Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 11 December 2019
Breaking News
You are here: Home » News

Category Archives: News

Rakernas Lazismu 2019 Dibuka, Dorong Amil Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Lewat Philanthropreneurship

Sebagai kegiatan tahunan, Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) merupakan agenda penting yang dilakukan oleh Lazismu. Pertemuan nasional ini adalah pilar utama yang dilakukan Lazismu dalam aktivitasnya di tahun 2019 untuk menghasilkan misi-misi yang akan dilakukan kembali di tahun 2020. Rakernas tahun ini Lazismu mengangkat tema Philanthropreneurship untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Rakernas dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 5 – 7 Desember 2019, di Hotel Puri Saron Senggigi, Lombok, Nusantara Tenggara Barat. Rakernas ini dihadiri oleh perwakilan Kantor Lazismu tingkat wilayah dari seluruh Indonesia. Selain itu, para Badan Pengurus, Dewan Syariah dan Direksi Lazismu Pusat, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah, Drs. H. M. Goodwill Zubir, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, utusan majelis dan lembaga pimpinan pusat Muhammadiyah, Gubernur NTB yang diwakili oleh Sekretaris Daerah DR. Ir. H. Iswandi, M.Si, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution, Kapolda NTB dan Kapolres Lombok Barat serta tamu undangan Lazismu.

Pada hari pertama pembukaan rakernas, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Falahuddin mengatakan, sebagai tuan rumah, kami ucapkan ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta rakernas di Senggigi, Lombok Barat, NTB. Kami ucapkan terima kasih juga kepada PP Muhamamdiyah dan Lazismu yang memilih Lombok sebagai tempat Rakernas Lazismu 2019. Semoga kepercayaan ini bisa bangkitkan semangat kami di NTB dan dapat berkiprah di masyarakat.

Perlu disampaikan disini kepada Bapak Gubernur tentang kiprah Muhamamdiyah yang tidak hanya di NTB tapi juga di Indonesia. Kedua, terima kasih kepada Bapak Gubernur yang diwakili Bapak Sekda. “Kegiatan ini juga didukung oleh Bapak Gubernur sehingga bisa terlaksana pembukaannya pada hari ini,” katanya.

Oleh sebab itu, sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada persyarikatan Muhamamdiyah di NTB, terakir terima kasih kami ucapkan kepada panitia yang bahu-membahu menyukseskan terselenggaranya Rakernas ini.

Dalam sambutannya, Ketua Lazismu Pusat Hilman Latief, mengatakan, Lombok tidak asing bagi pegiat Lazismu dan Muhammadiyah yang bekerjasama dengan berbagai kalangan untuk kerja-kerja kemanusiaan dan beberapa yang terdampak. Di Yogyakarta juga banyak sekali mahasiswa yang terdampak berkuliah di sana.

Lazismu berdiri sejak 2002, secara administratif telah sesuai dengan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah, dan mendapatkan SK Kemenag pada 2002, dan dengan Undang-undang baru juga dikategorikan sebagai lembaga amil zakat nasional, yang keberadaannya ada ditingkat provinsi dan kabupaten.

“Mudahan dengan kehadiran lembaga ini khususnya warga Muhammadiyah bisa membangun kekuatan sebagai organisasi sosial berbasis keagamaan yang peduli kepada masyarakat yang duafa dan punya keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang jauh dari jangkauan pemerintah,” paparnya.

Alhamdulillah telah hadir peserta dari Aceh sampai Papua. Lanjut Hilman, tema yang Lazismu hadirkan sebagai upaya mndorong gerakan pemberdayaan ekonomi sebagai pilar untuk pemberdayaan masyarakat. Di mana kelompok kelas menengah sebagai pendongkrak perekonomian Indonesia dan di saat yang sama menjadi kelompok penting dalam menopang pertumbuhan lembaga filantropi.

Sekali lagi Lazismu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk Bank NTB Syariah dan Bupati Lombok barat.

Fauzan Khalid selaku Bupati Lombok Barat, mengucapkan terima kasih, kepada peserta, selamat datang. Lombok Barat adalah kawasan destinasi yang sudah banyak dikenal. Kepada Lazismu, selamat melaksanakan rakernas, sehingga bisa menghasilkan kebijakan secara tepat bagi Lazismu dan organisasi Muhammadiyah yang sama-sama kita banggakan.

Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili oleh Sekretaris Daerah DR. Ir. H. Iswandi, M.Si, mengatakan, saya mewakili Bapak Gubernur untuk menyampaikan salam takzim beliau kepada seluruh peserta Rakernas Lazismu. Terima kasih kepada Lazismu yang telah melaksanakan kegiatan ini di sini. Kami merasa bangga dengan Lazismu, apalagi persoalan kemiskinan juga menjadi sorotan serta menjadi beban dari seluruh jajaran pemerintah baik kabupaten dan provinsi.

Karena itu, sambung Iswandi, peran Lazismu dan badan amil zakat nasional sangat dinanti untuk bahu-membahu fokus menanggulangi kemiskinan. “Ini tugas penting bagi kita semua, karena kita dihadapkan pada yang paling mudah menggangu integrasi yakni persoalan kemiskinan, sebagai organisasi Islam mari bersama-sama untuk melawan kemiskinan,” jelasnya.

Perhatian pemerintah provinsi terhadap organaisasi Muhammadiyah, bisa dilihat dari kemajuan pembangunan di NTB yang didukung oleh pergerakan ormas Islam, sehingga dari waktu ke watu pemerintah provinsi berharap dapat bersinergi memajukan pembangunan di daerah.

Lazismu sebagai salah satu komponen di Muhammadiyah dapat mewujudkannya apalagi dalam rakernas dapat menghasilkan putusan-putusan yang strategis. Kami meyambut baik kegiatan ini, hasilnya semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat di NTB.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam hal ini diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah Goodwill Zubir, mengatakan, setiap saya turun dakwah ke lapangan termasuk di NTB dukungan pemerintah terhadap Muhammadiyah sangatlah berarti.

Termasuk bagaimana mengikuti perkembangan Lazismu dari awal sampai berkembang hari ini. Sejak itu, saya melihat ada tanda-tanda kehidupan. “Namun setelah dikelola oleh Pak Hilaman dan amil-amil yang sekarang, ada tanda-tanda kepopuleran,” pungkasnya. Lazismu telah mendapat tempat di hati umat. Dikagumi dan disegani, mudah-mudahan ke depannya dapat melakukan inovasi- inovasi kreatif dan jangan cepat berpuas diri.

Dalam acara pembukaan rakernas, dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman antara Lazismu dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ke depannya, Lazismu dan LPSK akan melakukan kolaborasi sehingga program-program filantropi dapat menemukan titik temunya dengan program-program di LPSK. Di samping itu, penandatanganan kerjasama juga dilakukan Lazismu dengan Paybill serta Dikdasmen dalam kegiatan crowdfunding.

Lazismu juga meluncurkan kartu NPWZ (nomor pokok wajib zakat) dalam bentuk kartu yang dapat dimiliki oleh donator (muzaki) Lazismu. Di saat yang sama, Lazismu sekaligus meluncurkan sistem informasi manajemen (SIM) yang fokus pada implementasi keuangan Lazismu secara nasional.

Dipenghujung acara, Lazismu juga menyerahkan penghargaan kepada kantor-kantor layanan Lazismu di daerah yang dianggap memiliki inovasi dan kreativitas yang baik dalam perkembangannya, serta penyerahan piagam hasil audit keuangan dan penyerahan piala lomba video, vlog dan foto. (na / www.lazismu.org)

Temui Wakil Bupati Nganjuk Lazismu Unjuk Produk Daging Qurban Kemasan Siap Saji

Wakil bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengapresiasi kehadiran Jajaran Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Nganjuk di Rumah Dinas Jalan Basuki Rahmad nomor 02 Nganjuk, Rabu sore (04/12/19).

Terlebih kehadiran Pengurus Lazismu sangat Istimewa dengan membawa serta sampel produk daging sapi kemasan siap saji.

“Terima kasih ini Produk barunya sangat kami apresiasi, kami (Pemda) mendukung untuk terus dikembangkan” ujar pria yang akrab dipanggil Kang Marhaen.

Ketua Lazismu Nganjuk Juwari mengatakan bahwa ini adalah pertemuan kali kedua dalam rangka menjalin kemitraan dengan Pemerintah dan sosialisasi program serta promosi produk baru Lazismu.

“Kedatangan kali ini mengenalkan produk baru daging kalengan siap saji” ujar Juwari Ketua Lazismu Nganjuk.

