Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » News (page 20)

Category Archives: News

Dapat Sumbangan Mobil dari Pengusaha Catering, Lazismu Kabupaten Probolinggo Semakin Dinamis Gerak Langkahnya

Sukses berbisnis di bidang Catering dan Even Organizer membuat Ibu Hj. Lila Umami senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Lila Catering yang ditekuninya sejak puluhan tahun silam kini berkembang menjadi perusahaan Catering terkemuka di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

Sebagai wujud syukur itu Ibu Lila senantiasa mendukung dan menyokong berbagai kegiatan syiar dakwah Islam di daerahnya. Berbagai Pengajian dan aktifitas dakwah dilaksanakan di tempatnya sekaligus ia memberikan dukungan penuh.

Untuk kesekian kalinya Ibu Lila mendukung gerak langkah Lazismu Kabupaten Probolinggo. Setelah mempermudah dalam penyediaan kantor, kini sebuah mobil Innova disumbangkan kepada Lazismu untuk mendukung berbagai kiprah filantropi.

Maka pada momen Pengajian Sang Surya Muhammadiyah mobil itu diserahterimakan oleh Ibu Lila kepada Lazismu Kabupaten Probolinggo. Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Ahmad Ridho Pambudi, selaku Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo (4/09/19) di Hall Lila Catering, Jalan Raya Deandles, Dringu, Probolinggo.

Penyerahan bantuan mobil operasional itu disaksikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah DR. Abdul Mu’ti yang menjadi pembicara pada Pengajian Sang Surya, dan drh. Zainul Muslimin, selaku Ketua Lazismu wilayah Jatim.

Kung Ridho, panggilan akrab Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo berharap semoga dengan bantuan mobil ini gerak langkah lembaga menjadi semakin dinamis untuk melayani ummat, terutama Muzaki dan Mustahik di daerahnya. Kepercayaan terhadap Lazismu semakin meningkat dan Lazismu dapat menjadi daya dorong bagi kegiatan dakwah yang inspiratif dan mencerahkan, harapnya. (Adit).

 

Kerjasama Fintech Syariah dengan Supertext Swedia

Perubahan teknologi mampu memobilisasi orang dengan kecanggihan perangkat digital. Sebagai wujud revolusi industri 4.0 semua yang terlibat di dalamnya baik untuk menggunakan, mengkonsumsi, menyebarkan dan bertransaksi memerlukan suatu lensa agar dapat diteropong nilai guna dan perkembangannya. Di bidang industri keuangan baik yang syariah dan konvensional juga terhubung bagaimana agar ada landasan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dalam lensa yang lebih khusus, lembaga-lembaga filantropi turut memanfaatkannya juga untuk beradaptasi dan berinovasi bagaimana memaparkan suatu program yang berkelindan dengan strategi penghimpunan.

Beruntung bagi lembaga amil zakat nasional seperti Lazismu, pada 30 Agustus 2019 di KBRI Stockholm, Swedia, mendapat kesempatan untuk mengenalkan zakat. Di hadapan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, melalui PT. PIN (Permata Intan Nusantara) melakukan penjajakan dengan pendahuluan perikatan kerjasama dengan Supertext.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan LoI (Letter of Intent) antara PT. PIN (Permata Insan Nusantara) yang menggandeng Lazismu dengan pihak mitra kerjasama yaitu Supertext Swedia. Penandatanganan dilakukan oleh CEO PT. PIN, Muhammad Jafar dengan CEO Supertext, Mr. Martin Jacobson. Disaksikan juga oleh Direktur Fundraising dan Kerjasama Lazismu, Rizaludin Kurniawan dan Dubes RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, ikatan pendahuluan ini resmi dijajaki.

“Penandatanganan LoI ini merupakan Teken LoI, PT. PIN Gandeng Lazismu Kerjasama Fintech Syariah dengan Supertext langkah penting untuk membangun landasan bagi teknologi finansial syariah yang bermanfaat bagi anggota Muhammadiyah dan rakyat Indonesia pada umumnya,” kata Dubes Bagas setelah penandatanganan.

CEO dan Pendiri Supertext, Mr. Martin Jacobson menekankan kembali keunggulan teknologi komunikasi yang disediakan Supertext untuk kemanfaatan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitasnya.

