Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Wednesday , 20 February 2019
Breaking News
You are here: Home » Inspirasi » drh. Zainul Muslimin : “Bersegeralah Masuk ke Dalam Bahtera Nabi Nuh”

drh. Zainul Muslimin : “Bersegeralah Masuk ke Dalam Bahtera Nabi Nuh”

 Sungguh dahsyat banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Nuh. Dengan bahteranya, Nuh dan umatnya menyelamatkan diri disertai dengan berbagai spesies binatang yang ada di muka bumi ini.

Dari peristiwa tersebut kita bisa banyak mengambil ibrah. Kita bisa banyak belajar serta mengambil hikmah. Sahabat sekalian, bagaimanapun sebagai seorang ayah, Nabi Nuh a.s. tentu sangat menyayangi dan mencintai keluarganya. Bahkan beliau juga sangat mencintai umatnya. Oleh karena itu ketika mendapat perintah dari Allah Subhanahu Wata’ala beliau dengan tunduk, patuh dan taat, semua perintah Allah itu dikerjakannya.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.” (QS. Nuh 71: Ayat 1). Kepatuhan dan ketaatan Nabi Nuh kepada Sang Kholiq melahirkan tulus ikhlasnya perjuangan serta kesabaran dalam mengajak sanak keluarga beserta kaumnya kepada perintah Allah, dengan menyampaikan nasehat dan peringatan.

Nasehat dan peringatan yang seringkali tak bisa dilogikakan itu melahirkan penolakan serta perlawanan dari kaumnya bahkan juga keluarganya. Bagaimana bisa dinalar ketika Nabi Nuh a.s. di tempat yang tinggi secara logika tak mungkin sama sekali bisa diterjang banjir. Nabi Nuh justru mempersiapkan pembuatan kapal agau bahtera yang kesemuanya itu dimaksudkan untuk menyelamatkan diri, keluarga serta kaumnya dari malapetaka yang akan menimpa atas petunjuk Allah SWT.

Sahabat semuanya, seringkali juga kita bersikap yang sama terhadap sebuah nasehat dan peringatan yang sama sekali tidak masuk akal. Kita abai bahkan kemungkinan pula kita menganggapnya itu hanya sebagai sebuah lelucon belaka. Bukankah kita semua meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Allah telah berkehendak, maka “Kun fayakun”.

Oleh karenanya, Bahtera Nuh ini memberikan pelajaran dan pengajaran kepada kita bahwa semua yang datang dari Allah pasti benar, bahkan selamat dan menyelamatkan. Untuk itu kita dituntut agar ikhlas tunduk, taat dan patuh kepada semua perintah-perintahNya. Sami’na waatha’na.

Siapa yang tidak masuk kapal dan yang tidak ikut masuk ke dalam Bahtera Nuh sungguh kelak akan menyesal meratapi nasibnya karena pembangkangan atas perintah-perintahNya.

Terhadap masalah dan persoalan yang menimpa diri kita, termasuk juga yang menimpa negeri ini, apalagi persoalan itu terasa begitu dahsyat seperti tidak ada jalan keluarnya maka bersegeralah kita menuju kepada Rabb sekalian alam.

Sandarkan dan mohonkan jalan keluar dari semua persoalan itu hanya kepadaNya, karena sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah apapun persoalannya. Segeralah menuju Al Quran dan as-Sunah agar kita segera mendapatkan resep paling jitu dan jalan keluar dari berbagai macam persoalan. Segeralah menuju kepada ketundukan, ketaatan dan kepatuhan atas perintah-perintahNya karena itu akan meneguhkan kita semua kepada jalan selamat dan keselamatan yang penuh dengan kenikmatan abadi.

Bersegeralah menuju Bahtera Nuh, segeralah tinggalkan keangkuhan dan kesombongan agar kita tidak ditenggelamkan oleh dahsyatnya azab dariNya. Agar kita tidak meratapi diri dengan penuh penyesalan di kemudian hari atas sikap dan perbuatan kita.

Termasuk mentaati perintah Allah SWT untuk tetap berada dalam garis ketauhidan dan tidak sedikit pun ternoda kesyirikan, beristiqomah dalam beribadah, melaksanakan puasa sesuai tuntunan Rasulullah s.a.w., berzakat, bersedekah dan gemar menolong kepada sesama.

Bersegeralah jika perintah-perintah itu belum terlaksana, lalu tingkatkanlah jika sudah terlaksana. Agar kita tidak tenggelam dalam kesombongan dan keangkuhan sikap kita dan agar kita tidak ditenggelamkan oleh siksa dan azab dari Allah yang sangat pedih. Wallahu a’lam. Bismillah, insya Allah kita bisa !

drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*