Lebih lanjut menurut Juari, selain bersilaturrahiim, kehadirannya yang disertai jajaran Pimpinan Muhammadiyah menyampaikan dinamika dan pencapaian program Lazismu selama setahun terakhir.

“Yah semacam Laporan akhir tahun dan sharing gagasan untuk prospek Lazismu kedepan” imbuhnya.

Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nganjuk Ustadz Slamet menambahkan, sejak kepemimpinan Bupati sebelumnya Lazismu telah menjalin kerjasama dan menggelar bakti masyarakat bersama di sejumlah kawasan di pelosok Nganjuk. “Kami melanjutkam tradisi baik sebelumnya yang sudah berjalan” pungkas pegawai pensiunan Kementerian Agama di Nganjuk itu.

Sejak tiga tahun terakhir Lazismu Jawa Timur telah menerima Hewan Qurban dari para Donatur dan mengemasnya dalam bentuk Daging kalengan siap saji yang diberi label ‘kornetmu’ dan ‘Rendangmu’ disalurkan kepada kaum dhuafa, fakir miskin dan sejumlah daerah dan kawasan terdampak bencana alam. (M.Rois)

Usung Tema Philatropreneurship Rakernas Lazismu di Lombok NTB Siap Lejitkan Pencapaian Tujuan Pembangunan Bekelanjutan

Muhammadiyah, sebagai organisasi yang tumbuh dari bawah, memiliki ciri otentik sebagai gerakan filantropi. Sejak berdirinya, dalam membangun organisasi dan berbagai amal usaha yang dimiliki, Muhammadiyah tidak pernah lepas dari kegiatan Filantropi. Maka Filantropi bagi Muhammadiyah telah menjadi kultur yang turun temurun antar generasi.

Dalam pelaksanaan berbagai kegiatan filantropi, Muhammadiyah telah mendirikan LAZISMU (Lembaga Amil Zakat Nasional) sebagai lembaga pengelola zakat yang modern dan dikelola secara profesional.

Dalam rentang 17 tahun, LAZISMU telah membidani berbagai inovasi program untuk menjawab permasalahan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial dakwah dan kemanusiaan.

Seiring dengan bergulirnya revolusi industry 4.0 yang perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, maka pembentukan sistem informasi manajemen (SIM), manajemen berbasis digital dan sistem operasional prosedur, penting untuk segera diimplementasikan secara terpadu.

Sebagai upaya mencapai visi dan misinya, LAZISMU telah memproyeksikan dan menetapkan peta jalan (roadmap) pengembangan kelembagaan dan program dengan target capaian sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Layanan (IKAL).

Dengan berbagai capaian IKAL yang telahterlaksana, menunjukkan bahwa capaian program pemberdayaan ekonomi masih kurang optimal jika dibandingkan dengan capaian pada bidang lainnya, maka LAZISMU harus lebih fokus pada target-target pemberdayaan.

Philantropreneurship, merupakan kreativitas sosial bidang kewirausahaan yang dilakukan oleh pelaku filantropi sebagai agen perubahan dengan melibatkan berbagai potensi untuk mewujudkan gerak pemberdayaan yang berkelanjutan.

Untuk itulah, LAZISMU mengadakan sebuah acara akbar tahunan yang dihadiri oleh pengambil kebijakan dan mitra dari seluruh pelosok negeri dengan nama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Puri Saron Senggigi Beach Hotel, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tanggal 5-7 Desember 2019.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan berbagai program. Oleh sebab itu Integrasi LAZISMU secara Nasional dan Evaluasi serta Penyusunan Program Kerja dan RAPB 2020 akan menjadi topik bahasan utama dalam Rakernas.

Rakernas 2019 akan diikuti 170 orang peserta dari 34 perwakilan LAZISMU seluruh Indonesia untuk memperkuat konsolidasi, evaluasi pelaksanaan program dan penyusunan rencana kerja LAZISMU secara nasional. Forum ini merupakan ajang koordinasi untuk menerima berbagai masukan dan usulan dari LAZISMU wilayah bagi pengembangan LAZISMU secara nasional.

Dengan tema “Philantropreneurship untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan” Lazismu siap menelorkan program-program kedermawanan berbasis kewirausahaan guna melejitkan capaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). (Adit)

Uang Kembalian Belanja Swalayan Surya Ponorogo Disalurkan Melalui Lazismu Untuk Peduli Guru dan Pemberdayaan Muallaf

Sinergitas ditunjukan PT Daya Surya Sejahtera (Swalayan Surya) dengan Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ponorogo.

