Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » News (page 30)

Category Archives: News

Luncurkan Online Shopping Tanggal Tua di Lamongan

Lembaga Amil Zakat dan Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Lamongan kembali meluncurkan program online melalui medsos bertajuk Online Shopping Tanggal Tua. Program itu digunakan sebagai lahan produktif Lazismu Lamongan untuk menggalanh dana melalui barang barang second hand maupun produk milik binaan Lazismu Lamongan.

Hal itu diungkapkan oleh Irvan Shaifullah, Manager Lazismu Lamongan saat meluncurkan produk layanan tersebut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan, pada Rabu, (30/01/2019). Irvan mengungkapkan bahwa Online Shop “Tanggal Tua” ini adalah layanan baru Lazismu Lamongan untuk menggerakkan ekonomi produktif sambil bersedekah.

“Semua produk yang kita share di medsos, utamanya Instagram murni untuk kepentingan Lazismu, seratus persen keuntungan kita salurkan kepada yatim piatu, dhuafa, kemanusiaan dan program lainnya,” ungkapnya. Irvan menceritakan, awalnya lazismu Lamongan banyak menerima barang barang second hand atau tangan kedua. “Agar manfaat, kami buka toko online sekaligus menfasilitasi produk produk yang akan dibina lazismu kedepan,” lanjutnya.

Sementara itu, Sujudna ketua Lazismu Lamongan mengungkapkan bahwa program ini adalah terobosan kami dalam upaya mendorong ekonomi dan filantropi secara bersama. ” Berjualan sambil sedekah, menjadi fasilitator dan media promosi bagi usaha binaan Lazismu kedepan,” ungkapnya. (Lmg).

Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Tuban

Lazismu Kabupaten Tuban pada hari senin tanggal 28 Januari 2019 berkesempatan menyerahkan bantuan kepada warga sebagai korban terdampak angin Puting Beliung yang terjadi di dusun Simo Desa Simorejo Widang. Bantuan yang diserahkan berupa Sembako dan santunan uang tunai kepada 30 Kepala Keluarga di desa itu.

Penyerahan disaksikan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Menurut Istigfar, salah satu perangkat desa Simorejo, angin Puting beliung menerjang dusun Simo Desa Simorejo Tuban pada hari rabu sore tanggal 23 Januari 2019.

Selain merusak 42 rumah, menurut kabar media massa, angin kencang yang disertai hujan deras itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, 1 orang, akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Kebanyakan atap rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang Puting Beliung.

“Alhamdulillah untuk perbaikan atap rumah warga sudah ditanggung Pemerintah. Naah, bantuan dari Lazismu ini semakin membuat warga desa menjadi senang dan gembira. Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu” kata Istigfar. (Adit/AbMa).

Karena Bekerja dengan Cinta, Mbah Umar Tetap Mengayuh Becak di Usia 78 Tahun

Lazismu Kota Surabaya berkunjung ke rumah kontrakan Mbah Umar, lansia 78 tahun yang tinggal di Jalan Randu Barat 2 /1 Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran Surabaya, Jawa Timur (26/1/2019).

Kedatangan Amil Lazismu di rumah kontrakan Mbah Umar untuk menyalurkan bantuan berupa program Lazismu Aksi Peduli Duafa (LAPD) yang masih dalam tema One Day one Recipient, Satu Hari Satu Penerima Manfaat.

“Tiba pukul 07.00 WIB, namun amil tak berjumpa Mbah Umar, karena sudah berangkat bekerja mengayuh becak untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup baik untuk Mbah Umar maupun isterinya,” kata Ketua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko.

Di rumah kontrakan tersebut Mbah Umar hidup bersama istri dan kedua cucunya. Isterinya bernama Mbah Srini (67) sudah 2 tahun sakit stroke dan hanya bisa berbaring di kamar,” kata Sunarko.

