Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 8 April 2020
Breaking News
You are here: Home » Kesehatan

Category Archives: Kesehatan

Bakti Sosial di Lumajang Pun Diwujudkan Dalam Aksi Semprot Desinfektan

Lazismu kabupaten Lumajang bersama MDMC hadir di lingkungan RT 1 RW 3 dusun Tulus Rejo 2 kecamatan Tempeh, sabtu 28-03-2020. Kehadiran rombongan tim untuk mengadakan kegiatan bakti sosial bagi warga. Namun karena saat ini dalam masa tanggap darurat bencana wabah virus Corona (Covid-19) maka bakti sosial dilakukan dalam bentuk penyemprotan cairan disinfektan ke rumah-rumah warga.

Ketua RT Muhammad Fatoni dan sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Ia selaku ketua RT sangat mengapresiasi atas sinergi yang telah dilakukan antara Lazismu-MDMC dan lingkungan RT 1 tempatnya.

“Kegiatan aksi ini sangat ditunggu oleh warga kami untuk penyemprotan disinfektan. Sebetulnya akan kami laksanakan hari rabu kemarin. Namun dengan adanya sinergi bersama Lazismu maka kami undur pada hari sabtu ini” kata Fathoni.

Fathoni merasa sangat bersyukur bahwa penyemorotan ini bisa dilakukan di wilayahnya, mengingat di Lumajang sudah ada seorang warga yang terpapar positif virus corona.

“Mudah-mudahan ikhtiar bersama yang kita lakukan ini bisa efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang semakin hari semakin tak terkendali” tambahnya.

Kuswantoro selaku amil Lazismu Lumajang mengatakan bahwa dalam beberapa hari ini penyemprotan sudah dilakukan oleh Tim Lazismu-MDMC ke tempat-tempat dan fasilitas umum yang menjadi sasaran. Kali ini dilakukan di lingkungan yang notabene banyak warganya yang menjadi donatur Lazismu. Oleh karena itu Kuswantoro langsung berkoordinasi dengan pihak RT dan malah sangat disambut dengan baik.

“Alhamdulillah kami ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan dermawan yang selama ini telah mendukung aksi kami Tim Lazismu-MDMC dalam pencegahan Covid 19 mudah-mudahan menjadi amal jariyah kelak di akhirat nanti” pungkas Kuswantoro. (Kus/Ad)

Layanan Ambulan Estafet dari Bojonegoro Jawa Timur ke Cikarang Jawa Barat

Untuk kesekian kalinya, Lazismu melakukan pengantaran pasien secara estafet. Kali ini dari kota Bojonegoro menuju ke Cikarang, Jawa Barat.

Pada hari kamis pagi, 12/03/2020, kantor Lazismu Bojonegoro kedatangan Ibu Suryaningsih. Ia memohon kepada Lazismu untuk dapat mengantar orangtuanya, pak Samuri, pulang ke Cikarang, Jawa Barat.

Pak Samsuri dulu pekerjaannya adalah wiraswasta, namun kini sudah tidak bekerja karena sakit. Ia mempunyai tiga orang anak yang ketiganya merantau di tiga daerah yang berbeda. Anak pertama tinggal di Bali dan anak yang kedua dan ketiga di Cikarang, Jawa Barat.

Pada awalnya pak Sumari sudah tinggal bersama putranya di Cikarang. Karena kangen kampung halaman ia pun ingin pulang ke rumahnya di Desa Krangkong Kecamatan Kepoh Baru Bojonegoro. Ketika opname di RSUD Bojonegoro pak Samuri minta kembali pulang ke Cikarang.

Saat bu Suryaningsih datang ke kantor kebetulan tim Ambulance Lazismu Bojonegoro sedang ada pelayanan pasien di RS Ibnu Sina Gresik. Staf Lazismu pun menginformasikan bahwa sore hari ambulan sudah balik ke kantor dan siap mengantar pak Samuri.

Dikarenakan mobil ambulan Lazismu Bojonegoro hampir setiap hari sibuk digunakan untuk pelayanan dalam kota, maka jalan estafet dipilih sebagai alternatif pengantaran pasien, pak Samuri, dari Jawa Timur ke Jawa Barat. Koordinasipun dilakukan dengan Lazismu Jawa Tengah. Alhamdulillah Ambulan Lazismu Jawa Tengah di Semarang siap membantu.

