Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 18 September 2020
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Aksi Sosial Bernuansa Bahari dengan Berlayar Mengarungi Selat Madura Menuju Pulau Gili Ketapang, Probolinggo

Aksi Sosial Bernuansa Bahari dengan Berlayar Mengarungi Selat Madura Menuju Pulau Gili Ketapang, Probolinggo

Jawa Timur memiliki puluhan pulau-pulau, baik besar maupun kecil, yang tersebar di seantero provinsi yang terletak di timur pulau Jawa. Pulau-pulau itu berada di sekitar provinsi Jawa Timur bahkan hingga mendekati Sulawesi.

Wawasan filantropi Lazismu adalah memberi untuk negeri dengan beraksi bersama untuk sesama dan menjangkau yang tidak terjangkau. Salah satunya adalah menjangkau kawasan 3-T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Kali ini dalam rangka menyapa warga masyarakat, khususnya kaum dhuafa di pulau kawasan 3-T di Jawa Timur, Lazismu wilayah Jatim mengadakan Aksi Sosial yang bertema Bahari. Aksi ini dilakukan dengan menyeberangi selat Madura menuju pulau kecil bernama Gili Ketapang di Kabupaten Problinggo dengan perahu motor. Selain bakti sosial agenda ini juga dalam rangka mengenalkan produk hasil qurban kemasan Lazismu, yaitu Rendangmu dan Kornetmu kepada warga di pulau itu.

Pada hari Sabtu siang, 18 Juli 2020, dua unit perahu motor beranjak dari pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo membawa Tim Lazismu yang berjumlah 20 orang. Lokasi yang hendak dituju adalah pulau Gili Ketapang yang terletak di seberang pantai Probolinggo atau berada di selat Madura.

Turut serta dalam rombongan tim adalah Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Kabupaten Probolinggo Ahmad Ridho Pambudi, Pengurus Lazismu Jatim dan para Relawan Lazismu setempat. Rombongan membawa 60 paket sembako dan rendang-kornet yang akan dibagikan kepada warga lansia dan kurang mampu di pulau itu.

Selama kurang lebih satu jam perahu motor melaju menembus ombak yang beriak kecil dan terkadang berarus besar. Disertai dengan angin sepoi-sepoi yang semakin siang makin kencang bertiup, perahu motor tetap melaju dengan kecepatan standar mengarungi laut menuju pulau yang penduduknya sebagian besar berbahasa Madura itu.

Pulau Gili Ketapang merupakan pulau kecil seluas 68 ha berpenduduk 7.600 jiwa yang sangat ramah dan bersahaja. Penduduk pulau ini mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan pedagang. Sebagian kecil menjadi juru atau peandu wisata untuk kegiatan menyelam atau snorkling. Di pulau ini terdapat pantai pasir putih yang bersih dan indah. Ketika akhir pekan banyak wisatawan datang untuk berperahu, jalan keliling pulau, makan siang dengan makanan khas hasil laut atau berkegiatan menyelam dan berenang di sekitar pantai.

Setiba di dermaga pulau Gili Ketapang tim Lazismu disambut oleh perwakilan desa setempat. Lazismu merasa seperti berada di rumah sendiri karena semua warganya bisa berbaur bagaikan saudara. Menikmati pantai Gili Ketapang seakan disambut dengan hamparan pasir dan hembusan angin yang menerpa tubuh. Ketenangan pulau ini mampu memberikan perasaan tentram dan damai.

Di balai desa, Kepala Desa beserta perangkat menyambut rombongan dengan hangat, sembari mempersiapkan acara agar berjalan dengan baik dan lancar. Sebanyak 60 orang warga dhuafa yang terdiri dari para lanjut usia sudah menunggu rombongan.

Acara seremoni singkat berisi sambutan Kepala Desa dan Ketua Lazismu Jatim disertai demo mencicipi kornet dan rendang pun berjalan dengan penuh kehangatan. Ketika demo mencicipi rendang kaleng banyak yang heran. Maklum sebagian besar warga belum mengetahui makanan kornet dan rendang yang dikalengkan, yang merupakan hasil produk Qurban Kemasan Lazismu Jatim tahun lalu.

Pada akhir acara Kepala Desa kemudian mempersilahkan warga yang sudah didata mengambil haknya, yaitu paket sembako dan rendang-kornet kaleng. Tampak wajah berseri dari mereka ketika menerima paket sembako. Ada juga ibu yang setengah buta datang dalam kegiatan sosial ini untuk mengambil paket bantuan.

“Alhamdulillah, mator seklangkong (terima kasih) kepada bapak-bapak atas pemberian bantuan sembako dan juga makanan dalam kaleng ini. Bantuan ini bisa meringankan dan membantu kebutuhan kami sehari-hari. Semoga bapak-bapak diberikan kesehatan dan barokah amalnya” kata buk Romlah, dalam bahasa Madura medok. (Adit)

Publikasi kegiatan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*