Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Sunday , 26 January 2020
Breaking News
You are here: Home » Kesehatan

Category Archives: Kesehatan

Adik Fahri di Tempursari Lumajang Ingin Bisa Berlari, Lazismu Berikan Bantuan Kaki Palsu

Impian boleh dicita-citakan setinggi langit, namun perjuangan harus diutamakan. Hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan tantangan dan kesulitan. Insya Allah akan ada kemudahan dibalik setiap kesulitan asalkan ada upaya yang terus menerus diperjuangkan.

Bagi warga disabilitas, pasti hidup dengan segala kesulitan dan keterbatasan. Namun dengan semangat kebersamaan dapat diminimalisasi berbagai kesulitan dan hambatan itu. Nah, program Sahabat Disabilitas yang digulirkan Lazismu semakin hari semakin nyata manfaatnya guna membantu beban dan kesulitan hidup warga disabilitas. Bantuan yang diberikan agar membuatnya berdaya dan hidup normal sebagaimana warga lainnya.

Pada hari Sabtu 18/01/2020, Lazismu Lumajang bekerja sama dengan PPDI (Persatuan Penyandang Disabiltas Indonesia) membawa adik Fahri Akbar dan 6 (enam) warga Disabilitas lainnya untuk pengukuran kaki palsu ke luar daerah.

Pagi hari itu bersama rombongan Lazismu, Fahri menuju ke pusat produksi kaki palsu yang berada di kabupaten Mojokerto, tepatnya di Bengkel Kaki Palsu Sugeng Siswoyudoh atau di kenal dengan “Than Must Soegenk” di jalan Airlangga kauman Gg 3 No 33 Mojosari.

Fahri akbar ini masih duduk di kelas lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kaliuling 03 dan tinggal kecamatan Tempursari, Lumajang. Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia masih berumur 7 bulan. Ia pun dibesarkan oleh sang ibu dengan dibantu oleh keluarga lainnya.

Ketika besar, walau dalam kondisi cacat sejak lahir, Fahri tetap bersemangat belajar dan termasuk anak berprestasi di sekolahnya. Setiap hari Fahri pergi ke sekolah dan beraktifitas dengan menggunakan sebuah alat bantu berjalan, karena cacat pada kaki kirinya.

Melihat perjuangan hidup dan semangat belajar Fahri yang tinggi, Lazismu dengan didukung oleh para donatur memberikan bantuan kaki palsu untuknya. Fahri sangat senang sekali karena dengan kaki palsunya. Ia bisa lebih leluasa berjalan dan bergerak tanpa menggunakan alat bantu jalan lagi. Suatu saat, ia pun bisa berlari-lari jika telah terlatih menggunakan kaki palsu itu.

Winarsih, ibunya, sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan kaki palsu yang selama ini sangat diidamkan kini sudah bisa dimiliki oleh anaknya. Winarsih pun meneteskan air mata sambil beberapa kali mengucap syukur ketika melihat Fahri, sang buah hatinya, bisa berjalan layaknya anak normal lainnya. Suasana bahagia bercampur haru dirasakan oleh semua yang hadir melihat Fahri bisa berjalan dengan normal, tak terkecuali para Pengurus Lazismu dan aktivis PPDI.

M Khotib selaku perangkat desa Bagian Kesra yang ikut mendampingi mengatakan bahwa program ini sangat membantu warga di desanya, khususnya bagi disabilitas yang selama ini tidak terbantukan. Ia memberikan apresiasi terhadap upaya Lazismu untuk membantu Fahri guna mendapatkan kaki palsu mulai dari survei ke rumah anak itu dengan medan yang cukup menantang di pelosok kabupaten Lumajang, hingga mengantarnya ke tempat pembuatan kaki palsu.

“Upaya teman-teman Lazismu ini sangat bermanfaat dan mudah-mudahan lelah yang dilakukan selama ini menjadi lillah” kata Khotib.

Ali Muslim, Ketua PPDI Lumajang mengatakan, “Sinergi Lazismu dan PPDI sering dilakukan khususnya untuk penanganan warga Desabilitas. Hal ini memang perlu kita lakukan agar semakin banyak menolong saudara-saudara kita, warga disabilitas yang tidak mampu. Semakin banyak bergandeng tangan maka semakin banyak pula yang akan tertolong” tandasnya.

