Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 17 July 2019
Breaking News
You are here: Home » Potret

Category Archives: Potret

Kisah Pilu Keluarga Kasipun : Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya Trauma Bersekolah

Kisah pilu sering terjadi di negeri ini dan itu merupakan bentuk ujian bagi yang mengalami seberapa kuat ia menghadapinya. Kisah pilu itupun setiap waktu senantiasa datang.

Kisah pilu dialami seorang lelaki berusia 40 tahun bernama kasipun yang tinggal sebagai warga desa Ketanen, Panceng, Kabupaten Gresik. Kasipun bersama keluarganya didapati kekurangan gizi. Beban berat menggelayuti pikirannya karena minimnya pengetahuan serta tekanan ekonomi yang tidak kunjung memperoleh solusi.

Seorang aparat sipil bernama Raden Jamal, terketuk hatinya ketika melihat Kasipun harus dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik pada Maret 2019 lalu. Rasa kemanusiaannya terusik menyaksikan Kasipun lemah tanpa gizi yang memadai.

Dokter mengabarkan bahwa Kasipun darahnya tinggi. Kadar garam di tubuhnya berdasarkan diagnose juga tinggi, kata Raden berdasarkan informasi dari dokter di rumah sakit itu. Kasipun hanya memakan nasi dengan garam. “Kondisi miskin inilah yang membuat dirinya menjadi lemah” kata Raden.

Berdasarkan penelusuran Raden, Kasipun memiliki istri dan dua anak. “Anak pertama berusia 15 tahun lulus SD dan tidak mau bersekolah, sekarang menganggur di rumah. Sementara adiknya yang masih balita kesulitan dalam berkomunikasi” punkasnya.

Sebagai ibu rumah tangga, Istri Kasipun juga mengalami nasib yang sama. Pemahamannya tentang hidup sehat masih minim. “Yang membuat sedih, ketika diajak berkomunikasi kadang tidak dapat direspon dengan jawaban yang pas” sambung Raden.

Kasipun bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Setelah sakit, tidak ada yang mengajaknya sebagai kuli karena fisiknya lemah. “Budi baik tetangganya kepada Kasipun sedikit banyak membantunya dengan bekerja sebagai pencari rumput untuk kambing tetangga” kata Raden yang juga sebagai ketua Ranting Muhammadiyah setempat.

Tak lama, Raden menceritakan kondisi Kasipun kepada Lazismu Kabupaten Gresik yang segera bertindak untuk mendampingi keluarga Kasipun.

Trauma Bersekolah

Amil Lazismu Gresik, Liesna Eka mendapati anak perempuan Kasipun trauma bersekolah dikarenakan sering disudutkan dan diolok-olok oleh teman-temannya ketika di sekolah. Informasi ini diperoleh Liesna dari ibunya dan tetangga terdekatnya.

“Dulu waktu sekolah dasar, kecerdasan dia di bawah rata-rata anak-anak pada umumnya. Ia baru bisa membaca waktu kelas 4 SD. Keterlambatan kognitf dan psikomotorik inilah yang kemudian menjadi olok-olok kawan-kawannya. Anaknya Pak Kasipun merasa terpojok” cerita Liesna.

Hingga tamat dari SD pun anak Kasipun tidak mau melanjutkan ke jenjang berikutnya karena merasa trauma  bersekolah. Harusnya dia sudah masuk kelas 2 SMP. Kondisi ini sedang dicari solusinya.

Organisasi pemudi Islam, Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lemah Ireng Panceng bersama Lazismu juga sudah mendampingi keluarga Pak Kasipun. Dalam waktu dekat akan dicari pendekatan secara psikologis. Hal ini diceritakan Pimpinan Rating NA Matsubah Noor.

Menurut Matsubah, anak Kasipun sudah dibujuk agar mau kembali untuk bersekolah. Matsubah turut prihatin jika keluarga Pak Kasipun sampai kekurangan gizi. “Rumah keluarga Pak Kasipun juga tidak memiliki MCK” katanya.

Nurul Afianah, Relawan Nasyiatul Aisyiyah, bidan dan tim Dinas Sosial beberapa kali datang guna mendampingi dan memberi motivasi sekolah kepada anak Kasipun serta mengecek kesehatan keluarganya.

