Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 1 November 2020
Breaking News
You are here: Home » Filantropi (page 5)

Category Archives: Filantropi

KB/TK ABA Paiton Membangun Jiwa Filantropi Melalui Santunan Yatim dan Duafa

Bertempat di Masjid Nawawi Pondokkelor Paiton, Peserta didik KB/TK ABA Paiton membagikan 65 paket bingkisan untuk anak yatim dan duafa. Kegiatan santunan tersebut dilaksanakan pada 10 Muharram 1440 H/ 20 September 2018 M.

Kegiatan santunan yatim dan duafa tersebut, selain dihadiri warga sekolah dan warga penerima santunan juga dihadiri Kaur Kesra yang sekaligus Ketua Ta’mir Masjid Nawawi, Ustadz Nasiruddin, SAg.

Kepala KB/TK ABA Paiton, Yetty Nofarina, SPd. mengatakan,”Kegiatan santunan ini dilaksanakan tiap Muharram sebagai wujud pembelajaran atau pelatihan jiwa filantropi pada anak didik KB/TK ABA Paiton.”

Dalam sambutan dan tausiyahnya, Ustadz Nasiruddin, SAg mengatakan agar kita selalu bersyukur pada Allah SWT. Perlu diingat juga, hanya anak-anak yang memiliki kepedulian saja yang bisa diharapkan mampu membawa negeri ini pada perubahan yang lebih baik.

Dengan gembira, para penerima santunan menerima paketan bingkisan dari KB/TK ABA Paiton. Mereka berterima kasih sambil berdoa agar kelak anak-anak menjadi orang yang sukses semua. (Rd)

Gelora Filantropi Cendekia Kid School Madiun Sumbang Korban Gempa Bumi di Lombok Melalui Lazismu

Aksi bersama untuk sesama terutama kepada saudara-saudara kita yang sedang menderita di tanah air terus digelorakan oleh Lazismu ke berbagai kalangan. Salah satunya adalah dengan menggerakkan kalangan dunia pendidikan untuk peduli kepada korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Cendekia Kid School di kota Madiun memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap korban bencana di Lombok. Mereka sangat antusias dalam membantu para korban bencana dengan mengumpulkan bantuan dari hasil sisa uang jajannya untuk disumbangkan. Maka pada tanggal 21 Agustus 2018, anak-anak yang masih sangat polos dan memiliki rasa empati itu segera mengumpulkan sumbangan dana. Mereka juga menyumbang terhadap para korban bencana yang sedang mengalami kesulitan itu dengan berbagai kebutuhan pokok.

Cendekia Kid School (CKS) yang beralamat di Jl. Setia Budi No 35 Kota Madiun itu menerapkan kepada anak-anak didiknya untuk selalu peduli terhadap lingkungan maupun terhadap orang yang sedang membutuhkan. Agar nantinya bisa menjadi pribadi yang unggul dan tidak sombong dengan apa yang dimiliki saat ini.

“Memang kegiatan semacam ini sudah sangat sering sekali dilaksanakan, karena untuk menanamkan kepada anak – anak usia dini agar peka terhadap lingkungan dan juga orang-orang yang sedang terkena bencana. Kegiatan ini dikemas dengan menyenangkan agar anak-anak dapat belajar dengan baik, salah satunya di berikan kotak sumbangan lalu di suruh bawa pulang untuk mengalang dana di rumahnya, ada yang menyodorkannya ke keluarga saat kumpul bersama sambil melihat tv. Kegiatan ini memang kami berikan sebagai edukasi ke anak usia dini untuk peka dan peduli terhadap lingkungannya. Dan dari hasil mengumpulkan uang itu disumbangkan ke lombok yang terkena bencana lewat lazismu kota madiun. Karena untuk menyalurkan bantuan hasil dari sumbangan anak-anak CKS tidak bisa dikirimkan langsung sendiri, sehingga disalurkan lewat lembaga Lazismu ini dan harapannya selalu bisa bekerjasama terus dengan Lazismu kota madiun ini” Kata Yuli Retno selaku kepala sekolah CKS.