Semoga adik Fahri Akbar lebih bersemangat lagi belajar dan berkarya untuk meraih cita-citanya. Kita dukung bersama, Yuk !. (Kus/Adit).

Mari terus dukung program-program Lazismu untuk ummat..

REKENING LAZISMU

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76630 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang

 

 

Akhir tahun 2019 Ambulan Lazismu Bojonegoro Tetap Sibuk, Sigap dan Peduli Melayani Umat

Di penghujung tahun 2019 kru ambulance Lazismu Bojonegoro masih dalam posisi sigap dan peduli untuk melayani ummat. Namun yang tak kalah penting adalah selalu mengevaluasi kinerjanya dalam melayani umat.

Hal itu bukanlah sesuatu yang berlebihan karena program ambulance gratis merupakan salah satu program unggulan Lazismu di Bojonegoro.

Program ini bisa dirasakan oleh siapapun terutama bagi yang membutuhkan. Layanan ini tidak hanya untuk masyarakat Bojonegoro saja tentunya, namun lintas daerah.

Sepertiyang terjadi pada hari ini Selasa, 31 Desember 2019, ambulance Lazismu Bojonegoro mengantarkan pak Sukirno yang beralamatkan di desa Jatipayak, Kecamatan Modo, Lamongan menuju ke RSUD Bojonegoro.

Selain mengantarkan pak Sukirno, hari ini manfaat Program Ambulance Gratis juga dirasakan juga oleh bapak Sukamat yang berasal dari desa Bulu, Kecamatan Balen, Bojonegoro yang juga menuju ke RSUD Bojonegoro.

Menurut Sartono, salah satu Amil Lazismu Bojonegoro, semua tugas pelayanan dalam sehari penuh itu bisa dilaksanakan oleh kru ambulance dengan sepenuh hati.

“Alhamdulillah, bisa berjalan lancar dan tanpa kendala. Kami merasa bahagia jika warga yang kami layani merasa puas dan senang. Sebuah kebanggaan bagi kami bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Bojonegoro ini” kesan Sartono yang didampingi kru ambulance, Ainur Rofiq. (Lazismu bjn)

Mari berbagi dan beraksi untuk sesama bersama Lazismu Bojonegoro dengan menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqah transfer melalui Bank Syari’ah Mandiri dengan Nomor REK. Infaq (99398 2 13 00 0 00000) & No.REK (7098456893).

Pembayaran juga bisa dilakukan melalui Go-Pay dengan cara scan Barcode yang tertera dengan Aplikasi GO-JEK

 

Berharap Hanya Kepada Allah SWT agar Ibu Sulistyowati Sembuh, Sehat dan Pulih Kembali

Kesehatan itu mahal, kata banyak orang. Maka jika ingin sehat biayanya tidak kecil atau jangan sakit sama sekali. Tentu pendapat seperti itu tidak sepenuhnya benar, karena bagi si sakit harus mendapatkan jaminan kesehatan yang memadai apalagi jika ia tidak berpunya. Namun pada kenyataannya, tidak semua biaya kesehatan bisa dijamin penuh.

Seperti itulah yang dialami oleh Ibu Sulistyowati, seorang berusia lanjut (64 tahun) yang bertempat tinggal di Jl. Petemon Barat 134-B RT06 / RW14 Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan Surabaya. Statusnya janda, dan tidak berpenghasilan membuat kehidupannya merasa serba kesulitan.

Ibu tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan dan ditemani satu orang anak perempuannya. Ia mempunyai 3 orang anak, namun kedua anaknya telah berumah tangga. Sedangkan seorang anak yang menemaninya bekerja serabutan, terkadang tidak berpenghasilan.

Ibu Sulistyowati menderita sakit parah yang membutuhkan biaya pengobatan tidak sedikit. Padahal ia sendiri tidak berpenghasilan dan ketiga anaknya hanya membantu seadanya karena keterbatasan secara ekonomi. Oleh karena itu ia mengajukan permohonan kepada Lazismu (Pusat) di Jakarta melalui korespondensi.

