Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 30 Oktober 2020
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Targetkan 100.000 Paket Sembako Untuk Warga Paling Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Targetkan 100.000 Paket Sembako Untuk Warga Paling Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Mencermati kondisi terkini status tanggap darurat dengan pembatasan wilayah berskala besar atas terjadinya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Lazismu Jatim kembali melakukan langkah antisipasi, terutama dalam masalah ketahanan dan ketersediaan pangan bagi warga yang paling terdampak.

Menurut drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, yang juga sebagai Koordinator Devisi Ketahanan Pangan – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, saat ini seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jatim tengah mempersiapkan gerakan Lumbung Pangan berbasis Masjid.

Ketika ditemui di gedung Muhammadiyah Jatim Kertomenanggal Surabaya, senin sore, 6 April 2020, Zainul mengungkapkan bahwa pada saat ini warga terdampak Covid-19 membutuhkan langkah nyata dan kehadiran Muhammadiyah sebagai problem solving permasalahan umat. Lumbung pangan berbasis masjid adalah solusinya karena Masjid berada di garis depan kehidupan ummat.

Pendanaan Lumbung Pangan ini, lanjut Zainul, akan disangga bersama oleh Lazismu, Masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tentu dengan koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Lazismu Daerah akan fokus menggencarkan kampanye fundraising untuk gerakan Lumbung Pangan di daerahnya melalui berbagai saluran dan media serta bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, katanya.

Sebanyak 100.000 paket dengan nilai Rp. 200.000,- per paket dengan total anggaran sebesar Rp. 20 Milyar tengah disiapkan untuk pengadaan paket sembako. Dana itu diperoleh dari hasil donasi ZIS dan kemanusiaan Lazismu se-Jatim, baik yang telah terkumpul maupun yang akan digalang, ditambah dari AUM.

“Pengadaan logistik Lumbung Pangan mengutamakan membeli bahan makanan pokok, seperti beras langsung ke petani dan bahan pangan lainnya ke peternak, koperasi, supplier, toko atau supermarket milik warga Muhammadiyah atau ummat Islam lainnya.” jelas Zainul.

Zainul menegaskan bahwa prioritas sasaran penerima bantuan adalah mereka yang dalam kategori asnaf penerima zakat, terutama dari kalangan guru berpenghasilan rendah, mubaligh / ustadz, marbot / petugas Masjid, tenaga paramedis, santri / pelajar / mahasiswa dalam asrama, janda, warga lanjut usia, difabel, buruh, korban PHK dan pekerja sektor informal lainnya yang terdampak kondisi wabah Covid-19.

Sedangkan proses pendistribusian paket sembako nantinya dilakukan melalui Masjid dengan cara mengirimkan kepada sasaran yang dituju, dari rumah ke rumah (door to door) oleh para Relawan Masjid, atau melalui RT / RW / Kepala Dusun / Kepala Kampung / Tokoh Masyarakat setempat. Kantor Lazismu Daerah tidak dianjurkan melakukan penyerahan secara berkerumun atau mendatangkan massa dalam jumlah banyak, tambah Zainul

“Yang penting Lazismu dan segenap elemen Muhammadiyah akan berusaha menjamin ketersediaan pangan yang cukup bagi sasaran penerima sesuai dengan data yang dimiliki, minimal untuk 3 (tiga) bulan” pungks Zainul. (Adit)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*