Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » News (page 3)

Category Archives: News

Mewujudkan Sebuah Kampung Mandiri dan Berdaya di Mayang, Jember

Mewujudkan sebuah kampung yang mandiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Butuh kerja keras dan ketelatenan membina masyarakat menuju keberdayaan diri. Dengan tekad dan semangat pengabdian masyarakat, Lazismu beraksi bersama untuk sesama dengan kemandirian warga di sebuah kampung di Jember.

Lazismu Jember berkesempatan meresmikan kampung mandiri (26/09/2020) di Dusun Lengkong Barat, Desa Mrawan, Kec. Mayang. Peresmian ini diikuti dengan beragam kegiatan seperti bagi-bagi paket sembako, penyuntikan hewan ternak, pemberdayaan masyarakat, sampai mengajar matematika anak-anak di dusun tersebut. Program ini akan berlangsung selama 6 bulan ke depan.

Paket sembako yang dibagikan untuk warga sekitar ada 15 paket. Yang isiannya terdapat seperti beras, minyak, mie instan dan gula. Peruntukkannya tentu bagi warga dhuafa dan kurang mampu khususnya yang sudah lansia. Bantuan paket sembako ini diharapkan mampu membantu meringankan beban mereka. Badri selaku koordinator di dusun tersebut mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada donatur Lazismu Jember.

Sementara itu, di tempat yang sama Lazismu Jember bersama PDHI Jember (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) memberikan bantuan suntikan kepada hewan ternak sapi milik warga. Hewan ternak diberi suntikan berupa vitamin dan obat cacing. Dokter Puput selaku perwakilan PDHI Jember mengatakan kerja sama dengan Lazismu ini merupakan kerja sosial untuk masyarakat sekaligus edukasi.

“Ya kami ingin warga pemilik hewan ternak bisa teredukasi dengan benar, dan hasil ternaknya bisa sehat dan optimal”, tukasnya.

Rangkaian kegiatan yang lain adalah pemberdayaan masyarakat. Dengan membagikan ayam kampung dan juga lele. Harapannya tentu masyarakat yang diberi bisa berdaya-guna. Ketahanan pangannya terjamin dan juga menghasilkan. Abdul Khamil, Kepala Kantor Lazismu dikonfirmasi perihal ini mengatakan setidaknya dimulai dulu dari yang sederhana dan warga bisa, jika sudah terbiasa akan dimassifkan pemberdayaan ini,

“Tentu kita mau lihat dulu kesungguhan warga di sini dengan uji coba, rugi pun juga tak masalah semisal ada yang mati akan tetap kami suplai terus selama masih ada kemauan untuk belajar dan berkembang”, ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan mengajar matematika bagi anak-anak warga di dusun. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Lazismu Jember dengan Gemartika (Gerakan Gemar Matematika). Owner Gemartika, Dyan Riza, mengatakan bahwasanya gerakan ini untuk mengeliminasi persepsi matematika itu sebuah momok menakutkan bagi anak-anak,

“Dengan pengajaran yang fun dan menyenangkan matematika bisa diterima semua orang termasuk anak-anak, maka dari itu kami ingin membuat bahwa matematika itu bisa disukai anak-anak sejak dini”, tutupnya. (yf / www.lazismujember.org)

Bersama Lazismu kita beraksi bersama untuk sesama. Transfer Donasi ZISKA..

Rekening

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 16 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Jember
BMI 76630 1 16 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Jember
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 16 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Jember
BMI 76640 2 16 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Jember
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 16 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Jember
BMI 76650 3 16 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Jember

 

Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah Harus Terus Ditingkatkan

Apa yang diketahui oleh masyarakat tentang zakat? Apakah hanya bentuk spiritual? Atau mimpi bahwa zakat bisa diproyeksikan menjadi penopang kegiatan ekonomi? Peningkatan indeks pendidikan misalnya, kesehatan masyarakat misalnya?” Itulah pertanyaan-pertanyaan yang harus digali untuk mengetahui seberapa besar indeks literasi masyarakat tentang zakat.

Pada hari Sabtu (26/9), Lazismu Pusat mengadakan Press Release & Kajian Webinar daring dengan tema “Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah & Upaya Edukasi Zakat di Persyarikatan”. Kegiatan ini dihadiri oleh Hilman Latief, ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat yang menjadi keynote speaker. Hamim Ilyas, Ketua Dewan Syariah Lazismu Pusat dan Abdul Aziz, Peneliti Puskas Baznas juga hadir sebagai pembicara.

Dalam webinar tersebut, Hilman menyebut bahwa masyarakat merasa sudah mengetahui tentang zakat dan sudah pernah mendengar apa itu zakat. Namun warga sebenarnya perlu mengetahui zakat secara lebih jauh.

Menurutnya penting untuk memahami lebih jauh tentang persepsi masyarakat terhadap zakat. “Apa yang diketahui oleh masyarakat tentang zakat? Apakah hanya bentuk spiritual? Atau mimpi bahwa zakat bisa diproyeksikan menjadi penopang kegiatan ekonomi? Peningkatan indeks pendidikan misalnya, kesehatan masyarakat misalnya?” ujarnya.

