Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Tuesday , 14 July 2020
Breaking News
You are here: Home » Term Of Reference (TOR) Qurban untuk Ketahanan Pangan Tahun 1441 H / 2020 M

Term Of Reference (TOR) Qurban untuk Ketahanan Pangan Tahun 1441 H / 2020 M

PENDAHULUAN

Setelah melewati momentum ramadhan di masa pandemi, dalam waktu yang relatif singkat, lembaga amil zakat (LAZ) nasional masih senantiasa bergerak melakukan aksi-aksi filantropis dengan cara mengidentifikasi, memilih dan mengintegrasikan program-program karitas dan pemberdayaan.

Bagi Lazismu sendiri, gerakan filantropi bukanlah suatu permintaan semata, di dalamnya ada pilihan etik dan kemanusiaan (keadilan) untuk dapat menolong dan memberdayakan sesama yang berada dalam situasi sulit. Seperti dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih belum pasti kapan akan berakhir pada dasarnya telah menceritakan situasi sosial yang sarat dengan krisis.

Di dalamnya ada krisis kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan dan krisis lainnya yang menyentuh aspek kehidupan lainnya tanpa bisa diprediski sebelumnya. Semua kenyataan ini masih dirasakan bersama, menunggu kapan bisa normal kembali dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Seraya menanti keadaan betul-betul normal, momentum Idul Adha 1441 Hijriyah semaki dekat.

Kendati demikian pemerintah telah membatalkan Ibadah Haji melaui Kementerian Agama Republik Indonesia. Artinya panduan-panduan ibadah yang berlaku mengikuti era New Normal termasuk tata cara beribadah qurban menjadi perhatian penting bagi Lazismu secara nasional.

Karena itu, pada tahun ini, Lazismu mengusung program Qurban dengan tema: “QURBAN UNTUK KETAHANAN PANGAN. Suatu tema yang berkelanjutan sejak berhasil diusung pada Ramadhan kemarin. Paling tidak tema tersebut memiliki relevansi dan signifikansi ketika situasi yang tidak pasti masih menghadirkan krisis sosial dan kemanusiaan menjelang hari raya Qurban.

Qurban untuk Ketahanan Pangan adalah program qurban yang tercetus dari gerakan solidaritas sosial di saat akses masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terancam, terutama untuk memeroleh kecukupan gizi yang seimbang pada masa-masa sulit pandemi.

Program itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang pada saat ini mengalami kekhawatiran dan situasi yang lemah. Mereka ada dalam kondisi yang terpinggirkan, di kantong-kantong kemiskinan baik di kawasan perkotaan dan pedesaan, pedalaman, padat penduduk, serta kawasan terdepan, tertinggal dan terpencil maupun kawasan yang dilanda bencana alam dan kemanusiaan baik yang berada di dalam negeri dan luar negeri dengan prinsip merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas.

Sebagai jawaban atas krisis sosial dan kemanusiaan, lewat program ini dipastikan hewan qurban tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu. Apalagi menumpuk di kota-kota besar. Hewan qurban diharapkan tersalurkan secara adil dan merata, dalam bentuk daging segar maupun daging dalam bentuk kemasan.

TEMA KEGIATAN

  • “Qurban untuk Ketahanan Pangan”

WAKTU KEGIATAN

Kegiatan Qurban untuk Ketahanan Pangan Lazismu dilaksanakan pada Idul Adha dan hari tasyrik, tanggal 10-13 Dzulhijjah 144I H.

LOKASI KEGIATAN

Lokasi kegiatan Qurban untuk Ketahanan Pangan akan dilaksanakan di seluruh Indonesia dan luar negeri, di antaranya adalah : Rakhine State Myanmar, Palestina dan Yaman.

PAKET HARGA DAN DONASI

  • Harga hewan qurban dan paket donasi yang didistribuskan di dalam Negeri ditentukan oleh kantor masing-masing Lazismu (Wilayah/Daerah).
  • Untuk Qurban Kemasan —> KLIK dengan batas pengiriman (transfer) dana Qurban paling lambat H-1 Idul Adha 1441 Hijriyah.
  • Harga hewan qurban dan paket donasi yang didistribuskan di Luar Negeri :
    • Domba di Palestina dan Yaman —> Rp 5.800.000 per ekor
    • 1 ekor Sapi di Rakhine State, Myanmar —> Rp 13.000.000 per ekor
    • Sapi berjamaah (patungan) di Rakhine State, Myanmar —> Rp 1.860.000 per orang
    • Batas pengiriman dana Qurban Luar Negeri paling lambat H-3 Idul Adha 1441 H.

