Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Monday , 25 May 2020
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Agar Panen Tidak Gagal, Lazismu Tebar Alat Pembasmi Tikus kepada Kelompok Petani di Lamongan

Agar Panen Tidak Gagal, Lazismu Tebar Alat Pembasmi Tikus kepada Kelompok Petani di Lamongan

Dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis pertanian, perlu ditunjang dengan berbagai upaya dan sarana agar dapat berjalan lancar dan berhasil. Salah satunya adalah upaya membasmi hama tikus yang sering menyerang areal persawahan.

Menyadari hal itu Lazismu Lamongan dengan dukungan dari donatur merasa terpanggil untuk dapat membantu pekerjaan para petani. Tentunya agar para petani dalam memproduksi padi mulai dari tanam hingga panen dapat berjalan dengan hasil yang baik, apalagi di era pandemi wabah virus Corona dan masa perekonomian yang sulit ini, hasil produksi pertanian sangat dibutuhkan.

Sebanyak 48 unit alat pembasmi tikus buatan lokal telah diberikan oleh Lazismu kepada kelompok Tani di 24 kecamatan di Lamongan, 29 April 2020. Pemberian bantuan itu dikirim dan dilewatkan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat. Masing-masing kelompok Petani PCM mendapat bantuan 2 unit.

Menurut Sujudna, Ketua Lazismu Lamongan, bantuan ini dimaksudkan agar para petani di Lamongan dapat membasmi hama tikus secara mudah, praktis dan murah. Saat ini, Sujudna menjelaskan, di Lamongan Selatan sedang musim panen. Sedangkan di Lamongan Utara musim tanam.

Sujudna menceritakan bahwa alat pembasmi tikus itu adalah hasil karya dari Abdul Hakim, seorang guru sekolah Muhamamdiyah di Lamongan yang ulet dan kreatif. Alat itu kemudian diproduksi dan dibeli secara masal oleh Lazismu untuk selanjutnya dibagikan kepada kelompok tani di desa-desa yang kesulitan karena sawahnya terserang hama tikus.

Hasil karya Abdul Hakim ini sangat praktis dan pengoperasiannya sangat mudah. Suara mesinnya tidak bising. Selain itu alat ini juga ramah lingkungan dan hemat biaya, sebab berbahan bakar oli bekas dan campuran solar. Harga alat ini sekitar Rp. 450 ribu per unit, tambah Sujudna.

“Semoga Alat ini dapat membantu para petani membasmi tikus agar produksi pertanian di Lamongan dapat sukses dan berhasil baik serta mendukung program ketahanan pangan. Terlebih di era wabah virus Corona dan pada masa krisis ekonomi ini” pungkas Sujudna. (Ad)

Abdul Hakim dengan alat pembasmi tikus hasil karyanya. (Foto: Oknews.co.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.