Ia menyebut Keterlibatan masyarakat dalam mengeluarkan dan mengelola zakat bisa diperkuat jika pemahaman mereka tentang zakat sudah kuat. Maka solusinya adalah edukasi ke masyarakat. Bahwa zakat tidak hanya sekedar ekspresi keagamaan semata, namun juga ibadah yang mampu menggerakkan kekuatan sosial ekonomi.

Menurutnya zakat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) sekaligus ibadah maliyah ijtima’iyyah (kebendaan sosial), bahkan maliyah iqtisodiyah ijtima’iyyah (kebendaan, ekonomi, dan sosial). Maka, sebagai persyarikatan, pengurus Lazismu diminta untuk mampu memberikan edukasi yang tepat tentang zakat.

“Kita harapkan potensi zakat bisa diperkuat dengan literasi zakat. Kita berharap arsitektur dan ekosistem filantropi Muhammadiah bisa terbangun. Hari ini kita melihat seolah-olah zakat dan wakaf tidak terintegrasi. Padahal, Lazismu, Majelis Wakaf, Majelis Dikdasmen, dan lain-lain harus terintegrasi. Agar kita lebih mudah mengklasifikasikan tanah, memproyeksikan wakaf, dan lain-lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Hamim Ilyas menjelaskan bahwa potensi zakat di Indonesia pada tahun 2020 adalah sebesar 330 T. Sedangkan realisasinya diperkirakan hanya sekitar 12 T berdasarkan pada capaian realisasi tahun 2019 yaitu sebesar 10 T.

Kendala utama minimnya realisasi zakat menurut Hamim adalah literasi zakat, lembaga dan SDM pengelola, dan regulasi zakat. Rendahnya literasi zakat sangat berdampak pada tingkat realisasi zakat.

Hamim Ilyas sebagai Dewan Syariah Lazismu Pusat menyampaikan banyak hal seputar konsep zakat. Ia menyebut bahwa infaq adalah membelanjakan harta untuk kepentingan umum. Infaq yang hukumnya wajib adalah zakat mal, zakat fitrah, fidyah, kafarat, nadzar, dan infaq tanggap darurat.

Fungsi zakat adalah an-nama’ wa ar-rai’ (tumbuh-berkembang dan subur-indah). Semuanya harus berjalan secara bersamaan, antara tumbuh, berkembang, subur, dan indah. “Kalau hanya tumbuh saja tapi tidak indah ya sama saja, tidak akan memberikan kemanfaatan secara maksimal,” ujarnya.

Berbeda dengan Hamim Ilyas, Abdul Aziz menjelaskan banyak hal tentang indeks literasi zakat hasil survey Baznas pada tahun 2020. Ia menyebut secara umum indeks literasi zakat mencapai angka moderat (66,78). Moderat berarti tidak tinggi namun juga tidak rendah.

“Yang menjadi masalah dalam rendahnya indeks literasi zakat nasional adalah pemahaman lanjutan tentang zakat. Pemahaman dasar sebenarnya juga moderat. Tetapi pemahaman lanjutan nilainya 56,68. Ini masuk ke kategori rendah,” jelasnya.

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui terkait dengan pengelolaan zakat oleh lembaga resmi. Sedangkan 60% masyarakat menunaikan zakat di luar lembaga zakat resmi. Ceramah keagamaan, menurut hasil survey baznas, menjadi sumber informasi terbesar dalam hal edukasi zakat.

“Maka LAZ harus bekerjasama dengan para dai di berbagai masjid dan pengajian agar mau mengkampanyekan pengelolaan zakat melalui institusi LAZ resmi,” ujarnya. (Yusuf/www.lazismu.org)

Lazismu Dukung Gerakan Tetap Bermasker ‘Aisyiyah wilayah Jawa Timur

Pandemi karena Covid-19 belum berakhir, upaya dari individu maupun keluarga masih sangat dibutuhkan untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus.⁣

Data terbaru Covid-19 di Jawa Timur per tanggal 22 September 2020 sudah mencapai 41.417 jiwa dengan rincian pasien sembuh 31.978 jiwa dan meninggal dunia sebesar 3.015 jiwa. Berdasarkan data tersebut Jawa Timur  menempati peringkat ke tiga dengan tambahan kasus harian positif Covid-19 terbanyak di Indonesia. Dilansir dari laman infocovid19jatimprov.go.id. Jawa Timur mendapat tambahan kasus positif baru sebanyak 368 jiwa.

Upaya individu dan keluarga dalam pencegahan penularan Covid-19 antara lain: Menjaga diri tetap sehat dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menghindari kerumunan, melakukan 3 M (Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Memakai masker, Menjaga jarak), dan melakukan isolasi untuk usia rentan yaitu lebih dari 50 tahun dan anak kurang dari 5 tahun dan juga yang mempunyai penyakit bawaan lain (DM, hipertensi dll).

