Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Kamis , 3 Desember 2020
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Majelis Pelayanan Sosial dan LAZISMU Mantapkan Program Muhammadiyah Senior Care di 9 Daerah di Jawa Timur

Majelis Pelayanan Sosial dan LAZISMU Mantapkan Program Muhammadiyah Senior Care di 9 Daerah di Jawa Timur

Program Muhammadiyah Senior Care (MSC) atau Panti Lanjut Usia (Lansia) akan dilancarkan di 9 Daerah di Jawa Timur. Program dari Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah yang sudah menasional ini akan didukung oleh LAZISMU, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Majelis Tabligh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai mitra sinergis.

Pensirnegian program MSC itu dikoordinasikan dalam Rapat Sinergi antara Majelis Pelayanan Sosial (MPS), LAZISMU dan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Hall Resto Bunda Nur, Jl Jawa no 5, Buduran Sidoarjo, Sabtu 17 Oktober 2020, mulai pagi hingga sore hari. Kegiatan diikuti oleh 35  orang hadirin yang merupakan utusan dari MSC-MPS dan LAZISMU kabupaten/kota di 9 Daerah di Jawa Timur.

Menurut drs Imam Hambali, M.Pd, Ketua MPS PWM Jatim, acara ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan program MSC dapat didukung oleh lintas Majelis di Muhammadiyah, utamanya MPKU, LAZISMU dan Majelis Tabligh. MPKU digandeng karena dalam penanganan lansia ini membutuhkan layanan kesehatan yang didukung oleh jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah. Dengan LAZISMU diharapkan mendapat dukungan dana zakat untuk warga lansia yang masuk dalam kategori asnaf fakir miskin. Demikian pula dengan Majelis Tabligh yang menjadi tumpuan dalam bidang keagamaan bagi pembinaan kerohanian para warga lansia.

Imam Hambali menerangkan bahwa program MSC atau Panti Lansia ini akan dilaksanakan di 9 Daerah di Jawa Timur, yakni kota-kota antara lain Probolinggo, Surabaya, Kediri, Malang dan Madiun. Selain itu juga digencarkan di kabupaten-kabupaten, seperti Kediri, Malang, Lumajang dan Ponorogo. Program MSC saat ini yang sudah berjalan berada di Panti Wredha Muhammadiyah kota Probolinggo.

Pembukaan Rapat Sinergi diawali dengan sambutan dari Ibnu Tsani, Sekretaris MPS PP Muhammadiyah yang berada di Jakarta lewat media daring (zoom). Ibnu Tsani sangat menyambut dan mengapresiasi kegiatan sinergi yang dilakukan oleh MPS PWM Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa sinergi seperti itu juga dilaksanakan di tingkat PP Muhammadiyah antara LAZISMU dan MPS. Sinergi sangat penting karena program-program Muhammadiyah tidak bisa dilaksanakan secara parsial atau sektoral saja, namun harus lintas sektoral agar manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh para penerima manfaat secara utuh sesuai dengan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pelayanan warga lansia oleh konsultan ahli dari MPS Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Adhi Santika, konsultan Lansia dari MPS PP Muhammadiyah di Jakarta yang menjadi narasumber secara Daring (Zoom) dalam acara itu memaparkan materi tentang lansia. Dijelaskannya bahwa pemberian layanan terhadap warga lansia melalui berbagai tahapan, antara lain assessment, review hasil assessment, intervensi, monitoring-evaluation dan follow up.

Adhi Santika yang dirinya juga merupakan warga lansia (70 tahun), lebih panjang menjelaskan bahwa dalam assessment dibutuhkan identifikasi menyangkit profil kelompok sasaran seperti :  identitas, sumber pendapatan, relasi keluarga. layanan dasar, sosial kemasyarakatan, kondisi kesehatan, dan kondisi psikologis. Profil sangat menentukan daya dukung yang dimiliki dengan analisis SWOT.

Tahap berikutnya, yakni review hasil assessment, dilakukan analisis data dan informasi yaitu penetapan masalah prioritas berdasarkan kriteria tertentu untuk menetapkan pola intervensi. Penetapan indikator keberhasilan untuk waktu tertentu sangat diperlukan.

Setelah dilakukan analisis kemudian dilanjutkan dengan intervensi, yakni pemberian layanan spesifik ke lokasi sesuai daya dukung yang dimiliki. Monitoring dan evaluasi (Monev) terus dilakukan guna memantau pencapaian indikator keberhasilan pada interval waktu tertentu. Monev sangat penting untuk rencana tindak lanjut keberlangsungan program selanjutnya.

Imam Hambali yang memandu acara rapat sinergi itu menargetkan bahwa dalam 2-3 bulan ke depan sudah tampak action dan wujud program MSC di 10 Daerah di Jawa Timur yang ditunjuk menjadi pilot projek. (Adit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*