Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » News (page 68)

Category Archives: News

Selamat dan Sukses Sidang Tanwir Muhammadiyah 2017 di Ambon

Muhammadiyah menyelenggarakan sidang Tanwir pada tanggal 24-26 Februari di kota Ambon. Tanwir merupakan permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar Muhammadiyah. Pada pembukaan yang akan diselenggarakan pada Jumat (24/2) akan dibuka oleh Presiden RI, dan didampingi Menteri-Menteri Kabinet Kerja. Selain itu, tanwir tersebut juga dihadiri seluruh Pimpinan Wilayah, Perwaklian Daerah, Organisasi otonom Muhammadiyah, dan juga para peserta lainnya.

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, Jokowi secara khusus akan memaparkan mengenai konsep kebijakan ekonomi berkeadilan sosial. “Ini tentunya satu pemikiran yang sangat menarik, kami sudah tiga kali ketemu Presiden,dan beliau concern sekali untuk konsep ekonomi berkeadilan sosial ini,” terang Haedar, Kamis (23/2) dalam acara Press Conference yang digelar di Gedung Islamic Center Ambon.

Tema yang diangkat Muhammadiyah pada Tanwir kali ini yaitu “Kedaulatan dan Keadilan Sosial  Mewujudkan Indonesia Berkemajuan”. “Tema yang kita angkat memang bertemali erat dengan apa yang selama ini juga menjadi pemikiran Pak Presiden RI,” jelas Haedar.

Dipilihnya tema tersebut, lanjut Haedar, karena masalah terkait kedaultan dan keadilan sosial  di Indonesia saat ini merupakan sebuah permasalahan yang sangat fundamental. “Kedaulatan dan keadilan sosial penting ditegakan, sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa kita,” jelas Haedar.

Indonesia yang sangat luas ini termasuk kepulauan Maluku yang dikenal dengan kepulauan seribu pulau itu juga mengandung potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. “ Tetapi jujur, kini Indonesia, khususnya di Maluku masih berhadapan dengan kesenjangan sosial,” kata Haedar.

Melalui Tanwir Muhammadiyah di Ambon ini, Haedar berkeyakinan akan menghasilkan sebuah pemikiran dan juga gagasan yang dapat ditransformasikan dalam tegaknya kedaulatan dan keadilan sosial di Indonesia.

Sementara itu, untuk Penutupan Tanwir sendiri rencananya akan ditutup oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. “Merupakan satu momentum yang sangat penting bagi kita semua baik Muhammadiyah maupun seluruh keluarga besar warga Maluku bahwa kehadiran Presiden dan Wakil Presiden ke Ambon tidak hanya demi Muhammadiyah, melainkan ada harapan besar untuk perubahan di tubuh bangsa ini,” tutup Haedar. (adam/www.muhammadiyah.or.id)

Dari Lazismu, Kebanggaan Muhammadiyah, Untuk Indonesia Yang Berkemajuan

BERAWAL dari sebuah mimpi, Klinik Apung Said Tuhuleley akhirnya benar-benar jadi. Lazismu bersama seluruh muzaki, dermawan, donatur hari ini memulai mimpi besar dengan sebuah langkah kecil dengan mengirimkan Klinik Apung Said Tuhuleley ke Pelabuhan Ambon untuk misi kemanusiaan yang tak pernah berhenti. Inilah semangat PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem)… Inilah persembahan Muhammadiyah bagi Indonesia Yang Berkemajuan..

Berikan Beasiswa ke Kampung Sasaran Misionaris

Pendidikan adalah hak seluruh warga negara dan menjadi tanggung jawab negara untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa. Namun demikian menjadi tugas kita bersama selaku warga negara untuk turut berpartisipasi dalam upaya pencerdasan bangsa itu mempersiapkan generasi Muslim yang berkemajuan.

Di kota Surabaya untuk pendidikan dasar (SD-SMP), Pemerintah kota telah menggratiskan SPPnya. Namun untuk biaya-biaya lainnya, mulai dari seragam, buku, alat tulis, kegiatan ekskul dan lain-lain masih menjadi tanggungan orang tua. Bagi orangtua kalangan bawah hal itu tentu menjadi problem tersendiri.

Berangkat dari itu Lazismu Daerah Surabaya sejak awal beroperasi di tahun 2007 sudah melaksanakan program peduli pendidikan, berupa pemberian beasiswa ‘Ayo Belajar Rek1’ kepada anak-anak Muslim dari keluarga kurang mampu di tingkat SD, SMP dan SMA serta Perguruan Tinggi. Selama itu sudah sekitar 1.000 anak penerima beasiswa Lazismu Surabaya dengan besar dana yang diberikan bervariasi tergantung jenjangnya.