Melihat kondisi tersebut dra Siti Dalilah Chandrawati M.Ag, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur menghimbau kepada seluruh anggota ‘Aisyiyah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (3M) yang salah satunya adalah memakai masker di setiap aktivitasnya. Himbauan tersebut telah dilakukan sejak awal era pandemic Covid-19 dan ditegaskan lagi dalam upacara gerakan memakai masker pada tanggal 17 Agustus 2020.

Pada saat ini menurut bu Dalilah ditindaklanjuti dalam sebuah kegiatan “GERAKAN TETAP BERMASKER” dengan membagi 100.000 masker serta menggerakkan seluruh elemen ‘Aisyiyah dan masyarakat untuk konsisten memakai masker. Aksi itu juga didasari dengan banyaknya para ilmuwan dan tenaga medis di seluruh dunia yang mengadakan riset dalam rangka mengatasi pandemi yang masih meluas, salah satunya mengenai penggunaan masker kain untuk mencegah Covid-19. ⁣

Oleh karena itu Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur mengadakan Gerakan Tetap Bermasker pada hari ahad 27 September 2020 serentak bersama Aisyiyah di 38 Daerah kabupaten dan Kota se-Jawa Timur. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam era kehidupan baru atau new reality dan mencegah pertambahan penderita Covid-19 di Jawa Timur.

Gerakan tetap bermasker Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur untuk umat ini juga didukung oleh LAZISMU, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah.⁣ (Adit)


Selengkapnya Anda bisa menyimak penjelasan gerakan ini dalam bincang special yang disiarkan di Radio Suara Muslim FM 93,8 dan streaming youtube pada hari Ahad 27 September 2020 pukul 08.00-09.00 WIB.⁣ Silahkan klik tautan di bawah ini..

Tinjau Persiapan Operasional BankZiska di Ponorogo

Konsep BankZiska sebagai sarana untuk pemberdayaan ekonomi segera diwujudkan dalam bentuk konkrit. Konsep pengentasan masyarakat agar terbebas dari rentenir ini digagas oleh Lazismu Jawa Timur.

BankZiska yang menjadi ajang tasaruf dana Zakat dari Lazismu ini akan dikerjasamakan dengan Baitul Maal waTamwil (BMT) Hasanah di desa Jabung kecamatan Mlarak Ponorogo. BMT Hasanah ditunjuk oleh Lazismu Jatim sebagai percontohan untuk melaksanakan konsep BankZiska.

Ahad 27 September 2020 Lazismu wilayah Jawa Timur berkesempatan meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai tempat project model BankZiska. Peninjauan ini dimaksudkan untuk melihat persiapan dan kesiapan operasional BankZiska.

Drh Zainul Muslimin Ketua Lazismu wilayah Jatim mengatakan bahwa Lazismu merasa berkewajiban untuk membebaskan masyarakat kecil dari kehidupan ribawi dan jeratan rentenir. Oleh karena itu BankZiska ini akan menjadi sarana untuk memajukan ekonomi ummat.

Sementara itu Sulistiyo selaku Kepala BMT Hasanah Ponorogo ketika menerima rombongan Lazismu di kantornya menyatakan ia menyambut baik kerjasama dengan Lazismu wilayah Jawa Timur. Ia sangat senang bahwa BMT Hasanah bisa menjadi mitra Lazismu.

Sulistiyo mendukung gerakan bebas riba untuk mengentas masyarakat dari kehidupan yang memberatkan. Ia berharap semoga BankZiska ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Kunjungan Lazismu Jawa Timur ke kantor BankZiska yang satu lokal dengan BMT Hasanah ini juga dilakukan peragaan dan ujicoba pengoperasionalnya. Ditunjuk sebagai Direktur BankZiska adalah Dr Agus Edi Sumanto. BankZiska akan beroperasi per 1 Oktober 2020 dengan Ponorogo sebagai percontohan dan selanjutnya akan dibuka di beberapa daerah. (adit)

Baca pula BankZiska Solusi Jitu Atasi Rentenir yang Merajalela.

Kiprah RS Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah plus Lazismu Bergelut Melawan Covid-19

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi industri rumah sakit dan pelayanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit, baik rumah sakit negeri maupun rumah sakit swasta, tidak hanya diuji kemampuan finansialnya, tapi juga sistem layanan kesehatan yang diberikan.⁣

Tidak saja Covid-19, secara keseluruhan, Indonesia pun memiliki sejumlah tantangan dalam menghadapi penyakit lainnya yang hingga kini masih menjadi pekerjaan utama para petugas medis Indonesia, yaitu TBC, Diabetes, HIV serta kemiskinan.⁣

Lalu, bagaimana Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah bergelut melawan Covid-19 di masa pandemi ini?⁣

Talkshow Ranah Publik⁣⁣ yang disiarkan Radio Suara Muslim FM dan SuaraMuslim TV streaming hari Kamis, 24 September 2020⁣⁣, pukul 08:00-09:00 WIB⁣⁣ bersama ⁣Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep⁣ (Sekretaris MPKU PWM Jatim sekaligus Dekan FIK UM Surabaya)⁣ dan drh. Zainul Muslimin⁣ (Ketua Lazismu Jatim)⁣ membahas tentang kiprah Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah bergelut di masa pandemi virus Corona.