Berbagi Solusi

Sebagai aksi nyata, Lazismu segera menolong keluarga Kasipun. Kehadiran Lazismu sebagai misi dakwah pencerahan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) Muhammadiyah.

Amil lazismu, Miftakhul Huda dan khoirul Fitroh bertugas mendampingi dan memberikan tambahan gizi untuk keluarga dhuafa tersebut “Pak Kasipun bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja di warung yang sudah ditunjuk Lazismu. Warung itu diminta turut berpartisipasi menolong Pak Kasipun” pungkasnya.

Kasipun tinggal mengambil kebutuhan pangan yang diperlukan untuk memenuhi kecukupan gizinya, kata Miftah. Selain itu, Lazismu juga berupaya mengedukasi dan memberdayakan keluarga Kasipun dengan memberikan 1 ekor kambing betina untuk diternak. Kebetulan kambing itu sedang bunting yang kelak ketika melahirkan dapat dirawat untuk membantu perekomoniannya.

Langkah selanjutnya lazismu akan merenovasi hunian yang layak bagi Kasipun. Rumahnya saat ini tidak memiliki sanitasi, genteng banyak yang bocor, serta berlantaikan tanah. Untuk itu Lazismu yang diwakili Miftah mengajak masyarakat dan donatur bersama-sama membantu keluarga Kasipun. (lazismu.org).

Dengan Respon One Click One Care Semoga Adik Aisyah Segera Sembuh

Lazismu Lamongan pada hari Sabtu, 13 April 2019, menyerahkan bantuan kepada Muhammad Yusuf, Ayahanda adik Aisyah, bayi berusia 1 bulan yang harus dioperasi karena menderita penyakit athresia ani (sumbatan saluran pencernaan). Bantuan ini diberikan langsung oleh Sujudna, Ketua Lazismu Lamongan di RSAL Surabaya sekaligus menjenguk keadaan adik Aisyah dan menghibur keluarganya untuk bersabar.

Didampingi suami dan orang tuanya yang berasal dari Paciran Lamongan, Afrah ibunda dari adik Aisyah menceritakan bahwa pertama adik aisyah lahir dalam keadaan normal dan tidak kekurangan apapun. “Setelah 4 hari berjalan pasca kelahiran, ternyata ada masalah, adik Aisyah tidak dapat BAB,” ungkapnya

Sambil menahan air mata saat bercerita, ibu afrah bersama keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Aisyah ke RSM Lamongan dan pihak RSM akhirnya merujuk ke RSAL Dr Ramelan Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjuan,” sambungnya.

“Sebagai ibu saya tidak tega, anak saya dalam usia 4 hari, harus dilakukan operasi pertama di sebelah, ternyata ujian belum sampai disitu, seminggu kemudian ada masalah, perut semakin membuncit, dan akhirnya dilakukan lagi operasi kedua sebelah kiri, dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ceritanya

Ibu Afrah menceritakan untuk sekali operasi dibutuhkan biaya kurang lebih sekitar 20 juta. “Itu belum juga biaya yg lain, tapi demi anak kami, kami rela melakukan dan mengorbankan apapun,” sambungnya.

Dan menurut penjelasan dari dokter yang disampaikan oleh Ibu Afrah, rencananya adik Aisyah akan di operasi lagi setelah umur 6 bulan. “Anak saya ini sudah di RSAL kurang lebih sekitar 23 hari,” ungkapnya. 

Adik Aisyah adalah salah satu penerima manfaat program One Click One Care, setelah tantenya, Sania menyampaikannya kepada Lazismu Lamongan. Lazismu yang mengetahui peristiwa ini, kemudian langsung membuka open donasi baik secara langsung maupun melalui online. Selanjutnya donasi yang terhimpun akan diserahkan kepada keluarga secara langsung seusai amanah dari donatur.

Donasi secara simbolis diberikan oleh Ketua Lazismu Lamongan, Sujudna sekaligus menyampaikan perhatiannya kepada adik Aisyah dan melakukan support kepada keluarga.

“Ini adalah amanah dari donatur, yang Allah mengetuk pintu hati mereka melalui Lazismu, semoga dapat membantu meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga, dan menjadi berkah untuk kesembuhan adik Aisyah,” ungkap Sujudna.

Sujudna, menghimbau, kiranya Saudara-Saudari semua di Manapun berada dapat menyisihkan rejekinya untuk membantu agar adik kita Aisyah bisa sehat, ceria dan tersenyum kembali.

