Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Thursday , 17 October 2019
Breaking News
You are here: Home » News » Bersama Gojek dan Gopay, Lazismu Menggairahkan Semangat Berwirausaha Berbasis Digital Bagi Insan Muda di Jawa Timur

Bersama Gojek dan Gopay, Lazismu Menggairahkan Semangat Berwirausaha Berbasis Digital Bagi Insan Muda di Jawa Timur

Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus digiatkan guna menciptakan wirausaha-wirausaha baru, khususnya di kalangan anak muda. Pemberdayaan ekonomi tersebut perlu memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Masyarakat terutama insan muda harus didorong agar dapat menemukan bisnis model yang inovatif, kreatif, dan produktif namun dengan biaya yang terjangkau, serta mudah direplikasi dan diimplementasikan di kota lain.

Berkaitan dengan itu maka Lazismu menggandeng Go-jek dan Gopay guna memberdayakan potensi ekonomi kaum muda di 5 kampus di Indonesia. Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan teknologi keuangan (fintech) berbasis digital melalui Go-pay dan pengembangan kewirausahaan melalui Seminar Wirausaha.

Setelah menggelar roadshow Seminar Wirausaha di beberapa kampus, maka pada hari senin 29 April 2019 tibalah Go-jek dan Go-pay di Jawa Timur, khususnya di kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Seminar Wirausaha bersama Lazismu Jawa Timur, Go-jek dan Go-pay digelar di hall Walidah SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo yang berdekatan dengan kampus UMSIDA.

Peserta Seminar mencapai 200 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa-mahasiswi UMSIDA Fakultas Ekonomi Bisnis. Selian itu juga terdapat para wirausahawan binaan Lazismu dan masyarakat umum. Peserta tidak hanya berasal dari Sidoarjo, melainkan dari kota lain seperti Surabaya, Mojokerto, Gresik, Bojonegoro, Lumajang, Madiun dan sebagainya.

Seminar menampilkan 2 orang pembicara, yaitu Ustadz drh. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu wilayah Jatim dan Pengusaha) dan Shofi Awanis (Public Affairs Associate Go-jek Indonesia) serta dipandu oleh Muhammad Yani dari UMSIDA. Zainul Muslimin, selain dikenal sebagai Mubaligh dan Ketua Lazismu wilayah Jatim, juga sebagai pengusaha kuliner di Sidoarjo dan peternak di Magetan. Sedangkan Shofi Awanis adalah Official Trainer yang ditugaskan berkeliling Indonesia untuk memberikan pelatihan dan seminar tentang wirausaha berbasis digital.

Dalam seminar itu Zainul Muslimin membeberkan konsep dan kiat-kiat seorang muslim agar menjadi wirausaha yang tangguh dan sukses. Menurutnya, para insan muda harus dilecut semangatnya untuk menjadi calon-calon pengusaha yang bisa membaca peluang pasar dan menggarap potensi bisnis yang sangat luas di hadapan mata. Kuncinya, tambah pengusaha resto dan katering itu, adalah punya mimpi, lakukan dengan segera, jangan mudah goyah apalagi menyerah dan jangan meremehkan doa serta ibadah. Selain itu bisnis harus fokus, benar-benar diurus, secara terus menerus hingga berhasil.

Zainul menegaskan bahwa insan muda harus punya tujuan hidup, mau jadi apa, siapa idolanya dan tidak segan-segan terus belajar, berusaha dan bekerja. Ia mencontohkan seorang Muslim yang sukses sebagai pengusaha, yaitu junjungan ummat Islam, Nabi Muhammad Rasulullah saw dan isteri beliau Khodijah r.a.

Sedangkan Shofi Awanis mengajak peserta seminar untuk memulai sebuah usaha dari mimpi bagaimana menjadi pengusaha sukses dan berkembang. Shofi menampilkan beberapa slide dan video kisah sukses beberapa pengusaha yang memulai usaha dari nol hingga beromzet milyaran Rupiah sebulan dengan produk-produk yang simpel namun dikemas sangat baik hingga disukai pasar

Setelah itu Shofi mengajak audiens untuk mewujudkan mimpi menjadi pengusaha dengan memetakan peluang. Disini audiens diajak untuk merancang sebuah usaha yang kreatif dan inovatif. Tentu semua berawal dari kebiasaan, minat, potensi dan fasilitas yang dimiliki.

