Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Tuesday , 16 July 2019
Breaking News
You are here: Home » Potret » Penanganan Berkelanjutan Bagi Penyintas Bencana Longsor 2017 di Banaran, Ponorogo

Penanganan Berkelanjutan Bagi Penyintas Bencana Longsor 2017 di Banaran, Ponorogo

Kita diberikan anugerah besar oleh Allah SWT untuk bisa hidup di negeri yang subur, keadaan alam yang sangat indah mulai dari gunung yang menjulang tinggi, dataran rendah yang menghampar, puluhan ribu pulau nan elok, hingga pantai yang mempesona, akan mudah membius siapapun manusia yang melihatnya. Negeri kita dengan letak geografis yang sangat strategis, berada pada posisi silang antara 2 benua dan 2 samudra memiliki dampak positif yakni dapat menjadi jembatan lalu lintas perdagagan internasional.

Dibalik semua hal indah yang disebutkan diatas, ada ancaman besar yang selalu mengintai kapanpun di Indonesia. Erupsi gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, banjir, Tsunami, dan lain-lain yang seringkali memakan korban jiwa yang tak sedikit. Tahun-tahun terakhir hal semacam itu menjadi suguhan berita yang hampir tiap hari kita ‘nikmati’ disela-sela kemarahan alam yang selalu mengancam.

Kabupaten Ponorogo adalah satu dari sekian banyak kabupaten di Indonesia yang tertimpa bencana alam tanah longsor 2017 lalu. Tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Total korban jiwa sejumlah 28 orang, 16 laki-laki dan 12 perempuan. Sebagian besar belum diketemukan hingga saat ini. Hal ini menyisakan trauma mendalam bagi warga Banaran.

Lazismu Ponorogo merupakan lembaga amil zakat yang konsisten memberikan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Banaran. Hari Ahad 3 Februari 2019, Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur drh. Zainul Muslimin dan Anggota Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jatim Imam Fauzi bersama Ketua Lazismu Ponorogo Zulkarnain Asyahifa memberikan bantuan kepada para penyintas bencana longsor yang terjadi beberapa tahun lalu. Bantuan itu berupa beasiswa Pendidikan kepada Yatim/Piatu korban bencana longsor untuk keberlangsungan pendidikan mereka. Hadir pula disana MDMC Ponorogo, PCM Kec.Pulung dan Camat pulung dan Sekretaris Desa setempat.

Untuk beasiswa Tingkat SD sejumlah 7 orang, SMP 3 orang, SMA 2 orang, dan Perguran Tinggi 2 orang. Dengan nominal bantuan yang berbeda, Rp. 5.000.000,- untuk tingkat SD, Rp. 7.000.000,- tingkat SMP, Rp.9.000.000,- tingkat SMA dan Rp. 11.000.000,- untuk tingkat Perguruan Tinggi.

Hadirnya Lazismu Ponorogo ditengah duka dan trauma semoga bisa menjadi lilin pada perjalanan kehidupan anak-anak yatim/piatu yang sedang menempuh pendidikan demi masa depan mereka. Dengan begitu, amanah dari para donatur telah tersampaikan. Demikian pesan Ketua Lazismu Jatim drh. Zainul Muslimin.

Bantuan berupa uang semacam ini, bukanlah akhir dari upaya Lazismu untuk membantu mereka. Bantuan lain yang tak terhitung nilainya, mulai dari waktu, tenaga dan juga fikiran, selalu disumbangkan semenjak kejadian longsor 2017 lalu.

Semoga upaya yang positif yang diupayakan Muhammadiyah dan sayap-sayap organisasinya termasuk Lazismu dan MDMC akan membawa kontribusi yang positif dimasa sekarang dan akan datang. Hingga kelak para mustahiq itu mampu menjadi muzakki. (Thoriq).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.