Dalam talkshow itu juga dibahas bagaimana peran Lazismu mendukung program-program kemanusiaan selama masa Covid-19 ini.

Inilah rekaman acara talkshow yang bisa anda simak saat ini..

 

Agus Edi Sumanto : “BANK ZISKA Solusi Jitu Atasi Rentenir yang Merajalela”

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) - Struktur OrganisasiKeberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang dimiliki oleh mayoritas warga di Indonesia. Sebanyak 90% pengusaha merupakan golongan UMKM ini. Sebagian besar merupakan usaha yang sangat kecil sekali, boleh dibilang gurem atau mikro.

Hampir setiap pasar dihuni oleh pedagang-pedagang tradisional dan peda-gang lokal yang bermodal kecil. Merekalah yang justru memainkan ekonomi di ting-kat bawah, yakni menjadi penghubung antara produsen ke konsumen.

Karena bermodal kecil, maka un-tuk memutar uang guna menjalankan usa-hanya banyak dari UMKM yang berhutang kepada orang lain yang memiliki hubungan dekat dengan mereka. Bisa berhutang ke teman, keluarga, kerabat, lembaga keuangan mikro atau pihak-pihak lain yang menawarkan jasa pinjaman cepat dan mudah.

Tidak semua UMKM memiliki akses ke perbankan. Oleh karena itu tak heran jika menjamurnya jasa pinjaman bukan bank dan bukan pula lembaga keuangan. Jasa pinjaman ini milik perseorangan yang berbunga tinggi bahkan sangat tinggi, atau lebih dikenal dengan rentenir alias lintah darat.

Makin lama semakin banyak pedagang kecil dan UMKM yang terjerat oleh Rentenir seiring dengan perkembangan roda usaha dan kebutuhan hidup mereka. Satu orang bisa terjerat lebih dari 5 rentenir. Rentenir ini sangat lincah, luwes, dekat dan tidak berbelit-belit dalam mencairkan pinjaman dana. Namun jangan kaget bila jasa uang atau bunganya terbilang sangat tinggi. Ada rentenir yang besar bunganya bisa berkali-kali lipat dari pokok pinjaman.

Jika hal semacam itu dibiarkan terjadi dan tidak ada solusi maka benarlah ada syair lagu dangdut yang menyebutkan ‘yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin’. Jika sudah terjert rentenir maka jangan dibayangkan bisa berkembang usahanya, malah justru terpuruk jatuh terjun ke jurang kebangkrutan.

Nah, disinilah letak permasalahan utamanya, yakni kekurang pedulian semua pihak yang berkompeten untuk mengembangkan perekonomian UMKM. Banyak UMKM yang notabene ummat Islam terjerat oleh rentenir yang jelas-jelas riba dan menghisap jerih payah UMKM. Tidak menjadikan usaha bisa tumbuh dan berkembang penuh keberkahan tapi malah menjerumuskan kepada kehidupan yang melemahkan.

Maka sudah saatnya kita semua, ummat Islam untuk bangkit memikirkan kehidupan perekonomian rakyat bawah yang notabene menjadi urat nadi ekonomi bangsa. Saatnya kita semua menyelamatkan mereka dari riba yang sangat mencekik leher.

BANK ZISKA Solusi untuk Ekonomi Bangsa.

Saat ini sudah berkembang konsep bank infaq atau al-qardul hasan. Konsepnya sangat sederhana namun berdaya lejit yang luar biasa. Intinya adalah bagaimana dana zakat dan infaq dapat menjadi solusi bagi perekonomian ummat atau sektor usaha kecil dan menjauhkannya dari jeratan riba.

LAZISMU sebagai lembaga amil zakat sudah selayaknya mengedukasi, mengembangkan, dan melembagakan konsep ini. Masyarakat harus ditanamkan agar bebas dari jeratan hutang yang berbasis ribawi dan mengarahkannya.
Dalam rapat-rapat LAZISMU wilayah Jawa Timur tercetuslah ide mendirikan BANK ZISKA yaitu sebuah wadah yang berupaya mengembangkan kehidupan ekonomi dan melepskan ummat dari jeratan riba. Tujuan utamnya adalah membangun masyarakat yang produktif berdasarkan Syariat, mengembangkan Literasi di bidang Entrepreneurship, mendekatkan diri Kepada Allah SWT dan mewujudkan masyarakat “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”.

Bank Ziska Lazismu bukanlah bank sebagaimana yang dimaksud dalam Undang Undang RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Akan tetapi Bank ZISKA adalah merupakan Gerakan Pemberdayaan UMKM melalui pemberian pinjaman tanpa bunga. Dana Bank Ziska merupakan Tasaruf dana Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari Lazismu.
Akad pinjaman Bank Ziska merupakan janji dari Peminjam dana kepada Allah SWT yang mana Pengurus sebagai saksi dalam akad tersebut.

