Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » News (page 10)

Category Archives: News

PT SJAP Probolinggo Sumbang 1,2 Ton Makanan Dalam Kaleng Untuk Relawan dan Tenaga Medis

Partisipasi dan dukungan dari dunia usaha dalam turut serta menangani Covid-19 patut diapresiasi. Semangat filantropreneurship dan partnership antara Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan Corporate atau perusahaan harus terus ditingkatkan.

PT Surya Jaya Abadi Perkasa (SJAP) selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan dalm kemasan, rabu 8 April 2020 memberikan sumbangan melalui Lazismu jatim. Perusahaan yang berlokasi di kabupaten Probolinggo itu memberikan bantuan makanan jamur kancing dalam kaleng merk Rodeo Mushroom, sebanyak 4.800 kaleng atau seberat 1,2 ton.

Penyerahan bantuan dilakukan di kantor pabrik PT SJAP di Banjar Selatan, Banjarsari, Kec. Sumberasih, Probolinggo oleh Direkturnya, Cipto Santosa kepada drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur.

Sumbangan makanan jamur dalam kaleng ini akan ditujukan kepada para relawan cegah Covid-19 yang ada di lapangan dan para tenaga medis yang ada di RS, khususnya RS Muhammadiyah/Aisyiyah di Jawa Timur.

Ketua Lazismu wilayaha Jatim, drh Zainul Muslimin menyatakan terima kasih kepada PT SJAP Probolinggo yang telah menyumbang bahan makanan untuk nutrisi para relawan dan medis yang kini tengah berjuang di garis depan penanganan Covid-19. Semoga partisipasi dari PT SJAP ini mampu menjadi contoh bagi corporate lainnya dan juga menginspirasi semua pihak untuk turut serta terlibat aktif dalam misi kemanusian bersama Lazismu.

Direktur PT Surya Jaya Abadi Perkasa Cipto Santosa mengungkapkan bahwa perusahaannya dalam wabah covid-19 turut merasakan perjuangan para relawan dan medis di garis depan pencegahan wabah ini. Oleh karena itu ia menitipkan sumbangan kepada Lazismu agar diteruskan kepada mereka yang dituju.

Mengenai sumbangan perusahaan berupa bahan makanan jamur dalam kaleng, Cipto Santosa menjelaskan bahwa jamur kancing membantu meningkatkan daya tahan tubuh yang sangat bermanfaat bagi imunitas dalam menghadapi covid-19. Jamur itu non kolesterol dan terdapat anti oksidan sehingga baik untuk dikonsumsi.

Zainul dalam kata penutupnya menyampaikan bahwa Lazismu Jatim akan segera mendistribusikan bantuan ini tepat ke sasaran sehingga bisa dipergunakan oleh para relawan dan medis meningkatkan asupan nutrisinya.

“Semoga para relawan dan tenaga medis yang tengah berjuang senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin” pungksnya. (Adit)

Targetkan 100.000 Paket Sembako Untuk Warga Paling Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Mencermati kondisi terkini status tanggap darurat dengan pembatasan wilayah berskala besar atas terjadinya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Lazismu Jatim kembali melakukan langkah antisipasi, terutama dalam masalah ketahanan dan ketersediaan pangan bagi warga yang paling terdampak.

Menurut drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, yang juga sebagai Koordinator Devisi Ketahanan Pangan – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, saat ini seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jatim tengah mempersiapkan gerakan Lumbung Pangan berbasis Masjid.

Ketika ditemui di gedung Muhammadiyah Jatim Kertomenanggal Surabaya, senin sore, 6 April 2020, Zainul mengungkapkan bahwa pada saat ini warga terdampak Covid-19 membutuhkan langkah nyata dan kehadiran Muhammadiyah sebagai problem solving permasalahan umat. Lumbung pangan berbasis masjid adalah solusinya karena Masjid berada di garis depan kehidupan ummat.

Pendanaan Lumbung Pangan ini, lanjut Zainul, akan disangga bersama oleh Lazismu, Masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tentu dengan koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Lazismu Daerah akan fokus menggencarkan kampanye fundraising untuk gerakan Lumbung Pangan di daerahnya melalui berbagai saluran dan media serta bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, katanya.

Sebanyak 100.000 paket dengan nilai Rp. 200.000,- per paket dengan total anggaran sebesar Rp. 20 Milyar tengah disiapkan untuk pengadaan paket sembako. Dana itu diperoleh dari hasil donasi ZIS dan kemanusiaan Lazismu se-Jatim, baik yang telah terkumpul maupun yang akan digalang, ditambah dari AUM.

“Pengadaan logistik Lumbung Pangan mengutamakan membeli bahan makanan pokok, seperti beras langsung ke petani dan bahan pangan lainnya ke peternak, koperasi, supplier, toko atau supermarket milik warga Muhammadiyah atau ummat Islam lainnya.” jelas Zainul.

Zainul menegaskan bahwa prioritas sasaran penerima bantuan adalah mereka yang dalam kategori asnaf penerima zakat, terutama dari kalangan guru berpenghasilan rendah, mubaligh / ustadz, marbot / petugas Masjid, tenaga paramedis, santri / pelajar / mahasiswa dalam asrama, janda, warga lanjut usia, difabel, buruh, korban PHK dan pekerja sektor informal lainnya yang terdampak kondisi wabah Covid-19.

