Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » News (page 2)

Category Archives: News

Maju dan Berkembang Bersama Komunitas Rajut Kenep di Bojonegoro

Menggerakkan komunitas ibu-ibu dengan aktifitas yang positif dan produktif tentu sangat bermanfaat. Apalagi jika aktifitas itu bernilai ekonomis, para wanita akan menyambut dengan antusias. Mereka pun siap diajak maju dan berkembang bersama-sama.

Komunitas Rajut Kenep yang bertempatkan di desa Kenep, Balen, Bojonegoro berdiri mulai bulan Desember 2019. Bu Fika salah satu penggagas Komunitas yang memiliki nama brand “Crobo” ini menyampaikan bahwa kelompoknya mulai memproduksi kerajinan Rajut sejak bulan April 2020 setelah mendapatkan bantuan Modal UMKM dari LAZISMU.

Pada awalnya komunitas ini dibentuk untuk memberdayakan ibu-ibu PKK di desa Kenep. Bermula dari hanya sekedar pelatihan dan belum mampu memproduksi barang, kini berbagai macam produk rajutan sudah dihasilkan. Bu Fika menceritakan bahwa brand Crobo ini memiliki beberapa jenis produk, diantaranya; tas, sepatu, masker, dan lain-lain. Dengan harga yang sangat terjangkau dan kualitas produk bernilai premium, kerajinan ini dapat menembus pasar nasional.

Bu Fika dan komunitas rajut ini menyampaikan banyak terima kasih kepada para dermawan yang menyisihkan sebagian rizkinya melalui Lazismu Bojonegoro. Dengan demikian turut serta mendukung produksi kerajinan buatan para emak. Suatu harapan besar bagi bu Fika dan teman-teman komunitas rajut kenep ini agar produknya dapat menembus pasar internasional.

“Mungkin jika tidak ada bantuan modal dari Lazismu kerajinan rajut ini belum dapat diproduksi secara masal dan menembus pasar nasional. Alhamdulillah setelah 6 (enam) bulan berjalan, kami dapat menembus pasar nasional, dan bahkan barusan kemi kirim produk ke daerah Sumatera. Hasil penjualan tentu bisa menambah uang belanja ibu-ibu” ujar bu Fika didampingi tujuh anggota komunitasnya kepada Lazismu Bojonegoro ketika berkunjung guna memantau berkembangnya produksi rajutan di komunitas ini.

“Kata mereka yang sudah membeli hasil rajutan produk komunitas kami ini sangat unik, lucu dan tidak kalah trend. Oleh karena itu banyak yang tertarik” tambah bu Fika.

“InsyaAllah, jika ibu-ibu yang bergerak di komunitas ini ulet, tekun dan bisa bekerja keras, maka akan diraih hasil yang baik dan produknya akan menjadi unggulan yang bisa membawa nama Bojonegoro berkeunggulan di bidang pemberdayaan UMKM di kalangan wanita” timpal Sartono, Kepala Kantor LAZISMU Bojonegoro sembari memberikan semangat kepada para emak komunitas rajut ini. (Sar-bjn)

Majelis Pelayanan Sosial dan LAZISMU Mantapkan Program Muhammadiyah Senior Care di 9 Daerah di Jawa Timur

Program Muhammadiyah Senior Care (MSC) atau Panti Lanjut Usia (Lansia) akan dilancarkan di 9 Daerah di Jawa Timur. Program dari Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah yang sudah menasional ini akan didukung oleh LAZISMU, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Majelis Tabligh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai mitra sinergis.

Pensirnegian program MSC itu dikoordinasikan dalam Rapat Sinergi antara Majelis Pelayanan Sosial (MPS), LAZISMU dan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Hall Resto Bunda Nur, Jl Jawa no 5, Buduran Sidoarjo, Sabtu 17 Oktober 2020, mulai pagi hingga sore hari. Kegiatan diikuti oleh 35  orang hadirin yang merupakan utusan dari MSC-MPS dan LAZISMU kabupaten/kota di 9 Daerah di Jawa Timur.

Menurut drs Imam Hambali, M.Pd, Ketua MPS PWM Jatim, acara ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan program MSC dapat didukung oleh lintas Majelis di Muhammadiyah, utamanya MPKU, LAZISMU dan Majelis Tabligh. MPKU digandeng karena dalam penanganan lansia ini membutuhkan layanan kesehatan yang didukung oleh jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah. Dengan LAZISMU diharapkan mendapat dukungan dana zakat untuk warga lansia yang masuk dalam kategori asnaf fakir miskin. Demikian pula dengan Majelis Tabligh yang menjadi tumpuan dalam bidang keagamaan bagi pembinaan kerohanian para warga lansia.

Imam Hambali menerangkan bahwa program MSC atau Panti Lansia ini akan dilaksanakan di 9 Daerah di Jawa Timur, yakni kota-kota antara lain Probolinggo, Surabaya, Kediri, Malang dan Madiun. Selain itu juga digencarkan di kabupaten-kabupaten, seperti Kediri, Malang, Lumajang dan Ponorogo. Program MSC saat ini yang sudah berjalan berada di Panti Wredha Muhammadiyah kota Probolinggo.