Namun demikian Bank Ziska mengikuti kaidah-kaidah profesional yang dilakukan dalam perbankan, tentu dengan beberapa penyesuaian.

Karena dimaksudkan untuk mereduksi atau sedikit demi sedikit mengurangi akses ke Rentenir maka kegiatan Bank Ziska adalah pemberian pinjaman lunak tanpa bunga dengan sistem al-Qardul Hasan.

Persyaratan bagi peminjam adalah Perorangan yang telah memiliki usaha mikro atau super mikro, anggota komunitas majelis taklim, jamaah masjid, jamaah perkumpulan masyarakat dan sejenis lainnya yang sedang terjerat pinjaman dari rentenir atau pinjaman berbasis riba lainnya.

Persyaratan lainnya peminjam memiliki kemampuan mengembalikan dana pinjaman. Bagi peminjam harus ada rekomendasi dari Pengurus Bank ZISKA atau dari Tokoh Masyarakat atau Ustadz, Imam Masjid atau Pimpinan Komunitas Majelis Taklim. Untuk pembinaan religi peminjm harus bersedia menghadiri kegiatan taklim dari Bank ZISKA.

Bank ZISKA dengan sistem pinjaman al-Qordhul Hasan akan mendampingi peminjam sampai lepas dari rentenir. Bank ZISKA akan melakukan pendampingan dan pembinaan usaha, misal monitoring omset dan biaya dalam usahanya sampai usaha tersebut mampu mandiri dan tidak terjerat riba.

Bank ZISKA akan memberikan literasi tentang kewirausahaan, usaha berdasarkan syariah, dan pemasaran kepada para peminjam. Setelah nasabah melunasi pinjaman qordhul hasan, dan dinilai telah mampu maka bank ZISKA mengarahkan pada pembiayaan bisnis yang bersifat komersial dengan pola bagi hasil atau lainnya yang sesuai dengan syariah Islam.

Nah, mari kita dukung bersama program Bank ZISKA ini sebagai upaya untuk membentengi ummat Islam dari bahaya keji riba dan menuntun ummat kepada kehidupan ekonomi yang Islami. Saatnya LAZISMU memberi solusi untuk negeri dalam bidang ekonomi.

Dr. Agus Edi Sumato, Wakil Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur.

Gelar Pelatihan Pemberdayaan Untuk Melejitkan Usaha Mikro

Pandemi Covid-19 ini benar-benar meluluhlantakkan sektor perekonomian di tanah air, pun juga di belahan dunia lainnya. Tak hanya pengusaha besar papan atas yang pusing dan bangkrut, usaha mikro yang merupakan mayoritas rakyat kebanyakan di negeri ini pun menjadi kroban.

Oleh sebab itu Lazismu menggandeng para mitra untuk membantu mengatasi permasalahan ekonomi yang diderita oleh masyarakat yang terpuruk selama masa pandemi Covid-19 dan berubah menjadi mustahik. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan modal pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga. Tudak hanya memberikan modal, namun juga mendampingi dan mengembangkan usaha para keluarga yang sempat terpuruk.

Lazismu wilayah Jawa Timur dalam rangka menindaklanjuti program Pemberdayaan UMKM mustahik mengadakan Pelatihan dengan tema “Mengembangkan dan Melejitkan Usaha Mikro Dalam rangka Membangun Ketahanan Ekonomi Berbassi Keluarga di tengah Pandemi Covid-19”, Sabtu 19 September 2020, di Resto Bunda Nur, Buduran, Sidoarjo.

Pelatihan diikuti oleh 30 pelaku Usaha Mikro di 10 Daerah di Jawa Timur yang mendapat program pendampingan pemberdayaan UMKM. Program pemberdayaan ini merupakan sinergi antara Lazismu dengan Alfamidi, Wardah dan Anggoro Eko Cahyo. Kesepuluh daerah itu adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kab Malang, Ponorogo, Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Pamekasan dan Jember. Mereka kebanyakan berwirausaha di jalur kuliner dan bahan makanan. Selain itu hadir pula 10 orang staf bagian Program dari 10 Lazismu Daerah yang bertindak sebagai pendamping pemberdayaan UMKM.

Ke-30 orang Usaha Mikro itu hadir dengan membawa produk khas daerahnya masing-masing, seperti aneka jajanan dan kuliner hingga produk bumbu, sambal dan aneka kerajinan. Mereka umumnya usaha rumahan yang saat ini sedang berupaya untuk bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Dalam sambutannya, Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, drh Zainul Muslimin, pandemi Covid-19 boleh merontokkan sektor usaha kecil, namun jangan sampai menurunkan semangat juang dan ghirah berwirausaha pelakunya. Jika saat pandemi dihadapkan pada kondisi lockdown dengan berbagai pembatasan akibat meluasnya wabah virus suatu penyakit, maka disitu justru ada jalan lain yang terbuka lebar untuk tetap menjalankan bisnis.