Untuk Info Lebih Lanjut Buat teman teman Bisa Hubungi CP Lazismu Lamongan 085606821440. Jika Anda ingin memberikan bantuan dana bisa disalurkan melalui Lazismu, dengan rekening bank :

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 19 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76630 1 19 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lamongan
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 19 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76640 2 19 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lamongan

Terus Mendukung Saudara Kita di Palestina Dengan Sepenuh Hati

Perjuangan rakyat Palestina yang sedang dalam masa penjajahan dan penindasan Israel senantiasa mendapat tempat dan perhatian penting dari rakyat Indonesia, termasuk dari Muhammadiyah. Komunikasi, silaturrahim dan pemberian bantuan intens dilakukan oleh Muhammadiyah, melalui Lazismu sebagai lembaga Amil Zakat di bawah Persyarikatan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan.

Lazismu bersama berbagai lembaga atau organisasi kemanusiaan Islam Indonesia lainnya senantiasa menggalang dana untuk membantu rakyat Palestina dalam berbagai bidang. Dalam hal ini yang menjadi fokus Muhammadiyah melalui Lazismu adalah bantuan dalam bidang pendidikan, terutama peningkatan SDM generasi muda Palestina. Selain itu Lazismu juga membantu memberikan bantuan untuk santunan Rumah Panti, Qurban, operasional ceramah para ustadz dan tentunya besiswa untuk mahasiswa Gaza yang melakukan studi, baik di dalam negerinya maupun keluar negeri.

Pada akhir bulan Februari 2019 ini di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, kembali ditandatangani MOU dan kesepakatan antara Lazismu Pusat dengan salah satu Lembaga Kemanusiaan di Gaza, Palestina, untuk mendatangkan para Imam dari Palestina guna berdakwah selama bulan Ramadhan 1440 hijriyah di berbagai daerah di Indonesia.

Tentunya Lazismu akan bekerjasama dengan para pengurus atau takmir Masjid di daerah yang ditunjuk sebagai tempat kegiatan dakwah Peduli Palestina. Kegiatan tersebut akan diiringi dengan penghimpunan dan penggalangan dana guna membantu program-program kemanusiaan dan pendidikan Lazismu di Palestina. (Adit).

Gerak Cepat Ambulan Lazismu Bojonegoro Melayani Pak Sukirno Rawat Jalan Lintas Kabupaten

Melayani dengan sigap dan peduli adalah semboyan dan tugas Korps Ambulan Lazismu di Jawa Timur. Seluruh personel ambulan Lazismu harus sadar akan peran dan tugasnya, melayani siapapun yang membutuhkan tanpa melihat latar belakangnya.

Termasuk kepada pak Sukirno, warga Lamongan, Lazismu Bojonegoro dengan sigap memberikan layanan yang prima kepadanya. Pak Sukirno menderita patah tulang di bagian punggung setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu. Setelah dioperasi di RSUD Bojonegoro pak Sukirno memerlukan kontrol yang intensif. Sedangkan kondisi ekonomi yang pas-pasan terasa berat jika harus menyewa mobil untuk sekedar kontrol.

Alhamdulillah Ambulan gratis Lazismu Bojonegoro bisa membantu meringankan beban pak Sukirno. Hari ini, Kamis, tanggal 21 Februari 2019 Lazismu Bojonegoro tiba di rumah pak Sukirno yang beralamat Dusun Ngelo, Desa Jatipayak Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan pukul 6 pagi untuk mengantarnya lintas kabupaten kontrol kesehatan ke RSUD Bojonegoro.

Mari berdonasi untuk membantu operasional Mobil Ambulan Gratis Lazismu. Zakat, Infaq dan Sedekah Anda akan sangat membantu Dhuafa yang membutuhkan.

Transfer melalui rekening Bank Syariah Mandiri Virtual Acount No.Rek: 993981 1300 000 000. Konfirmasi SMS/Wa 082287889799.

Call center Ambulance 0812 3511 5454.