Rencana pemulangan pasien segera disusun. Ambulan Lazismu Bojonegoro mengantar pasien menuju ke Semarang. Pukul 17.15 WIB Lazismu Bojonegoro memulai perjalanan dari RSUD Sosodoro Bojonegoro menuju Semarang. Rute yang dilewati adalah Bojonegoro-Ngawi via jalan tol menuju ke kota Semarang. Perjalanan lancar tanpa kendala apapun dan sampai di RS Romani Semarang pukul 22.30 WIB.

Kemudian dari Semarang pasien diestafet atau pindah mobil ambulan lalu diantar ke Tegal. Dari Semarang ke Tegal menempuh perjalanan selama 2.5 jam. Di kota Tegal sudah siap ambulan Lazismu Tegal untuk berestafet mengantar pak Samuri ke alamat rumahnya di Cikarang. Alhamdulillah sampai di Cikarang pukul 4 pagi.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pelayanan dari LAZISMU. Semoga Allah memberikan balasan yang stimpal” ucap putra pak Samuri kepada kru Ambulan Lazismu ketika tiba di rumahnya di Cikarang.

Pak Samuri mempunyai kesan ketika diantar dengan Ambulance Lazismu. “Saya terharu,dan sangat berterimakasih atas pelayanan yang maksimal tanpa kurang apapun. Semoga Allah membalas yang terbaik kepada seluruh Tim Lazismu” katanya. (Sar/Ad).

Perkuat Sinergi, Lazismu Terima Hibbah Mobil Ambulance Jenazah dari RSIA Muhammadiyah kota Probolinggo

Memperkuat sinergi dan kerjasama terus dilakukan oleh Lazismu dengan berbagai pihak untuk tujuan kebajikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Termasuk dalam program pilar sosial dan kesehatan, Lazismu mengajak siapapun untuk memberikan kepedulian, kemanfaatan dan kebaikan bagi sesama.

Hal itu dibuktikan pada hari Ahad (02/03/2020), Lazismu Kota Probolinggo menerima Hibbah Ambulance khusus Jenazah. Proses hibbah diberikan langsung secara resmi oleh Direktur RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo pada Kajian Ahad Pagi oleh Guru Besar Universitas Muhamadiyah Malang Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si di Gedung Ahmad Dahlan Jl. Sukarno Hatta, yang diselenggarakan oleh PDM Kota Probolinggo. Momen yang dihadiri seribu jamaah itu sekalugus dilakukan launching mobil ambulan gratis.

Dalam sambutannya Ketua PDM Kota Probolinggo Drs. Masfu, MSi menyampaikan apresiasi kepada Direktur RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo atas kepercayaannya memberikan satu unit layanan ambulance khusus jenazah pada Lazismu Kota Probolinggo. Ia juga berharap supaya amanah yang diterima ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Probolinggo untuk memfungsikan mobil Hibbah ini.

“Saat ini Lazismu sudah memiliki 2 unit Ambulance. Satu digunakan untuk memberikan fasilitas pada pasien yang sakit dan Satu Ambulance khusus untuk kereta jenazah. Layanan ambulance ini bersifat Gratis bagi Dhuafa, Silahkan dimanfaatkan dengan maksimal” lanjut ketua PDM peride 2015-2020 ini.

Dalam operasionalnya mobil ambulan gratis akan terparkir di kantor Lazismu Kota Probolinggo Gedung Nyai Walidah Kota Probolinggo jalan Panjaitan dan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo. Fahmi, S. Sy kepala Kantor Layanan Lazismu (KLL) menyampaikan bahwa mobil tersebut akan melayani seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ambulan tersebut bisa menghubungi nomor telepon 0812-2997-090 / 085333337069.

“Kita melayani dari berbagai daerah, khususnya Kota Probolinggo. Mobil ini dapat dimanfaatkan masyarakat seperti pengantaran jenazah dan sebagai sarana penunjang kesehatan masyarakat. Hal ini meliputi jasa antar jemput pasien, rujukan bidan, puskesmas, ataupun warga masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fahmi. Dengan hadirnya mobil ambulan yang baru dua armada yang siap memberikan layanan terbaik. (Bny)

 

Lazismu Kabupaten Malang Kebut Persiapan Layanan Ambulan Gratis

Mengingat begitu tingginya permintaan warga akan layanan Ambulan Gratis di kawasan Malang Raya, maka Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kabupaten Malang akan segera mengusahakan tersedianya program itu.