Salah satu komunitas penerima beasiswa adalah anak-anak warga di kampung Kedinding, Surabaya Utara, yang merupakan salah satu kelompok pembinaan dan pendampingan Lazismu. Sebanyak 8 anak SD menerima beasiswa dari Lazismu Surabaya.

Kampung ini merupakan sasaran para misionaris (dari beragam sekte) yang gigih mengajak warga berpindah agama atau paling tidak menggoyahkan keimanan dan keyakinan. Walau dekat dengan pondok pesantren, para misionaris tak segan dan tak kenal menyerah masuk ke rumah-rumah warga di kawasan ini yang kebanyakan dalam kategori fakir-miskin guna menawarkan bantuan dalam berbagai bentuk.

Jika tak diantisipiasi maka sedikit demi sedikit warga akan goyah aqidahnya karena faktor ekonomi. Oleh karena itu Lazismu bersama dengan salah satu komunitas pembina warga di bawah ibu Khusnul mengadakan berbagai kegiatan pembinaan, muali dari mengaji, pembinaan usaha mikro, pinjaman modal bergulir tanpa jasa, santunan dhuafa hingga pemberian beasiswa.

Pengajian dilaksanakan seminggu sekali di rumah ibu Khusnul dan sebulan sekali mereka diajak ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya untuk pembinaan usahanya. Dengan demikian proses penggerogotan aqidah oleh para misionaris sedikit demi sedikit dapat dibendung. (Adit).

 

UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA LAZISMU dari anak-anak warga Kedinding yang menerima Beasiswa.

Syamsun Aly MA. : “Pemahaman Tentang Zakat Harus Ditingkatkan”

Syamsun Aly, M.A, Guru, Muballigh dan Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya…”.

Puji bersyukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadhirat Allah yang Maha Pemurah, karena Ijin Lazismu sebagai Lembaga Zakat Nasional dikukuhkan kembali, tepat di penghujung tahun 2016. Semoga dengan ijin dan strukur baru itu Lazismu kian maju dan berkembang pesat, guna menyuport program pemberdayaan masyarakat mendampingi kaum dhu’afa’ serta menanggulangi yang terkena musibah.

Karena itu, diharapkan Dewan Pengurus beserta Pelaksana Lazismu bisa lebih giat lagi untuk mengembangkan lembaga satu-satunya milik Muhammadiyah, yang diberi ijin menghimpun dana zakat ummat ke arah yang lebih prospektif dan berkemajuan. Sehingga menjadi lembaga keuangan ummat yang kuat dan patut dibanggakan. Langkahnya bisa dimulai dari :

  1. Memilih dan menetapkan Sumber Daya Insani bagian Pelaksana (operasional) yang amanah, kompeten, berpenampilan menarik serta memiliki loyalitas tinggi dalam mengembangkan Lazismu.
  2. Sering melakukan sosialisasi Lazismu, dengan mengadakan santunan di tengah-tengah masyarakat, baik bersifat konsumtif maupun produktif dalam momentum yang strategis, sehingga masyarakat mengenal, menyintai lalu mempercayai Lazismu.
  3. Istiqomah dalam berdakwah untuk merubah pola pikir masyarakat dari sebagai donatur menjadi muzakki Lazismu, sebab kalau donasi boleh dibayar sekedarnya, tapi kalau zakat ada hitungan dan besaran yang harus dibayar.

PENGEMBANGAN LAZISMU DESA & KOTA.

Dalam memberdayakan Lazismu, salah satu faktor yang paling penting adalah unsur keyakinan (akidah). Karena faktor inilah yang memotivasi sekaligus menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu, walau berat sekalipun. Contohnya semangat bela Islam di Jakarta 411 dan 212 tahun 2016 lalu, segenap ummat Islam rela menyumbangkan harta benda serta tenaga dan waktu yang tak terhingga. Ada yang mengeluarkan dana ratusan juta untuk akomudasi, konsumsi, kesehatan da ada juga yang rela jalan kaki ratusan km dari Ciamis menuju Tugu Monas Jakarta, untuk membela keyakinan Islam yang dilecehkan.

Demikian halnya dengan membayar zakat, kalau keyakinan umat Islam itu penting dan harus ditunaikan, maka membayar zakat secara rutin dengan kadar dan besaran yang telah ditentukan, tentu akan dilaksanakan dengan senang dan penuh keikhlasan,

Di Kabupaten Kendal Jawa Tengah misalnya, karena kesadaran mengeluarkan zakat pertanian itu diyakini wajib dibayar dan lembaga yang dipercaya adalah Lazismu, maka setiap panen Lazismu Kendal menerima setoran zakat para petani dengan jumlah yang sangat signifikan (tutur Ustadz H. Muslim). Sehingga pemasukan zakat Lazismu Kendal di atas rata-rata perolehan lazismu di seluruh Indonesia, meskipun keberadaannya di Kabupaten kecil..