“Nilai yang sangat penting adalah komitmen Supertext untuk menyediakan transfer teknologi dan berbagi pengalaman bagi PT. PIN.”, tambah Dubes Bagas.

Dari penandatanganan itu, ada hal-hal pokok yang berisi antara lain: satu, upaya mengembangkan program aplikasi pengiriman pesan bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas dengan mengkombinasikan landasan teknologi finansial PT. PIN dan landasan teknologi komunikasi Supertext termasuk dalam aktivasi digital dan promosi.

Kedua, mengembangkan layanan teknologi finansial syariah bagi anggota Muhammadiyah dan komunitas, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, kurban, aqiqah, haji, umrah, pengumpulan dana anggota, dan wisata halal. Sementara itu, detail teknis ikatan kerjasama pendahuluan ini, akan diatur dalam perjanjian kerjasama yang kembali akan ditandatangani dalam waktu dekat, demikian rilis ini disampaikan melalui laman resmi kementerian luar negeri pada 30 Agustus 2019. (na)

Bersama Organisasi Perempuan ‘Aisyiyah, Lazismu Menyalurkan Paket Bantuan Kepada Penderita TBC di Surabaya

Lazismu bersama ‘Aisyiyah kota Surabaya senantiasa bersinergi dan bekerjasama dalam program TB (Tuberchulosis) Care. Sinergi itu dilakukan oleh Lazismu dalam rangka mengurangi beban penderitaan yang dialami oleh warga Surabaya yang menderita penyakit TB, khusunya yang kondisi ekonominya tidak mampu atau fakir-miskin.

Kiprah organisasi perempuan ‘Aisyiyah dalam gerakan dakwah dan pemberdayaan berbasis filantropi fokus membantu masyarakat dalam pencerahan agama dan kesehatan. ‘Aisyiyah juga berupaya membantu masyarakat dari himpitan jerat kemiskinan.

Salah satu program nasional yang menjadi andalan adalah penanggulangan Tuberculosis (TB) dalam pembangunan kesehatan di Indonesia guna pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) untuk menurunkan angka penyebaran penyakit menular.

Sebagai langkah kongkritnya, pada hari Rabu, tanggal 28 Agustus 2019, Lazismu dan ‘Aisyiyah melakukan kunjungan sekaligus bakti sosial kepada tiga warga penderita TB di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan Surabaya, Jawa Timur.

Selain menyampaikan bantuan dana pengobatan dan bingkisan sembako, Lazismu yang diwakili oleh Badan Pengurus (BP) Abdul Hakim (Wakil Ketua BP) dan Warsono (Anggota BP) bersama kader TB Aisyiyah Surabaya melakukan pendampingan agar ketiga penderita TB tersebut terus dapat menjaga kebersihan, meminum obat sesuai petunjuk dokter, serta tidak lupa untuk tetap beribadah dan berdoa agar penyakit yang diderita segera pulih. (Adit)

Lazismu Bantu Warga Desa Terpencil Guna Atasi Kekurangan Air pada Kemarau Panjang di Bojonegoro

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat resah warga dusun Donggi, desa Ngrandu, kecamatan Kedungadem Bojonegoro. Kedatangan kemarau yang lebih awal membuat debit air terus menipis dan sampai hari ini hujan belum turun dan dirasakan oleh warga di kawasan itu.

Untuk kebutuhan mandi, minum, dan kebutuhan sehari-hari warga harus mencari air di luar desa dengan jarak yang cukup jauh. Bahkan mereka harus rela merogoh kantong guna membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan tahunan telah menjadi ‘sahabat’ yang selalu dirasakan di dusun tersebut. Berbagai upaya sudah ditempuh oleh warga melalui perangkat desa. Bahkan pernah melakukan pengeboran tanah sampai kedalaman 100 meter guna mendapatkan air. Namun air tidak keluar juga dari sumur bor.

Melihat kondisi tersebut Lazismu Bojonegoro segera bergerak. Sebenarnya setiap tahun Lazismu telah memberikan layanan bantuan air bersih ke dusun tersebut.

