Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Kamis , 3 Desember 2020
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » Lazismu dan MPM Ingin Agar Urban Farming Menjadi Gaya Hidup Warga Kota di Surabaya

Lazismu dan MPM Ingin Agar Urban Farming Menjadi Gaya Hidup Warga Kota di Surabaya

Lazismu kota Surabaya bersinergi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah(PDM) Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Hidroponik dan Urban Farming. Kegiatan tersebut digelar pada hari Sabtu 22 Desember 2018, bertempat di geudng SMP Muhammadiyah 15, Jl. Platuk No. 104, Sidotopo, Kenjeran, Surabaya.

Hadir dalam acara pelatihan beberapa unsur Pimpinan MPM PDM Surabaya, yaitu Drs. Syamsun Aly M.A, dan Arvi Irchami S Pd., selaku Ketua dan Sekretaris MPM Surabaya serta Sunarko S.Ag.M.Si., ketua Lazismu.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya diwakili oleh M. Arif An yang membuka acara tersebut.

Dalam sambutanya PDM Surabaya mengajak peserta Pelatihan agar secara sederhana melakukan Pertanian Kota atau Urban Farming. Bertani dengan memanfaatkan lahan sempit yang tersedia. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan sayur segar sehari-hari bagi masyarakat kota agar tidak bergantung pada sayur yang ada di pasar dengan kualitas kesegaran yang tidak terjamin. “Mari berubah, mulai dengan berkebun di halaman rumah”, kata PDM Surabaya.

Setelah acara pembukaan peserta yang terdiri dari perwakilan anggota UKM Bina Mandiri Wirausaha (BMW) Lazismu Surabaya, pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah se-Surabaya, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabayah, guru SMP Muhammadiyah 15 dan lainnya, diajak menuju lokasi Urban farming yang berada di sebelah GOR Pratama Jl. Tambak Wedi Baru V/77 Surabaya, Kota Surabaya

Lahan urban farming yang terlihat hijau segar, penuh dengan tanaman buah buahan, terdiri dari sirsat, jambu biji, buah naga, mangga dan juga kelengkeng walau belum berbuah. Peserta pelatihan sangat antusias menanyakan bagaimana cara menanam dan merawat tanaman tanaman tersebut terutama buah Naga.

Sunarko S.Ag.M.Si, Ketua Lazismu Surabaya yang juga menjadi salah satu pemateri Urban farming secara telaten menjawab serta menerangkan cara merawat dan menanam Buah Naga tersebut.

Kata Narko, tips dan trik agar Buah Naga Cepat berbuah yaitu : agar media tanam berupa tanah campuran pasir, bata merah dan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan sekam. Jadi agar pohon buah naga dapat tumbuh dengan baik dan cepat berbuah, perlu menyiapkan media tanaman yang baik. Drainasenya juga harus diperhatikan agar jika ada air tergenang, terutama pada musim hujan, cepat mengering.

Pohon buah naga termasuk pohon tidak memerlukan banyak air. Penyiraman hanya perlu dilakukan pada musim kemarau.Kemudian pada saat pohon mulai berbunga dan berbuah, penyiraman harus dikurangi.

Untuk pemupukan, pohon buah naga cukup hanya diberi dengan pupuk kandang, kotoran sapi atau kambing bila ada. Pohon buah naga sangat rakus akan pupuk. Hindari pupuk Urea karena dapat menyebabkan pembusukan pada pohon. Untuk keperluan keeseimbangan dalam pembuahan dilakukan secara berkala terhadap dahan-dahan yang tidak produktif. Demikian penjelasan Sunarko secara detail.

 Setelah puas melihat dan mendapatkan pelatihan urban farming, peserta diajak kembali ke gedung SMP Muhammadiyah 15. Di ruangan kelas sekolah itu Iqbal sanni, S.si,MH praktisi hidroponik telah menunggu peserta untuk berbagi ilmu.

Hidroponik merupakan sebuah cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai medianya, melainkan dengan air. Sistem ini sangat cocok diterapkan dikota kota besar berlahan sempit. Media tanam hidroponik yaitu Arang Sekam,Spons,Rockwool,juga pasir dan paralon.

Kebanyakan petani menggunakan rockwool sebagai media tanam hidroponik. Rockwool atau yang juga dikenal dengan mineral wool berbentuk seperti busa serta memiliki serabut halus dan beratnya sangat ringan.

Rockwool terbentuk dari pemanasan batuan basalt dengan suhu yang sangat tinggi sehingga batu tersebut meleleh. Ketika batu mencair, maka serat-serat halus akan terbentuk. Proses produksi membuat rockwool dicetak dengan bentuk lempengan atau blok dengan ukuran besar. Nah, blok rockwool itu nanti akan dipotong sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan sistem tanamnya ada bermacam macam diantaranya menggunakan sistem WICK. Cara pembuatannya sangat sederhana bahan-bahanya mudah didapatkan. Bahkan bisa menggunakan barang bekas, seperti botol air mineral 1, alat pemotong, sumbu kompor atau kain flanel, alat untuk melubangi bisa berupa pisau atau paku dan air nutrisi.

Cara membuatnya :

  • Potong botol bekas menjadi 2 bagian.
  • Lubangi tutup botol.
  • Gabungkan ke dua bagian botol.  Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  • Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.

Dengan memakai cara menanam sayuran dan cara menanam tumbuhan dengan cara hidroponik, bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan.

Setelah peserta pelatihan menjadi jelas dan menguasai ilmu dari para pemateri, acara ditutup oleh Drs. Syamsun Aly M.A selaku penyelenggara dan ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Surabaya. Dalam penutupan acara Syamsun Aly berpesan kepada peserta dan pelaku pemberdayaan masyarakat agar selalu bersinergi dengan pihak lain diantaranya Lazismu guna mewujudkan Masyarakat lebih berdaya. (CakWar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*