Bagaimana dengan Lazismu yang ada di perkotaan…? Tentu akan terus ketinggalan jika pola pikir dan keyakinan masyarakat kota cukup dengan menjadi donatur yang jumlahnya rata-rata kisaran @10 hingga 20 ribuan, sementara penghasilan di kota umumnya lebih rutin, setabil dan besar jika dibanding penghasilan petani di desa.

Agar seimbang dan memenuhi asas keadilan maka pemahaman terhadap ayat al-Quran Surat al-Baqarah ayat 267 di atas, harus dibetulkan. Artinya perintah memabayar ZAKAT PROFESI itu lebih dahulu sebelum perintah membayar ZAKAT HASIL PERTANIAN, dan dibayar setiap habis gajian (bulanan) atau usai panen. Coba perhatikan nashnya berikut ini : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya…”.

Jika lafadh perintah Infaq dari hasil bumi (pertanian) pada ayat di atas dihukumkan wajib (zakat), maka perintah pada lafadh sebelumnya (pekerjaan) harusnya dihukumkan wajib juga (zakat). Jadi Lazismu desa diberdayakan oleh ZAKAT HASIL PERTANIAN, sedang Lazismu kota diberdayakan oleh ZAKAT PROFESI / PEKERJAAN. Sementara yang pekerjaannya nelayan atau lainnya, ya setiap habis panen atau dibayarkan setiap bulan, karena kebutuhan fakir / miskin paling lama itu setiap bulan. dan Lazismu siap mengambilnya.

Yang lebih utama lagi, urusan zakat gak harus terpaku pada nishab atau haul saja, tetapi lebih didasarkan pada pembuktian keimanan dan rasa syukur hamba terhadap nikmat Allah, karena itu merupakan salah satu ciri hamba yang bertaqwa. Sebagaimana penegasan Allah SWT: Orang taqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS.2/Al Baqarah: 3).

Dengan membiasakan membayar zakat profesi, pertanian, peternakan serta lainnya, harta manusia tidak akan berkurang, sebaliknya akan bertambah. (simak Q.S. al-Baqarah : 261, Q.S. Ibrahim : 7 dan Q.S. Ar Ruum : 39).

Syamsun Aly, M.A, Guru, Muballigh dan Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur.

Ekspedisi Klinik Apung : “Menerjang Ombak Melaksanakan Amanah”

Setelah diperkenalkan kepada media dan publik, Klinik Apung Said Tuhuleley Sabtu pagi ini (18/2) bertolak dari Pelabuhan Cilincing menuju Ambon. Kapal jenis yach berbobot 8 ton itu dinakhodai Ta’o bin Ahmad dengan membawa 10 awak dari Lazismu, MPM dan wartawan sejumlah media massa.

Sebelum merapat di Pelabuhan Ambon, Klinik Apung Said Tuhuleley akan singgah di Tayu, Pati, Jateng, kemudian Mataran, NTB, lalu Selayar, Sulsel dan Buru, Maluku. Diperkirakan, kapal tiba di tujuan akhir pada hari Kamis pagi (23/2). Klinik Apung Said Tuhuleley akan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada hari Jumat (24/2).

Klinik Apung Said Tuhuleley dibangun dengan bahan dasar fiberglass dengan dimensi panjang 15,5 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter. Dengan dukungan mesin berkekuatan 3 x 250 Cc, kapal bisa melaju hingga kecepatan 35 knot. Dalam joy ship kemarin, mesin telah menunjukkan kinerja yang baik dengan kecepatan hingga 28 knot.

Lazismu mengucapkan selamat bertugas untuk seluruh kru Klinik Apung Sahid Tuhuleley. Selamat mengemban amanah para donatur dan muzzaki yang mempercayakan penyaluran zakat, infak da sedekahnya melalui Lazismu dalam program layanan kesehatan masyarakat kepulauan di Maluku dan Papua.

 

Setelah Pati Lanjut ke Lombok

Setelah semalam bersandar di pelabuhan Banyu Towo, Pati, Klinik Apung Said Tuhuleley melanjutkan perjalannya. Persinggahan selanjutnya adalah Lombok Timur.

Cuaca hari ini cukup cerah, posisi bulan tepat di atas kepala kami. “Alhamdulillah baik, cerah, angin barat cukup bisa membantu perjalanan, hanya saja nanti agak ekstrem sedikit di selat lombok selat dan selat Bali,” jelas Yursran salah satu awak kapal.

Ia melanjutkan, demi keselamatan agar semua tetap tenang dalam perjalanan. Tidak lupa dirinya juga mengingatkan agar selalu berdoa sebelum memulai perjalanan.

Sementara Syahrul Amsari, salah satu tim ekspedisi berharap perjalanan hari ini dapat dilalui dengan aman. “Semoga aman, kita bisa sampai di Lombok Timur dengan selamat dan bisa melanjutkan perjalanan berikutnya hingga sampai Ambon,” terangnya yang baru pertama kali bepergian dengan kapal laut ini.