Menurut Rudy, Amil Lazismu Bojonegoro, bantuan air untuk tahun ini tetap harus dilakukan lagi karena belum ada jalan lain. Maka pada hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2019 Lazismu Bojonegoro menyalurkan air bersih. Sebanyak 3 truk dikerahkan dengan kapasitas tandon air 5.000 dan 2.000 liter.

Kegiatan ini dimulai dilaksanakan pada pukul empat sore hingga berakhir pada pukul satu dini hari. Warga desa pun sangat antusias mengantre guna mendapatkan air bersih sebanyak 2-3 ember per keluarga.

Priyanto, wakil dari warga masyarakat mengucapkan terimakasih atas bantuan air dari Lazismu. Ungkapan spontan dari warga yang paling berkesan kali ini adalah, “Aku mampeh mas” (ungkapan kepuasan yang luar biasa dalam bahasa lokal). Wajar saja, karena biasanya warga cuma mendapat 1 tangki air bersih, kini bisa dapat 2 tangki.

Rudy selaku Amil mengajak semua lapisan masyarakat yang mampu untuk berbagi bersama Lazismu dengan menyalurkan Zakat Infaq dan Shadaqah guna membantu warga mengatasi kekurangan air bersih di berbagai kawasan terpencil di kabupaten Bojonegoro tersebut. “Bantuan dari kita sebesar apapun akan sangat berguna dan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan” katanya. (Adit/Sart)

Sabet Award dari Baznas Untuk Laporan Tahunan Terbaik

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kembali mendapat Award atau penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Tahun ini Lazismu memperoleh Award untuk kategori Laporan Tahunan Terbaik.

Penyerahan Award dilaksanakan pada acara Anugerah Baznas Award 2019 bertema “Zakat Tumbuh Bermanfaat” di Jakarta (26/08/19). Lazismu diwakili oleh Agus Edy Santoso (Wakil Ketua Badan Pengurus) dan Edi Surya (Direktur Kelembagaan dan Kemitaraan Lazismu).

Penghargaan ini tentu atas berkat rahmat Allah SWT, dukungan dari para Muzaki dan donatur serta dedikasi dan kerja keras dari seluruh Amil Lazismu se-Indonesia. Semoga Award ini mampu menjadi pelecut semangat para Amil dan seluruh stake holder Lazismu untuk senantiasa dapat Memberikan yang terbaik untuk Negeri. (adit)

Jalan Berkerikil Meraih Sertifikasi Amil

Pemberian sertifikasi sejumlah pegiat gerakan zakat (amil) terbilang penuh liku dan berkerikil. Berkhidmat di lembaga amil zakat bagi amil memiliki kisah tersendiri tak semulus yang diduga. Tercatat 125 amil menerima sertifikasi selepas uji kompetensi tingkat dasar. Lewat Forum Zakat (FOZ) para amil dalam skala nasional saling bertemu. Di sinilah kisah berbagi ilmu dan pengalaman mewujud dalam Sekolah Amil Indonesia.

Mereka terdiri dari pengelola zakat baik, BAZ ataupun LAZ yang berada di Indonesia, dalam penghimpun dan penyalur zakat. Acara serah terima sertifikasi amil bertempat di Aula PP Muhammadiyah Jakarta (28/6/2019). Dihadiri oleh Nana Sudiana Sekjen Forum Zakat, Fuad Nasar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Kunjung Masehat Ketua BNSP, dan Ani Murdiati Ketua Umum LSP Kuangan Syariah.

Dalam sambutannya, Nana Sudiana Sekjen Forum Zakat, mengatakan, 125 amil sudah dinyatakan kompeten sesuai keputusan BNSP yang terdiri dari 98 orang Amil Dasar, 12 Ahli Amil dan 15 Asesor. Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan yang terlibat di antaranya FOZ, LSP Keuangan Syariah, BNSP, Kemenag dan Kemenko PMK.

Nana menyeritakan, proses ini dimulai sejak 2016. Seiring perkembangan dunia zakat, sertifikasi amil zakat dinilai penting maka Forum Zakat menginisiasinya bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP-KS) hingga tahap disahkannya Standar Kompetensi Keahlian Khusus (SKKK) amil zakat oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Sekarang sudah 124 orang amil zakat yang mengikuti dan tersertifikasi,” jelasnya.

Demikian pentingnya serifikasi ini, FOZ berharap ikhtiar ini diperluas agar kompetensi amil dapat ditingkatkan, sehingga lanjut Nana, ada asesor amil yang dapat menguatkan amil-amil di daerah sesuai kompetensinya.

Dalam kesempatan itu, Agus Edy Santoso, Direktur Kelembagaan dan HRD Lazismu, mengatakan, langkah FOZ melalui Sekolah Amil Indonesia untuk menguatkan kapasitas amil perlu diapresiasi. Mewakili Lazismu, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. “Peran amil sudah selayaknya memberikan yang terbaik kepada umat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam aturan yang berlaku,” paparnya.

Seperti dituangkan dalam undang-undang zakat, maka amil, lanjut Edy senantiasa memberikan yang terbaik dengan pemberdayaan, keadilan dan kesejahteraan. Lembaga amil zakat dengan amil-amil yang kompeten akan memberikan dampak khususnya kepada mustahik, muzaki, dan lainnya sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalitas.

Peningkatan kompetensi amil sejalan dengan undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, yang pada aras ini lembaga amil zakat harus memperkuat kelembagaan yang ditopang dengan sumber daya amil yang memiliki kualitas, kompetensi, dan amanah pada tugas dan tanggung jawabnya.

Sejauh ini, FOZ telah menampilkan langkah nyata di antaranya: 1) Membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah Bersama Masyarakat Ekonomi Syariah, 2) Menyusun Standar Kompetensi Kerja Khusus Amil Zakat yang sudah mencapai tahap akhir dengan BNSP RI untuk sertifikasi amil zakat, 3) Membentuk dan mengaktivasi Sekolah Amil Indonesia di berbagai daerah di Indonesia sebagai sarana belajar amil zakat.

Menurut Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman, konsep dan gagasan sertifikasi sangat strategis dan penting untuk dilaksanakan. Kemungkinan ada pergeseran tata kelola ke pola pendekatan standarisasi melalui langkah sertifikasi. Termasuk dalam bidang pengelolaan zakat.

“Sangat mungkin negara membuat semacam persyaratan bagi lembaga zakat untuk menjamin kualitas pengelolaan zakat di lembaga itu. Misalnya, minimal harus ada sekian amil dasar, amil madya, dan amil ahli yang tersertifikasi BNSP. Jika tidak, maka lembaga zakat bersangkutan tidak bisa mendapatkan legal operasionalnya. Kami duga proyeksinya akan ke sana,” tuturnya.

Muhamad Zubair dari BNSP dalam seminar di acara itu, mengungkapkan, layaknya lembaga kementerian, perbankan, dan lainnya, sertifikasi penting untuk mendorong keahlian agar profesi seseorang diakui. “Ini perlu didorong oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, meski di Indonesia agak terlambat dibandingkan negara lain,” pungkasnya. Jauh lebih penting, bekerja dengan baik dan sesuai kaidah harus dimiliki oleh setiap profesi apapun sesuai keahliannya.

Pandangan serupa disampaikan Ani Murdiati dari LSP Keuangan Syariah, bagi suatu profesi, kualitas tidak lagi berdasarkan aktivitas harian, tapi kualitas seorang karyawan dinilai dari hasilnya, bukan lagi performanceappraisal yang dilakukannya.

Dalam paradigma modern, lanjut Ani, kualitas amil bisa dibuktikan dengan memberdayakan mustahik dalam kehidupan yang lebih baik. Di sini konsep performance dalam arti kompetensinya dinilai melalui uji keahlian. “Sertifikat hanya sebagian dari performance seorang amil,” katanya. Namun secara global, jelas Ani, dapat menghasilkan sesuatu yang berdampak baik pada lembaganya maupun di luar lembaganya dengan kemampuan aliansinya. (na / www.lazismu.org)

Kursi Roda Bagi Adik Rofi’ di Kabupaten Madiun Agar Tak Kesulitan Pergi Ke Sekolah

Lazismu senantiasa memberikan kepedulian dan perhatian kepada warga disabilitas. Program bagi disabilitas menyasar kepada sesama yang mempunyai masalah cacat fisik. Dengan pemberian kursi roda Lazismu berharap dapat membantu warga difabel sementara kondisi ekonominya tidak mampu atau fakir miskin.

Pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019 bertepatan dengan Upacara Bendera di SDN Sukosari 02, Lazismu Kabupaten Madiun menyerahkan bantuan kursi roda kepada Adik M. Aulia Rofi’. Ia adalah putra dari pasangan M. Rifa’i dan ibu Siyamah yang tinggal di Desa Sukosari Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun.

Menurut Hamamu, Manager Lazismu Kabupaten Madiun, Ananda Rofi’ mengalami lumpuh kakinya sejak dua tahun yang lalu, tepatnya sejak kelas tiga SD. Selama ini adik Rofi’ jika berangkat dan pulang sekolah digendong oleh orangtuanya yang berprofesi sebagai buruh mengantar roti ke toko-toko dan warung terdekat. Apabila orang tuanya berhalangan atau sakit maka adik Rofi’ terpaksa tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar.

Penyerahan kursi roda kepada adik Rofi’ dilakukan oleh Hamamu selaku Manajer kantor Lazismu Daerah Kabupaten Madiun di halaman SDN Sukosari 02. (Hm)

Siap Sediakan Ransum Makanan Dalam Kaleng Untuk Tanggap Bencana

“Hadjatnya P.K.O itoe akan menolong kesengsaraan dengan memakai azas agama Islam dengan segala orang, tidak dengan membelah bangsa dan agamanja.” (KH. Ahmad Dahlan)

Terbayang bagaimana kecemasan dan suasana genting ketika terjadi bencana di suatu daerah. Bagi yang tertimpa bencana tentu menyelamatkan diri adalah jalan terpenting agar selamat dari terjangan bencana.

Bagi Relawan yang ditugaskan ke medan bencana tentu butuh berbagai persiapan dan logistik yang dibawa ke lokasi, baik untuk diberikan kepada korban terdampak maupun untuk bekal dirinya sendiri.

Ketika tiba di lokasi bencana tidak serta merta Relawan langsung bisa mendirikan Dapur Umum untuk penyediaan makanan karena membutuhkan waktu dan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat. Pilihannya adalah tersedianya makanan siap saji yang praktis dan cepat dikonsumsi.

Menyadari hal itu Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur akan mengemas makanan siap saji dalam kaleng yang bisa dikonsumsi tepat ketika datang di lokasi bencana. Rencana tersebut diungkapkan drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jatim, dalam sesi materi “One Muhammadiyah One Response (OMOR)” Pelatihan Gabungan Relawan MDMC se-Jatim pada 24 Agustus 2019 lalu di Gresik.

Makanan yang dikemas dalam kaleng tersebut adalah ransum berupa nasi plus lauknya dengan berat 200-300 gram per kaleng. Tersedia ransum nasi rawon, nasi soto, nasi gule dan sebagainya. Ketika akan disantap cukup dipanaskan diatas api lalu dibuka tutup kalengnya dan langsung bisa dimakan secara hangat.

Selama ini sudah tersedia rendang dan kornet produk qurban dalam kemasan kaleng yang siap didistribusikan kepada penerima manfaat di kawasan bencana. Namun makanan itu hanya be-rupa lauk dan masih perlu ditambah nasi sebagai makanan pokok. Tentu hal itu me-merlukan waktu tersendiri untuk mema-sak nasi mengingat kegentingan dan kegawatdaruratan ketika terjadi bencana.

Nah, dengan adanya ransum makanan dalam kaleng ini membuat tugas Relawan menjadi ringan ketika masa-masa awal tanggap bencana, sebelum mendirikan posko Dapur Umum. Ketika tiba di lokasi, Relawan bisa membagikan ransum ini kepada para korban dan juga untuk dikonsumsi sendiri. Sangat praktis dan mudah dibawa.

Untuk pengadaan ransum makanan dalam kaleng tersebut Lazismu Jatim akan menggandeng PT SJAP Probolinggo sebagai produsen makanan olehan. Kerjasama yang telah terjalin selama ini menjadikan PT. SJAP sebagai mitra utama bagi Lazismu Jatim untuk mengolah makanan dalam kemasan yang akan didistribusikan ke kawasan bencana.

