Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Monday , 25 March 2019
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan » INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI’UN

INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI’UN

Dunia kemanusiaan kembali berduka. Penembakan terjadi di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019) siang. Insiden berdarah ini berlangsung di Masjid Al Noor, pusat Kota Christchurch, dan Masjid Linwood, di pinggiran kota. Penembakan yang berlangsung selama 20 menit ini menimbulkan banyak korban. Puluhan orang dilaporkan tewas dan luka-luka.

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution mengutuk keras aksi biadab ini. “Terorisme itu musuh agama dan kemanusiaan. Karena itu siapa pun pelaku teror, ia adalah musuh agama dan kemanusiaan,” tuturnya. Dunia kemanusiaan mengutuk keras atas aksi terorisme dan tindakan tidak beradab tersebut.

Maneger berharap kasus ini bisa segera menemui titik terang. “Aparat setempat harus mengusut tuntas siapa pun pelaku dan dibalik aksi keji itu. Mereka laik dihukum dengan sangat berat dan keras. Mereka penjahat keagamaaan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Pemerintah Selandia Baru, juga diminta bisa memastikan agar umat beragama bebas mengamalkan agamanya. Dan, memastikan bahwa peristiwa yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

“Pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa kasus terorisme di Selandia Baru itu tidak terinportasi ke Indonesia yang berpotensi mengganggu keguyuban nasional. Publik dalam negeri mampu menahan diri, tidak terprovokasi. Hindari main hakim sendiri,” pungkas Maneger.

Terkait dengan korban, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada enam warga negara Indonesia yang tengah berada di Masjid Al Noor Christchurch saat penembakan terjadi. Tiga WNI dipastikan selamat dan bisa dikontak. Kemenlu berusaha memastikan tiga WNI lainnya. (ribas / www.suaramuhammadiyah.id).

Belasungkawa dan dukacita yang sangat mendalam kita sampaikan atas tragedi penembakan kaum Muslimin di Masjid Selandia Baru yang kejam dan biadab, jumat 15 Maret 2019. Innalillahi wa innailaihi roji’un, atas gugurnya 49 orang umat Islam.

Atas tragedi itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan siaran press, dengan uraian sebagai berikut:

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TENTANG TRAGEDI PENEMBAKAN DI MASJID CHRISTCHURCH SELANDIA BARU (Nomor: 101/PER/I.0/J/2019)

Bismillahirrohmanirrohim

Sehubungan dengan tragedi penembakan di Masjid al-Noor, Lindwood,  Christchurch Selandia Baru, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan:

  1. Menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi penembakan di Masjid al-Noor, yang menewaskan puluhan Muslim. Mereka yang wafat adalah syahid yang mendapatkan tempat terhormat di hadapan manusia dan Allah azza wa jalla. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Kepada umat Muslim Selandia Baru agar tetap tegar dan tidak surut selangkahpun dalam berislam dan berdakwah di Selandia Baru.
  1. Mengutuk keras penembakan yang sesungguhnya merupakan pembantaian dan aksi teroris yang sangat biadab serta permusuhan terhadap umat Islam, apapun motifnya dan siapapun pelakunya.
  1. Mendesak Pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas motif dan pelaku pembantaian maupun dalangnya serta memberikan hukuman yang seberat-beratnya. Pemerintah Selandia Baru agar meningkatkan keamanan dan melindungi seluruh warga negara khususnya umat Islam agar dapat hidup damai dan menjalankan ajaran agama dengan aman.
  1. Mengapresiasi pernyataan tegas dan sikap cepat Pemerintah Indonesia yang mengambil langkah diplomatis dan mendesak agar segera melakukan langkah-langkah diplomasi lebih lanjut dan tindakan kemanusiaan untuk membantu, mengevakuasi, dan menyelamatkan warga Indonesia yang menjadi korban.
  1. Menghimbau umat Islam Indonesia untuk bersikap tenang, tidak membuat pernyataan yang memperkeruh suasana, dan melakukan langkah–langkah yang kontra produktif. Umat Islam Indonesia hendaknya menggalang solidaritas dan melakukan doa bersama untuk keselamatan dan mendukung perjuangan dakwah Muslim di Selandia Baru.

Nasrun Min Allah wa fathun qarib. Jakarta, 08  Rajab  1440 H/15  Maret 2019 M.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah : Ketua, Prof. Dr. Bahtiar Effendy, MA (NBM 744 626) dan Sekretaris Umum, Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed (NBM 750 178).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*