Maka dilakukanlah kunjungan guna asessment kepada ibu Sulistyowati oleh Warsono (Lazismu Surabaya) ke rumahnya di gang yang sempit di Jalan Petemon Barat Surabaya. Sebenarnya petugas Lazismu Surabaya telah melakukan kunjungan sebanyak dua kali pada awal bulan Desember 2019. Namun baru tanggal 16 Desember 2019 ia bisa dijumpai di rumahnya. Sehari-hari rumahnya terkunci karena harus pergi melakukan berbagai rangkaian pengobatan.

Setelah diasessment maka diperoleh catatan bahwa mulai tahun 2014 ibu Sulistyowati telah jatuh sakit dan divonis maag kronis/lambung kronis oleh dokter. Maka ia pun rutin melakukan perawatan dan pengobatan sampai dengan tahun 2016.

Sampai pada akhirnya ia menderita batuk yang tidak kunjung sembuh dan dokter menyarankannya untuk rotgen. Setelah dirontgen, ibu Sulistyowati diketahui terkena infeksi pada selaput paru dan diminta mengkonsumsi obat
tertentu. Namun menurutnya obat tersebut terlalu keras sehingga berimbas pada livernya.

Sebenarnya ia mempunyai jaminan kesehatan dari BPJS (PBI), namun tidak semua biaya pengobatan bisa ditanggung oleh jaminan kesehatan itu. Ia harus berpindah pindah rumah sakit untuk melakukan perawatan pengobatan, mulai dari rawat jalan hingga opname. Sampai pada akhirnya ibu Sulistyowati harus dirawat di RSAL dr Ramelan Surabaya.

Di RSAL tersebut ia didiagnosa lagi akibat efek obat parunya. Ibu Sulistyowati terkena hepatitis B. Ia pun menjalani perawatan rutin dengan dokter spesialis hati sampai saat ini.

Memasuki tahun 2019 ia mulai sering drop dan keluar masuk RS hingga saat ini. Ketika melakukan perawatan muncul diagnosa fatty liver gastritis kronis, gerd dan penyumbatan saluran empedu.

Selama perawatan banyak obat-obat yang tidak ditanggung BPJS sehingga tidak semua obat terbeli lengkap. Ia pun semakin sering drop. Tubuhnya menjadi kurus kering dan jika bicara suaranya lirih hampir tidak terdengar.

Selain sudah sering keluar masuk opname di Rumah Sakit, juga harus kontrol ke klinik dokter spesialis hati karena tidak semua obat dan dokter bisa di tanggung BPJS.

Pada bulan Oktober 2019 ia menjalani operasi Tumor kelenjar teroid karena pada lehernya tumbuh benjolan yang sangat mengganggu pernapasan, suara, karena benjolanya tumbuh ke dalam.

Pasca operasi tumor kelenjar teroid, ia harus pindah ke Rumah Sakit Mitra Keluarga yang tidak ditanggung BPJS. Mengapa harus pindah? Karena apabila mengandalkan untuk mendapatkan fasilitas BPJS maka harus menunggu satu bulan lagi baru bisa melakukan kontrol dan perawatan. Sungguh sangat menderita sekali, karena menurut saran dokter pasca operasi harus segera mendapatkan perawatan secepatnya, karena apabila tidak segera mendapatkan perawatan luka bekas operasi tersebut akan membusuk.

Karena harus pindah ke RS yang tidak ditanggung BPJS maka ia membutuhkan banyak dana untuk berobat dan biaya transportasi selama berobat. Ibu Sulistyowati ini adalah seorang janda tua yang hidup dengan seorang putrinya, mengalami kesulitan untuk hidup dan berobat. Kondisi ekonomi memprihatinkan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup mengandalkan uluran tangan dari orang lain. Putri yang mendampinginya itu bekerja serabutan dan tidak menentu penghasilannya. Untuk berobat ibunya, putrinya harus mencari dana kesana-kemari baik secara individu dan melalui lembaga donor.