Zainul mencontohkan, restonya yang selama pandemi enam bulan harus tutup, maka di kala masa wabah Covid-19 itu justru penjualan kateringnya melejit, yakni melalui pemasaran online. Dengan pemasaran melalui medsos dan media online pemesanan makanan dan minuman usaha katering dapat dilakukan dari jarak jauh atau rumah konsumen dan deliverynya dengan memanfaatkan jasa ojek online yang ada.

“Allah pasti membukakan jalan bagi hambaNya yang mau berusaha keras dan memikirkan pemecahan masalah yang menimpanya daripada meratapi kondisi yang tidak menentu. Maka jika kita berusaha keras dan berdoa dengan sekuat daya maka Allah akan memberikan kemudahan kepada kita untuk sukses berbisnis” katanya sembari memberikan semangat kepada peserta pelatihan.

Materi yang disajikan dalam pelatihan berhubungan dengan kehidupan usaha kecil sehari-hari. Seperti Ratna Saktijaningdijah, SE, MSA, narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM provinsi Jawa Timur yang menyampaikan tentang bagaimana mengurus perijinan dan legal formal UKM secara praktis.

Menurut Ratna, pemerintah bertanggung jawab untuk memulihkan perekonomian sebagai dampak pandemi ini. Salah satunya adalah memberikan kemudahan dalam proses perijinan dan legal formal melalui sistem online. Kemudahan mengurus ijin itu harus diakses oleh pelaku UKM. Selain itu pendampingan usaha kecil mulai digiatkan pemasaran secara online shop dan digital marketing, disertai dengan perluasan kemitraan.

Pemateri kedua, yaitu Kisworo Agung Pambudi, Mentor Digital Marketing Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya menyampaikan tentang Kiat Sukses Pemasaran Online. Menurut konsultas bisnis muda ini, pada era pandemi Covid-19, tiada cara yang lebih mudah dan efektif untuk memasarkan produk UKM selain melalui online.

Oleh karena itu Kisworo mengajak peserta pelatihan untuk segera memanfaatkan smrtphone-nya masing-masing untuk berjualan  dan memasarkan produk. Saat ini usaha mikro lemah dalam hal branding awareness atau kesadaran merek dan perluasan jaringan. Karena dengan branding dan jaringan yang kuat, sebesar dan sekecil apapun produknya, maka hal itu akan berguna untuk meningkatkan penjualan.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, Muhammad Masrukh menugaskan kepada bagian program Lazismu Daerah untuk terus memantau dan mendamping usaha mikro bianan di daerahnya. Selain itu laporan yang rapi dan tertib serta terdokumentasi dengan baik juga menjadi prioritas dalam jangka pendek.

Pendampingan usaha mikro oleh Lazismu Daerah, menurut Masrukh, diarahkan agar pengusaha binaan Lazismu mempunyai ijin usaha dan sukses memasarkan produknya melalui online. Peningkatan kualitas produk dan kemasan harus menjadi titik tekan keberhasilan program ini.

Lazismu wilayah Jatim, menurutnya, akan terus memonitor, mengupayakan dan memberikan jalan bagaimana program ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan semata demi menigkatkan taraf kesejahteraan ekonomi musthik (UMKM binaan) yang menjadi fokus garapan Lazismu, pungkasnya. (Adit)

Aksi Bersama Santuni 260 Anak Yatim dan Warga Lansia Bersinergi dengan 13 Polsek di Pamekasan

Keberadaan anak yatim, sangat mendapat perhatian dalam agaman Islam dan tersebut dalam kitab suci al-Qur’an surat al-Ma’un. Tentu sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memperhatikan dan menyayangi anak yatim dengan penuh kasih sayang sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam. Pun demikian dengan orang tua yang sudah berusia lanjut, sangat dianjurkan untuk menghormati dan memuliakannya.

Lazismu kabupaten Pamekasan yang didukung oleh para donatur dan muzaki melaksanakan Kegiatan sosial bersama Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polisi Resor (Polres) Pamekasan, berupa menyantuni anak yatim dan warga lanjut usia (lansia). Aksi ini dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 16 hingga 18 September 2020 di 13 kantor Polisi Sektor (Polsek) yang ada di Polres Pamekasan.

Sebanyak 260 paket bantuan diberikan kepada 260 anak yatim dan warga lansia. Tim Lazismu berkeliling seantero kabupaten mendatangi seluruh kantor Polsek untuk membagikan paket bantuan. Bantuan untuk anak yatim berupa uang, tas dan alat sekolah sedangkan untuk warga lansia berupa uang dan bahan makanan (sembako). Masing-masing Polsek mendapat bagian untuk 20 anak yatim dan lansia yang tinggal disekitar kantor Polsek.

Aksi sosial ini merupakan bentuk jalinan hubungan yang erat warga masyarakat dengan aparat keamanan. Menurut manajer Lazismu Pamekasan, Khairul Jannah, aksi bersama Polri ini dimaksudkan untuk membangun sinergi filantropi dan hubungan yang erat dengan pihak kepolisian. Selain itu kantor Polisi tersebar di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Pamekasan sehingga memudahkan untuk penyaluran bantuan.