Sekretaris Lazismu Kabupaten Malang M. Rosyid ketika ditemui pada acara Pelatiham Ambulance Siaga Jawa Timur di Surabaya, 22/02/20, mengatakan bahwa saat ini ia bersama tim sedang memodifikasi sebuah mobil untuk bisa digunakan sebagai layanan ambulan.

Sebuah mobil Grand Max second sedang ‘disulap’ menjadi sebuah kendaraan ambulan. Tentu saja dilengkapi dengan berbagai peralatan kegawat daruratan, seperti tabung oksigen, P3K, dan sebagainya, jelas Rosyid.

“Penyediaan layanan ambulan ini adalah sebagai wujud keseriusan Lazismu dalam hal pelayanan kepada umat. Di Malang Raya hanya ada satu mobil ambulan Lazismu, yakni di kota Malang. Maka untuk melayani warga pelosok kabupaten Malang yang membutuhkan ambulan, harus segera ditambah armadanya” ungkapnya.

“Isnya Allah pada bulan Maret 2020 kami sudah bisa melaunching layanan ambulan gratis untuk warga masyarakat di kabupaten Malang” kata Rosyid dengan bersemangat.

“Ke depannya sesuai dengan kemampuan lembaga, Lazismu akan menambah armada ambulan di kawasan Malang Raya, sehingga warga yang membutuhkan tidak mengalami kesulitan,” pungkas Rosyid. (Ad)

Anda ingin berpartisipasi dalam program layanan Ambulan Gratis di Kabupaten Malang, silakan berdonasi melalui transfer ke rekening kami..

ZAKAT BSM 99398 1 23 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Malang
BMI 76630 1 23 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Malang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 23 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Malang
BMI 76640 2 23 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Malang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 23 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Malang
BMI 76650 3 23 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Malang
  • BSM = Bank Syariah Mandiri
  • BMI = Bank Muamalat Indonesia

Layanan Pengobatan dan Servis Kendaraan Semarakkan Jumat Berkah di Pamekasan

Lazismu turut memberikan dukungan dan penyemangat dalam kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan oleh Masjid, perkumpulan, perusahaan dan komunitas masyarakat. Seperti yang digelar di Pamekasan, Madura, Lazismu berpartisipasi dalam Aksi Layanan Pengobatan dan Servis Murah Kendaraan Bermtor Roda Dua, 21/02/2020.

Acara yang digelar oleh Muhammadiyah Kecamatan Larangan ini bertempat di Masjid Baitul Muttaqin dusun Manceng kecamatan Larangan yaitu pengobatan gratis dan service murah. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama yang erat antara Lazismu dengan Ahas Motor Honda, Jasa Raharja dan tentunya didukung oleh segenap unsur di Muhammadiyah, seperti Amal Usaha, majelis/Lembaga dan Organisasi Otonom (PM,  IMM dan IPM).

Layanan pengobatan gratis dan servis murah kendaraan motor dilaksanakan setelah shalat jum’at, mulai pukul 13.00 hingga selesai. Warga  yang menjadi sasaran adalah kaum lanjut usia (lansia), dhuafa dan juga jamaah Masjid.

Acara yang mendapat antusias warga ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PD Muhamamdiyah, Ketua PCM Larangan, aparat TNI dan Polisi beserta para Pimpinan Amal Usaha serta lembaga muhammadiyah.

Menurut Manager Lazismu Pamekasan, Khoirul Jannah, kegiatan ini digelar dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan dan untuk meringankan beban orang yang ingin menservis atau memperbaiki sepeda motornya.

Dalam kegiatan ini dihadirkan dr. Ary Yanuar untuk layanan pengobatan dan Tim profesional dari Honda Ahas Motor untuk servis murah. Setelah melakukan pengobatan gratis dan service murah para penerima manfaat mendapatkan bingkisan dari Lazismu Pamekasan. (Kh/Ad)

Bagas Kini Sudah Bisa Mendengar, Bukan Main Senangnya Ia Mampu Berkomunikasi Dengan Lancar

Sabar dan tawakal. Itulah yang harus dihadapi oleh orang tua yang mempunyai anak berkekurangan pada fungsi inderanya. Seperti Marsuli (40 tahun) dan Sri Mujiati (30 tahun). Salah satu anaknya yang bernama Bagas Eka Prasetya, indera pendengaran atau telinga sebelah kirinya tidak bisa mendengar dengan baik sejak lahir.