BENTUK KEGIATAN

  1. Sosialisasi Program. Sosialisasi program ketahanan pangan merupakan langkah pertama untuk membangkitkan kesadaran (awareness) bahwa dalam pelaksanaan program, pada prinsipnya membutuhkan proses agar informasi dan pesan dapat diterima kepada khalayak. Karena itu sosialisasi harus dilakukan dengan agenda yang telah direncanakan agar langkah awal ini dapat dimaknai pada pelaksanaan program berikutnya. Metode sosialisasi yang bisa dilakukan diantaranya : a). Launching. Peluncuran program dilakukan untuk memperkuat brand sekaligus menarik perhatian khalayak, kegiatan launching bisa dilakukan dengan kebutuhan yang yang disesuaikan dengan keadaan, dan tetap melibatkan mitramitra strategis baik dilakukan di dalam atau di luar ruang dengan mengundang stake holders, sponsor, donatur dan media. b). Kampanye. Pada sosialisasi, kampanye dilaksanakan dengan tujuan mengajak sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas baik secara oine maupun online.
  2. Pengadaan. Pengadaan hewan qurban dapat dilakukan dengan berkerjasama berbagai pihak (mitra) baik peternak lokal maupun peternak lainnya melalui lembaga filantropi, dengan tetap mempertimbangkan peternak dari kalangan Muhammadiyah. Hewan qurban yang dijual harus sesuai dengan ketentuan syariat di antaranya cukup usianya, tidak cacat yang diidentifikasi dengan buta, pincang, buntung, dan ketersediaan hewan qurban harus dipastikan ada.
  3. Fundraising dan Public Relation. Fundraising berarti pengumpulan dana atau penggalangan dana sebagai upaya atau proses kegiatan dalam rangka menghimpun dana (ZISKA) baik individu, kelompok, organisasi dan perusahaan yang akan disalurkan dan didayagunakan. Kegiatan fundraising dapat dilakukan dengan metode: a). Langsung, yaitu proses penggalangan secara langsung kepada masyarakat (calon pequrban). Metode ini efektif karena akan berhadapan langsung dan memberikan penjelasan terperinci terkait program untuk mengurangi kesalahfahaman karena masyarakat mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Metode ini bisa dilakukan dengan direct selling (buka outlet/booth/konter/gerai) yang dilakukan diperkantoran dan area publik seperti; pasar, mall, dan lain-lain. b). Tidak langsung, melalui perantara. Metode ini efisien dari segi waktu, namun kurang menjamin dari segi hasil karena masyarakat tidak mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Metode ini dapat dilakukan dengan promosi atau media iklan; sebagai sarana komunikasi yang dipakai untuk menyebar luaskan pesan kepada target pasar yang dituju. Media iklan dapat dalakukan dengan pendekatan, antara lain: – Iklan media eletronik (digital) social media, E-mail, SMS blast, dan – Marketing Mix (memadukan ilan konvensional dan digital baik langsung dan tidak langsung). Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengkombinasikan antara fundarising langsung dan tidak langsung, diantaranya menggunakan sarana digital.
  4. Penyembelihan dan Distribusi. a). Kegiatan penyembelihan dapat dilakukan pada Idul Adha dan hari tasyrik, tanggal 10-13 Dzulhijjah 1441 H dan distribusikan dalam bentuk daging segar dan makanan kaleng/kemasan siap saji (rendang dan kornet). b). Sasaran Distribusi: 1. Kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). 2. Pak Kumis (Kawasan Padat, Kumuh dan kantong-kantong Kemiskinan). 3. Daerah rawan gizi buruk. 4. Daerah dakwah da’i pedalaman. 5. Daerah santri/pesantren terpencil. 5. Kegiatan Pendamping (Side Event) 6. Rohingya dan Palestina. Kegiatan pendamping atau side event adalah kegiatan tambahan yang bisa dilakukan dalam rangka memeriahkan Idul Adha dan proses penyembelihan, kegiatan tambahan yang dilakukan di antaranya:
    a. Pembagian paket sembako,
    b. Pembagian paket schoolkit,
    c. Santunan yatim
    d. Bersih-bersih masjid (bantuan disinfektan) dan sarana ibadah
  5. Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan monitoring lebih terfokus pada kegiatan yang akan dilaksanakan. Monitoring dilakukan dengan cara menggali untuk mendapatkan informasi secara regular berdasarkan indicator tertentu, dengan maksud mengetahui apakah kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang telah disepakati. Indikator monitoring mencakup esensi aktivitas dan target yang ditetapkan pada perencanaan program. Secara prinsip, monitoring dilakukan sementara kegiatan sedang berlangsung guna memastikan kesesuaian proses dan capaian sesuai rencana, tercapai atau tidak. Bila ditemukan penyimpangan atau kelambanan maka segera dibenahi sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan targetnya. Jadi, hasil monitoring menjadi input bagi kepentingan proses selanjutnya. Sementara Evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan, untuk mengetahui hasil atau capaian akhir dari kegiatan atau program. Hasil Evaluasi bermanfaat bagi rencana pelaksanaan program yang sama diwaktu dan tempat lainnya.
  6. Laporan. Bentuk penyajian fakta tentang kegiatan, fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan dan dilaksanakan. Berikut laporan yang perlu disiapkan terkait kegiatan Qurban untuk Kemanusiaan. a. Laporan kepada shohibul qurban, terdiri dari; 1) Kwitansi pembelian, 2) Ucapan terima kasih, 3) Sertifikat, dan 4) Foto (hewan qurban dan proses penyembelihan) b. Laporan untuk Lazismu Pusat, terdiri dari; 1) Data shohibul qurban,2) Jumlah penqurban, 3) Jumlah hewan qurban (kambing, sapi, sapi jama’ah, kemasan) 4) Jumlah Kado Idul Adha, 5) Jumlah penerima manfaat, 6) Titik lokasi pemotongan dan distribusi (nama tempat dan jumlahnya), 7) Dokumentasi (foto dan video), – Foto sebanyak 10 gambar, – Video, dengan rincian sebagai berikut: – Durasi 2 – 3 menit (sudah proses editing) – Format MP4 360p – 720p, – Konten: persiapan, penyembelihan, distribusi, dan testiomoni (panitia dan penerima manfaat), Keterangan: – Laporan keseluruhan disampaikan selambat- lambatnya H+7 Idul Adha. – Laporan untuk Lazismu disampaikan selambat-lambatnya H+4 Idul Adha, kecuali dokumentasi (foto dan video).

