Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Thursday , 17 October 2019
Breaking News
You are here: Home » News » Kisah Pilu Keluarga Kasipun : Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya Trauma Bersekolah

Kisah Pilu Keluarga Kasipun : Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya Trauma Bersekolah

Kisah pilu sering terjadi di negeri ini dan itu merupakan bentuk ujian bagi yang mengalami seberapa kuat ia menghadapinya. Kisah pilu itupun setiap waktu senantiasa datang.

Kisah pilu dialami seorang lelaki berusia 40 tahun bernama kasipun yang tinggal sebagai warga desa Ketanen, Panceng, Kabupaten Gresik. Kasipun bersama keluarganya didapati kekurangan gizi. Beban berat menggelayuti pikirannya karena minimnya pengetahuan serta tekanan ekonomi yang tidak kunjung memperoleh solusi.

Seorang aparat sipil bernama Raden Jamal, terketuk hatinya ketika melihat Kasipun harus dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik pada Maret 2019 lalu. Rasa kemanusiaannya terusik menyaksikan Kasipun lemah tanpa gizi yang memadai.

Dokter mengabarkan bahwa Kasipun darahnya tinggi. Kadar garam di tubuhnya berdasarkan diagnose juga tinggi, kata Raden berdasarkan informasi dari dokter di rumah sakit itu. Kasipun hanya memakan nasi dengan garam. “Kondisi miskin inilah yang membuat dirinya menjadi lemah” kata Raden.

Berdasarkan penelusuran Raden, Kasipun memiliki istri dan dua anak. “Anak pertama berusia 15 tahun lulus SD dan tidak mau bersekolah, sekarang menganggur di rumah. Sementara adiknya yang masih balita kesulitan dalam berkomunikasi” punkasnya.

Sebagai ibu rumah tangga, Istri Kasipun juga mengalami nasib yang sama. Pemahamannya tentang hidup sehat masih minim. “Yang membuat sedih, ketika diajak berkomunikasi kadang tidak dapat direspon dengan jawaban yang pas” sambung Raden.

Kasipun bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Setelah sakit, tidak ada yang mengajaknya sebagai kuli karena fisiknya lemah. “Budi baik tetangganya kepada Kasipun sedikit banyak membantunya dengan bekerja sebagai pencari rumput untuk kambing tetangga” kata Raden yang juga sebagai ketua Ranting Muhammadiyah setempat.

Tak lama, Raden menceritakan kondisi Kasipun kepada Lazismu Kabupaten Gresik yang segera bertindak untuk mendampingi keluarga Kasipun.

Trauma Bersekolah

Amil Lazismu Gresik, Liesna Eka mendapati anak perempuan Kasipun trauma bersekolah dikarenakan sering disudutkan dan diolok-olok oleh teman-temannya ketika di sekolah. Informasi ini diperoleh Liesna dari ibunya dan tetangga terdekatnya.

“Dulu waktu sekolah dasar, kecerdasan dia di bawah rata-rata anak-anak pada umumnya. Ia baru bisa membaca waktu kelas 4 SD. Keterlambatan kognitf dan psikomotorik inilah yang kemudian menjadi olok-olok kawan-kawannya. Anaknya Pak Kasipun merasa terpojok” cerita Liesna.

Hingga tamat dari SD pun anak Kasipun tidak mau melanjutkan ke jenjang berikutnya karena merasa trauma  bersekolah. Harusnya dia sudah masuk kelas 2 SMP. Kondisi ini sedang dicari solusinya.

Organisasi pemudi Islam, Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lemah Ireng Panceng bersama Lazismu juga sudah mendampingi keluarga Pak Kasipun. Dalam waktu dekat akan dicari pendekatan secara psikologis. Hal ini diceritakan Pimpinan Rating NA Matsubah Noor.

Menurut Matsubah, anak Kasipun sudah dibujuk agar mau kembali untuk bersekolah. Matsubah turut prihatin jika keluarga Pak Kasipun sampai kekurangan gizi. “Rumah keluarga Pak Kasipun juga tidak memiliki MCK” katanya.

Nurul Afianah, Relawan Nasyiatul Aisyiyah, bidan dan tim Dinas Sosial beberapa kali datang guna mendampingi dan memberi motivasi sekolah kepada anak Kasipun serta mengecek kesehatan keluarganya.

Berbagi Solusi

Sebagai aksi nyata, Lazismu segera menolong keluarga Kasipun. Kehadiran Lazismu sebagai misi dakwah pencerahan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) Muhammadiyah.

Amil lazismu, Miftakhul Huda dan khoirul Fitroh bertugas mendampingi dan memberikan tambahan gizi untuk keluarga dhuafa tersebut “Pak Kasipun bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja di warung yang sudah ditunjuk Lazismu. Warung itu diminta turut berpartisipasi menolong Pak Kasipun” pungkasnya.

Kasipun tinggal mengambil kebutuhan pangan yang diperlukan untuk memenuhi kecukupan gizinya, kata Miftah. Selain itu, Lazismu juga berupaya mengedukasi dan memberdayakan keluarga Kasipun dengan memberikan 1 ekor kambing betina untuk diternak. Kebetulan kambing itu sedang bunting yang kelak ketika melahirkan dapat dirawat untuk membantu perekomoniannya.

Langkah selanjutnya lazismu akan merenovasi hunian yang layak bagi Kasipun. Rumahnya saat ini tidak memiliki sanitasi, genteng banyak yang bocor, serta berlantaikan tanah. Untuk itu Lazismu yang diwakili Miftah mengajak masyarakat dan donatur bersama-sama membantu keluarga Kasipun. (lazismu.org).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.