Bagas, siswa SMP-LB Karya Mulia Surabaya yang lahir di Mojokerto 15 tahun yang lalu, atau tepatnya 7 september 2004, mengalami kesulitan dalam pendengarannya. Hal itu berpengaruh kepada kemampuan bicara dan pergaulan di lingkungannya.

Anak pertama dari 3 bersaudara yang tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah kost (sewa) di Jl. Pagesangan Timur 44 Surabaya ini banyak berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat.

Teman dan kerabat orang tuanya menyarankan agar Bagas dibelikan alat bantu dengar agar ia bisa mendengar suara dengan baik selayaknya anak normal. Namun apa daya, ayahnya, Marsuli adalah seorang pekerja yang berpenghasilan kecil dan ibunya, Sri, hanya membantu usaha Laundry di dekat rumah tinggalnya. Penghasilan keluarga ini pun hanya sekitar Rp. 1-2 juta saja sebulan untuk menghidupi 3 orang anak yang masih kecil.

Sebuah alat bantu dengar harganya sangat mahal. Tentu saja hal itu sangat berat bagi ayah Bagas yang penghasilannya pas-pasan untuk makan sehari-hari. Tak pernah terbayang untuk membeli alat bantu dengar apalagi dengan kualitas bagus.

Namun masih ada solusi bagi Bagas. Setelah melalui proses bertanya sana-sini dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, sampailah Sri, ibu Bagas kepada Lazismu Jawa Timur.

Lazismu mempunyai program INDONESIA MENDENGAR yaitu program sosial yang bertujuan untuk memberikan alat bantu dengar bagi penderita gangguan pendengaran dari mulai usia anak hingga dewasa pada keluarga  yang tidak mampu.

Pada awal bulan Februari 2020 lalu, Tim Lazismu datang mensurvei ke rumah Bagas dan akhirnya diputuskan untuk memberikan bantuan 1 unit alat bantu mendengar.

Maka pada hasi selasa, 18 Februari 2020, Lazismu Jawa Timur bertandang kembali ke rumah Bagas untuk memberikan bantuan sekaligus memasang alat bantu dengar yang sangat dibutuhkannya.

Hanya dalam tempo 5 menit alat bantu dengar itu sudah terpasang dan berfungsi dengan baik. Alhamdulillah, Bagas akhirnya bisa tertawa dengan riang karena sudah bisa mendengar. Ia pun mulai mencoba bercakap-cakap dan bersuara walau agak terbata-bata karena lama tidak berbicara melainkan hanya dengan bahasa isyarat.

Bu Sri, ibu Bagas merasa senang anaknya bisa mendengar. Ia pun berharap agar Bagas bisa bercakap dengan baik dan lancar layaknya anak normal. Bagas pun kini lebih bersemangat pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu agar cita-citanya kelak bisa tercapai. “Terima kasih Lazismu” kata Bagas dengan gembira. (Adit)

Program Indonesia Mendengar Lazismu Jawa Timur

Masih banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu yang tak bisa mendengar karena bermasalah pada indera pendengarannya. Kita pun bisa berpartisipasi dengan memberikan dukungan dan bantuan alat mendengar kepada mereka yang membutuhkan.

Donasi anda melalui Lazismu sangat dinantikan.. Mari kita bantu mereka..

Rekening donasi Indonesia Mendengar

  • No. 9939 820 000 000 000 Bank Syari’ah Mandiri a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • No. 7664 020 000 000 000 Bank Mu’amalat a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • No. 6141 919 191 Bank Jatim Syariah a/n Lazismu Jatim Infaq

Bu Rahmah dan Bu Yatmi, Lansia di Petemon Surabaya, Lemah Tak Berdaya Membutuhkan Pendampingan Untuk Perawatan Sehari-hari

Jika diberikan umur lebih oleh Allah setiap orang akan beranjak menuju tua atau lanjut usia (lansia). Namun bagaimana nasib kehidupan di hari tua kelak maka sudah semestinya hal itu menjadi pikiran kita semua.