Sehubungan dengan itu pada 28 Desember 2019 Lazismu berkesempatan memberikan bantuan biaya pengobatan kepada ibu Sulistyowati dengan menemuinya di kamar opname RSAL dr Ramelan Surabaya. Walau hanya sedikit membantu semoga bantuan itu bisa meringankan bebannya selama melakukan pengobatan.

Doa pun dipanjatkan, tak lain hanya memohon ke hadirat Allah SWT, berharap agar ia diberikan kesembuhan dan pemulihan yang terbaik. Aamiin. (Adit)

Mari terus dukung program-program Lazismu, khususnya di bidang kesehatan.. Salurkan donasi Zakat dan Infaq anda ke rekening kami…

REKENING ZAKAT

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 810 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7663 010 000 000 000 a/n Zakat LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 111 999 a/n Lazismu Jatim Zakat

REKENING INFAQ

  • Bank Syari’ah Mandiri No. 9939 820 000 000 000 a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Mu’amalat No. 7664 020 000 000 000 a/n Infaq LAZIS MUHAMMADIYAH Jatim
  • Bank Jatim Syariah No. 6141 919 191 a/n Lazismu Jatim Infaq

Sinergi Lazismu Dengan Kemenag RI Warnai Hari Bakti ke-74 di Kabupaten Lumajang

Turut berpartisipasi dalam Hari Amal Bakti ke 74 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) kabupaten Lumajang mengadakan Aksi Layanan Pengobatan Gratis kepada para dhuafa dan fakir miskin, plus 100 paket cek gula darah, kolestrol dan asam urat.

Aksi layanan pengobatan itu bertempat di halaman kantor Kemenag Lumajang, senin 23/12/2019. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh pihak Kemenag. Ini menunjukkan sinergi yang erat antara Pemerintah dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) terutama dengan Lazismu yang berada di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.

Semetara layanan pengobatan dilayani Lazismu Kemenag membagikan paket santunan berupa sembako kepada para dhuafa yang diundang hadir. Sebelum pembagian paket sembako Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang mengajak para penerima untuk berdoa agar senantiasa mendapatkan keberkahan Allah SWT.

Samsul Hadi SH selaku Penyelengara Syariah Kemenag Lumajang mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan Hari Bakti ke-74 Kemenag RI, seraya berharap mudah-mudahan ke depan sinergi ini bisa terbangun dengan baik. Jika sinergi antar ummat ini bisa terjalin baik maka misi dakwah Islam semakin dirasakan oleh ummat, tuturnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang drs. Muhammad Fachrul Rozi, M.HI mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kita melihat adanya sinergitas dan kebersamaan antara Kemenag dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kami berharap program Kemenag yaitu pemberdayaan ekonomi dhuafa dan yatim bisa dirasakan manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan”.

Lebih lanjut ia menambahkan, “Kita bisa saling bantu-membantu bersama. Saya merasa kegiatan ini perlu terus ditingkatkan dan dipertahankan dengan pola-pola kerjasama dan kemitraan dalam pentasharufan atau penyaluran zakat. Mudah-mudahan dengan begitu masing-masing dari kita dapat menambah ghirah dan semangat dalam berdakwah.”

“Janganlah kita ini ribut karena ada ummat lain yang membina ummat Islam, padahal kita sendiri tidak begitu bersemangat menggarap bidang ini. Nah, berangkat dari hal yang kecil akan tetapi jika ditingkatkan maka hasilnya akan baik. Kegiatan ini tidak hanya dalam peringatan hari besar saja, namun momen lain pun perlu terus digelar kerjasamanya. Karena berjuang itu tidak bisa sendiri dan harus saling berpegangan tangan dan menopang demi sebuah tujuan besar” ungkapnya.

Kepada Lazismu ia pun berucap, “Kami menghargai sinergi ini dan menyampaikan terima kasih kepada Lazismu yang telah bekerjasama dan saling mambantu dalam pelaksanaan program ini” pungkasnya. (Adit/Kus)

Mari terus ikhlas berkhidmat dan beramal untuk ummat. Salurkan ZISKA anda melalui Lazismu…

Rekening Lazismu

ZAKAT BSM 99398 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76630 1 20 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lumajang
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76640 2 20 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lumajang
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
BMI 76650 3 20 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lumajang
  • BSM = Bank Syariah Mandiri
  • BMI = Bank Muamalat Indonesia

Ambulan Lazismu Jember Sigap Mengantarkan Ibu Nur Pulang ke Rumahnya di Situbondo

Namanya Nur Aini, biasanya di panggil bu Nur. Nenek yang berumur 67 Tahun itu kini terbaring lemah tak berdaya akibat terpleset di lantai dapur rumahnya.