Salah seorang nenek yang mendapat bantuan mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan para dermawan serta kepolisian yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Nenek Saleha mengaku sangat senang dan gembira telah mendapatkan perhatian.

“Mator sakalangkong Pak se tadhak bhates epon, samoghah Allah malancarrah rezekinah. Tor bhantoan kakdintoh sanget manfaat. (Terima kasih yang tak terhingga Pak, semoga Allah memperlancar rezekinya. Dan bantuan ini sangat bermanfaat)” doa Nenek Saleha untuk semua yang berperan dalam santunan ini, dalam logat dan tutur  Madura yang sangat medok. (Kh)

Bersedekah bersama LAZISMU Pamekasan

Sedekah via QR GOPAY

Rekening Bank

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 28 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76630 1 28 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Pamekasan
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 28 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76640 2 28 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pamekasan
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 28 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76650 3 28 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Pamekasan

Pandemi Belum Berakhir, Janganlah Terlena dan Terbuai, Bersama LAZISMU Terus Berikhtiar dan Bersedekah

Tuntutan ekonomi dan pelonggaran pembatasan sosial mengakibatkan masyarakat semakin mengabaikan protokol kesehatan yang ditetapkan.⁣

Hingga Ahad (13/9) kemarin, masih terjadi tambahan ratusan pasien COVID-19 di Jawa Timur. Selain klaster kantor, penyebaran virus Corona di dalam keluarga juga menjadi kekhawatiran baru.⁣

Pandemi belumlah berakhir, maka dari itu janganlah kita terlena dan terbuai.

Ikuti Siaran on-air dan online streaming (recorded by youtube) RANAH PUBLIK (15 September 2020) di Radio Suara Muslim FM dan SuaraMuslim-TV Surabaya, dengan pembicara dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes ⁣(Direktur RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Sidoarjo⁣) dan drh. Zainul Muslimin⁣ (Ketua Lazismu wilayah Jatim⁣).

Silakan klik.. 

DONASI KE REKENING LAZISMU INFAQ

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 820 000 000 000 a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7664 020 000 000 000 a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 919 191 a/n Lazismu Jatim Infaq
  • Bank Syariah Mandiri No. 9000 005 557
  • Bank Muamalat No. 7710 015 631 a.n LAZIS MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR (INFAQ DAN SEDEKAH)
  • CIMB Niaga Syariah No. 861 777 777 500 a.n. LAZISMU JAWA TIMUR

Senangnya Berta Vilonia di Cirebon Menerima Bantuan Alat Bantu Mendengar dari LAZISMU

Sungguh tak terbayang dalam benak Berta Vilonia bisa terkabul keinginannya untuk mempunyai sebuah alat yang dapat membantu indera pendengarannya. Sebuah alat bantu mendengar bantuan dari LAZISMU kini dapat dipergunakan dan dimanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan orang lain, keluarga dan teman-temannya.

Selama ini indera pendengaran Vilonia yang bertempat tinggal di Cirebon, terganggu sehingga tidak dapat mendengar dengan baik percakapan lawan bicaranya atau menerima suara dari sekeliling. Bicaranya pun memakai bahasa isyarat yang tidak semua orang bisa memahaminya.

Tentu saja hal itu membuatnya kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Vilonia sedih dan ibunya pun turut merasa susah hati karena tidak mampu membelikan anaknya alat bantu mendengar yang berharga jutaan.

“Sehari-hari Vilona bicara pakai bahasa isyarat. Sehingga jika bicara dengan orang yang belum kenal dengannya, ya nggak ngerti” cerita ibu Vilona.

Alhamdulillah, melalui program Indonesia Mendengar, LAZISMU Jawa Timur bersinergi dengan LAZISMU Cirebon Jawa Barat dapat mentasharufkan sebuah alat bantu dengan untuk Vilonia. LAZISMU datang ke rumah Berta Vilonia bersama Tim, 07 September 2020, untuk memasang alat bantu dengar tersebut dan memastikan alat itu berfungsi dan Vilonia dapat menggunakannya dengan baik.

“Ya saya senang dan bersyukur sekali dapat bantuan ini, karena dari dulu anak saya ini ingin sekali dibelikan dan mempunyai alat bantu mendengar, tapi sayangnya saya nggak punya uang.” lanjut ibu Vilonia.

“Terima kasih kapada LAZISMU yang telah memberikan alat bantu mendengar untuk anak saya. Terima kasih pula kepada para dermawan semoga diberikan keberkahan dan LAZISMU dapat terus memberi kepada sesama. LAZISMU memang hebat” kata ibunda Vilonia dengan gembira. (Adit)

Indonesia Mendengar

Bersama Bank Muamalat Tasarufkan Paket Bantuan Lumbung Pangan Untuk Keluarga Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Jalinan sinergi dalam aksi-aksi filantropi untuk kemanusiaan senantiasa dijalin oleh LAZISMU bersama para mitra. Salah satu diantaranya adalah dengan Bank Muamalat. Melalui program Lumbung Pangan Kemanusiaan, Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan LAZISMU hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan di masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini.

Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat menjaga jarak, tinggal di rumah (stay at home) dan mengurangi aktifitas diluar rumah. Hal ini menyebabkan ekonomi masyarakat menegah kebawah terganggu, khususnya yang mengandalkan penghasilan harian dari berjualan, karyawan yang dirumahkan, penjual PKL yang tidak bisa berjualan, guru mengaji, Da’i, dan yang lainnya.

Bank Muamalat selaku lembaga keuangan bank yang terpercaya turut serta dalam penggalangan donasi untuk keluarga terdampak Covid-19. Hasil donasi diamanahkan kepada LAZISMU untuk ditasarufkan kepada keluarga-keluarga yang terdampak dan terpapar Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan daerah lainnya di Jawa Timur.

Hingga tanggal 5 September 2020 ini sebanyak 36 paket dari donatur Bank Muamalat telah diamanahkan melalui LAZISMU. Paket dibagikan kepada keluarga-keluarga yang hidup berkekurangan karena kehilangan penghasilan atau terkena PHK dan terdampak Covid-19 di beberapa kawasan di Surabaya. Demikian pula dengan para guru yang “Terpapar” Covid-19 di salah satu kecamatan di kota Pahlawan tak luput dari penyaluran bantuan Lumbung Pangan ini.

Drh Zainul Muslimin, Ketua LAZISMU wilayah Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada Bank Muamalat Indonesia atas kerjasama dan kepercayaannya menyalurkan paket donasi Lumbung Pangan melalui LAZISMU.

“Kerjasama LAZISMU dengan Bank Muamalat ini sudah terjalin mesra dan saling menebar kemanfaatan untuk sesama. Tidak hanya di sektor keuangan, melalui program Lumbung Pangan Kemanusiaan, LAZISMU dan Bank Muamalat mengajak ummat Islam dan masyarakat pada umumnya untuk berperan serta menjadi bagian dari solusi di masa Pandemi. Yaitu gemar bersedekah dan menebar kebaikan bagi sesama” kata Zainul Muslimin di Gedung Muhammadiyah Jatim, Jl. Kertomenanggal IV, Surabaya, 8/9/2020.

Sementara itu Winny Wijayanti dari Bank Muamalat Mayjend Sungkono Surabaya, menyatakan bahawa kiprah ini adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Muamalat dalam mensikapi kondisi pandemi yang belum juga usai.

“Kami merasa mempunyai tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 saat ini. Dengan langkah ini semoga dapat mengurangi beban masyarakat yang menderita dan terdampak virus Corona. Kita semua berdoa semoga pandemi ini cepat berakhir dan kondisi cepat pulih kembali, serta roda perekonomian dapat berjalan dengan baik dan lancar” kata ibu Wenny ketika mengamanahkan paket sembako melalui LAZISMU.

“Insya Allah Bank Muamalat selalu hadir untuk ummat dan masyarakat, senantiasa berupaya untuk menjaga amanah nasabah dan donatur dengan baik dan menggerakkan ekonomi bangsa ini agar bertumbuh dan berkembang.” pungkasnya. (Adit)

 

Berdayakan UMKM di Ponorogo, Lazismu Bersama Mitra Gulirkan Bantuan Ketahanan Ekonomi Berbasis Keluarga

Keberlangsungan pemberdayaan di sektor ekonomi di masa pandemi terus dilakukan Lazismu. Kali ini, mengusung program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi berbasis keluarga di tengah pandemi covid -19.

Sabtu/5/9/2020 Lazismu ponorogo menyalurkan Paket bantuan pemberdayaan UMKM berupa peralatan produksi, bantuan modal usaha dan juga paket sembako. Beberapa umkm yang mendapatkan program pemberdayaan ini di antaranya: Bengkel las prasetya, Kue Bolupa, Warung Omah Langit, Rengginan Ketela dan Tiwul instan khas ngrayun.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara lazismu dengan Alfamidi, Wardah dan juga Anggoro Eko Cahyo dalam upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sehingga Kesejahteraan ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Salah satu penerima manfaat, (Bengkel las prasetya) mengungkapkan, “Dengan adanya pemberdayaan ini beliau sangat terbantu sekali, karena dengan adanya penambahan alat sehingga produktifitas bengkel las miliknya semakin meningkat dan lebih produktif lagi.”

“Kegiatan ini merupakan turunan dari program lazismu pusat yang bekerjasama dengan beberapa korporasi yang ada di Indonesia, sehingga mewujudkan program pemberdayaan UMKM. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak secara langsung dalam keberlangsungan UMKM di ponorogo dalam hal produktifitas dan peningkatan kesejahteraan, Setelah ini kami juga akan memberikan pendampingan kepada UMKM Binaan agar semakin lebih maju“ ungkap Zulkarnain Asya Hifa M.Hum, Ketua Lazismu Ponorogo. (Bayu)