KERJASAMA DAN KEMITRAAN

Kerjasama kemitraan program Qurban untuk Kemanusiaan dapat dilakukan oleh Lazismu dengan pihak mitra untuk mengkampanyekan program ini kepada masyarakat luas melalui berbagai macam saluran media publikasi baik yang dimiliki oleh pihak mitra maupun Lazismu, kemitraan pelaksanaan (pengadaan, penyembelihan dan distribusi hewan qurban), atau kerjasa sama kemitraan lainnya dengan prinsip saling menguntungkan.

MATERI PUBLIKASI

Tagline :
#Qurbanuntuknegeri
#QurbanuntukKetahananPangan
#Qurban1441H
#QurbanBersamauntukSesama

INFORMASI

  • Lazismu Pusat selaku Koordinator Nasional : Upik Rahmawati (0858 8381 7179)
  • Adminitrasi-Laporan : Risha Umami (0813 8068 0005)
  • Publikasi : Nazhori Author (0812 9824 9567)
  • Lazismu Jatim selaku Koordinator program daging kemasan (rendang dan kornet) : drh. Zainul Muslimin (0811 310 401).

PENUTUP

Diharapkan dengan telah disusunnya pedoman program Qurban untuk Ketahanan Pangan ini dapat dijadikan acuan dalam menjalankan kegiatan yang sebenar-benarnya, yang kompeten yang selalu terdokumentasi dengan baik.

Comments are closed.