Kami lepas dari pelabuhan Banyu Towo Pati pukul 05:45, Bila lancar, pukul 5 sore waktu Lombok kami sudah mulai bersandar. (raipan)

 

Milntas Jembatan Suramdu

Sekitar pukul 9:45 Klinik Apung Said Tuhuleley telah melewati jembatan Suramadu (Surabaya – Madura). Alhamdulillah kondisi laut cukup tenang, cuaca cerah, dan matahari dengan senang hati menerangi perjalanan panjang ini.

Selanjutnya, kami akan menuju Lombok Timur, melalui dua selat yakni Selat Bali dan Selat Lombok. Jarak tempuh dari Suramadu menuju Lombok diperkirakan sekitar 176 mil, seperti disampaikan Syafii Latuconsina salah satu tim Ekpedisi yang mendapat indormasi dari Kapten Kapal, Tao bin Ahmad.

“Untuk mencapai Selat Bali dan Lombok kita harus menempuh jarak sekitar 176 mil, nah dengan kecepatan kapal 28 knot, kita akan sampai di Lombok Timur sekitar pukul 18.00 Waktu Indonesia Tengah (WIT),” papar konsultan ahli bidang pertanian MPM PP Muhammadiyah ini.

Syafii menambahkan, nantinya tim akan beristirahat di Lombok Timur selama satu malam dan akan kembali bergerak melanjutkan perjalanan esok hari, Senin (20/2), untuk menuju persinggahan berikutnya yakni Selayar, Sulawesi Selatan. “Mengingat kondisi semakin siang, diperkirakan ombak akan cukup besar karena perjalanan melewati dua selat. Mungkin gelombangnya agak sedikit terasa nanti,” ungkapnya.

Meski begitu, Syafii tentu juga kami, berharap kondisi perjalanan tetap tenang dan bersahabat. Harapannya untuk jarak tempuh yang sisa ini, kita berdoa dan berharap semoga lautnya tetap tenang seperti yang kita rasakan saat ini. (raipan)

 

Melintasi Selat Bali

SUNGGUH membanggakan. Kapal Apung Said Tuhuleley sore ini melintasi Selat Bali dalam perjalanan dari Cilincing, Jakarta Utara, menuju Ambon, Maluku. Sebelum matahari terbenam, kapal yach berbahan fiber glass seberat 8 ton itu diperkirakan merapat di Pelabuhan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setelah beristirahat semalam di Mataram, kru Klinik Apung Said Tuhuleley dari Lazismu akan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Selayar di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, kapal akan meneruskan ekspedisi menuju Pelabuhan Raha, Pelabuhan Buru dan Pelabuhan Ambon.

Perjalanan Klinik Apung Said Tuhuleley hari kedua relatif lancar. Ombak laut normal, bahkan cenderung tenang. Berbeda dengan situasi hari pertama Sabtu lalu yang mencapai 3,5 meter di perairan Cirebon. Meski demikian, perjalanan kapal menuju persinggahan pertama di Pelabuhan Tayu, Pati, Jawa Tengah, hanya mengalami keterlambatan beberapa menit dari rencana.

Selamat datang di Nusa Tenggara Barat. Selamat melanjutkan perjalanan menuju Ambon. (by JTO)

 

Memasuki Etape Berbahaya.

 

Langit masih gelap. Sembilan orang tim Lazismu yang mengawal ekspedisi Klinik Apung Said Tuhuleley sudah berkemas-kemas. Selepas subuh, mereka akan bertolak dari Pelabuhan Teluk Nare, Lombok Utara, menuju Pelabuhan Selayar, Sulawesi Selatan.

Inilah perjalanan hari ketiga mereka. Bila tidak ada halangan cuaca, menjelang magrib, kapal yacht berbobot 8 ton dengan mesin tempel berkekuatan 3 x 250 cc itu akan merapat di Pelabuhan Selayar.

Perjalanan hari ketiga ini merupakan etape yang berbahaya. Sebab, jalur Teluk Nare – Selayar dikenal kurang ramah. Anginnya kencang, ombaknya juga besar. Apalagi untuk kapal sekecil Klinik Apung Said Tuhuleley.

Tanggal 20 februari 2017 tim klinik Apung Said Tuhuleley kembali melanjutkan perjalanan menuju selayar dari pelabuhan teluk nara (lombok Utara) pada pukul 05.05 WITA.

”Mohon doa semuanya, agar Klinik Apung Said Tuhuleley berhasil melintasi jalur ini dengan selamat dan tidak menemui kendala yang berarti,” kata Syafi’i Latuconsina yang memimpin perjalanan.