“Lazismu kota Madiun selalu membuka posko bantuan bencana di Lombok, NTB. Bagi siapapun yang ingin mendonasikan bantuan untuk korban bencana Lazismu kota Madiun siap mengambil, Seperti yang dilakukan oleh anak-anak Cendekia Kid School ini, dan harapan saya nanti selalu bisa terjalin kerjasama dan dipercayai oleh masyarakat sebagai penyalur yang profesional” kata Wati selaku badan pelaksana Lazismu kota Madiun. (malikul)

Kencleng Sahabat Filantropi Cilik SD Muhammadiyah 2 Pendil Berhasil Wujudkan Impian Sekolah Memiliki Mobil Operasional

Bertempat di halaman Hall Lila Catering, mobil operasional sekolah diserahkan kepada Bapak Gazali, SPd. Mobil Granmax 1.3 yang dipesan oleh SD Muhammadiyah 2 Pendil melalui Ibu Lila diserahkan oleh Ibu Lila Umami, owner Lila Catering. Dalam penyerahan tersebut, beliau didampingi langsung Ahmad Ridho Pambudi, Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo.

Penyerahannya juga disaksikan oleh leasing dan dealer Daihatsu Motor juga beberapa guru SD Muhammadiyah 2 Pendil (15/08/18). Dalam penyerahan mobil tersebut, Ibu Lila memberi nasehat agar amanah ini dijaga baik-baik. Beliau berjanji akan terus membantu sekolah-sekolah Muhammadiyah bila bersemangat untuk maju dan bisa menjalankan amanah dengan baik.

Mobil operasional ini bisa direalisasikan berkat kerjasama yang indah antara Lila Catering, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo, Lazismu Kabupaten Probolinggo, dan seluruh keluarga SD Muhammadiyah 2 Pendil.

Kung Ridho, panggilan akrab Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan bahwa penjamin mobilnya adalah Bu Lila. Uang muka ditanggung bersama antara Ibu Lila dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo. Sedangkan cicilannya diambilkan dari program kencleng Sahabat Lazismu Kabupaten Probolinggo di SD Muhammadiyah 2 Pendil.

“Terima kasih Lazismu, terima kasih Bu Lila, terima kasih Bapak-bapak pengurus PDM Kabupaten Probolinggo, juga semuanya yang telah membantu terwujudnya mimoi memiliki mobil operasional SD Muhammadiyah 2 Pendil,” Kata Gazali, SPd, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Pendil saat menerima kunci mobil. (rdh).

 

Menjalin Silaturrahim dan Menggalang Filantropi di Kabupaten Probolinggo

Rakor Lazismu Kabupaten Probolinggo pada 12 Juli 18 lalu salah satunya memutuskan membuat program untuk bersilaturahim ke seluruh Jajaran Pengurus Lazismu Kabupaten Probolinggo mulai dari Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting, majelis-majelis juga Ortom-ortomnya. Selain ke pengurus, juga di agendakan ke warga dan simpatisan Muhammadiyah.

Silaturrahim ini bertujuan untuk membangkitkan semangat bermuhammadiyah sekaligus mensosialisasikan Lazismu orang per orang. Butuh waktu lama memang, tetapi diyakini akan memiliki dampak yang luar biasa.

3 hari sudah Lazismu Kabupaten Probolinggo bersilaturahim ke jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah. Ternyata, banyak warga Muhammadiyah yang sangat butuh untuk disilaturrahhiimi.

“Alhamdulillah, gubukku disambangi,” Kata Pak Yasin saat team Lazismu bersilaturahim ke rumah beliau di Krejengan.

Selain sosialisasi tentang Lazismu secara umum, Gerakan Waqaf Tunai untuk Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo pun disampaikan. Hasil besar bisa didapatkan.

“Saya yakin, apa yang diamanahkan pada Lazismu Kabupaten Probolinggo agar menjadi wasilah kemajuan Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo oleh Nadjib Hamid, M.Si saat peresmian kantor Lazismu Kabupaten Probolinggo akan dapat diwujudkan,” Kata Ahmad Ridho Pambudi, Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo yang biasa dipanggil Kung Ridho.

Dari silaturrahim ini, 6 hari, Gerakan Waqaf Tunai untuk Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 85.900.000,-. Masih jauh dari target 750 juta tetapi dengan pelan akan segera terpenuhi.

Kegiatan silaturrahim ini akan dilaksanakan rutin setiap hari Rabu dan Ahad. (Rdh)

Ibu Hindun Yang Selalu Semangat Dalam Berinfaq di Waktu Sempit dan Lapang

Siang itu di akhir bulan Ramadhan 1439 Hijriyah, rombongan Tim Lazismu berjumlah 5 orang, didampingi ibu Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) dan Majelis Kesejahteraan Sosial, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bangsal mendatangi rumah ibu Hindun yang berada di kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Tidak seperti biasanya, agenda Lazismu datang ke rumah ibu yang merupakan salah satu donatur setia Lazismu, adalah dalam rangka tasharuf. Pada kesempatan itu, Lazismu menyerahkan bingkisan dan kursi roda kepada ibu Hindun, yang mendapat musibah atau kesusahan yang mengakibatkannya tidak bisa berjalan.

Keseharian ibu Hindun tergolong sederhana, bahkan pra sejahtera. Namun ia punya kesungguhan dan senantiasa termotivasi untuk terus berinfaq di waktu lapang dan sempit. Kondisi yang dialaminya tidak menyurutkan semangatnya berinfaq meski penghasilannya pas-pasan.

Hingga pada suatu saat ia mengidap suatu penyakit pun tidak menghentikan kebiasaannya untuk terus berinfaq melalui Lazismu. Ibu Hindun selalu meyakini kebaikan akan pasti selalu berbuah kebaikan, sesuai janji Allah SWT, katanya.

Melalui momentum Kado Ramadhan Lazismu Kabupaten Mojokerto, musibah yang dialami oleh Ibu Hindun akhirnya tidak terasakan berat. Bahkan menjadi jauh lebih ringan dengan pemberian kursi roda dari Lazismu sehingga memudahkan beliau kembali beraktivitas seperti sedia kala. Ibu Hindun pun merasa terharu sekaligus gembira karena merasa diperhatikan oleh Lazismu. Senyumnya merekah walau di matanya tampak berlinang air mata sebagai tanda keharuan.

Sukisno selaku Ketua PCM Bangsal yang mendampingi tasharuf menyampaikan, “Tasharuf kursi roda kepada ibu Hindun menjadi bukti, bahwa dengan rajin beramal, salah satunya menjadi donatur setia Lazismu, selalu rajin beramal kapanpun, akan memberi kebaikan dunia dan akhirat. Bahkan akan menolong di dunia pun akhirat. Bukan soal siapa yang paling banyak bersedekah tapi seberapa tulus kita memberi. Ketahuilah saudaraku tak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat orang lain ikut merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang kita rasakan” kata Sukisno.

Tasharuf kursi roda ke Ibu Hindun sebagai wujud aksi bersama kepada sesama dari Lazismu. “Hari ini kita semua mendapat pelajaran besar tentang pentingnya beramal baik dan bersedekah diwaktu kapanpun. Pelajaran ibu Hindun yang rajin bersedekah melalui Lazismu, yang akhirnya kebaikan itu kembali kepada beliau lagi akan terus bermanfaat bagi beliau sendiri dan sesama lainnya dunia dan akhirat”, tutur Ridho, Ketua Lazismu Mojokerto pada saat tasharuf.

Semoga, semangat berinfaq Ibu Hindun ini selalu dapat menginspirasi dan menyadarkan kita semua bahwa sedekah takkan pernah membawa mudharat, justru kebaikan yang mengalir terus menerus. Untuk diri sendiri, maupun orang lain. Di dunia, hingga diakhirat. Sungguh hikmah luar biasa dari perstiwa ini, mengingatkan pada janji Allah berbunyi “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula” (QS. Ar Rahman : 60). (PRA).

Sosialisasi Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak di Bojonegoro

Tentunya perlu dipahamkan kepada masyarakat luas terutama ummat Islam, hubungan antara membayar zakat kepada LAZ dengan pajak kepada Negara sehingga tidak terjadi kesalahpahaman berkaitan dengan kedua pungutan resmi, sah dan legal tersebut. Idealnya saat ini sudah tidak ada lagi pertentangan antara zakat dengan pajak yang diwujudkan dalam relasi antara keduanya di bawah payung perturan perundang-undangan.

Oleh karena itu Lazismu Kabupaten Bojonegoro pada hari Ahad, 15 Juli 2018 menggelar acara Silaturrahim dan Koordinasi mengundang para pengusaha, PNS, Muzakki, donatur, Pimpinan Majelis Lembaga PDM, Pimpinan Ranting dan Cabang Muhammadiyah (PRM/PCM) se-Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Anshorul Hakim, Sekretaris Lazismu Bojonegoro, Lazismu merasa berkepentingan mengundang PRM dan PCM se-Kabupaten Bojonegoro karena mereka adalah ujung tombak dakwah Islam di tengah masyarakat. Sedangkan Lazismu perlu digerakkan hingga di tingkat bawah secara masif supaya gerak langkah dakwah sosial dan filantropi menjadi meluas.

Selain koordinasi kelembagaan Lazismu hingga ke tingkat Cabang, agenda utama pada acara tersebut adalah Sosialisasi Zakat Sebagai Pengurang Pajak. Dalam kegiatan tersebut Lazismu Bojonegoro menghadirkan pemateri dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Bojonegoro. Materi yang disampaikan adalah Zakat sebagai pengurang penghasilan bruto kena pajak.

Hakim menambahkan bahwa saat ini masih terjadi kekurang pahaman di masyarakat khususnya ummat Islam bahwa membayar zakat tidak ada hubungannya dengan pajak. Padahal pembayaran zakat kepada LAZ/BAZ dapat menjadi pengurang penghasilan bruto kena pajak yang dilaporkan atau disetorkan kepada Negara. Fasilitas semacam ini mestinya dapat digunakan oleh Wajib Pajak sekaligus Wajib Zakat, pungkas Anam. Dengan demikian terdapat manfaat ganda bahwa dengan membayar zakat juga dapat berpartisipasi kepada Negara sebagai wajib pajak. (Adit).

 

Isa “Bajaj – PPT” Marakkan Reuni Bernuansa Filantropi Bersama Lazismu Magetan

Sabtu, 7 Juli 2017 sinergi antara Lazismu Magetan dengan para alumni SMAN 1 Magetan tahun 2000 (smusa 2000) menggelar Bhakti Sosial berupa pemberian 125 School Kit untuk adik-adik pelajar dari kalangan dhuafa. Acara digelar di Kantor Desa Cileng, Kec. Poncol Kab. Magetan. Pada kesempatan itu hadir pula Isa Wahyu Prastantyo atau yang lebih di kenal dengan Isa “Bajaj”, artis sinetron Para Pencari Tuhan (PPT), yang juga sebagai Alumni Smusa tahun 2000.

Yakub, aktifis Lazismu Magetan menuturkan, bahwa pada acara itu tampak wajah-wajah lebih ceria lagi manakala adik-adik para penerima bantuan School kit itu mengetahui ada artis nasional yang hadir langsung pada acara itu, sehingga pada saat seremoni baksos usai, banyak dari mereka berebut berfoto bersama dengan Isa “Bajaj-PPT” untuk sekedar mengabadikan moment pertemuan yang berakhir bahagia itu.

Sinergi kegiatan ini bermula dari kegiatan reuni Smusa 2000 pada lebaran beberapa waktu yang lalu, yang mana dari beberapa alumninya menginginkan untuk mengadakan kegiatan sosial. Hal ini yang kemudian dijembatani lebih intens, antara alumni smusa 2000 dengan Lazismu Magetan yang sudah mempunyai modal data dhuafa yang ada di Kabupaten Magetan. Oleh karena niat baik itu haruslah segera direalisasikan. Maka dalam waktu 10 hari akhirnya kegiatan bersama ini pada akhirnya bisa terealisasikan dengan lancar.

Dalam tempo waktu 10 hari tersebut para Alumni Smusa 2000 kebagian untuk tugas fundrasing kepada para alumni smusa 2000, sedang Lazismu Magetan menyiapkan segala kebutuhan yang akan digunakan untuk baksos.

Menyiapkan sebuah event acara dalam waktu 10 hari bukannya tanpa kendala, pesanan tas sekolah misalnya, tas yang dibordir dengan logo SMAN 1 Magetan dan Lazismu harus siap pada hari H bagaimana pun caranya. Pun demikian juga dengan jumlah paket yang akan dibagikan, dari yang rencana semula hanya 50 paket berubah bertambah menjadi 75 hingga menjelang akhir penutupan fundrasing sudah mendapatkan dana untuk 118 hingga pada akhirnya ditutup menjadi 125 paket School Kit yang akan dibagikan.

Alhamdulillah acara dapat berjalan lancar. Para alumni Smusa merasa puas dan bahagia dapat melaksanakan reuni dengan berbagi bersama para dhuafa. Adik-adik yang menerima paket School Kita bantuan para alumni Smusa pun merasa gembira karena selain mendapat bingkisan mereka juga dapat bertemu dan berfoto dengan artis terkenal asal Magetan. (Ykb/Adit).

Jalin Kerjasama, Donasi Konsumen Alfmart Disalurkan Melalui LAZISMU

Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menyalurkan donasi melalui ritel, diwujudkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, yang menjalin kerjasama dengan lembaga amil zakat nasional, yakni Lazismu.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara kedua belah pihak melalui program DonasiKu, yang disaksikan jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta (4/7/2018).

Program layanan donasi ini berlaku di seluruh jaringan ritel Alfamart di Indonesia, selama periode 1 Juli sampai 30 September 2018. Setiap berdonasi, konsumen akan memeroleh struk belanja sebagai bukti transaksi.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, mengatakan, perusahaan berupaya menjangkau lebih luas lagi penerima bantuan dari program penggalangan donasi konsumen, salah satunya melalui kerjasama ini.

“Ini tahun pertama Alfamart bekerjasama dengan Lazismu. Kami berharap masyarakat bisa berpartisipasi, sekecil apapun bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan,” paparnya.

Hasil dari penghimpunan donasi tersebut, lanjut Solihin, rencananya akan dialokasikan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah, berisi alat tulis, seragam, dan tas sekolah (school kit), serta bantuan kemanusiaan lainnya bagi masyarakat yang memerlukan,” jelasnya.

Ketua Badan Pengurus azismu, Hilman Latief, menyatakan, donasi yang diperoleh dari konsumen Alfamart, akan disalurkan secara tepat sasaran. “Lazismu bertanggungjawab menyalurkan kepada penerima manfaat dengan transparan dan profesional,” tuturnya.

Menurutnya melalui kerjasama ini, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang duafa. Peran serta perusahaan ritel seperti Alfamart dalam menghimpun donasi masih sangat dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat melalui jaringan outletnya.

Kami berharap, sambung Hilman, spirit berbagi dan niat dari Alfamart, terutama masyarakat yang melakukan berdonasi juga memperoleh manfaat dari program DonasiKu, dan donasinya lebih berkah (na/lazismu).

Semangat Yang Terus Menyala Dari Filantropis Cilik di Gresik

Semangat berbagi di bulan Ramadhan kemarin tidak hanya zakat dan infaq dikalangan orang dewasa, anak-anak-pun ikut berbagi melalui program Filantropis Cilik. Tercatat Rp. 34.061.850,- terkumpul melalui celengan yang diisi tiap hari selama bulan ramadhan oleh 6 TK yang ada di wilayah gresik, yaitu TK ABA 07 Padangbandung Dukun, TK ABA 42 Gresik Bunder Asri Kebomas, TK ABA 36 Pondok Pongangan Indah,TK ABA 40 Pondok Permata Suci, dan TK ABA GKGA 34 Kedanyang.

Khusus SD yang ikut berpartisipasi ke Lazismu adalah SD Muhammadiyah Giri (Muri) Kebomas, siswanya menggalang dana berjualan baju dan sembako, di acara Bazaar Ramadhan sekolah(Jumat, 1/06/2018), yang hasil penjualannya disumbangkan kepada Lazismu.

Triwulandari Heppyani Kurniawati, S.Pd.I, S.Pd, selaku ketua Ikatan Guru TK ABA (IGABA) Kabupaten Gresik, mengungkapkan kebahagiaan bisa andil dalam program Lazismu ini.”Alhamdulillah, selaku ketua Ikatan Guru TK ABA (IGABA), saya mengucapkan terimakasih kepada Lazismu yang telah memfasilitasi celengan filantropis ini ke segenap lembaga ‘Aisyiyah se-Kabupaten Gresik, tidak hanya yang diperkotaan namun juga di kecamatan-kecamatan lainnya. Pembiasaan anak didik untuk melakukan infaq dan shadaqah sejak dini sangat bagus, kebermanfaatan tidak hanya untuk yatim piatu saja, namun juga kaum fakir, miskin dan juga contohnya orang yang sakit menahun tidak sembuh-sembuh. Kami selaku IGABA mendukung terus Lazismu Gresik,” ujar ibu yang akrab disampa Heppy ini.

“Pengambilan donasi ke sekolah-sekolah TK ini dilakukan bertahap tidak satu waktu, jadi ketika anak sudah hampir mendekati libur lebaran bulan Juni 2018 ini, pihak sekolah menghubungi kami untuk mengambil celengan. Alhamdulillah, kami juga berkesempatan menemui siswa-siswanya dan mereka antusias, bahkan ada yang sampai memindahkan celengan pribadinya ke celengan filantropis, dengan niat untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,”ujar Falaq Fazarudhin, S.P selaku koordinator program filantropis cilik.

Berikut data donasi filantropis yang masuk :
1. TK ABA 07 Padangbandung Rp. 400.000
2. SD MURI (keuntungan bazar murah + Infaq spontan) Rp. 3.285.000
3. TK ABA 42 GBA Rp. 4.252.500
4. TK ABA 36 PPI Rp. 9.293.800
5. TK ABA 40 PPS Rp. 12.110.600
6. TK ABA BP Wetan Rp. 3.421.450
8. TK ABA Kedanyang Rp. 1.298.500

“Terima kasih telah bersinergi dengan Lazismu, jazakumullah khairan katsiraan, terima kasih telah memberikan kebermanfaatan untuk umat,” ujar Minal Abidin selaku kepala kantor Lazismu Gresik. (Liesna).

Aisyah dan Putri dari Ngadiluwih Kediri Sisihkan Uang Jajan Untuk Bantu Adik-adik Kecil Yang Menderita di Palestina

Hari Senin siang, 11 Juni 2018, AISYAH NURSHAFA’A OKTIZAIN bersama dengan adiknya PUTRI SYAFIRA NUR IZA datang berkunjung ke kantor Layanan Lazismu di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Mereka berdua punya satu tujuan mulia, yakni mendonasikan uang yang ada di celengan untuk saudara-saudara sesama yang menderita di Palestina.

“Uang celengan kami hanya ada Rp. 300 ribu. Semoga bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kami di Palestina, terutama adik-adik kecil yang menderita disana” ungkap Aisyah polos.

Alasan Aisyah mendonasikan celengannya karena ia merasa kasihan dengan kondisi anak-anak yang ada di Palestina dimana orang tua mereka berjuang demi kebebasan dari penjajahan bangsa Israel. “Kasihan mereka sengsara karena kekejaman Israel” keluh Ais, panggilan akrab salah satu murid di SD MUTU (Muhammadiyah 1) Kediri itu.

Ais menjelaskan bahwa uang donasi sebesar 300.000 Rupiah itu merupakan hasil ia dan adiknya Putri Syafira Nur Iza menyisihkan uang jajan sehari-hari. “Alhamdulillah, kami masih bisa menyisihkan uang jajan kami. Kami merasa iba dengan kondisi teman-teman (anak-anak) di Palestina. Berita terkini itu saya dapat dari berbagai media” tutur Ais.

Semoga sikap mulia dan semangat filantropi cilik Ais menular dan berkembang pada teman-temannya khususnya di Ngadiluwih, Kabupaen Kediri. (elvi).

Melirik Bisnis Barang Bekas Rp 32 Triliun, Bersihkan Gudang Sekaligus Donasi

Bisnis barang bekas tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, perputaran dananya bisa membuat mata terbelalak: Rp 32 triliun setahun.


Siapa sangka volume jual beli barang bekas di Indonesia luar biasa besarnya. Data dari lembaga riset pemasaran menyebutkan, penjualan barang bekas melalui sebuah situs market place mencapai Rp 32 triliun per tahun.

Menurut riset kementerian perdagangan, volume transaksi jual beli online pada tahun 2016 mencapai Rp 130 triliun. Adapun enjualan tahun lalu sebesar Rp 160 triliun. Dengan volume senilai Rp 32 triliun, perdagangan barang bekas mencapai 20 persen dari total penjualan barang secara online. Luar biasa!

Barang bekas bernilai tinggi itu, antara lain, berasal dari kategori properti, otomotif, perabot rumah tangga, perhiasan, komputer dan elektronika. Pakaian bekas impor tidak termasuk dalam kelompok ini.

Besarnya volume perdagangan barang bekas, rupanya menginspirasi Pak Agung. Pria paruh baya yang energik itu kemudian membangun usaha jual beli barang bekas secara online. Aplikasi market place ‘’TokoSodara’’ diperkenalkan ke publik sejak dua pekan lalu.

Tapi ‘’TokoSodara’’ tidak head to head dengan market place yang sudah eksis lebih dulu. Meski prinsip kerjanya sama, filosofi bisnisnya sangat berbeda. ‘’TokoSodara’’ menjadi market place khusus barang bekas yang ditujukan untuk donasi, atau sumbangan sosial.

Dasar pemikiran Pak Agung sederhana: banyak orang yang memiliki barang bekas yang tak terpakai dalam kondisi berfungsi normal. Mungkin karena sudah punya barang baru yang lebih advance.

Barang tak terpakai itu mubazir karena hanya bikin penuh gudang. Sementara kalau dijual, harganya tak seberapa. Di situlah peran ‘’TokoSodara’’. Menjadi jembatan antara penjual barang bekas dengan pembeli barang bekas untuk tujuan donasi sosial.

Proses transaksinya juga simple. Pertama, penjual harus menentukan berapa persen dari harga jual barangnya yang akan didonasikan. Pilihan donasi mulai 1 persen hingga 100 persen. Selanjutnya, unggah data barangnya melalui ‘’TokoSodara’’ dengan foto dan keterangan pendukung seperlunya.

Pembeli yang tertarik dengan barang bekas yang ditawarkan akan bertransaksi melalui sistem yang disiapkan ‘’TokoSodara’’. Donasi sesuai keinginan penjual akan disalurkan melalui lembaga amil zakat nasional ‘’Lazismu’’ yang telah mendapat izin operasi resmi dari pemerintah.

Masyarakat ternyata merespon positif ide Pak Agung. ‘’TokoSodara’’ pun kebanjiran order. Untuk melayani pembeli dan penjual dengan lebih baik, Pak Agung sekarang membuka dua kantor. Satu di Bogor sebagai kantor pusat. Satu lagi di Jakarta sebagai kantor cabang.

Selain dua kantor tersebut, Pak Agung akan menambah kantor pelayanan di beberapa kota lain. Tentu saja waktunya disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan.

Anda ingin ‘’membuang’’ barang bekas dari gudang sekaligus berdonasi ? Coba manfaatkan aplikasi ‘’TokoSodara’’. (Oleh: Joko Intarto/Lazismu Pusat).

Reuni Bernuansa Filantropi di SMP Negeri 1 Magetan

Reuni merupakan salah satu bentuk silaturrahim yang diadakan untuk mengumpulkan kembali teman atau rekan, biasanya dalam suatu sekolah, perguruan atau perkumpulan dan komunitas. Sungguh suatu kebaikan apabila reuni sekolah tidak hanya sekedar menjadi ajang kumpul semata, namun juga sebagai momentum untuk saling berbagi kepada dhuafa yang ada disekitar kita.

Pada Ahad, 10 Juni 2018 sore, Lazismu Magetan sinergi bersama para alumni SMP Negeri 1 Magetan angkatan tahun 1997 menyalurkan langsung bantuan berupa Kado Ramadhan kepada 100 abang becak dan ojek yang ada di Magetan. Pembagian dilakukan di depan Pendopo Bupati seberang Alun-alun kota Magetan. Rasa haru dan senang penuh bahaiga mewarnai penyerahan bantuan sore tersebut. Para penarik becak dan tukang ojek merasa senang dan gembira karena sore itu mereka mendapatkan bingkisan yang tak diduga.

Suasana persahabatan dan keakraban para Alumni SMPN 1 Magetan semakin terasa, terlebih ketika dari awal para alumni bermusyawarah memutuskan untuk mulai berbagi. Mengingat keterbatasan waktu dan tempat, karena banyak alumni yang berdomisili di luar Magetan, maka ide berbagi kepada sesama ini dicoba dijembatani oleh Lazismu Magetan. Hingga pada akhirnya kegiatan sore itu bisa berjalan baik dan lancar. Indahnya bulan suci nan penuh berkah untuk berbagi dan memberi. (Ykb).