Hidup di hari tua dalam kondisi lemah tak berdaya dan tanpa keluarga yang mendampingi tentu bisa dibayangkan bagaimana kondisinya. Itulah yang dialami oleh bu Rahmawati (75 tahun) dan bu Suyatmi (69 tahun), warga Jl. Petemon Kali 83c Surabaya. Kedua lansia kakak beradik itu hidup dalam kondisi yang memprihatinkan karena sudah tidak ada lagi keluarga dekat yang mendampingi.

Lazismu Jawa Timur bersama dokter Zuhroh dan Abu Askandar Rosyid, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawahan Surabaya, senin 18/02/2020, datang berkunjung ke rumah kedua lansia itu. Selain bersilaturrahim menjenguk keadaannya juga untuk memeriksa kesehatannya.

Menurut Abu Askandar, Ketua PCM, bu Rahmawati (di dalam foto berkerudung) adalah mantan Ketua ‘Aisyiyah Petemon di Cabangnya. Dulu ia adalah wanita yang sangat aktif menggerakkan pengajian ibu-ibu ‘Aisyiyah di kampung Petemon. Kini ia dan adiknya hidup dalam kondisi membutuhkan pendampingan yang selayaknya.

Kedua kakak beradik yang berusia lanjut ini tinggal di rumah peninggalan orang tua. Walau berdua, keduanya kini sudah semakin lama semakin lemah tak berdaya. Keduanya tidak mempunyai anak karena memang tidak menikah. Sebenarnya keduanya masih punya adik yang juga lansia, namun tempat tinggalnya sangat jauh di luar kota.

Bu Suyatmi sudah lama tidak bisa berjalan karena stroke. Sedangkan bu Rahmah juga sudah lima bulan ini susah untuk berjalan karena bermasalah pada kakinya.

Sehari-hari bu Rahmah masih sempat berjualan jamu Jawa. Dulu, penjualan jamu Jawanya sangat laris dan ramai pembeli, apalagi jalan depan rumahnya sangat ramai dilalui orang dan kendaraan. Namun kini berjualan jamu hanya untuk sekedar bertahan hidup. Karena keadaan tubuhnya yang semakin lemah maka bisa dipastikan usahanya itu tidak begitu lancar berjalan.

Untuk makan dan minum sehari-hari mereka membelinya dari penjual nasi yang lewat di depan rumah, namun terkadang mendapatkan pemberian dari warga sekitarnya. Mereka sudah tidak bisa berbelanja, memasak atau membersihkan peralatan dapur.

Kondisi rumah berlantai dua yang dihuni kedua lansia itu sebenarnya masih kuat dan kokoh. Namun sudah beberapa tahun ini tidak terawat karena penghuninya yang lemah tak berdaya tidak bisa merawat rumah dengan baik. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan rumahnya kini yang (maaf) kumuh, kotor dan tidak sehat. Mereka berdua pun jarang membersihkan badan karena tidak ada yang merawat.

Dari warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah setempat juga sudah ada perhatian, yaitu bekerja bakti membersihkan rumah kedua lansia ini. Juga setiap pekan sekali ada ibu-ibu dari Aisyiyah Ranting Petemon yang datang untuk sekedar membersihkan tubuh kedua lansia ini. Sebelumnya, Lazismu kota Surabaya, pada 30/01/2020 lalu juga telah memberikan bantuan 1 unit kursi roda agar bu Rahmah bisa bergerak tanpa bersusah payah berjalan ‘merambat’.

Dokter Zuhroh yang memeriksa menyatakan sebenarnya tidak ada masalah dalam kesehatan pada kedua lansia ini selain stroke pada bu Yatmi dan kaki bengkak pada bu Rahmah. Untuk itu hanya diberikan obat dan vitamin biasa. Sedangkan untuk bengkak kaki pada bu Rahmah akan diupayakan tindak lanjutnya. Dokter Zuhroh menyarankan agar kedua lansia ini bergerak aktivitas sebisanya dan jangan sampai tidak menggerakkan anggota tubuhnya.

Karena kedua lansia tidak mau dirawat di Panti Jompo, dokter Zuhroh menyarankan kepada Abu Askandar selaku Ketua PCM, agar mencarikan perawat dan tenaga sosial yang bisa merawat dan menjaga kedua lansia ini secara rutin, tidak sekedar membersihkan tubuh, juga menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya. Saran itu disanggupi dan diupayakan agar ada pendampingan oleh perawat dan tenaga sosial lainnya, sedangkan biayanya bisa diusahakan oleh Lazismu. (Adit).