Perjalanan masih panjang. Tiba di Selayar berarti sudah separo jalan. Masih perlu dua hari lagi untuk mencapai Pelabuhan Ambon. Rabu, 23 Februari, Klinik Apung Said Tuhuleley harus tiba di tujuan akhir.

Lazismu akan memperkenalkan klinik Apung Said Tuheleley kepada seluruh peserta Tanwir Muhammadiyah yang akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 24 Februari. Selanjutnya, klinik akan melayani kesehatan masyarakat di kepulauan Maluku dan Papua sepanjang usianya. (JTO).

 

Tiba di Selayar.

Tim kapal Said Tuhuleley tiba di kepulauan Selayar Sulawesi Selatan pukul 16.30 wita dan di sambut oleh PDM Kabupaten Kepulauan Selayar

Perjalanan hari ke 3 tepatnya pada tanggal 20 feb 2017 tim klinik kapal apung said tuhuleley berangkat menuju kepulauan selayar yang akan memakan waktu tempuh lebih kurang 12 jam.

Sebelum berangkat ada satu hal yang kami khawatirkan yakni gelombang yang di kabarkan bisa mencapai 6 meter maka sebelum kapal berjalan kami pun berdoa agar semuanya baik2 saja sesuai dengan rencana dengan selalu mengharap Ridho dan Pertolongan dari sang Maha Kuasa.

Tak lama kami berjalan beberapa awak kapal dan tim mulai merasa kelelahan “karena memang kami sedikit sekali istirahat”. Kami pun tertidur hingga terbangun ternyata kami telah memasuki perairan yang dari awal kami khawatirkan gelombang tinggi tersebut.

Namun kami tertegub heran dan syukur yang mendalam berkat doa dari seluruh ummat persyarikatan ternyata laut yang sebelumnya kami khawatirkan telah berubah menjadi tenang seakan itu sebuah danau tanpa gelombang.

Kami berfikir inilah RidhoNya inilah kuasaNya rasa bahagia melihat kondisi ini membuat kami semakin yakin akan perjalanan dakwah ini.

Tak hanya itu kondisi cuaca juga sangat bersahabat, matahari seakan memberikan energi baru buat kami, sungguh Kuasa Allah amat sangat kami rasakan sepanjang perjalanan.

Ada suasana yang kembali membuat kami takjub sepanjang perjalanan kami selalu melihat awan putih yang bertuliskan lafaz Allah hal ini sepintas kami fikir adalah sebuah fenomena alam tapi anehnya tak hanya sekali hampir setiap awan membentuk tulisan Allah. Pak syafii salah seorang crew yang pertama kali melihat fenomena alam ini. Mungkin ini salah satu tanda KuasaNya.

Kemudian perjalanan kami pun di biasa dengan keindahan alamiah seperti burung elang laut yang sibuk mencari makan bahkan sekawanan lumba-lumba juga menjadi bagian dalam menyemangati perjalanan kami seakan lumba-lumba tersebut layaknya chilider yang bersorak memberikan semangat buat kami dalam mengarungi lautan ini.

Tepat pukul 16.45 Wita kami pun sampai di pelabuhan Benteng selayar. Sesampainya disana PDM kab. Selayar telah menunggu kedatangan kapal apung said tuhuleley dengan gembira. Sambutan hangat membuat hati gembira.

 

Menuju Raha

Hari ke empat perjalanan kapal Klinik Apung Said Tuhuleley tanggal 21 februari 2017 dari pelabuhan Benteng Selayar (Sulsel) menuju Raha (Sulteng).

Tiba di Raha disambut oleh Ibu-ibu ‘Aisyiyah.

Tiba di Ambon

Setelah berlayar selama 5 hari dari Jakarta menuju Ambon, Klinik Apung Said Tuhuleley, pada Rabu sore (22/2/2017) akhirnya berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso, Islamic Center Maluku. Perjalanan ini lebih cepat satu hari dari jadwal yang diperkirakan sebelumnya.

Semua crew bersyukur atas kuasa-Nya, bahwa perjalanan kapal bisa melewati masa sulit. Dan kita telah tiba di Ambon dengan selamat dan lancar, kata Syafii Latuconsina.

Perjalanan melelahkan ini memakan waktu sekitar 120 jam perjalanan, dengan jarak tempuh sejauh 1800 mil dan menelan bahan bakar hampir 10.300 liter. Di kesempatan yang sama, Syahrul Amsari, Divisi Pengembangan Program Lazismu, yang ikut dalam misi bahari itu mengatakan, bersama dengan crew kapal ini, mengucapkan syukur telah tiba di Ambon dengan selamat.

tiba-ambon

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah dan seluruh donatur atas kepercayaannya dan mendoakan perjalanan kami selama ini,” ucapnya.

Klinik Apung Said Tuhuleley sendiri, pada Jum’at nanti akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Islamic Center Ambon, Maluku. Kapal ini seperti diberitakan sebelumnya akan memfasilitasi masyarakat di kepulauan Maluku dalam layanan kesehatan khususnya di kawasan 3 T yaitu terdepan, terluar dan tertinggal. (rep).