Menurutnya, akibat stroke tersebut Mbah Srini sudah tidak bisa bicara. Tapi bisa mendengar dan faham apa yang diucapkan oleh orang yang berada di sampingnya. Anak-anak dari Mbah Srini sudah berkeluarga, setelah tiap tahun berpindah-pindah kontrak akhirnya mulai Desember 2019 Mbah Umar dan Mbah Srini kini menumpang di rumah kontrakan cucunya yang bernama kholis (27) di Jalan Randu Barat tersebut.

Dalam sehari Mbah Umar mendapatkan penghasilan Rp 10 ribu – Rp 30 ribu dari mengayuh becaknya. Beruntung kedua cucu Mbah Umar, Kholis dan Amilia sangat perhatian kepada kakek dan neneknya.

Ketika didatangi di tempat mangkal becaknya, di depan Kantor Kelurahan Sidotopi Wetan, kemudian Amil Lazismu menyampaikan telah memberikan sembako dan diserahkan kepada istrinya. “Betapa senang dan bahagianya mendengar kabar tersebut,” tuturnya.

Mbah Umar menyampaikan terima kasih kepada Lazismu, semoga amal dan amanat dari para donatur diberkahi Allah, ujarnya. (snk/hb/na/www.lazismu.org)

Zakat Center, Visi Besar Dakwah Berkemajuan di Kota Onde-onde

Pusat adalah titik sentral. Dalam makna yang lain sebagai trendsetter yang menjadi perhatian atau tempat suatu objek yang menjadi fokus perhatian sekitarnya. Dalam alunan kehidupan sosial,lifestyle adalah bagian dari inovasi sosial apapun bentuknya. Termasuk dengan zakat sebagai gaya hidup sebagai bagian dari proses inovasi sosial.

Di Mojokerto, pada 20 Januari 2019, Lazismu meluncurkan pusat zakat (zakat center) dalam hal penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Berbagai pihak, seperti instansi pemerintahan, perbankan dan kalangan warga persyarikatan mengapresiasi kemunculan zakat center di kota Onde-onde tersebut.

Hal signifikan berdirinya gedung pusat zakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat islam itu sendiri yang menginginkan pembaruan lintas zaman sebagai upaya membumikan gerakan sadar zakat. Dewasa ini, zakat telah menjadi gaya hidup, setiap orang mulai gemar berdonasi. Gaya hidup berbagi begitu banyak diminati berbagai kalangan masyarakat sebagai kebutuhan dan ketenangan jiwa.

Selama ini, masjid dan musala hanya terpaku pada soal ibadah dan ritual. Maka boleh saja jika dianalogikan pusat zakat menjadi solusi untuk mengokohkan kembali tiang penyangga sebagaimana dijelaskan dalam ajaran Islam.

Hal itu terungkap dari Ketua BP Lazismu Sragen, Ikhwan saat menyampaikan materi zakat. “Zakat kedudukannya sama dengan salat, bila tidak dilaksanakan salah satunya, maka gugur ke-Islamannya,” terangnya.

Aktivitas penghimpunan dan pendayagunaan zakat adalah hubungan timbal-balik antara muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima manfaat zakat). Jika tidak ada salah satunya, maka tidak ada peristiwa memberi dan menerima.

Muzaki memerlukan mustahik dalam rangka membersihkan hartanya agar tetap tumbuh dan berkembang tanpa mengambil hak orang lain. Ikhwan menilai pun bagi mustahik memerlukan muzaki karena pada dasarnya harta yang dimiliki seseorang itu ada hak orang lain yang membutuhkannya.

Demikian dibeberkan Ketua BP Lazismu Kabupaten Mojokerto, Khoirul Azmi Ridho dalam suatu tulisannya di Merdeka Post (22 Januari 2019). Dia berkeyakinan pada saatnya nanti zakat center akan menjadi sebuah tren positif masyarakat yang memiliki fungsi tidak hanya edukatif, namun juga fungsi rekreatif untuk terus belajar tentang zakat.

Dahulu KH. Ahmad Dahlan telah mewariskan kisah konsep sekolah meja-bangku-nya, atau pun cita-cita Kiyai Sudja’ dengan rumah yatimnya yang dipandang sebelah mata. Konsep dan cita-cita itu hingga saat ini menjadi intisari dari sebuah usaha memajukan peradaban lewat dakwah yang berkemajuan.

Kini zakat center mestinya menjadi pusat aktivitas zakat yang tidak hanya memiliki giat fungsional, tapi juga membawa misi agar zakat menjadi populer dan menjadi gaya hidup zaman milenial. Sehingga pada masanya nanti zakat akan menjadi solusi jitu dari masalah ekonomi, yakni kesenjangan antara yang papa dan agniya dalam jumlah kepemilikan harta. (merdekapost).

Salurkan Beasiswa Kepada 137 Siswa dan 6 Mahasiswa di Kota Surabaya

AHAD, 20 Januari 2019 bertempat di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Wuni no. 9 Surabaya Lazismu kota Surabaya kembali merealisasikan pentasyarufan bagi dhuafa berupa Bantuan 2 unit rombong, 1 unit mesin jahit, 5 unit kursi roda, Bantuan Operasional TPQ pada 25 TPQ binaan Lazismu dan pemberian Bea Siswa Pendidikan melalui program Ayo Sekolah, Rek!. Total seluruh dana yang ditasyarufkan pagi ini sebesar Rp. 52.589.000,- (Lima puluh dua juta lima ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah).

Pentasyarufan khusus bea siswa hari ini adalah beasiswa untuk periode Oktober, Nopember dan Desember 2018 dimana secara rinci Bea Siswa SD sebanyak 69 siswa, SMP 37 siswa, SMA 31 siswa dan S1 sebanyak 6 orang. Total keseluruhan 137 Siswa dan 6 Mahasiswa.

Alhamdulillah, Lazismu Kota Surabaya ditahun 2019 ini bisa menaikan anggaran pada 143 (SD s. d S1). Jika sebelumnya SD Rp. 50.000/bulan, SMP Rp.70.000/bulan, SMA Rp. 100.000 dan S1 Rp. 250.000. Pada tahun 2019 Lazismu Kota Surabaya bisa menaikkan pada masing penerima beasiswa @ Rp. 50.000. Sehingga besar beasiswa tahun 2019 SD Rp. 75.000/bln, SMP Rp. 100.000/bln, SMA Rp. 150.000/bln dan S1 menjadi Rp. 300.000/bulan.

Lazismu Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa Bumi di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura

Lazismu Jawa Timur menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp 100.000.000 untuk warga penyintas (korban) terdampak gempa di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Rabu (16/1/19).

Penyerahan bantuan untuk penyintas gempa dengan magnitudo 6,4 skala richter yang mengguncang wilayah timur laut Situbondo itu dilakukan oleh Ketua Lazismu Jatim dr Zainul Muslimin di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumenep.

Bantuan senilai Rp 100 juta secara simbolis diterima oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sapudi Gayam Budiyanto.

“Alhamdulillah, hari ini Lazismu bisa menyalurkan bantuan Rp 100 juta untuk penyintas gempa di Pulau Sapudi,” katanya ketika dihubungi PWMU.CO melalui sambungan telepon seluler puksul 16.00 WIB.

Zainul menyebutkan, selain bantuan berupa uang tunai senilai Rp 100 juta, Lazismu juga menyalurkan bantuan berupa KornetMu.

“Semoga bantuan ini membantu meringankan beban para korban terdampak gempa Situbondo, utamanya keluarga korban meninggal akibat gempa Situbondo tersebut,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang wilayah timur laut Situbondo, Kamis (11/10/2018) dini hari. Gempa yang berpusat di laut itu berdampak cukup luas di deerah Situbondo, Madura, dan sekitarnya. Bahkan, gempa terasa hingga ke Bali.

Gempa juga mengakibatkan beberapa bangunan rumah di Pulau Sapudi rusak parah. Bahkan, sampai merenggut korban jiwa. Dilaporkan, sebanyak tiga orang meninggal dunia di Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Gayam, Sumenep akibat tertimpa reruntuhan rumah. (Aan / pwmu.co)

Salurkan Bantuan Modal Usaha Mikro di Kota Probolinggo

Lazismu wilayah Jawa Timur dan ‘Aisyiyah bersinergi dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa di kota Probolinggo. Program pemberdayaan itu diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan modal usaha mikro dan alat usaha kepada 7 orang warga fakir miskin yang menjadi binaan ‘Aisyiyah dan Lazismu di kota itu.