Pendanaan program pengadaan ransum makanan ini akan dialokasikan dari dana cadangan kebencanaan yang ada di Lazismu Jatim. (Adit)

Adakan Latgab, MDMC Jatim Ingin Membangun Korps Relawan Penanggulangan Bencana Yang Tangguh

 

Selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 23 hingga 25 Agustus 2019, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur atau yang lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengadakan “Latihan Gabungan (LATGAB) Penanggulangan Bencana se-Jawa Timur”. Acara perkaderan bagi calon Relawan baru ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu Jawa Timur sebagai mitra utama MDMC.

Latgab tersebut diadakan di kampus Universitas Muhammadiyah Gresik, Jl. Sumatera GKB. Sebanyak 246 peserta, terdiri dari utusan MDMC Daerah se-Jatim dan Disaster Medical Clinic (DMC) jaringan RS Muhammadiyah / Aisyiyah se-Jatim mengikuti Latgab ini.

Menurut Kang Rofi’i, sapaan akrab Ketua MLHPB/MDMC Jawa Timur, Latihan Gabungan ini diadakan dengan maksud untuk membentuk satuan tugas Relawan yang tangguh di bidang penanggulangan bencana. MLHPB / MDMC Jatim hingga saat ini sering menerjunkan para Relawan untuk penugasan ke kawasan bencana dan terdampak bencana, seperti di Yogya, Bima, Lombok, Palu, Selat Sunda dan beberapa daerah di tanah air. Oleh karena itu ketersediaan personil Relawan yang tanggap dan tangguh bencana mutlak diperlukan.

Materi yang disampaikan meliputi Fikih Kebencanaan, Seminar “One Muhammadiyah One Respone”, Mekanisme Respon Bencana, Psikososial, Management Pusat Koordinasi (Puskor), Medis Darurat Bencana, Water Rescue, Geladi dan Simulasi Penangangan Bencana. Acara juga dimarakkan oleh pagelaran Wayang Suluh oleh Budi Setiawan, Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga sebagai instruktur utama Latgab.

“Insya Allah dengan Latgab ini kami ingin membentuk satuan Korps Relawan MDMC se-Jatim sigap dan tanggap ketika menghadapi bencana, jika sewaktu-waktu terjadi di daerahnya masing-masing, dan juga selalu siap diterjunkan ke kawasan bencana di daerah lain di tanah air, kapan pun” pungkas Kang Rofi’i dengan penuh optimis. (Adit).

Lazismu Suplai Air Bersih ke Kawasan Terpencil di Kabupaten Lumajang

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) bersama Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) berkesempatan mendistribusikan air bersih ke beberapa kawasan desa yang dilanda kekeringan air di Kabupaten Lumajang (20/08/19).

Menurut Kuswantoro, Amil Lazismu Kabupaten Lumajang, kali ini dusun Sido Makmur dan desa Dadapan di kecamatan Gucialit yang terdampak kekeringan menjadi sasaran pendistribusian air bersih. Tim Lazismu datang dengan sebuah truk tanki berisi 5.000 liter air bersih.

Warga desa semenjak pagi hari sudah menunggu kedatangan truk tanki berisi air bersih di pelataran dusun. Puluhan warga yang kebanyakan adalah ibu-ibu dengan sabar mengantre guna mendapatkan seember dua ember air bersih.

Guna mempercepat pendistribusian, oleh kepala dusun air bersih dialirkan dari truk tanki menuju ke bak penampungan yang telah disediakan. Selanjutnya warga pun mengambil air dari penampungan guna memenuhi ember yang dibawanya dari rumah.

Lazismu Kabupaten Lumajang dalam sepekan ini gencar menghimpun donasi dari masyarakat guna memberikan bantuan air bersih bagi warga yang kekurangan, terutama di kawasan desa krisis air dan lokasinya terpencil di pelosok kabupaten. Penghimpunan donasi untuk air bersih ini terus dilakukan oleh Lazismu pada musim kemarau sepanjang tahun ini.