Pembukaan Rapat Sinergi diawali dengan sambutan dari Ibnu Tsani, Sekretaris MPS PP Muhammadiyah yang berada di Jakarta lewat media daring (zoom). Ibnu Tsani sangat menyambut dan mengapresiasi kegiatan sinergi yang dilakukan oleh MPS PWM Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa sinergi seperti itu juga dilaksanakan di tingkat PP Muhammadiyah antara LAZISMU dan MPS. Sinergi sangat penting karena program-program Muhammadiyah tidak bisa dilaksanakan secara parsial atau sektoral saja, namun harus lintas sektoral agar manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh para penerima manfaat secara utuh sesuai dengan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pelayanan warga lansia oleh konsultan ahli dari MPS Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Adhi Santika, konsultan Lansia dari MPS PP Muhammadiyah di Jakarta yang menjadi narasumber secara Daring (Zoom) dalam acara itu memaparkan materi tentang lansia. Dijelaskannya bahwa pemberian layanan terhadap warga lansia melalui berbagai tahapan, antara lain assessment, review hasil assessment, intervensi, monitoring-evaluation dan follow up.

Adhi Santika yang dirinya juga merupakan warga lansia (70 tahun), lebih panjang menjelaskan bahwa dalam assessment dibutuhkan identifikasi menyangkit profil kelompok sasaran seperti :  identitas, sumber pendapatan, relasi keluarga. layanan dasar, sosial kemasyarakatan, kondisi kesehatan, dan kondisi psikologis. Profil sangat menentukan daya dukung yang dimiliki dengan analisis SWOT.

Tahap berikutnya, yakni review hasil assessment, dilakukan analisis data dan informasi yaitu penetapan masalah prioritas berdasarkan kriteria tertentu untuk menetapkan pola intervensi. Penetapan indikator keberhasilan untuk waktu tertentu sangat diperlukan.

Setelah dilakukan analisis kemudian dilanjutkan dengan intervensi, yakni pemberian layanan spesifik ke lokasi sesuai daya dukung yang dimiliki. Monitoring dan evaluasi (Monev) terus dilakukan guna memantau pencapaian indikator keberhasilan pada interval waktu tertentu. Monev sangat penting untuk rencana tindak lanjut keberlangsungan program selanjutnya.

Imam Hambali yang memandu acara rapat sinergi itu menargetkan bahwa dalam 2-3 bulan ke depan sudah tampak action dan wujud program MSC di 10 Daerah di Jawa Timur yang ditunjuk menjadi pilot projek. (Adit).

CSR PT Indana Paint Malang Melalui LAZISMU Untuk Percantik Masjid, Sekolah dan Fasum di Magetan

Sinergi filantropi terus dijalin oleh LAZISMU dengan berbagai korporat atau perusahaan. Sinergi itu dalam rangka memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat yang merupakan kewajiban dan tanggung jawab perusahaan dimana pun berada.

PT Indana Paint Malang, yang merupakan produsen cat lokal di Malang, pada hari jumat nan penuh berkah ini (16/10/2020), menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui LAZISMU kabupaten Magetan.

Bantuan CSR senilai Rp 36 juta itu diberikan dalam bentuk cat. Rencananya cat-cat seberat 1,2 ton itu akan dipergunakan untuk mempercantik Masjid, Musholla dan Sekolah serta berbagai fasilitas umum yang ada di kabupaten Magetan.

Serah terima CSR dilakukan di kantor PT Indana Paint di kawasan Pakis, Malang, dari perwakilan perusahaan Sulis Hariadi selaku kepala gudang kepada Yakub Trijuna Kaharudin, mewakili LAZISMU Kabupaten Magetan.

Yakub mengatakan bahwa LAZISMU mengucapkan terima kasih kepada PT Indana Paint atas CSR yang diberikan untuk mengecat atau mempercantik tempat ibadah dan sarana pendidikan yang ada di Magetan.

“InsyaAllah kami akan salurkan amanah ini kepada Masjid, Musholla dan Sekolah dengan harapan agar kondisi fasilitas umum itu menjadi baik dan cantik. Kerjasama dan hubungan sinergi yang baik ini semoga dapat terus terjalin. Dengan CSR ini kebermanfaatan PT Indana Paint bagi masyarakat ini akan semakin terasakan, walaupun jaraknya sangat jauh, yakni Malang dan Magetan” kata Yakub.

Sulis Hariadi, kepala gudang PT Indana Paint menyampaikan pesan dari pimpinan perusahaan bahwa CSR ini diberika sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, tidak hanya di kawasan Malang Raya saja, namun juga kabupaten lain yang memerlukan.