Penyerahan bantuan itu dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Tabligh Akbar peresmian gedung Walida Convention Hall ‘Aisyiyah kota Probolinggo, ahad, 13 Januari 2019. Paket bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Dr. Hidayatullah mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Aditio Yudono dari Lazismu Jatim itu berupa paket usaha mikro senilai Rp. 2,5 juta per orang yang diwujudkan dalam bentuk alat usaha dan modal kerja. Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang bertindak sebagai pembicara utama dalam Tausiyah Tabligh Akbar itu.

Sinergi antara Lazismu dan ‘Aisyiyah kota Probolinggo itu sebelumnya telah diawali dengan kegiatan survei bersama di masing-masing kediaman calon penerima bantuan usaha untuk memastikan ketepatan sasaran dan jenis usaha yang akan dijalankan oleh penerima manfaat. Dalam hal ini Lazismu kota Probolinggo yang diketuai oleh Benny Prasetiya, M. PdI akan mendampingi jalannya usaha masing-masing penerima bantuan, sedangkan ‘Aisyiyah melakukan bimbingan keagamaan. Sementara itu Lazismu Jawa Timur memfasilitasi penerima manfaat dengan bantuan modal kerja.

Penerima bantuan tersebut 4 orang diantaranya berniat membuka usaha yaitu, berjualan sembako, warung makan, kedai juice buah dan aneka gorengan. Sedangkan 3 orang lagi bermaksud memperbesar usahanya, yaitu penjahit, kedai makan dan warung kopi. Ketujuh orang yang kesemuanya adalah wanita dalam berbagai latar belakang itu memang kondisi hidupnya fakir-miskin dan perlu mendapatkan bantuan. Salah satunya berupa modal kerja. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan, Lazismu kota Probolinggo telah memberinya bantuan sembako. (Adit).

Mengantar Pulang Mbak Ririn ke Jember untuk Memulai Kehidupan Barunya

Sejarah mencatat tanggal 21 Desember 2012 Lokalisasi Dupak Bangunsari Surabaya Resmi ditutup. Sebelum ditutup lokalisasi Dupak Bangunsari mengalami masa jaya menjadi lokalisasi terbesar kedua setelah Muangthai, sekitar tahun 70-an, 80-an dan awal 90-an. Saat itu ada ribuan Wanita harapan dan ratusan wisma pelacuran.

Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kota Surabaya, Sunarko, M.Si menyatakan, “Penutupan tidak hanya dilakukan oleh pemkot Surabaya, ada dukungan beberapa ormas maupun LSM. Salah satunya adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan Surabaya, memiliki peran besar dalam proses itu”, tukasnya

“Saat Penutupan Pemkot memberikan kompensasi kepada Wanita harapan Rp 5 juta dan untuk mucikari diberi Rp 10 juta. Ada beberapa yang pulang atau pindah ketempat lain,ada sebagian yang beraleh profesi,” ujar Sunarko.

“Mbak Ririn yang umur 49 tahun mengaku berasal dari Jember tetap bertahan dengan menekuni usaha warung nya dibawah binaan Aisyiyah dan PCM Krembangan. Awal usaha warung nasi yang berada di Jl Lasem sangat ramai dan banyak order. Namun lambat laun usahanya agak sepi dan mulai sakit-sakitan.