Setelah diperiksa oleh dokter di RSU dr. Soebandi, tulang engsel beserta daerah sekitarnya terjadi keretakan yang cukup serius. Menurut Nur Efendi anak kedua bu Nur mengatakan, bahwa ia terjatuh sudah yang kedua kalinya.

“Saya sudah mengajak ibu saya untuk tinggal bersama kami, tapi beliau selalu menolak dan ingin hidup di rumah ini sendiri, jarak rumah kami dengan ibu tidak jauh hanya beda RT, sehingga mudah bagi kami untuk menjenguk dan melihat aktifitasnya setiap hari” ucap Nur Efendi.

Bu Nur diketahui telah rawat inap di RSU dr. Soebandi sejak 2,5 bulan yang lalu, ketika nenek itu terpeleset langsung dibawa ke rumah sakit yang ada di Situbondo. Namun pada akhirnya dirujuk ke RSU dr. Soebandi Jember.

Senin pagi 23/12/19 Lazismu Jember dihubungi oleh salah satu warga Muhammadiyah Situbondo yang meminta bantuan untuk membantu proses kepulangan bu Nur.

Dengan sigap armada Ambulan Lazismu segera mengantarkan bu Nur ke desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Alhamdulillah, proses pengantaran pun berjalan dengan lancar hingga sampai ke rumahnya.

Ketika ambulan Lazismu hendak beranjak dari rumahnya, keluarga pak Nur Efendi mengucapkan terimakasih kepada Lazismu Jember beserta para donaturnya yang memperhatikan kepeduliannya terhadap sesama.

“Ini memang sudah menjadi langkah perjuangan kami pak, InsyaAllah dengan istiqamah dan amanah yang diberikan Allah SWT kepada kami merupakan perjuangan menegakkan agama Allah SWT” ucap Hasroqi salah satu kru ambulance Lazismu Jember.

Mari kita bersama-sama mendoakan bu Nur Aini agar beliau cepat sembuh. Aamiin.

 

Wujudkan Pilar Kesehatan Umat Dengan “Khitanku Fitrahku” Sinergi Lazismu GKB dan YBM PLN Gresik

Aksi peduli kesehatan yang bertajuk “Khitanku Fitrahku” merupakan salah satu bentuk realisasi pilar program Lazismu yaitu Pilar Kesehatan diwujudkan oleh Kantor Layanan Lazismu GKB. Kegiatan berbagi bersama untuk sesama ini juga turut menggandeng YBM PLN UP3 Gresik.

Shubuh dini hari, Ahad (15/12/2019) beberapa peserta berjajar rapi di barisan kursi tunggu SMA Muhammadiyah 10 GKB. Mereka mempersiapkan diri untuk prosesi khitan massal yang dilaksanakan pukul 07.30 WIB.

Ketua pelaksana khitan massal KL Lazismu GKB, Siswanto S.Pd.I. mengatakan “khitan massal merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menolong sesama. Dari sisi kesehatan, ini juga merupakan pencegahan berkumpulnya kotoran, maka dari itu khitan wajib bagi laki-laki.”

Khitan massal gratis yang digelar oleh Kantor Layanan Lazismu GKB ini juga bekerjasama dengan kantor layanan lazismu se-kabupaten Gresik dalam hal peserta. Hal ini bertujuan agar anak-anak dhuafa yang ada di Kabupaten Gresik ini dapat terbantu dengan adanya khitan massal gratis ini, sehingga mereka dapat melaksanakan khitan. Disamping gratis, peserta juga mendapatkan fasilitas akomodasi transportasi yang dikoordinir oleh Kantor Layanan Lazismu se-Kabupaten Gresik dengan menggunakan Indonesian Mobile Clinic.