“Pesan dari pimpinan PT Indana Paint Malang, bagi Persyarikatan Muhammadiyah apa saja akan diberikan, karena kami percaya kredibilitas Muhammadiyah yang amanah dan terpercaya jika menyalurkan bantuan. Jikalau kurang kapanpun bisa tambah lagi. Yang terpenting perusahaan ini tidak sekedar berbisnis untuk mencari untung saja melainkan juga menyisihkan sebagian keuntungan untuk bersedekah kepada yang membutuhkan dan menebar kemanfaatan kepada masyarakat luas. Semoga usaha perusahaan ini menjadi lancar dan semakin laris” ucap Sulis menirukan ucapan pimpinannya.

Setelah sampai di Magetan nanti, Yakub akan segera berkoordinasi dengan timnya untuk membagikan bantuan ini ke beberapa Masjid dan sekolah. Selain itu beberapa fasilitas umum juga akan disasar untuk dicat agar terlihat bersih, rapi dan indah. (Adit)

MDMC Terima Penghargaan BNPB di Tengah Situasi Pandemi Yang Belum Usai

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah hari Selasa (13/10/2020), yang merupakan mitra sinergi LAZISMU, telah menerima penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penghargaan tersebut terkait praktik baik di bidang pengurangan risiko bencana yang telah dijalankan selama ini. Penghargaan dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Oktober. Tahun ini tema peringatan Bulan PRB adalah “Daerah Punya Aksi Pengurangan Resiko Bencana.

Serah terima penghargaan tersebut dilaksanakan dalam acara puncak Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang digelar di Gedung BNPB. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo dan diterima oleh Wakil Bendahara MDMC PP Muhammadiyah, Siti Marhamah.

Menanggapi penghargaan tersebut, Budi Setiawan Ketua MDMC saat dihubungi merasa bersyukur bahwa ini menunjukkan MDMC mampu menjalankan amanat Persyarikatan menjadi lembaga penanggulangan bencana yang senantiasa aktif bergerak untuk masyarakat, mendampingi dan melayani masyarakat terutama pada usaha kesiapan, pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana .

“MDMC sebagai lembaga yang berbasis masyarakat akan terus menggerakkan masyarakat untuk menjadi lebih peduli dan tangguh terhadap bencana. Tentu gerak masyarakat akan menjadi efektif ketika dikoordinasikan secara organisasi. Disinilah MDMC berperan bersama para relawan menggerakkan masyarakat,”katanya.

Sementara itu Koordinator Divisi Pengurangan Resiko Bencana MDMC, Budi Santosa saat ditanya tentang penghargaan yang terkait dengan bidang kerja divisi yang dipimpinnya ini mengatakan bahwa 5 tahun terkahir ini MDMC berkomitmen kuat pada program pengurangan resiko bencana sebagai bagian dari kerja-kerja penanggulangan bencana di Indonesia.

“Mulai tahun 2015 MDMC secara serius melakukan srrangkaian kegiatan program PRB berbasis pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial melalui program-program seperti Satuan Pendidikan Aman Bencana (dari TK Sampai Perguruan Tinggi ), Rumah Sakit Aman Bencana, Jamaah Tangguh Bencana, Masyarakat Tangguh Bencana dan lainnya,” katanya.

Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana tahun ini berlangsung ditengah terjadinya pandemi yang sudah banyak mengubah tatanan dunia ini. Seperti diketahui Covid-19 memaksa umat manusia melakukan perubahan besar-besaran dalam perilaku sehari-hari terutama terkait dengan budaya hidup bersih yang aman dari Covid-19.

Di Indonesia, Covid-19 sudah mewabah sejak bulan Maret 2020 ditandai dengan pengumuman pasien 01 dan 02 oleh Presiden Joko Widodo. Sejak saat itu Muhammadiyah langsung berkomitmen untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 dengan membentuk gugus tugas khusus yaitu Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan organ pelaksana utama yaitu Majelis Pembina Kesehatan Umat (MPKU) dan MDMC PP Muhammadiyah didukung sepenuhnya oleh Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dari sisi pendanaan.

Terkait dengan pencegahan Covid-19 sebagai bagian dari upaya pengurangan resiko bencana,  Muhammadiyah selama ini didukung oleh banyak pihak giat mensosialisasikan protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang melingkupi banyak bidang terutama kesehatan kemudian pendidikan, sosial dan keagamaan dengan menyasar semua kalangan masyarakat di Indonesia. (www.muhammadiyah.or.id)

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-19835-detail-mdmc-terima-penghargaan-bnpb-di-tengah-situasi-pandemi.html

BPKH dan Lazismu Salurkan Bantuan Operasional 1000 Masjid di 10 Provinsi

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lazismu mengadakan kerjasama penyaluran bantuan operasional 1000 masjid di 10 provinsi dengan kasus covid-19 tertinggi di Indonesia. Program ini dimulai dengan adanya kick off secara daring pada hari Rabu (14/10/2020).