#LazismuBojonegoro
#MemberiUntukNegeri

Penanganan Berkelanjutan Bagi Penyintas Bencana Longsor 2017 di Banaran, Ponorogo

Kita diberikan anugerah besar oleh Allah SWT untuk bisa hidup di negeri yang subur, keadaan alam yang sangat indah mulai dari gunung yang menjulang tinggi, dataran rendah yang menghampar, puluhan ribu pulau nan elok, hingga pantai yang mempesona, akan mudah membius siapapun manusia yang melihatnya. Negeri kita dengan letak geografis yang sangat strategis, berada pada posisi silang antara 2 benua dan 2 samudra memiliki dampak positif yakni dapat menjadi jembatan lalu lintas perdagagan internasional.

Dibalik semua hal indah yang disebutkan diatas, ada ancaman besar yang selalu mengintai kapanpun di Indonesia. Erupsi gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, banjir, Tsunami, dan lain-lain yang seringkali memakan korban jiwa yang tak sedikit. Tahun-tahun terakhir hal semacam itu menjadi suguhan berita yang hampir tiap hari kita ‘nikmati’ disela-sela kemarahan alam yang selalu mengancam.

Kabupaten Ponorogo adalah satu dari sekian banyak kabupaten di Indonesia yang tertimpa bencana alam tanah longsor 2017 lalu. Tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Total korban jiwa sejumlah 28 orang, 16 laki-laki dan 12 perempuan. Sebagian besar belum diketemukan hingga saat ini. Hal ini menyisakan trauma mendalam bagi warga Banaran.

Lazismu Ponorogo merupakan lembaga amil zakat yang konsisten memberikan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Banaran. Hari Ahad 3 Februari 2019, Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur drh. Zainul Muslimin dan Anggota Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jatim Imam Fauzi bersama Ketua Lazismu Ponorogo Zulkarnain Asyahifa memberikan bantuan kepada para penyintas bencana longsor yang terjadi beberapa tahun lalu. Bantuan itu berupa beasiswa Pendidikan kepada Yatim/Piatu korban bencana longsor untuk keberlangsungan pendidikan mereka. Hadir pula disana MDMC Ponorogo, PCM Kec.Pulung dan Camat pulung dan Sekretaris Desa setempat.

Untuk beasiswa Tingkat SD sejumlah 7 orang, SMP 3 orang, SMA 2 orang, dan Perguran Tinggi 2 orang. Dengan nominal bantuan yang berbeda, Rp. 5.000.000,- untuk tingkat SD, Rp. 7.000.000,- tingkat SMP, Rp.9.000.000,- tingkat SMA dan Rp. 11.000.000,- untuk tingkat Perguruan Tinggi.

Hadirnya Lazismu Ponorogo ditengah duka dan trauma semoga bisa menjadi lilin pada perjalanan kehidupan anak-anak yatim/piatu yang sedang menempuh pendidikan demi masa depan mereka. Dengan begitu, amanah dari para donatur telah tersampaikan. Demikian pesan Ketua Lazismu Jatim drh. Zainul Muslimin.

Bantuan berupa uang semacam ini, bukanlah akhir dari upaya Lazismu untuk membantu mereka. Bantuan lain yang tak terhitung nilainya, mulai dari waktu, tenaga dan juga fikiran, selalu disumbangkan semenjak kejadian longsor 2017 lalu.

Semoga upaya yang positif yang diupayakan Muhammadiyah dan sayap-sayap organisasinya termasuk Lazismu dan MDMC akan membawa kontribusi yang positif dimasa sekarang dan akan datang. Hingga kelak para mustahiq itu mampu menjadi muzakki. (Thoriq).

Semoga Dik Akmal Kelak Menjadi Anak Yang Cerdas dan Berbakti

Akmal Abdal Fathir merupakan anak yatim yang pada usia 1 minggu sudah ditinggal ayahnya. Mulai lahir dik Akmal sudah mengalami cobaan. Ia terlahir sebagai anak bibir sumbing.

Seiring dengan berjalannya waktu perhatian dan kepedulian dari semua kalangan tertuju kepada Akmal. Termasuk mengusahakan operasi bibir sumbing bagi dik Akmal.

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pamekasan hadir memberikan layanan untuk membantu proses operasi bibir sumbing.

Selama bulan Januari 2019 lalu dik Akmal sudah dioperasi jilid 1 dan untuk jilid 2 di RS PHC, kawasan Tanjung Perak, Surabaya. Alhamdulillah Lazismu kabupaten Pamekasan membantu mengusahakan operasi dik Akmal dan turut serta mengantar pergi pulang dari rumah hingga ke Surabaya.