Berikutnya menurut Shofi adalah menggali ide bisnis dengan beberapa insipirasi ide usaha. Ada banyak jalan untuk menggali ide bisnis, yaitu mulai dari menjadi perantara, lalu ikut dalam suatu komunitas dan kemudian menjadi pedagang. Dari situ lanjut Shofi seseorang sudah bisa membingkai usaha yang akan fokus digelutinya, mulai dari mengenali potensi diri, memutuskan produk yang tepat, target usaha hingga pemasarannya.

Yang sangat penting di era sekarang ini menurut Shofi adalah pengusaha harus punya asset digital. Shofi memberikan gambaran bahwa bisnis yang tidak  menempatkan digital sebagai asset akan mati secara perlahan. Ada beberapa dasar agar insan wirausaha sukses dalam membangun usaha di era digital, yaitu :

  1. BRAND DAN PEMASARAN. Bangun dan miliki ‘Brand’. Sebuah merek merupakan representasi utama dari bisnis.
  2. ASET DIGITAL. Miliki semua digital aset untuk membuat kehadiran Brand Anda lebih luas dalam dunia pemasaran online.
  3. REPUTASI & KREDIBILITAS. Memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik di mata calon konsumen agar mereka memberikan kepercayaan yang tinggi bagi bisnis/produk.

Lanjut Shofi, beberapa aset digital dalam usaha jika ikut dalam Go-food (Go-jek) sebagai aset bisnisnya yaitu, produk lebih mudah ditemukan, usaha yang memiliki beragam kanal usaha terbukti lebih terpercaya di mata pelanggan dan brand lebih kuat dengan kreasi menu, foto, dan promo yang menarik konsumen. Kemudian yang tidak kalah penting adalah gunakan pembayaran elektronik sebagai aset digital dalam berbisnis, melalui Go-pay.

Yang terakhir, Shofie Awanis memberikan tips dan trik bergabung dengan Go-jek/Go-Food, diantaranya :

  1. Usaha yang bertahan adalah usaha yang unik. a) Jeli dan kreatif mencipta keunikan, karena tidak terbatas hanya pada produk, tapi juga dibangun dari cara berjualan, pilihan bahan baku, dan sebagainya. b) Terus berinovasi produk untuk melihat/memikirkan sesuatu yang biasa melalui cara yang tidak biasa (Out of The Box). c) Bagikan produk Anda kepada orang-orang di sekitar untuk mendapatkan masukan (review). d) Kemas produk Anda dengan rapi, baik, dan menarik. e) Pasarkan produk Anda agar mudah dijangkau konsumen, misalnya dengan dipasarkan melalui Go-Food.
  2. Meraih Laba Optimal. a) Bermitra dengan Go-Food untuk memperluas pemasaran dan distribusi. b) Menawarkan produk/jasa dengan kualitas yang baik. c) Mengemas produk dengan baik dan dapat terjaga selama proses pengiriman. d) Gigih dan pantang menyerah dalam mengembangkan usaha.
  3. Berjualan Dengan Pintar. a) Ciptakan inovasi produk yang sesuai dengan citarasa dan daya beli konsumen. b) Buatlah menu yang jelas dan mudah dipahami, gunakan foto produk yang baik di Go-Food. c) Perhatikan dan tingkatkan kualitas layanan dengan ramah dan cepat menangani pesanan. d) Lakukan pemasaran/promosi dimulai dari mengemas produk Anda dengan menarik, promo diskon, dan lain-lain.
  4. Wajib Bagi Usawahan. Buat rekening yang khusus untuk transaksi usaha saja. Salah satunya dengan Go-Pay. b) Tentukan besaran gaji bulanan untuk pemilik (sebagai imbal hasil atas kerja pemilik yang mengelola usahanya) – sesuai dengan kemampuan usaha. c) Jika kegiatan usaha banyak yang dilakukan di rumah (misalnya untuk produksi dan penyimpanan stok), alokasikan biaya sewa tempat – dari usaha ke pemilik sebagai pemilik rumah. d) Jika ada laba bulanan, tentukan persentase tertentu yang boleh diambil pemilik sebagai deviden atau imbal hasil atas modal yang ditanamkan oleh pemilik.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara Imam Fauzi dari Lazismu Jatim dengan Shofi Awanis dari Gojek Indonesia. Peserta tampak terkesan dengan seminar yang membuka mata anak muda itu. Seperti Rudy yang jauh-jauh dari Bojonegoro sangat antusias mengikuti seminar. “InsyaAllah materi seminar sangat berkesan dan membuka fikiran dan wawasan saya untuk membuka usaha dengan memanfaatkan teknologi digital” kata karyawan yang ingin membuka bisnis kuliner ini. (Adit).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.