Kick off ini dihadiri oleh Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat; Rahmat Hidayat, BPKH; dan perwakilan Lazismu Wilayah yang melaksanakan program. 10 wilayah yang menjadi sasaran program ini antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Papua.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai untuk pembiayaan operasional masjid dan honor untuk pengurus, terutama yang terdampak oleh pandemi covid-19. Dalam press releasenya, Ardhi Lutfi Kautsar, PIC program kerjasama ini berharap melalui kerjasama penyaluran bantuan operasional masjid ini umat Islam akan semakin meningkat keyakinannya.

“Semoga kita semua semkain sadar akan ajaran Islam rahmatan lil ’alamin dan tolong menolong dalam kebajikan, sehingga umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam bentuk saling mambantu sesama manusia,” tulisnya dalam press release.

Hilman Latief dalam sambutannya ketika kick off mengucapkan terima kasih kepada BPKH atas kepercayaan yang diberikan kepada Lazismu, baik dalam program bantuan operasional 1000 masjid maupun program-program lain. Ia menyebut tim Lazismu di berbagai wilayah dan daerah telah siap melakukan berbagai tahapan mulai dari verifikasi data, cek lapangan, konfirmasi, sampai persiapan dan eksekusi.

“Ini menjadi pembelajaran yang baik bagi kami baik di tingkat pusat maupun wilayah dan daerah dalam melaksanakan program-program kemaslahatan. Program ini akan kami kelola dan laksanakan dengan baik sesuai dengan peraturan, sehingga mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas sebagaimana yang kita inginkan. Dengan program ini tim di daerah menjadi lebih solid, tertib, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Rahmat Hidayat menyebut kolaborasi BPKH dengan Lazismu ini memberi makna yang berarti baik kepada kedua lembaga dan juga kepada masyarakat. Hal ini juga membuat peran BPKH semakin dikenal dan dekat dengan masyarakat.

“Ini akan menjadi syiar yang kuat sekaligus memiliki dampak yang nyata. Sehingga, program-program BPKH juga semakin dikenal, misalnya program haji muda. Antrean haji semakin kesini semakin panjang, sehingga ketika seseorang mendaftarkan haji pada usia 40, ia akan berangkat pada usia 60-70, itu adalah usia yang tidak fit. Maka, kalau bisa mendaftar haji sejak usia muda,” jelasnya. (Yusuf / wwwlazismu.org)

 

https://lazismu.org/blog/lazismu-pusat-45/post/bpkh-dan-lazismu-salurkan-bantuan-operasional-1000-masjid-di-10-provinsi-2032

LAZISMU dan MPS Bersinergi Menangani Warga Lansia Dengan Program Muhammadiyah Senior Care (MSC) di Jawa Timur

Jumlah populasi dan umur harapan hidup lanjut usia (lansia) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kementerian Kesehatan mencatat adanya peningkatan jumlah lansia dari 18 juta jiwa (7,6%) pada 2010 menjadi 25,9 juta jiwa (9,7%) pada 2019. ⁣

Jumlahnya diprediksi akan terus meningkat hingga 48,2 juta jiwa (15,8%) pada 2035.⁣ Dengan meningkatnya umur harapan hidup maka sangat penting untuk memperbaiki kualitas hidup lansia. ⁣

Persyarikatan Muhammadiyah, dengan semangat al-Ma’un, sejak awal berdirinya taun 1912 telah menggerakan pelayanan sosial bagi anak-anak dan warga lansia yang terlantar dengan progam PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) saat itu. Pelayanan sosial itu kini telah berkembang menjadi ribuan Amal Usaha (AUM) bidang Sosial, yakni Panti Asuhan di seluruh Indonesia.

Nah bagaimana respons dan layanan Muhammadiyah untuk warga lansia saat ini yang terus meningkat jumlahnya ?⁣ Bagaimana peran dan kiprah Muhammadiyah untuk membuat warga lansia hidup bahagia dan sejahtera ? Bagaimana pula langkah Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah dan kontribusi LAZISMU dalam hal ini ?

Siaran Ranah Publik⁣ (on air & on streaming) pada hari Selasa, 13 Oktober 2020⁣ 08.00-09.00 WIB⁣ di Radio Sham FM 93,8 Suara Muslim Surabaya dengan tema Muhammadiyah Senior Care⁣ (MSC), mengungkap bagaimana penanganan bagi warga lansia yang telah dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah saat ini, dengan narasumber : ⁣Drs. Imam Hambali, M.Pd⁣, Ketua Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur⁣ dan drh. Zainul Muslimin⁣, Ketua Lazismu perwakilan wilayah Jatim.

Ikutilah acara selengkapnya, klik kanal youtube di bawah ini :

DONASI untuk program Muhammadiyah Senior Care (MSC) / Peduli Warga Lansia

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 810 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7663 010 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 111 999 a/n Lazismu Jatim Zakat
  • Bank Syariah Mandiri No. 9000 009 994
  • Bank Muamalat No. 7710 015 630 a.n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (ZAKAT)

Amil Lazismu Harus Menjadi Pelopor dan Inspirator Bagi Kemajuan Ummat

Untuk mengubah dunia tidak cukup dengan kepintaran dan kepandaian, namun dibutuhkan kepedulian. Kepedulian itulah yang akan membangun peradaban dunia. Pesan tersebut disampaikan oleh Nadjib Hamid, M.Si, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan sekaligus Badan Pengawas LAZISMU Jatim dalam Pembekalan Bagi Kepala Kantor LAZISMU Daerah se-Jawa Timur, di Hall Resto Bunda Nur Buduran, Sidoarjo, 10 Oktober 2020.