Sangat Berharap Agar Jember Bisa Zero TBC

TB Care ‘Aisyiyah Jember bersama Lazismu Jember melakukan kunjungan kepada pasien Tuberkulosis (TB) yang ada di Kab. Jember, (31/01/20). Tuberkulosis (Tuberculosis, disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari “Tubercle bacillus”) merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Pasien TB yang dikunjungi adalah AMR (nama inisial) merupakan pemuda yang masih berumur 19 Tahun, beralamat di Desa Mulyorejo, Kec. Silo. Salah satu teman bermain AMR juga mengidap penyakit ini yaitu FA, jarak kediaman merekapun tidak terlalu jauh. Setiap kali AMR dan FA berobat ke puskesmas, mereka menempuh kurun waktu satu jam dari rumahnya. Pengobatan yang dijalankan oleh keduanya yakni konsumsi obat-obatan sebanyak 15 jenis yang berbeda setiap harinya.

Pasien ketiga yang dikunjungi yakni SA. Perempuan yang berdomisili di Kec. Ledokombo ini baru saja menjalani pengobat-an. Kunjungan kepada 3 pasien yang mengidap TBC Resisten Obat merupakan program sinergisitas “Jember Bebas TBC” yang meru-pakan harapan bersama. Selain penyampaian motivasi sembuh kepada pasien, Lazismu Jember juga memberikan paket nutrisi diantaranya susu, KornetMu, madu, biskuit, dan lainnya. (Kha)

Berjamaah Mewujudkan Layanan Ambulance Gratis di Ponorogo

Allhamdulilah wa syukurilah, apa yang diharapkan oleh para Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo dan Pengurus Lazismu diijabahi oleh Allah SWT. Terhitung mulai tanggal 23 Januari 2020 Ambulance Lazismu telah beroperasi melayani masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Bahkan sehari setelah dilaunching di Aula PDM Ponorogo esok harinya sudah digunakan oleh masyarakat.

Tentunya program layanan Ambulance gratis ini bukan untuk yang terakhir. “Insya Allah setelah peluncuran Ambulance transport ini berjalan lancar dan tidak ada kendala, baik secara management dan operasional, Lazismu berupaya untuk mengadakan Ambulance, khusus untuk membawa Jenazah” kata Ketua Lazismu Ponorogo M. Zulkarnain dalam acara Launching Ambulance, 23 Januari 2020.

M. Zulkarnain, menyampaikan ucapan terimakasih terutama kepada Direktur RSU Aisyiyah, KL Lazismu RSU Aisyiyah, Direktur RSU Muhammadiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Panitia Pengajian Ahad Pagi Al-Manar atas doa dan dukungan moril-materil dalam program ini.

“Tentunya tanpa sebuah komitmen dan prinsip berjama’ah program Ambulance ini tidak dapat terwujud. Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada Ayahanda Ustad Maftuh Bahrul Ilmi, selaku Ketua PDM Ponorogo, berkat bimbingan dan doa restunya program ini bisa terrealisasi dengan baik” ungkap Zulkarnain.

“Perlu kami sampaikan bahwa Ambulance Lazismu ini adalah masuk dalam jenis Ambulance Transport yang dipergunakan untuk membawa pasein tidak dalam keadaan darurat / emergency. Maka dari itu siapapun masyarakat yang membutuhkan dan masuk dalam kreteria S.O.P. yang sudah kami buat, maka boleh menerima manfaat Ambulane ini secara gratis. Tak terlebih kepada kedua Rumah sakit RSUA dan RSUM” tambahnya.

Akhirnya Zulkarnain berpesan kepada seluruh tamu yang hadir, “Kita menekankan bahwa Ambulance yang kita miliki ini adalah gratis, tidak dipungut biaya apa pun, kotak infaq pun tidak kami sediakan, bahkan sopirnya pun sudah kita wanti-wanti, dilarang keras untuk menerima uang apa pun dari penerima manfaat. Ini seraya untuk menjaga komitmen ke istiqomaah kita” pungkasnya. (Bayu/Fandi).