Sabtu (30/11/19), Swalayan Surya menyalurkan uang senilai Rp 21.982.071,- dari program donasi konsumen Swalayan Surya, periode Juli 2018 hinga November 2019 melalui Lazismu. “Penyaluran donasi ini sebagai bentuk tanggungjawab kami kepada konsumen setia Swalayan Surya” ujar Direktur PT Daya Surya Sejahtera Imam Kurdi.

Penyerahan dilakukan oleh Imam Kurdi kepada Ketua Lazismu Ponorogo Zulkarnain, Sabtu siang. Nantinya, dana itu akan disalurkan sepenuhnya untuk program santunan peduli guru dan pemberdayaan ekonomi kepada muallaf. Rencananya, Lazismu akan menyalurkan donasi tersebut lewat program DonasiKu Sedekah Lazismu.

Imam Kurdi mengatakan, Swalayan Surya akan terus menjaga kontinuitas program ini. Tujuannya, demi membantu sesama. Konsumen akan memperoleh bukti yang tertera pada struk belanja setiap kali berdonasi melalui Swalayan Surya. Konsumen juga bisa mendapatkan informasi penyaluran donasi konsumen melalui poster yang ditempel di Swalayan Surya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Ponorogo Zulkarnain mengungkapkan, program donasi seperti yang dilaksanakan di Swalayan Surya merupakan program yang diadaptasi dari Lazismu Pimpinan Pusat, yang bekerjasama dengan jaringan salah satu ritel minimarket.

“Kami di Daerah mencoba mengembangkan, bekerjasama dengan Swalayan Surya yang notabene merupakan salah satu Amal Usaha (Ekonomi) Muhammadiyah” kata Zulkarnain.

Menurutnya, donasi dari konsumen merupakan amanah yang harus disalurkan dengan sebaik-baiknya. Swalayan Surya dan Lazismu sepakat bahwa hasil donasi yang digalang harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta menunjang kegiatan belajar siswa-siswi yang membutuhkan bantuan, Supaya mereka bisa menggapai cita-cita.

“Semoga bantuan dari para konsumen bisa bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan,” ujarnya. “Kami berterima kasih kepada konsumen Swalayan surya yang turut membantu dengan menyisihkan sebagian uang kembalian,” pungkas Zulkarnain. (bayu/fandi)

Rakerwil Lazismu se-Jatim Siap Dukung Program-program Sustainable Development Goals (SDGs)

Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur yang digelar di Graha Umsida Trawas Mojokerto, pada tanggal 29 November 2019 hingga 1 Desember 2019 menghasilkan beberapa point penting guna mendukung kinerja lembaga di masa mendatang.

Beberapa point penting diantaranya adalah adanya target Lazismu di tahun 2020, pencapaian target 2019, penggunaan teknologi untuk penggalangan sedekah dan pentingnya peningkatan potensi Amil. Rakerwil diikuti oleh 100 orang peserta, utusan dari 30 kantor Daerah dan 2 Kantor Layanan tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin mengatakan ada beberapa hal yang bisa berperan untuk menjadikan Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat berkemajuan, yaitu adanya program-program yang solutif bagi masyarakat, tersedianya tenaga Amil yang profesional dan berdedikasi, adanya Kantor Layanan Lazismu yang representati dan pencapaian kinerja layanan berbasis data serta laporan keuangan yang teraudit.

Program-program Lazismu menurut Zainul Muslimin harus menyentuh permasalahan yang dibutuhkan oleh umat. Persoalan kemiskinan dan ketertinggalan harus menjadi perhatian para Pengurus Lazismu. Oleh karena itu menurutnya program-program pemberdayaan ekonomi harus menjadi fokus utama penyaluran dana ZIS di tahun 2020.

Sementara itu Sekretaris Lazismu PP Muhammadiyah DR Mahli Zainudin Tago menyatakan bahwa laporan keuangan Lazismu pada tahun 2017-2018 telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Pencapaian itu menurutnya harus dipertahankan dan juga ditingkatkan agar pada tahun 2019 seluruh kantor Lazismu bisa diaudit dan meraih WTP.

Mahli mengakui bahwa kantor Lazismu yang telah teraudit baru sebagian saja, yaitu kantor pusat, kantor wilayah Jabar, wilayah Jateng (16 kantor), wilayah DIY (5 kantor) dan wilayah Jatim (6 kantor). Tahun 2019 ini ia menegaskan agar kantor wilayah Lazismu di luar Jawa juga teraudit. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan trust, menjadikan lembaga yang lebih akuntabel dan kredibel serta mengukur kinerja keuangan dengan indikator yang jelas secara kuantitatif.

Mahli juga mengajak para peserta Rakerwil untuk merumuskan program-program unggulan Lazismu yang akan dibawa dalam Rakernas awal Desember 2019 di Lombok NTB. Program-program yang bersifat Philantropreneurship atau Sosiopreneurship akan menjadi isu sentral pada Rakernas Lazismu di NTB itu. Lazismu sudah menjadi bagian dari pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Oleh karena itu program-program Lazismu harus mendukugn ke arah itu, pungkas sambutan dari dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Rakerwil dibuka oleh Prof Thohir Luth Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, jumat pagi (29/11/19). Acara Pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Camat setempat dan Baznas Kabupaten Mojokerto.

Sebelum membuka Rakerwil, dalam sambutannya Prof Thohir Luth menekankan pentingnya para Amil di segala lini untuk menjaga trust dan amanah karena Lazismu pada hakekatnya dititipi dana ZIS oleh ummat agar disalurkan kepada yang berhak menerima. Oleh karena itu tugas Amil menyalurkan dana titipan itu dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah agama dan peraturan yang berlaku.

Akhirnya Rakerwil Lazismu dibuka oleh Prof Thohir Luth dengan harapan semoga Lazismu semakin berkemajuan dengan indikator profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas yang terukur dan terpercaya. (Adit)

MDMC Kabupaten Pamekasan Dikukuhkan, Siap Menjadi Korps Relawan Yang Tanggap dan Tangguh

Rangkaian Milad Muhammadiyah ke-107 di Kabupaten Pemekasan di dengan kegiatan Aksi Sosial, Pengukuhan Relawan Kebencanaan, Pelantikan Organisasi Kemahasiswaan dan Orasi Kebangsaan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, (25/11/19). Kegaiatan tersebut sepenuhnya didukung oleh Lazismu.

Pada hari senin pagi itu dikukuhkan 30 orang Relawan Kebencanaan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana dan 20 orang Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tingkat Kabupaten Pamekasan. Mereka para Relawan Kebencanaan dan Aktivis organisasi kemahasiswaan Muhammadiyah itu akan mengemban peran, tugas dan fungsinya masing-masing di masyarakat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pamekasan Daeng Ali Taufik bertindak mengukuhkan dan melantik keberadaaan korps relawan Muhammadiyah ini. Surat Keputusan (SK) pun dikeluarkan oleh PDM agar keberadaan MDMC sah dan formil.

Bertempat di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, acara yang dihelat pada hari efektif itu berlangsung cukup meriah. Tak kurang 300 orang hadirin memadati Pendopo (Balai Pertemuan) orang nomor dua di Pamekasan. Selain para undangan, pejabat pemerintah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, aktivis Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah dan perwakilan Lazismu, MDMC dan IMM tingkat wilayah juga hadir.

Menurut Khairul Jannah, Manager Lazismu yang juga sekeretaris MDMC Pamekasan, Lazismu mempelopori dan mendukung penuh keberadaan MDMC sebagai bagian dari sinergi bersama untuk aksi-aksi kemanusiaan. Menurutnya, kaum muda Muslim di Pamekasan harus diwadai dengan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk memupuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. “MDMC siap menjadi Relawan yang tanggap dan tangguh dalam menangani kebencanaan khususnya di pulau Madura” katanya.

Kegiatan didahului dengan sambutan dari tuan rumah Wakil Bupati Pemekasan dan aksi sosial penyerahan santunan kepada 30 orang dhuafa dan anak yatim. Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e menyambut baik kehadiran MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Lembaga Muhammadiyah yang bertugas dalam hal kebencanaan ini diharapkan akan bisa melakukan sinergi dengan Pemkab dalam menangani bencana alam, khususnya di Pamekasan.

Setelah pengukuhan Relawan MDMC dan DPC IMM acara diakhiri dengan orasi kebangsaan oleh Sunanto, atau dikenal dengan Cak Nanto selaku Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Dalam orasinya Cak Nanto mengajak warga Muhammadiyah di Kabupaten Pamekasan untuk senantiasa bekerjasama, berkolaborasi dan bersinergi untuk mengisi peran-peran keummatan dan kebangsaan. Janganlah warga Muhammadiyah saling berecah-pecah karena suatu perbedaan yang tidak prinsip. “Bagi Muhammadiyah NKRI itu harga hidup, bukan harga mati. Oleh karena itu harus dihidup-hidupi dengan dakwah yang rahmatin lil’alamin” kata Cak Nanto.

Persyarikatan Muhammadiyah yang besar ini, menurut pria asli Sumenep Madura, harus bisa berdakwah secara luwes dan menyesuaikan perkembangan jaman, baik dakwah bil lisan, bil hal hingga bil siyasah. Sehingga dakwah Muhammadiyah bisa diterima oleh masyarakat luas, khususnya di Madura dengan secara terbuka dan damai, lanjutnya.

Cak Nanto mengapresiasi sinergi dan kolaborasi antara MDMC dan Lazismu untuk membantu masyarakat yang ditimpa kesusahan dan hidup dalam kesengsaraan. “Ya seperti inilah dakwah Muhammadiyah yang riil di masyarakat, kolaborasi dan sinergi bersama untuk menolong sesama yang membutuhkan. Salurkan energi kita untuk kemanfaatan dan kebaikan, bukan untuk kebencian. Insya Allah Muhammadiyah akan semakin besar dan kaya karena menolong sesama” pungkasnya. (Adit)

Lazismu Respon Warga Kekurangan Air Bersih di 6 Titik Lokasi di Ponorogo

Selama musim kemarau panjang bulan Oktober dan November 2019 ini Tim Lazismu bersama seluruh unsur dalam Muhammadiyah terutama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) kabupaten Ponorogo telah berpartisipasi dalam penyediaan bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Menurut Zulkarnain, Ketua Lazismu Ponorogo, sebanyak 130.250 liter air bersih telah disalurkan kepada 417 KK atau n1.272 jiwa di enam titik lokasi penyaluran. Keenam titik itu berada di desa Narang Temon dam Miokolegi Temon kec. Sawoo, desa Krincing Watuagung Dayakan kec. Badegan, desa Jurugan Karangpatihan kec. Pulung desa Jenggiring Duri dan desa Krajan kec. Selahung.

Sebanyak 25 personil dari Lazismu dan AMM Ponorogo terlibat dalam aksi distribusi bantuan air bersih yang bertema One Muhammadiyah One Response (OMOR) ini. “Ini adalah sebagai bentuk kepedulian Lazismu bersama para donatur yang didukung oleh kader-kader AMM di Ponorogo. Walau belum dapat menjangkau semua warga yang membutuhkan, semoga upaya ini dapat bermanfaat bagi penerima bantuan” pungkas Zulkarnain. (Adit)

Bu Tarwiyah, Sang Pekerja Keras yang Tangguh dan Ulet dari Gresik Sekarang Jual Sayur Pakai Gerobak Dorong

Ibu Tarwiyah adalah wanita tangguh dan pekerja keras. Ia sudah puluhan tahun bekerja sebagai penjual sayuran keliling dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Janda warga Desa Sekargadung ini sehari-hari tinggal bersama anak keduanya di RT 08 RW 02. Setiap hari dia menjajakan dagangannya mulai dari Kalirejo, Babaksari, Babakbawo dan Sekargadung, mulai pagi sampai sore hari hanya dengan “kemarang” yang “disunggih” di atas kepalanya.

Bisa dibayangkan, bagaimana beban yang ditanggung oleh kepala, leher dan punggung wanita ini. Rasanya kita dapat mengambil pelajaran berharga dari kehidupan seorang bu Tarwiyah, “maka nikmat TuhanMu manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13).

Menghargai kerja keras dan perjuangan bu Tarwiyah, pada hari Jum’at, tanggal 15 November 2019 Lazismu Kabupaten Gresik melalui program Pemberdayaan UMKM menyerahkan bantuan berupa gerobak untuk membantu mengangkut dagangannya. Dengan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban tubuhnya dan menambah jumlah “kulakan” sayur, lauk pauk dan sejenisnya. (Ad/Roz).

Mari kita peduli terhadap upaya pemberdayaan masyarakat ekonomi bagi warga dhuafa dengan berdonasi melalui Lazismu. Rekening donasi Lazismu :

ZAKAT BSM 99398 1 15 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Gresik
BMI 76630 1 15 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Gresik
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 15 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Gresik
BMI 76640 2 15 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Gresik
  • BSM = Bank Syariah Mandiri
  • BMI = Bank Muamalat Indonesia

Kekeringan Masih Terjadi, Lazismu dan PMI Kabupaten Pamekasan Salurkan Bantuan Air Bersih

Walau banyak daerah di Jawa Timur sudah turun hujan, beberapa kawasan di Pamekasan, Madura, masih dilanda kekeringan dan kekurangan air. Tanah persawahan pun mengering dan tampak tandus serta warga desa mengalami kesusahan karena kekurangan air.

Untuk itu Lembaga Amil Zakat Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Palang Merah Indonesia (PMI), pada hari Selasa 19 November 2019, beraksi sosial menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang kekeringan dan kekurangan air di Pamekasan.

Pengiriman bantuan air bersih dilakukan ke empat titik di kabupaten Pamekasan, yaitu desa Larangan Tokol, desa Branta Tinggi, dusun Soro’ Tengah desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, lalu di dusun Lomdelem II desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan. Data kawasan terdampak kekeringan yang sangat membutuhkan air bersih itu diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.

Sebanyak 4 tanki atau 20.000 liter air bersih dibagikan kepada warga di desa-desa yang tersebut diatas. Pengiriman dimulai pada pukul 8 pagi dan baru selesai setelah adzan dhuhur berkumandang.

Aksi berama Lazismu dan PMI itu mendapat sambutan antusias dari warga yang telah menunggu lama sebelum truk dan rombongan datang. Bantuan air bersih yang mereka terima bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, minimal dalam beberapa hari kedepan. (Adit)

Berperan Serta Dalam Upaya Pencerdasan Bangsa, Lazismu KL Barat Magetan Dirikan Panti Asuhan Siti Walidah

Ketua Lazismu Jawa Timur ustadz drh. Zainul Muslimin melakukan peletakan batu pertama pembangunan Panti Asuhan Siti Walidah-Lazismu, di kecamatan Barat Kabupaten Magetan, Ahad 17 November 2019.

“Saya secara pribadi menyambut gembira dan sangat mengapresiasi atas inisiasi pembangunan panti asuhan Lazismu ini. Kita doakan dalam waktu secepatnya, bisa selesai,” kata Ustadz Zainul Muslimin saat memberikan sambutannya itu.

Ia juga mengatakan, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Barat juga harus berperan aktif dalam mencari anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar bisa di rawat dan disekolahkan di lembaga pendidikan Muhammadiyah hingga jenjang Perguruan Tinggi, agar kelak bisa menjadi kader-kader aktif yang bisa mengharumkan nama Muhammadiyah.

Disebutkan, pendirian Panti Asuhan sangat bermanfaat dan banyak membantu terutama bagi masyarakat kurang mampu. Oleh sebab itu, jajaran Pemerintah di Kecamatan Barat yang dihadiri oleh Bapak Camat Barat serta Forkopimca sangat mendukung didirikannya lembaga sosial ini.

Camat Barat yang akrab dipanggil pak Yok ini mengungkapkan pemerintah berterima kasih kepada Lazismu karena telah turut membantu dalam bidang sosial untuk mengurus anak-anak yatim dari keluarga dhuafa.

“Berkaitan dengan panti asuhan, selalu berhubungan dengan anak yatim, juga anak-anak fakir miskin. Menyantuni mereka adalah menjadi kewajiban bagi kita, khususnya bagi umat muslim. Untuk itu, turut membesarkan panti asuhan juga menjadi salah satu kewajiban kita,” ujar Pak Yok. Menyantuni yatim piatu, imbuhnya, tidak hanya akan memberikan berkah. Doa yatim piatu adalah doa yang makbul, tambahnya.

Panti Asuhan Siti Walidah-Lazismu akan dibangun di atas lahan wakaf dari warga seluas 500 meter persegi yang terletak di Kelurahan Mangge Kecamatan Barat. Selain membantu secara pribadi, dalam kesempatan itu Ketua Lazismu Jatim juga mengajak para Jamaah Pengajian Ahad Pagi yang dilaksanakan di halaman SD Muhammadiyah 2 Magetan turut membantu berdonasi secara spontan.

“Alhamdulillah, semoga bantuan yang terkumpul ini bisa memberikan nilai ibadah dan mendapat imbalan pahala dari Allah SWT, aamiin,” pungkas ustd Zainul Muslimin. (Erwin)