Meylita Dwi Purbowati, salah seorang panitia yang menangani hiburan untuk anak-anak mengungkapkan, “Sebelum prosesi khitan dimulai, anak-anak diajak untuk bermain lego, membaca buku dongeng, dan menonton film kartun yang bertujuan untuk menghilangkan rasa cemas dan takut untuk di khitan. Mereka terlihat sangat antusias dan senang bermain.”

Selain hiburan, dalam khitan massal ini photobooth juga merupakan daya tarik tersendiri bagi para peserta dan ayah bundanya. Mereka tidak lupa mengabadikan moment khitan massal ini dengan berfoto bersama. Tak ketinggalan, M. Aqil Hazwan peserta terkecil yang berusia 13 bulan juga memberikan senyum lebarnya sembari berfoto di photobooth sebelum prosesi khitan dimulai.

Hingga pada saat prosesi khitan dimulai, satu per satu peserta dipanggil menuju ruangan khitan. Tujuh dokter diterjunkan untuk menangani peserta khitan massal KL Lazismu GKB – YBM PLN UP3. Sebanyak 114 peserta yang sebelumnya mendaftarkan diri mereka di Kantor Layanan Lazismu di masing-masing kecamatan telah usai di khitan oleh dokter dari Tim YBM PLN UP3 pukul 12.30 WIB dengan peserta terakhir, Ammar Danish yang berusia delapan tahun asal Lamongan.

Bermacam raut wajah peserta setelah mendapat tindakan khitan. Wajah sembap penuh tangis air mata membasahi pipi mereka pasca tindakan khitan, namun ada juga peserta yang setelah di khitan tampak sumringah dan dapat berjalan seperti biasa sama seperti saat sebelum di khitan.

Kegiatan yang dilaksanakan di bulan Desember dan bertepatan dengan liburan sekolah ini berjalan dengan lancar. Setelah mendapat tindakan khitan, peserta mendapatkan paket school kit yang terdiri dari buku tulis, alat tulis (pensil, ballpoint, tempat pensil, penghapus, buku gambar), dan tas, paket shalat (kopyah, dan sarung), dan tidak ketinggalan para peserta juga mendapatkan kaos dan uang saku.

Kegiatan khitan massal yang diadakan oleh Kantor Layanan Lazismu GKB merupakan salah satu bentuk wujud realisasi pilar program kesehatan Lazismu yang berupa peduli kesehatan. (Restu)

Mari dukung terus program-program Kantor Layanan Lazismu GKB Gresik melalui donasi via transfer BNI Syariah (427) 3139302083 a.n. Lazismu PCM GKB Gresik atau  dapat juga mengunjungi langsung kantor Layanan Lazismu GKB Gresik yang beralamatkan di Jl. Demak No. 07 GKB Gresik. Konsultasi mengenai zakat infaq shodaqoh juga dapat menghubungi +62 812-3935-6577 (Lazismu GKB) atau +62 853-3653-6697 (Ustadz Selamet).

Mbah Suminem Terpaksa Jual Seluruh Aset Berharga Untuk Biaya Berobat Sakit Kankernya

Mbah Suminem (65), di usia tuanya beliau harus merasakan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tubuhnya nampak kurus dan rambutnya yg beruban terlihat rontok akibat pengobatan yang tengah dijalaninya.

Begitulah kondisi yang sedang dialami mbah Suminem ketika ditemui Lazismu, 11/12/19. Ia tinggal di jln Sekar Telon kelurahan Tonatan Ponorogo, bersama suaminya Sukadi dan kedua cucunya.

Mbah suminem sebelumnya berprofesi sebagai tukang pijat, hingga akhirnya penyakit kanker serviks yang diidapnya semenjak tahun 2015 silam menimpanya. Sehingga ia terpaksa harus istirahat dan tidak lagi melanjutkan profesinya.

Pun serangkaian pengobatan telah dijalani oleh mbah Suminem sebagai ikhtiar mencapai kesembuhan. Beliau menjalani pengobatan setiap 6 bulan sekali ke RS di Solo Jawa Tengah. Sedang beliau harus rutin menjalani kontrol di RSU Aisyiyah Ponorogo setiap seminggu sekali.