“Semoga kami bisa terus memberikan bantuan kepada warga yang tinggal di desa-desa yang terlanda kekeringan. Ini juga dalam upaya membantu pemerintah setempat guna memenuhi kebutuhan warga akan air bersih. Alhamdulillah, berkat dukungan dari para donatur dan masyarakat luas kami bisa mengirimkan air bersih bagi warga di beberapa kawasan,” tambah Kuswantoro.

Selain itu Lazismu juga akan menyasar ke Kecamatan Klakah dan Kedung Jajang. “Kita akan kirim lima truk tanki ke lima dusun dan tiga desa di kedua Kecamatan itu. Juga kecamatan lainnya secara bergantian” pungkas Kuswantoro. (adit)

Klik DAFTAR PENERIMA MANFAAT BANTUAN AIR BERSIH di Kabupaten Lumajang

MARI BANTU DONASI AIR BERSIH UNTUK KAWASAN TERPENCIL DI LUMAJANG

Transfer ke rekening….

INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
  • BSM = Bank Syariah Mandiri
  • BMI = Bank Muamalat Indonesia

Lazismu Serahkan Bantuan Untuk Bu Maidah Yang Rumahnya Terbakar Habis di Dukun, Gresik

Hari ini, Lazismu kabupaten Gresik menyerahkan bantuan kebutuhan hidup untuk bu Maidah dan bibinya, yang beberapa hari lalu tertimpa musibah kebakaran.

Sebagaimana diberitakan oleh PWMU.co bahwa pada hari Ahad (18/08/2019), kabar memilukan itu datang dari RT 07 RW02 Sekargadung, Dukun, Gresik. Sekitar pukul 02.15 api berkobar melalap dua rumah. Milik Akhsanul Ahmaidah (36) dan Mu’asaroh, bibinya.

Maidah, panggilan Akhsanul Ahmaidah, dan dua anaknya selamat. Begitujuga bibinya. Tapi ayahnya, Sidekan (76), meninggal dunia. Dua rumah itu hancur, hangus rata dengan tanah.

Di rumah itu, janda dua anak ini hidup bersama anaknya, Alfiyah Novalia Rafifa yang masih TK dan Sigit Ardian Batistuta, kelas 5 MI, ayahnya, Sidekan (76).

Kepala Kantor Layanan Lazismu Dukun Muflihun menjelaskan, sebagai informasi awalnya keluarga ini menyalakan obat nyamuk bakar berdekatan dengan kelambu. Tanpa disadari api menyambar kelambu, kasur, lalu merambat seisi rumah. Mobil Pemadam Kebakaran pun datang pada pukul 03.15 WIB guna memadamkan api yang melalap habis rumah bu Maidah.

Bantuan yang diserahkan hari ini berupa sembako dan pakaian untuk hidup sehari-hari. Bantuan itu diserahkan oleh Tim Lazismu sambil menunggu persiapan pembangunan rumahnya kembali. Turut hadir menyerahkan jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Polsek Dukun, beserta pemerintah Desa Sekargadung, Selasa (20/08/2019). (Ad).

Giat Bergerilya di Lamongan Gencarkan GERAMM

Dalam usaha memfasilitasi dan mensinergikan program sekolah dengan aksi filantropi, Lazismu Lamongan sedang gencar melakukan “Gerilya”, yakni beranjangsana ke sekolah sekolah.

Sekolah pertama yang menjadi rujukan dan contoh, adalah MI Muhammdiyah 04 Brangsi. Bersama wali murid dan sesepuh PRM Brangsi, Lazismu Lamongan mensosialisasikan Program Sekolah Sedekah dalam acara Klinik Madrasah dan Launching Program Filantropi pada Kamis, (15/8).

Irvan Shaifullah, Manajer Eksekutif Lazismu Lamongan menyampaikan bahwa Program Sekolah Sedekah ini tidak hanya berbasis filantropi semata, tapi juga memberdayakan anak anak muda dalam komunitas pembelajaran. “Sekolah sedekah kami harapkan menjadi platform baru dunia pendidikan terutama di Lamongan, untuk mengintegrasikan filantropi dan pendidikan,” ungkapnya dihadapan 150 peserta yang hadir.