Pihak keluarga, terutama orang tua sangat bersyukur kepada Allah SWT bahwa anaknya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Keluarga juga berterima kasih kepada Lazismu yang sudah memberikan layanan terbaik mulai dari awal hingga kni.

Kini dik Akmal sudah dioperasi jilid 2 dan sudah terlihat seperti anak normal yang lainnya. Proses operasi ini dilakukan atas kerjasama Lazismu Pamekasan bersama Cleft Care Foudation Indonesia Yayasan Peduli Bibir Sumbing.

Kedepan kedua lembaga ini siap bermitra lagi untuk program operasi bibir sumbing. Semoga kemitraan ini membawa kebaikan dan kebarokahan untuk kita semuanya. Semoga dik Akmal kelak menjadi anak yang cerdas dan berbakti kepada orang tua dan agama. (KhJn).

Mari berdonasi melalui Lazismu…

ZAKAT BSM 99398 1 28 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76630 1 28 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Pamekasan
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 28 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pamekasan
BMI 76640 2 28 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Pamekasan

Karena Bekerja dengan Cinta, Mbah Umar Tetap Mengayuh Becak di Usia 78 Tahun

Lazismu Kota Surabaya berkunjung ke rumah kontrakan Mbah Umar, lansia 78 tahun yang tinggal di Jalan Randu Barat 2 /1 Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran Surabaya, Jawa Timur (26/1/2019).

Kedatangan Amil Lazismu di rumah kontrakan Mbah Umar untuk menyalurkan bantuan berupa program Lazismu Aksi Peduli Duafa (LAPD) yang masih dalam tema One Day one Recipient, Satu Hari Satu Penerima Manfaat.

“Tiba pukul 07.00 WIB, namun amil tak berjumpa Mbah Umar, karena sudah berangkat bekerja mengayuh becak untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup baik untuk Mbah Umar maupun isterinya,” kata Ketua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko.

Di rumah kontrakan tersebut Mbah Umar hidup bersama istri dan kedua cucunya. Isterinya bernama Mbah Srini (67) sudah 2 tahun sakit stroke dan hanya bisa berbaring di kamar,” kata Sunarko.

Menurutnya, akibat stroke tersebut Mbah Srini sudah tidak bisa bicara. Tapi bisa mendengar dan faham apa yang diucapkan oleh orang yang berada di sampingnya. Anak-anak dari Mbah Srini sudah berkeluarga, setelah tiap tahun berpindah-pindah kontrak akhirnya mulai Desember 2019 Mbah Umar dan Mbah Srini kini menumpang di rumah kontrakan cucunya yang bernama kholis (27) di Jalan Randu Barat tersebut.

Dalam sehari Mbah Umar mendapatkan penghasilan Rp 10 ribu – Rp 30 ribu dari mengayuh becaknya. Beruntung kedua cucu Mbah Umar, Kholis dan Amilia sangat perhatian kepada kakek dan neneknya.

Ketika didatangi di tempat mangkal becaknya, di depan Kantor Kelurahan Sidotopi Wetan, kemudian Amil Lazismu menyampaikan telah memberikan sembako dan diserahkan kepada istrinya. “Betapa senang dan bahagianya mendengar kabar tersebut,” tuturnya.

Mbah Umar menyampaikan terima kasih kepada Lazismu, semoga amal dan amanat dari para donatur diberkahi Allah, ujarnya. (snk/hb/na/www.lazismu.org)

Zakat Center, Visi Besar Dakwah Berkemajuan di Kota Onde-onde

Pusat adalah titik sentral. Dalam makna yang lain sebagai trendsetter yang menjadi perhatian atau tempat suatu objek yang menjadi fokus perhatian sekitarnya. Dalam alunan kehidupan sosial,lifestyle adalah bagian dari inovasi sosial apapun bentuknya. Termasuk dengan zakat sebagai gaya hidup sebagai bagian dari proses inovasi sosial.

Di Mojokerto, pada 20 Januari 2019, Lazismu meluncurkan pusat zakat (zakat center) dalam hal penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Berbagai pihak, seperti instansi pemerintahan, perbankan dan kalangan warga persyarikatan mengapresiasi kemunculan zakat center di kota Onde-onde tersebut.