Untuk mencukupi kebutuhan berobat, mbah Suminem rela menjual barang berharga serta perabot rumah tangga yang dimilikinya. Disamping itu, berdasarkan penuturannya, mbah Suminem masih memiliki tanggungan hutang sebesar 2 juta rupiah.

Sebenarnya, mbah Suminem punya beberapa anak. Tapi apalah daya, kondisi ekonomi yang tak jauh beda membuat anak-anak mbah Suminem tidak bisa membantu lebih. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia mencari sayuran (kembang turi) untuk kemudian dijual.

Mbah Suminem masih memiliki harapan untuk sembuh dan menjalani hari harinya dengan lebih baik.

Untuk itu Lazismu hadir memberikan dukungan dan uluran tangan kepadanya. Disamping itu bantuan dari donatur baik moril mapun materiil sangat. dibutuhkan

AYOO..SALURKAN DONASI KEPEDULIAN ANDA MELALUI LAZISMU PONOROGO.

Gencarkan Edukasi Penyembuhan Penyakit TB, Lazismu dan ‘Aisyiyah Kabupaten Mojokerto Terus Bersinergi

Lazismu kembali merealisasikan pilar program di bidang kesehatan, khususnya di Kabupaten Mojokerto. Bentuknya adalah mengedukasi para penderita untuk menyembuhkan penyakitnya, yaitu Tuberchulosis (TB) dan disertai dengan pemberian paket nutrisi.

Pelaksanaan program tersebut pada hari Selasa, 29 Oktober 2019, bekerja sama dengan mitra Lazismu yakni SSR (sub-sub recipient) TB-HIV Care ‘Aisyiyah Mojokerto.

Sejak pukul 08.15 WIB kader-kader TB Aisyiyah telah berkumpul di Zakat Center Lazismu di kota Mojosari untuk mempersiapkan kegiatan tasaruf. Kader TB Aisyiyah berjumlah 5 orang yang berasal dari 2 kecamatan, yakni Kecamatan Pungging dan Kecamatan Mojosari. Aksi yang dipimpin oleh 2 orang tim Lazismu, Ridho (manajer) dan Rofita (admin media), mendampingi tim SSR yang berjumlah 2 orang, Bherta (staff keuangan) dan Susianto (koordinator program).

Tasaruf pilar kesehatan dalam program peduli kesehatan bertujuan untuk mengedukasi pasien penderita TB tentang pentingnya menjalani proses pengobatan secara optimal. Bentuk aktivitas program yakni berupa edukasi kepada pasien agar menjaga kecukupan nutrisi, menggunakan masker saat berkegiatan, dan menjaga sirkulasi udara di rumah agar tidak sampai pengap dan lembab. Pasien penderita TB juga diperiksa kondisi rumahnya apakah sudah layak huni dari kondisi jendela dan cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam rumah.

“Program ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan memotivasi pasien penderita TB agar tetap semangat dalam menjalani proses pengobatan yang lama. Juga memastikan lingkungan serta kecukupan nutrisinya sesuai dengan standar keluarga sehat”, jelas Ridho.

Edukasi ini berjalan hingga menjelang dzuhur, total penerima bantuan sebagai awal program ini sebanyak 6 orang pasien penderita aktif TB yang sedang menjalani pengobatan. Pasien mendapat tambahan suplemen nutrisi berupa susu, telur ayam, dan beras 5 kg setiap pasien. Setelah ini program peduli kesehatan ini akan diperluas sesuai dengan data pasien yang dikelola proses kesembuhannya oleh SSR ‘Aisyiyah di kabupaten Mojokerto. (kar)

Sinergi Lazismu dengan TNP2K Setwapres RI dan Pemkab Sidoarjo Dalam Peluncuran Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Melalui Posbindu di Kecamatan Candi

Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, jantung, darah tinggi dan kolesterol adalah penyebab utama kematian di dunia dan merupakan salah satu tantangan besar dalam kesehatan di abad ini. Jika tidak ditangani sedini mungkin akan menghambat penanggulangan kemiskinan dan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia (RI) menggandeng Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dalam program Promosi Kesehatan dan pencegahan penyakit melalui Posbindu serta edukasi penggunaan minyak goreng secara sehat.