Kepedulian itulah yang membedakan KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, dengan tokoh cerdik cendekia dan kaum pandai lainnya pada masa itu. Nadjib menambahkan bahwa pada tahun-tahun 1900 an sudah banyak ahli tafsir al-Qur’an yang ternama di bumi Nusantara ini, namun dalam hal kepedulian untuk mengejawantahkan dan membumikan ajaran agama Islam, KH Ahmad Dahlan lah yang menjadi pelopornya.

Terbukti Qur’an surat al-Ma’un sudah ribuan tahun dibaca oleh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia dan juga diterjemahkan secara bahasa oleh para ahli tafsir. Namun, lanjut Nadjib, kala itu belum banyak yang menterjemahkan surat-surat dalam al-Qur’an menjadi sebuah peradaban yang berkemajuan bagi ummat Islam. Nah KH Ahmad Dahlah telah mampu menjadi pelopor untuk merubah peradaban ummat Islam di bumi Nusantara ini, walau dengan cara yang sederhana.

Oleh karena itu menurut Nadjib Hamid, para Amil LAZISMU harus mampu menjadi pelopor, pionir dan inspirator kemajuan bagi ummat yang diberdayakannya. Jika para Amil belum mampu menjadi pelopor dan pionir kemajuan bagi ummat, maka sejatinya Amil itu layak dipertanyakan visi dan kiprahnya dalam mengemban amanah ummat. Apa yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan yang mampu meletakkan jejak langkah kemajuan ummat dan peradaban dunia harus menjadi teladan dan inspirasi bagi para Amil.

“Jadilah Amil yang pelopor dan inspirator, yang kiprah dan prestasinya mampu membawa kemajuan bagi kehidupan ummat, minimal bagi lingkungannya. Menjadi Amil yang mampu melakukan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik dan berkemajuan.” dorong Nadjib kepada para Kepala Kantor LAZISMU.

Kegiatan Pembekalan Kepala Kantor LAZISMU diikuti oleh 25 orang utusan dari kantor Perwakilan Wilayah Pembantu Daerah se-Jawa Timur. Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi, diantaranya penerapan pedoman dan panduan LAZISMU, Disiplin Manajemen Keuangan, Ideologi Ke-Muhammadiyahan dan al-Islam dalam kaitannya dengan dunia perzakatan. Selain Nadjib Hamid, M.Si., untuk materi KeMuhammadiyahan, juga hadir narasumber lainnya yaitu DR Syamsuddin, MA (Dewan Syariah LAZISMU Jatim) dengan materi al-Islam, Mohammad Syaifuddin Ali Sahidu (Bagian Keuangan LAZISMU Jatim) untuk materi Disiplin Manajemen Keuangan dan Aditio, (Sekretaris LAZISMU Jatim) yang menyampaikan penerapan pedoman dan panduan.

Ketua LAZISMU Jawa Timur drh Zainul Muslimin yang membuka acara mengatakan bahwa indikator keberhasilan LAZISMU adalah seberapa jauh para Amil merealisasikan mimpi-mimpinya dalam bentuk raihan pencapaian target dan merealisasikan berbagai program LAZISMU yang bermanfaat bagi ummat. Tentu menurut Zainul membangun LAZISMU yang kredibel harus dimulai dengan kerja keras yang fokus dan terus menerus oleh para Amil yang tak kenal henti dan lelah.

“Mari kita wujudkan mimpi-mimpi kita bersama melalui LAZISMU demi kemajuan ummat. Canangkanlah raihan target yang terbaik dan laksanakan dengan usaha keras. InsyaAllah doa itu akan terkabul jika kita berupaya dengan sebenar-benarnya. LAZISMU wilayah Jatim akan terus membimbing dan memfasilitasi setiap langkah LAZISMU Daerah untuk mencapai hasil kemajuannya” kata Zainul sembari menyemangati para Amil, selaku Kepala Kantor LAZISMU Daerah.

Desa Kaliuling Longsor, LAZISMU dan MDMC Lumajang Beraksi Kirimkan Bantuan

Pada tanggal 30 September 2020 lalu bencana longsor terjadi di desa Kaliuling kecamatan Tempursari Lumajang. Longsor itu menimpa banyak rumah penduduk desa dan mengakibatkan kerugian material yang besar.

Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) hadir ke  yang  dilanda bencana tanah longsor itu, kamis, 8 Oktober 2020. LAZISMU dan MDMC mengadakan aksi bhakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada dua puluh lima warga yang terdampak tanah longsor.

Tampak hadir mendampingi aksi kegiatan itu Poniran Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) beserta Peni Tumitah kepala desa Kaliuling, disamping para relawan LAZISMU MDMC.

Poniran selaku Ketua PRM setempat mengatakan dalam kondisi pandemi seperti ini desanya dilanda bencana tanah longsor. Sebelum tanah longsor terjadi hujan deras selama lima jam.

“Pas malam hari terjadilah longsor yang menimpah sekitar tiga puluh dua kepala keluarga yang rumahnya tertimpa material longsor. Ada yang rusak ringan dan berat. Kami selaku pengurus Muhammadiyah di tingkat Ranting segera berkordinasi dengan LAZISMU dan MDMC untuk bisa meringankan beban saudara kami yang tertimpa musibah ini. Alhamdulillah respon baik dari teman-teman LAZISMU dan MDMC Lumajang segera turun untuk mendistribusikan bantuan,” kata Poniran.

“Kami yang di tingkat Ranting juga selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan pihak desa untuk selalu berkontribusi untuk negeri ini dengan berbagai kegiatan, apa lagi saya disini selain Pimpinan Ranting juga menjadi ketua Paguyuban Seni Reog Ponorogo di Lumajang. Hal ini kami lakukan untuk misi dakwah kultural sehingga Muhammadiyah tidak dianggap anti budaya. Saya berprinsip bahwa hidup dengan ilmu akan mudah, hidup dengan seni akan terasa indah dan hidup dengan Agama akan terarah” imbuhnya.

Peni Tumitah selaku Kepala Desa mengucapkan banyak terima kasih dengan diadakannya aksi baksos ini.

“Warga kami sangat membutuhkan bantuan apalagi dalam kondisi pandemi ini dan kami dari pihak desa bekerjasama dengan LAZISMU tidak hanya sekali ini saja. Pada tahun yang lalu juga menangani warga kami yang juga membutuhkan kaki palsu. Dengan adanya kegiatan sosial yang dilakukan oleh LAZISMU, kami pihak desa sangat terbantu sekali dan mudah-mudahan LAZISMU semakin eksis dan semakin banyak para donaturnya, sehingga bisa semakin banyak juga warga yang terbantu,” kata Peni seraya mengajak jajarannya untuk memberdayakan umat dengan berzakat.

Dia juga menambahkan dalam kejadian longsor ini ada sembilan titik jalan yang tertutup material tanah longsor. Ada tiga puluh dua rumah warga yang juga tertimpa tanah longsor dan itu semua sudah ditangani dengan baik oleh pihak Pemerintah kabupaten Lumajang melalui BPBD.

Desa Kaliuling memang di daerah pegunungan sehingga rawan longsor ketika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi. Oleh karena itu menurut Peni, pihak desa harus bersinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana ini termasuk dengan LAZISMU dan MDMC. (Kus)

REKENING LAZISMU LUMAJANG

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76630 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang

Kabupaten Lumajang

Bersama Organisasi Kepemudaan, LAZISMU Giatkan Gerakan Peduli Warga Dhuafa di Tempeh, Lumajang

Sinergi aksi dengan organisasi kepemudaan dijalin oleh LAZISMU. Ahad, tanggal 27 September 2020, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tempeh bersama LAZISMU kabupaten Lumajang mengadakan aksi bhakti sosial.

Aksi Bhakti Sosial membagikan sembako 15 paket. Selain itu dalam rangka menjaga keselematan pada era pandemi aksi Baksos juga membagikan masker, hadsanitazer, dan vitamin, serta baju layak pakai, di desa Pandan Wangi, dusun Krajan Satu, kecamatan Tempeh. Dalam kegiatan yang dikomandani langsung oleh ketua PCPM Tempeh, Eri Kuswardiyanto, tampak ikut mendampingi Amin, Kaur Keuangan Desa Pandan Wangi, Kepala Dusun Kerajan Satu serta jajaran pimpinan PCPM tempeh.

Eri Kuswardiyanto ketua PCPM Tempeh mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja diarahkan ke daerah pinggiran kabupaten. Hal ini sebagai bentuk keprdulian aktivis Pemuda Muhammadiyah Tempeh dalam penanganan pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum juga reda.

“Untuk mengugah ghiroh semangat dakwah Persyarikatan Muhammadiyah kami telah mengagendakan kegiatan bhakti sosial yang kami gilir di tiap Ranting yang ada di Tempeh. Tentunya akan kami sinergikan dengan LAZISMU selaku Lembaga Amil Zakat resmi milik Muhammadiyah. Selain itu PCPM Tempeh juga akan menggerakan program kaleng 3-S di struktur kepengurusan supaya gerakan berbagi ini bisa terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan selain kegiatan sosial seperti ini, ke depan PCPM tempeh ingin mempunyai Amal Usaha sendiri sehingga bisa menopang misi dakwah Persyarikatan mengingat pemuda adalah sebagei generasi penerus, pelangsung dan penyempurna Muhammadiyah. Sebagei pemuda harus menjadi kader yang militan, tahan uji dan tidak gampang mengeluh walaupun dalam keadaan sulit, tandasEri.

