegoro

Pandemi virus Corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai Cobid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mulai gelisah.

75 tahun yang lalu adalah hari yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Pasalnya negara kita telah memproklamasikan kemerdekaan setelah mengalami masa-masa yang kelam atas penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Jepang. Selama berabad-abad sumberdaya alam, keringat dan darah bangsa ini diperas dan diambil oleh para penjajah.

Adalah mbah Nitri sebagai salah satu veteran yang menjadi pelaku sejarah kelamnya penjajahan Belanda dan Jepang. Nenek yang berusia lebih dari 110 tahun ini sangat bersemangat menceritakan perjuangan para pahlawan kemerdekaan di masa mudanya dulu.

Ketika Lazismu Bojonegoro dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyambangi sang nenek di kediamannya di desa Bubulan dukuh Klotok, Kecamatan Bubulan, Kamis, 27 Agustus 2020, ia tampak sumringah. Ia tidak menyangka jika anak-anak muda ternyata masih memiliki kepedulian terhadap para veteran RI.

“Matur nuwun (terima kasih) nak, telah mengunjungi rumah simbah di desa ini. Mugi-mugi (semoga) anak semua sehat walafiat, nggih (ya).” kata mbah Nitri sembari melanjutkan cerita dan kisahnya ketika ia ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan RI di tahun 1945.

Menurut sang nenek yang lahir pada tahun 1909 ini, kita semua bisa merasakan nikmat kemerdekaan berkat darah para pahlawan yang gugur mempertahankan negara ini dari penjajah Belanda yang hendak menjajah kembali.

Kunjungan Lazismu pun berlanjut ke rumah para pejuang veteran lainnya yang ada di kabupaten kaya minyak ini. Lazismu Bojonegoro menggandeng teman-teman dari IMM, BEM STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, dan STIT Muhammadiyah Bojonegoro untuk menyalurkan 60 paket sembako yang tersebar di seluruh kabupaten Bojonegoro, sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada para Pahlawan yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia. MERDEKA ! (Sar)

Mari kita beraml bersama LAZISMU…

Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 13 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Bojonegoro
BMI 76630 1 13 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Bojonegoro
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 13 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Bojonegoro
BMI 76640 2 13 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Bojonegoro
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegoro
BMI 76650 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegoro

Laksanakan Program Pemberdayaan UMKM, Lazismu Bekali Para Pendamping Dengan BIMTEK

Pandemi virus Corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai Cobid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mulai gelisah.

Guna mendorong tumbuh besarnya UMKM berbasis keluarga dalam peningkatan perekonomian dimasa pandemi Covid-19, disamping diperlukan ketersediaan modal finansial, UMKM juga membutuhkan pelatihan (modal intelektual) maupun pendampingan (modal sosial). Maka LAZISMU melalui kiprahnya ikut berpartisipasi, sebagai bentuk mendukung program penanggulangan Covid-19 dalam memberdayakan pelaku UMKM dengan pendekatan filantropi, yang tidak hanya didukung dengan penyediaan modal tapi juga pelatihan dan pendampingan.

Semangat kebersamaan masyarakat akan mendorong bangsa keluar dari persolaan pandemi Covid-19 tentunya, peran ekonomi keluarga, ekonomi UMKM, yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kita. Bagi keluarga maupun UMKM yang sudah berjalan harus bisa melihat peluang dengan baik di tengah pandemi Corona.

Meskipun pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap ekonomi keluarga dan UMKM, namun ada beberapa faktor yang membuat keluarga dan UMKM masih bisa bertahan ditengah wabah Covid-19. Yang pertama, umumnya UMKM yang menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pendapatan masyarakat yang menurun drastis tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan. UMKM malah bisa bergerak dan menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas dan dalam situasi Covid-19.

Kedua, pelaku usaha UMKM umumnya memanfaatkan sumberdaya lokal, baik sumberdaya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan. Artinya, sebagian besar kebutuhan UMKM tidak mengandalkan barang impor. Dan yang ketiga, umumnya bisnis UMKM tidak ditopang dana pinjaman dari bank, melainkan dari dana sendiri dan Lembaga sosial non-profit salah satunya LAZSIMU.

Menindaklanjuti program pemberdayaan UMKM, sinergi Alfamidi, Wardah Cosmetic, Anggoro Eko Cahyo dan LAZISMU di Jawa Timur, dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendamping. Bimtek dilaksanakan di gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Kertomenanggal IV/1 Surabaya, 25 Agustus 2020.

BIMTEK diikuti oleh 25 orang peserta selaku Pengurus dan Staf yang membidang Program. Peserta adalah utusan dari 9 kantor Lazismu Daerah dan 2 Kantor Layanan, antara lain daerah; Kab. Malang, Kab. Mojokerto, Lamongan, Bojonegoro, Ponorogo, Jember, Pamekasan, KLL PW Aisyiyah Jatim dan KLL Hasanah serta beberapa Pengurus Lazismu Jatim yang membidangi program.

Tujuan BIMTEK ini adalah untuk memberikan bekal dan wawasan serta petunjuk teknis detail agar program Pemberdayaan UMKM yang merupakan kerja bareng dan sinergi Alfamidi, Wardah Cosmetic, Anggoro Eko Cahyo dan LAZISMU di Jawa Timur dapat berjalan dengan baik dan lancar serta tidak menemui kendala yang berarti.

Materi yang disampaikan meliputi Motivasi Pendampingan, Proses Legal dan Perijinan UMKM oleh pemateri dari Disperindag Jatim, Kemasan Produk UMKM oleh UPT Makanan-Minuman-Kemasan Provinsi Jawa Timur dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Teknis Pendampingan UMKM oleh Sekretaris Badan Pengurus Lazismu  Jatim.

Diharapkan setelah BIMTEK ini peserta dapat melaksanakan program pendampingan pemberdayaan terhadap 70 UMKM di Jawa Timur sesuai dengan juklak, di daerah dan tempatnya masing-masing. (Adit)