 

Lebih Cepat Sehari Dari Jadwal.

Akhirnya setelah melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan, Klinik Apung Said Tuhuleley berhasil berlabuh di Ambon, Maluku, tepatnya di pelabuhan Yos Sudarso, Islamic Center Maluku.

“Alhamdulillah perjalanan kita ini ternyata lebih cepat satu hari dari jadwal, kita syukuri itu semua ini terjadi karena rahmat Allah itu yang pasti. Sehingga dalam perjalanan kita itu tidak ada gelombang yang cukup berarti dan kita sampai disini dengan selamat, lancar dan yang pasti ternyata lebih cepat dari yang ditentukan” ungkap Syafii Latuconsina yang memimpin perjalanan.

Kapal yang akan difungsikan sebagai pelayan kesehatan di Ambon dan Papua ini telah menempuh waktu Lima hari, atau kurang lebih 120 jam perjalanan, dengan jarak 1800 mil dan menghabiskan hampir 10.300 liter bahan bakar.

Sementara itu Syahrul Amsari, Staff Lazismu yang ikut dalam ekspedisi ini mengatakan bersyukur kapal akhirnya dapat tiba di Ambon dengan selamat. “Terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah yang telah mendoakan perjalanan kami sehingga tidak ada halangan dalam perjalanan selama lima hari mengarungi lautan” ungkapnya.

Klinik Apung Said Tuhuleley ini sendiri pada Jumat (24/2), akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah yang dilaksanakan di Islamic Center Ambon Maluku. (raipan)

SELAMAT BERTUGAS DI KEPULAUAN MALUKUDAN SEKITARNYA SEMOGA BERMANFAAT BAGI SESAMA..

Atap Rumah Warga Terbang, Lazismu Bantu Benah Rumah

Hujan deras disertai dengan angin kencang telah membuat atap beberapa rumah warga di Sukolilo Kenjeran Surabaya rusak berat dan berterbangan. Keadan itu diperparah dengan beberapa peralatan nelayan milik warga tersapu angin yang kencang.

Oleh karena itu pada hari Sabtu, tanggal 18 Pebruari 2017 pukul 10.00 Wib  Lazismu Kota Surabaya menyerahkan bantuan untuk  warga RW 2 Sukolilo Baru Kenjeran, yang terkena musibah angin kencang. Bantuan diberikan itu untuk keperluan perbaikan atap (genting dan atap) yang rusak yang diserahkan oleh Sunarko, Ketua Lazismu Surabaya kepada bapak Suhartono dan ibu Mutmainah.

Lazismu juga membantu dana untuk pembelian bambu yang digunakan sebagai alat penjemuran ikan dan bantuan untuk bapak Tohari yang kejatuhan asbes saat terjadi bencana. Semoga manfaat.

   

 

Sumbangan genteng dari ibu Delilah, Wiyung, Surabaya untuk warga Sukolilo Pantai Kenjeran yang atap rumahnya rusak.

Ajak Mengaji Karyawati Bank

Lazismu kabupaten Malang melaksanakan kegiatan dakwah bagi karyawan/karyawati dan komunitas jamaah donatur. Kegiatan itu berupa kelas mengaji bagi karyawati muslimah sebuah Bank swasta yang ditempatkan di mushola bank BCA setempat, yaitu di jl. Basuki Rahmat, kab. Malang.

Kegiatan itu diadakan rutin setiap hari Sabtu pagi mulai pukul 7-9 pagi di bawah bimbingan ustadzah Khusnul dan ustadzah Aulia. Tidak hanya belajar mengaji dan membaca al-Qur’an saja, namun para karyawati juga bimbingan rohani dan keIslaman.

Wapres RI Sangat Tertarik Dengan Klinik Apung

KLINIK Apung Said Tuhuleley mendadak jadi magnet. Program inisiatif PP Muhammadiyah yang dilaksanakan Lazismu itu menarik simpati berbagai pihak.

Saat “joy ship” alias ujicoba berlayar tengah berlangsung di dermaga Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Jumat petang, datang pemberitahuan bahwa HM Jusuf Kalla selaku pribadi berinfak sebesar Rp 1 miliar. Kabar tersebut disampaikan Hajriyanto Y Thohari, Ketua PP Muhammadiyah.

Infak dari Wakil Presiden tersebut mengindikasikan program klinik apung merupakan program yang bermanfaat. Sebagai informasi, klinik apung merupakan terobosan PP Muhammadiyah untuk membantu pemerintah dalam menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi di kepulauan Maluku dan Papua yang masih tinggi.

Klinik apung yang diberi nama tokoh Muhammadiyah asal Maluku itu akan beroperasi mulai 24 Februari 2014 setelah diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon.