“Mencoba pindah tempat usaha ke Jl. Rembang tetap sepi bahkan penyakit punggung dan kaki yang dirasakan semakin parah. Mendengar kabar Mbak Ririn penyakitnya semakin parah Bapak Sutikno, S.Sos Ketua PCM Krembangan menghubungi Lazismu PDM kota Surabaya. Setelah membaca hasil outreach Sunarko S.Ag M.Si ketua Lazismu Surabaya mengintruksikan untuk segera memenuhi yang diperlukan oleh pasien,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu keinginan terbesar adalah pulang ke desanya, walau pernah ditolak oleh warga kepulanganya. Kendala pertama tidak segera bisa diantar pulang kerena masih ada sangkutan hutang dengan rentenir dan tetanggaya sebesar Rp. 6.000.00. (Enam juta rupiah)

“Setelah hutang-hutang bisa diselesaikan oleh Lazismu Surabaya dan PCM Krembangan. Sabtu (13/1) pukul 09.30 wib Mobil Ambulan Lazismu Kota Surabaya mengantar Mbak Ririn Menuju Kampung halamannya, di dampingi Ibu Siti Aminah yang selama ini menemani dan Bp Anwar tetangganya. Pukul 12.45 tibalah di RT 4 RW 3 .Wonosari, Mangli Kecamatan Kaliwates,” ucapnya.

Masih kata dia, Kendala datang ketika tim Lazismu betanya di mana rumah kerabat nya Mbak Ririn (Yang tertidur) Tidak ada yang kenal dengan mbak Ririn karena ternyata bernama asli Juma’ati.

“Bermacam-macam sikap ketika menyambut kedatangannya, ada yang menangis, ada yang biasa, bahkan ada yang mencibir juga,” katanya.

Menurut Bapak Seneri mantan RT setempat Mbak Ririn dulu pernah menikah tetapi Suaminya dan anaknya meninggal.

“Karena faktor ekonomilah sekitar tahun 1990 merantau ke Surabaya, dan langsung terjun ke dunia malam yang penting baginya segera mendapatkan uang. Hasil dari kerja malamnya sempat bisa membeli rumah sederhana.

“Ketika belum penutupan Lokalisasi Dupak Bangunsari sebenarnya sering pulang dengan berganti ganti pria. Semenjak Ibunya yang seorang janda menikah lagi dan tinggal bersama suaminya kehidupan Mbak Ririn semakin tidak terkontrol Itu yang membuat sebagian warga enggan menerima kedatangannya,” ujar dia.

“Salah satu warga yang tidak mau difoto dan disebut namanya menuturkan, sebenarnya jengkel juga sejak penutupan pernah pulang sekali. Dan ketika kembali ke Surabaya pinjam uang dengan alasan Karaoke nya sedang sepi. Setelah terjadi musyawarah dengan tetangga dan kerabatnya semua bisa menerima kehadiran Mbak Juma’ati ditengah tengah mereka,” tambahnya.

Ketika Tim Lazismu Surabaya berpamitan, ada isak tangis dari bibirnya sambil mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah yang selama ini telah membina dan memberi modal usaha juga kepada Lazismu Surabaya yang telah berkenan mengantar sampai desa asalnya dan menyelesaikan hutang-hutangnya.

“Terima kasih Kepada semua Donatur Yang telah menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS)nya melalui Lazismu Surabaya,” ucap Mbak Ririn atau Juma’ati itu sambil menangis. (CW/Habibie/Klikmu.co)

Sejuta Doa dan Asa Orang Tua Arini, Bayi Mungil Yang Terlahir dengan Wajah Kurang Normal

Anak adalah karunia Allah SWT yang diamanatkan kepada orang tua. Ia bagaikan permata agar dirawat, dibesarkan dan dididik dengan penuh kasih sayang guna melanjutkan regenerasi umat manusia di muka bumi ini.

Betapa bahagianya ayah bunda, terlebih sang ibunda, ketika menyambut buah hatinya lahir di dunia. Seperti itulah yang dirasakan oleh pasangan suami istri Mardani dan Fatimah Suyanti di Magetan. Keduanya larut dalam kebahagiaan dan kegembiraan tatkala Arini, putri mereka hadir di tengah-tengah keluarga.

Subhanallah, Allah SWT memberikan kehendak lain bagi Arini. Ia terlahir dengan bentuk wajah yang berbeda dengan bayi normal lainnya.

Arini Dyah Mulyani yang lahir pada tanggal 1 Desember 2018, tinggal di Jl. Salak RT/RW 09/02 Desa Ulun Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Lokasi rumahnya dekat SDN 3 Gulun, Mbalong.

Arini terlahir kurang normal pada bagian wajah sehingga wajahnya tidak terbentuk sebagaimana mestinya, bahkan hidungnya juga berada di bagian atas dekat mata kiri yang juga tampak kurang normal.

Orang-tuanya hanya bisa sabar dan tawakal serta tak lupa berdoa dan berharap bahwa Arini kelak bisa dioperasi wajahnya agar dapat terbentuk dengan normal. Namun karena semua terkendala karena ketiadaan biaya maka harapan mereka hanyalah tinggal harapan.

Melihat hal itu Lazismu kabupaten Magetan segera melakukan asessment dan penyantunan awal, sembari mempersiapkan diri untuk kegiatan pendampingan selanjutnya.

Oleh karena itu Lazismu mengetuk hati para donatur dan masyarakat luas agar dapat memberikan donasi bagi penanganan wajah Arini demi kebaikan hidupnya di masa depan. (Adit/Ykb).

Rekening dompet peduli :

INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 22 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Magetan
BMI 76640 2 22 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Magetan

Ambulan Lazismu Kembali Bersetafet Mengantar Bu Sri Pulang dari Solo ke Jember Setelah 25 Tahun Merantau

Sri Astuti (45 tahun) adalah seorang wanita pekerja asongan dan pemulung di Solo (Surakarta), Jawa Tengah. Ia berasal dari Jember, Jawa Timur dan datang merantau ke kota Solo 25 tahun yang lalu. Bu Sri, begitu orang memanggilnya, hidup sebatang kara dengan pekerjaan yang keras namun penghasilan pas-pasan, bahkan kekurangan.

Selama itu bu Sri menjalani kehidupannya yang keras dan tinggal di rumah kos pada gang sempit perkampungan di suatu kawasan di Solo. Pekerjaan sebagai pedagang asongan ditambah memulung barang bekas ia lakoni guna menyambung hidup. Maklum dengan pendidikan yang rendah (SD) ia tidak bisa memilih pekerjaan selain menjadi asongan dan pemulung.

Mungkin karena kelelahan yang teramat sangat ia jatuh sakit. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas. Dokter memvonis bu Sri berpenyakit liver dan disarankan opname di Rumah Sakit. Namun karena kesulitan biaya, jaminan kesehatan pun tidak terakses, teman-teman komunitas asongan dan pemulung menyarankan bu Sri istirahat di rumah kos saja.

Karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah bu Sri sadar bahwa ia tidak mungkin meneruskan pekerjaannya dan hidup sebatang kara. Apalagi biaya hidup juga tidak punya, hingga suatu saat ia berkeinginan untuk pulang ke tanah kelahirannya, di Jember, Jawa Timur.

Teman-teman komunitasnya, terutama Abdul Aziz asal Jombang dan Mukhlisin asal Nganjuk mencarikan jalan buat bu Sri pulang kampung, karena ia tidak kuat jika naik kendaraan umum. Pilihannya adalah dengan mobil Ambulan agar bu Sri bisa tiduran sepanjang perjalanan.

Lilik Yoni Purwito, seorang tukang parkir, teman bu Sri juga, sering melihat ambulan Lazismu wira-wiri mengantar pasien ataupun jenazah. Pak Lilik berinsiatif untuk datang ke kantor Lazismu Solo. Setelah berkomunikasi kesana-kemari menanyakan alamat, bertemulah pak Lilik dengan Reynal Falah, Manager Lazismu kota Solo.

Pak Lilik menceritakan keadaan Bu Sri Astuti dan meminta tolong agar Lazismu untuk bisa mengantar bu Sri ke Jember. Gayung pun bersambut, Lazismu bersedia membantu pemulangan bu Sri ke kampung halaman dengan layanan Ambulan secara gratis (free).

Setelah dilakukan berbagai persiapan, akhirnya pada hari rabu petang (pk. 18.00 WIB), tanggal 9 Januari 2019, bu Sri memulai perjalanan panjang pulang kampung menggunakan Ambulan Lazismu dari Solo ke Jember. Jarak yang ditempuh sepanjang 450 km, lintas provinsi Jateng – Jatim. Selain sopir Ambulan, bu Sri didampingi teman-teman komunitasnya yang juga berasal dari Jawa Timur, Abdul Aziz dan Mukhlisin.

Sementara sirine ambulan meraung-raung di jalan tol trans Jawa (Solo – Pasuruan), koordinasi dilakukan antara Lazismu Solo dengan Lazismu perwakilan Jawa Timur. Melalui jalur koordinasi jaringan Ambulan Lazismu se-Jawa Timur, bu Sri dan teman-temannya dipastikan akan transit di kota Pasuruan untuk berehat sejenak. Setelah itu ia akan berpindah (estafet) ke mobil Ambulan Lazismu kota Pasuruan guna meneruskan perjalanan ke Jember.

Pukul 23.30 WIB mobil ambulan Lazismu Solo sampai di kantor Lazismu kota Pasuruan dan bu Sri langsung pindah kendaraan. Ia diterima oleh Agus Salim, Manager Lazismu kota Pasuruan. Setelah beristirahat sebentar, tepat pukul 24.00 WIB Ambulan Lazismu kota Pasuruan segera melesat membawa bu Sri menuju ke Jember.

Menjelang Subuh (10/01/2019) Ambulan memasuki kabupaten Jember. Persoalan muncul ketika Ambulan sampai di desa Ledokombo. Bu Sri Astuti lupa dimana lokasi rumahnya. Maklum 25 tahun meninggalkan kampung, tentu kondisi sudah banyak berubah. Selain itu selama 25 tahun bu Sri sudah putus kontak dengan sanak keluargnya.

Agus Salim yang turut mengantar memutuskan untuk mendatangi kantor Polisi (Polsek) Ledokombo guna menanyakan alamat dan lokasi rumah keluarga bu Sri Astuti. Rohmadi, petugas Polsek bersedia membantu, lalu segera mengantarkan rombongan ke kantor kecamatan Ledokombo. Sandi Hermawan staf kantor Kecamatan Ledokombo dengan sabar membantu menanyai dan menguatkan ingatan bu Sri terkait nama-nama keluarganya yang bisa dia ingat.

Setelah mengingat-ingat, bu Sri menyebutkan sebuah nama, Tuminem, keluarga dekatnya. Langsung saja rombongan bergegas menuju rumah nama dimaksud, dengan dibantu oleh petugas Polsek dan staf kantor Kecamatan menuju rumah Bu Tuminem.

Alhamdulillah, sampai jugalah bu Sri Astuti ke rumah keluargnya. Bertemulah kedua wanita itu, Sri Astuti dengan Tuminem dengan tangis dan pelukan yang erat. Bu Tuminem kaget dan tidak menyangka bu Sri pulang kembali setelah 25 tahun tidak ada kabar berita. Sambil sesenggukan menahan tangis, keduanya larut dalam cerita suka dan duka.

Setelah semuanya tuntas, Ambulan Lazismu segera pamit meninggalkan tumah bu Tuminem. Kedua teman bu Sri yang mendampinginya selama perjalanan pun juga berpamitan untuk kembali ke daerah asalnya.

Alhamdulillah, bahagianya bisa menebar manfaat bagi sesama. Sekecil apapun langkah kita menggembirakan dan membahagiakan orang lain akan menjadi prasasti bagi kemuliaan hidup kita kelak. Oleh karena itu bersama Lazismu mari kita gembirakan dan bahagiakan orang yang sedang dalam kesusahan dan penderitaan. Mari beraksi bersama untuk sesama, bersinergi kita kuat, “Memberi Untuk Negeri”. (Adit)

Kepedulian dari Filantropis Cilik SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro untuk Bencana di Selat Sunda

Semangat kepedulian yang begitu tinggi lagi-lagi di tunjukkan oleh Siswa-Siswi SD MUDA Bojonegoro, kali ini diperuntukan untuk Saudara-saudara kita yang terdampak Tsunami Selat Sunda, (09/01/2019).

Dalam penggalangan Donasi Sosial ini terkumpul dana sebesar Rp. 13.456.500,-. Barokallah semoga bermanfaat bagi korban yang terdampak Tsunami Selat Sunda.

Lazismu mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Keluarga besar SD MUHAMMADIYAH DUA Bojonegoro yang telah berkenan berdonasi melalui Lazismu. Semoga Allah membalas amal jariyah dengan balasan yang setimpal dan senantiasa diberikan perlindungan Allah SWT.

Lazismu Bojonegoro telah membuka Donasi Peduli Tsunami Selat Sunda. Dengan memberikan Infaq dan Sedekah melalui rekening kemanusiaan Lazismu atau bisa diantar ke kantor Lazismu Bojonegoro jl. Teuku Umar No. 48 Komplek Masjid At Taqwa Bojonegoro.

#LazismuMemberiUntukNegeri
#AksiBersamaUntukSesama

Rekening kemanusiaan Lazismu Bojonegoro

KEMANUSIAAN BSM 99398 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegoro
BMI 76650 3 13 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Bojonegoro

Giatkan Gemar Bersedekah kepada Para Filantropis Cilik Melalui Kencleng Infaq di Ponorogo

Pendistribusian Kencleng Filantropi terus dilanjutkan ke wilayah timur Kabupaten Ponorogo. Selasa, 8 Januari 2018, Lazismu hadir ke Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Subulul Huda, Desa Klepu, Kecamatan Sooko. Kepala Madrasah, bu Lina, telah mengkonfirmasi kesiapan sehari sebelumnya, mengenai rencana pendistribusian kaleng (kencleng) Filantropi di sekolah yang dipimpinnya.

Suasana bersahabat dan antusiasme yang tinggi tampak saat kedatangan Tim Lazismu Ponorogo. Sebelum pembagian kencleng, para relawan Lazismu mengajak siswa-siswi MIM bermain game, yang dilanjutkan dengan cerita tentang keteladanan.

Relawan Lazismu bercerita tentang teladan dari uswah kita semua, Rasulullah Muhammad SAW, bak mata air yang tak pernah kering. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa di dalam kalam Allah (Al-Qur’an), perintah Sholat selalu diikuti dengan perintah zakat.

Begitu pentingnya zakat ini untuk kemajuan Umat Islam, sampai-sampai Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq sepeninggal Rasulullah SAW, memerintahkan untuk memerangi mereka, yang tak mau membayar zakat. Zakat disini bukan hanya zakat fitri seperti umumnya masyarakat pahami, namun zakat Mal, zakat dari harta benda kita yang telah mencapai nishof WAJIB hukumnya dikeluarkan zakatnya.

Kencleng yang dibagikan oleh Lazismu ini adalah sebagai bentuk fasilitas yang disediakan untuk belajar berderma sejak dini. Melalui program ini, tiap peserta didik bisa menyalurkan infaqnya sesuai dengan kemampuan, tak ada batasan nominal untuk mengisinya. Nantinya hasil dari penghimpunan dana ini oleh Lazismu Ponorogo akan disalurkan dalam bidang pendidikan berupa beasiswa dan bantuan mulai dari tingkat TK hingga SD/MI sederajat.

Rangkaian acara diakhiri dengan pembagian kaleng (kencleng) kepada seluruh siswa, kemudian ditutup dengan do’a. Seluruh siswa keluar dari ruangan untuk mengambil air wudhu dan sholat berjama’ah.

Sebelum Lazismu undur diri, melalui pengamatan yang terbatas, dari beberapa peserta didik yang ada, tampak diantara mereka ada yang mengenakan pakaian lusuh. Saat berdiskusi dengan bu Lina selaku Kepala Madrasah, beliau menyampaikan bahwa memang diantara mereka, ada siswa yatim yang pantas untuk mendapatkan santunan. Hal ini tentu akan menjadi tugas selanjutnya bagi team Lazismu Ponorogo. (Zul)