Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 30 Oktober 2020
Breaking News
You are here: Home » News » Mengunjungi Adik Yoga, Batita Gizi Buruk di Jember

Mengunjungi Adik Yoga, Batita Gizi Buruk di Jember

Kondisi memprihatinkan tampak ketika Lazismu Jember mendatangi rumah pasutri Suwarno (37 tahun) dan Nurkalimah (34 tahun) di desa Ma-yangan Kecamatan Gumukmas, (15/01/2020). Terlihat seorang anak dalam dekapan Nurkalimah.

Badannya kurus hanya tinggal tulang dengan kulit. Namanya Yoga Saputro, usianya 8 tahun. Berat badannya hanya 5 kilogram. Alhasil di saat anak-anak seusianya bisa bermain riang kemana saja, Yoga hanya bisa terbaring lemas tak berdaya. Mulutnya menganga, matanya tak mampu melihat dengan sempurna. Bahkan untuk makan, Yoga hanya bisa disuapi bubur dan susu.

Nurkalimah menuturkan bahwa Yoga memang terlihat tidak normal sejak persalinannya 8 tahun yang lalu. “Yoga waktu lahir tidak langsung menangis seperti bayi biasanya, tapi harus menunggu lama baru menangis,” tuturnya dengan mata sendu.

Ketika usia Yoga menginjak 18 bulan, tiba-tiba ia terserang batuk yang tidak kunjung henti. Ia pun dibawa ke dokter. Nurkalimah dan Suwarno sempat shock ketika dokter menjelaskan keadaan Yoga yang sudah parah. Penyakitnya sudah menyerang otak dan sarafnya. Saat dikonfirmasi apa nama penyakitnya, Nurkalimah mengaku lupa.

Sementara itu, Suwarno sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani dan pekerja serabutan dengan penghasilan Rp. 35 ribu per hari. Ia mengaku kesulitan untuk menyembuhkan putra semata wayangnya itu. Suwarno pun hanya bisa membawa ke dukun pijat alih-alih dibawa ke rumah sakit atau dokter spesialis. “Biayanya mahal, saya tidak tidak mampu,” terangnya.

Melihat keadaan seperti itu, Lazismu Jember berusaha hadir untuk meringankan beban Yoga dengan menyalurkan bantuan berupa kornet, susu serta kasur dan bantal. Dengan kondisi yang begitu memprihatinkan maka perlu penanganan yang ekstra dan menyeluruh. Tidak hanya menuntaskan Yoga dari stunting dengan pemenuhan gizi tetapi bagaimana juga mengentaskan keluarganya dari belenggu kemiskinan. Itulah PR kita bersama. (Kha)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*