Adik Fahri di Tempursari Lumajang Ingin Bisa Berlari, Lazismu Berikan Bantuan Kaki Palsu

Impian boleh dicita-citakan setinggi langit, namun perjuangan harus diutamakan. Hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan tantangan dan kesulitan. Insya Allah akan ada kemudahan dibalik setiap kesulitan asalkan ada upaya yang terus menerus diperjuangkan.

Bagi warga disabilitas, pasti hidup dengan segala kesulitan dan keterbatasan. Namun dengan semangat kebersamaan dapat diminimalisasi berbagai kesulitan dan hambatan itu. Nah, program Sahabat Disabilitas yang digulirkan Lazismu semakin hari semakin nyata manfaatnya guna membantu beban dan kesulitan hidup warga disabilitas. Bantuan yang diberikan agar membuatnya berdaya dan hidup normal sebagaimana warga lainnya.

Pada hari Sabtu 18/01/2020, Lazismu Lumajang bekerja sama dengan PPDI (Persatuan Penyandang Disabiltas Indonesia) membawa adik Fahri Akbar dan 6 (enam) warga Disabilitas lainnya untuk pengukuran kaki palsu ke luar daerah.

Pagi hari itu bersama rombongan Lazismu, Fahri menuju ke pusat produksi kaki palsu yang berada di kabupaten Mojokerto, tepatnya di Bengkel Kaki Palsu Sugeng Siswoyudoh atau di kenal dengan “Than Must Soegenk” di jalan Airlangga kauman Gg 3 No 33 Mojosari.

Fahri akbar ini masih duduk di kelas lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kaliuling 03 dan tinggal kecamatan Tempursari, Lumajang. Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia masih berumur 7 bulan. Ia pun dibesarkan oleh sang ibu dengan dibantu oleh keluarga lainnya.

Ketika besar, walau dalam kondisi cacat sejak lahir, Fahri tetap bersemangat belajar dan termasuk anak berprestasi di sekolahnya. Setiap hari Fahri pergi ke sekolah dan beraktifitas dengan menggunakan sebuah alat bantu berjalan, karena cacat pada kaki kirinya.

Melihat perjuangan hidup dan semangat belajar Fahri yang tinggi, Lazismu dengan didukung oleh para donatur memberikan bantuan kaki palsu untuknya. Fahri sangat senang sekali karena dengan kaki palsunya. Ia bisa lebih leluasa berjalan dan bergerak tanpa menggunakan alat bantu jalan lagi. Suatu saat, ia pun bisa berlari-lari jika telah terlatih menggunakan kaki palsu itu.

Winarsih, ibunya, sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan kaki palsu yang selama ini sangat diidamkan kini sudah bisa dimiliki oleh anaknya. Winarsih pun meneteskan air mata sambil beberapa kali mengucap syukur ketika melihat Fahri, sang buah hatinya, bisa berjalan layaknya anak normal lainnya. Suasana bahagia bercampur haru dirasakan oleh semua yang hadir melihat Fahri bisa berjalan dengan normal, tak terkecuali para Pengurus Lazismu dan aktivis PPDI.

M Khotib selaku perangkat desa Bagian Kesra yang ikut mendampingi mengatakan bahwa program ini sangat membantu warga di desanya, khususnya bagi disabilitas yang selama ini tidak terbantukan. Ia memberikan apresiasi terhadap upaya Lazismu untuk membantu Fahri guna mendapatkan kaki palsu mulai dari survei ke rumah anak itu dengan medan yang cukup menantang di pelosok kabupaten Lumajang, hingga mengantarnya ke tempat pembuatan kaki palsu.

“Upaya teman-teman Lazismu ini sangat bermanfaat dan mudah-mudahan lelah yang dilakukan selama ini menjadi lillah” kata Khotib.

Ali Muslim, Ketua PPDI Lumajang mengatakan, “Sinergi Lazismu dan PPDI sering dilakukan khususnya untuk penanganan warga Desabilitas. Hal ini memang perlu kita lakukan agar semakin banyak menolong saudara-saudara kita, warga disabilitas yang tidak mampu. Semakin banyak bergandeng tangan maka semakin banyak pula yang akan tertolong” tandasnya.

Semoga adik Fahri Akbar lebih bersemangat lagi belajar dan berkarya untuk meraih cita-citanya. Kita dukung bersama, Yuk !. (Kus/Adit).

Mari terus dukung program-program Lazismu untuk ummat..

REKENING LAZISMU

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76630 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang