Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 18 September 2020
Breaking News
You are here: Home » Pemberdayaan UMKM

Pemberdayaan UMKM

Program yang inisiasi dan dedikasi LAZISMU untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dalam upaya mengentaskan kemiskinan, khususnya dimasa pandemi Covid-19.

Pendahuluan

Pandemi virus Corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai Cobid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus Corona telah membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mulai gelisah.

Terlebih baru-baru ini, sebuah studi menyebut jika Covid-19 akan membuat Indonesia mengalami penurunan persentase pertumbuhan ekonomi sebesar 0.1% di tahun 2020. Secara garis besar, berikut merupakan dampak nyata yang disebabkan Covid-19 terhadap sektor UMKM di Indonesia; 1) penurunan aktifitas jual-beli, 2) bahan baku sulit didapat, 3) distribusi terhambat, 4) penyedia jasa ikut terpapar dampak Covid-19.

Dalam penanggulangannya maka Pemerintah maupun Lembaga sosial perlu melakukan re-perioritas untuk meningkatkan ekonomi akibat dampak pandemik Covid-19, diantara yang menjadi perioritas perhatian kedepan adalah keluarga dan UMKM ditengah masyarakat.

Semangat gotong royong masyarakat akan mendorong bangsa keluar dari persolaan pandemi Covid-19 tentunya, peran ekonomi keluarga, ekonomi UMKM, yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kita. Bagi keluarga maupun UMKM yang sudah berjalan harus bisa melihat peluang dengan baik di tengah pandemi Corona. Contohnya masyarakat mulai berinovasi mencari peluang dengan berjualan alat-alat Kesehatan melalui sistem online.

Meskipun pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap ekonomi keluarga dan UMKM, namun ada beberapa faktor yang membuat keluarga dan UMKM masih bisa bertahan ditengah wabah Covid-19. Yang pertama, umumnya UMKM yang menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pendapatan masyarakat yang menurun drastis tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan. UMKM malah bisa bergerak dan menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas dan dalam situasi Covid-19.

Kedua, pelaku usaha UMKM umumnya memanfaatkan sumberdaya lokal, baik sumberdaya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan. Artinya, sebagian besar kebutuhan UMKM tidak mengandalkan barang impor. Dan yang ketiga, umumnya bisnis UMKM tidak ditopang dana pinjaman dari bank, melainkan dari dana sendiri dan Lembaga sosial non-profit salah satunya LAZSIMU.

Untuk mendorong tumbuh besarnya UMKM berbasis keluarga dalam peningkatan perekonomian dimasa pandemi Covid-19, disamping diperlukan ketersediaan modal finansial, UMKM juga membutuhkan pelatihan (modal intelektual) maupun pendampingan (modal sosial). Maka LAZISMU melalui kiprahnya ikut berpartisipasi, sebagai bentuk mendukung program penanggulangan Covid-19 dalam memberdayakan pelaku UMKM dengan pendekatan filantropi, yang tidak hanya didukung dengan penyediaan modal tapi juga pelatihan dan pendampingan.

Nama Program

Pemberdayaan UMKM adalah program yang diinisiasi dan didedikasikan oleh LAZISMU untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dalam upaya mengentaskan kemiskinan, khususnya dimasa pandemi Covid-19.

Tujuan

  1. Mengembangkan potensi ekonomi masyarakat berbasis keluarga.
  2. Terbentuknya UMKM yang profesional, inovatif, dan memiliki daya saing dalam dunia usaha
  3. Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri
  4. Meningkatkan peran UMKM dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
  5. Mendukung program penanggulangan dampak pandemi Covid-19 terhadap sector ekonomi.

Sasaran

Sasaran program Pemberdayaan UMKM adalah masyarakat miskin di seluruh Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19, baik perorangan maupun kelompok.

Bentuk Program

Secara umum pelaksanaan program pemberdayaan UMKM ini terdiri dari beberapa kegiatan utama yaitu:

  1. Sosialisasi program
  2. Survey persiapan
  3. Pelaksanaan pelatihan secara serial
  4. Bantuan finansial maupun aset
  5. Pendampingan usaha
  6. Monitoring dan evaluasi
  7. Rencana tindak lanjut

Mitra Program

Donatur Perorangan dan Korporat

 

Comments are closed.