Untuk mengejar waktu peresmian, Klinik Apung Said Tuhuleley akan mulai berlayar dari pelabuhan Cilincing Sabtu subuh tanggal 18 Februari. Dalam perjalanan menuju Ambon, klinik apung yang dibangun dengan basis kapal yacht berbobot 8 ton itu akan singgah di Pati, Mataram, Selayar dan Buru.

Rencana singgah di Jepara dan Pasuruan terpaksa dibatalkan karena waktu yang tidak memungkinkan. Klinik Apung Said Tuhuleley seharusnya sudah meninggalkan Jakarta 15 Februari lalu. Namun karena cuaca ekstrim dan ombak mencapai 7 meter, kapal tidak bisa memperoleh izin berlayar.

Hajriyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa Klinik Apung Sahid Tuhuleley bukanlah kapal kemanusiaan satu-satunya. Sebab, berdasarkan beberapa kajian, wilayah kepulauan Indonesia Timur membutuhkan setidaknya 13 unit kapal serupa. Kelak, kapal tidak hanya untuk memberi layanan kesehatan tetapi juga membawa guru yang akan mengajar keliling dari pulau ke pulau. (JTo)

Bantuan Untuk Korban Puting Beliung di Sidoarjo

Angin Puting Beliung yang bertiup melanda di desa Terung Kulon, Krian Sidoarjo, pada hari kamis 16 Februari 2017 sore, mengakibatkan banyak atap rumah penduduk beterbangan. Beberapa rumah non permanen juga ambruk rata dengan tanah.

Tim MDMC dan Lazismu di Sidoarjo segera bergerak ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Setelah tim melakukan asesmen ke warga desa Terung Kulon, maka jum’at pagi 17 Februari 2017 sebanyak 300 nasi bungkus Gerakan Berbagi Nasi Sarapan Jum’at Pagi diserahkan untuk warga korban angin puting beliung di desa Terung Kulon, Krian, Sidoarjo.

Bantuan di poll di Posko Puting Beliung sebelum dibagikan dan diserahkan langsung oleh Anang MZ, Ketua Lazismu Sidoarjo.

Klinik Apung ‘Said Tuhuleley’ Siap Berlayar dan Bertugas ke Ambon, Maluku

BERPACU DENGAN WAKTU..! HUJAN deras mengguyur sejak menjelang tengah malam. Areal galangan kapal Young Marine di Cilincing pun tergenang. Meski bukan banjir, kondisi itu cukup merepotkan.

Dini hari tadi, seluruh karyawan Young Marine tengah menyiapkan pemindahan Klinik Apung Said Tuhuleley dari galangan menuju pantai yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Empat kru dokumentasi video Lazismu berada di antara mereka untuk mengabadikan detik-detik pemindahan kapal hingga diceburkan ke laut.

Video ini akan diperlihatkan kepada Presiden RI saat peresmian Klinik Apung Said Tuhuleley di arena Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku, 24 Fwbruari 2017.

Sebagaimana rencana awal PP. Muhammadiyah, dalam rangka melayani kaum dhuafa, Muhammadiyah membangun Klinik Apung yang diberi nama “Said Tuhuleley”. Klinik apung ini dibangun di atas sebuah kapal pesiar yang berukuran 3,5 meter x 15 meter. Klinik ini akan memberi pelayanan kesehatan kepada kaum miskin di wilayah kepulauan Maluku hingga Papua secara periodik.

Pembangunan klinik apung “Said Tuhuleley” itu dilakukan di sebuah galangan kapal di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp. 2 miliar. Biaya tersebut hanya meliputi konstruksi kapal, belum termasuk peralatan dan medisnya. Sumber dana diperoleh dari masyarakat yang menyalurkan donasinya melalui Lazismu. (JTo/Lazismu Pusat)

 

KLINIK APUNG JADI “ANAK ANGKAT” NOMOR 81

Mengelola sebuah kapal ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Banyak yang mengira mengurus kapal itu seperti mengurus mobil saja.

Ternyata tidak sesederhana itu. Aspek risiko terhadap kapal dan penumpang kapal jauh lebih tinggi ketimbang angkutan darat. Karena itu, Klinik Apung Said Tuhuleley harus dimanajemeni secara teknik oleh orang yang ahli.

Beruntung, ada Pak Ken Narotama yang secara sukarela menyediakan diri untuk membantu mengelola. Klinik Apung Said Tuhuleley akan dijadikan “anak angkat” Pak Ken sehingga perawatan dan perbaikannya terjamin sepanjang usianya.

Siapa Pak Ken? Sebenarnya dia terlalu muda dipanggil “Pak”. Usianya baru 40 tahun. Penampilannya masih seperti anak muda. Pak Ken adalah komisaris PT Samudera Indonesia, salah satu operator pelayaran nasional yang terbesar.