Hal signifikan berdirinya gedung pusat zakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat islam itu sendiri yang menginginkan pembaruan lintas zaman sebagai upaya membumikan gerakan sadar zakat. Dewasa ini, zakat telah menjadi gaya hidup, setiap orang mulai gemar berdonasi. Gaya hidup berbagi begitu banyak diminati berbagai kalangan masyarakat sebagai kebutuhan dan ketenangan jiwa.

Selama ini, masjid dan musala hanya terpaku pada soal ibadah dan ritual. Maka boleh saja jika dianalogikan pusat zakat menjadi solusi untuk mengokohkan kembali tiang penyangga sebagaimana dijelaskan dalam ajaran Islam.

Hal itu terungkap dari Ketua BP Lazismu Sragen, Ikhwan saat menyampaikan materi zakat. “Zakat kedudukannya sama dengan salat, bila tidak dilaksanakan salah satunya, maka gugur ke-Islamannya,” terangnya.

Aktivitas penghimpunan dan pendayagunaan zakat adalah hubungan timbal-balik antara muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima manfaat zakat). Jika tidak ada salah satunya, maka tidak ada peristiwa memberi dan menerima.

Muzaki memerlukan mustahik dalam rangka membersihkan hartanya agar tetap tumbuh dan berkembang tanpa mengambil hak orang lain. Ikhwan menilai pun bagi mustahik memerlukan muzaki karena pada dasarnya harta yang dimiliki seseorang itu ada hak orang lain yang membutuhkannya.

Demikian dibeberkan Ketua BP Lazismu Kabupaten Mojokerto, Khoirul Azmi Ridho dalam suatu tulisannya di Merdeka Post (22 Januari 2019). Dia berkeyakinan pada saatnya nanti zakat center akan menjadi sebuah tren positif masyarakat yang memiliki fungsi tidak hanya edukatif, namun juga fungsi rekreatif untuk terus belajar tentang zakat.

Dahulu KH. Ahmad Dahlan telah mewariskan kisah konsep sekolah meja-bangku-nya, atau pun cita-cita Kiyai Sudja’ dengan rumah yatimnya yang dipandang sebelah mata. Konsep dan cita-cita itu hingga saat ini menjadi intisari dari sebuah usaha memajukan peradaban lewat dakwah yang berkemajuan.

Kini zakat center mestinya menjadi pusat aktivitas zakat yang tidak hanya memiliki giat fungsional, tapi juga membawa misi agar zakat menjadi populer dan menjadi gaya hidup zaman milenial. Sehingga pada masanya nanti zakat akan menjadi solusi jitu dari masalah ekonomi, yakni kesenjangan antara yang papa dan agniya dalam jumlah kepemilikan harta. (merdekapost).

Sinergi Lazismu dan RS Muhammadiyah Gresik Terjunkan 40 Pengkhitan Dalam Khitanan Masal di Cerme

 Subuh dini hari, Ahad (23/12/2018) beberapa anak sudah duduk rapi di barisan kursi tunggu antrian di Klinik Muhammadiyah Cerme, Ngembung Gresik. Sekitar jam 04.30 mereka sudah mempersiapkan diri untuk acara khitanan massal yang dilaksanakan oleh Lazismu Gresik dan Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG).

Miftahul Imam (9 tahun), menjadi peserta pertama yang datang bersama ayahnya, Supri. Miftah tidak sendiri, beberapa temannya yang sama-sama dari Desa Kedungjati Cerme berangkat pagi-pagi agar dikhitan paling awal. “Kebijakan kami, siapa yang datang duluan, maka dia yang dikhitan. Anak-anak ini seminggu sebelumnya juga mengirimkan berkas melalui Kantor Layanan Lazismu di masing-masing kecamatan, agar datanya bisa masuk. Kuota 190 anak yang dikhitan,” ujar ketua panitia pelaksana, Minal Abidin SPd.

Menurut Abidin, data yang mengikuti khitan tidak hanya dari Gresik saja. “Tercatat, ada yang dari kota sekitar, yaitu Surabaya dan Lamongan.”

Pembukaan acara ini dimulai pukul 07.30 pagi, dibuka oleh Ketua PDM Gresik, Drs H Taufiqullah A. Ahmady MPdI, dan selesai pada pukul 13.00 WIB. Prosesi khitan berlangsung dengan cepat karena tim dari Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik menerjunkan tim kesehatan yang cukup banyak. “Sebanyak 40 orang kita terjunkan, satu durasinya 15 menit. Sekali durasi langsung, 16 anak dikhitan,” ujar Kepala Perawat RSMG, Taufiq Nur Aini Skep Ners.

Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke 106 ini berjalan dengan lancar. Setelah dikhitan, peserta yang usianya dari 0 sampai 12 tahun ini mendapatkan hadiah senilai Rp. 500.000,- yang terdiri dari tas, sarung, school kit, baju koko serta uang saku.

“Alhamdulillah, bisa berjalan dengan sukses. Tanpa ada kendala. Saya ikut bahagia melihat anak-anak yang semula sedih dikitan, lalu menjadi bahagia setelah mendapatkan bingkisan. Melalui acara ini, semarak Milad Muhammadiyah ini terasa, sebagai bukti kepedulian kita terhadap kaum dhuafa,” ujar Abidin.

Pihak RSMG-pun turut berbahagia dengan acara ini,”Alhamdulillah kegiatan khitanan massal berjalan lancar,” ujar Kepala Pemasaran Rumah Sakit, dr Imam Suyuthi Sp An.

Menurutnya, ini merupakan kegiatan kesekian kalinya dalam sinergi RSMG dengan Lazismu. “Semoga selalu bisa bersinergi agar kemandirian dalam bersyarikat ini makin lama makin baik,” harapnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Gresik, Abdul Rozak SPd MpdI berharap acara khitan ini tidak berhenti di tahun 2018.” Semoga ditahun depan kita bisa menyelenggarakan khitanan Massal ini di lokasi yang berbeda, melibatkan seluruh Kantor Layanan Lazismu se Kabupaten Gresik,” ujarnya. (Liesna).

SAH, Relawan Lazismu MDMC ini Telah Menambatkan Hatinya di Palu, Menikahi Gadis Idamannya

Ungkapan “Ada Hikmah Dibalik Musibah” atau “Bencana Membawa Berkah”, sudah pernah kita dengar. Nah, kini ada ungkapan “Bencana Membawa Cinta” dan itu nyata.

Itulah perjalanan cinta Dafa Rudianto dan Nahdiyanti di medan bencana Palu dan Donggala. Dafa adalah relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu asal Lumajang Jawa Timur. Dia dikirim dan ditugaskan dalam rombongan MDMC Jatim ke Palu, Sulawesi Tengah, 1 Oktober 2018 lalu, beberapa hari pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan kawasan sekitarnya.

Sedangkan Nahdiyanti juga seorang relawan Muhammadiyah lokal yang bertugas di Puskor MDMC di Unismuh Palu. Keduanya bertemu dalam tugas yang sama, membantu menangani korban bencana gempa dan tsunami yang mengungsi ke Puskor MDMC.

Benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua, hingga Dafa berniat mengungkapkan perasaan hatinya ke Nahdiyanti. Syukur alhamdulillah, ungkapan hati Dafa untuk hidup bersama diterima oleh Nahdiyanti. Kedua insan muda belia itu berjanji untuk ‘sehidup semati’, menjalin hubungan keluarga.

Dafa pun melamar pujaan hatinya itu pada 11 Desember 2018. Ia datang ke kediaman Nahdiyanti yang berada di Jl. RA Kartini 21, Desa Lolu Utara, Palu Timur, Kota Palu, didampingi oleh Ketua MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan ST dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Amin Prakasi Ardan,

Lamaran Dava diterima oleh keluarga Nahdiyanti dan disepakati bahwa waktu akad nikah adalah tanggal 18 Desember 2018. “Inilah berkah menjadi Relawan” kata Dafa dengan mengucap syukur dan merasa bahagia.

Nah, pada pagi hari ini selasa tanggal 18 Desember 2018, dengan disaksikan oleh Ketua Lazismu Jatim, drh. Zainul Muslimin, Ketua MDMC Jatim M. Rofii dan dr. Amang, MPKU Jatim beserta jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Tengah dan para hadirin, Dafa pun berijab qabul, mengucap janji sucinya.

Sah, akhirnya dua hati berbeda asal ini pun bersatu menjadi pasangan yang berbahagia. Semoga Sakinah mawaddah warahmah dalam menempuh kehidupan keluarga  yang harmonis hingga ke akhir masa. Musibah memang meninggalkan kepedihan dan penderitaan, namun juga menjadi berkah bila bersikap positif dan selalu bersyukur kepadaNya. (Adit)