Bentuknya dari kampanye promosi kesehatan secara nasional adalah : identifikasi dan registrasi, screening kesehatan, konseling, promotif-preventif dan promosi, edukasi dan penyuluhan. Program ini dijangka memakan waktu selama 3 bulan, mulai Oktober hingga Desember 2019.

Peluncuran kegiatan Promosi Kesehatan Posbindu dilaksanakan pada Jumat pagi 4 Oktober 2019, bertempat di Balai Desa Klurak Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Kegiatannya adalah pemeriksaan kesehatan dan senam sehat kader Posbindu serta telewicara dengan Wapres RI.

Hadir pada kesempatan itu Program Leader Promosi Kesehatan TNP2K Setwapres, para pejabat Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo diantaranya dari Sekkab, Bapedda, Dinas Kesehatan beserta jajarannya dan Lazismu yang diwakili oleh Ketua Lazismu Sidoarjo Anang Muntholib. Tak ketinggalan para kader Posbindu beserta warga desa Klurak berjumlah 100 orang turut serta dalam acara seremoni tersebut. Selain melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penyuluhan kesehatan warga juga melakukan kegiatan aksi senam sehat khas kader Posbindu.

Dalam kegiatan tersebut jajaran TNP2K, Pemkab dan para mitra serta kader Posbindu melakukan telewicara langsung (teleconference) dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang berada di Universitas Indonesia (UI) Depok, Jabar untuk peluncuran kegiatan secara nasional. Wakil Presiden berkepentingan untuk mengetahui seberapa jauh Posbindu dilaksanakan di lapangan khususnya di Sidoarjo, beserta kegiatan-kegiatan pendukungnya.

Sesuai rencana pasca acara seremoni peluncuran, kegiatan Promosi Kesehatan akan dilakukan di 3 (tiga) titik lokasi desa dan komunitas di kecamatan Candi, kabupaten Sidoarjo. Kegiatannya adalah pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan berbasis komunitas serta edukasi terhadap penggunaan minyak goreng yang sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat berkesinambungan sesuai dengan yang diharapkan. (Adit).

 

Bersama Organisasi Perempuan ‘Aisyiyah, Lazismu Menyalurkan Paket Bantuan Kepada Penderita TBC di Surabaya

Lazismu bersama ‘Aisyiyah kota Surabaya senantiasa bersinergi dan bekerjasama dalam program TB (Tuberchulosis) Care. Sinergi itu dilakukan oleh Lazismu dalam rangka mengurangi beban penderitaan yang dialami oleh warga Surabaya yang menderita penyakit TB, khusunya yang kondisi ekonominya tidak mampu atau fakir-miskin.

Kiprah organisasi perempuan ‘Aisyiyah dalam gerakan dakwah dan pemberdayaan berbasis filantropi fokus membantu masyarakat dalam pencerahan agama dan kesehatan. ‘Aisyiyah juga berupaya membantu masyarakat dari himpitan jerat kemiskinan.

Salah satu program nasional yang menjadi andalan adalah penanggulangan Tuberculosis (TB) dalam pembangunan kesehatan di Indonesia guna pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) untuk menurunkan angka penyebaran penyakit menular.

Sebagai langkah kongkritnya, pada hari Rabu, tanggal 28 Agustus 2019, Lazismu dan ‘Aisyiyah melakukan kunjungan sekaligus bakti sosial kepada tiga warga penderita TB di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan Surabaya, Jawa Timur.

Selain menyampaikan bantuan dana pengobatan dan bingkisan sembako, Lazismu yang diwakili oleh Badan Pengurus (BP) Abdul Hakim (Wakil Ketua BP) dan Warsono (Anggota BP) bersama kader TB Aisyiyah Surabaya melakukan pendampingan agar ketiga penderita TB tersebut terus dapat menjaga kebersihan, meminum obat sesuai petunjuk dokter, serta tidak lupa untuk tetap beribadah dan berdoa agar penyakit yang diderita segera pulih. (Adit)