Sedangkan proses pendistribusian paket sembako nantinya dilakukan melalui Masjid dengan cara mengirimkan kepada sasaran yang dituju, dari rumah ke rumah (door to door) oleh para Relawan Masjid, atau melalui RT / RW / Kepala Dusun / Kepala Kampung / Tokoh Masyarakat setempat. Kantor Lazismu Daerah tidak dianjurkan melakukan penyerahan secara berkerumun atau mendatangkan massa dalam jumlah banyak, tambah Zainul

“Yang penting Lazismu dan segenap elemen Muhammadiyah akan berusaha menjamin ketersediaan pangan yang cukup bagi sasaran penerima sesuai dengan data yang dimiliki, minimal untuk 3 (tiga) bulan” pungks Zainul. (Adit)

 

Squad Terakhir Penyemprot Disinfektan Dipimpin Langsung Ketua PDM Lumajang

Dalam pencegahan covid-19 Lazismu Lumajang hingga ahad ini, 05/04/2020, masih terus bergerak melakukan penyemprotan disinfektan, khususnya di RT 7 RW 2 Rogoturunan Lumajang.

Kegiatan ini langsung dipimpin oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang Suharyo AP, didampingi oleh ketua Lazismu Drs Muari. Suharyo AP mengatakan alasan dirinya turun langsung untuk melihat kerja para Relawan Lazismu dan MDMC berjuang untuk pecegahan covid 19 ini untuk memberi semangat kepada para Relawan agar selalu memberi kebermanfaatan untuk umat dalam kondisi seperti ini.

Aksi tersebut juga memberi edukasi kepada masyarakat supaya tidak panik, selalu hidup sehat, dan menjaga kebersihan dengan selalu cuci tangan.

“Ini adalah ikhtiar kita menyemprot dengan disinfektan, sambil berdoa kepada Allah supaya wabah ini cepat berlalu,” kta Suharyo AP.

Drs Muari Ketua Lazismu Lumajang merasa istimewa karena kegiatan penyemprotan hari ini langsung dikomandoi oleh ketua PDM sendiri.

“Ini semakin membuat semangat kami menjadi membara untuk mengahadang dan memutus mata rantai penularan covid 19 ini” tandas Muari.

Setelah kegiatan penyemprotan disinfektan, Lazismu Lumajang akan segera mengoptimalkan donasi untuk lumbung pangan sesuai dengan intruksi Lazismu wilayah Jatim

“Alhamdulillah sampai detik ini untuk lumbung pangan sudah mencapai 3 ton dari target Lazismu Lumajang sebesar 10 ton lebih. Mudah-mudahan ini tercapai,” tambah Muari seraya mengajak para donatur untuk bisa menyalurkan sebagian rejekinya untuk saudara kita yang terdampak covid 19. (Kus)

Gerak Cepat Luncurkan Program Sembako Murah Bagi Relawan dan Medis

Mulai merangkak naiknya harga-harga kebutuhan bahan pangan pokok di pasaran membuat Lazismu turut serta memikirkan dan berbuat guna menyediakan ketersediaan bahan tersebut bagi mereka yang membutuhkan.

Maka secara gerak cepat program Sembako Murah pun diluncurkan. Sasarannya adalah para relawan di lapangan dan tenaga medis/paramedis yang tengah berjuang di Rumah Sakit menangani pasien Covid-19, khususnya di jaringan RS Muhammadiyah / Aisyiyah se-Jawa Timur.

Drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jatim dan juga koordinator devisi ketahanan pangan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) mengatakan bahwa salah satu program dari devisinya adalah menyediakan bahan pangan bagi mereka yang berjuang melawan Covid-19.

“Ketersediaan pangan bagi mereka kita pikirkan dan kita lakukan suplai di tengah merangkaknya harga-harga dan kelangkaan kebutuhan pokok di pasaran” kata Zainul di kantor Lazismu, Gedung Muhammadiyah Jatim, Jl Kertomenanggal IV Surabaya, 04/04/2020.

Mulai tanggal 1 April 2020 Lazismu Jatim telah memasok 15 ton gula dan 10 ton telur yang dirimkan menggunakan mini truk dari kantor wilayah Muhammadiyah Jatim di Surabaya ke berbagai markas Relawan Cegah Covid-19 (Lazismu-MDMC) dan RS-RS Muhammadiyah/Aisyiyah di berbagai kota atau kabupaten se-Jawa Timur. Sebenarnya pihak RS-lah yang membeli telur murah ini untuk dibagikan kepada tenaga medis dan paramedis di RS tersebut kata Zainul.

Zainul menambahkan, tidak hanya gula dan telur, beras pun kini mulai distok untuk Lumbung Pangan. Suplai bahan pokok itu diperoleh dari berbagai koperasi, perusahaan penyalur gula, petani dan beberapa peternak telur di Jatim. Bahan pokok itu dijual murah dan tidak mengambil untung karena memang ditujukan untuk mereka yang membutuhkan.

“Setelah program untuk relawan dan medis/paramedis, kita akan beralih ke sasaran lain, yakni mereka yang sangat terdampak secara ekonomi akibat mewabahnya virus ini dan berbagai pihak yang lebih membutuhkan ketersediaan bahan pangan, seperti fakir-miskin, kaum dhuafa dan sebagainya” pungkas Zainul.  (Adit).

Tuntunan Ibadah Semasa Kondisi Darurat Covid-19

Fenomena penyebaran wabah Corona virus Disease (Covid-19) yang merebak di berbagai negara termasuk di Indonesia merupakan pandemik virus yang mengancam kehidupan manusia. Akibat Covid-19 telah banyak yang menjadi korban yaitu ratusan ribu orang terinfeksi positif dan ribuan orang meninggal dunia di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Virus ini menjadi pandemik disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Pertama, penyebarannya yang cepat karena proses penularan yang cukup mudah.

Kedua, penyebarannya yang tidak mudah dideteksi. Ketiga, sikap abai sebagian masyarakat terhadap potensi penyebaran dan mudarat yang diakibatkan oleh Covid-19. Dengan demikian kondisi sekarang telah memasuki fase darurat Covid-19 berskala global. Ini berpijak pada pernyataan resmi World Health Organization (WHO) bahwa Covid-19 telah menjadi pandemik dan kriteria KLB (Kejadian Luar Biasa) yang mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. 451/91, tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa bahwa suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada beberapa unsur, antara lain:

  1. timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal;
  2. Peningkatan kejadian penyakit / kematian terus-menerus selama kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu).

Berdasarkan hal tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah merasa perlu untuk menindaklanjuti sekaligus menyempurnakan Surat Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020 tentang Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) dan Nomor 03/I.0/B/2020 tentang Penyelenggaraan Salat Jumat dan Fardu Berjamaah Saat Terjadi Wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Dalam rangka melaksanakan hal itu, sesuai dengan arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) telah berkoordinasi dan mengadakan Rapat Bersama pada hari Sabtu, 26 Rajab 1441 H bertepatan dengan 21 Maret 2020 M dan menetapkan beberapa keputusan.

Keputusan-keputusan tersebut diambil dengan berpedoman kepada beberapa nilai dasar ajaran Islam dan beberapa prinsip yang diturunkan dari padanya. Nilai-nilai dasar dimaksud adalah, pertama, keimanan kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Adil serta Maha Rahman dan Rahim bahwa apa pun yang menimpa manusia tidak lepas dari kehendak Allah Yang Maha Kuasa (QS. Al-Hadid [57]: 22-23). Tetapi semua yang menimpa manusia itu bukanlah karena Allah tidak adil. Sebaliknya Allah itu Maha Adil dan tidak berbuat zalim kepada hamba-Nya (QS. Fushilat [41]: 46). Oleh karena itu segala musibah yang terjadi harus dipandang sebagai suatu ujian bagi manusia (QS. Ali Imran [3]: 142) yang di baliknya banyak hikmah dan pelajaran yang harus dipetik. Antara lain kita harus menjaga kualitas lingkungan hidup kita yang baik dan sehat dan menghindari hal-hal yang merusak termasuk mengundang penyakit dan sekaligus mengingat fungsi kosmik manusia yang bertugas memakmurkan alam (QS. Hud [11]: 61).

Kedua, keimanan bahwa Allah Yang Maha Rahman dan Rahim menuntunkan kepada manusia bahwa dalam menjalani kehidupan agar manusia selalu optimis dan menghindari putus asa. Sikap cepat putus asa itu bukan merupakan sikap orang mukmin, melainkan merupakan tanda ketiadaan iman (QS. Al-Hijr [15]: 56 dan Yusuf [12]: 87).

Konsekuensi dari optimisme adalah bahwa kita meyakini bahwa setiap kesulitan selalu ada jalan keluarnya seperti dinyatakan dalam Al-Quran, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah [94]: 5) dan sabda Nabi saw, “… dan beserta bencana itu ada kelapangan dan bersama kesulitan ada kemudahan” (HR Ahmad, al-Musnad, V: 18, no. 2802, disahihkan oleh al-Arna’ūṭ). Optimisme lebih lanjut bukan suatu sikap menunggu dan berpangku tangan, melainkan melakukan ikhtiar maksimal untuk mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan dan menghindari berbagai sumber dari kemudaratan sambil bertawakal kepada Allah. Nasib manusia itu ada di tangan manusia itu sendiri dan apa yang diperolehnya tidak lain adalah hasil usahanya dan Allah tidak akan mengubah nasibnya sebelum ia mengubah keadaan dirinya sendiri (QS. Al-Najm 53: 39 dan Al-Ra’d [13]: 11).

Ketiga, keimanan bahwa ajaran agama itu diturunkan dengan tujuan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta (QS. Al-Anbiya’ [21]: 107) yang oleh para filsuf syariah diterjemahkan sebagai perwujudan maslahat. Kemaslahatan itu adalah perlindungan terhadap manusia baik dalam kehidupan keagamaannya, jiwa raganya, akal pikirannya, institusi keluarganya maupun harta kekayaan yang menjadi sendi kehidupannya.

Dalam konteks berkembangnya wabah Covid-10 sekarang perlindungan keberagamaan dan jiwa raga menjadi keprihatinan (concern) kita semua. Dari nilai-nilai dasar ajaran ini diturunkan sejumlah prinsip yang mengutamakan penghindaran kemudaratan dan pemberian kemudahan dalam menjalankan agama yang bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan. Dengan mempertimbangkan dalil-dalil dari al-Quran dan as-Sunnah al-Maqbulah yang dipahami sesuai dengan manhaj tarjih dan berpedoman kepada nilai-nilai dasar ajaran Islam dan prinsip-prinsip yang diturunkan darinya serta data-data ilmiah dari para ahli (sebagaimana terlampir) yang menunjukkan bahwa kondisi ini telah sampai pada status darurat, maka Rapat Bersama tersebut menetapkan beberapa keputusan sebagai berikut:

  1. Wabah Covid-19 adalah salah satu musibah yang merupakan ujian dari Allah atas dasar sifat Rahman dan Rahim Allah, sehingga umat Islam harus menghadapinya dengan sabar, tawakal, dan ikhtiar.
  2. Pasien Covid-19 meninggal dunia yang sebelumnya telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah dan atau mengobatinya, maka mendapat pahala seperti pahala orang mati syahid.
  3. Usaha aktif mencegah penularan Covid-19 merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad, dan sebaliknya tindakan sengaja yang membawa pada risiko penularan merupakan tindakan buruk/zalim.
  4. Upaya pengobatan sebagai bentuk ikhtiar wajib dilakukan. Oleh sebab itu, para ahli termasuk dalam hal ini pemerintah wajib menyelenggarakan upaya tersebut sekaligus menyediakan segala keperluan yang berkaitan dengannya.
  5. Dalam rangka menghindari dampak buruk berkembangnya covid-19 harus diperhatikan berbagai petunjuk dan protokol yang telah ditentukan oleh pihak berwenang, termasuk melakukan perenggangan sosial (at-tabāʻud al-ijtimāʻī/ social distancing) maupun upaya stay at home atau work from home sebagai tindakan preventif, dengan tetap memperhatikan produktifitas kerja.
  6. Salat lima waktu merupakan kewajiban agama yang harus dikerjakan dalam segala kondisi.
  7. Dalam kondisi tersebarnya Covid-19 seperti sekarang dan yang mengharuskan perenggangan sosial (at-tabāʻud alijtimā ʻī / social distancing), salat lima waktu dilaksanakan di rumah masing-masing dan tidak perlu dilaksanakan di masjid, musala, dan sejenisnya yang melibatkan konsentrasi banyak orang, agar terhindar dari mudarat penularan Covid-19.
  8. Adapun orang yang karena profesinya dituntut untuk berada di luar rumah, maka pelaksanaan salatnya tetap memperhatikan jarak aman dan kebersihan sesuai dengan protokol kesehatan. Hal ini karena salat wajib dilaksanakan dalam setiap keadaan sebagaimana ditegaskan di atas (angka 6), di samping harus menghindari sumber-sumber kemudaratan sebagai diingatkan dalam hadis yang telah dikutip di atas yang menyatakan, “Tidak ada kemudaratan dan pemudaratan.”
  9. Apabila keadaan amat menuntut karena tugasnya yang mengharuskan bekerja terus menerus memberikan layanan medis yang sangat mendesak, petugas kesehatan dapat menjamak salatnya (tetapi tidak mengqasar apabila tidak musafir),
  10. Salat Jumat diganti dengan salat Zuhur (empat rakaat) di rumah masing-masing.
  11. Azan sebagai penanda masuknya waktu salat tetap dikumandangkan pada setiap awal waktu salat wajib dengan mengganti kalimat “ḥayya ‘alaṣ-ṣalah” dengan “ṣallū fī riḥālikum” atau lainnya sesuai dengan tuntunan syariat.
  12. Apabila kondisi mewabahnya Covid-19 hingga bulan Ramadan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan, maka: a). Salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain (ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya) sesuai dengan dalil yang disebutkan pada angka 7 di atas. b). Puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik, dan wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat. c) Untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas dan menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat. d) Salat Idulfitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya covid-19 belum mereda, salat Idul fitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan. Tetapi apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, maka dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu. Adapun kumandang takbir ‘Id dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat Covid-19.
  13. Memperbanyak zakat, infak dan sedekah serta memaksimalkan penyalurannya untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.
  14. Menggalakkan sikap berbuat baik (ihsan) dan saling menolong (taawun) di antara warga masyarakat, terutama kepada kelompok rentan, misalnya berbagi masker, hand sanitizer, atau mencukupi kebutuhan pokok dari keluarga yang terdampak secara langsung dan tidak melakukan panic buying (pembelian barang karena panik/ penimbunan barang berdasarkan rasa takut).
  15. Perawatan jenazah pasien Covid-19 sejak meninggal dunia sampai dikuburkan, dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, misalnya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 300/Menkes/SK/IV/2009 tentang Pedoman Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza Butir B. 3. 6). Respon Medik dan Laboratorium: Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Surveillans, dan Pemulasaraan Jenazah dan Surat Edaran Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor P-002/DJ.III/Hk.00.7/032020 tentang Imbauan dan Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Butir E.4 Imbauan Pelaksanaan Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19.
  16. Apabila dipandang darurat dan mendesak, jenazah dapat dimakamkan tanpa dimandikan dan dikafani, dalam rangka menghindarkan tenaga penyelenggara jenazah dari paparan Covid-19 dengan pertimbangan asas-asas hukum syariah bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sejauh yang mampu dilakukannya, apa yang diperintahkan Nabi saw dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, tidak ada kemudaratan dan pemudaratan, kemudaratan harus dihilangkan, kesulitan memberikan kemudahan, keadaan mendesak dipersamakan dengan keadaan darurat, dan kemudaratan dibatasi sesuai dengan kadarnya, dan mencegah mudarat lebih diutamakan daripada mendatangkan maslahat. Kewajiban memandikan dan mengafani jenazah adalah hukum kondisi normal, sedangkan dalam kondisi tidak normal dapat diberlakukan hukum darurat.
  17. Penyelenggaraan salat jenazah dapat diganti dengan salat gaib di rumah masing-masing. Adapun kegiatan takziah dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan hal-hal yang terkait penanggulangan Covid-19 atau dilakukan secara daring.
  18. Penyelenggaraan akad nikah dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, misalnya Surat Edaran Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor P-002/DJ.III/Hk.00.7/032020 tentang Imbaun dan Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia E.3 Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Layanan Nikah di KUA. Adapun acara resepsi atau walimah dapat diselenggarakan setelah kondisi normal.
  19. Dianjurkan banyak istigfar, bertaubat, berdoa kepada Allah, membaca al-Quran, berzikir, bersalawat atas Nabi, dan kunut nazilah secara individu serta dengan keyakinan dan berbaik sangka akan ketetapan Allah, semoga Covid-19 segera diangkat oleh Allah swt.

Demikian Tuntunan Ibadah dalam Kondisi Darurat Covid-19. Tuntunan ini hanya diberlakukan dalam kondisi darurat, sehingga apabila kondisi sudah normal, maka pelaksanaan ibadah di atas dilakukan sebagaimana biasanya.

Yogyakarta, 26 Rajab 1441 H / 21 Maret 2020 M, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. dan Sekretaris, Drs. Mohammad Mas’udi, M.Ag.

Tuntunan selengkapnya beserta dalil-dalil, silakan diunduh / down load >>> tuntunan-ibadah-dalam-kondisi-darurat-Covid19

Memberikan Bantuan kepada Pak Guru Eko di Surabaya, Yang Kini Sudah Tidak Bisa Mengajar Lagi

Sudah menjadi fitrah manusia untuk hidup saling peduli dan tolong-menolong. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah Kota Surabaya dalam berbagai kesempatan senantiasa melaksanakan amanah dari para donatur. Kali ini diberikan kepada pak Guru Eko (Eko Sumantoyo), di rumahnya Jl Manyar Sabrangan 3 no. 46 Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Hadir dalam pemberian bantuan kepada Pak Guru Eko Tim Lazismu Surabaya, antara lain pengurus ; Sunarko, Abdul Hakim, beserta para Amil ; Warsono, Tasmo dan Cak Aan. Bantuan berupa santunan uang, madu dan lainnya diberikan langsung oleh Ketua Lazismu Kota Surabaya Sunarko SAg MSi.

Sunarko, mengucap syukur kepada Allah SWT, di tengah wabah COVID-19 ini Lazismu masih bisa melaksanakan amanah umat.

“Kami, tim Lazismu Kota Surabaya menyampaikan amanah umat berupa uang sebesar Rp 7.136.000,- dan titipan bantuan barang dari donatur lainnya,” katanya.

“Bapak Guru Eko merupakan seorang Guru Honorer di SDN Kertajaya 1 Surabaya, dia sudah mengabdi di sana selama 22 tahun,” ungkap Sunarko.

Masih menurut Sunarko, pak Guru Eko saat ini tidak bisa bekerja lagi, karena pendarahan otak yang dideritanya.

“Saat ini Bapak Guru Eko sedang sakit, hanya bisa berbaring di rumah padahal dia sebagai tulang punggung keluarga,” ucap Ketua Lazismu Surabaya itu.

“Kami berharap kepada seluruh pembaca, donatur bisa tetap membantu dan menyalurkan sebagian rezekinya untuk meringankan beban Bapak Guru Eko dan Keluarganya. Bapak/Ibu bisa menyalurkan bantuan melalui Lazismu Kota Surabaya,” tandasnya.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan bapak-bapak semua. Hanya gusti Allah yang bisa membalas amal kebaikan bapak-bapak semua” kata bu Siti, isteri pak Eko.

“Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita ini. Lazismu senantiasa Memberi untuk Negeri, melayani dengan sepenuh hati,” tutupnya. (Abdul Hakim-Sby).

Lazismu Sudan bagikan Bantuan Pangan Bagi Mahasiswi Indonesia yang ter”Lock Down” di Asrama Putri Kampus International University Of Africa (IUA) Khartoum

 

Kader Muhammadiyah senantiasa cepat tanggap dalam setiap permasalahan umat, tidak terkecuali di luar negara, termasuk di Sudan.

Kebijakan lockdown yang diterapkan secara tiba-tiba untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona oleh pihak asrama putri kampus International university of Africa (IUA) Sudan tanpa ada konfirmasi sebelumnya, mengakibatkan para mahasiswi Indonesia yang bertempat tinggal di asrama putri itu mengalami kesulitan, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok sehari-harinya.

Berangkat dari peristiwa tersebut, Lazismu Sudan tak ingin berdiam diri dan berusaha menjadi salah satu fasilitator dalam menghimpun benih-benih kebaikan untuk membantu para mahasiswi Indonesia yang sedang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok mereka selama kebijakan lockdown berlangsung di kawasan asrama putri IUA.

Dalam kesempatan ini, menurut ustadz Tamimi, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan, Lazismu bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan dalam pembagian dan penyaluran sembako kepada para mahasiswi Indonesia yang tinggal di asrama putri IUA.

Alhamdulillah telah terlaksana pembagian sembako kepada 35 kelompok makan mahasiswi Indonesia di asrama putri kampus International Of Africa (IUA) Sudan pada hari ahad (22/03/2020) malam, ungkap ustadz Tamimi.

Adapun sembako yang dibagikan berupa beras, garam, telur, minyak, dan mie instan. Bantuan sembako ini diserahkan oleh para relawan Lazismu Sudan kepada mahasiswi Indonesia yang tinggal di kawasan asrama putri kampus International university Of Africa (IUA) di Khartoum, negara Sudan.

Pembagian sembako yang merupakan bentuk kepedulian sosial Lazismu Sudan untuk para mahasiswi Indonesia melalui program “Muhammadiyah Cepat Tanggap”. Upaya ini diharapkan mampu meringankan beban mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok selama kebijakan lockdown berlangsung, jelas Tamimi.

Lazismu Sudan mengucapkan beribu terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuan ini. Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberi manfaat bagi para mahasiswi.

“Semoga Allah dengan rahmat Nya, segera memulihkan dunia dari semua wabah penyakit dan fitnah, serta menjaganya dalam keamanan dan kedamaian yang mendekatkan kepada ketakwaan dan rasa syukur kepada Nya.” doa ustadz Tamimi.

Mari bergerak menebar kebaikan bersama Lazismu Sudan. Ayo menjadi bagian dalam program jariyah! Salurkan infaq terbaik anda melalui Lazismu Sudan, ajak ustadz Tamimi.

Anda ingin menjadi bagian dari kebaikan? Mari berzakat dan bersedekah. Nomor Rekening Lazismu Sudan: Bank Syariah Mandiri. 7137676774 a/n Lazismu Sudan

 

Lazismu Secara Nasional Salurkan Rp 6,1 Milyar Untuk Penanganan Covid-19

Prof Hilman Latief

Sehubungan dengan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) yang telah menjadi masalah global dan masih belum bisa terkendali penanganan dan pencegahannya, maka Lazismu telah mengeluarkan kebijakan dan melakukan berbagai langkah berpartisipasi membantu Negara untuk menangani wabah ini.

Ketua Lazismu Pusat Prof Hilman Latief, PhD, di Yogyakarta, 1 April 2020, menyatakan bahwa sampai dengan tanggal 31 Maret 2020, dalam penanggulangan Covid-19 Lazismu telah bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal Muhammadiyah.

“Bersama internal Muhammadiyah, lembaga yang terkait antara lain : Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) sebagai tim ad hoc Covid 19, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), LPB (Lembaga Penanggulangan Bencana), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Aisyiyah dan lainnya.” ungkap Hilman Latief.

“Selain itu terdapat Lembaga eksternal dan corporate yang menjadi mitra antara lain BNPB, Wardah (PT Paragon), Alfa Mart, Alfamidi, Kelola Mina Laut, dan lain-lain.” tambah Hilman.

Lazismu, Hilman melanjutkan, telah mengeluarkan kebijakan untuk mengkonversi sebagian programnya untuk bersinergi dengan program Covid-19. Karena itu, spending anggaran yang dikeluarkan Lazismu untuk Covid-19 sudah mencapai Rp 6,1 milyar. Sementara penghimpunan baru mencapai Rp 2.8 milyar. Pembelanjaan Baju Pelindung juga belum semua terpenuhi karena menunggu penghimpunan dana khusus Covid-19.

Program lain yang urgent untuk medapat dukungan dari para donatur adalah penguatan kapasitas rumah sakit Muhammadiyah / ‘Aisyiyah yang ditunjuk pemerintah setempat menjadi mitra untuk pelayanan medis bagi penderita Covid-19.

Secara nasional dalam program penyemprotan desinfektn telah dilakukan penyemprotan di 9.991 titik se Indonesia, antara lain : 1.352 sekolah, 2.873 Masjid/tempat ibadah, 1.219 kantor, 140 Panti Asuhan dan 4.407 rumah warga. Sementara pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) mencapai 31.303 pcs, dan hand sanitizer 173.156 buah.

Dan saat ini Lazismu bersiap untuk memasuki ketahanan pangan bagi warga terdampak secara ekonomi dan memberdayakan mitra binaan untuk pengadaan bahan pokok. Sebanyak 31.215 paket bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak, sementara ratusan ribu warga terdampak lainnya masih menunggu ketersediaan paket bantuan dari penghimpunan donasi yang masuk.

INSTRUKSI penanganan Covid-19

Sebelumnya pada tanggal 19 Maret 2020 lalu Prof Hilman Latief, Ketua BP Lazismu Pusat di kantor Lazismu Pusat, Menteng Jakarta, telah menginstruksikan kepada Pengurus LAZISMU di seluruh Indonesia untuk melakukan langkah-langkah strategis.

Pertama, melakukan fundraising terkait Covid-19, kedua bersinergi dengan Tim Covid-19 Muhammadiyah setempat. Ketiga melakukan gerakan aksi nyata membantu masyarakat ta’awun dengan membersihkan fasilitas publik (tempat ibadah, sekolah dan kantor persyarikatan) dan keempat melakukan penggalangan dan penyaluran dana, serta pelaporan kegiatan dikoordinasikan oleh LAZISMU Wilayah.

Dalam menghadapi darurat bencana wabah virus Corona Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat juga telah mengeluarkan Maklumat yang ditujukan kepada seluruh Pengurus Lazismu di seluruh Indonesia antara lain :

  • Penggalangan dana terus dilakukan oleh Lazismu secara masif.
  • Pengadaan APD dapat melibatkan kelompok-kelompok binaan terdampak seperti UMKM, masyarakat difabel yang mengelol industri.
  • Mempersiapkan skema untuk ketahanan pangan : pengadaan paket makanan siap saji dan kebutuhan pokok.
  • Mengidentifikasi kelompok penerima manfaat yang terdampak secara ekonomi, seperti lansia, pekerja / buruh harian, guru honorer, para asatidz, da’i, mahasiswa / pelajar yang tidak bisa pulang kampung dan lain-lain.
  • Mengkonversi berbagai program Lazismu seperti pemberdyaaan ekonomi, pertanian, home industri, bakti guru, santunan dan lain-lain menjadi program yang memiliki relevansi dengan penanggulangan dampak Covid-19.
  • Mempersiapkan ruang yang dapat dijadikan gudang untuk kepentingan penyediaan dan distribusi bahan makanan pokok yang diperlukan.
  • Mengkampanyekan pembyaran zakat maal, zakat fitrah, infaq dan shodaqoh di awal Ramadhan untuk pengadaan pangan dhuafa selama bulan Ramadhan
  • Bekerjasama dengan Baznas dan LAZ lainnya di wilyah/daerah masing-masing (co-branding) untuk mengakselerasikan program penanggulangan Covid-19.
  • Tetap disiplin melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan kepada Lazismu secara struktural dan berkala.

Bantu Pak Tarmidi Pedagang Bakso Terdampak Kondisi Wabah Virus Corona

Namanya Pak Tarmidi aslinya Kalitidu Bojonegoro, hampir setiap hari beliau mangkal di depan sebuah perkantoran yang juga tepat di depan masjid Al Badar, kawasan Kertomenanggal Surabaya, Jawa Timur.

Setiap hari beliau melayani orang-orang kantor yang istirahat makan siang atau jamaah masjid yang kebetulan habis sholat dhuhur, namun hari ini dia tampak lesu.

“Bagaimana Pak jualannya, sepi atau ramai,” tanya kru Lazismu

“Suepi banget mas,” jawabnya dengan logat khas Jawa Timuran.

“Turunnya apa sampai separoh Pak,” tanya kru Lazismu lagi.

“Kok separoh, nggak ada Ustadz,” jawab Pak Tarmidi sambil terbata-bata. Maksudnya tidak ada separoh yang tejual pada hari ini.

Sungguh tak kuasa menahan air mata untuk tidak meleleh, apalagi melihat Pak Tarmidi yang jalannya terseret-seret dan bicaranya sulit ditangkap karena pernah kena stroke.

Memang sudah mulai seminggu ini tidak ada sama sekali kegiatan di perkantoran itu, bahkan karyawan kantor banyak yang diliburkan dan hanya menyisakan karyawan yang piket jaga.

Melihat hal itu Ahmad Saifu, Anggota Badan Pengurus Lazismu Jatim, selepas sholat Ashar, 24/03/2020, segera bergegas mengambil paket sembako yang ada di kantor Lazismu yang berada di seberang Masjid Al-Badar Kertomenanggal untuk diserahkan kepada pak Tarmidi.

“Ini pak, ada sedikit bantuan dari Lazismu untuk Bapak, semoga dapat membantu” kata Ahmad Saifu.

“Oh, nggeh pak, matur nuwun (oh ya pak, terima kasih, red) bantuannya. Alhamdulillah” ungkap pak Tarmidi setengah kaget. Dengan mata berkaca-kaca, ia pun melihat isi bingkisan di dalam dua tas kresek yang diberikan kepadanya. Ada beras, gula, minyak goreng, kornet dan rendang dalam kaleng, dan juga makanan kemasan lainnya.

“Lho kok buanyak banget isinya pak ustad” katanya setelah melihat isi dalam paket.

“Bapak istirahat saja di rumah selama kondisi wabah begini. Nanti kalau bingkisannya habis bilang ya” sambung Ahmad Saifu, Anggota BP Lazismu Jatim.

Menurut Ahmad Saifu, Lazismu wilayah dan daerah-daerah di Jatim saat ini memang sedang mengusahakan cadangan paket sembako atau lumbung pangan bagi menangani warga terdampak Covid-19 khususnya secara ekonomi. Paket itu akan dibagikan pada pertengahan April 2020 dan memasuki bulan Ramadhan 1441 Hijriyah.

Tentu banyak Tarmidi-Tarmidi lain di sekitar kita, baik itu yang profesinya Ojol, buruh harian, pedagang asongan ataupun penjual jajanan sekolah yang juga diliburkan.

Mari menjadi SOLUSI UNTUK SESAMA ANAK NEGERI.

Lazismu menggalang dana untuk memberikan sembako dan cadangan makanan bergizi kepada orang-orang yang terkena dampak ekonomi secara langsung akibat pembatasan sosial dalam rangka menghadang penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Lazismu akan membagikan paket makanan kemasan yang bergizi dalam bentuk sembako dan makanan siap saji, sehingga mudah dikonsumsi.

Dengan pemberian cadangan makanan ini diharapkan akan meringankan beban pekerja harian ini pada masa pembatasan sosial.

Ayo bantu bagi-bagi cadangan makanan untuk para pekerja harian yang terkena imbas pembatasan sosial akibat merebaknya virus Covid-19.

REKENING LAZISMU ZAKAT

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 810 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7663 010 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 111 999 a/n Lazismu Jatim Zakat

Lazismu Instruksikan Setiap Kantor Daerah Membuat Lumbung Pangan dan Sediakan Ransum Kemanusiaan

Wabah Corona yang mendera tanah air diperkirakan akan memakan waktu yang sangat lama, bisa lebih dari satu bulan. Pemerintah, baik pusat maupun lokal telah mengadakan berbagai pembatasan sebagai upaya pencegahan, beberapa daerah bahkan telah dikarantina.

Dengan adanya berbagai pembatasan, baik berkumpul, berkerumun, jarak bersosilisasi maupun anjuran agar tinggal di rumah saja membuat sebagian dari warga masyarakat kita terancam dari segi perekonomiannya.

Mereka yang mempunyai penghasilan tetap sebagai karyawan atau pegawai tentu tidak terlalu menjadi masalah, apalagi para aghniya (orang kaya) yang mempunyai cadangan dana yang sangat cukup. Namun bagaimana dengan mereka yang berpenghasilan harian dari sektor informal, tentu mereka akan menderita dan kesusahan.

Jumlah mereka yang terimbas kondisi wabah virus Corona secara ekonomi ini terbilang tidak sedikit. Sehari-hari mereka sudah dalam keadaan susah hidupnya, ditambah lagi dengan keadaan ancaman wabah penyakit yang semakin membuat mereka tertekan dan perlu perhatian seksama dari semua pihak.

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) wilayah Jawa Timur, yang berkedudukan di Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, pada tanggal 30 Maret 2020, telah mengeluarkan instruksi agar setiap kantor Lazismu Daerah tetap buka dan beroperasi selama kondisi wabah virus Corona. Sebagai protapnya, para Pengurus dan Amil Lazismu harus senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan diri, serta semaksimal mungkin mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan covid-19.

Surat edaran yang ditanda tangani oleh Katua drh Zainul Muslimin dan Aditio selaku sekretaris mewajibkan Kantor Lazismu Daerah untuk membuat lumbung pangan (stok logistik) serta mempersiapkan ransum kemanusiaan siap saji bagi warga terdampak jika kondisi menjadi semakin darurat. Lazismu harus mengupayakan ketersediaannya cukup hingga bulan Ramadhan 1441 H mendatang.

Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur drh Zainul Muslimin di sela-sela penyerahan bantuan kepada pengemudi ojek online di Resto Bunda Nuur Buduran Sidoarjo, 31/03/20, menyerukan kaum muslimin untuk giat bersedekah dan menyegerakan menunaikan zakatnya, terutama zakat maalnya. Demikian pula dengan zakat profesi bisa disalurkan melalui berbagai saluran di Lazismu, baik melalui layanan ambil zakat maupun transfer bank, dan QR code.

Penghimpunan Zakat, Infaq dan Shodaqoh serta dana kemanusiaan (ZISKA) semakin diintensifkan melalui berbagai saluran dan cara penghimpunan yang memperhatikan kesehatan dan keselamatan Amil. Amil Lazismu diharapkan dapat mengedukasi para donatur dan muzaki agar dapat membayar ZISKA melalui transfer bank, mobile banking, QR code dan lain sebagainya

Sementara itu aksi penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh tim relawan gabungan di bawah koordinasi Lazismu Daerah menuru Zainul tetap dilaksanakan dan maksimal hingga tanggal 11 April 2019 saja. Setelah tanggal itu tim Relawan diistirahatkan dan Lazismu Daerah mengedukasi AUM dan masyarakat untuk dapat melakukan penyemprotan secara mandiri.

Sebanyak 37 kantor Lazismu Daerah setelah edaran itu wajib memfokuskan kepada penggalangan dana ZISKA dan pengadaan logistik Sembako untuk Lumbung Pangan dan mengupayakan ransum kemanusiaan siap saji produk Lazismu.

Surat edaran Lazismu Wilayah Jatim : 037 edaran covid19

 

 

Pendampingan Kesehatan Untuk Bu Kani di Kota Probolinggo

Ibu kani (63) tinggal di Jl. KH. Wahid Hasyim Rt 001/Rw 014 Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo menderita patah tulang akibat jatuh 3 bulan yang lalu.

Ia hidup sebatang kara di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, ditemani oleh anak angkatnya yang bekerja sebagai tukang becak. Selama itu ibu Kani belum mendapatkan perawatan yang layak karena keterbatasan ekonomi.

Mendapat informasi tersebut, Indarta dan Fitri, Amil Lazismu Kota Probolinggo men-dapat tugas dari Pengurus untuk membantu Ibu Kani. Pada sabtu (25/03/20) dilakukan survei ke kediaman Ibu Kani.

Senin (27/03/20) Lazismu Kota Probolinggo kembali ke kediaman Ibu Kani untuk melakukan pendampingan kepadanya untuk berobat ke Rumah Sakit Dr Moch Saleh Kota Probolinggo. Selanjutnya ia dirujuk ke RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Operasi harus dilakukan di RKZ Malang supaya tidak masuk daftar tunggu terlalu lama.

Saat ini Ibu kani berangsur pulih setelah menjalani operasi dan kontrol ke-dua. Aktivitasnya sudah mulai bisa duduk, berdiri dan berjalan ke kamar mandi meskipun tidak bisa terlalu lama.

Selasa (28/03/20) Lazismu kota Probolinggo kembali memberikan bantuan check up kesehatan. “Saya sangat berterimaksih dan bersyukur atas semua bantuan dari Lazismu dan para donatur yang diberikan kepada saya, saya hanya bisa mendoakan semoga Para Donatur dan Amil Lazismu mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Aamiin” ucap Ibu Kani terharu. (BnI)

Bakti Sosial di Lumajang Pun Diwujudkan Dalam Aksi Semprot Desinfektan

Lazismu kabupaten Lumajang bersama MDMC hadir di lingkungan RT 1 RW 3 dusun Tulus Rejo 2 kecamatan Tempeh, sabtu 28-03-2020. Kehadiran rombongan tim untuk mengadakan kegiatan bakti sosial bagi warga. Namun karena saat ini dalam masa tanggap darurat bencana wabah virus Corona (Covid-19) maka bakti sosial dilakukan dalam bentuk penyemprotan cairan disinfektan ke rumah-rumah warga.

Ketua RT Muhammad Fatoni dan sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Ia selaku ketua RT sangat mengapresiasi atas sinergi yang telah dilakukan antara Lazismu-MDMC dan lingkungan RT 1 tempatnya.

“Kegiatan aksi ini sangat ditunggu oleh warga kami untuk penyemprotan disinfektan. Sebetulnya akan kami laksanakan hari rabu kemarin. Namun dengan adanya sinergi bersama Lazismu maka kami undur pada hari sabtu ini” kata Fathoni.

Fathoni merasa sangat bersyukur bahwa penyemorotan ini bisa dilakukan di wilayahnya, mengingat di Lumajang sudah ada seorang warga yang terpapar positif virus corona.

“Mudah-mudahan ikhtiar bersama yang kita lakukan ini bisa efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang semakin hari semakin tak terkendali” tambahnya.

Kuswantoro selaku amil Lazismu Lumajang mengatakan bahwa dalam beberapa hari ini penyemprotan sudah dilakukan oleh Tim Lazismu-MDMC ke tempat-tempat dan fasilitas umum yang menjadi sasaran. Kali ini dilakukan di lingkungan yang notabene banyak warganya yang menjadi donatur Lazismu. Oleh karena itu Kuswantoro langsung berkoordinasi dengan pihak RT dan malah sangat disambut dengan baik.

“Alhamdulillah kami ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan dermawan yang selama ini telah mendukung aksi kami Tim Lazismu-MDMC dalam pencegahan Covid 19 mudah-mudahan menjadi amal jariyah kelak di akhirat nanti” pungkas Kuswantoro. (Kus/Ad)