Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Tuesday , 16 July 2019
Breaking News
You are here: Home » News » Lazismu Bersinergi Dengan Ibu-ibu ‘Aisyiyah Mendampingi Guru SD Penderita TB di Kota Surabaya

Lazismu Bersinergi Dengan Ibu-ibu ‘Aisyiyah Mendampingi Guru SD Penderita TB di Kota Surabaya

Community TB Care Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya bersinergi dengan Lazismu kota Surabaya melakukan pendampingan dan pemberian bantuan kepada pasien Tuberchulosis (TB) untuk keperluan hidupnya sehari hari. Pada Selasa 18 Desember 2018 siang ini Tim TB Care dan Lazismu berkunjung ke salah satu penderita TB Tulang belakang di Surabaya.

Ia adalah Ahmad Bastomi (32 tahun), seorang pekerja guru honorer di salah satu SD di sekitar Kapasan. Sekitar dua tahun yang lalu ia merasa seperti terkilir. Namun nyeri yang dirasakan dianggapnya bukan penyakit yang membahayakan. Lama kelamaan sebagian anggota tubuhnya melemah dan sendi-sendi kakinya kian tidak bisa digerakkan.

Bustomi tinggal di rumah kost yang sempit dan pengap di Tambak Wedi Lama 3/7 Surabaya. Tentu hal itu membuat penyakitnya semakin parah. Awalnya penyakit yang dideritanya tidak terdeteksi. Namun setelah pemeriksaan intensif terdeteksi juga kalau penyakit yang dideritanya ternyata adalah TB, terutama menyerang tulang belakang. Tuberkulosis (TB) tulang belakang dikenal juga dengan nama penyakit Pott, yaitu tuberkulosis yang terjadi di luar paru-paru, di mana menjangkiti tulang belakang. Penyakit ini umumnya menginfeksi tulang belakang pada area dada belakang bagian bawah dan pinggang belakang atas.

Lemahnya pengetahuan keluarga tentang jenis-jenis penyakit dan kurangnya sosialisasi tentang TB membuat suami Afrida ini sudah 2 bulan terakhir ini benar benar tidak bisa jalan lagi tanpa bantuan penyangga. Padahal suami Afrida ini telah dikaruniai 1 anak yang masih kecil dan 1 bayi lagi masih dalam kandungan sang istri.

Ibu Demi, salah satu Kader TB Care Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Surabaya, 2 minggu yang lalu menemukan pasien bernama Ahmad Bustomi tersebut, lalu melaporkanya ke Puskesmas terdekat. Dengan didampingi Meylinda dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya kini Ahmad Bustomi mendapatkan pemeriksaan rutin setiap 5 Hari sekali dari PKM.

Ibu Demi bersama kader lainnya juga melakukan gerakan 1-15, yang artinya, ketika di temukan 1 (satu) orang penderita TBC maka 15 rumah disekitarnya akan dilakukan survey dan pendataan, untuk menemukan kasus baru apakah ada yang tertular.

Dalam kunjungan pendampingan dan pemberian santunan tersebut turut hadir Ketua Komunitas Masyarakat Peduli TB Andi Hariyadi, Ketua Forum Stop TB Rachman Windhiarto. Sedangkan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya hadir Hj. Shohifah dan Hj. Siti Maslamah selaku Koordinator TB HIV Care Surabaya disamping Badan Pengurus Lazismu Surabaya. (Warsono/Adit).

2 comments

  1. Kholis hidayatulloh

    Assalamualaikum, min bisa minta kontak no hp pak ahmad bustomi atau bu afrida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.