Amin selaku Kaur Keuangan desa Pandan Wangi menyampaikan terima kasih banyak kepada PCPM Tempeh dan LAZISMU yang sudah berkenan hadir guna memberikan bantuan kepada warga desa.

“Mudah mudahan ini bisa bermanfaat bagi warga di desa kami yang sangat membutuhkan. Apa lagi dalam kondisi pandemi seperti ini, masker, vitamin serta handsanitazer memang sangat dibutuhkan” kata Amin.

“Kami juga berharap agar kegiatan seperti ini ke depan bisa terus disinergikan dengan Pemerintah Desa sehingga bantuan bisa tepat sasaran. Kami mengapresiasi kegiatan positif seperti ini, semoga Pemuda Muhammadiyah ke depan semakin berinofatif dalam aksi aksi sosial bagi masyarakat. Dan untuk LAZISMU semoga semakin banyak para donatur yang menitipkan sebagian rejekinya, baik itu zakat, infak dan sedekah sehingga semakin banyak saudara kita yang membutuhkan bisa terbantu, sehingga kesetaraan ekonomi itu bisa terwujud. Mari bersama LAZISMU kita memberi untuk negri,” ungkapnya. (Kus)

REKENING LAZISMU LUMAJANG

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76630 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang

Selamatkan Anak-anak Nova Susanti Yang Hampir Putus Sekolah

Roda yang terus berputar, tanda masih ada hidup. Siapa yang tahu, kemana takdir Allah membawa kita? Berasal dari kota yang menjadi pintu barat Indonesia dari Samudera Hindia, Nova Susanti beserta ketiga anaknya yang sempat hampir putus sekolah kini melanjutkan cerita hidup di bumi Mojopahit.

“Saya sudah dua tahun di Mojokerto,” ujarnya kepada Lazismu Kabupaten Mojokerto.

Bukan tiba-tiba Nova berada di sini. Semua bermula saat suami yang belum lama menikahinya, terserang tumor hati dan berpulang setelah lima bulan dirawat di sebuah rumah sakit di Padang.

Menjadi single parent untuk anak-anak yang masa depannya masih panjang menjadi peran yang harus dilakoninya kini. Mojokerto menjadi kota pilihannya merantau dan melanjutkan hidup.

“Saya tiga bersaudara. Salah satu adik saya ada di Mojokerto. Saya memilih ke sini,” tuturnya.

Menjalani hidup di rumah kontrakan, mengasuh tiga anak, sambil mencari nafkah untuk kelangsungan hidup dan pendidikan buah hatinya ia jalani setiap hari. Bukan sebuah pekerjaan mudah, tentu saja. Terlebih, pandemi menjadikan semua aktivitas mencari nafkah terasa lebih sulit.

Apa saja ia lakukan asal mendapatkan upah yang halal. Mulai dari menjadi buruh setrika tetangga-tetangganya, hingga berjualan penganan ringan di depan rumah. “Tapi, sudah seminggu ini tidak jualan. Pandemi, semua sepi,” kisahnya saat Lazismu bertandang ke rumah kontrakannya di kecamatan Mojoanyar, Kamis (10/9) lalu.

Kasih sayang Allah seringkali ditampakkan melalui ujian yang berliku. Pertengahan tahun jelang kenaikan kelas, dua putri Ibu Nova, Ayu Dwiriva Leosa dan Chintia Srileosa terancam putus sekolah. Hampir saja keduanya pulang ke Padang sebab ada yang siap membiayai sekolahnya di sana.

Namun, tentu saja hal itu bukan menjadi pilihan terbaik. “Kembali ke Padang juga tentu butuh biaya tak sedikit. Saya di sana juga tidak punya pekerjaan,” tutur Nova.

Salah satu donatur Lazismu yang juga tetangganya, Bapak Moh. Tinggal, akhirnya mengetahui kisah ini. Kedua putri Ibu Nova ini lantas ditawari melanjutkan sekolah di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kutorejo. Tak berpikir panjang, keduanya serempak mengangguk dengan senang hati.

“Ayu memang suka belajar agama. Pernah menjuarai lomba hafalan ayat saat di SD dulu. Kalau Cinta bagus dalam pergaulannya. Mereka senang sekolah di MBS. Tak pernah mengeluh bagaimanapun keadannya, sekalipun uang saku habis. Mereka diam, tidak menyusahkan,” kisah Nova haru.

Meski tak ada lagi yang membantu kesehariannya kini, namun Nova bersyukur, kedua putrinya bisa tetap melanjutkan sekolah. Dengan dukungan para donatur Lazismu membantu mereka agar tidak putus sekolahnya. (Lazismu Mojokerto)

Salurkan Zakat, Infa dan Sedekah anda melalui Lazismu Kabupaten Mojokerto..

Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 24 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Mojokerto
BMI 76630 1 24 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Mojokerto
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 24 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Mojokerto
BMI 76640 2 24 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Mojokerto
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 24 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Mojokerto
BMI 76650 3 24 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Mojokerto

Hampir Putus Sekolah, Diselamatkan Tetangga untuk Mondok di MBS

Lazismu Resmikan Kantor Baru di Kota Pasuruan

Lazismu Kota Pasuruan kini punya kantor baru. Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang meresmikan Kantor baru Lazismu Kota Pasuruan. Turut hadir dan menyaksikan jalannya peresmian, drh Zainul Muslimin Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur.

Kantor yang berada di Jalan KH. Wachid Hasyim, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, itu diresmikan pada hari Selasa tanggal 22 September 2020.

“Selamat atas peresmian Kantor Lazismu Kota Pasuruan dan juga selamat menjalankan tugas dengan suasana baru bagi para Amil dan pertugasnya, semoga semakin sukses,” ujar Teno saat memberikan sambutan peresmian.

Menurut Agus Salim, Manager atau Kepala Kantor Lazismu Kota Pasuruan, dengan kantor baru yang menggambarkan semangat keterbukaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berzakat ummat Islam di kota Pasuruan.

Peresmian kantor didahului dengan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) angara Lazismu Kota Pasuruan dengan Bank BTN Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Penandatanganan itu menandai proses kerjasama yang akan dijalin dalam rangka penghimpunan zakat, infaq dan sedekah berbasis perbankan.

Setelah peresmian kantor baru Lazismu kota Pasuruan kegiatan pun dilanjutkan dengan peninjauan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Pasuruan, SMP Muhammadiyah Kota Pasuruan, kantor koperasi dan panti asuhan atau pondok pesantren Darul Arqom, yang berada dalam satu komplek. (Adit)

Lazismu Jatim Distribusikan Suplemen Nutrisi Penguat Imun Guna Bentengi Tubuh dari Covid-19

Lazismu bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) senantiasa berkiprah dalam rangka turut menanggulangi tersebarnya virus Corona 2019 (Covid-19) di tanah air. Salah satunya adalah pemberian bantuan makanan, vitamin dan suplemen untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh. Tidak hanya di Jawa Timur, namun pemberian bantuan penguat imun ini juga dilakukan Lazismu di wilayah lainnya.

Pada tanggal 21 September 2020 lalu Lazismu dan MCCC Jawa Timur mengirimkan sebanyak 1.000 botol minuman suplemen ekstrak buah ke Yogyakarta. Bantuan ekstrak buah diterima oleh Prof Hilman Latief, Wakil Rektor UMY dan Ketua Lazismu Pusat, yang segera memerintahkan stafnya untuk mendistribusikan minuman itu kepada warga yang terdampak dan terpapar Covid-19 di Yogya.

Menurut Muhammad Masrukh, Wakil Sekretaris Lazismu wilayah Jawa Timur yang mengirim langsung bantuan itu ke Yogya, minuman suplemen itu dibuat dari ekstrak buah manggis, sirsak dan propolis. Ketika ditemui di Gedung Muhammadiyah Jatim, di Kertomenanggal IV Surabaya (29/09/2020) pria yang akrab disapa Gus Masrukh ini mengatakan bahwa salah satu program Lazismu adalah turut berkiprah dalam penanggulangan Covid-19 dengan memberikan bantuan penguat imunitas tubuh.

“Ini adalah salah satu ikhtiar preventif kita sebelum terbitnya vaksin atau obat resmi dari Pemerintah guna melawan Covid-19. Minuman ekstrak buah ini dibuat melalui penelitian oleh para ahli nutrisi yang dimaksudkan sebagai nutrisi tambahan bagi tubuh. InsyaAllah aman, halal dan sudah beredar luas dalam berbagai brand, serta terbukti khasiatnya melalui beberapa testimoni. Minuman ini sifatnya bukan obat medis, namun suplemen atau formula untuk meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan dan membentengi diri dari Covid-19″ kata Gus Masrukh sambil menjabarkan produk itu dengan gamblang.

Selama bulan September 2020 ini sudah didistribusikan sebanyak 3.000 botol kepada yang membutuhkan. Gus Masrukh menambahkan, selain bantuan gratis kepada warga yang tidak mampu, bagi individu atau perseorangan yang membutuhkan bisa datang ke kantor Lazismu Jatim, di Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya, dengan mengganti infak per botolnya.

“Minuman ini tidak diperjualbelikan secara komersil. Ada pengganti infaq yang masuk ke donasi Lazismu. Uang infaq yang dihimpun itu nantinya juga untuk membantu warga lain yang terdampak dan terpapar Covid-19. Jadi ini saling membantu mensubsidi pengadaan ekstrak buah penguat imun pada masa pandemi ini” jelas Gus Masrukh.

Bagi warga luar wilayah Jatim yang ingin memesan produk ini bisa menghubungi dirinya secara langsung melalui WA 0895-1662-3001. Pengiriman akan dilakukan secepatnya setelah ada permintaan, kata Gus Masrukh. (Adit)