Diantara program yang dapat dimanfaatkan sekolah, selain dapat menjadi jembatan penyaluran dan pendayagunaan ZIS adalah Game Philantropi, Sedekah Sampah dan lain-lain. Program itu diberdayakan dengan memaksimalkan potensi anak muda setempat maupun Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) yang tergabung dalam komunitas, ungkapnya.

“Apalagi warga Brangsi khususnya, pemberdayaan ZIS sudah jalan, infaq qurban juga sudah tertata dengan baik, terbukti kemarin memberikan beberapa ekor kambing ke daerah pengembangan ranting cabang melalui Lazismu, sudah sangat luar biasa,” tambah Irvan.

Sementara itu, Sumarianta, Kepala Sekolah Madrasah MIM 4 Brangsi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. “Seperti gayung bersambut, kita sinergikan program sekolah dengan program Lazismu, insyaallah kami sudah akan mulai bergerak,” ungkapnya.

Sumarianta menambahkan bahwa gerakan ini murni untuk kepentingan umat. “Gerakan filantropi seperti ini, kita gerakkan bersama, kembali nya juga akan kepada umat, contoh kecilnya anak anak sejak kecil sudah diajarkan untuk saling tolong menolong, humanis dan itu yang akan kita pupuk bersama,” ungkapnya.

“Saya mewakili guru dan semua wali murid disini menyambut baik program ini, dan akan langsung kita gerakkan,” pungkasnya. (Lmg).

MI MUHAMMADIYAH 4 BRANGSI Launching GERAMM, Gerakan Ayo Membangun Madrasah.

Lamongan- Berbekal keinginan yang kuat dan luhur untuk berbagi, MIM 04 Brangsi akhirnya secara simbolis melaunching Geramm yang disingkat dengan Gerakan Ayo Membangun Madrasah.

Yang ditandai dengan acara Klinik Madrasah dan Launching Gerakan Filantropi dan Geramm pada Kamis, (15/8) di Aula Perguruan Muhammadiyah Brangsi.

Kegiatan ini diikuti oleh Lazismu Lamongan, PR Muhammadiyah, pengurus BPKPM, PTK, pengurus Ikwam dan wali Murid MI Muhammadiyah 4 Brangsi yang berjumlah nsekitar 200 orang.

Sumarianto, Kepala sekolah MIM 4 Brangsi mengungkapkan bahwa kegiatan Klinik Madrasah ini bertujuan untuk sosialisasi Program Gerakan Ayo Membangun Madrasah (Geramm) MI Muhammadiyah 4 Brangsi Tahun Pelajaran 2019/2020. “Sekali tiga uang, kita juga meLaunching Gerakan Filantropi yang berkolaborasi dengan LAZISMU PD. Muhammadiyah Kab. Lamongan,” ungkapnya.

Program Filantropi ini merupakan program gerakan sosial untuk mencerahkan dan menghimpun Stakeholder Madrasah agar memiliki jiwa sosial, cinta sesama dalam wujud tindakan/kebijakan baik berupa pikiran (ide/gagasan), tenaga dan materi demi kemajuan Madrasah dan kemaslahatan umat, sambungnya.

“Tahap pertama dengan program ini telah disalurkan dana sebesar Rp. 17.690.000,- untuk pembelajaran hewan Qurban, bakti sosial dan pemberian beasiswa anak yatim, piatu, yatim piatu, dan siswa dari luar desa Brangsi yang kurang mampu,” sambungnya.

Irvan Shaifullah, Manager Eksekutif Lazismu Lamongan mengungkapkan secara resmi bahwa MIM 04 telah mengawali gerakan filantropi di sekolah/madrasah Lamongan yang berkolaborasi dengan LAZISMU. “Secara resmi ini yang pertama, gerakan berbasis filantropi yang mengedepankan integrasi filantropi dengan pendidikan di sekolah, yakni di Filantropi MI Muhammadiyah 4 Brangsi,” ungkap    nya.

“Melalui program ini Madrasah akan memperoleh falitas Kaleng Filantropi setiap siswa dan 1 kaleng besar untuk Madrasah, disamping itu madrasah akan memperoleh dalam akses kemudahan mengelolah dana Filantropis, akses kemudahan beasiswa dan bentuk pencerahan baik melalui Game edukatif Filantropi, Class Inpiratif dan lain sebagainya,” pungkasnya.