PT Samudera Indonesi didirikan seorang pengusaha pribumi, Soedarpo Sastrosatomo yang dijuluki raja kapal Indonesia. Pak Ken merupakan cucu Pak Soedarpo.

Samudera Indonesia mengoperasikan kapal sebanyak 80 buah di seluruh Indonesia. Dengan status “anak angkat”, Klinik Apung Said Tuheley akan menjadi armada ke-81.

“Klinik Apung Said Tuhuleley bisa menggunakan semua fasilitas, jaringan kantor pelanan dan karyawan PT Samudera Indonesia di seluruh Nusantara untuk membantu semua kesulitan tekniknya,” kata Pak Ken ketika berkunjung ke kantor pusat Lazismu, Kamis pagi kemarin.

Perhatian Pak Ken kepada Lazismu bukan baru sekali ini. Sejak memimpin perusahaan distribusi gas di Jawa Timur, Pak Ken juga telah menyalurkan donasi perusahaan melalui Lazismu. Meski Pak Ken sudah tidak memimpin lagi, kegiatan donasi perusahan tersebut masih berjalan. Tahun ini, genap 8 tahun perusahaan tersebut menyalurkan dana sosialnya melalui Lazismu. Awalnya hanya terbang ratus juta rupiah. Sejak tiga tahu terakhir sudah berbilang miliar rupiah.

Alhamdulillah. Selalu ada jalan untuk niat baik.

(JTo)

Terus bantu Warga Disabilitas di Surabaya

LAZISMU Kota Surabaya pada hari Rabu, tanggal 15 Pebruari 2017 jam 09.30 melalui program Sahabat Disabilitas berupa Tebar 1000 Kursi Roda telah menyerahkan bantuan Kursi Roda kpd mbah SHOLIKIN (Lansia 60 thn), yang beralamat di sebuah kampung di Jl. Gubeng Airlangga 2/29 Surabaya.

Mbah SHOLIKIN sudah lama lumpuh akibat sakit stoke. Sehari-hari mbah SHOLIKIN hanya duduk termangu di rumah kecilnya. Namun dengan bantuan kursi roda dari Lazismu, kini mbah SHOLIKIN bisa bergerak kemana saja.

Semoga bermanfaat.

Pendampingan 33 Kepala Keluarga Desa Terpencil di Sidoarjo

Butuh perjalanan 1 jam menggunakan perahu untuk menunju Desa Pucu’an, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Desa Pucuan diampit sungai dan tambak, sejauh mata memandang terlihat air.

Sepanjang perjalanan menuju desa pucuan burung pencari ikan juga tampak berterbangan di pinggir sungai. Tidak hanya itu, di sepanjang pinggir sungai terlihat nelayan yang sedang mencari kepiting, belut. Mereka menambatkan perahunya di pohon di pinggir sungai.

Menyusuri sungai yang kecil memanjang dan dipenuhi pepohan mangrove bak menembus belantara hutan mini. Melihat ujung sungai, tampak seperti sudut lancit yang mengecil. Tak pelak, perjalanan air ini memberikan kesan tersendiri. Percik air yang terdengar dari kanan dan kiri ketek seolah memberikan musik yang indah. Kumpulan enceng gondok yang lalu-lalang tak pernah habis-habisnya.

Sebetulnya selain transportasi perahu bisa menggunakan sepeda motor. Tapi, harus melalui jalan di sekitar tambak yang licin dan sempit. Karena itu, tak banyak warga yang berani. Sebab, sudah banyak yang pulang basah kuyup akibat tercebur.

Meski letaknya dekat dengan jantung kota Sidoarjo, namun kondisinya yang sulit ditempuh transportasi sehingga menjadi desa terisolir.

Desa Pucuan salah satu desa terpencil di kota Sidoarjo, yang di huni 33 KK, dengan mata pencaharian nelayan dan buruh tambak. Rumah penduduk Pucuan tergolong sangat sederhana. Rata-rata ukuran rumahnya 7 x 5 meter. Desa binaan Lazismu ini, Alhamdulillah 6 bulan yang lalu telah menikmati aliran listrik dengan daya 1300 watt dari PLN. Dengan TDL (Tarif Dasar Listrik) non subsidi. Warga desa Pucuan sebetulnya sebagai penerima subsidi listrik 900 VA. Dengan bantuan team Lazismu, warga pucuan mendapat pendampingan untuk memperoleh listrik bersubsidi.

Dengan pendampingan team Lazismu formulir pengaduan kepesertaan subsidi listrik dari 33 KK desa Pucuan sudah diajukan ke pihak pemerintah, semoga segera diproses agar segera menikmati subsidi listrik, sehingga tidak semakin memberatkan ekonomi warga Pucuan yang berpenghasilan pas pas an sebagai nelayan dan buruh tambak. (yekti pitoyo)